Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Larar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


1.3 Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mekanisme Reaksi Tropinon Dengan Reaksi Mannich


Tropinone adalah alkaloid , yang terkenal disintesis pada tahun 1917 oleh
Robert Robinson sebagai prekursor sintetis untuk atropin. Tropinone alkaloid, kokain
dan atropin semuanya memiliki struktur inti tropane yang sama.

Struktur Tropinon
Dilaporkan pada awal 1917 oleh R.Robinson, pada sintesis tropinon bahwa
dalam hal ini terjadi sintesis yang elegan karena mengandung biomimetik karena
terdapatnya kemiripan dengan cara alam dengan mensintesis tropinone. Robinson
menggunakan urutan tandem dimana satu molekul Succindialdehyde, methylamine,
aseton dan asam karboksilat (atau dikarboksilat) yang bereaksi bersama untuk
menghasilkan substansi yang alami secara sederhana. Dalam sintesis ini, terlibat
reaksi Mannich yang pertama antar molekul dan yang kedua intramolekuler. Disatu
sisi, sintesis total tropinone oleh Robinson tersebut memiliki waktu yang baik, selain
itu juga dengan sintesis ini Robinson memperkenalkan estetika terkait total sintesis,
dan seni menjadi bagian dari usaha.
Sintesis pertama dari tropinone oleh Richard Willstätter pada tahun 1901. Ini
dimulai dari sikloheptanon yang tampaknya terkait, namun memerlukan banyak
langkah untuk mengenalkan jembatan nitrogen. Hasil keseluruhan untuk jalur sintesis
hanya 0,75%. Willstätter sebelumnya telah mensintesis kokain dari tropinone, dalam
sintesis dan pertama dari struktur kokain.
Tropinone adalah molekul bicyclic, namun reaktan yang digunakan dalam
persiapannya cukup sederhan: asama suksinameh, metilamin dan
asetonadikarboksilat (atau bahkan aseton).

Reaksi ini digambarkan sebagai " reaksi Mannich " ganda intramolek untuk
alasan yang jelas. Ini tidak unik dalam hal ini, karena orang lain juga mencobanya
dalam sintesis piperidin.
Sebagai pengganti aseton, asam asetonadikarboksilat dikenal sebagai " setara
dengan sintetis " gugus asam 1,3-dikarboksilat disebut " kelompok pengaktifan "
untuk memfasilitasi reaksi pembentukan cincin. Garam kalsium ada sebagai "
penyangga " karena diklaim bahwa hasil yang lebih tinggi dimungkinkan jika
reaksinya dilakukan pada " pHfisiologis ".
2.1.1 Mekanisme Reaksi Tropinon

Dalam sintesis tropinone menggunakan reaksi mannich. Reaksi mannich


merupakan salah satu contoh adisi nukleofilik amina ke sebuah gugus karbonil yang
diikuti oleh eliminasi anion hidroksi menjadi basa Schiff yang merupakan elektrofil
yang bereaksi dalam dua langkah pada adisi nukleofilik kedua dengan karbanion
yang dihasilkan dari senyawa yang mengandung proton asam. Reaksi mannich ini
mengandung alkilasi amino proton asam terletak disebelah gugus gugus fungsi
karbonil dengan formaldehida dan ammonia atau amina primer atau sekunder apapun.
Produk akhirnya adalah senyawa beta-amino-karbonil.

Dalam sintesis tropinone ini terdapat keunikan karena adanya reaksi siklisasi
yang terbentuk dari senyawa Imina. Hal ini, dapat terjadi, karena adanya penyerangan
nukleofilik yang memiliki elektron bebas pada karbonil (atom C) dengan prinsip
reaksi Mannich ( intermediet senyawa intramolekul).
Penjelasan dari mekanisme reaksi lengkap di atas terlihat bahwa ada sebuah
perkembangan 1,4-dibutanal yang bereaksi dengan amoniak primer (NH2CH3). Dan
1,5-dipentanal-1-keton melalui prinsip reaksi Mannich, sehingga diperoleh
mekanisme reaksi sederhana yakni dengan penyerangan Nukleofilik NMe (NH2CH3)
pada atom karbokation pada gugus karbonil. Hal ini dapat terjadi, karena atom N
memiliki elektron bebas sepasang, sehingga mudah menjadi nukleofilik dan
menyerang karbonil. Dengan pelepasan H2O dan penambahan reaksi yang
mengandung air. Hasil dari reaksi Mannich untuk membentuk imina. Imina
meruoakan suatu senyawa kimia organik yang memiliki ikatan rangkap dua antara
atom C dan atom N. Seperti terlihat pada senyawa (5) di peroleh suatu imina dengan
gugus samping berupa aldehid.
Kemudian, terjadinya reaksi siklisasi yang diakibatkan oleh reaksi intramolekul
penyerangan nukleofilik atom N yang memiliki elektron bebas pada gugus karbonil
aldehid. Hal ini juga dapat terjadi karena, efek induksi, sehingga H pada aldehid
seolah-olah lepas sehingga pengikatan unsur N pada karbonil dapat terjadi, dan
terbentulah siklisasi seperti pada senyawa (6). Selanjutnya, prinsip reaksi Mannich
digunakan kembali untuk membentuk (senyawa 8) dengan direaksikan pada suatu
senyawa alkena yang memiliki gugus CO2 dan mengandung gugus Hidroksi. Alkena
pada Reagent akan menyerang alkena pada amina, terbebtuk (senyawa 8) dan di
lanjutkan dengan kestabilan elektron (senyawa 9) dan terbentuk konformasi (senyawa
10) dan dengan pelarut asam (HCl) dan pelepasan dua molekul gugus karbonil
(CO2). Sehingga di peroleh senyawa Material start (senyawa 1).
2.2 Sintesis Asam Tropat
Asam tropik adalah bahan kimia dengan asam IUPAC nama 3-hidroksi-2-
fenilpropanoat dan formula struktur terkondensasi HOCH 2 CH Ph COOH. Ini adalah
reagen laboratorium yang digunakan dalam sintesis kimia atropin dan hyoscyamine .
Asam tropik adalah zat kiral , ada sebagai campuran rasemat atau sebagai enansiomer
tunggal.
Struktur Asam Tropik
Mackenzie dan Ward membuktikan struktur asam tropic melalui sintesisi dari
asetofenon pada tahun 1919.

Perhatikanlah bahwa HCl pada langkah 4 bertentangan dengan aturan Markownikoff.


Hal ini mungkin disebabkan oleh efek penarikan electron dari gugus karboksil yang
menghancurkan ion karbonium tersier relative terhadap ion karbonium primer. Ini adalah
asam tropic yang memasukan streocentre ke dalam molekul atropine. Campuran rasemat
yang terbentuk dari urutan reaksi ini dapat diatasi dengan reaksi dengan kini diikuti oleh
kristalisasi fraksional dari diasteroisomer.
Baru-baru ini et al telah menyiapkan asam tropic dari asam fenilasetat melalui pereaksi
Grignard dan formaldehida