Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perairan danau merupakan salah satu bentuk ekosistem air tawar yang ada di
permukaan bumi.Secara umum, danau merupakan perairan umum daratan yang memiliki
fungsi penting bagi pembangunan dan kehidupan manusia (Wulandari, 2013, hlm.
1).Sementara itu menurut Barus (2004, hlm. 100) “Perairan disebut danau apabila perairan itu
dalam dengan tepi yang umumnya curam.Air danau biasanya bersifat jernih dan keberadaan
tumbuhan air terbatas hanya pada daerah pinggir saja. Berdasarkan pada proses terjadinya
danau dikenal danau tektonik yang terjadi akibat gempa dan danau vulkanik yang terjadi
akibat aktivitas gunung berapi.”

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa danau merupakan suatu genangan air tawar
alami yang jernih dengan kualitas air yang berbeda-beda pada setiap danau serta memiliki
fungsi penting bagi kehidupan manusia. Danau memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi
ekologi, budidaya, dan sosial ekonomi.Dilihat dari aspek ekologi, danau merupakan tempat
berlangsungnya siklus ekologis dari komponen air dan kehidupan akuatik di dalamnya.
Keberadaan danau akan memengaruhi keseimbangan ekosistem di sekitarnya, sebaliknya
kondisi danau juga dipengaruhi oleh ekosistem di sekitarnya. Sedangkan dilihat dari aspek
budidaya, masyarakat sekitar danau sering melakukan budidaya perikanan jala apung dan dari
aspek sosial ekonomi, danau memiliki fungsi yang secara langsung berkaitan dengan
kehidupan masyarakat sekitar danau.

Perairan danau selalu menerima masukan air dari daerah tangkapan air di sekitar danau,
sehingga perairan danau cenderung menerima bahan-bahan terlarut yang terangkut
bersamaan dengan air yang masuk.Kualitas perairan danau sangat tergantung pada
pengelolaan atau pengendalian daerah aliran sungai (DAS) yang berada di atasnya.Saat ini
ekosistem danau di Indonesia sebagian besar dalam kondisi kritis.Hal itu disebabkan oleh
faktor manusia serta lemahnya koordinasi antar sektor atau wilayah dalam pemanfaatan
danau mengakibatkan menurunnya fungsi danau baik dari aspek kuantitas maupun
kualitasnya.Kondisi danau di Indonesia juga diperparah oleh pemanasan global serta
perubahan iklim.Kerusakan lingkungan danau juga bersumber pada eksploitasi perikanan,
mekanisme transportasi air, buangan limbah, dan perubahan tata ruang di daerah aliran
sungai.

Luas dan kapasitas danau semakin berkurang akibat sungai-sungai yang bermuara ke danau
membawa berbagai macam limbah pertanian dan industri yang berasal dari masyarakat
sekitar dan menyebabkan gulma eceng gondok dapat berkembang dengan cepat.Dampak
negatif dari adanya eceng gondok ini adalah turunnya nilai estetika lingkungan yang
mengurangi tingkat keindahan permukaan air. Dampak lainnya yang tidak kasat mata adalah
menyebabkan percepatan proses pendangkalan karena tingginya evapotranspirasi atau
penguapan yang dilakukan oleh tumbuhan tersebut. Dengan meluasnya persebaran eceng
gondok juga mengakibatkan berkurangnya daya tampung air danau.Oleh sebab itu,
diperlukan suatu penelitian analisis kualitas lingkungan untuk menguji parameter tingkat
kualitas air danau dengan pengambilan sampel air danau.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara melakukan pengambilan sampel air Danau untuk pemeriksaan
Mikrobiologi?
2. Bagaimana cara menggunakan alat pengambilan sampel dengan baik dan Benar sesuai
dengan prosedur?
3. Bagaimana cara menggunakan metode dan cara pengambilan sampel Air Danau
secara Mikrobiologi dengan benar?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat melakukan pengambilan sampel air untuk pemeriksaan
Mikrobiologi.
2. Mahasiswa mampu menggunakan alat pengambilan sampel dengan baik dan
Benar sesuai dengan prosedur.
3. Mahasiswa mampu menggunakan metode dan cara pengambilan sampel Air
secara Mikrobiologi dengan benar.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Metode Pengambilan dan Pemeriksaan Sampel Air Danau

Prinsip Pengambilan Sampel

Pada pengambilan sampel air danau atau waduk biasanya dilakukan setiap dua bulan
sekali selama setahun.Pada dasarnya prinsip pengambilan sampel terbagi atas empat, yakni :

a. Menentukan lokasi pengambilan sampel

Lokasi pengambilan sampel sumber air permukaan, misalnya air danau. Pemantauan kualitas
air danau berdasarkan pada:

1. Sumber air alamiah

Yaitu lokasi pada tempat yang belum tercemar atau masih sedikit pencemaran.

2. Sumber air tercemar

Yaitu lokasi pada tempat yang telah mengalami perubahan atau pencemaran.

3. Sumber masuknya air

Yaitu tempat masuknya sungai ke danau atau waduk, pemantauan kualitas air pada bagian
tengah danau atau waduk, lokasi penyadapan air untuk pemanfaatan, serta tempat keluarnya
air danau atau waduk.

Pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan lokasi pengambilan sampel


adalah sebagai berikut :

1. Sampel air limbah harus diambil pada lokasi yang mewakili seluruh karakteristik limbah dan
kemungkinan pencemaran yang akan ditimbulkannya.
2. Sampel air dari badan air harus diambil dari lokasi yang dapat menggambarkan karakteristik
keseluruhan badan air. Oleh karena itu, sampel air perlu diambil dari beberapa lokasi dengan
debit air yang harus diketahui.
3. Sumber pencemar yang mencemari badan air yang dipantau harus diketahui; berupa sumber
pencemar setempat (pointsource) atau sumber pencemar tersebar (dispersesource).
4. Jenis bahan baku dan bahan kimia yang digunakan dalam proses industri harus diketahui.
5. Menentukan titik pengambilan sampel

 Danau atau waduk dengan kedalaman antara 10-30 meter, contoh sampel diambil pada tiga
titik, yaitu : di permukaan, di lapisan termoklin dan di dasar danau atau waduk.
 Danau atau waduk dengan kedalaman antara 30-100 meter, contoh sampel diambil pada
empat titik, yaitu air permukaan, di lapisan termoklin (metalimnion), di atas lapisan
hipolimnion, dan di dasar danau atau waduk.
 Danau atau waduk yang kedalamannya lebih dari 100 meter, titik pengambilan contoh sampel
dapat ditambah sesuai keperluan.

3
b. Melakukan pengambilan sampel

Pengambilan sampel untuk pemeriksaan fisik dan kimia air. Tahap pengambilan contoh
sampel untuk keperluan ini adalah :

1. Menyiapkan alat pengambilan contoh sampel yang sesuai dengan keadaan sumber air.
2. Membilas alat dengan contoh yang akan diambil sebanyak tiga kali.
3. Mengambil contoh sesuai dengan keperluan dan campurkan dalam penampung sementara
hingga merata.
4. Apabila contoh diambil dari beberapa titik, maka volume contoh yang diambil dari setiap titik
harus sama.

Sampel masing-masing diambil dalam kapasitas ±120 ml setiap interval waktu tertentu atau
satu jam sekali. Sampel-sampel kemudian dicampur pada akhir periode pengambilan sampel.
Jika zat pengawet diperlukan, masukkan zat tersebut ke dalam wadah yang masih kosong
(setelah dicuci dengan sampel), sehingga semua bagian atau porsi dari gabungan sampel akan
diawetkan segera setelah diambil dan digabungkan. Sampel gabungan waktu digunakan
untuk menentukan komponen-komponen yang dapat ditunjukkan tetap tidak berubah. Jumlah
atau volume sampel yang diambil untuk keperluan pemeriksaan di lapangan dan di
laboratorium tergantung pada jenis pemeriksaan yang diperlukan, yaitu sebagai berikut :

1. untuk pemeriksaan fisika, air diperlukan ± 2 liter;


2. untuk pemeriksaan kimia, air diperlukan ± 5 liter;
3. untuk pemeriksaan bakteriologi, air diperlukan ± 100 ml.

Alat-alat yang perlu dipersiapkan dalam pengambilan sampel antara lain alat pengambil
sampel, alat lain yang diperlukan, dan wadah untuk menyimpan sampel. Berikut penjelasan
mengenai alat-alat yang diperlukan untuk pengambilan contoh :

c. Alat pengambil contoh sampel

Alat pengambilan contoh sampel air danau harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. terbuat dari bahan yang tidak memengaruhi sifat air (misalnya untuk keperluan pemeriksaan
logam, alat pengambil contoh tidak boleh terbuat dari logam);
2. mudah dicuci dari bekas air sebelumnya;
3. air mudah dipindahkan ke dalam botol penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di
dalamnya;
4. kapasitas alat 1-5 liter tergantung dari maksud pemeriksaan;
5. mudah dan aman dibawa.

Untuk alat pengambil air pada danau yang kondisi airnya tenang atau alirannya sangat lambat
pada kedalaman tertentu, digunakan alat typeRuttner. Karena peralatan yang terbatas, maka
dapat dipergunakan alat pengambil sampel yang sederhana. Alat pengambil contoh sampel
tersebut adalah :

1. Alat pengambil contoh sederhana, terdiri dari botol atau ember palstik yang digunakan pada
air permukaan secara langsung. Botol biasa yang diberi pemberat untuk digunakan pada
kedalaman tertentu. Pemberat ini diikat dengan kawat kuningan/ kawat tembaga dan tidak

4
boleh memakai kawat besi, sebab besi mudah berkarat sehingga mudah putus dan karatnya
dapat mencemari air dengan menambah tinggi kadar besi.
2. Alat pengambil contoh setempat secara tegak, dipergunakan untuk mengambil sampel pada
lokasi danau atau waduk yang aliran airnya tenang atau alirannya sangat lambat. Contoh alat
yang digunakan adalah tipe ruttner.
3. Membawa Sampel Untuk Diperiksa Di Laboratorium

Pengangkutan sampel air danau ke laboratorium dilakukan dengan cara sampel dimasukkan
ke dalam wadah dan diberi label. Pada label tercantum keterangan mengenai :

1. nomor sampel;
2. nama petugas pengambil sampel;
3. tanggal dan jam pengambilan sampel;
4. tempat pengambilan sampel;
5. jenis pengawet yang digunakan.

Wadah-wadah yang telah ditutup rapat dimasukkan ke dalam kotak yang telah dirancang
secara khusus agar sampel tidak tumpah selama pengangkatan ke laboratorium.Wadah yang
digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. terbuat dari bahan gelas atau plastik;


2. dapat ditutup dengan rapat dan kuat;
3. mudah dicuci;
4. tidak mudah pecah;
5. wadah untuk pemeriksaan mikrobiologi harus dapat disterilkan;
6. tidak menyerap zat-zat kimia;
7. tidak melarutkan zat-zat kimia;
8. tidak menimbulkan reaksi antara wadah dengan sampel.

2.2 Tipe Pengambilan Sampel

Sampel air yang berasal dari sumber air danau dapat diambil dengan menggunakan
dua tipe pengambilan sampel.Penentuan pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan
pengambilan sampel. Tipe pengambilan sampel antara lain :

1 Sampel Sesaat (GrabSample)

Sampel yang diambil pada tempat dan waktu tertentu.Contoh : smpel diambil dari sumber air
permukaan yakni air danau.

2. Sampel Gabungan Waktu

Sampel yang dikumpulkan pada titik pengambilan sampel yang sama, tetapi pada waktu yang
berbeda dan dalam kurun waktu tidak lebih 24 jam.

2.3. Sarana Pengambil Sampel

5
Sarana pengambilan sampel sangat penting dalam proses pengambilan sampel. Sarana yang
digunakan dapat disesuaikan dengan keadaan, antara lain :

1. sedapat mungkin menggunakan jembatan atau lintasan gantung sebagai tempat pengambilan
sampel.
2. bila sarana jembatan/ lintasan gantung tidak ada, maka dapat menggunakan perahu.
3. untuk sumber air yang dangkal dapat dilakukan langsung dengan merawas.

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

7
DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Anwar. 2015. “Pengambilan Sampel Lingkungan.” PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.

Dinus:http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/TM-8. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2017

http://organisasi.org/definisi-pengertian-airdanau-macam-jenis-fungsi-di-Indonesia-belajar-
geografi. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2017

http://www.infolabing.com/2014/03/penentuan-lokasi-dan titik-pengambilan_12.html?