Anda di halaman 1dari 8

BACAAN CT SCAN

CT-scan kepala tanpa kontras


Tak tampak lesi hipo / iso / hiperdens di brain
parenchym
CT Scan SPN (lesi(+) + kontras)
Midline shifting (-)
Tampak lesi kistik/semi-solid/solid,
Sulci dan gyri tak tampak kelainan
hipodens/hiperdens... HU, batas..., tepi...,
Sistem ventrikel dan sisterna tak tampak kelainan
bentuk ...., ukuran......, di .... , yang pada post
Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak
kontras tampak
tampak kelainan
(homogen/isodens/heterodens)kontras
Tak tampak kalsifikasi abnormal
enhancement ....HU. Tampak perluasan lesi
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
pada......
tak tampak kelainan
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
Craniocerebral space tak tampak melebar
tak tampak kelainan
Calvaria intak
Mukosa cavum nasi dan concha nasalis kanan kiri
tak tampak kelainan
Septum nasi di tengah
CT Scan kepala (lesi (+) dengan kontras)
Nasopharing tak tampak kelainan
Tampak lesi kistik/semi-solid/solid,
Trakea dan airway patent
hipodens/hiperdens... HU, batas..., tepi...,
Tak tampak lesi hipo/iso/hiperdense di brain
bentuk ...., ukuran......, di .... , yang pada post
parenchyme
kontras tampak (homogen/isodens/heterodens)
Tak tampak pembesaran KGB
kontras enhancement ....HU. Lesi melekat
Osteodestruksi (-)
pada......
Midline shifting
Sulci dan gyri tak tampak kelainan
Sistem ventrikel dan sisterna tak tampak kelainan
Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak
CT Scan Toraks/Abdomen atas/Abdomen bawah-
tampak kelainan
pelvis (Lesi(+) +kontras)
Tak tampak kalsifikasi abnormal
(T)Tampak lesi kistik/semi-solid/solid,
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
hipodens/hiperdens... HU, batas..., tepi...,
tak tampak kelainan
bentuk ...., ukuran......, di .... , yang pada post
Craniocerebral space tak tampak melebar
kontras tampak (homogen/isodens/heterodens)
Calvaria intak
kontras enhancement ....HU. Lesi melekat
pada......
CT Scan SPN normal
(Jika ada masalah diparu seperti pneumonia dll,
Tak tampak lesi densitas hipo / iso / hiperdens di
disebutkan)
brain parenchym
(N)Tampak multiple lymphadenopathy
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
(M) Tampak lesi densitas cairan di cavum pleura
tak tampak kelainan
Trakea dan bronchus primarius kanan kiri patent
Mukosa cavum nasi dan concha nasalis kanan kiri
Tak tampak deformitas cavum thoraks
tak tampak kelainan
Jantung tak tampak kelainan
Septum nasi di tengah
Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak
Nasopharing tak tampak kelainan
tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak
Trakea dan airway patent
massa/ kista.
Tak tampak pembesaran KGB
GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
Osteodestruksi (-)
tidak menebal, batu(-).
Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal, Tak tampak lesi densitas cairan di cavum
nodul(-). abdomen
Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal, Osteodestruksi (-)
kalsifikasi (-).
Kedua ren : ukuran , bentuk dan densitas normal,
tak tampak pelebaran SPC, tak tampak batu/ kista tak tampak pelebaran SPC, tak tampakbatu/
Tak tampak lesi densitas cairan di cavum kista/ nodul
abdomen Sistema digestive tak tampak kelainan
Osteodestruksi (-) VU : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
tidak menebal, batu/sludge(-)
Kesimpulan : Tak tampak lesi densitas cairan di cavum pleura
dan intraabdomen
Massa …… , …. Kontras enhancement di ………….. yang Tak tampak pembesaran KGB paraaorta,
melekat pada ………… disertai …. Limfadenopathy di parailliaca, paravesica space
……… dan…. (jika ada kelainan di paru) di…… --- Osteodestruksi (-)
stadium…… (T..N..M..)

CT Scan Whole Abdomen (Normal) CT Scan Whole Abdomen (Lesi(+) + Kontras)

Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak
tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak
massa/ nodul/ kista massa/ nodul/ kista
GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
tidak menebal, batu(-) tidak menebal, batu(-)
Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal, Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal,
kalsifikasi (-) kalsifikasi (-)
Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal, Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal,
nodul(-) nodul(-)
Kedua ren : bentuk, ukuran dan densitas normal, Kedua ren : bentuk, ukuran dan densitas normal,
CT Scan Toraks/Abdomen atas/Abdomen bawah- tak tampak pelebaran SPC, tak tampakbatu/
pelvis (normal) kista/ nodul
Tak tampak lesi kistik/semi-solid/solid di ..... Sistema digestive tak tampak kelainan
Tak tampak lymphadenopathy VU : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
Tak tampak lesi densitas cairan di cavum pleura tidak menebal, batu/sludge(-)
Trakea dan bronchus primarius kanan kiri patent Tak tampak lesi densitas cairan di cavum pleura
Tak tampak deformitas cavum thoraks dan intraabdomen
Jantung tak tampak kelainan Tak tampak pembesaran KGB paraaorta,
Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak parailliaca, paravesica space
tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak Osteodestruksi (-)
massa/ kista.
GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
tidak menebal, batu(-).
Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal, Klinis : KNF
nodul(-).
Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal, Tampak lesi solid di nasofaring kanan kiri yang
kalsifikasi (-). mengobliterasi torus tubarius dan fossa
Kedua ren : ukuran , bentuk dan densitas normal, rosenmuller kanan kiri, lesi tampak meluas ke
tak tampak pelebaran SPC, tak tampak batu/ kista sinus maksilaris dan sphenoidalis kiri
Orbita, sinus paranasalis diluar lesi dan mastoid abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea,
kanan kiri tak tampak kelainan kemudian bercabang ke a. tibialis anterior,
Mukosa cavum nasi dan concha nasalis kanan kiri posterior, peroneus, sampai a. dorsalis pedis dan
tak tampak kelainan a.arcuata
Septum nasi di tengah Tampak kaliber arteri iliaca normal, dinding
Trakea dan airway patent reguler
Tak tampak pembesaran KGB Tampak iregularitas dinding pada bifurcatio a.
Osteodestruksi (-) femoralis cacang iliaca sampai ke distal
Tak tampak ekstravasasi kontras
Kesimpulan : Sistema tulang tampak baik
Massa nasofaring bilateral yang mengobliterasi
torus tubarius dan fossa rosenmuller bilateral Ekstremitas bawah kiri :
yang meluas ke sinus maksilaris dan sphenoidalis Tampak kontras water soluble 370 mmol yang
kiri dimasukkan melalui injektor mengisi aorta
Tak tampak perluasan lesi ke intracranial abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea,
kemudian bercabang ke a. tibialis anterior,
posterior, peroneus, sampai a. dorsalis pedis dan
Klinis : Penurunan kesadaran + hemiparese kanan a.arcuata
suspect ICH Tampak kaliber arteri iliaca normal, dinding
reguler
Tampak lesi hiperdens dengan perifokal edema Tampak gambaran plaque multiple pada dinding
disekitarnya di lobus temporoparietal kiri dengan arteri femoralis
estimasi volume 52,67 cc yang mempersempit Tampak iregularitas dinding pada bifurcatio a.
ventrikel lateralis kiri femoralis cacang iliaca sampai ke distal
Midline shifting (-) Tampak stenosis multiple pada arteri femoralis
Sulci dan gyri diluar lesi tak tampak kelainan 1/3 distal sepanajng +/- 20,4 cm dengan
Sistem ventrikel dan sisterna diluar lesi tak gambaran kolateral prominent
tampak kelainan Tampak pula stenosis multiple pada a. tibialis
Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak anterior 1/3 proksimal dan tengah
tampak kelainan Tak tampak ekstravasasi kontras
Tak tampak kalsifikasi abnormal Tulang tarsalia dan metatarsal pedis tampak baik
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
tak tampak kelainan Kesimpulan :
Craniocerebral space tak tampak melebar Menyokong gambaran Penyakit Erteri Perifer
Calvaria intak Obstruktif
Multiple stenosis arteri femoralis 1/3 tengah dan
Kesimpulan : a. tibialis anterior 1/3 proksimal dan tengah
ICH lobus temporoparietal kiri dengan estimasi Arteriosklerosis dengan gambaran collateral
volume 52,67 yang mempersempit ventrikel prominet a. femoralis kiri 1/3 distal
lateralis kiri

ANGIOGRAFI (06/03/2014)
ANGIOGRAFI Klinis : acute... ischemic perbaikan

Klinis : defisit arteri femoralis kiri, gangren jari IV Ekstremitas bawah kanan :
kaki kiri Tampak kontras water soluble 370 mmol yang
dimasukkan melalui injektor mengisi aorta
Ekstremitas bawah kanan : abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea,
Tampak kontras water soluble 370 mmol yang kemudian bercabang ke a. tibialis anterior,
dimasukkan melalui injektor mengisi aorta
posterior, peroneus, sampai a. dorsalis pedis dan abdominalis, a. iliaca communis, a. femoralis, a.
a.arcuata poplitea, kemudian bercabang ke a. tibialis
Tampak kaliber aorta abdominalis; a. iliaca, a. anterior, a. tibialis posterior, a. peroneus, a.
femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke a. dorsalis pedis dan a.arcuata kanan kiri
tibialis anterior, posterior, peroneus, sampai a. Tampak kaliber aorta abdominalis, a. iliaca
dorsalis pedis dan a.arcuata normal dengan communis, a. femoralis, a. poplitea, kemudian
dinding reguler bercabang ke a. tibialis anterior, a. tibialis
Letak simetris aorta abdominalis; a. iliaca, a. posterior, a. peroneus, a. dorsalis pedis dan
femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke a. a.arcuata kanan kiri normal dengan dinding
tibialis anterior, posterior, peroneus, sampai a. reguler
dorsalis pedis dan a.arcuata Letak simetris mulai aorta abdominalis, a. iliaca
Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut of communis, a. femoralis, a. poplitea, kemudian
Sistema tulang tampak baik bercabang ke a. tibialis anterior, a. tibialis
posterior, a. peroneus, a. dorsalis pedis dan
Ekstremitas bawah kiri : a.arcuata kanan kiri
Tampak kontras water soluble 370 mmol yang Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut
dimasukkan melalui injektor mengisi aorta of/stenosis
abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea, Sistema tulang ekstremitas inferior kanan kiri
kemudian bercabang ke a. tibialis anterior sampai tampak baik
1/3 tengah, a. tibialis posterior sampai 1/3
proksimal, a. peroneus sampai 1/3 distal Kesimpulan :
Tampak kaliber aorta abdominalis; a. iliaca, a. CT Angiografi ekstremitas bilateral tak tampak
femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke a. kelainan
tibialis anterior sampai 1/3 tengah, a. tibialis Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut
posterior sampai 1/3 proksimal, a. peroneus of/stenosis
sampai 1/3 distal Terpasang OREF pada ekstremitas inferior kiri
Letak simetris mulai aorta abdominalis; a. iliaca, sehingga terjadi gambaran scatter pada vascular
a. femoralis, a. poplitea, a. tibialis anterior sampai
1/3 tengah, a. tibialis posterior sampai 1/3
proksimal, a. peroneus sampai 1/3 distal
Tampak oklusi a. tibialis anterior kiri 21,4 cm dari
bifurcatio, a. tibialis posterior kiri 16,2 cm dari
bifurcatio dan a. peroneus kiri 1/3 distal
Tak tampak gambaran kolateral vein
Tak tampak ekstravasasi kontras
Sistema tulang tampak baik

Kesimpulan :
Multiple oklusi di a. tibialis anterior, a. tibialis
posterior dan a. peroneus kiri

Klinis : Post debridement ai open ...R. cruris pedis


kiri

Ekstremitas bawah kanan kiri : ANGIOGRAFI (NORMAL)


Tampak terpasang OREF pada ekstremitas inferior Klinis : Suspect DVT
kiri sehingga terjadi gambaran scatter pada
vascular Ekstremitas bawah kanan :
Tampak kontras water soluble 370 mmol yang Tampak kontras water soluble 370 mmol yang
dimasukkan melalui injektor mengisi aorta dimasukkan melalui injektor mengisi aorta
abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea, temporoparietal kanan
Midline shifting (-)
kemudian bercabang ke a. tibialis anterior, Sulci dan gyri diluar lesi melebar dan dalam
posterior, peroneus, sampai a. dorsalis pedis dan Sistem ventrikel dan sisterna melebar dengan sella media
index 3,9
a.arcuata Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak tampak
Tampak kaliber aorta abdominalis; a. iliaca, a. kelainan
femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke a. Tak tampak kalsifikasi abnormal
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri tak tampak
tibialis anterior, posterior, peroneus, sampai a. kelainan
dorsalis pedis dan a.arcuata normal dengan Craniocerebral space tak tampak melebar
Calvaria intak
dinding reguler
Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut of Kesimpulan:
Infark kronis thalamus kiri
Sistema tulang tampak baik Kronik lacunar infark corona radiata bilateral
Tampak soft tissue swelling regio femur sampai Subacute infark regio temporoparietal kanan
1/3 distal cruris Brain atrophy ringan

Ekstremitas bawah kiri : Klinis : OD cyste palpebra


Tampak kontras water soluble 370 mmol yang
dimasukkan melalui injektor mengisi aorta Tampak lesi densitas cairan - semisolid
abdominalis, a. iliaca, a. femoralis, a. poplitea, ekstraconal orbita kanan pada palpebra lateral
kemudian bercabang ke a. tibialis anterior, terkesan bercapsul dengan estimasi diameter
posterior, peroneus, sampai a. dorsalis pedis dan longitudinal 10,6 mm
a.arcuata Bulbus occuli kanan kiri normodens
Tampak kaliber aorta abdominalis; a. iliaca, a. Nervus opticus dan systema muscularis orbita
femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke a. kanan kiri normodens
tibialis anterior, posterior, peroneus, sampai a. Tak didapatkan massa ekstraconal retrobulbar
dorsalis pedis dan a.arcuata normal dengan Tak tampak lesi densitas iso/ hipo/ hiperdens di
dinding reguler brain parenchym yang terscan
Letak simetris mulai aorta abdominalis; a. iliaca, Tampak perselubungan di sinus maksilaris kanan
a. femoralis, a. poplitea, kemudian bercabang ke Orbita kiri , sinus paranasalis di luar lesi dan
a. tibialis anterior, posterior, peroneus, sampai a. mastoid kanan kiri tak tampak kelainan
dorsalis pedis dan a.arcuata Mukosa cavum nasi dan concha nasalis kanan kiri
Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut of tak tampak kelainan
Sistema tulang tampak baik Septum nasi di tengah
Tampak soft tissue swelling regio femur sampai Tak tampak pembesaran KGB
1/3 distal cruris Osteodestruksi (-)

Kesimpulan : Kesan :
Aorta abdominalis; a. iliaca, a. femoralis, a. Lesi densitas cairan - semisolid ekstraconal orbita
poplitea, kemudian bercabang ke a. tibialis kanan pada palpebra lateral terkesan bercapsul
anterior, posterior, peroneus, sampai a. dorsalis dengan estimasi diameter longitudinal 10,6 mm
pedis dan a.arcuata bilateral tampak normodens Sinusitis maksilaris kanan
Tak tampak obstruksi maupun oklusi system arteri
Soft tissue swelling regio femur sampai cruris 1/3 Klinis : .....
distal bilateral
Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak
tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak
massa/ nodul/ kista
Klinis: Observasi hemiparese dan hipesthesi dekstra GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
tidak menebal, batu(-)
Tampak lesi hipodense batas tegas di thalamus kiri
Tampak pula lesi hipodens bentuk lacunar di corona radiata Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal,
kanan dan kiri kalsifikasi (-)
Tampak pula lesi hipodens batas kurang tegas di lobus
Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal, Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak
nodul(-) tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak
Kedua ren : bentuk, ukuran dan densitas normal, massa/ kista
tak tampak pelebaran SPC, tak tampakbatu/ GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
kista/ nodul tidak menebal, batu(-).
Sistema digestive tak tampak kelainan Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal,
Tampak kistik multiple pada daerah mesenterium nodul(-).
dengan diameter terbesar 156,3 mm, densitas Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal,
bervariasi cair, serous, fat dan hemorrhagic kalsifikasi (-).
VU : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding Kedua ren : ukuran , bentuk dan densitas normal,
tidak menebal, batu/sludge(-) tak tampak pelebaran SPC, tak tampak batu/ kista
Tak tampak lesi densitas cairan di cavum pleura Osteodestruksi (-)
dan intraabdomen
Tak tampak pembesaran KGB paraaorta dan Kesimpulan :
parailliaca Cardiomegali dengan dilatasi ventrikel kiri dan
Spondylosis lumbalis atrium kanan kiri
Osteodestruksi (-) Aneurisma aorta ascenden sampai aorta
descenden dan common hepatic arteri
Kesan : Disecting mulai dari aorta asenden sampai aorta
Multilocular mesenteric cyst kemungkinan berisi descenden setinggi percabangan a.renalis
cairan densitas cair, serous, fat dan hemorrhagic bilateral yang terscan, a.subclavia kiri dan
Spondylosis lumbalis truncus brachiocephalica
TB Paru dengan tuberculoma
Efusi pleura kanan minimal
Klinis : Aorta Disecting de Bakey II

Klinis : Diseksi aorta


Cor : ukuran membesar, tampak dilatasi ventrikel
kiri, atrium kiri, atrium kanan dan truncus Cor : ukuran membesar
pulmonalis. Tampak dilatasi aorta ascenden kaliber 31,7 mm
Tampak aneurisma aorta asenden dengan kaliber dan aorta descendes kaliber 31,7 mm
86,1 x 81,7 sampai aorta descenden dengan Tampak disecting mulai dari aorta ascenden,
kaliber 46,7 mm dan tampak gambaran arcus aorta, aorta descenden, aorta abdominalis
aneurisma berbentuk sacular di a.common sampai ke a.iliaka kanan kiri. Tampak pula
hepatic dengan diameter 20,8 mm. Tampak gambaran disecting pada a. subclavia kiri ,
gambaran disecting mulai dari aorta ascenden, a.carotis communis kanan, trunchus pulmonalis,
arcus aorta, aorta descenden terscan sampai a. pulmonalis kanan kiri
percabangan a.renalis kanan kiri, tampak pula Trachea dan bronchus primarius kanan kiri patent
gambaran disecting pada a.subclavia kiri dan Tampak infiltrat di paru kanan lobus inferior
truncus brachiocephalica segmen laterobasal dan paru kiri lobus inferior
Tak tampak trombus intramural segmen superior et lateral basal
Tampak gambaran nodule dengan fibroinfiltrat di Tampak lesi densitas cairan di cavum pleura
sekitarnya dan multiple cavitas pada lobus lingula kanan
dan lobus inferior segmen anterobasal paru kiri, Hepar : bentuk, ukuran dan densitas normal, tak
tampak pula fibroinfiltrat di lobus inferior paru tampak pelebaran IHBD/ EHBD, tak tampak
kanan massa/ kista.
Trakea dan bronchus primarius kanan kiri patent GB : bentuk, ukuran dan densitas normal, dinding
Tampak lesi densitas cairan di cavum pleura tidak menebal, batu(-).
kanan minimal Lien : bentuk, ukuran dan densitas normal,
nodul(-).
Pancreas : bentuk, ukuran dan densitas normal, Tampak kontras water soluble 370 mmol yang
kalsifikasi (-). dimasukkan melalui injector mengisi aorta
Kedua ren : ukuran , bentuk dan densitas normal, abdominalis, a. iliaka communis, a. femoralis, a.
tak tampak pelebaran SPC, tak tampak batu/ kista poplitea, kemudian bercabang ke a. tibialis
Tak tampak lesi densitas cairan di cavum anterior, a.tibialis posterior, a. peroneus,
abdomen a.dorsalis pedis dan a.arcuata
Tampak scoliosis toracalis dengan konveksitas ke Tampak kaliber aorta abdominalis, a. iliaka
kiri communis, a. femoralis, a. poplitea, kemudian
Osteodestruksi (-) bercabang ke a. tibialis anterior, a. tibialis
posterior, a. peroneus, a.dorsalis pedis dan
Kesan : a.arcuata normal
Cardiomegaly Tampak simetris mulai dari aorta abdominalis, a.
Aneurisma aorta ascenden dan aorta descenden iliaka communis, a. femoralis, a. poplitea,
Disecting aorta ascenden, arcus aorta, aorta kemudian bercabang ke a. tibialis anterior, a.
descenden, aorta abdominalis sampai ke a.iliaka tibialis posterior, a. peroneus, a.dorsalis pedis dan
bilateral ( Type DeBakey I, Stanford A ). a.arcuata
Disecting a. subclavia kiri, a.carotis communis Tak tampak ekstravasasi kontras maupun cut of /
kanan, trunchus pulmonalis, a. pulmonalis stenosis
bilateral
Keradangan paru
Efusi pleura kanan
Scoliosis toracalis dengan konveksitas ke kiri Klinis : Suspect Meningioma .....

Klinis : Suspect lesi vascular Tampak lesi solid ( densitas 39 HU ) ekstraaxial


supratentorial , batas tegas tepi irreguler dengan
Kanan : perifokal edema di sekitarnya pada lobus
Tampak terpasang OREF pada ekstremitas inferior temporal kanan yang pada post kontras tampak
kanan sehingga terjadi gambaran scatter pada homogen strong kontras enhancement (191 HU)
vascular Lesi tampak mendapat feeding arteri dari arteri
Tampak kontras water soluble 370 mmol yang cerebri media kanan segmen M2 dan arteri
dimasukkan melalui injector mengisi aorta meningia media kanan serta draining vein pada
abdominalis, a. iliaka communis, a. femoralis, a. vena parietalis kanan dan vena jugularis interna
poplitea, kemudian bercabang ke a. tibialis kanan cabang sinus sagitalis
anterior, a. peroneus, a.dorsalis pedis, a.arcuata Lesi tampak melekat pada broad base temporal
dan sebagian a.tibialis posterior kanan dengan gambaran dural tail dan
Tampak cut of a.tibialis posterior sejauh 50,5 mm hiperostosis (+)
dari bifurcatio , gambaran kolateral (+), tak Tampak midline shifting ke kiri sejauh 5,5 mm
tampak ekstravasasi kontras Sulci dan gyri di luar lesi tampak merapat
Tampak kaliber aorta abdominalis, a. iliaka Sistem ventrikel dan sisterna tampak merapat
communis, a. femoralis, a. poplitea, a. tibialis Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak
anterior, a. peroneus, a.dorsalis pedis dan tampak kelainan
a.arcuata normal Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
Tampak simetris mulai dari aorta abdominalis, a. tak tampak kelainan
iliaka communis, a. femoralis, a. poplitea, Craniocerebral space tak tampak melebar
kemudian bercabang ke a. tibialis anterior, a.
peroneus, a.dorsalis pedis dan a.arcuata
Kesimpulan :
Lesi solid dengan homogen strong kontras
Kiri : enhancemen ekstraaxial supratentorial pada
broad base temporal kanan disertai dural tail dan
hiperostosis os temporal kanan mendapat Klinis : Sinonasal meningioma
feeding arteri dari arteri cerebri media kanan
segmen M2 dan arteri meningia media kanan Tampak lesi hiperdense in homogen di regio
serta draining vein pada vena parietalis kanan dan petrosa kiri disertai perifokal edema (+), dural tail
vena jugularis interna kanan cabang sinus sagitalis (+) dan hiperostosis di wing of sphenoid kiri
menyokong gambaran Temporal Lobe dengan estimasi diameter 76,2 mm yang setelah
Meningioma pemberian kontras tampak kontras enhancemen
Lesi tampak meluas ke mastoid kiri, sinus
sphenoidalis kanan kiri, sinus maksilaris kanan kiri
Klinis : ICH regio temporal + hemiparese sinistra , sinus etmoidalis kiri dan ke retrobulbar
intraconal orbita kiri yang menyebabkan
MSCT Angiografi cerebral, irisan eksopthalmus orbita kiri serta encasement pada
axial/coronal/sagital, dengan reformat : arteri cerebri media kiri
Lesi tampak mendapat feeding arteri berasal dari
Tampak lesi hiperdens bentuk worm like arteri cerebri media kiri dengan draining vein ke
appearance ( nidus ) terukur 1 cm sesuai sinus sagitalis
gambaran AVM pada lobus parietalis kanan. Midline shifting (+) ke kanan sejauh 5 cm
Draining vein lesi berasal dari vena parietalis Tampak pula lesi hiperdense inhomogen di regio
kanan yang masuk ke sinus sagitalis superior temporal kanan dengan estimasi diameter 18,8
kanan mm
Tampak pula lesi hiperdens densitas darah Sulci dan gyri di luar lesi tak tampak kelainan
disertai perifokal oedema disekitarnya di lobus Sistem ventrikel kiri tampak menyempit
temporoparietal kanan dengan estimasi volume Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak
241 cc yang menyebabkan midline shifting ke kiri tampak kelainan
sejauh 7,3 mm Orbita kanan kiri , sinus paranasalis di luar lesi
Ventrikel lateralis kanan cornu anterior tampak dan mastoid kanan tak tampak kelainan
menyempit.Ventrikel lateralis kanan cornu Craniocerebral space tak tampak melebar
posterior, ventrikel lateralis kiri cornu posterior et Calvaria intak
anterior, ventrikel III dan ventrikel IV tak tampak
kelainan Kesan :
Sulcy dan gyri di luar lesi tampak merapat Multiple meningioma curiga maligna dengan
Pons, cerebellum dan cerebellopontine angle tak encasement ke arteri cerebri media kiri
tampak kelainan
Tak tampak kalsifikasi abnormal
Orbita, sinus paranasalis dan mastoid kanan kiri
tak tampak kelainan
Craniocerebral space tak tampak melebar
Calvaria intak

Kesimpulan : Menyokong gambaran AVM pada


capsula interna kanan dengan nidus dari arteri
cerebri media kanan dan draining vein dari vena
parietalis kanan disertai gambaran intracerebral
hemorragik di lobus temporoparietal kanan,
sesuai Spetzler-Martin AVM grading system : 3
( Size of nidus : 1 , Eloquent : 1 ,
Venous drainage : 1 )