Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan

No Pertanyaan
1. Kabupaten Bintan saat ini merupakan wilayah termiskin di antara kabupaten/kota
di Kepulauan Riau. Hal ini disebabkan antara lain, Pemerintah Kabupaten Bintan
belum optimal dalam memanfaatkan sumber daya alam. Agar Kabupaten Bintan
dapat menata dan memajukan wilayahnya dengan baik, diperlukan suatu strategi.
Mengacu pada proses perumusan strategi William P. Anthony, cobalah Anda
analisis dan uraikan perumusan strategi dalam hal penilaian kondisi internal
organisasi (tahap yang ke-4 saja!).

2. Bukanlah suatu hal yang mudah dalam menyiapkan Kabupaten Bintan


menghadapi suatu perubahan. Diperlukan kesiapan dari seluruh perangkat Pemda.
Apabila Anda terlibat dalam Tim Pengembangan Kabupaten Bintan, kemukakan
hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam merencanakan kegiatan intervensi!
Gunakan konsep intervensi dari modul Pengembangan Organisasi untuk mengulas
jawaban Anda!

Aspek/Konsep yang dinilai


1 Tahap perumusan strategi menurut pemikiran William P. Anthony:
1. analisis dan prediksi lingkungan
2. analisis konsumen dan pasar
3. premis-premis perencanaan strategis
4. penilaian kondisi internal organisasi
5. pengembangan misi
6. strategi dan tujuan
7. operasionalisasi rencana

Dalam pertanyaan ini mahasiswa hanya diminta menguraikan tahap ke-4 saja yaitu
penilaian kondisi internal organisasi.

Tahap penilaian kondisi internal organisasi.


Pemerintah Kabupaten Bintan mengkaji (memberi penilaian) terhadap kondisi internal
organisasinya, apa-apa saja yang menjadi potensi (kekuatan) kabupaten tersebut, dan apa
saja kelemahannya. Faktor-faktor kondisi internal organisasi dapat berupa sumber daya
manusia (SDM), sumber daya keuangan, peralatan dan fasilitas, lokasi, maupun
manajemen operasionalnya.

Berdasarkan wacana, faktor-faktor kondisi internal organisasi dapat digambarkan dan


diidentifikasi sebagai berikut:
Kekuatan (mahasiswa mengidentifikasi dari wacana)
1. Kondisi alam Kabupaten Bintan mengandung kekayaan sumber daya alam dan
lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan.
2. Perikanan sangat potensial untuk dikembangkan, laut dan pantainya dapat

1
dikembangkan menjadi pusat pariwisata.
3. Kabupaten Bintan dapat dikembangkan juga menjadi kawasan peternakan dan
pertanian.
4. Tambelan dan Mapur dapat dikembangkan menjadi sentra industri perikanan
5. Kabupaten Bintan dapat dijadikan kawasan industri pendukung/partner untuk kawasan
industri Batam.
6. Lokasi Kabupaten Bintan berada pada jalur ekonomi Kota Batam, sehingga
memudahkan untuk memasarkan hasil produksi Kabupaten Bintan.

Kelemahan (mahasiswa mengidentifikasi dari wacana)


1. Kualitas SDM relatif masih perlu diberdayakan
2. Kemiskinan struktural
3. Ketimpangan pembangunan terjadi di Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten
Bintan
4. Masyarakat Nelayan yang sebenarnya berpotensi masih menjadi masyarakat marjinal
5. Sarana transportasi jauh dari memadai
6. Kecilnya APBD di Kabupaten Bintan.

Memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Kabupaten Bintan, maka strategi
yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan adalah:
1. Meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam rangka pemberdayaan masyarakat
dan menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi yang dimiliki.
2. Peningkatan pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan, modernisasi perahu
nelayan serta sarana dan prasarana ekonomi lainnya secara merata sampai pulau-pulau
terkecil yang ada di wilayah kabupaten Bintan
3. Pengembangan agribisnis (pertanian, perikanan dll) dan kepariwisataan yang didukung
oleh sektor lainnya dan memberdayakan peran serta masyarakat
4. Meningkatkan pendapatan daerah dan investasi
5. Peningkatan kerjasama dengan kota/kabupaten sekitar termasuk Kota Batam, Provinsi
dan Pusat dalam upaya sinerji kebijakan dan dukungan infrastruktur guna
meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bintan
6. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) dan efektifitas/efisiensi
pemanfaatan APBD.

2. Yang perlu mendapat perhatian Tim (Panitia Pengembang Kabupaten Bintan) dalam
merencanakan kegiatan intervensi:

1) Kesiapan klien untuk melakukan perubahan.


Klien menyadari terdapat perbedaan kesenjangan antara kedudukan organisasi pada
saat sekarang dengan yang diinginkan di masa mendatang. Untuk mengetahui
kesiapan klien dalam melakukan perubahan dapat dilakukan melalui pengumpulan
data dan wawancara.

(mahasiswa memberikan ulasan/analisis dengan mengkaitkan dengan wacana)

2
2) Kepastian bahwa perubahan tersebut masih dalam batas kekuasaan dan kewenangan
organisasi.
Dalam hal ini terdapat keterlibatan dari pimpinan yang berkuasa/keterlibatan pimpinan
yang memiliki kekuasaan dan wewenang sangat menentukan keberhasilan intervensi.

(mahasiswa memberikan ulasan/analisis dengan mengkaitkan dengan wacana)

3) Kesiapan sumber-sumber internal untuk membantu mengatur, memonitor, dan


memelihara proses perubahan.
Sumber-sumber internal berupa dana, orang, dan fasilitas yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan perubahan.

(mahasiswa memberikan ulasan/analisis dengan mengkaitkan dengan wacana)

Contoh Uraian Kesiapan klien untuk melakukan perubahan

Untuk mengetahui kesiapan Pemda Kabupaten Bintan dalam melakukan penataan dan
perencanaan kawasan dapat dilakukan dengan cara survey (pengumpulan data) dan
wawancara. Melalui data yang didapat diharapkan Pemda Kabupaten Bintan
termotivasi untuk melakukan perubahan.

Berdasarkan data yang didapat, permasalahan yang mendasar di Kabupaten Bintan


adalah Kabupaten Bintan merupakan wilayah termiskin di antara Kabupaten/kota di
kepulauan Riau. APBD Kabupaten Bintan kecil, sarana transportasi minim, dan
masyarakatnya hidup miskin. Namun di samping itu, diperoleh juga data bahwa
Kabupaten Bintan juga memiliki potensi yang dapat diandalkan untuk memajukan
daerahnya, yaitu potensi pariwisata, kawasan peternakan dan pertanian, industri
perikanan, lokasi yang strategis (dekat dengan Batam). Apabila Kabupaten Bintan
dapat mengelola potensi yang ada semaksimal mungkin, maka tentunya keinginan
untuk memajukan dan mensejahterakan wilayahnya akan tercapai.

Dengan diketahuinya permasalahan di Kabupaten Bintan dan potensi yang dimilikinya


yang dapat dikembangkan di masa mendatang, maka Kabupaten Bintan dianggap siap
untuk melakukan perubahan.

Usaha pemerintah kabupaten Bintan untuk mensejahterakan masyarakatnya dilakukan


dengan memindahkan ibukota kabupaten, pemberdayaan masyarakat lokal, dan
mensinergikan hubungan kerjasama antarkabupaten/kota di Kepulauan Riau.

Perilaku/Tindakan yang diambil Kabupaten Bintan tersebut, diharapkan akan


merangsang (memotivasi) kegiatan pembangunan kawasan seluruh Pulau Bintan,
meningkatkan perekonomian masyarakat, mengoptimalkan potensi daerah di bidang
perikanan, pertanian dan pariwisata.