Anda di halaman 1dari 8

SUSUNAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PRESBIKUSIS (GANGGUAN PENDENGARAN PADA LANSIA)

DISUSUN OLEH
RIZALATUN NURIYAH
NIM:1611066

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN ADI HUSADA SURABAYA
2019
SUSUNAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik : Gangguan Pendengaran pada lansia (Presbikusis)


B. Judul : Ayo Kenali Presbikusis Pada Lansia
C. Tujuan Umum :Untuk menambah wawasan masyarakat tentang
penatalaksanaan Gangguan Pendengaran pada lansia (Presbikusis)
Tujuan Khusus:
Diharapkan mahasiswa mampu untuk:
1.Menjelaskan Definisi Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
2.Menjelaskan Tanda Dan Gejala Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
3.Menjelaskan Penyebab Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis))
4.Menjelaskan Penanganan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
5.Menjelaskan Pencegahan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
D. Waktu & Tempat: 25 menit di Posyandu Lansia RW 03 Pegirian Surabaya
E. Sasaran: Lansia di wilayah Pegirian Surabaya
F. Materi:
1. Definisi Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
2. Tanda dan Gejala Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
3. Penyebab Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
4. Penanganan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
5. Pencegahan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
G. Metode
Metode yang digunakan yaitu:
1. Ceramah
2. Diskusi
H. Media
Media yang digunakan yaitu leaflet
I. Pengorganisasian:
1. Moderator: Via Dewi Permata Sari
2. Penyaji: Rizalatun nuriyah
3. Fasilitator: Rizalatun Nuriyah
4. Observer: Putri Arivia

2
J. Setting tempat:

MODERATOR PENYAJI

AUDIEN

OBSERVER

K. Rencana Pelaksanaan:
NO FASE WAKTU KEGIATAN
PENYULUHAN AUDIENS
1 Pembukaan 5 menit Membuka acara dan memberi Menjawab salam
salam dan mendengarkan
Perkenalan Mendengar dan
memperhatikan
Menjelaskan tujuan penyuluhan Mendengar dan
memperhatikan
Sampaikan tata tertib dan Mendengar dan
kontrak waktu memperhatikan
2 Tahap 15 Menit Menjelaskan tentang: Mendengar dan
informasi memperhatikan
(kegiatan inti) 1. Definisi Gangguan
Pendengaran pada lansia
(Presbikusis)
2. Tanda dan Gejala
Gangguan Pendengaran
pada lansia (Presbikusis)
3. Penyebab Gangguan
Pendengaran pada lansia
(Presbikusis)
4. Penanganan Gangguan
Pendengaran pada lansia
(Presbikusis)
5. Pencegahan Gangguan
Pendengaran pada lansia
(Presbikusis)
Memberikan kesempatan Mengajukan
bertanya pertanyaan
Menjawab pertanyaan Mendengar dan
memperhatikan

3
3 Penutup 5 Menit Mengajukan beberapa Menjawab
pertanyaan secara lisan untuk pertanyaan
mengevaluasi tingkat
pemahaman audiens tentang
materi yang telah diberikan
Menyimpulkan materi tentang Mendengar,
Hipertensi menyimak,
menerima
Menutup acara dan menucapkan Membalas dengan
salam salam

L. Evaluasi:
1. Struktur
a) Persiapan: Persiapan media disiapkan
b) Perlengkapan:leaflet
c) Jumlah peserta yang hadir sebanyak 50 Lansia
2. Proses
a) Berlangsungnya acara: Pada saat penyuluhan berjalan dengan baik dan lancar
serta peserta penyuluhan dapat menerima materi yang diberikan oleh penyaji.
Dan dalam penyuluhan berlangsung tak banyak peserta yang meninggalkan
tempat sebelum penyuluhan selesai diberikan.Peserta sangat antusias pada
saat penyuluhan berlangsung, dan pada saat sesi diskusi dibuka oleh penyaji.
Beberapa peserta aktif bertanya dan memahami penjelasan yang diberikan
oleh Penyaji

b) Pengorganisasian kelompok:
1) Moderator: Membuka dan menutup acara penyuluhan serta mengatur
jalannya penyuluhan
2) Penyaji: Menyajikan atau menjelaskan isi materi yang akan di bawakan
3) Fasilitator: Memfasilitasi acara penyuluhan yang sedang berjalan secara
dengan baik
4) Observer/Notulen: Menilai berlangsungnya acara penyuluhan dari awal
hingga akhir

3. Hasil:
Peserta penuyuluhan dapat menjelaskan kembali:
a) Definisi Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)

4
b) Tanda dan Gejala Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
c) Penyebab Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
d) Penanganan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)
e) Pencegahan Gangguan Pendengeran Pada Lansia (Presbikusis)

5
M. Lampiran Materi

1. Definisi Presbikusis :
Presbikusis adalah kehilangan pendengaran yang terjadi perlahan-lahan seiring
bertambahnya usia. Kondisi ini merupakan proses multifaktor, di mana proses
penuaan dan paparan suara bising dalam jangka waktu lama menjadi faktor
penyebab utamanya. Selain itu, penumpukan kotoran telinga yang berlebihan juga
dapat menjadi faktor penyebab kondisi ini..

2. Tanda dan Gejala Presbikusis:


a) Kesulitan mendengarkan pembicaraan atau suara lainnya.
b) Sering meminta pada orang lain untuk bicara lebih pelan, lebih jelas, dan
lebih keras.
c) Kesulitan memahami perkataan orang lain, terutama jika ada latar suara
yang ribut atau jika berada dalam kerumunan orang.
d) Harus mengeraskan volume suara televisi atau radio.
e) Menjadi tidak suka mengobrol dengan orang lain atau menghindari
pertemuan sosial.

3. Penyebab Presbikusis:
Pendengaran terjadi saat gelombang suara mencapai struktur di dalam telinga, di
mana getaran gelombang suara akan diubah menjadi sinyal saraf yang dipahami
otak sebagai suara. Beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan
pendengaran adalah:
a) Penimbunan kotoran telinga secara bertahap. Kotoran telinga ini dapat
menyumbat saluran telinga dan menghalangi pengiriman gelombang suara.
b) Kerusakan pada rambut saraf atau sel saraf di dalam koklea (terletak di
telinga bagian dalam). Koklea berfungsi mengubah getaran gelombang suara
menjadi aliran listrik yang disalurkan pada otak. Saat rambut atau sel saraf
ini rusak atau tidak ada, sinyal listrik tidak bisa dikirimkan dengan baik
sehingga terjadi kehilangan pendengaran. Gangguan ini dikenal sebagai
kehilangan pendengaran sensorineural permanen atau tuli saraf.

6
c) Gendang telinga pecah (lubang pada membran timpani). Pecahnya gendang
telinga akan mengganggu aliran gelombang suara dari telinga luar menuju
ke koklea.
d) Infeksi Telinga, pertumbuhan tulang yang tidak normal, atau Kemunculan
salah satu dari ketiga hal ini di dalam telinga bagian luar atau tengah, dapat
menyebabkan kehilangan pendengaran.

4. Penanganan Presbikusis :
Pengobatan presbikusis tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan kondisi
ini. Contoh-contoh metode pengobatan yang mungkin diterapkan adalah:
a) Pembersihan kotoran telinga.
Jika kehilangan pendengaran disebabkan oleh kotoran yang menyumbat
telinga, maka dokter akan melunakkan kotoran tersebut terlebih dahulu
dengan menggunakan cairan tertentu, lalu mengeluarkannya dengan cara
dikorek atau disedot.
b) Gunakan Alat Bantu Dengar
c) Operasi.
Jika kehilangan pendengaran disebabkan oleh cedera pada telinga atau
infeksi yang berulang, maka tindakan operasi mungkin diperlukan. Sebagai
contoh, dokter akan memasukkan sebuah alat kecil berbentuk selang untuk
membantu mengeringkan telinga.

5. Pencegahan Presbikusis :
Beberapa masalah presbikusis tidak dapat dihindari, namun ada sejumlah hal
yang bisa dilakukan guna mencegah kehilangan pendengaran yang lebih buruk,
di antaranya:
a) Melindungi telinga di tempat kerja, terutama terhadap suara yang paling
keras. Anda bisa melindungi telinga dengan busa, atau dengan alat
penyumbat telinga yang terbuat dari plastik atau karet.
b) Melakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin jika Anda bekerja di
lingkungan kerja yang bising.
c) Menghindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak pendengaran (salah
satunya adalah kebiasaan mendengar suara musik dengan volume yang
kencang).
7
d) Mengonsumsi makanan sehat. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya
gangguan kardiovaskular yang juga menjadi salah satu pemicu terjadinya
presbikusis.

N. Daftar Pustaka
Soepardi. (2009). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala
Dan Leher Edisi 6. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Maryam. (2010). Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Jakarta: Salemba
Medika
Tamher. (2009). Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika