Anda di halaman 1dari 110

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahNya, sehingga buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas untuk tahun 2019 dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini merupakan penyempurnaan buku Penilaian Kinerja Puskesmas tahun 2017. Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja, mempunyai posisi yang strategis dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas ini merupakan acuan minimal yang diperlukan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga lebih bermutu, komprehensif dan berkesinambungan. Dengan tersusunnya buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Kami sadari buku ini masih belum sempurna, oleh karenanya masukan dan saran perbaikan sangat kami harapkan guna penyempurnaannya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua.

Surabaya,

November 2018

dan hidayahNya kepada kita semua. Surabaya, November 2018 KE Dr. dr.KOHAR HARI SANTOSO, Sp.An.KIC,KAP Pembina Utama

KE Dr. dr.KOHAR HARI SANTOSO, Sp.An.KIC,KAP Pembina Utama Muda NIP. 19611203 198802 1 001

TIM PENYUSUN

1. DR.dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An.,KIC.,KAP

2. dr. Dian Islami, M.Kes

3. drg. Lili Aprilianti

4. dr. Roestina Soehardi, M.MKes

5. drg. Agus Salim

6. Lestari Rahajoe, SKM

7. Edy Suroso, SKM

8. Susri Rahayu, SKM

9. Wari Iin Dehasworo, SKM

10. Dedy Suprijadi, SST

11. Avie Sri Harivianti R, SKM, M.Kes

12. Dewi Ratih, SKM

13. Yohana Rina Sunday, SKM, MPH

14. Hugeng Susanto, SKM

15. drg.Dilla Dewi Prestiana

16. dr. Any Juliharti, M.Kes

17. Aminarti, SST

18. Wieka Rafelina B., S.Farm. Apt

19. dr. Sri Hawati

20. dr. Lolita Riamawati, M.Kes

21. Febriari Megahayati, SKM

22. drg. Ratri Rarassatri

23. dr. Rini Sulistyoasih

24. dr. Rahaju Nugrahani

25. dr. Siti Hafida

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik

KONTRIBUTOR

1

Eka Putri Lestari, SKM

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

2

Nurmah Indrijati, SKM.,M.MKes

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

3

dr. Faridha Cahyani

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

4

dr. Sylvia Sari

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

5

Siti Haripi, SKM., M.Kes

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

6

Herry Riyadi, SKM

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

7

dra. Susilo Ari Wardani, Apt, M.Kes

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

8

drg. Ida Shafiansyah

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

9

drg. Meilia Ameriyanti

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

10

drg. Christina Ariyani

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

11

Ir. Bambang Hari

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

12

Sujud Mardi Raharja, SKM, M.Kes

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

13

Endang W

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

14

Endang Nuraini, ST., MM

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

15

Sri Suhartatik, S.Kep.NS., M.Si

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

16

Yuni Ramawati, SKM

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

i

Tim Penyusun

ii

Kontributor

iii

Daftar Isi

iv

Surat

Keputusan

Kepala

Dinas

Kesehatan

Provinsi

Jawa

Timur

tentang

Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas di Jawa Timur

 

v

Daftar Lampiran

vi

BAB I PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

 

1

1.2. Tujuan

 

3

1.3. Manfaat

3

1.4. Ruang Lingkup

 

4

BAB II

INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS

 

6

BAB III

PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

 

8

3.1. Penetapan Target

 

8

3.2. Pengumpulan Data

9

3.3. Pengolahan Data

9

3.4. Penyajian Data Hasil PKP

 

10

3.5. Analisa Kerja dan Rencana Tindak Lanjut………………………

10

BAB IV

PENGHITUNGAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

 

11

4.1. Penilaian

 

11

4.2. Tata Cara Penghitungan dan Rekapitulasi Data `

 

11

4.3. Interpretasi Nilai PKP

 

13

BAB V

MONITORING, EVALUASI SERTA PELAPORAN

 

14

BAB VI

PENUTUP

 

17

DAFTAR PUSTAKA

18

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Indikator Kinerja Puskesmas

DAFTAR LAMPIRAN

5

Lampiran

1. Data Dasar Puskesmas X Tahun (N-1)

Lampiran

2. Instrumen Penghitungan Kinerja Administrasi dan Manajemen

Lampiran

Puskesmas ………………… 3. Instrumen Penghitungan Kinerja UKM Esensial Puskesmas ……

Lampiran

4. Instrumen Penghitungan Kinerja UKM Pengembangan

Lampiran

Puskesmas. …………………………………………………… 5. Instrumen Penghitungan Kinerja UKP Puskesmas ………………

Lampiran

6. Instrumen Penghitungan Kinerja Mutu Puskesmas ………………

Lampiran

7. Rekapitulasi Penilaian Kinerja Puskesmas………………

Lampiran

8. Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Kinerja UKM

Lampiran

Essensial Puskesmas 9. Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Kinerja UKM

Lampiran

Pengembangan Puskesmas ………………………………………… 10.Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Kinerja UKP

Lampiran

Puskesmas ………………………………………………………… 11. Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Kinerja Mutu

Lampiran

Puskesmas …………………………………………………………. 12. Lembar Verifikasi Data PKP Puskesmas

Scanned by CamScanner

Scanned by CamScanner

Scanned by CamScanner

Scanned by CamScanner

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang melaksanakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventtif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas bertanggung jawab atas satu kecamatan atau bagian dari kecamatan dalam menuju target hasilnya dan kegiatan.

Dalam menyelenggarakan fungsi UKM, Puskesmas berwenang untuk melaksanakan:

a. Perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan.

b. Advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan.

c. Komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan.

d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait.

e. Pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat.

f. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas.

g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan.

h. Pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan pelayanan kesehatan.

i. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.

Dalam menyelenggarakan fungsi UKP, Puskesmas berwenang untuk menyelenggarakan:

a. Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu.

b. Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif.

c. Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

d. Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung.

e. Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi.

f. Melaksanakan rekam medis.

g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan.

h. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

i. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya.

j. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan.

Manajemen Program/ manajemen Pelayanan Kesehatan Puskesmas dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu:

1. Perencanaan (P1), adalah tahap menyusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang didasari fakta dan data.

2. Penggerakan Pelaksanaan (P2), adalah tahap melaksanakan hal-hal yang sudah tercantum dalam RPK dan mendorong pencapaiannya melalui Lokakarya Mini (lokmin) secara berkala.

3. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3) adalah tahap memantau perkembangan pencapaian (yang juga dilakukan melalui lokmin berkala), melakukan koreksi pelaksanaan kegiatan, dan menilai pencapaian kegiatan dengan melakukan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) yang mencakup penilaian kinerja Manajemen, UKM esensial, UKM pengembangan, UKP dan Mutu Puskesmas. Penilaian kinerja ini dilakukan oleh internal Puskesmas (self assesment).

1.2.

Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum:

Meningkatkan kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya

1.2.2. Tujuan Khusus:

1. Mendapatkan masukan untuk penyusunan rencana kegiatan di tahun yang akan datang.

2.

Melakukan identifikasi dan analisis masalah, sera solusi masalah kesehatan di wilayah kerjanya.

3. Menetapkan kegiatan untuk dilaksanakan pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.

4. Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas berdasarkan urutan kategori kelompok penilaian.

1.3. Manfaat

1.3.1.

Bagi Puskesmas:

1. Mendapatkan gambaran kemampuan kinerja serta tingkat pencapaian/prestasi Puskesmas.

2. Mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan Puskesmas berdasarkan

kesenjangan pencapaian kinerja Puskesmas (output dan outcome) sebagai dasar perencanaan.

3. Sebagai dasar untuk melakukan pembinaan kepada penanggung jawab dan pelaksana Program serta jaringan Puskesmas, serta melakukan koordinasi dengan lintas sektor, sehingga pembinaan dan dukungan yang diberikan lebih terarah.

1.3.2.

Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota:

1. Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan prestasi Puskesmas di wilayah kerjanya.

2. Mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan Puskesmas.

3. Mendapatkan gambaran kemampuan manajemen Puskesmas.

4. Sebagai dasar untuk melakukan pembinaan kepada Puskesmas.

1.4. Ruang Lingkup Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Puskesmas meliputi:

1.4.1. Indikator dan Penilaian Kinerja:

1. Administrasi dan Manajemen

2. UKM Esensial

3. UKM Pengembangan

4. UKP

5. Mutu

1.4.2. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas, meliputi penetapan target, pengumpulan dan pengolahan data, penyajian data, analisa kinerja dan rencana tindak lanjut

1.4.3. Penghitungan Penilaian Kinerja Puskesmas, meliputi penilaian, tata cara penghitungan dan interpretasi nilai PKP

1.4.4. Monitoring evaluasi dan pelaporan

Jenis kegiatan Puskesmas yang terdapat dalam lampiran buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas ini merupakan jenis kegiatan yang memungkinkkan dilaksanakan di seluruh Puskesmas (sebagai Daftar Menu). Sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan, masing- masing Kabupaten/Kota akan menetapkan jenis kegiatan yang direncanakan untuk dilaksanakan, dan kemudaian hasilnya dinilai berdasarkan rencana yang telah disusun. Hasil kegiatan Puskesmas yang diperhitungkan meliputi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan jaringannya di wilayah kerja Puskesmas, baik itu kegiatan yang dilaksanakan di dalam maupun di luar gedung Komponen input sumberdaya dan lingkungan tidak termasuk dalam variabel penilaian, akan tetapi kedua komponen tersebut dipergunaakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses penyusunan rencana dan penerapan besaran target Puskesmas. Selanjutnya dalam melakukan analisa permasalahan/kesenjangan kegiatan Puskesmas, maka komponen input sumberdaya dan lingkungan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan, baik dalam mencari penyebab masalah maupun penetapan alternatif pemecahan masalah

BAB II INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS

Penilaian Kinerja Puskesmas merupakan suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/prestasi Puskesmas dengan cara menilai sendiri hasil kegiatan dan mutu pelayanan di Puskesmas. Indikator kinerja Puskesmas ini merupakan acuan minimal yang diperlukan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga lebih bermutu, komprehensif dan berkesinambungan. Indikator kinerja Puskesmas, merupakan indikator yang terdiri dari indikator Administrasi dan Manajemen, UKM esensial, UKM pengembangan, UKP serta Mutu.

Tabel 1. Indikator Kinerja Puskesmas

No. Indikator Kinerja 2.1. Administrasi dan Manajemen

No.

Indikator Kinerja

2.1.

Administrasi

dan

Manajemen

Kinerja 2.1. Administrasi dan Manajemen Program 1. Manajemen Umum 2. Manajemen Peralatan dan

Program

1. Manajemen Umum

2. Manajemen Peralatan dan Sarana Prasarana

3. Manajemen Keuangan

4. Manajemen Sumber Daya Manusia

5. Manajemen Pelayanan Kefarmasian

1. Upaya Promosi Kesehatan

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

3. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana

4. Upaya Pelayanan Gizi

5. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

1. Keperawatan Kesehatan Masyarakat

2. Pelayanan kesehatan Jiwa

3. Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat

2.2. UKM Esensial

2.3. UKM

Pengembangan

2.4.

2.5.

2.4. 2.5. 4. Pelayanan Kesehatan Tradisional 5. Pelayanan kesehatan olahraga 6. Pelayanan Kesehatan Kerja 7.

4. Pelayanan Kesehatan Tradisional

5. Pelayanan kesehatan olahraga

6. Pelayanan Kesehatan Kerja

7. Pelayanan kesehatan indera

8. Pelayanan kesehatan lanjut usia

9. Pelayanan kesehatan Matra

kesehatan lanjut usia 9. Pelayanan kesehatan Matra UKP 1. Pelayanan non rawat inap 2. Pelayananan gawat

UKP

1. Pelayanan non rawat inap

2. Pelayananan gawat darurat

3. Pelayanan kefarmasian

4. Pelayanan laboratorium

5. Pelayanan rawat inap

Mutu

1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

2. Survei kepuasan pasien

3. Sasaran keselamatan pasien

4. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Puskesmas, Puskesmas harus melaksanakan manajemen umum Puskesmas (Perencanaan, Penggerakan dan Pelaksanaan, Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian) secara efektif dan efisien. Siklus Manajemen Puskesmas yang berkualitas merupakan rangkaian kegiatan rutin berkesinambungan, yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan secara bermutu, yang harus selalu dipantau secara berkala dan teratur, diawasi dan dikendalikan sepanjang waktu, agar kinerjanya dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam satu siklus Plan - Do - Check - Action (P-D-C-A). Siklus Manajemen Puskesmas harus menyesuaikan dengan siklus manajemen di tingkat Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembahasan PKP dan menetapkan indikator PKP yang berlaku di Kabupaten/ Kota masing-masing. Penetapan besar target setiap kegiatan yang akan dicapai masing-masing Puskesmas sifatnya spesifik dan berlaku untuk Puskesmas yang bersangkutan berdasarkan pembahasan bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan Puskesmas pada saat penyusunan rencana lima tahunan Puskesmas.

BAB III PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

Penilaian Kinerja Puskesmas adalah Penilaian yang dilakukan oleh tenaga Puskesmas sebagai instrumen mawas diri untuk mengukur tingkat capaian kinerja Puskesmas. Penilaian kinerja Puskesmas dilakukan melalui tahapan, meliputi:

1. Penetapan Target

2. Pengumpulan data

3. Pengolahan data meliputi pengisian dan penghitungan capaian hasil PKP

4. Penyajian data PKP 3 ( tiga) bulanan, 6 (enam) bulanan dan tahunan dalam bentuk grafik sarang laba-laba

5. Analisa Kinerja dan rencana tindak lanjut

3.1. Penetapan Target Target Puskesmas yaitu tolok ukur dalam bentuk angka nominal atau persentase yang akan dicapai Puskesmas. Penetapan besar target setiap kegiatan yang akan dicapai masing-masing Puskesmas sifatnya spesifik dan berlaku untuk Puskesmas yang bersangkutan berdasarkan pembahasan bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan Puskesmas pada saat penyusunan rencana kegiatan Puskesmas Penetapan target Puskesmas dilakukan dengan mempertimbangkan:

1. Besarnya masalah yang dihadapi Puskesmas N-4 tahun

2. Keberhasilan tahun lalu

3. Hambatan maupun permasalahan dalam penanganannya

4. Ketersediaan sumberdaya, termasuk pemetaan sumberdaya manusia serta sarana prasarana

5. Lingkungan fisik (geografis, iklim, transport dll) dan non fisik (sosial budaya, tingkat pendapatan ekonomi rakyat, pendidikan masyarakat, dll)

3.2.

Pengumpulan data Sumber data yang dikumpulkan adalah:

1. Data Dasar Data dasar wajib dibuat oleh setiap Puskesmas. Data dasar diperlukan untuk mengetahui kemampuan wilayah dalam upaya kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas, terutama sebagai basis data dalam mengukur tingkat pencapaian kinerja Puskesmas dan memahami situasi epidemiologi wilayah kerja Puskesmas Data dasar meliputi:

a. Data Umum

1)

Data Wilayah

2)

Data kependudukan

3)

Pendidikan

b. Data khusus:

1)

Derajat Kesehatan

2)

Ketenagaan

3)

Sarana Kesehatan

4)

Peran Serta Masyarakat

5)

Kesehatan Lingkungan

2. Data kegiatan Hasil kegiatan yang diperhitungkan adalah hasil kegiatan Puskesmas dan Jaringan, yaitu Puskesmas Pembantu, Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Puskesmas keliling di wilayah kerja Puskesmas pada bulan Januari sampai dengan Desember. Penilaian Kinerja Puskesmas merupakan rangkaian kegiatan dalam manajemen

Puskesmas.

Data yang diperoleh dari data Administrasi dan Manajemen, data program UKM Esensial, UKM Pengembangan, UKP dan Mutu Puskesmas.

3.3. Pengolahan data Pelaksanaan pengolahan data di tingkat Puskesmas dilakukan oleh Penanggung Jawab Upaya beserta Pelaksana Program dan dilaporkan kepada kepala Puskesmas.

Kegiatan pengolahan data penilaian kinerja Puskesmas meliputi :

1. Kegiatan untuk meneliti kelengkapan dan kebenaran data yang dikumpulkan (cleaning and editing)

2. Kegiatan perhitungan khususnya untuk mendapatkan nilai keadaan dan pencapaian hasil kegiatan Puskesmas (calculating)

3. Kegiatan memasukan data dalam suatu tabulasi/grafik sarang laba-laba yang akan menjadi suatu informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (tabulating)

3.4. Penyajian data hasil PKP Perhitungan hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masing- masing penanggung jawab dan pelaksana di Puskesmas tentang tingkat pencapaian hasil dari jenis-jenis kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan sebagai bahan evaluasi/penilaian prestasi kerjanya yang diperhitungkan sendiri. Untuk memudahkan melihat capaian hasil kinerja Puskesmas, maka cakupan kegiatan UKM esensial, UKM Pengembangan, UKP, Manajemen dan Mutu Kinerja Puskesmas disajikan dalam bentuk grafik sarang laba-laba yang disajikan secara periodik tribulanan, semester dan tahunan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pemantauan dan identifikasi masalah sedini mungkin.

3.5. Analisa kinerja dan Rencana Tindak Lanjut Dari hasil analisis data kinerja, dilaksanakan perumusan masalah dari kesenjangan antara target dan pencapaian. Dari masalah yang ada dicari akar penyebab masalah tersebut. Beberapa metode yang dapat dipergunakan dalam mencari akar penyebab masalah yaitu diagram tulang ikan/fish bone, pohon masalah, dan selanjutnya menyusun pemecahan masalah sebagai rencana tindak lanjut dari akar penyebab masalah yang telah diidentifikasi. Dalam menetapkan pemecahan masalah dapat melalui kesepakatan berdasarkan brainstorming (curah pendapat). Hasil kesepakatan dipergunakan sebagai bahan penyusunan rencana usulan kegiatan.

BAB IV PENGHITUNGAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

Pelayanan kesehatan di Puskesmas perlu terus ditingkatkan sejalan dengan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, terutama upaya promotif dan preventif. Penilaian Kinerja Puskesmas diperlukan untuk dapatnya kita memantau mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas.

4.1 Penilaian

1. Penilaian Administrasi dan Manajemen dinilai dengan skor 0, 4, 7, 10 sesuai dengan kriteria

yang tercantum dalam masing-masing kolom

2. Penilaian UKM esensial dan UKM pengembangan

3. Penilaian UKP

4. Penilaian Mutu

4.2 Tata Cara Penghitungan Data

4.2.1. Penghitungan Penilaian Kinerja Administrasi Manajemen

1. Skor masing-masing penilaian administrasi manajemen dijumlahkan dan di rata-rata.

2. Jumlahkan Skor Manajemen I-V bagi 5 sehingga didapatkan nilai rata- rata untuk Kinerja Administrasi dan Manajemen

4.2.2. Penghitungan Penilaian Kinerja UKM esensial, UKM pengembangan, UKP dan Puskesmas.

Mutu

Berikut

Esensial dan UKM Pengembangan Puskesmas :

keterangan dan cara penghitungan

1. Kolom 1 : Nomor

Instrumen Penghitungan Kinerja UKM

2. Kolom 2: Upaya pelayanan kesehatan/Program/Variabel/Sub Variabel Program

3. Kolom 3 : Target Tahun 2019 (dalam %) atau tahun berjalan

4. Kolom 4 : Satuan Sasaran adalah satuan kegiatan program seperti orang, ibu hamil,

bayi, balita dan lainnya sesuai dengan NSPK masing-masing program.

5. Kolom 5 : Total Sasaran adalah sasaran target keseluruhan ( 100%).Sasaran adalah jumlah populasi atau area di wilayah kerja yang akan dicakup dalam kegiatan

6. Kolom 6 : Target Sasaran adalah jumlah dari sasaran atau area yang akan diberikan pelayanan oleh Puskesmas, dihitung berdasarkan faktor koreksi kondisi geografis, jumlah sumber daya, target indikator kinerja dan pencapaian terdahulu, dengan rumus: Target Sasaran (kolom 6) = Target tahun 2019 (kolom 3) dikali total sasaran (kolom 5).

7. Kolom 7: Pencapaian adalah hasil masing-masing kegiatan Puskesmas dalam satuan sasaran selama kurun waktu tertentu.

8. Kolom 8 : Prosentase cakupan riil adalah cakupan yang sebenarnya, dibandingkan dengan Total Sasaran, diperoleh dengan menghitung Pencapaian hasil kegiatan (kolom 7) dibagi Total Sasaran (kolom 5) dikali 100%.

9. Prosentase Penilaian Kinerja Puskesmas (kolom 9 sd 11), Prosentase penilaian

kinerja Sub Variabel/Variabel/Program Puskesmas adalah:

Penilaian terhadap ketercapaian Target Sasaran, dihitung dari pencapaian kinerja Puskesmas (kolom 7) dibandingkan dengan Target Sasaran (kolom 6)

Prosentase kinerja Puskesmas untuk indikator yang mempunyai nilai negatif mengikuti range nilai kinerja yang sudah tercantum didalam tabel Indikator Kinerja Puskesmas Tahun 2019. 10. Kolom 9: Prosentase kinerja Sub Variabel adalah Pencapaian dalam satuan sasaran (kolom 7) dibandingkan dengan Target Sasaran (kolom 6) dikali 100%. 11. Kolom 10: Prosentase Kinerja Variabel adalah rata- rata prosentase kinerja Sub Variabel (bila ada subvariabel), dihitung dari penjumlahan prosentase kinerja Sub Variabel (kolom 9) dibagi sejumlah Sub Variabel Apabila tidak mempunyai subvariabel, maka kinerja langsung dituliskan dalam kolom variabel 12. Kolom 11 : Prosentase kinerja program adalah hasil kinerja program UKM esensial, UKM pengembangan, UKP dan Mutu Puskesmas, didapat dari hasil penjumlahan kinerja variabel Puskesmas (kolom 10) dibagi sejumlah variable

13.

Kolom 12 : Ketercapaian target: Tercapai atau tidak tercapai, yang dimaksud adalah analisa tercapainya cakupan riil dibandingkan dengan target tahun n.

14. Kolom 13 : Analisa akar penyebab masalah

15. Kolom 14 : Rencana Tindak Lanjut

4.3 Interpretasi Nilai PKP:

Penilaian kinerja ditetapkan menggunakan nilai ambang untuk tingkat kelompok Puskesmas, yaitu :

A. Rata- rata nilai UKM Esensial, UKM Pengembangan, UKP dan Mutu

1. Baik bila tingkat pencapaian hasil

2. Cukup bila tingkat pencapaian hasil

3. Kurang bila tingkat pencapaian hasil

B. Manajemen Puskesmas

1. Baik, bila nilai rata-rata

2. Cukup, bila nilai rata-rata

3. Kurang, bila nilai rata-rata

:

: 81 - 90 %

: 80 %.

91 %

: 8.5 : 5,5 - 8,4 : < 5,5

3 (tiga) kelompok tingkat kinerja Puskesmas:

1. Kelompok I : Puskesmas dengan tingkat kinerja baik

2. Kelompok II : Puskesmas dengan tingkat kinerja cukup

3. Kelompok III: Puskesmas dengan tingkat kinerja kurang

BAB V MONITORING, EVALUASI SERTA PELAPORAN

Monitoring evaluasi Penilaian Kinerja Puskesmas adalah proses pemantauan dan penilaian kemajuan keberhasilan dalam mengelola Puskesmas. Proses monitoring dan evaluasi ini ditujukan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas serta untuk menilai perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai menuju visi, misi, tata nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Setiap bulan Koordinator program melakukan evaluasi pelayanan, melaporkan dan membandingkan kinerja program dengan target yang ingin dicapai, melakukan analisa dan membuat rencana tindak lanjut sehingga perbaikan dapat segera dilakukan. Penanggung jawab program melakukan monitoring tindak lanjut rencana kegiatan yang merupakan kelanjutan dari capaian kinerja yang tidak terpenuhi, dilakukan dengan kejelasan 5W1H (What, Who, When, Where, Why). Secara berkala, setiap 3 (tiga) bulan Puskesmas melakukan Evaluasi Kinerja Tribulan I/II/III/IV dengan data kumulatif dan melaporkan capaian kinerjanya serta hasil evaluasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan evaluasi kinerja Puskesmas minimal 2 (dua) kali setahun dan melaporkan hasil evaluasi kinerja Puskesmas ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Verifikasi data kinerja Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan salah satu bentuk pengawasan dan pembinaan Puskesmas. Pada awal tahun (n+1) dilakukan verifikasi kinerja Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk memperoleh informasi tentang kebenaran data, evaluasi, permasalahan kinerja Puskesmas dan pembinaan program yang ada di Puskesmas. Contoh lembar verifikasi data penilaian kinerja puskesmas terlampir (lampiran 12). Pada akhir tahun kepala Puskesmas melaporkan capaian kinerja Puskesmas dalam laporan tahunan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Laporan Tahunan, disusun dengan daftar isi sebagai berikut:

Bab I : Pendahuluan

1.1 Latar belakang

1.2 Visi, Misi, Moto dan Janji layanan

1.3 Tujuan dan Sasaran Strategis

Bab II : Gambaran Umum Puskesmas

2.1. Keadaan Geofrafis

2.2. Kependudukan jumlah penduduk, piramida penduduk

2.3. Jumlah Pemberdayaan Masyarakat

2.4. Jumlah Jaringan Puskesmas dan Jejaring

2.5. Situasi Upaya/Pelayanan Kesehatan : upaya kesehatan (pelayanan kesehatan, akses dan mutu pelayanan kesehatan, perilaku hidup masyarakat, keadaan lingkungan): UKM Esensial, UKM Pengembangan, UKP dan Mutu

2.6. Persyaratan Pelayanan

2.7. Struktur Organisasi

Bab III: Gambaran Sarana, Prasarana dan Ketenagaan Puskesmas

3.1 Gambaran Kondisi Sarana dan Prasarana

3.2 Gambaran Kondisi Peralatan

3.3 Analisa Sarana dan Peralatan

3.4 Penjelasan Gambaran Ketenagaan

3.5 Analisa Ketenagaan

3.6 Kebutuhan Tenaga Tahun (n) dan Rencana Pemenuhan Kebutuhan

3.7 Gambaran Pelatihan-pelatihan Tenaga Medis, Paramedis dan Non Medis

Bab IV: Pelayanan Non Rawat Inap

4.1 Kunjungan Non Rawat Inap

4.2 Jumlah Kunjungan Pasien Berdasarkan Cara Pembayaran

4.3 Sepuluh Besar Penyakit Non Rawat Inap

Bab V : Pelayanan Rawat Inap

5.1 Kegiatan Rawat Inap

5.2 Jumlah Pasien Rawat Inap Berdasarkan Cara Pembayaran Pasien

Bab VI: Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas

6.1 Penilaian Kinerja Administrasi Manajemen

6.2 Penilaian Kinerja UKM Esensial

6.3 Penilaian Kinerja UKM Pengembangan

6.4 Penilaian Kinerja UKP

6.5 Penilaian Kinerja Mutu

Bab VII: PENUTUP

BAB VI

PENUTUP

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan menilai kinerja Puskesmas, baik Puskesmas non rawat inap maupun Puskesmas rawat inap dimaksudkan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal melalui pelayanan kesehatan yang terukur dan berkualitas. Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas menjadi acuan Kabupaten/Kota dalam mengembangkan kebijakan operasional setempat sesuai dengan kondisi dan situasi daerah masing- masing. Buku ini bermanfaat dan dapat membantu Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penyusunan buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas ini telah diusahakan dengan sebaik- baiknya dengan melibatkan beberapa unsur terkait, namun demikian mungkin masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan buku ini. Saran perbaikan dan penyempurnaan Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas ini kami harapkan dari berbagai pihak yang terkait atau tertarik dengan pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional

8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Pusat Kesehatan Masyarakat

9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal

11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 736/MENKES/PER/36/2010 tentang Tata Laksana Kualitas Air Minum.

13. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 Tahun 2010 tentang Penyakit Menular yang dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya

14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 Tahun 2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak

15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011 tentang

Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah

16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 755)

17. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas

18. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013 tentang Pengendalian HIV-AIDS

19. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan

20. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

21. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak

22. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2014 tentang Hygiene Sanitasi Depot Air Minum

23. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014 tentang Akreditasi Puskesmas

24. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial

25. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak

26. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

27. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2014 tentang Skrining Hipotiroid Kongenital

28. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi serta Pelayanan Kesehatan Seksual

29. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pedoman

Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan

30. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Pusat Kesehatan Masyarakat

31. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2015 tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

32. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2015 tentang Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi

33. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu

34. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

35. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

36. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja

37. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris

38. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2016 tentang Program Penanggulangan TB. Ditjen P2P Ka

39. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang P2 TB

40. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian

41. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien

42. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi

43. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Survei Kesehatan Masyarakat

44. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

45.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi

46. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer

47. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2018 tentang ASPAK

48. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan

49. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran

50. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1428/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Puskesmas

51. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1529/MENKES/SK/2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif

52. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 02.02/MENKES/9/2015 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Gigi dan Mulut

53. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Panduan Praktis Klinis bagi Dokter Gigi

54. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2015-2019

55. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di FKTP

56. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/659/2017 tentang Formularium Nasional

57. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2015-2019

58. Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2023

59. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2003. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas

60. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009. Managemen Laktasi

61. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009. Panduan Managemen Suplementasi Vitamin A

62.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2009. Pedoman Upaya Kesehatan Kerja di Poskesdes melalui Pos UKK

63. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Pedoman Puskesmas Bersih

64. Kementerian Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2012 tentang Pedoman Paket Dasar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas

65. Kementerian Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2012 tentang Pedoman Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)

66. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta

67. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013. Pedoman Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP)

68. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)

69. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015. Petunjuk Teknis Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala di Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

70. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016 tentang Pedoman Teknis Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian

71. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016. Panduan Penggunaan Aplikasi Penilaian Kondisi Kualitas Data Rutin ( PMKDR) Distribusi Kapsul Vitamin A

72. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016. Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas

73. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Pedoman Penilaian Standar Puskesmas,

74. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Pemantauan Puskesmas Memenuhi standar

75. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Petunjuk Teknis Penguatan Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga edisi 2

76. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian

77. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Buku Saku Pemantauan Status Gizi

78. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian DBD di Indonesia

79.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Panduan Pemeliharaan Eliminasi Malaria

80. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani Terintegrasi bagi Aparatur Sipil Negara

81. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Buku Saku 1 Petunjuk Praktis Toga dan Akupresur

82. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Ballita, Ibu Hamil, Anak Sekolah

Lampiran 1

DATA DASAR PUSKESMAS X TAHUN (N-1)

A

DATA UMUM :

Nomor Kode Puskesmas Nomor Registrasi Puskesmas Nama Puskesmas Kategori Puskesmas Jenis Puskesmas Jenis Rawat Inap Kecamatan Kabupaten

:

:

:

Pedesaan/ Perkotaan/ Terpencil

:

Rawat Inap/ Non Rawat Inap

:

Persalinan/ Umum/ Poned/

:

:

I.

DATA WILAYAH

1

Luas Wilayah Wilayah dataran rendah Wilayah dataran tinggi

:

km2

:

%

:

%

2

Jumlah desa / Kelurahan Yang dapat dijangkau kendaraan roda 4 Yang dapat dijangkau kendaraan roda 2 Yang tidak dapat dijangkau oleh roda 4 & 2

:

desa/kel

:

desa/kel

:

desa/kel

:

desa/kel

II.

DATA KEPENDUDUKAN

1

Jumlah penduduk seluruhnya Laki laki Perempuan

:

orang

:

orang

:

orang

2

Piramida Penduduk

LAKI-LAKI

UMUR

PEREMPUAN

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

………………………………………….

Tambahan:

12

3

Jumlah Kepala Keluarga (KK)

:

KK

4

Jumlah Rumah Tangga

:

Rumah Tangga

5

Jumlah Rumah

rumah

6

Jumlah Kepala Keluarga yang mempunyai Kartu BPJS

:

KK

7

Jumlah Penduduk Total Miskin (Jamkesmas)

:

Jiwa

8

Jumlah Kepala Keluarga Miskin (KK)

:

KK

9

Jumlah Anggota Keluarga Miskin (JAMKESMAS)

:

orang

10

Jumlah yang mempunyai kartu Jamkesmas

:

orang

11

Jumlah ibu hamil

orang

12

Jumlah ibu hamil Miskin

orang

13

Jumlah ibu bersalin

orang

14

Jumlah Ibu Nifas

orang

15

Jumlah bayi ( < 1 tahun )

:

bayi

16

Jumlah Anak balita ( 1-4 tahun)

:

anak

17

Jumlah Wanita Usia Subur

:

orang

18

Jumlah Pasangan Usia Subur

:

pasang

III.

PENDIDIKAN

1

JUMLAH SEKOLAH

:

buah

a.

Taman Kanak-kanak

:

buah

b.

SD / MI/ sederajat

:

buah

c.

SMP / MT /sederajat

:

buah

d.

SMU / MA

:

buah

e.

Akademi

:

buah

f.

Perguruan Tinggi

:

buah

g.

Jumlah Pondok Pesantren (Ponpes)

:

buah

2 JUMLAH MURID

 

:

murid

a.

Taman Kanak-kanak

:

murid

b.

SD / MI kelas 1-6

:

murid

c.

SD/MI kelas 1

:

murid

d.

SLTP / MTs

:

murid

e.

SMU / MA

:

murid

f.

Akademi

:

mahasiswa

g.

Perguruan Tinggi Santri Pondok Pesantren

 

:

mahasiswa

h

:

santri

B

DATA KHUSUS

I.

DERAJAT KESEHATAN

1

Jumlah Kematian Ibu

:

orang

2

Jumlah Kematian Perinatal

:

orang

3

Jumlah Kematian Neonatal

:

orang

4

Jumlah Lahir Mati

:

orang

5

Jumlah Lahir Hidup

:

orang

6

Jumlah Kematian Bayi

:

orang

7

Jumlah Kematian Anak Balita

:

orang

II.

KETENAGAAN

1 Jumlah tenaga di Puskesmas

:

orang

2 Dokter

:

orang

a.

Dokter dengan Pelatihan PPGD

:

orang

b.

Dokter dengan Pelatihan ATLS/ACLS

:

orang

c.

Dokter dengan Pelatihan Poned

:

orang

d.

Dokter dengan STR dan SIP

:

orang

e.

Dokter dengan Pelatihan Jiwa

:

orang

3 Dokter gigi

:

orang

a.

Dokter gigi dengan STR dan SIP

:

orang

b.

Dokter gigi PNS

orang

c.

Dokter gigi non PNS

orang

4 Sarjana Kesehatan Masyarakat

:

orang

5 Bidan

:

orang

a.

Bidan di Puskesmas

:

orang

b.

Bidan di Pustu

:

orang

c.

Bidan di Ponkesdes/Desa

:

orang

d.

P2B

:

orang

e.

D3 Kebidanan

:

orang

f.

Bidan dengan Pelatihan APN

:

orang

g.

Bidan dengan Pelatihan BBLR

:

orang

h

Bidan

Bidan

dengan Pelatihan Poned dengan STR dan SIB

:

orang

i

:

orang

6

Perawat Kesehatan

:

orang

a.

Perawat di Puskesmas

:

orang

b.

Perawat di Pustu

:

orang

c.

SPK

:

orang

d.

D3 Keperawatan

:

orang

e.

S1 Keperawatan

:

orang

f.

Perawat dengan Pelatihan PPGD

:

orang

g.

Perawat dengan STR dan SIPP

:

orang

h

Perawat dengan Pelatihan jiwa

:

orang

i

Jumlah Perawat Ponkesdes

:

orang

 

- D3 Keperawatan

:

orang

- S1 Keperawatan

:

orang

7

Perawat Gigi

:

orang

a.

Perawat

Gigi PNS

:

orang

b.

Perawat

Gigi non PNS

:

orang

8

Sanitarian/ D3 Kesling

:

orang

9

Petugas Gizi/ D3 Gizi

:

orang

10

Farmasi:

:

a.

Apoteker

:

orang

b.

Apoteker dengan STR dan SIP

:

orang

c.

Tenaga Teknis Kefarmasian

:

orang

d.

Tenaga Teknis Kefarmasian dengan STR dan SIP

:

orang

11

Analis laboratorium/D3 Laboratorium

:

orang

12

Juru Imunisasi / juru malaria

:

orang

13

Tenaga Kesehatan Tradisional

 

a.

D3 Kesehatan Tradisional

 

orang

b.

D4 Kesehatan Tradisional

orang

c.

S1 Kesehatan Tradisional

orang

13

Tenaga Administrasi

:

orang

14

Sopir, penjaga

:

orang

15

Lain lain

:

orang

III.

SARANA KESEHATAN

 

1

Rumah Sakit -Rumah Sakit Pemerintah -Rumah Sakit Swasta

 

:

buah

:

buah

-

Rumah Sakit Bersalin

buah

2

Rumah bersalin

 

:

buah

3

Puskesmas Pembantu

:

buah

4

Pondok Kesehatan Desa ( Ponkesdes)

 

buah

5

Polindes Pondok Bersalin Desa)

 

:

buah

6

Puskesmas Keliling

:

buah

7

Klinik

buah

 

-

Klinik Pratama

buah

-

Klinik Utama

buah

7

Laboratorium

 

:

buah

- Laboratorium Kesehatan Daerah

 

buah

- Laboratorium Kesehatan Pratama

buah

- Laboratorium Kesehatan Madya

buah

- Laboratorium Kesehatan Utama

buah

8

Praktek Dokter Spesialis Swasta

orang

9

Dokter Praktek Mandiri

orang

10

Bidan Praktek Mandiri

 

:

orang

11

Praktek Perawat

:

orang

12

Fasyankestrad

:

orang

13

Nakestrad Praktek Mandiri

:

orang

IV.

PERAN SERTA MASYARAKAT

 

1

Jumlah Dukun Bayi

:

orang

2

Jumlah Penyehat Tradisional

orang

3

Jumlah kader Posyandu

:

orang

4

Jumlah Kader Poskesdes

:

orang

5

Jumlah kader Tiwisada

:

orang

6

Jumlah Kader Lansia

orang

7

Jumlah Kader Kesehatan Jiwa

orang

8

Jumlah Guru UKS

:

orang

9

Jumlah Santri Husada

:

orang

9

Jumlah Kelompok Asuhan Mandiri

:

kelompok

10

Jumlah Taman Posyandu

:

Tapos

11

Jumlah Posyandu Balita

:

Pos

12

Jumlah Posyandu Remaja

:

Pos

13

Jumlah Posyandu Lansia

:

Pos

14

Jumlah Polindes

:

Pos

15

Jumlah Poskesdes

:

Pos

16

Jumlah Poskeskel

Pos

17

Jumlah Poskestren

:

Pos

18

Jumlah Pos UKK ( Upaya Kesehatan Kerja)

:

Pos

19

Jumlah Posbindu PTM

:

Pos

20

Jumlah Saka Bhakti Husada

:

SBH

21

Jumlah Organisasi Masyarakat/LSM peduli kesehatan

:

kelompok

22

Jumlah Panti Asuhan

:

buah

23

Jumlah Panti Wreda

:

buah

24

Jumlah Panti Sehat

buah

25

Jumlah PAUD

:

orang

26

Jumlah Desa/Kelurahan Siaga

:

desa

27

Jumlah Desa/Kelurahan Siaga Aktif

:

desa

V

Data Program

 

1

Kesehatan Lingkungan

1

Jumlah TTU Prioritas

:

buah

2

Jumlah SAB

:

buah

3

Jumlah TPM yang ada / terdaftar

:

buah

VI Data Morbiditas

 

a Angka Kesakitan

 

:

%

b Jumlah 10 Penyakit terbesar

 
 

1

1

:

(

%)

2

:

(

%)

3

:

(

%)

4

:

(

%)

5

:

(

%)

6

:

(

%)

7

:

(

%)

8

:

(

%)

9

:

(

%)

10

:

(

%)

3

Kejadian Luar Biasa

No

Jenis Penyakit

Jumlah

kasus

Attack Rate (%)

No Jenis Penyakit Jumlah kasus Attack Rate (%)
No Jenis Penyakit Jumlah kasus Attack Rate (%)
No Jenis Penyakit Jumlah kasus Attack Rate (%)
No Jenis Penyakit Jumlah kasus Attack Rate (%)

Lampiran 2

Instrumen Penghitungan Kinerja Administrasi dan Manajemen Puskesmas

   

Skala

No

Jenis Variabel

Definisi Operasional

Nilai 0

Nilai 4

Nilai 7

Nilai 10

Nilai

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.1.Manajemen Umum 1.Rencana 5 (lima) Rencana 5 (lima)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.1.Manajemen Umum 1.Rencana 5 (lima) Rencana 5 (lima)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1.1.Manajemen Umum 1.Rencana 5 (lima) Rencana 5 (lima)

1.1.Manajemen Umum

1.Rencana 5 (lima)

Rencana 5 (lima) tahunan

Tidak ada

Ada, tidak

Ada, sesuai

Ada, sesuai

tahunan

sesuai visi, misi, tugas

rencana 5

sesuai visi,

visi, misi,

visi, misi, tugas

pokok dan fungsi Puskesmas

(lima)

misi, tugas

tugas pokok

pokok dan

bedasarkan pada analisis

tahunan

pokok dan

dan fungsi

fungsi

kebutuhan masyarakat akan

fungsi

Puskesmas,

Puskesmas

pelayanan kesehatan sebagai

Puskesmas,

tidak

bedasarkan

upaya untuk meningkatkan

tidak

berdasarkan

pada analisis

derajat kesehatan

berdasarkan

pada analisis

kebutuhan

masyarakat secara optimal

pada analisis

kebutuhan

masyarakat

 

kebutuhan

masyarakat

masyarakat

masyarakat   kebutuhan masyarakat masyarakat 2. RUK Tahun RUK (Rencana Usulan Tidak ada Ada ,
masyarakat   kebutuhan masyarakat masyarakat 2. RUK Tahun RUK (Rencana Usulan Tidak ada Ada ,
2. RUK Tahun RUK (Rencana Usulan Tidak ada Ada , tidak (N+1) Kegiatan) Puskesmas untuk
2. RUK Tahun RUK (Rencana Usulan Tidak ada Ada , tidak (N+1) Kegiatan) Puskesmas untuk

2. RUK Tahun

RUK (Rencana Usulan

Tidak ada

Ada , tidak

(N+1)

Kegiatan) Puskesmas untuk tahun yad ( N+1) dibuat berdasarkan analisa situasi, kebutuhan dan harapan masyarakat dan hasil capaian kinerja, prioritas serta data 2 ( dua) tahun yang lalu dan data survei, disahkan oleh Kepala Puskesmas

sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas,tid ak berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat dan kinerja

3.RPK/POA

Dokumen Rencana

Tidak ada

dokumen RPK

bulanan/tahunan

Pelaksanaan Kegiatan

Ada

tidak sesuai

(RPK), sebagai acuan

dokumen

RUK, Tidak

pelaksanaan kegiatan yang

RPK

ada

akan dijadwalkan selama 1

pembahasan

(satu) tahun dengan

dengan LP

memperhatikan visi misi dan

maupun LS,

tata nilai Puskesmas

dalam

 

penentuan

jadwal

nilai Puskesmas dalam   penentuan jadwal Ada, sesuai   visi, misi, Ada , sesuai visi,

Ada, sesuai

 

visi, misi,

Ada , sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas, bedasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat dan kinerja , ada pengesahan kepala Puskesmas

tugas pokok

dan fungsi

Puskesmas,

tidak

berdasarkan

pada analisis

kebutuhan

masyarakat dan

kinerja

dokumen RPK

dokumen RPK

sesuai RUK,

sesuai RUK,

tidak ada

ada

pembahasan

pembahasan

dengan LP

dengan LP

maupun LS

maupun LS

dalam

dalam

penentuan

penentuan

jadwal

jadwal

dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
dengan LP dengan LP maupun LS maupun LS dalam dalam penentuan penentuan jadwal jadwal
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai

No

(1)

   

Skala

 

Jenis Variabel

Definisi Operasional

Nilai 0

Nilai 4

Nilai 7

 

Nilai 10

Nilai

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

4.Lokakarya Mini

Rapat Lintas Program (LP) membahas review kegiatan, permasalahan LP,rencana tindak lanjut (corrective action ) , beserta tindak lanjutnyasecara lengkap. Dokumen lokmin awal tahun memuat penyusunan POA, briefing penjelasan program dari Kapus dan detail pelaksanaan program (target, strategi pelaksana) dan kesepakatan pegawai Puskesmas. Notulen memuat evaluasi bulanan pelaksanaan kegiatan dan langkah koreksi.

Tidak ada

Ada, dokumen

Ada, dokumen

Ada, dokumen

bulanan (lokmin

dokumen

tidak memuat

corrective

yang

bulanan)

evaluasi

actio n,dafar

menindaklanjut

bulanan

hadir, notulen

i

hasil lokmin

pelaksanaan

hasil

bulan

 

kegiatan dan

lokmin,undang

sebelumnya

langkah

an rapat

 

koreksi

lokmin tiap

 

bulan lengkap

5.Lokakarya Mini

Rapat lintas program dan Lintas Sektor (LS) membahas review kegiatan, permasalahan LP, corrective action, beserta tindak lanjutnya secara lengkap tindak lanjutnya. Dokumen memuat evaluasi kegiatan yang memerlukan peran LS

Tidak ada

Ada, dokumen

Ada Dokumen

Ada, dokumen

 

tribulanan (lokmin

dokumen

tidak memuat

corrective

yang

tribulanan)

evaluasi

action,dafar

menindaklanjut

bulanan

hadir, notulen

i

hasil lokmin

pelaksanaan

hasil

yang

 

kegiatan dan

lokmin,undang

melibatkan

langkah

an rapat

peran serta LS

koreksi

lokmin lengkap

 

6. Survei Keluarga Sehat (12 Indikator Keluarga Sehat)

Survei meliputi: 1. KB

 

survei kurang

Dilakukan

Dilakukan

Dilakukan

 

2. Persalinan di faskes

dari 30%

survei >30%,

survei

survei minimal lebih dari 30%, telah dilakukan

3. Bayi dengan imunisasi

dilakukan

>30%,dilakuka

 

dasar lengkap, bayi dengan

intervensi awal

n intervensi

ASI eksklusif

4.

dan dilakukan

awal,

intervensi awal,

Balita ditimbang

entri data

dilakukakan

dilakukan entri

5.

Penderita TB, hipertensi

aplikasi

entri data

data aplikasi,

dan gangguan jiwa mendapat pengobatan, tidak

 

apalikasi dan

dilakukan

dilakukan

analisis data

merokok, JKN, air bersih dan jamban sehat yang dilakukan oleh Puskesmas dan jaringannya

analisis hasil

dan dilakukan

survei

intervensi

 

lanjut`

No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai

No

(1)

   

Skala

 

Jenis Variabel

Definisi Operasional

Nilai 0

Nilai 4

Nilai 7

Nilai 10

Nilai

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

7.Survei Mawas Diri (SMD)

Kegiatan mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut.Hasil identifikasi dianalisis untuk menyusun upaya, selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif untuk memperkuat upaya perbaikannya sesuai batas kewenangannya

Tidak

Ada dokumen KA dan SOP SMD tapi belum dilaksanakan

Ada dokumen KA dan SOP SMD, dilaksanakan SMD, ada rekapan hasil SMD, tidak ada analisis dan jenis kegiatan yang dibutuhkan masyarakat

Ada SOP

dilakukan

SMD, kerangka

 

acuan,

pelaksanaan,

rekapan,

 

analisis dan

jenis kegiatan

yang

dibutuhkan

masyarakat dari

hasil SMD.

Tidak ada

8. Pertemuan dengan masyarakat dalam rangka pemberdayaan Individu, Keluarga dan Kelompok

Pertemuan dengan masyarakat dalam rangka pemberdayaan (meliputi keterlibatan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan) Individu, Keluarga dan Kelompok.

pertemuan

Ada pertemuan minimal 2 kali setahun

ada pertemuan minimal 2 kali setahun, ada hasil pembahasan untuk pemberdayaan masyarakat

ada pertemuan minimal 2 kali setahun, ada hasil pembahasan pemberdayaan masyarakat, ada tindaklanjut pemberdayaan

9.SK Tim mutu dan uraian tugas

Surat Keputusan Kepala Puskesmas dan uraian tugas Tim Mutu (UKM Essensial, UKM pengembangan , UKP, Administrasi Manajemen, Mutu, PPI, Keselamatan Pasien serta Audit Internal), serta dilaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan uraian tugas minimal sekali setahun

Tidak ada SK Tim, uraian tugas serta evaluasi pelaksanaan uraian tugas

Ada SK Tim Mutu, tidak ada uraian tugas dan evaluasi pelaksanaan uraian tugas

Ada SK Tim Mutu dan uraian tugas, tidak ada evaluasi pelaksanaan uraian tugas

Ada SK Tim Mutu dan uraian tugas serta evaluasi pelaksanaan uraian tugas

 

Tidak ada

Ada rencana

10.Rencana program mutu dan keselamatan pasien

Rencana kegiatan perbaikan/peningkatan mutu dan keselamatan pasien lengkap dengan sumber dana dan sumber daya, jadwal audit internal,kerangka acuan kegiatan dan notulen serta bukti pelaksanaan serta evaluasinya

dokumen

pelaksanaan

Ada sebagian dokumen rencana pelaksanaan kegiatan perbaikan dan peningkatan mutu dan bukti pelaksanaan dan evaluasi belum dilakukan

Ada dokumen rencana program mutu dan keselamatan pasien lengkap dengan sumber dana, sumber daya serta bukti pelaksanaan dan evaluasinya

 

rencana

kegiatan

 

program

perbaikan dan

mutu dan

peningkatan

keselamatan

mutu, tidak

pasien

ada bukti

pelaksanaan

dan

evaluasinya

No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai
No (1)     Skala   Jenis Variabel Definisi Operasional Nilai 0 Nilai 4 Nilai

No

(1)

   

Skala

 

Jenis Variabel

Definisi Operasional

Nilai 0

Nilai 4

Nilai 7

Nilai 10

Nilai

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

11.Pengelolaan

Melakukan identifikasi risiko dan membuat register risiko Admin, UKM dan UKP, membuat laporan insiden KTD, KPC, KTC,KNC ,melakukan analisa, melakukan tindak lanjut dan evaluasi ,membuat pelaporan ke Dinkes Kab/Kota

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

risiko di Puskesmas

dokumen

identifikasi

identifikasi

identifikasi

identifikasi

risiko, register

risiko dan

risiko dan

risiko,

risiko Admin,

membuat

membuat

register risiko

UKM dan

register risiko

register risiko

admin, UKM

UKP, tidak

admin, UKM

admin, UKM

dan UKP,

ada laporan

dan UKP,

dan UKP,

laporan

insiden ,

laporan insiden

laporan insiden

insiden

analisa,

KTD, KPC,

KTD, KPC,

KTD, KPC,

rencana tindak

KTC,KNC ,

KTC,KNC ,

 

KTC,KNC

lanjut, tindak

tidak ada

analisa,

,analisa,

lanjut dan

analisa,

rencana tindak

rencana

evaluasi serta

rencana tindak

lanjut, tindak

tindak lanjut,

pelaporan ke

lanjut tindak

lanjut dan

tindak lanjut

Dinkes

lanjut ,

evaluasi serta

dan evaluasi

Kab/Kota

evaluasi dan

pelaporan ke

serta

pelaporan ke

Dinkes

pelaporan ke

Dinkes

Kab/Kota

Dinkes

Kab/Kota

Kab/Kota

12.Pengelolaan

Pengelolaan pengaduan meliputi menyediakan media pengaduan, mencatat pengaduan (dari Kotak saran, sms, email, wa, telpon dll), melakukan analisa, membuat rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi

tidak ada

Media dan data tidak lengkap, ada analisa , rencana tindak lanjut , tindak lanjut dan evaluasi belum ada

Media dan data ata lengkap,analisa sebagian ada , rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi belum ada .

Media dan data ada, analisa lengkap dengan rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi

 

Pengaduan

media

Pelanggan

pengaduan,

data ada,

analisa

lengkap

dengan

rencana

 

tindak lanjut,

 

tindak lanjut

dan evaluasi

13.Survei Kepuasan

Survei Kepuasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kepuasan masyarakat/pasien terhadap kegiatan/pelayanan yang telah dilakukan Puskesmas

Tidak ada

Data tidak lengkap,analis a , rencana tindak lanjut , tindak lanjut dan evaluasi serta publikasi belum ada

Data lengkap,analisa sebagian ada , rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi serta publikasi belum ada

Data ada,

Masyarakat dan

data

analisa lengkap

Survei Kepuasan

dengan rencana

Pasien

tindak lanjut,

tindak lanjut

dan evaluasi

 

serta telah

dipublikasikan

14.Audit internal

Pemantauan mutu layanan sepanjang tahun, meliputi audit input, proses (PDCA) dan output pelayanan, ada jadwal selama setahun, instrumen, hasil dan laporan audit internal

Tidak

Dilakukan,

Dilakukan,

Dilakukan,

dilakukan

dokumen

dokumen

dokumen

audit internal

lengkap, tidak

lengkap, ada

lengkap, ada

ada analisa,

analisa,

analisa,

rencana tindak

rencana tindak

rencana tindak

lanjut, tindak

lanjut, tidak

lanjut, tindak

lanjut dan

ada tindak

lanjut dan

 

evaluasi

lanjut dan

evaluasi

 

evaluasi

15.Rapat Tinjauan

Rapat Tinjauan Manajemen

Tidak ada

Dilakukan 1

Dilakukan 2

Manajemen

(RTM) dilakukan minimal

RTM,

kali setahun,

kali setahun,

2x/tahun untuk meninjau