Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Oleh:
Dellania Eka Rindiani
05081181823062

JURUSAN PROTEKSI TANAMAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
2018

1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dellania Eka Rindiani

NIM : 05081181823062

Jurusan : Proteksi Tanaman

Agama : Islam

Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Way Jepara

No. HP : 082269792889

Alamat : Asrama Muba

Motto : Ada hari esok yang harus diperjuangkan

Nama Orang Tua

Bapak : Dedi Nasrial (Alm)

Ibu : Ennylawati

Alamat Orang Tua : Lampung Timur

Universitas Sriwijaya
1
Universitas Sriwijaya
2
DAFTAR NAMA ASISTEN

No Nama NIM Tanda Tangan

1 Ahmad Bachtiar 05091281722016

2 Rudianto 05091281722033

Indralaya, 2018

Koordinator Asisten Botani

Risna Rusdan
05091281621037
DAFTAR ISI

DAFTAR RIWAYAT HIDUP.................................................................................. 2

DAFTAR NAMA ASISTEN....................................................................................3

DAFTAR ISI............................................................................................................4

I. Macam-macam Bentuk Sel dan Bagian-bagian yang Hidup................................5

II. Benda-benda Mati Dalam Sel........................................................................... 10

III. Dinding Sel dan Hubungan Antar Sel-sel Tumbuh tumbuhan.........................15

IV. Struktur dan Fungsi Jaringan........................................................................... 16

VI. Pemisahan Pigmen Daun................................................................................. 20

VII. Reproduksi Vegetatif...................................................................................... 30

VIII. Reproduksi Generatif.................................................................................... 39

IX. Morfologi daun................................................................................................53

X. Akar, Batang Dan Modifikasinya......................................................................62

XI. Struktur, Bagian dan Susunan Bunga..............................................................69

XII. Klasifikasi , Morfologi dan Anatomi Buah....................................................79

XIII. Determinasi dan Membuat Herbarium..........................................................85


I. Macam-macam Bentuk Sel dan Bagian-bagian yang Hidup

Hasil Pengamatan

Gambar Keterangan
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Nama : Dellania Eka Rindiani Tanggal : 4 September 2018


NIM : 05081181823062 Asisten : 1. Ahmad Bachtiar
Kelas : Botani A 2. Rudianto
Macam-Macam Bentuk Sel dan
Judul : Bagian-Bagian yang Hidup

A. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu: 1) Melihat macam-macam bentuk sel
tumbuhan, 2) Melihat bagian-bagian yang hidup didalam sel,: 3)
Kingdom Melatih menggunakan
Plantae
mikroskop dan 4) Melihat beberapa bentuk sel.Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
B. HASIL Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Gambar Genus : Hydrillia
Keterangan
Spesies : Hydrillia verticilata

1 1 Kingdom : Plantae
2
2 Divisi : Magnoliophyta
3 Kelas : Magnoliopsida
Keterangan Ordo : Apiales
1. Sitoplasma
3 Famili : Apiaceae
2. Dinding sel
3.Keterangan
Inti sel Genus : Daucus
1. Dinding sel Spesies : Daucus carota
2. Sitoplasma
3. Inti sel
Kingdom : Plantae
1 Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
3
Genus : Manihot
Keterangan
1. Dinding sel Spesies : Manihot esculenta
2. Inti sel
3. Sitoplasma

1 Kingdom : Plantae
Divisi : Chlorophyta
2
Kelas : Zygnematophyceae
3
Ordo : Zygnematales
Keterangan Famili : Zygnemataceae
1. Dinding sel Genus : Spyrogira
2. Inti sel
3. Sitoplasma Spesies : Spyrogira Sp

Kingdom : Plantae
1 Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
2
Ordo : Gantianales
3
Keterangan Famili : Apocynaceae
1. Sitoplasma Genus : Allamanda
2. Inti sel
3. Dinding sel Spesies : Allamanda cathartica

Kingdom : Plantae
1 Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Liliopsida
Ordo : Liliales
3 Famili : Liliaceae
Keterangan Genus : Allium
1. Dinding sel Spesies : Allium cepa
2. Inti sel
3. Sitoplasma

C. PEMBAHASAN
Saat kita melihat serangkaian batu bata yang akan menjadi sebuah rumah,
begitu juga dengan kita yang tersusun atas unit-unit yang sangat kecil. Batu bata yang
terdapat ditubuh kita dinamakan dengan sel. Jadi sel merupakan unit terkecil
penyusun makhluk hidup. Seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini tersusun dari
sel. Awal mula penemuan sel ini oleh seorang ilmuwan Inggris, Robert Hooke, yang
meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Robert Hooke melihat bahwasanya
sayatan-sayatan gabus tersebut tersusun atas ruangan-ruangan kecil. Hooke memberi
nama ruangan-ruangan tersebut dengan nama sel. Seiring berjalannya waktu lama-
kelamaan teori tentang sel berkembang. Struktur sel terbagi atas dua tipe sel, yaitu sel
prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang belum memiliki inti sel,
hanya terdapat ribosom dan membran saja, serta dilengkapi dengan DNA/RNA saja.
Sedangkan sel eukariotik adalah sel yang sudah memiliki inti sel, banyak terdapat di
sel tumbuhan maupun hewan. Seperti pada sel tumbuhan yang telah kita amati di atas.
Terdapat ruang-ruang kecil dimana pada ruangan tersebut terdapat bagian-bagian sel.
Di dalam sel terdapat berbagai macam bagian sel. Bagian-bagian sel tersebut
antara lain dinding sel yang merupakan bagian terluar dari sel yang memiliki fungsi
melindungi sel dari luar, inti sel (nucleus) yang merupakan bagian terpenting dari sel.
Berfungsi sebagai pengatur jalannya aktivitas di dalam sel. Sitoplasma merupakan
cairan sel dimana di dalam cairan sel terdapat organel-organel sel seperti mitokondria,
lisosom, ribosom, badan golgi, retikulum endoplasma, sentrosom, plastida dan
vakuola. Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi yang mengasilkan
energi/ATP, lisosom berfungsi sebagai penghasi dan penyimpan enzim pencernaan
seluler, ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein, badan golgi berfungsi
sebagai tempat ekskresi, reticulum endoplasma sebagai alat transportasi suatu zat di
dalam sel itu sendiri, sentrosom berfungsi dalam pembelahan sel baik secara mitosis
maupun meiosis, plastida berperan dalam proses fotosintesis, dan vakuola sebagai
tempat cadangan makanan. Dari organel-organel sel yang telah dipelari ada bagian sel
yang hidup dan bagian sel yang mati. Bagian sel yang hidup terbagi menjadi 2, yaitu
sitoplasma dan inti sel. Sedangkan bagian sel yang mati adalah dinding sel (sebagai
lapisan pelindung sel dari luar, baik dari hantaman dan sebagainya agar organ yang
terdapat di dalam sel tetap baik dan dapat melakukan aktivitas sel dengan baik) dan
vakuola (hanya tempat menyimpan cadangan makanan, tidak ikut bekerja melakukan
aktivitas sel seperti organel pada umumnya). Dari setiap organel sel yang ada kita
semakin tahu mengenai fungsi-fungsi dari organel tersebut secara benar dan tepat.
D. KESIMPULAN
1. Sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
2. Struktur sel terbagi atas dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
3. Di dalam sel terdapat bagian sel diantaranya dinding sel, inti sel dan sitoplasma,
4. Di dalam sitoplasma terdapat organel sel seperti mitokondria, lisosom, ribosom,
badan golgi, retikulum endoplasma, sentrosom, plastida dan vakuola.
5. Di dalam organel sel yang telah dipelari ada bagian sel yang hidup dan bagian sel
mati.
DAFTAR PUSTAKA

Diastuti, R. 2009. Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Naional
Firmansyah, R., Mawardi, A., dan Umar, M. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi.
Jakarta:Setia Purna Inves
Setiaty, E, D., Wiralaga, R, A., dan Zulvica, F. 2012. Botani Umum. Inderalaya
Universitas Sriwijaya
Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: CV Karya Mandiri
Nusantara
Hasil Pengamatan

Gambar Keterangan
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Nama : Dellania Eka Rindiani Tanggal : 18 September 2018


NIM : 05081181823062 Asisten :1. Ahmad Bachtiar
Kelas : Botani A 2. Rudianto
Judul : Benda-Benda Mati dalam Sel

A. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah: 1) Melatih memberikan khemikalia untuk
melihat adanya amilum, aleutron dan kristal-kristal oxalate dan 2) Melihat benda-
benda mati di dalam sel tumbuhan.

B. HASIL
Gambar Keterangan

1
2
3
Keterangan:
1. Lamella
2. Hilus
3. Kristal besar
Ketela Rambat (Ipomoea batatas)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Convalvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas

Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)


Kingdom : Plantae
1
Divisi : Magnoliophyta
2
3 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Keterangan: Famili : Fabaceae
1. Lamella Genus : Phaseolus
2. Hilus
3. Kristal besar Spesies : Phaseolus vulgaris
1 Kentang (Solanum tuberosum)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
3 Ordo : Solanales
Keterangan: Famili : Solanaceae
1. Lamella Genus : Solanum
2. Kristal besar Spesies : Solanum tuberosum
3. Hilus

Singkong (Manihot esculenta)


1 Kingdom : Plantae
2 Divisi : Magnoliophyta
3 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Keterangan: Famili : Euphorbiaceae
1. Lamella Genus : Manihot
2. Hilus Spesies : Manihot esculenta
3. Kristal besar

Bayam (Amaranthus Sp)


1 Kingdom : Plantae
2 Divisi : Magnoliophyta
3 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Keterangan: Famili : Amaranthaceae
1. Kristal berpasir Genus : Amaranthus
2. Hilus Spesies : Amaranthus Sp
3. Lamella

Jagung (Zea mays)


1 Kingdom : Plantae
2 Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
3 Ordo : Poales
Keterangan: Famili : Poaceae
1. Hilus Genus : Zea
2. Kristal besar Spesies : Zea mays
3. Lamella

Padi (Oryza sativa)


1 Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
2
Kelas : Magnoliopsida
3
Ordo : Poales
Keterangan: Famili : Poaceae
1. Hilus
2. Lamella
Genus : Oryza
3. Kristal besar Spesies : Oryza sativa
Kembang Pukul 4 (Mirabilis jalapa)
Kingdom : Plantae
1
Divisi : Magnoliophyta
2
3 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophylles
Keterangan:
1. Hilus Famili : Nyctaginaceae
2. Lamella Genus : Mirabilis
3. Kristal besar Spesies : Mirabilis jalapa

C. PEMBAHASAN
Di dalam sebuah sel terdapat bagian-bagian sel yang hidup dan terdapat pula
bagian-bagian sel mati. Dalam praktikum yang kedua ini kita akan membahas tentang
bagian sel yang mati. Kita dapat mengetahui beberapa macam bentuk-bentuk benda
mati di dalam sel dari daun bunga pukul 4 (Mirabilis jalapa), batag bayam
(Amaranthus Sp), umbi ketela rambat (Ipomoea batatas), umbi singkong (Manihot
esculenta), umbi kentang (Solanum tuberosum), butir padi (Oryza sativa), biji kacang
merah (Phaseolus vulgaris) dan biji jagung (Zea mays). Di dalam spesimen-spesimen
tersebut terdapat bagian-bagian sel yang tidak hidup yang terbagi atas bentuk cair dan
padat. Bentuk cair antara lain cairan sel yang terdapat di vakuola dan terdiri dari asam
organik dan alkaloid (zat yang menyebabkan tumbuhan mempunyai khasiat sehingga
dapat dijadikan obat-obatan), lemak yang berguna sebagai cadangan makanan yang
terdapat pada biji-bijian dan minyak atsiri sebagai tetes bias cahaya seperti pada kulit
jeruk. Dan yang kedua adalah bentuk padat, bentuk padat di bagi menjadi kristal
oxalate dengan bentuk seperti jarum-jarum atau raphida, kristal berpasir dan kristal
besar seperti bintang , ada juga kristal kresik sering dijumpai pada sel epidermis
rumput, dan palma, atau pada bunga anggrek, aleuron dan kristalloid zat putih telur.
kristal kalsium oksalat merupakan endapan dari garam oksalat yang jika terakumulasi
terlalu banyak akan bersifat racun dalam tumbuhan. Sering ditemukan di tumbuhan
tingkat tinggi. Benda-benda mati juga terdapat di dalam plastida, berupa amilum
(butir- butir tepung). Pada butir amilum dapat dilihat hilus atau hilum dan lamella.
Macam-macam bentuk amilum berdasarkan letak hilus dibedakan atas
konsntris (butir tepi atau hilus berada di tengah-tengah amilum) dan eksentris (butir
hilus terdapat pada bagian tepi amilum). Pada bahan-bahan yang digunakan
ditemukan benda-benda mati di dalam sel tersebut. Pada sampel ubi kentang
(Solanum tuberosum) dan ubi jalar (Ipomoea batatas), dilihat pembentukan amilum
atau pati. Di dalam amilum atau pati terdapat hillus atau hillum dan lamella. Hillus
atau hilum adalah titik awal terbentuknya amilum. Lamella adalah garis-garis halus
yang mengelilingi hilus. Bayam (Amaranthus Sp) dapat dilihat pembentukan Kristal
oxalate pada batang dan tangkai bayam yang berbentuk Kristal berpasir, pasir-pasir
oksalat dikelilingi oleh kloroplas. Pada bunga pukul 4 (Mirabilis jalapa) terdapat
Kristal kalsium oksalat yang berbetuk seperti jarum-jarum yang disebut dengan
Raphida. Pada butir padi (Oryza sativa) dan biji jagung (Zea mays) terdapat Kristal
oksalat berbentuk Kristal besar seperti bintang. Dari setiap-setiap bahan praktikum
yang telah diteliti praktikan dapat mengetahui benda0benda mati di dalam sebuah sel.

D. KESIMPULAN
1. Di dalam sel terdapat benda-benda mati.
2. Benda-benda mati di dalam sel dibedakan menjadi bentuk padat dan cair
3. Benda dalam bentuk cair antara lain asam organic, alkaloid, lemak dan
minyak atsiri.
4. Dalam bentuk padat antara lain Kristal kalsium oksalat, Kristal kresik dan
aleuran serta kristalloid.
5. Benda mati dalam plastida berupa amilum.
DAFTAR PUSTAKA
Mohune, A. Laporan Praktikum benda ergastik. Diakses (online) www.academia.edu.
Pada tanggal 9 September 2018
Ninik, L., Robiartini, L., dkk. 2018. Modul Botani Praktikum. Indralaya: Fakultas
Pertanian Universitas Sriwijaya
Purjiyanta dan Eka. 2008. Ipa Terpadu. Jakarta: Erlangga
Syafitri. 2015. Benda-benda ergastik. Diakses (online) http://botanifarmasibenda
elgastik.com. Pada tanggal 9 September 2018
III. Dinding Sel dan Hubungan Antar Sel-
sel Tumbuh tumbuhan

Hasil Pengamatan
Gambar Keterangan
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Nama : Dellania Eka Rindiani Tanggal : 25 September 2018


NIM : 05081181823062 Asisten : 1. Ahmad Bachtiar
Kelas : Botani A 2. Rudianto
Dinding Sel dan Hubungan Antar Sel
Judul : Tumbuh-Tumbuhan

A. TUJUAN
Adapun tujuan praktikum ini adalah: 1) Melihat penebalan-penebalan pada dinding
sel, menunjukkan lignin dan 2) Melihat hubungan antar sel-sel (noktah-noktah,
plasmodesmata).

B. HASIL
Gambar Keterangan

Karet Kerbau (Ficus elastica)


Kingdom : Plantae
1 Divisi : Tracheophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
3 Ordo : Rosales
Keterangan:
Famili : Moraceae
1. Noktah Genus : Ficus
2. Lignin Spesies : Ficus elastica
3. Plasmodesmata

Endocarpium Kelapa (Cocos nucifera)


Kingdom : Plantae
1 Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Liliopsida
3 Ordo : Arecales
Keterangan:
Famili : Arecaceae
1. Lignin Genus : Cocos
2. Noktah Spesies
Ranting Pinus: Cocos
(Pinusnucifera
mekusi)
3. Plasmodesmata
Kingdom : Plantae
Divisi : Pinophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusi
1
2
3
Keterangan:
1. Noktah
2. Plasmodesmata
3. Lignin

Asam (Tamarindus indica)


1 Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
2 Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Keterangan: Genus : Tamarindus
1. Noktah
2. Plasmodesmata
Spesies : Tamarindus indica

C. PEMBAHASAN
Hubungan erat sel yang satu dengan lainnya dapat terjadi secara langsung
dan tidak langsung. Hubungan langsung yaitu dengan cara mengalirkan sitoplasma
dari sel yang satu kesel lain yang berada disampingnya, melalui proses-proses halus
yang menembus dinding sel serta lamela tengah. Aliran sitoplasma ini merupakan
benang-benang halus yang disebut plasmodesmata. Hubungan tidak langsung
dilakukan dengan melalui noktah, yaitu tempat-tempat yang tipis di dalam dinding
sel. Antara satu noktah dengan noktah lain dihubungkan dengan lamela tengah dan
diikat Calcium pektat. Terjadinya noktah adalah pada waktu sel masih hidup dan
belum mengalami penebalan, dinding selnya masih tipis dan dapat ditembus oleh
benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata. Selama proses penebalan
dinding sel berlangsung, di tempat-tempat plasmodesmata menerobos dinding sel
masih terjadi aliran plasma, sehingga tempat-tempat ini tidak mengalami penebalan.
Walaupun dinding sel semakin menebal sehingga lubang noktah telah berubah
menjadi saluran noktah, kadang dalam saluran noktah masih terdapat benang plasma.
Di dalam noktah kadang dijumpai plasmodesmata, yang berfungsi untuk meneruskan
rangsang dan makanan dari 1 sel ke sel yang lain. Pada waktu sel mengalami
penebalan maka bagian dinding sel yang tertembus benang plasma tidak ikut menebal.
Fungsi dari plasmodesmata ini adalah hubungan antar sel atau komunikasi antar sel
untuk memperantarai lewatnya bahan-bahan atau sinyal elektrik dari sel ke sel lainya.
Plasmodesmata merupakan junction interseluler dalam tumbuhan.
Suatu sel tumbuhan mungkin memiliki antara 103 dan 105 plasmodesmata
yang menghubungkannya dengan sel-sel yang berdekatan. Di tumbuhan,
plasmodesmata melakukan banyak fungsi. Plasmodesmata berfungsi menghubungkan
sel yang satu dengan sel yang lainnya melalui retikulum endoplasma dengan celah
yang disebut desmotubul, memberikan suatu rute yang mudah untuk pergerakan ion-
ion, molekul-molekul kecil seperti gula dan asam amino, dan makromolekul seperti
RNA antar sel. Di dalam sel juga terdapat lignin atau zat kayu yang merupakan salah
satu zat komponen penyusun tumbuhan. Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda
bergantung jenisnya. Lignin terutama terakumulasi pada batang tumbuhan berbentuk
pohon dan semak. Pada batang tumbuhan, lignin berfungsi sebagai pengikat
komponen penyusun lainnya, sehingga pohon dapat berdiri dengan tegak. Struktur
kimia lignin berbeda dengan selulosa yang terbentuk dari gugus karbohidrat, struktur
kimia lignin sangat kompleks dan tidak berpola sama. Di dalam sel-sel yang telah
diamati akan terlihat dengan jelas bagian dari lignin, plasmodesmata dan noktah.
D. KESIMPULAN
1. Sel mempunyai hubungan antara dinding sel satu dan dinding sel lainnya.
Hubungan tersebut dapat secara langsung maupun secara tidak langsung.
2. Hubungan langsung yaitu dengan cara mengalirkan sitoplasma dari sel yang satu
kesel lain yang berada disampingnya, melalui proses-proses halus yang menembus
dinding sel serta lamela tengah.
3. Hubungan tidak langsung dilakukan dengan melalui noktah, yaitu tempat-tempat
yang tipis di dalam dinding sel.
4. Terjadinya noktah adalah pada waktu sel masih hidup dan belum mengalami
penebalan, dinding selnya masih tipis dan dapat ditembus oleh benang-benang
plasma yang disebut plasmodesmata.
5. Plasmodesmata berfungsi menghubungkan sel yang satu dengan sel yang lainnya
melalui retikulum endoplasma dengan celah yang disebut desmotubul,
memberikan suatu rute yang mudah untuk pergerakan ion-ion, molekul-molekul
kecil seperti gula dan asam amino, dan makromolekul seperti RNA antar sel.
DAFTAR PUSTAKA
Estiti, H. 1996. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB, Bandung
Kartasapoetra, A.G. 1987. Anatomi Tumbuhan-tumbuhan (TentangSeldanJaringan).
Penerbit PT. Bina Aksara, Jakarta.

IV. Struktur dan Fungsi Jaringan


Hasil Pengamatan
Gambar Keterangan
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BOTANI UMUM
Nama : Dellania Eka Rindiani Tanggal : 2 Oktober 2018
NIM : 05081181823062 Asisten : 1. Ahmad Bachtiar
Kelas : Botani A 2. Rudianto
Judul : Struktur dan Fungsi Jaringan

A. TUJUAN
Adapun tujuan praktikum ini adalah dengan mengamati secara langsung dibawah
mikroskop, mahasiswa akan dapat mempelajari struktur dan fungsi dari beberapa
macam jaringan.

B. HASIL
Gambar Keterangan

Labu Siam (Sechium edule)


Kingdom : Plantae
1
Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
3 Ordo : Violales
Keterangan: Famili : Cucurbitaceae
1. Meristem Genus : Sechium
2. Epidermis
3. Parenkim Spesies : Sechium edule

1 Coleus (Coleus sp.)


2 Kingdom : Plantae
3 Divisi : Magnoliophyta
4 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Keterangan: Famili : Lamiaceae
1. Epidermis
2. Permanen Genus : Coleus
3. Meristem Spesies : Coleus sp
4. Berkas pengangkut
Durian (Durio zibetinus)
1 Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Durio
Keterangan:
1. Meristem
Spesies : Durio Zibetinus
2. Floem

1 Waru (Hibiscus teleceus)


2 Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
3 Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Keterangan: Genus : Hibiscus
1. Epidermis
2. Meristem
Spesies : Hibiscus teleceus
3. Floem

Brojo Lintang (Belamchanda sinensis)


Kingdom : Plantae
1 Divisi : Tracheophyta
2 Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Iridaceae
Keterangan: Genus : Belamchanda
1. Meristem
2. Permanen Spesies : Belamchanda sinensis

Jagung (Zea mays)


1 Kingdom : Plantae
2 Divisi : Angiospermae
3 Kelas : Monocotyledonae
4 Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Keterangan: Genus : Zea
1. Epidermis
2. Floem Spesies : Zea mays
3. Xylem
4. Meristem

C. PEMBAHASAN
Dalam praktikum ke empat ini bertujuan agar praktikan dapat mengamati
secara langsung dibawah mikroskop, dapat mempelajari struktur dan fungsi dari
beberapa macam jaringan yang diamati. Jaringan yang akan diamati terletak pada sel
Coleus sp., preparat awetan batang jagung (Zea mays), preparat awetan batang labu
siam (Secium edule), daun waru (Hibiscus teleceus), daun durian (Durio zibetinus)
dan daun brojo lintang (Belamchanda sinensis). Di dalam sel-sel tersebut terdapat
jaringan tumbuhan, diantaranya jaringan meristem, jaringan dewasa yang terdiri dari
jaringan epidermis, jaringan pengangkut, jaringan parenkima, jaringan kolenkima dan
jaringan sklerenkima. Jaringan meristem, terdiri atas sel-sel muda dalam fase
pembelahan dan pertumbuhan. Ciri-cirinya dinding selnya tipis, banyak terdapat
protoplasma, bentuk dan ukurannya sama dan rongga selnya kecil. Berdasarkan asal
usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu
promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder. Jaringan
dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan ini dibentuk dari
proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem
sekunder. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan
ini dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun
meristem sekunder. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu
jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan
kolenkim dan jaringan sklerenkim), jaringan pengangkut (terdiri xilem dan floem).
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang letaknya paling luar pada organ-
organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Jaringan epidermis
berfungsi untuk menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan ini melindungi
bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan tumbuhan,
sehingga disebut juga jaringan pelindung. Jaringan pengangkut untuk mengangkut
hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan
garam-garam mineral dari akar kedaun, tumbuhan menggunakan jaringan pengangkut.
Ciri-ciri parenkim, susunan sel tidak rapat, tidak selalu berkloroplas, terdiri dari sel-
sel hidup, banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak rongga-rongga
antarsel. Jaringan penyokong (jaringan penunjang) untuk penunjang tanaman agar
dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang
disebut jaringan penyokong. Jaringan penyokong terdiri dari jaringan kolenkima yang
berfungsi untuk menyokong sel muda dan jaringan sklerenkima yang berfungsi untuk
menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa (diferensiasi)

D. KESIMPULAN
1. Di dalam sel-sel tersebut terdapat jaringan tumbuhan, diantaranya jaringan
meristem, jaringan dewasa yang terdiri dari jaringan epidermis, jaringan
pengangkut, jaringan parenkima, jaringan kolenkima dan jaringan sklerenkima.
2. Jaringan meristem, terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan
pertumbuhan. Ciri-cirinya dinding selnya tipis, banyak terdapat protoplasma,
bentuk dan ukurannya sama dan rongga selnya kecil.
3. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga
macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem
sekunder.
4. Jaringan epidermis merupakan jaringan yang letaknya paling luar pada organ-
organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Jaringan
epidermis berfungsi untuk menutupi permukaan tubuh tumbuhan.
5. Jaringan penyokong (jaringan penunjang) untuk penunjang tanaman agar dapat
berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut
jaringan penyokong.
DAFTAR PUSTAKA

Diastuti, R., 2009. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan
Ninik, L., Robiartini, L., dkk. 2018. Modul Botani Praktikum. Indralaya: Fakultas
Pertanian
Universitas Sriwijaya
Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: CV Karya
Mandiri Nusantara

V. Pembelahan Sel (Mitosis)


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Nama : Dellania Eka Rindiani Tanggal : 9 Oktober 2018


NIM : 05081181823062 Asisten : 1. Ahmad Bachtiar
Kelas : Botani A 2. Rudianto
Judul : Pembelahan Sel

A. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari dan memahami dengan cara
melihat fase-fase pembelahan seltubuh (mitosis).

B. HASIL

Gambar Keterangan

Interfase: Tahapan paling lama


1 karena sel melakukan persiapan
sebelum pembelahan sel. Pada tahap
2
3 ini sel dalam keadaan istirahat,
nucleolus terlihat jelas dan aktif
Keterangan:
1. Membran sel
mengatur metabolisme.
2. Inti sel
3. Kromosom

1
Profase: Nucleolus tampak keruh
dan benang kromatin tidak teratur.
2
Benang-benang kromatin menebal
menjadi kromatid. Profase akhir
nucleolus menghilang, kromatin
Keterangan:
1. Membran Sel
membelah.
2. Kromosom

Metafase: Kromososm berada tepat


di bidang equator. Hal ini bertujuan
untuk memastikan bahwa setiap sel
anak menerima satu salinan
kromosom atau agar pembagian
materi genetic sama antara sel
anakan satu dengan lainnya.
1
2
3
Keterangan:
1. Kromatid
2. Spindel
3. Membran Sel

Anafase: masing-masing kromatid


yang berada di bidang equator ditarik
kearah dua kutub yang berlawanan
1
oleh benang spindle. Proses ini
2 didahului terbelahnya sentomer
menjadi dua. Tiap kromatid memiliki
Keterangan:
1. Spindel sifat keturunan yang sama.
2. Kromatid

Telofase: Setelah kromatid sampai


di dua kutub, kromosom berkumpul
1
dan menjadi benang-benang kusut
2 dan mulailah terbentuknya inti
3 baru. Biasanya di iringi dengan
Keterangan: proses sitokinesis (terbelahnya
1. Membran Sel
2. Inti sel sitoplasma).
3. Kromosom

C. PEMBAHASAN
Pada setiap makhluk ciptaan Allah SWT pasti mengalami perkembangbiakan
atau reproduksi untuk menghasilkan anakan baru. Pada sel reproduksi tersebut dibagi
menjadi tiga, yaitu mempelahan amitosis, pembelahan mitosis dan pembelahan
meiosis. Namun, pada bab ini kita akan memahami dan mempelajari lebih lanjut
mengenai pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis adalah pembelahan inti yang
terjadi secara tidak langsung, terdapat pada sel-sel embrional atau sel-sel yang masih
terus membelah. Sel yang aktif membelah terdapat jaringan meristem, misalnya pada
ujung-ujung akar dan pada titik tumbuh. Pada pembelahan nucleus bagian yang aktif
adalah kromosom. Jumlah kromosom pada setiap tumbuhan berbeda-beda.
Kromosom bersifat genetic yang membawa sifat keturunan dari induknya. Dalam
pembelahan mitosis terjadi dua proses yang berurutan yaitu pembagian nucleus
(mitosis atau karyokinesis) dan pembagian sitoplasma (sitokinesis). Setelah sel
terbagi dua, kadang-kadang mitosis tidak diikuti oleh proses sitokinesis, jika proses
ini terjadi secara berulang-ulang maka akan diperoleh suatu sel yang berinti banyak.
Proses mitosis memiliki 5 fase, interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
Tahapan yang pertama adalah interfase, tahapan paling lama karena sel
melakukan persiapan sebelum pembelahan sel. Pada tahap ini sel dalam keadaan
istirahat, nucleolus terlihat jelas dan aktif mengatur metabolisme. Profase, pada tahap
ini tebagi menjadi 3, yaitu profase awal, profase tengah dan profase akhir. Pada
profase awal nucleolus tampak keruh dan benang-benang kromatin letaknya tidak
teratur. Pada profase tengah benang-benang kromatin menebal menjadi kromatid.
Dan pada profase akhir nucleolus menghilang, kromatin berbentuk batang, dan
masing-masing membelah membujur menjadi dua kromatid. Dari kedua kutub mulai
terbentuk benang spindle atau gelendong. Metafase pada tahapan ini kromososm
berada tepat di bidang equator. Kromosom berada tepat di bidang equator bertujuan
untuk memastikan bahwa setiap sel anak menerima satu salinan kromosom atau agar
pembagian materi genetic sama antara sel anakan satu dengan lainnya. Fase
anaphase, masing-masing kromatid yang berada di bidang equator ditarik kearah dua
kutub yang berlawanan oleh benang spindle. Proses ini didahului terbelahnya
sentomer menjadi dua. Tiap kromatid memiliki sifat keturunan yang sama. Tahap
yang terakhir adalah telofase, setelah kromatid sampai di dua kutub, kromosom
berkumpul dan menjadi benang-benang kusut dan mulailah terbentuknya inti baru.
Biasanya di iringi dengan proses sitokinesis (terbelahnya sitoplasma).

D. KESIMPULAN
1. Pada sel reproduksi tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu mempelahan amitosis,
pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis.
2. Pembelahan mitosis adalah pembelahan inti yang terjadi secara tidak langsung,
terdapat pada sel-sel embrional atau sel-sel yang masih terus membelah.
3. Dalam pembelahan mitosis terjadi dua proses yang berurutan yaitu pembagian
nucleus (mitosis atau karyokinesis) dan pembagian sitoplasma (sitokinesis).
4. Proses mitosis memiliki 5 fase, interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
DAFTAR PUSTAKA

Ninik, L., Robiartini, L., dkk. 2018. Modul Botani Praktikum. Indralaya: Fakultas
Pertanian Universitas Sriwijaya
Setiaty, E, D., Wiralaga, R, A., dan Zulvica, F. 2012. Botani Umum. Inderalaya
Universitas Sriwijaya

Universitas Sriwijaya
38