Anda di halaman 1dari 2

Indonesia Merilis Laporan Awal tentang Lion Air Crash:Pilot pada penerbangan JT610 berjuang untuk mengendalikan pesawat Boeing dan berjuang melawan sistem otomatis

Sumber:

Aditya Sandi Nugraha NIM: 17524102

Email:17524102@Students.uii.ac.id

Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia

Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia beberapa waktu lalu tepatnya 29 oktober 2018 telah merilis laporan pendahuluan mengenai kecelakan Lion Air JT 610. Kecelakaan ini melibatkan pesawat boeing 737 MAX 8 dengan korban 187 penumpang dan awak kapal. Identifikasi laporan yang disampaikan menyoroti beberapa masalah perawatan pesawat, padahal kondisi pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam kondisi baru . Identifikasi terus dilakukan menjelang ditemukannya black box atau kotak hitam sebagai sumber informasi dari rekaman pesawat. Laporan dan identifikasi selanjutnya menunjukkan bahwa pilot penerbangan JT610 mengalami kesulitan setelah lepas landas. Pengendali manual (pilot) diaktifkan selama lepas landas, dan dapat memperingatkan pilot bahwa pesawat memasuki stall conditions atau mogok. Stik shaker yang diaktifkan kemungkinan besar disebabkan oleh input yang salah yang diterima oleh komputer kontrol penerbangan oleh sensor angle of attack (AoA) dalam keadaan salah di sisi pilot pesawat, sementara sensor di sisi copilot tampaknya baik-baik saja. Perekam data penerbangan digital yang terungkap mengungkapkan perbedaan antara sudut tercatat pada sensor kiri dan kanan sekitar 20 derajat. Efek yang dapat dihasilkan oleh sensor kesalahan sensor meliputi: ketidakmampuan untuk menggunakan autopilot; pelepasan otomatis autopilot; peringatan peringatan untuk kecepatan udara, ketinggian, atau sudut penerbangan yang ditunjukkan, dan meningkatkan kekuatan kontrol bagian hidung bawah pesawat. Identifikasi dini yang lebih difokuskan yaitu pemanfaatan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang tersedia pada pesawat, sistem ini mengamati kondisi manuver yang terjadi pada pesawat. Berikut ini adalah data dari sistem MCAS:

pada pesawat. Berikut ini adalah data dari sistem MCAS: Sumber: ​ Indonesian National Transportation Safety

Sumber: Indonesian National Transportation Safety Committee

Pada data terlihat analisis sinyal untuk mengidentifikasi hal yang terjadi pada kondisi penerbangan peswat. Turun pada garis biru menunjukkan pilot mencoba memangkas stabilizer pesawat secara manual. Garis oranye di bawah ini menunjukkan sistem MCAS secara otomatis memotong, dan kemudian melawan upaya manual pilot untuk memotong. Pilot melawan MCAS dengan mengangkat hidung pesawat secara manual. Namun, MCAS kembali membalas tindakan itu. Secara keseluruhan, para pilot mencoba untuk melawan alat MCAS atau membutuhkan kondisi stabil. Setelah menentukan bahwa sistem tampilan penerbangannya tidak berfungsi, copilot menerbangkan sisa penerbangan menggunakan kontrol manual dan tanpa autopilot. Dari hal yang terjadi pada semua kondisi pesawat dapat diperhitungkan atau dianalisis oleh bantuan gelombang sinyal menggunakan MCAS. Namun MCAS baru dimanfaatkan oleh beberapa pesawat baru , dan juga perlunya peningkatan pengetahuan pilot dalam pemanfaatannya tanpa merusak sensor dipesawat.