Anda di halaman 1dari 18

RANGKUMAN MATERI KULIAH

AKUNTANSI KEUANGAN
BAB X

KELAS AKUNTANSI 1

KELOMPOK 1

1. Made Vira Lestari 1707312001 (01)


2. Ni Putu Pradnya Paramita 1707312013 (11)
3. Ni Made Sri Martiani 1707312020 (18)
4. Veren Natalia 1707312038 (37)

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
PEMBAHASAN

1. Pengertian Leasing
Leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam
bentuk penyediaan barang – barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk
jangka waktu tertentu. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal
dengan jalan sewa beli untuk dapat lansung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap
bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor. Secara umum leasing artinya
Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan barang modal untuk digunakan pada proses
produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha
karena saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional
perusahaan. Melalui leasing mereka bisa memperoleh dan untuk membiayai pembelian barang
– barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara 3 -5 tahun atau lebih. Pihak utama
dalam leasing, menurut Ahmad Awari, ada beberapa pihak yang terlibat dala perjanjian lease,
yaitu sebagai berikut :

1. Pihak perusahaan sewa guna usaha (Lessor) adalah perusahan atau pihak yang
memberikan jasa pembiayaan kepada lessee dalam bentuk barang modal.
2. Perusahaan penyewa (Lesse) adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh
pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor.
3. Supplier adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang
untuk dijual kepada lesse dengan pembayaran secara tunai oleh lessor.
Leasing adalah segala kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan
barang-barang modal yang penggunaannya diserahkan pada suatu perusahaan, melalui
pembayaran secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Lease (Sewa GunaTanah) adalah
Kontrak yang menetapkan syarat-syarat pengalihan hak pengalihan harta atau aktiva kepada
lease oleh pemiliknya, yaitu Lessor.

Menurut Amembal dan Isom kegiatan leasing memiliki empat ciri yaitu :

 Perjanjian antara pihak lessor dengan pihak lessee


 Berdasarkan perjanjian leasing,lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada
pihak lessee.
 Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang atau aset.
 Lessee mengembalikan barang atau aset tersebut kepada lessor pada akhir periode yang
ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomi barang
tersebut.
Unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian leasing :

 Pembiayaan perusahaan
 Penyediaan barang-barang modal
 Jangka waktu tertentu
 Adanya hak pilih atau hak opsi
 Adanya nilai sisa yang disepakati bersama

2. Akuntansi Leasing oleh Lessee

A. PENCATATAN LEASE
Jika lessee mengkapitalisasi lease maka lessee akan mencatat aktiva dan
kewajiban yang umumnya sama dengan nilai sekarang pembayaran sewa, lessor yang
sudah memindahkan secara substansial seluruh manfaat dan risiko kepemilikan, mengakui
penjualan dengan mengeluarkan aktiva dari neraca dan menggantikannya dengan piutang.
Jurnal yang dibuat oleh lessor dan lessee dengan asumsi peralatan di-lease dan dikapitalisasi
adalah sebagai berikut:

Lessee Lessor

Peralatan yang di-lease RpXXX Piutang lease (bersih) RpXXX

Kewajiban lease RpXXX Peralatan RpXXX

Karena sudah mengkapitalisasi aktiva, lessee akan mencatat penyusutan.


Lessor dan lessee akan memperlakukan pembayaran lease sebagai pembayaran pokok dan
bunga. Jika kontrak lease tidak dikapitalisasi, tidak ada yang dicatat oleh lessee dan tidak ada
aktiva yang dikeluarkan dari pembukuan tersebut. Pada saat pembayaran lease dilakukan,
lessee mencatat beban sewa dan lessor mengakui pendapatan sewa.

Untuk lease yang dicatat sebagai Lease Modal (capital lease), lease harus
dianggap tidak dapat dibatalkan, dan memenuhi satu dari lebih empat kriteria berikut ini:

1) Lease mentransfer kepemilikan properti kepada lessee.


2) Lease memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus (bargain purchase option).
3) Jangka waktu lease sama dengan atau lebih 75% dari estimasi umur ekonomis
aktiva yang di-lease.
4) Nilai sekarang (present value) dan pembayaran lease minimum (tidak
termasuk biaya executory) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar properti
yang di-lease.
Lease yang tidak memenuhi salah satu kriteria di atas diklasifikasikan sebagai
Lease Operasi (operating lease).

B. KRITERIA KAPITALISASI
Keempat kriteria kapitalisasi yang berlaku untuk lease bersifat kontroversial dan
sulit diterapkan dalam praktik. Kriteria-kriteria tersebut akan dibahas berikut ini.

1. Pengujian Pengalihan Kepemilikan


Jika lease tersebut mengalihkan kepemilikan aktiva kepada lessee maka lease itu
dianggap sebagai lease modal. Kriteria ini tidak bersifat kontroversial dan mudah untuk
diterapkan.

2. Pengujian Opsi untuk Pembelian dengan Harga Khusus (Bargain Purchase Option)
Opsi pembelian khusus adalah sebuah provisi yang memungkinkan lessee untuk
membeli properti yang di-lease dengan harga yang secara signifikan lebih rendah di
bandingkan nilai wajar properti yang diharapkan pada tanggal opsi itu dapat digunakan.
Pada awal lease, perbedaan antara harga opsi dengan nilai pasar wajar yang diharapkan harus
cukup besar sehingga realisasi dari opsi bisa dipastikan secara layak.

3. Pengujian Umur Ekonomis (Pengujian 75%)


Jika periode lease sama dengan atau melebihi 75% dari umur ekonomis aktiva, di mana
sebagian besar risiko dan imbalan atas pemilikan barang dialihkan ke lessee maka perlu
dilakukan kapitalisasi. Akan tetapi, penentuan jangka waktu atau masa lease dan umur
ekonomis aktiva dapat menimbulkan masalah.

4. Pengujian Pemulihan Investasi (Pengujian 90%)


Jika nilai sekarang (present value) dari pembayaran lease minimum (minimum
lease payments) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai pasar wajar aktiva maka aktiva
yang di-lease harus dikapitalisasi. Dasar pemikiran untuk pengujian ini bahwa jika nilai
sekarang pembayaran lease minimum tidak berbeda banyak dengan harga pasar aktiva maka
secara efektif aktiva tersebut dapat dibeli.
C. AKTIVA DAN KEWAJIBAN YANG DIPERLAKUKAN SECARA BERBEDA
Dalam transaksi lease modal, lessee menggunakan lease sebagai sumber
pembiayaan. Lessor membiayai transaksi (menyediakan modal investasi)
melalui aktiva yang di-lease, dan lessee melakukan pembayaran sewa, yang
sebenarnya merupakan pembayaran cicilan. Oleh karena itu, selama umur
properti yang di-lease, pembayaran sewa kepada lessor mencakup pembayaran pokok
ditambah bunga.

1. Pencatatan Aktiva dan Kewajiban


Dalam metode lease modal, lessee memperlakukan transaksi lease seolah-olah
aktiva telah dibeli dalam transaksi pembiayaan di mana aktiva diperoleh dan kewajiban
diakui. Oleh karena itu, lessee mencatat lease modal sebagai aktiva dan kewajiban pada nilai
terendah antara (a) nilai sekarang (present value) dari pembayaran
lease minimum (tidak termasuk cost
executory) atau (b) nilai pasar wajar aktiva yang di-lease pada awal lease. Dasar
pemikiran untuk pendekatan ini bahwa aktiva yang di-lease tidak boleh dicatat lebih tinggi dari
nilai pasar wajarnya.

2. Periode Penyusutan
Salah satu aspek yang menyulitkan akuntansi untuk penyusutan aktiva yang di-
lease yang dikapitalisasi berhubungan dengan periode penyusutan. Jika perjanjian lease
mengalihkan kepemilikan aktiva kepada lessee (Kriteria 1) atau mencakup opsi pembelian
dengan harga khusus (Kriteria 2) maka aktiva yang di-
lease dengan cara yang konsisten melalui kebijakan penyusutan norma lessee atas aktiva
yang dimilikinya, dengan menggunakan umur ekonomis aktiva. Sebaliknya, jika lease tidak
mengalihkan kepemilikan atau tidak mencakup opsi pembelian dengan
harga khusus maka aktiva disusutkan selama masa lease.

3. Metode Bunga Efektif


Selama jangka waktu lease, metode bunga efektif digunakan untuk
mengalokasikan setiap pembayaran lease antara pokok dan bunga. Metode ini
menghasilkan beban bunga periodic yang sama dengan persentase konstan dari nilai tercatat
kewajiban lease. Tingkat diskonto yang digunakan oleh lessee untuk menentukan nilai
sekarang dari pembayaran lease minimum harus digunakan oleh lessee ketika mengaplikasikan
metode bunga efektif pada lease modal.
4. Konsep Penyusutan
Walaupun jumlah yang awalnya dikapitalisasi sebagai aktiva dan dicatat sebagai
kewajiban telah dihitung pada nilai sekarang yang sama, tetapi penyusutan aktiva dan
pengurangan kewajiban adalah 2 proses akuntansi yang independen selama jangka waktu
lease. Lessee harus menyusutkan aktiva yang di-lease dengan menggunakan metode
penyusutan konvensional; garis lurus, jumlah angka tahun, saldo menurun, unit produksi, dan
lainnya.

Terdapat dua klasifikasi lease oleh lessee :

1. Lease Modal (Capital Lease)


2. Lease Operasi (Operasting Lease)
Apabila lease dicatat sebagai lease modal (capital lease) maka lease tersebut harus
dianggap tidak dapat dibatalkan, dan harus memenuhi salah satu dari kriteria berikut ini :

1. Lease mentransfer kepemilikanproperti kepada lessee


2. Lease memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus (bargain purchase option)
3. Jangka waktu lease sama dengan atau melebihi 75% dari estimasi umur ekonomis
aktiva yang di-lease
4. Nilai sekarang (present value) dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk
executory cost) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar properti yang di-lease.
(executory cost : yaitu biaya pemeliharaan, asuransi dan pajak)
Lease yang tidak memenuhi salah satu kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai lease
operasi (operating lease).
 Capital Lease (Lessee)
Contoh Kasus :
Caterpilar Financial Services Corp. Dan Sterling Construction Corp. Menandatangani
perjanjian lease tertanggal 1 Januari 2008 dimana Caterpilar melease-kan peralatan kepada
Sterling mulai tanggal 1 Januari 2008. Data-data tentang lease tersebut adalah sbb :

 Jangka waktu lease adalah 5 tahun dan perjanjian lease tidak dapat dibatalkan, yang
mengharuskan pembayaran sewa yang sama sebesar $ 25.981,62 pada setiap awal
tahun.
 Peralatan tersebut memiliki nilai wajar pada awal lease sebesar $100.000 dengan
estimasi umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu.
 Sterling membayar seluruh biaya eksekutori secara langsung kepada pihak ketiga
kecuali untuk pajak properti sebesar $ 2.000 per tahun, yang dimasukkan dalam
pembayaran tahunan kepada lessor.
 Lease ini tidak mencakup opsi pembaruan, dan peralatan kembali menjadi milik
Caterpillar pada akhir masa lease.
 Suku bunga pinjaman inkremental Sterling adalah 11% per tahun.
 Sterling menyusutkan peralatan serupa miliknya atas dasar garis lurus.
 Caterpillar menetapkan sewa tahunan untuk memperoleh tingkat pengembalian atas
investasi sebesar 10% per tahun. Hal ini diberitahu kepada Sterling.
Lease ini memenuhi kriteria sebagai lease modal (capital lease) karena :

a. Jangka waktu lease selama 5 tahun sama dengan estimasi umur ekonomis peralatan
selama 5 tahun, memenuhi pengujian 75%.
b. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum dihitung sbb :
Jumlah yang dikapitalisasi = ($ 25.981,62 - $ 2.000) x Nilai sekarang anuitas jatuh tempo
sebesar 1 selama 5 periode pada 10%.

= $ 25.981,62 x 4,16986

= $ 100.000

Nilai tersebut melebihi 90% dari nilai wajar properti ($ 100.000)

Tabel amortisasi pembayaran lease adalah sebagai berikut :

STERLING
CONSTRUCTION
Skedul Amortisasi
Lease
(Dasar Anuitas
JatuhTempo)
Tanggal Pembayaran Executory Bunga (10%) Pengurangan Saldo
Lease Tahunan Cost Kewajiban Kewajiban
Lease Lease
1 Januari - - - - $ 100.000,00
2008
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ -0- $ $ 76.018,38
2008 23.981,62
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 7.601,84 $ $ 59.638,60
2009 16.379,78
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 5.963,86 $ $ 41.620,84
2010 18.017,76
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 4.162,08 $ $ 21.801,30
2011 19.819,54
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 2.180,32 $ $ -0-
2012 21.801,30
$ 129.908,10 $ 10.000 $ 10.908,10 $
100.000,00

JURNAL – JURNAL :

 Jurnal untuk mencatat lease modal pada pembukuan sterling per 1 Januari 2008 adalah :
Peralatan yang di-lease menurut lease modal $ 100.000 -

Kewajiban lease - $ 100.000


 Jurnal untuk mencatat pembayaran lease pertama per 1 Januari 2008 adalah :
Biaya pajak properti $ 2.000,00 -

Kewajiban lease $ 23.981,62 -

Kas - $ 25.981,62
 Jurnal untuk mencatat bunga akrual (accrued interest) tanggal 31 Desember 2008 adalah
:
Biaya bunga $ 7.601,84 -

Hutang bunga - $ 7.601,84


 Jurnal untuk mencatat biaya penyusutan tanggal 31 Desember 2008 adalah :
Biaya penyusutan – Lease modal $ 20.000

Akumulasi penyusutan – Lease modal $ 20.000


 Jurnal untuk mencatat pembayaran Lease tanggal 1 Januari 2009 adalah :
Biaya pajak properti $ 2.000 -

Hutang bunga $ 7.601,84 -

Kewajiiban lease $ 16.379,78 -

Kas - $ 25.981,62

 Jurnal yang dibuat setiap tahun selanjutnya sampai tahun 2012 akan mengikuti pola jurnal
di atas.
Pada saat berakhirnya masa lease:
 Jika lessee tidak membeli peralatan tersebut, maka peralatan tersebut akan dikembalikan
ke lessor. Rekening peralatan yang di-lease dan rekening akumulasi penyusutan akan
dihapus dari pembukuan, dengan jurnal :
Akumulasi penyusutan – Lease modal $ 100.000 -

Peralatan yang di-lease menurut lease modal - $ 100.000

 Jika lessee membeli peralatan tersebut pada akhir masa lease dengan harga $ 5.000 dan
estimasi umur peralatan diubah dari 5 tahun menjadi 7 tahun, maka lessee akan membuat
jurnal sbb :
Peralatan ($ 100.000 + $ 5.000) $ 105.000 -

Akumulasi penyusutan – Lease modal $ 100.000 -


Peralatan yang di-lease menurut lease modal - $ 100.000
Akumulasi penyusutan Peralatan - $ 100.000
Kas - $ 5.000

 Lease Operasi (Lessee)


Apabila lease yang diilustrasikan di atas tidak memenuhi kriteria sebagai lease modal,
maka akan diperlakukan sebagai lease operasi. Lessee membebankan biaya sewa ke periode-
periode yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva yang di-lease tersebut, sehingga
jurnal yang dibuat oleh lesse setiap tahun untuk membebankan biaya sewa sebesar $
25.981,62 adalah sbb :

Biaya sewa $ 25.981,62 -


Kas - $ 25.981,62

3. Akuntansi Leasing oleh Lessor


A. Akuntani Untuk Sewa Guna Operasi Bagi Lessor
Lessor mengaku pembayaran sebagai pendapatan ketika pembayaran diterima. Jika
ada variasi penting dalam persyaratan pembayaran, maka dipelurkan ayat jurnal untuk
mencerminkan pola garis lurus atas pengakuan pandapatan. Biaya langsung pertama yang
dikeluarkan akan ditangguhkan dan kemudian diamortisasi selama periode lease, sehingga
ditandingkan dengan pendapatan sewa.
B. Akuntansi Untuk Sewa Guna Modal Bagi Lessor
Dalam praktikk piutang biasanya oleh lessor akan dicatat sebesar jumlah kotor
pembayaran lease minimum disertai dengan perkiraan pengimbang untuk pendapatan bunga
yang diterima dimuka, dan bukan sebesar jumlah yang berlaku untuk lessee.
C. Manfaat yang di terima lessor dalam Me-lease barangnya
1) Meningkatkan Penjualan.

Dengan menawarkan produknya melalui Leasing kepada pelanggan potensial, pabrik


atau penyalur dapat meningkatkan penjualannya dalam jumlah besar. Seperti diatas para
pelanggan mungkin tidak mau atau tidak mampu membeli harta tersebut.
2) Kelangsungan Hubungan Dengan Lease.

Dalam situasi Leasing, Lessor dan Lesse tetap berhubungan selama periode tertentu,
selama masa lease belum berakhir lesse dan lessor akan selalu menjaga hubungan baik, dan
hubungan bisnis jangka panjang kerap kali dapat dibina melalui Leasing.
3) Nilai Sisa Dipertahankan.

Karena dalam transaksi leasing, status kepemilikan barang tetap menjadi hak milik dari
lessor, maka nilai asset atas barang tersebut tetap menjadi milik lessor, sehingga pada saat
kontrak lease berakhir, lessor dapat mencari calon lessee baru untuk barangnya tersebut. Dana
ketika dirasa perusahaan dari lessor perlu me re-generasi barang tersebut, lessor masih dapat
menerima uang dari penjualan barang tersebut.

Ditinjau dari segi Lessor, type Leasing adalah :

1. Capital Lease
a. Sales Type Lease
b. Direct Financing Lease
c. Leveraged Lease
2. Operating Lease / True Lease
Untuk mengklasifikasikan lease, lessor harus memperhatikan dua kelompok kriteria
berikut ini:
Kelompok 1
1) Lease mentransfer kepemilikanproperti kepada lessee
2) Lease memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus (bargain purchase option)
3) Jangka waktu lease sama dengan atau melebihi 75% dari estimasi umur ekonomis
aktiva yang di-lease
4) Nilai sekarang (present value) dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk
executory cost) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar properti yang di-lease.
Kelompok 2
1) Kemungkinan tertagihnya pembayaran lease minimum dapat diramalkan secara wajar
(reasonable)
2) Tidak terdapat ketidakpastian (uncertainties) yang berarti mengenai jumlah biaya yang
tidak bisa diminta kembali (unreimburseable cost) yang dikeluarkan oleh lessor untuk
aktiva yang di-lease-kan. Bila salah satu dari empat kriteria pada kelompok 1 terpenuhi,
dan juga memenuhi kedua kriteria pada kelompok 2, maka lease harus digolongkan
sebagai Sales Type Lease, Direct Financial Lease, atau Leverage Lease sesuai dengan
keadaan. Sedangkan bila tidak dipenuhi, maka harus digolongkan sebagai Operating
Lease.

Operating Lease
Lessor tidak mengharapkan profit semata-mata dari rental lease tersebut, tetapi
mengharapkan adanya recovery dari hasil penjualan barang tersebut atau dengan menyewakan
barang tersebut kepada pihak yang berikutnya.

Sales Type Lease

Dalam hal ini lessor biasanya merupakan produsen atau dealer yang menggunakan
lease sebagai salah satu jalur pemasarannya. Dengan demikian selain biaya-biaya dan
keuntungan , terdapat pula unsur “sales/dealer‟s/manufacturer‟s profit” sebagai hasil transaksi
penjualan aktiva ybs.
Leveraged Lease
Bentuk lease ini melibatkan tiga pihak yaitu lessor, lessee, dan credit provider/debt
participan/equity participan, yang menyediakan sumber pembiayaan sehingga lebih mirip
pinjaman kepada lessee. Dalam hal ini lessor tidak bertanggung jawab terhadap dana dari
equity participan apabila terjadi kemacetan pembayaran oleh pihak lessee, sehingga equity
participan tersebut harus berusaha sendiri terhadap lessee untuk pelunasan pembayaran
pinjaman.

Direct Financing Lease

Yaitu financial lease yang dibiayai langsung oleh lessor. Tiap pembayaran lease terdiri
dari bagian pengembalian investasi lessor ditambah dengan keuntungan yang diharapkan.
Dalam lease ini nilai wajar dari harta yang dilease pada permulaan sewa sama besar dengan
biaya untuk memperolehnya. Metode ini sering juga disebut fullpay out leasing, yang
menunjukkan bahwa lessor membiayai sepenuhnya (100%) lease property yang bersangkutan.

Pada jenis lease ini lessor mencatat „piutang lease‟ pada pembukuannya. Piutang lease
ini menjadi nilai saat ini dari pembayaran minimum lease, yang mencakup :

1. Pembayaran lease (tidak termasuk biaya executory)


2. Opsi pembelian dengan harga khusus (jika ada)
3. Nilai residu yang dijamin (jika ada)
4. Denda atau pinalti atas kegagalan untuk memperbarui.
Apabila lessor membayar biaya executory, maka pembayaran lease harus dikurangkan
dengan jumlah tersebut untuk menghitung pembayaran lease menimum.

Contoh Kasus :
Dengan menggunakan data-data pada contoh kasus perjanjian lease antara Caterpilar dan
Sterling di atas, berikut ini menggambarkan perlakuan akuntansi untuk lease pembiayaan
langsung (direct financing lease). Informasi yang relevan bagi Caterpilar dalam akuntansi
untuk transaksi lease ini adalah sbb :
 Jangka waktu lease adalah 5 tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2008, tidak
dapat dibatalkan, dan membutuhkan pembayaran sewa yang sama sebesar $ 25.981,62
pada awal setiap tahun. Pembayaran tersebut termasuk biaya executory (yaitu pajak
properti) sebesar $ 2.000
 Peralatan memiliki biaya $ 100.000 bagi Caterpilar, nilai wajar pada awal lease sebesar
$ 100.000, estimasi umur ekonomis selama 5 tahun, dan tidak ada nilai residu.
 Tidak ada biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk negosiasi dan menutup
transaksi lease
 Lease tidak memiliki opsi untuk memperbarui kontrak, dan peralatan dikembalikan ke
Caterpilar pada akhir masa lease.
 Ketertagihan dapat dijamin dan tidak ada biaya tambahan (dengan pengecualian pajak
properti yang ditagih dari Sterling) yang harus dikeluarkan dari Caterpilar.
 Caterpilar menentukan pembayaran lease tahunan untuk menjamin tingkat
pengembalian 10% (suku bunga implisit) atas investasinya, dengan perhitungan sbb :

Nilai pasar wajar peralatan yang di-lease $ 100.000

Dikurangi : Nilai sekarang dari nilai residu $ 0


----------------- -
Jumlah yang dikembalikan lessor melalui pembayaran lease $ 100.000

Pembayaran lease setiap awal tahun selama 5 tahun $ 23.981,62

($ 100.000 : 4,16986*)
* PV dari anuitas jatuh tempo sebesar 1 selama 5 tahun pada 10% (lihat tabel)

Lease tersebut memenuhi kriteria klasifikasi sebagai lease pembiayaan langsung karena :

1. Jangka waktu lease melebihi 75% estimasi umur ekonomis peralatan


2. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum melebihi 90% nilai wajar peralatan
3. Ketertagihan pembayaran dapat dipastikan secara layak
4. Tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh Caterpilar

Lease ini tidak termasuk lease jenis penjualan karena tidak ada selisih antara nilai wajar
peralatan ($ 100.000) dengan biaya yang dikeluarkan oleh Caterpilar ($ 100.000).

Tabel amortisasi piutang lease adalah sebagai berikut :


CATERPILAR
FINANCIAL
Skedul Amortisasi Lease
(Dasar Anuitas Jatuh
Tempo)
Tanggal Pembayaran Executory Bunga (10%) Pengembalian Saldo Piutang
Lease Tahunan Cost Piutang Lease Lease
1 Januari - - - - $ 100.000,00
2008
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ -0- $ 23.981,62 $ 76.018,38
2008
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 7.601,84 $ 16.379,78 $ 59.638,60
2009
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 5.963,86 $ 18.017,76 $ 41.620,84
2010
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 4.162,08 $ 19.819,54 $ 21.801,30
2011
1 Januari $ 25.981,62 $ 2.000 $ 2.180,32 $ 21.801,30 $ -0-
2012
$ 129.908,10 $ 10.000 $ 19.908,10 $ 100.000,00

JURNAL - JURNAL :
1. Untuk mencatat piutang yang dihasilkan per 1 Januari 2008 (awal lease)
Piutang lease $ 100.000 -

Peralatan - $ 100.000

2. Untuk mencatat penerimaan pembayaran lease tahun pertama (1 Januari 2008)


Kas $ 25.981,62 -

Piutang lease - $ 23.981,62

Biaya Pajak properti - $ 2.000


3. Untuk mencatat pengakuan pendapatan bunga yang diperoleh selama tahun 2008 (31
Des 2008)
Piutang bunga $ 7.601,84 -

Pendapatan bunga - lease - $ 7.601,84

Pada 31 Desember 2008, investasi bersih menurut lease modal dilaporkan dalam neraca lessor
dalam pos :

Aktiva Lancar (untuk lease yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun), yaitu :

Piutang bunga $ 7.601,84


Piutang lease $ 16.379,78

Aktiva Tidak Lancar / investasi (untuk lease yang jatuh tempo lebih dari 1 tahun), yaitu
:

Piutang lease $ 59.638,60

Sehingga pada tahun kedua (2009), jurnal yang dibuat adalah sbb :

1. Untuk mencatat penerimaan pembayaran lease dan pengakuan pendapatan bunga (1


Januari 2009)
Kas $ 25.981,62 -

Piutang lease - $ 16.379,78

Piutang bunga - $ 7.601,84

Biaya / Hutang pajak properti - $ 2.000,00

2. Untuk mencatat pengakuan pendapatan bunga yang diperoleh selama tahun 2009 (31
Des 2009)
Piutang bunga $ 5.963,86 -

Pendapatan bunga - lease - $ 5.963,86

Jurnal yang dibuat selanjutnya sampai tahun 2012 akan mengikuti pola yang sama,
kecuali pada tanggal 31 Desember 2012 tidak ada lagi jurnal yang dibuat untuk mencatat
pendapatan bunga, karena sudah ditagih seluruhnya pada 1 Januari 2012.
Pada lease ini, Caterpillar tidak mencatat adanya penyusutan peralatan. Apabila
Sterling membeli peralatan tersebut pada akhir masa lease seharga $ 5.000 maka jurnal yang
akan dibuat Caterpillar adalah sbb :

Kas $ 5.000 -

Laba penjualan peralatan yang dilease - $ 5.000

LEASE OPERASI (LESSOR)


Apabila lease diklasifikasikan sebagai lease operasi, maka :

 Setiap penerimaan sewa oleh lessor dicatat sebagai pendapatan sewa.


 Jumlah pendapatan yang diakui dalam setiap periode akuntansi berjumlah sama (dasar
garis lurus)
 Biaya yang dicatat dalam transaksi lease operasi adalah : biaya penyusutan, biaya
pemeliharaan dan biaya jasa yang lain.
 Biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga akan diamortisasi atas dasar garis lurus
Contoh :
Apabila lease yang diilustrasikan di atas tidak memenuhi kualifikasi sebagai lease modal,
maka akan diperhitungkan sebagai lease operasi, sehingga jurnal yang dibuat setiap tahun
adalah sbb :

1) Untuk mencatat penerimaan sewa


Kas $ 25.981,62 -

Pendapatan sewa - $ 25.981,62

2) Untuk mencatat biaya penyusutan peralatan (dengan asumsi biaya perolehan $ 100.000
umur ekonomis 5 tahun, dan penyusutan dengan menggunakan garis lurus)
Biaya penyusutan – peralatan yang dilease $ 20.000 -

Akumulasi penyusutan – peralatan yang dilease - $ 20.000

4. Penyajian dan Analisis Transaksi Leasing

Dilihat dari jenis transaksi leasing, teknik pembiyaan leasing secara


garis besar dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu finance lease dan operating lease.
FINANCE LEASE

Teknik finance lease biasanya juga disebut sebagai fill pay out yaitu suatu bentuk
pembiayaan dengan cara kontrak antara lessor dengan lesse, dengan catatan bahwa:

 Lessor sebagai pihak pemilik barang atau objek leasing yang dapat berupa barang
bergerak atau tidak bergerak yang memiliki umur maksimum sama dengan masa
kegunaan ekonomis barang tersebut
 Lessee berkewajiban membayar kepada lesor secra berkala sesuai dengan jumlah
dan jangka waktu yang disetujui. Jumlah yang dibayar tersebut merupakan
angsuran atau lease payment yang terdiri dari biaya perolehan barang ditambah
dengan semua biaya lainnya yang dikeluarkan lessor dan tingkat keuntungan
(spread) yang diinginkan lessor
 Lessor dalam jangka waktu perjanjian yang disetujui tidak dapat secara sepihak
mengakhiri masa kontrak atau pemakaian barang tersebut. Risiko ekonomis
termasuk biya pemeliharaan dan biya lainnya yang berhubungan dengan barang yang
disewa tersebut ditanggung oleh lessee lesse pada akhir kontrak memiliki hak opsi
untuk membeli barang tersebut sesuai dengan nilai sisa
yang disepakati atau mengembalikan pada lessor atau memperpanjang masa seawa
guna usaha sesuai dengan syarat-syarat yang disetujui bersama
 Pembayaran berkala pada masa perpanjangan sewa tersebut biasanya jauh lebih rendah
dari angsuran sebelumnya
OPERATING LEASE

Operating lease dapat juga disebut dengan leasing biasa yaitu suatu perjanjian kontrak
antara lessor dengan lessee, dengan catatan bahwa:

 Lessor sebagai pemilik objek leasing menyerahkannya kepada pihak lessee untuk
digunakan dengan jangka waktu relative lebih pendek dari umur ekonomis barang
modal tersebut
 Lessee atas penggunaan modal tersebut, membayar sejumlah sewa secara kepada
lessor yang jumlahnya tidak meliputi jumlah keseluruhan biaya perolehan barang
tersebut beserta bunganya. Hal ini disebut nonfull pay out lease.
 Lessor menanggung segal risiko ekonomis dan pemeliharaan atas barang-barang
tersebut pada akhir kontrak harus mengembalikan objek leasing pada lessor
 Lessee dapat membatalkan perjanjian kontrak leasing sewaktu-waktu (cancelable)
REFERENSI

http://tama-anindita.blogspot.com/2014/04/akuntansi-untuk-leasing-sewa-guna-usaha.html

http://rizzkyyanuar.blogspot.com/2011/03/pengertian-leasing.html

http://ayuetikas.blogspot.com/2014/11/akuntansi-leasing.html

https://www.academia.edu/23716645/AKUNTANSI_LEASING_OLEH_LESSOR_DAN_PE
NYAJIAN_SERTA_ANALISIS_TRANSAKSI_LEASING