Anda di halaman 1dari 2

PEMILU CERMINAN EUFORIA DEMOKRASI

OLEH : Drs. ZAKARIA


CALEG PAN DPRD KAB. LAHAT
DAPIL LAHAT I
NO.URUT : 7

Gairah Pemilu semakin mendekati hari H, yaitu tanggal 9 April 2014 tampaknya
semakin semarak. Karena, setiap partai dan Caleg memiliki kesempatan dan peluang yang
sama untuk menang. Partai lama atau partai baru, caleg nomor urut kecil atau besar, laki-laki
atau perempuan sama-sama memiliki kans untuk jadi pemenang yang akan menduduki
lembaga legislatif, DPR RI, DPD RI, DPRD Propvinsi, DPRD Kabupaten/ Kota.
Rivalitas partai dengan partai, kompetisi antar caleg dengan caleg meski berbeda latar
belakang pendidikan, profesi dan keahlian semakin seru dan menarik. Semua partai makin
termotivasi menggerakkan potensinya, caleg-caleg makin kreatif dal am mendekati
masyarakat. Mobil-mobil pribadi yang ditempeli lambang partai dan photo-photo para caleg dan
mobil ambulance milik partai dan pribadi berlambang partai dan photo-photo para caleg
berseliwiran masuk kampung.
Disamping itu, ada usaha kreatif lain dari partai dan para caleg yaitu, melakukan anjang
sana terhadap tokoh-tokoh masyarakat baik formal maupun informal. Sebaliknya, adapula yang
melaukan pendekatan keluarga dan pertemanan dan ada pula yang melakukan pendekatan
organisasi terhadap etnis tertentu, kelompok pengajian dan kelompok arisan, dsb. Tujuanya
tidak lain agar mereka dikenal masyarakat.
Ditengah-tengah usaha mereka mendekatkan diri kepada masyarakat, muncul pula
kelompok ekonomi kreatif dadakan di kota besar sampai ke kota-kota kecil seperti kelompok
pengrajin cenderamata dan usaha sablon. Dengan kreatif kelompok ini memproduksi karyanya
berlambang partai dan photo para calegnya, seperti : gantungan kunci, boneka, bola kaki, bola
volley, ballpoint, baju kaos dan topi. Produk-produk mereka ini banyak dimanfaatkan oleh partai
dan caleg-calegnya sebagai buah tangan/ cendramata untuk masyarakat.
Dengan semakin mendekatnya Pemilu, wajah perkotaan dan pedesaan banyak
berhiaskan bendera lambang partai, photo-photo caleg beraneka ukuran dan warna. Ditempat-
tempat strategis, sudut-sudut perkotaan dipasang stiker photo-photo caleg. Teknik
pemasangannya banyak tidak mengindahkan kaidah seni, sehingga terkesan seronok, tidak
sedap dipandang mata.
Gagap gempita Pemilu akan bertambah meriah manakala masa kampanye tiba. Banyak
gedung milik publik di booking, lapangan bola kaki dari pusat sampai daerah berubah fungsi,
bukan lagi sebagai tempat latihan akan pertandingan melaikan sebagai tempat kampanye para
juru kampanye dalam menyampaikan orasi politiknya. Para artis ibukota dan artis lokal dari
bebrbagai jenis musik sampai orgen tunggal diturunkan supaya kegiatan kampanye meriah
ramai dikunjungi masyarakat. Tak ketinggalan para penjual jasa tukang ojek, penjual makanan
dan minuman yang kreatif ikut memanfaatkan situasi itu untuk menjajakan makanan dan
minumannya. Seperti, penjual es, bakso, mie, rujak buah, dsb.
Tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan yang menguras pikiran, tenaga dan biaya
yang tidak sedikit itu untuk mengantarkan partainya menjadi pemenang dan mendudukkan
caleg-calegnya di lembaga legislatif. Sudah menjadi ketentuan umum bahwa setiap kompetisi
pasti ada yang menang dan kalah. Semoga pemenangnya tidak mencongakkan kepala sambil
menepuk dada, sebaiknya bagi yang kalah tidak meratapi kekalahannya anggaplah kekalahan
yang terjadi sebagai kemenangan yang tertunda.