Anda di halaman 1dari 2

Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa untuk mengekspresikan gagasan atau perasaan.

Faktor-faktor berbicara
• Pembicara
• Pendengar (audiens)
• Materi pembicaraan
Berbicara di depan umum ( public speaking ) pada hakikatnya adalah seni berkomunikasi lisan secara efektif di depan umum. Komunikasi
yang efektif dapat tercapai apabila maksud pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat dipahami dengan baik oleh komunikan, dan
komunikan memberikan umpan balik ( feedback ) sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator
Komunikasi efektif paling tidak menimbulkan lima hal (menurut Stewat L. Tubbs dan Sylvia Moss , seperti dikutip Jalaluddin Rakhmat
dalam Psikologi Komunikasi, 1993) :
 Pengertian, adanya pengertian dari komunikan seperti yang dimaksud oleh komunikator
 Kesenangan, adanya kesenangan yang muncul untuk komunikan dan komunikator
 Pengaruh pada sikap, adanya pengaruh pada sikap atau tindakan komunikan sebagai akibat pesan yang disampaikan oleh
komunikator
 Terjalinnya hubungan sosial yang semakin baik sebagai dampak pesan yang disampaikan oleh komunikator
 Adanya tindakan nyata dari komunikan sebagaimana dikehendaki Komunikator
gambar diartikan sebagai sebuah tiruan barang baik itu orang, tumbuhan, binatang dan sebagainya yang dibikin dengan menggunakan coretan pensil
dan sebagainya pada medium kertas dan sebagainya
 Fungsi Atensi : menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual
yang ditampilkan
 Fungsi afektif : Media visual atau gambar dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa saat belajar atau membaca teks yang bergambar.
Manfaat media gambar :
 Meningkatkan daya tarik siswa
 Mempermudah pemahaman siswa
 Mengonkritkan pemahaman yang abstrak
 Memperjelas bagian yang sangat penting
 Dengan deskripsimenyingkat suatu uraian
Membaca ialah suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis
Tujuan Membaca :
 menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh. Dengan kutipan pendapat
 mengetahui masalah dalam cerita
 mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita
 menemukan informasi-informasi penting
 menemukan bagaimana cara sang tokoh berubah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau
peneliti.
Ciri-ciri karya ilmiah :
 Objektif
 Netral
 Sistematis
 Logis
 Menyajikan Fakta
 Tidak Pleonastis
 Menggunakan ragam Bahasa Formal
Syarat Karya ilmiah :
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur-unsur yang menyangganya
3. Alur piker dituangkan dalam sistimatika dan notasi
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur : kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah
kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan)
presentasi ilmiah merupakan bentuk penyajian ilmiah dari sebuah karya ilmiah di depan forum hadirin atau para peserta.
Fungsi dan Keutamaan Membuka Presentasi dengan Tepat
1. Agar hadirin memahami tujuan presentasi.
2. Agar hadirin mendapat gambaran umum atas apa yang penyaji sampaikan
3. menciptakan motivasi serta rasa ingin tahu hadirin
Cara Membuka Presentasi dengan Tepat
 Membuka Presentasi dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan
 Membuka Presentasi dengan Sebuah Pertanyaan
 Membuka Presentasi Dengan Cerita
 Membuka Presentasi Dengan Data atau Fakta
 Membuka Presentasi dengan Kutipan atau Pernyataan
Langkah-Langkah Melakukan Presentasi
1. Menentukan sasaran presentasi.
2. Analisis hadirin yaitu menentukan sasaran hadirin.
3. Memilih dan menyiapkan bahan presentasi
4. Berlatih agar hasil presentasi lebih maksimal.
Manfaat Sesi Tanya Jawab dalam Berpresentasi
• Memungkinkan pembicara menunjukkan hadirin akan keahlian dalam topik yang dibahas.
• Menyediakan kesempatan tambahan untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan hadirin.
• Membantu pembicara mengukur pemahaman hadirin.
• Memberikan umpan balik yang dapat membantu pembicara memperkuat presentasi pada masa mendatang. Agar pembicara tidak
terjebak dalam kondisi yang buruk dalam sesi tanya jawab, persiapkan presentasi dengan baik.
TIGA SYARAT KARYA ILMIAH:
 Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
 Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode (berikir) ilmiah.
 Sosok tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai satu sosok tulisan ilmiah.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau
peneliti. Tujuannya untuk memberitahukan suatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
11.1 Ciri – ciri karya Ilmiah
12 Objektif
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, ridak dimanipulasi.
Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian,
siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran atau keabsahannya.
13 Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan
pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk atau mempengaruhi pembaca
perlu dihindarkan.
14 Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan,
klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
15 Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu
fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
16 Menyajikan Fakta (Bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian,atau simpulan dalam karya ilmiah harus factual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau
ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang
seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
17 Tidak Pleonastis
Maksdunya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju
sasaran)
18 Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai. Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa
Indonesia ragam formal, yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar.
syarat-syarat karya ilmiah menurut Zulfikar (dalam http://fikarzone.wordpress.com)
1) Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran
2) Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur-unsur yang menyangganya
3) Alur piker dituangkan dalam sistimatika dan notasi
4) Karya tulis ilmiah terdiri dari unsure-unsur : kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5) Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-
kaidah kebahasaan.
6) Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan)
18.1 Jenis-jenis Karya Ilmiah
Karya ilmiah pendidikan digunakan sebagai tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan.
Karya ilmiah pendidikan terdiri dari
a. Paper (karya tulis)
Paper atau lebih popular dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi rngkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau
ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya (Djuroto dan Supriadi, 202:24)
b. Praskripsi
Praskripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini
disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang akademik atau setingkat Diploma 3 (D-3) (Djuroto dan Supriadi, 2002: 24)
c. Skripsi
Menurut Arifin (2006:26), skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat
yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta-fakta empiris-objektif baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan)maupun
penelitian tidak langsung (studi kepustakaan). Skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar kesarjanaan S-1.
d. Tesis
Tesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi, tesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister
(S-2).
Penulisan tesis bertujuan mensintesiskan ilmu yang dperoleh dari perguruan tinggi guna memperluas khazanah ilmu yang telah didapatkan
dari bangku kuliah master, khazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu
hal yang menjadi tema tesis tersebut.
e. Disertasi
Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data atau fakta
akurat dengan analisis rinci.
Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oelh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji pada suatu
perguruan tinggi, disertasi berisi tentang hasil penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal
yang dijadikan tema dari disertasi tersebut. Penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis itu sendiri, penulis disertasi berhak menyandang
gelar Doktor.
2) Karya Ilmiah penelitian
a. Makalah seminar
b. Laporan hasil penelitian
c. Jurnal penelitian