Anda di halaman 1dari 5

Lampiran Surat Keputusan Nomor : Kep. 082 /PP.

IAI/1418/II/2016

PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN MAGANG DALAM RANGKA RESERTIFIKASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA

1. Kriteria Peserta Magang


Peserta magang adalah :
a. Apoteker yang tidak berhasil melakukan resertifikasi karena Satuan Kredit
Partisipasi (SKP) dari kinerja praktik belum memenuhi ketentuan berdasarkan
hasil verifikasi Pengurus Daerah setempat.
b. Apoteker yang memilih proses magang untuk memenuhi nilai batas kelulusan
ujian OSCE / OSPE

2. Kriteria Apotek
Apotek yang dapat dipergunakan sebagai tempat magang adalah apotek yang
ditetapkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia sebagai apotek tempat
magang, yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
Memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum pada Standar Pelayanan Kefarmasian
di Apotek

3. Kriteria Apoteker Preseptor


Apoteker Preseptor adalah apoteker yang telah mengikuti pelatihan preseptor yang
diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Bila belum ada
apoteker preseptor sebagaimana dimaksud, maka apoteker yang ditunjuk sebagai
apoteker preseptor harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum pada Standar Pelayanan
Kefarmasian di Apotek.
b. Tidak mempunyai catatan pelanggaran Kode Etik dan Disiplin serta peraturan
perundang-undangan di bidang Farmasi.
c. Bersedia menjadi Pembimbing dan sekaligus Role Model.
d. Bersedia memberikan penilaian dan menerbitkan Surat Rekomendasi
Menyelesaikan Magang.

4. Ketentuan Penyelesaian Proses Magang


Proses magang oleh Apoteker dinyatakan selesai apabila :
a. Peserta mendapat penjelasan dan pemahaman tentang keprofesian apoteker
b. Melakukan kegiatan aktif asuhan kefarmasian sebanyak 50 kali (meliputi pelayanan
resep dan atau swamedikasi)
c. Melakukan penyuluhan sekurang-kurangnya 3 kali

IAI : Juknis Pelaksanaan Magang Hal- 1


d. Melakukan kegiatan aktif manajemen praktis kefarmasian
e. Membuat log book yang berisikan tanggal dan waktu kegiatan beserta rincian
kegiatan yang dilakukan selama kegiatan magang

5. Tata Laksana
1. Penetapan Apotek Tempat Magang
a. Pengurus Daerah mengajukan usulan apotek dan apoteker yang telah
memenuhi kriteria sebagai apotek tempat magang dan apoteker preseptor
di wilayahnya kepada Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.
b. Usulan apotek dan apoteker preseptor dimaksud dapat dibagi per
Pengurus Cabang atau per koordinator wilayah.
c. Pengurus Pusat akan menetapkan apotek dan apoteker preseptor melalui
Surat Keputusan.

2. Rekomendasi Penyelesaian Magang


a. Pengurus Pusat menetapkan surat keputusan tentang pelaksanaan
magang bagi Apoteker yang tidak berhasil melakukan resertifikasi karena
Satuan Kredit Partisipasi (SKP) dari kinerja praktik belum memenuhi
ketentuan berdasarkan hasil verifikasi Pengurus Daerah dan bagi Apoteker
yang memilih proses magang untuk memenuhi nilai batas kelulusan ujian
OSCE / OSPE berdasarkan hasil penilaian ujian OSCE / OSPE dari Badan
Sertifikasi Profesi.
b. Pengurus Daerah setempat mengeluarkan surat pemberitahuan tentang
pelaksanaan magang kepada Pengurus Cabang dimana apoteker
bersangkutan menjadi anggotanya.
c. Pengurus cabang setempat mengeluarkan surat penunjukan Apotek yang
akan digunakan sebagai tempat magang dan surat tugas Apoteker
preseptor serta memberikan salinan surat penunjukan Apotek yang akan
digunakan sebagai tempat magang kepada apoteker preseptor.
d. Apoteker peserta magang melaksanakan proses magang sesuai
ketentuan, dibawah bimbingan Apoteker preseptor.
e. Di akhir masa magang, Apoteker preseptor mengeluarkan Surat
Rekomendasi telah menyelesaikan proses magang bagi Apoteker peserta
magang untuk disampaikan kepada Pengurus Daerah melalui Pengurus
Cabang setempat.
f. Pengurus Daerah menyampaikan Surat Rekomendasi kepada Pengurus
Pusat untuk kemudian dapat diterbitkan Sertifikat Kompetensi bagi
Apoteker yang bersangkutan.

IAI : Juknis Pelaksanaan Magang Hal- 2


6. Biaya Pelaksanaan Magang
a. Biaya pelaksanaan magang dibebankan sepenuhnya kepada peserta sebesar Rp.
250.000,- per peserta. (pertimbangan : disesuaikan dengan biaya PKP calon
apoteker)
b. Biaya pelaksanaan dibayarkan melalui Pengurus Cabang setempat untuk
diserahkan kepada Apoteker preseptor sebagai ucapan terima kasih.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 22 Februari 2016

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum, Sekretaris Jendral,

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt Noffendri Roestam, S. Si., Apt
NA. 23031961010827 NA. 29111970010829

IAI : Juknis Pelaksanaan Magang Hal- 3


LOG BOOK
PELAKSANAAN MAGANG DALAM RANGKA RESERTIFIKASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA

DI

APOTEK …………………………

TANGGAL ……….. S/D …………….

Apoteker Magang Apoteker Preseptor

(……………………………….) (……………………………….)

IAI : Juknis Pelaksanaan Magang Hal- 4


LOG BOOK
PELAKSANAAN MAGANG DALAM RANGKA RESERTIFIKASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA

Tanda Tangan Tanda Tangan


Hari/Tanggal Kegiatan Yang Dilakukan Apoteker Apoteker
Magang Preseptor

IAI : Juknis Pelaksanaan Magang Hal- 5