Anda di halaman 1dari 12

TEMU 9

Standar Akuntansi yang Berlaku


PSAK 14 : Persediaan
PSAK 16 : Aset Tetap

Oleh KELOMPOK : 11
NAMA : ABSEN :

1. KADEK SASWATA ABHIMANA NEGARA 5

2. GEDE EKA YASA 13

3. MADE BAYU SUARTAMA 25

JURUSAN AKUNTANSI
PROGRAM REGULER SORE 2018
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..2
PETA KONSEP…………………………………………………………………….3
PEMBAHASAN…………………………………………………………………… 4
A. PSAK No. 14 : Persediaan …………………………….……………….....4
1. Ruang Lingkup…………………..……….……………………………4
2. Pengukuran Persediaan………………………………………………..5
3. Nilai Realisasi Bersih………...……………………………………….6

B. PSAK No.16 : Aset Tetap………………………...…….…………………..8


1. Ruang Lingkup…………......................................................................8
2. Pengakuan Aktiva Tetap………………………………………..…….9
3. Komponen Biaya……………………………………………………..9
SIMPULAN …………………………………………………………………….…11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….…..12

2
Standar akuntansi yang berlaku

Psak 14 : persediaan Psak 16 : aset tetap


tujuan

Tujuan
untuk merumuskan perlakuan mengatur perlakuan akuntansi untuk
akuntansi untuk persediaan menurut aktiva tetap.
sistem biaya historis

1. Ruang Lingkup 1. Ruang Lingkup

Pekerjaan dalam proses hutan dan sumber daya alam serupa yang
dapat diperbaharui
Instrument keuangan
kuasa pertambangan, eksplorasi dan
p
Persediaan yang dimiliki penggalian mineral, minyak, gas alam dan
produsan sumber daya alam serupa yang tidak

2. Pengukuran dapat diperbaharui.

Persediaan 2. Pengakuan aktiva tetap

Biaya persediaan
Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat
Biaya pembeliaan keekonomian di masa yangakan datang yang
berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir
Biaya konversi ke dalam perusahaan

1. Biaya perolehan aktiva dapat diukur


Biaya lain lain
secara andal Aktiva tetap sering

Biaya persediaan pemberian jasa merupakan suatu bagian utama


aktiva perusahaan,
3. Nilai Realisasi Bersih
3. Komponen biaya

Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali,


1. Biaya perolehan suatu aktiva tetap
Nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi
bersih, Estimasi nilai realisasi bersih, Nilai bahan baku terdiri dari harga belinya, termasuk bea
dan perlengkapan, Nilai realisasi bersih yang telah impor dan PPN Masukan Tak Boleh
ditentukan harus ditinjau kembali, Estimasi nilai 3 Restitusi (non-refundable),
realisasi bersih juga mempertimbangkan tujuan
2. Biaya administrasi dan biaya overhead
pengadaan persediaan yang bersangkutan
PEMBAHASAN

A. PSAK No 14 : Persediaan

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untuk


persediaan menurut sistem biaya historis. Permasalahan pokok dalam akuntansi
persediaan adalah jumlah biaya yang harus diakui sebagai aktiva dan konversi selanjutnya
sampai pendapatan yang bersangkutan diakui. Pernyataan ini menyediakan pedoman praktis
dalam penentuan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap
penurunannya menjadi nilai realisasi bersih (net realizable value). Pernyataan ini
juga menyediakan pedoman rumus biaya yang digunakan untuk membebankan biaya
pada persediaan. Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk
dijual kembali, misalnya, barang dagang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau
pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga mencakupi
barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang
diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan
dalam proses produksi. Bagi perusahaan jasa, persediaan meliputi biaya jasa, di mana
pendapatan yang bersangkutan belum diakui perusahaan.

1. Ruang Lingkup

Pernyataan ini harus diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalam


konteks sistem biaya historis tentang akuntansi persediaan selain:

(a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (construction
contracts) (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentang Kontrak
Konstruksi);
(b) instrumen keuangan; dan
(c) persediaan yang dimiliki oleh produsen peternakan, produk pertanian dan
kehutanan, dan hasil tambang sepanjang persediaan tersebut dinilai berdasarkan
nilai realisasi bersih sesuai dengan kelaziman praktek yang berlaku dalam
industri tertentu.

Persediaan diukur dengan nilai realisasi bersih pada tahap produksi tertentu. Hal
tersebut terjadi, misalnya, ketika hasil pertanian telah dipanen atau hasil tambang telah

4
ditambang dan penjualan telah dijamin berdasarkan kontrak berjangka atau jaminan
pemerintah, atau bila terdapat suatu pasar homogen dan risiko kegagalan pemasaran
tidak berarti. Persediaan tersebut tidak termasuk dalam lingkup Pernyataan ini.

2. Pengukuran Persediaan
Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang
lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).
a) Biaya persediaan
Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya
konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi
dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai (present location and
condition).
b) Biaya pembelian
Biaya pembelian persediaan meliputi harga pembelian, bea masuk
dan pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh
perusahaan kepada kantor pajak), dan biaya pengangkutan, penanganan dan
biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang
jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang (trade discount), rabat dan pos lain yang
serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.
c) Biaya konversi
Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait
dengan unit yang diproduksi dan biaya overhead produksi tetap dan variabel yang
dialokasikan secara sistematis, yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadi
barang jadi. Biaya overhead produksi tetap adalah biaya produksi tak langsung yang
relatif konstan, tanpa memperhatikan volume produksi yang dihasilkan, seperti
penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, dan biaya
manajemen dan administrasi pabrik. Biaya overhead produksi variabel adalah
biaya yang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti
perubahan volume produksi, seperti bahan tak langsung dan upah tak langsung.

d) Biaya lain-lain

5
Biaya lain hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya
tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap
untuk dijual atau dipakai. Misalnya, dalam keadaan tertentu diperkenankan
untuk membebankan biaya overhead non-produksi atau biaya perancangan produk
untuk pelanggan khusus sebagai biaya persediaan.
e) Biaya persediaan pemberian jasa
Biaya persediaan perusahaan jasa terutama meliputi upah dan biaya
personalia lainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa, termasuk
tenaga penyelia, dan overhead yang diatribusikan. Upah dan biaya lainnya yang
menyangkut personalia penjualan serta administrasi umum tidak termasuk
sebagai biaya persediaan, tapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.

3. Nilai Realisasi Bersih


a) Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali (recoverable) bila
barang rusak, seluruh atau sebagian barang telah usang atau bila harga
penjualan menurun. Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali jika
estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya penjualan meningkat. Praktek
penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi bersih konsisten
dengan pandangan bahwa aktiva seharusnya tidak dinyatakan melebihi jumlah
yang mungkin dapat direalisasi melalui penjualan atau penggunaan.
b) Nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi bersih secara
terpisah untuk setiap barang dalam persediaan. Namun demikian, dalam
beberapa kondisi, penurunan nilai persediaan mungkin lebih sesuai jika dihitung
terhadap kelompok barang serupa atau yang berkaitan. Misalnya barang-barang
yang termasuk dalam lini produk dengan tujuan atau penggunaan akhir yang
serupa, diproduksi dan dipasarkan di wilayah yang sama, dan tidak dapat
dievaluasi terpisah dari barang-barang lain dalam lini produk tersebut. Penurunan
nilai persediaan tidak tepat jika dihitung berdasarkan klasifikasi persediaan,
misalnya, barang jadi, atau seluruh persediaan dalam suatu industri atau segmen
geografis tertentu. Perusahaan jasa pada umumnya mengakumulasikan biaya
dalam hubungannya dengan setiap jasa agar dapat menetapkan harga jual jasa
tersebut. Dengan demikian, masing-masing jenis jasa tersebut dibukukan
tersendiri.

6
c) Estimasi nilai realisasi bersih didasarkan pada bukti paling andal yang
tersedia pada saat estimasi dilakukan terhadap jumlah persediaan yang
diharapkan dapat direalisasi. Estimasi ini mempertimbangkan fluktuasi harga
atau biaya yang langsung terkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir
periode sepanjang peristiwa tersebut menegaskan (confirm) kondisi yang ada
pada akhir periode.
d) Estimasi nilai realisasi bersih juga mempertimbangkan tujuan
pengadaan persediaan yang bersangkutan. Misalnya, nilai realisasi bersih
kuantitas persediaan yang dimiliki untuk memenuhi kontrak penjualan produk atau
jasa didasarkan pada harga kontrak. Bila kontrak penjualan adalah untuk kuantitas
barang yang lebih kecil daripada persediaan, nilai realisasi bersih untuk
kelebihannya harus didasarkan pada harga penjualan umum. Kerugian kontinjen
dari kontrak penjualan yang melebihi kuantitas persediaan yang dimiliki dan
kerugian kontinjen dari kontrak pembelian diperlakukan sesuai dengan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 8 tentang Kontinjensi dan Peristiwa Setelah
Tanggal Neraca.
e) Nilai bahan baku dan perlengkapan (supplies) lain yang diadakan untuk
digunakan dalam produksi persediaan tidak diturunkan di bawah biaya bila barang
jadi yang dihasilkan diharapkan dapat dijual sebesar atau di atas biaya. Namun
demikian, bila penurunan harga bahan baku mengindikasikan biaya barang jadi
yang dihasilkan akan melebihi nilai realisasi bersih, maka nilai bahan diturunkan
ke nilai realisasi bersih
f) Nilai realisasi bersih yang telah ditentukan harus ditinjau kembali pada setiap
periode berikutnya. Apabila kondisi yang semula mengakibatkan penurunan
nilai persediaan di bawah biaya ternyata tidak lagi berlaku, maka jumlah
penurunan nilai harus dieliminasi balik (reversed) sedemikian rupa sehingga
jumlah tercatat baru persediaan adalah yang terendah dari biaya atau nilai realisasi
bersih yang telah direvisi. Hal ini timbul, misalnya, jika suatu barang dalam
persediaan, yang dicantumkan sebesar nilai realisasi bersih karena harga jualnya
telah turun, masih dimiliki pada periode berikutnya dan harga jualnya telah
meningkat

7
B. PSAK No 16 : Aset Tetap

Tujuan Pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aktiva tetap.
Masalah utama dalam akuntansi untuk aktiva tetap adalah saat (timing) pengakuan
aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan dan
perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value). Pernyataan ini
mensyaratkan bahwa aktiva tetap dapat diakui sebagai aktiva jika memenuhi definisi
dan kriteria pengakuan suatu aktiva dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan.

1. Ruang lingkup
Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-
lain kecuali bila standar akuntansi keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan
akuntansi yang berbeda. Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
1. hutan dan sumber daya alam serupa yang dapat diperbaharui;
2. kuasa pertambangan, eksplorasi dan penggalian mineral, minyak, gas alam dan
sumber daya alam serupa yang tidak dapat diperbaharui.
Dalam keadaan tertentu, standar akuntansi keuangan mengijinkan pengakuan
awal jumlah tercatat aktiva tetap menggunakan pendekatan yang berbeda dari yang
dijelaskan dalam Pernyataan ini. Contohnya, dalam perlakuan alternatif yang
diijinkan untuk goodwill negatif, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.22
tentang Penggabungan Usaha, mensyaratkan aktiva tetap yang diperoleh dalam
penggabungan usaha diukur pada awalnya dengan nilai wajar sekalipun nilai
tersebut melebihi biayanya. Tetapi, dalam keadaan tersebut, seluruh aspek
perlakuan akuntansi untuk aktiva tersebut, termasuk penyusutan, ditentukan oleh
ketentuan dalam Pernyataan ini.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 13 tentang Akuntansi untuk
investasi, mengijinkan suatu perusahaan untuk memperlakukan investasi property
sebagai properti, sesuai dengan Pernyataan ini, atau sebagai investasi jangka
panjang, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.13 tentang
Akuntansi untuk Investasi.

8
2. Pengakuan aktiva tetap
Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan
sebagai aktiva tetap bila:
1. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang
akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam
perusahaan; dan
2. Biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal
Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama aktiva perusahaan, dan
karenanya signifikan dalam penyajian posisi keuangan. Lebih jauh lagi, penentuan
apakah suatu pengeluaran merupakan suatu aktiva atau beban dapat berpengaruh
signifikan pada hasil operasi yang dilaporkan perusahaan .
3. Komponen biaya
a) Biaya perolehan
Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea
impor dan PPN Masukan Tak Boleh Restitusi (non-refundable), dan setiap biaya
yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut ke
kondisi yang membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang
dimaksudkan; setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga
pembelian. Contoh dari biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:
• Biaya persiapan tempat;
• Biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar-
muat (handling costs);
• Biaya pemasangan (installation costs); dan
• Biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.
b) Biaya administrasi dan biaya overhead lainnya
Biaya administrasi dan overhead umum lainnya bukan merupakan suatu
komponen biaya aktiva tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan
secara langsung pada biaya perolehan aktiva atau membawa aktiva ke kondisi
kerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-up costs) dan pra-produksi
serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aktiva kecuali biaya tersebut perlu
untuk membawa aktiva ke kondisi kerjanya. Rugi operasi awal yang terjadi
sebelum suatu aktiva mencapai kinerja yang direncanakan diakui sebagai suatu
beban.

9
Biaya perolehan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri ditentukan
menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh. Jika suatu
perusahaan membuat aktiva serupa untuk dijual dalam keadaan usaha normal,
biaya perolehan aktiva biasanya sama dengan biaya memproduksi aktiva untuk
dijual (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 14 tentang
Persediaan). Karenanya, setiap laba internal dieliminasi dalam menetapkan
biaya tersebut.
Demikian pula biaya dari jumlah yang abnormal dari bahan baku yang tak
terpakai, tenaga kerja, atau sumber daya lain yang terjadi dalam memproduksi
suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri tidak dimasukkan dalam biaya perolehan
aktiva. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 26 tentang Akuntansi
Bunga untuk Periode Konstruksi, membuat kriteria yang harus dipenuhi
sebelum biaya bunga dapat diakui sebagai suatu komponen biaya aktiva tetap.
Biaya perolehan suatu aktiva yang digunakan oleh lessee dalam suatu lease
keuangan ditentukan menggunakan prinsip dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.

10
KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan dalam materi standar akuntansi yang berlaku yaitu pada

psak 14 yang berisi tentang persedian yang mengatur mengenai ruang lingkup, pegukuran

persediaan dan nilai realisasi bersih serta bertujuan untuk merumuskan perlakuan

akuntansi untuk persediaan menurut sistem biaya historis. Permasalahan pokok dalam

akuntansi persediaan adalah jumlah biaya yang harus diakui sebagai aktiva dan konversi

selanjutnya sampai pendapatan yang bersangkutan diakui, kemudian membahas tentang psak 16

yang berisi tentang aset tetap dan mengatur tentang ruanglingkup, pengakuan aktiva tetap dan

komponen biaya sehingga memiliki tujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk aktiva

tetap. Masalah utama dalam akuntansi untuk aktiva tetap adalah saat (timing) pengakuan

aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan dan

perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value).

11
DAFTAR PUSTAKA

Dewan Standar Akuntansi Keuangan. 2009. “Exposure Draft Amandemen PSAK 14”.
http://www.iaiglobal.or.id. Diunduh pada tanggal 20 Oktober 2018.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan. 2011. “Exposure Draft Amandemen PSAK 16”.
http://www.iaiglobal.or.id. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2018.

12