Anda di halaman 1dari 3

Jenis-jenis Data

Dalam penelitian perlunya membedakan atau mengaplikasikan data terlebih dahulu karena dengan
data sudah teridentifikasi kelompoknya maka akan mempengaruhi hasil analisis data penelitian. Untuk itu
dapat diuraikan jenis data sebagai berikut:

1. Data nominal
Data nominal merupakan data hasil perhitungan, sehingga tidak dijumpai bilangan pecahan.
Data nominal ialah data yang paling sederhana yang disususn menurut jenis atau kategorinya.
Data dikotomi dikelompokkan menurut kategorinya dan diberi angka dengan angka-angka
tersebut hanyalah label yang tidak menunjukkan tingkatan.
Contoh:
Data jenis kelamin
Laki-laki diberi label angka 1
Perempuan diberi label angka 2
Data suku bangsa
Suku mbojo diberi label angka 1
Suku sasak diberi label angka 2
Suku samawa diberi label angka 3
Penjelasan contoh
 Perhatikan data jenis kelamin, berarti angka dua menunjukkan bahwa angka dua yaitu
simbol bilangan untuk menandai jenis kelamin perempuan bukan berarti bahwa dua ali
kekuatan laki-laki sama dengan satu kali kekuatan perempuan.
 Perhatikan data suku bangsa, bererti angka tiga menunjukkan bahwa angka tiga yaitu
simbol bilangan untuk menandai suku Samawa bukan berarti bahwa tiga kali kekuatan
suku Mbojo sama dengan satu kali kekuatan suku Samawa.
Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi objek, individual atau
kelompok. Sebagai contoh, mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area
geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas dignakan angka-angka sebagai simbol.

2. Data ordinal
Data ordinal ialah data yang sudah diurutkan dari jenjang yang paling rendah sampai
kejenjang yang paling tinggi, atu sebaliknya tergantung peringkatselera pengukuran yang
subjektif terhadap objek tertentu. Data ordinal merupakan data statistic yang mempunyai daya
berjenjang, tetapi perbedaan antara angka yang satu dengan angka yang lainnya tidak konstan
atau tidak mempunyai interval yang tetap.
Contoh:
Hasil tes matematika dalam suatu kelompok belajar adalah Eni rangking ke-1, Evi rangking
ke-2, Virda rangking ke-3.angka satu tersebut mempunyai nilai lebih daripada angka dua maupun
angka tiga, tetapi data ini tidak bisa menunjukkan perbedaan kemampuan dua kali lipat dari
rangking dua maupun mempunyai kemampuan tiga kali lipat dari rangking tiga. Perbedaan
kemampuan antara rangking kesatu dengan rangking kedua, mungkin saja tidak sama dengan
perbedaan kemampuan antara rangking kedua dengan rangking ketiga.
Contoh-contoh data ordinal lainnya adalah : golongan gaji, pangkat, pendidikan mulai taman
kanak-kanak sampai perguruan tinggi, status social (tinggi, menengah dan rendah), daftar urutan
kepegawaian (DUK), dan sebagainya. Data ordinal ini lebih tinggi kedudukannya dibandingkan
dengan data nominal. Dalam dunia pendidikan, dapat diberikan contoh sebagai berikut:
Ketika akan diadakan ujian, para peserta diberikan nomer ujiannya masing-masing. Penomoran
terhadap semua peserta disebut peserta yang masuk nominal. Kemudian proses ujian berlangsung.
Akhirnya diadakan pengumuman peserta yang dapat rangking tertinggi (nomor 1),2,3 dan
seterusnya.
Berdasarkan contoh ini, maka jelaslah bahwa penomoran ketika sebelum ujian yaitu nomor
ujiannya hanyalah label belaka. Peserta nomor ujiannya mendapat nomor 1, belum tentu
mendapat rangking 1, dan seterusnya. Bisa saja nomor ujiannya yang bukan nomor 1 mendapat
rangking 1. Rangking tersebut tentu saja sangat ditentukan oleh banyaknya soal ujian yang dapat
dijawab dengan benar, sehingga didapat nilai yang relatif tinggi .
Data ordinal bersifat ekskuisif, mempunyai urutan, tidak mempunyai ukuran baru, dan tidak
mempunyai nilai nol mutlak.

3. Data interval
Data interval mempunyai sifat data nominal dan data ordinal. Disamping itu, ada sifat
tambahan lainnya pada data interval yaitu mempunyai nol mutlak. Akibatya data interval
mempunyai skal interval yang sama jaraknya. Pengkuran data interval tidak memberikan jumlah
yang absolut dari objek yang diukur. Berdasarkan pengaruh positif dan negatifnya data interval
yang nilainya nol merupakan posisi paling rendah suatu prestasi tertentu. Misalnya persepsi,
tanggapan, dan sebagainya.
Data interval banyak digunakan dalam penelitian pendidikan misalnya tes pencapaian, tes
bakat, tes kecerdasan, yang kesemuanya itu diukur dengan interval data yang sama dan telah
ditetapkan sebelumnya.
Contoh:
a. Jika suatu tes intelegensi menghasilkan nilai yang berkisar 0 sampai 100, nilai 0 bukan
merupakan seseorang mempunyai kecerdasan yang minimal. Nilai 0 hanya menunjukkan
tempat paling rendah dari prestasi pada tes tersebut dan nilai 100 menunjukkan tingkat
tertinggi.
b. Menentukan indek prestasi komulatif (IPK) mahasiswa, nilai 0 merupakan tingkat paling
rendah dan nilai 4 merupakan tingkat paling tinggi.
Data interval bersifat eksekuisif, mempunyai urutan, mempunyai ukuran baru, tetapi tidak
mempunyai nilai nol mutlak.

4. Data rasio
Data rasio mempunyai sifat data interval, data ordinal, data nominal. Disamping itu data
rasio mempunyai nilai nol mutlak yang dimana nilai nol merupakan kosong akan tetapi dapat
diinterprestasikan dalam sebuah logika. Data rasio merupakan data yang mempunyai tingkatan
tertinggi.
Dalam data rasio, nilai 0 betul-betul tidak mempunyai nilai. Jadi, nol meter tidak mempunyai
panjang dan nol kilogram tidak mempunyai berat. Dalam data rasio terdapat skala menunjukkan
kelipatan, misalnya 20 meter adalah 2 x 10 meter, 15 kg adalah 3 x 5 kg. contoh lain dari data
rasio adalah kecerdasan waktu, luas, volume, dan sebagainya. Data rasio bersifat eksekuisif,
mempunyai urutan, mempunyai ukuran baru, dan mempunyai nol mutlak.