Anda di halaman 1dari 4

Makalah Keperawatan HIV AIDS

Remaja Resiko HIV dan Penyalagunaan NAPZA

Nama kelompok:
A. HIV(pengertian, cara penularan, dampak)

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang


menyerang/ menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan
tubuh. Akibat dari menurunnya kekebalan tubuh, maka seseorang dengan HIV
sangat mudah terserang berbagai penyaakit infeksi(infeksi oportunistik) yang
umumnya berakibat fatal. Seseorang dengan HIV memerlukan pengobatan
dengan Antiretroviral(ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh,
sehingga HIV tidak memasuki stadium AIDS, sedengkan penderita AIDS
memerlukan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik.

Meknisme penularan HIV;

1. Melakukan hubungan seksual breganti-ganti pasangan dan tanpa


pengaman(kondom)

2. Penggunaan jarum secara bergantian

3. Melakukan tato atau tidik dengan perosedur yang tidal steril

4. Ibu dengan HIV yang mengandung, persalinan, dan menyusui

5. Menerima transfusi darah dan produk darah yang mengandung virus HIV

B. Pengertian NAPZA(pengertian, cara pemakaian, dampak)

NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia,


baik ditelan melalui mulut, dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui
urat darah. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan,
dan perilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan
ketergantungan fisik dan/atau psikologis. Risiko yang pasti terjadi adalah
kerusakan pada sistem syaraf dan organorgan penting lainnya seperti jantung,
paru-paru, dan hati.

NAPZA banyak dipakai untuk kepentingan pengobatan, misalnya menenangkan


pasien atau mengurangi rasa sakit. Tetapi karena efeknya “fly” bagi pemakai,
maka NAPZA kemudian dipakai secara salah, yaitu bukan untuk pengobatan
tetapi untuk mendapat rasa nikmat.

Pemakaian NAPZA yang bukan untuk tujuan pengobatan atau yang


digunakan tanpa mengikuti aturan atau pengawasan dokter. (Digunakan secara
berkali-kali atau terus menerus) Seringkali menyebabkan ketagihan atau
ketergantungan baik secara fisik/jasmani maupun psikologis. Menimbulkan
gangguan pada tubuh, pikiran, perasaan dan perilaku

C. Remaja(pengertian, usia beapa dianggap remaja, karakter remaja)

Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi
perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya
dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun
atau awal dua puluhan tahun.

Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi
perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya
dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun
atau awal dua puluhan tahun.

Menurut Havighurst(hurlock 1990) tugas perkembangan remaja meliputi:

1. Mencapai pola hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya yang
berbeda jenis kelamin sesuai dengan keyakinan dan etika moral yang berlaku
di masyarakat

2. Mencapai peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin, selaras dengan tuntutan
sosial, dan kultur masyarakatnya

3. Menerima kesatuan organ organ tubuh atau keadaan fidiknya sebagai pria atau
wanita dan menggunakannya secara efektig sesuai dengan kodratnya masing
masing

4. Menerima dan mencapai tingkah laku sosial tertentu yang bertanggung jawab
ditengah tengah masyarakatnya
5. Mencapai kebabasan emosional dari orang tua dan orang orang dewasa
lainnya dan mulai menjadi “diri sendiri”

6. Mempersiapkan diri untuk mencapai karir (jabatan dan profesi) tertentu dalam
bidang kehidupan ekonomi

7. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman bertingkah


laku dan mengembangkan ideologi untuk keperluan kewarganegaraannya.

D. Resiko dan penyebab hiv pada remaja

E. Resiko dan penyebab penyalagunaan NAPZA pada remaja

F. Hubungan penggunaan napza dengan HIV

G. Cara pencegahan HIV dan penggunaan Napza pada remaja

H. Cara penagulangan remaja yang terkena HIV dan dan pengguan Napza

I. kesimpulan

J. Daftar pustaka