Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU MK.

FISIOLOGI TUMBUHAN
“PERBEDAAN TUMBUHAN C3, C4, DAN CAM”

Oleh :

MUHAMMAD RAHMATULLAH S.R (1802354211040)

FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNLOGI

UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO

TAHUN 2019
PERBEDAAN TUMBUHAN C3, C4, DAN CAM

Tumbuhan adalah organisme autotrof yang mampu menghasilkan makanan


sendiri melalui proses fotosintesis. banyak faktor yang mempengaruhi proses tersebut
salah satunya adalah faktor internal. dalam dunia tumbuhan, dikenal tanaman C3, C4,
dan Cam sesuai dengan mekanisme fotosintesisnya. perbedaan proses fotosintesis
pada tumbuhan C3, C4 dan CAM terutama pada tempat reaksi dan waktu
reaksi. Berikut adalah ciri ciri tanaman C3, C4, dan CAM secara detail:

1. Tumbuhan/Tanaman C3
Adalah tumbuhan yang mendominasi sebagian besar di bumi (85%) dengan
melakukan fotosintesis secara standar. Pada saat siklus Calvin, senyawa pertama
yang melakukan fiksasi CO2 adalah fosfogliserat (molekul berkarbon 3) dengan
bantuan enzim rubisco sehingga lintasan tersebut dinamakan C3. Tumbuhan ini
tidak memiliki adaptasi fotosintesis untuk mengurangi laju fotorespirasi. Contoh
tanaman C3 adalah mangga, padi, gandum, kedelai, dll

2. Tumbuhan/Tanaman C4
Adalah tumbuhan yang pada saat melakukan proses fotosintesis menggunakan
lintasan C4. Hal yang membedakan dari tanaman C4 yakni daun dari tanaman C4
berupa Anatomi Kranz. Anatomi daun tersebut memiliki dua macam kloroplas
(dimorfik) di dua tempat yakni sel mesofil dan seludang pembuluh (bundle-
sheath).

Gambar 1. Anatomi daun C4 (Kranz Anatomy)

Perbedaan kedua tempat tersebut membuat tumbuhan C4 terjadi dua proses


reaksi. Senyawa pertama yang melakukan fiksasi CO2 adalah oksaloasetat
(molekul berkarbon 4) dengan bantuan enzim PEP karboksilase yang dilakukan di
dalam sel mesofil. Selanjutnya, oksaloasetat dikonversi menjadi malat dan
kemudian masuk ke dalam seludang pembuluh. Malat dipecah dan menghasilkan
piruvat dan CO2. Piruvat akan menuju ke sel mesofil lagi untuk dikonversi
menjadi PEP sedangkan CO2 akan di fiksasi oleh PGA dengan bantuan enzim
rubisco. Tumbuhan C4 jumlahnya sekitar 3% dari tumbuhan berpembuluh.
Contoh tanaman C4 adalah jagung, tebu, shorgum, dll.

3. Tumbuhan/Tanaman CAM
Adalah tumbuhan yang saat melakukan fotosintesis menggunakan
lintasan crassulacean acid metabolism (CAM) untuk meminimalkan laju
fotorespirasi. Pemberian nama tersebut berdasarkan pertama kali ditemukannya
lintasan reaksi tersebut pada Famili Crassulaceae. Saat ini ada sekitar 20 famili
tumbuhan CAM seperti Cactaceae, Orchidaceae, Liliaceae, Bromeliaceae, dan
Euphorbiaceae.
Metabolisme tumbuhan CAM yakni pembentukan asam malat dilakukan
pada malam hari sedangkan penguraiannya terjadi pada siang hari. Perilaku
tumbuhan ini adalah stomata membuka pada malam hari untuk menyerap
CO2 sedangkan siang hari stomata menutup. Contoh tumbuhan CAM adalah
Anggrek, Nanas, dan Kaktus.
Persamaan antara tumbuhan C4 dan CAM adalah keduanya memiliki jalur
metabolisme yang sama. Perbedaannya adalah tumbuhan C4 berbeda secara
struktural dalam hal lintasan metabolismenya, sedangkan tumbuhan CAM berbeda
dalam hal waktu. Dalam gambar berikut menjelaskan perbedaan ketiga jenis
tumbuhan tersebut.

Gambar 2. Perbedaan proses mekanisme fotosintesis pada tumbuhan C3, C4 dan CAM
Berikut adalah perbedaan tumbuhan c3, c4 dan cam dalam bentuk tabel:

Tumbuhan
No. Ciri Pembeda Tumbuhan C3 Tumbuhan C4
CAM
1. Anatomi daun - Sel - Sel seludang Biasanya tidak
fotosintesis pembuluh ada sel-sel
tidak memiliki tertata dengan palisade dan
berkas yang baik dan kaya terdapat
jelas organel vakuola yang
- Sel mesofil - Sel mesofil besar di dalam
besar dan tidak tidak terlalu mesofil
rapat besar dan lebih
- Sel-sel rapat
seludang ikatan - Ikatan
pembuluh kecil pembuluh lebih
dan banyak sedikit

2. Kloroplas (tempat Mesofil daun Mesofil daun Mesofil


fotosintesis) (monomorfik) dan seludang (monomorfik)
(dimorfik)

3. Jenis Tanaman Angiospermae: - Monokotil: Tumbuhan


durian, apel, tebu, jagung sukulen/xerofit
mangga - Dikotil: contoh: kaktus,
famili lidah buaya
Amaranthaceae

4. Penggolongan Disebut C3 Disebut C4 Mengikat


karena karena CO2 pada
menghasilkan menghasilkan malam hari dan
senyawa senyawa siang hari
pertama berupa pertama berupa stomata
berkarbon tiga berkarbon menutup
empat

5. Kebutuhan energi ATP :


3:2 5:2 6,5:2
NADPH
6. Fiksasi CO2 CO2 langsung Fiksasi Fiksasi
masuk dalam CO2 melewati CO2 melewati
sikulus calvin lintasan C4 lintasan C4
saat siang hari yang terjadi di yang terjadi di
dua tempat waktu yang
yang berbeda berbeda (siang
(mesofil dan dan malam)
seludang)

7 Kebutuhan air per 450 – 950 g 250 – 350 g 18 – 55 g


penambahan berat kering
8 Senyawa pertama yang Asam Asam Asam
dihasilkan fosfogliserat oksaloasetat oksaloasetat
9 Enzim pertama saat fiksasi Enzim pertama PEP - PEP
CO2 saat fiksasi karboksilase karboksilase
CO2 kemudian (malam)
RuBp - RuBP
karboksilase karboksilase
(siang)

10 Tempat reaksi Sel-sel mesofil - Sintesis Sintesis asam


daun asam malat di malat dan
sel mesofil pemecahan
daun asam malat
- Pemecahan terjadi di sel
asam malat di mesofil daun
seludang
pembuluh

11 Waktu fiksasi CO2 Siang hari Sintesis asam - Sintesis


malat dan asam malat
pemecahan terjadi waktu
asam malat malam hari
terjadi di siang - Pemecahan
hari asam malat
terjadi di siang
hari

12 Mekanisme - Siang hari: - Siang hari: - Siang hari:


membuka/menutup stomata stomata stomata stomata
membuka membuka menutup
- Malam hari: - Malam hari: - Malam hari:
stomata stomata stomata
menutup menutup membuka
13 Fotorespirasi Ada Ada, tapi hanya Ada, tetapi
di seludang hanya terjadi di
pembuluh dan sore menjelang
bahkan hampir malam hari
tidak
melakukan
fotorespirasi
14 Hambatan fotosintesis oleh Ya Tidak Ya
O2
15 Kompensasi terhadap CO2 30 – 70 ppm 0 – 10 ppm 0 – 5 ppm
(dalam gelap)
16 Laju fotosintesis Rendah Tinggi Rendah
17 Laju fotorespirasi Tinggi Rendah Rendah
18 Efisiensi terhadap H2O Kurang efisien Efisien Efisien
19 Adaptasi terhadap Mudah Mudah adaptasi Mudah adaptasi
lingkungan beradaptasi di daerah di lingkungan
ketika kering dan yang sangat
CO2 tinggi, banyak sinar kering.
habitat lahan matahari
basah
20 Adaptasi dalam keadaan Mati Mati Dapat tumbuh
kekeringan hebat walaupun
lambat
21 Temperatur optimum saat 15 – 25°C 30 – 40°C ~35°C
fotosintesis
22 Efek temperatur (30-40°C) Menghambat Memacu Memacu
pada penangkapan CO2
23 Produksi bahan kering per 20 – 25 ton 35 – 40 ton Rendah dan
tahun sangat beragam