Anda di halaman 1dari 13

SipAnisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee ...

Personal Guarantee Corporate Guarantee


dalalii Putusan Peradilan Niaga
Siti Anisah

Abstract

The appeal ofstatement forbankcrupttomrds a trade court for theguarantors have been
proposed by many creditors when the debitor do not pay their debt on be due of debt
payment andit- can be claimed. The decision ofproposal for bahkcrupt oftheguarantor
can be fulfilled by the.judge as long as the prerequirement of appeal for statement on
bankcrupt are fulfilled, namely that the debitor have more than one creditor and one of
theirdebts is due and it could be claimed, as well as guarantor have escaped his privi
leges.

Pendahuluan

Pinjam meminjam merupakan hal yang mesin-mesin, barang-barang persediaan, dan


sangat lumrah dilakukan di kaiangan sejumlah uang yang dapat diterima {receiv
pengusaha, karena operasionalisasi able account).
perusahaan seringkali membutuhkan dana Praktek yang berkembang di masyarakat
yang tidak mampu dipenuhi sendiri oleh bisnis, pihak yang menyediakan dana
perusahaan yang bersangkutan. Untuk seringkaii meminta-jaminan iainnya berupa
memperoleh kepastian pengembalian dana, jaminan perusahaan [corporate guarantee).
perusahaan atau lembaga yang menyediakan maupun jaminan pribadi (persona/ guaran
pinjaman bagi pihakyang membutuhkannya tee).^ Ketika krisis moneter meianda Indonesia
{luck of fund) mensyaratkan adanya jaminan. 1997, jenis jaminan terakhir ini menjadi saiah
Bentukjaminan yang biasa diminta antara Iain satu pemic'u "ambruknya" industri pe'rbankan.
jaminan kebendaan; seperti tahah, bangtinan, Sebelum krisis moneter terjadi, banyak

^Abdui Hakim Garuda Nusantara &Benny K. Harman. 2000. Ana/Zs/sKr/f/s Putusan-putusan Peradilan
Niaga. Jakarta; Cinles. Him. 39.

51
peminjaman dana dilakukan tanpa jaminan Penjaminan dalam KUHPerdata
yang cukup. Bahkan tanpa jaminan aktiva
Dasar hukum penjaminan (borgtocht)
sama sekali, hanya berupa personal guaran
diatur dalam Pasal 1820 Kltab Undang-
tee, sehingga menimbulkan ketidakpastlan
Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
pengembalian dana, yang berujung pada
Berdasarkan Pasal 1820 KUHPerdata,
kredit macet.^
jaminan pada dasarnya adalah persetujuan
Fenomena yang berkembang dalam
seorang pihak ketiga untuk kepentingan
peradilan niaga menarik untuk dicermati,
kreditor, guna memenuhi perikatan antara
karena kreditor nampaknya semakin jell untuk
debitor dengan kreditor apabila debitor yang
tidak terjebak pada "janji" yang diberikan para
bersangkutan tidak memenuhi kewajibannya.
penjamin (guarantors). Beberapa kasus
Definisi tersebut mengilustrasikan bahwa
permohonan pernyataan paiiitdiajukan kreditor
jaminan pribadi merupakan jaminan
ke pengadilan niaga untuk menggugat
perseorangan (security right inpersonam)yang
tanggung jawab sampai ke harta pribadi
diberikan oleh pihak ketiga; giina kepentingan
penjamin, apablla debitor yang dijamin tidak
kreditor; dan untuk memenuhi kewajiban
memenuhi prestasi sebagaimana disepakati
debitor apabila debitor tidak mampu
dalam perjanjian. Pertanyaan kritis yang dapat memenuhi kewajibannya.^ Secara ekstrem
diajukan adalah dapatkah penjamin diajukan Elijana menyatakan bahwa perjanjian
untuk dinyatakan pailit, mengingat perjanjian
penjaminan merupakan perjanjian antara
penjaminan bersifat accesoir. Bagalmana pihak ketiga dengan kreditor.^
kedudukan hukum penjamin apabila
Pabbruwe berpendapat menurut sistem
penjamin melepaskan hak-hak istimewanya?
hukum pemberian jaminan sebenarnya dapat

n'heo F Toemion. Kompas. 11 November 1999. Lihat Kompas. 19 Oktober1998. Charles Himawan
menyatakan "kredit macet" yang merupakan penyulut apisehingga membakar habis struktur perbankan Indo
nesia, mungkin tidak bersumberpada hukum kepailitan, tetapi pada kepailitan hukum. Saiahsatu pencerminan
kepailitan hukum adalah besamya jumlah putusan pengadilan dibidang utang piutang yang merupakan macan
hutan belaka, karenatidakdapat dilaksanakan.
^Fred E.G. Tumbuan. "Kepailitan dan Penundaan Pembayaran Dikaitkan dengan Kedudukan Hukum
Guarantor". Dalam Rudhy A. Lontoh, et. al. 2001. Penyelesaian Utang-Plutang melalul Pailit atau
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Bandung: Alumni. Him. 399.
^Elijana, "Proses Mengajukan Permohonan Pailit terhadap Guarantor dan Holding Company". Dalam
Rudhy A. Lontoh, et. al. 2001. Penye/esa/an Utang-Piutang melaluiPailit atau Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang. Bandung: Alumni. Him. 402.

52 JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL 9. FEBRUARI2002: 51 - 63


Siti Anisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee...

berwujud:® Pertama, Suatu borgtocht dalam syarat-syarat yang kurang. Jika penjaminan
pengertian Pasal 1820 KUHPerdata; Kedua, diadakan untuk lebih dari utang debitor atau
Suatu kesanggupan (een sterkmaking voor dengan syarat-syarat yang iebih berat, maka
sen derde) Pasal 1316 KUHPerdata;® atau perikatan itu tidak sama sekali batal,
Ketiga, Suatu perjanjian tersendiri yang melainkan sah hanya untuk yang dimaksud
berisikan kesanggupan dari pihak ketiga untuk daiam perikatan pokok.
menjamin pembayaran kembali utang Jaminan diberlkan oleh pihak ketiga yang
seorang kreditur. mandin,®yang dilakukan secara sukarela.
Pasal 1821 KUHPerdata mengatur bahwa Pengertian "sukarela" sebagal penjamin
"tidak ada penjaminan, jlka tidak ada perikatan tercermin dalam Pasal 1823 KUHPerdata,®
pokok yang sah." Pasal in! menunjukkan yang menyatakan: "Seseorang dapat
bahwa penjaminan adalah perjanjian asesor mengajukan diri sebagai penjamin dengan
(acceso//^7 Konsekuensinya adalah: Pertama, tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk
tidak ada penjaminan tanpa perjanjian pokok siapa mengikatkan dirinya, bahkan di luar
yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal pengetahuan orang itu." Meskipun sifat
1821 KUHPerdata tersebut. Kedua, Cakupan penjaminan sukarela, namun jaminan tidak
penjaminan tidak dapat melebihi kewajiban dapat dipersangkakan, melainkan harus
debitor yang disepakati dalam perjanjian diberikan dengan pernyataan yang tegas
pokok, sebagaimana diatur daiam Pasal 1822 sebagaimana diatur daiam Pasai 1824
KUHPerdata. KUHPerdata,^®yang menyatakan: "Penjaminan
Pasal 1822 mengatur bahwa seorang utang tidak dipersangkakan, tetapi harus
penjamin tidak dapat mengikatkan diri untuk diadakan dengan pernyataan yang tegas..."
lebih maupun dengan syarat yang leblh berat, KUHPerdata memberikan hak-hak
daripada perikatan si debitor. Namun, istimewa terhadap penjamin.^^ Pertama. Hak
penjaminan dapat dilaksanakan hanya uhtuk kreditor menuntut lebih dahulu agar harta
sebagian dari utang debitor atau dengan kekayaan debitor {prior exhaustion or rem-

sSetlawan. 2Desember 1995. "Beberapa Catalan tenlang Personal Guarantee" One Day Seminar Resiko
dan Pengamanan Bank Guarantee, Corporate Guarantee &Personal Guarantee. Surabaya: Finance
Association Surabaya. ' .•
®Pasal ini menyatakan:".. .dlperbolehkan untuk menanggung atau menjamin seorang pihak ketiga, dengan
menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat sesuatu, dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi
terhadap siapa yang telah menjamin pihak ketiga itu atau yang telah berjanji, untuk menyuruh pihak ketiga
tersebut menguatkan sesuatu, jika pihak ini menoiak memenuhi perikalannya."
^Ibid.
'ihttp://mediaindo.i-2.co.id/konsuHasi/hukum.asp?vlew=21$&rubrikJd=1.
^Fred B.G. Tumbuan. loc. cit
Vtd.
"/Wd. Lihat pula Eiijana. op. cit Him. 403-404.

53
edies againts the debtor) disita dan dilelang kepada kreditor seteiah debitor cidera janji dan
terlebih dahulu untuk melunasi utang debitor harta debitor disita dan dilelang terlebih dahulu,
kepada kreditor, sebagaimana diatur dalam tetapi hasilnya tidak cukup untuk membayar
Pasai 1831 KUHPerdata. Hak in! utang debitor; atau debitor yang lalai atau
memungkinkan kekayaan penjamin hanya cidera janji tidak mempunyai harta lagi; atau
merupakan cadangan untuk menutup sisa debitor yang dijamin utangnya telah dinyatakan
utang yang tidak dapat ditutup dengan pailit oleh kreditor lain atau atas permohonan
kekayaan debitor. Hal in! berarti kewajiban debitor sendiri atau atas permohonan jaksa
penjamin hanya sebatas kekurangan yang penuntut umum untuk kepentingan umum.'^
tidak dapat dilunasi debitor. Namun demikian, Kewajiban yang diatur dalam
Pasai 1832 KUHPerdata mengatur bahwa penjaminanan hanya hapus, apabila prestasi
penjamin tidak dapat menggunakan hak debitor dipenuhi atau kreditor melepaskan
tersebut, apabila antara lain penjamin penjaminan pribadi tersebut. Pasai 1831
melepaskan hak istimewanya. KUHPerdata mengatur penjamin tidak wajib
Kedua, Hak untuk meminta pemecahan membayar kepada kreditor. kecuali jika debitor
utang {benefit of division of debt) yang diatur lalai membayar utangnya. Apabila debitor lalai,
dalam Pasai 1837 KUHPerdata. Hak ini maka barang-barang milik debitor harus disita
melekat apabila terdapat lebih dari satu dan dijual terlebih dahulu guna melunasi
penjamin. Artlnya, apabila penjamin lebih dari utangnya. Prakteknya, hak istimewa penjamin
satu, maka para penjamin mempunyai hak yang diatur dalam Pasai 1831 KUHPerdata ini
untuk minta kepada kreditor pemecahan biasanya telah dikesampingkan. Tindakan ini
utang. Piutang kreditor dibagi atau dipecah di dimungkinkan oleh Pasai 1832 KUHPerdata,
antara para penjamin, sehingga masing- yang menetapkan penjamin tidak dapat
masing penjamin hanya menjamin sebagian menuntut supaya hak debitor terlebih dahulu
dari utang debitor. Ketentuan ini merupakan dan dijual guna melunasi utang debitor apabila
konsekuensi dari Pasai 1836 KUHPerdata, penjamin telah mengeyamplngkan hak
yang menggariskan bahwa maslng-masing istimewa tersebut.
penjamin terikat untuk seluruh utang yang
dijamin {jointly and severally liable). Ketiga,
hak untuk dibebaskan dari penjaminan Apakah Kewajiban Penjamin termasuk
apabila karena kesalahan kreditor, penjamin Utang?
tidak dapat menggantikan hak-haknya, hipotik Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998
atau hak penjaminan dan hak-hak istimewa tentang Kepailitan tidak menyebutkan kriteria
yang dimiliki kreditor. Ketentuan ini diaturdalam utang secara rinddan jelas. Penjeiasan Pasai
Pasai 1848 dan 1849 KUHPerdata. 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun
Penjamin baru menjadi debitor atau 1998 tentang Kepailitan menyatakan: "utang
berkewajiban untuk membayar utang debitor yang tidak dibayar oleh debitor sebagaimana

^^Eiijana. op. cit. Him. 404.

54 JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL 9. FEBRUARI 2002: 51 - 63


Siti Anisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee ...

dimaksud dalam ketentuan ini, adalah utang masih terpoia dengan pengertian utang
pokok atau bunganya." Penjelasan pasal sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor
tersebut dapat ditafsirkan sebagai berikut: 4 Tahun 1998 tentang Kepailltan. Berdasarkan
Pertama, Apabila debitor dalam keadaan pengamatan terhadap putusan peradilan
berhenti membayar utang, maka la dapat nIaga terlihat bahwa peradilan nIaga
dimohonkan untuk dinyatakan paliit; atau menganut penafslran "utang" dalam arti
Kedua, Debitor dalam keadaan berhenti sempit, yaltu utang yang diperjanjikan dalam
membayar bunga pun dapat dimohonkan perjanjian utang-plutang dan bukan timbu!
untuk dinyatakan paillt. akibat perjanjian lain, seperti wan prestasi,
Praktek peradilan berkaltan dengan kasus tuntutan ganti rugi. dan perbuatan melawan
kepailltan sebelum berlakunya Undang- hukum.^®
Undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang Namun, Kartini Muljadi berpendapat
Kepailltan pada umumnya mendalllkan bahwa istllah utang dalam Pasal 1 dan Pasal 212
suatu utang adalah pinjaman uang, balk tunal Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998
maupun kredlt, balk yang dllakukan oleh tentang Kepailltan merujuk pada hukum
kredltor perorangan maupun kredltor yang perlkatan dalam hukum perdata.^®
berbentuk badan hukum yang umumnya Berdasarkan Pasal 1234 KUHPerdata,
adalah bank. Jadl, pengertian utang berasal taglhan"atas suatu prestasi objeknya tidaklah
darl perjanjian pinjam-memlnjam uangJ^ harus berupa sejumlah uang tertentu, tetapl
Praktek di peradilan niaga pun nampaknya dapat juga berupa kewajiban untuk melakukan

"Penafslran Ini berdasarkan k'eberadaan kata "atau" dalam penjelasan Pasal 1ayat (1) Undang-Undang
Nomor4 Tahun 1998 tentang Kepailltan. Kata "atau" mempunyai artI, 1. {menyatakan bahwa) yang satu sama
dengan yang lain; 2. Salah satu dl antara beberapa hal (barang dan sebagalnya); 3. Maupun..., W.J.S.
Poerwodarmintc. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka. Him. 64.
Pengertian utang dalam perbankan dapat diartlkan utang pokok dan bunga, namun dapat pula dlartlkan
sebagai utang pokok saja atau bunga saja. NewsletterHo. 34/!X/September/199B. "Telaah". Him. 45.
^*Lihat Putusan-putusan Pengadllan Negeri Surabaya dan Pengadilan Negeri Semarang yang berkaltan
dengan kepailltan dalam kurun waktu antara 1980 hingga 1994.
"Putusan kontroversial peradilan niaga dalam mendalilkan utang sebagai sumber pailit antara lain: Putusan
Nomor 07/Pailit 1998/PN. Niaga/JkL Pstdalam perkara Drs. Husssein SanI dan Johan Subektl selaku pemohon
(kreditor) dan PT Modern Land Reality Ltd. selaku termohon (debitor). Putusan Mahkamah Agung Nomor 03/
K/N/1998 dalam Perkara Kepailltan dari PT Modem Land Reality Ltd. (pemohon Kasasi 1), PT Bank Intemaslonal
Indonesia (Pemohon Kasasi II/Kreditor lain), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Pemohon Kasasi ll/Kreditor
lain) melawan Drs. Hussein SanI dan Johan Subektl (Termohon Kasasi).
"Kartini Muljadi. "Pengertian dan Prinslp-prinsip Umum Hukum Kepailitan. Dalam Rudhy A. Lontoh, et. al.
2001. Penyelesaian Utang-Piutang melalui Pailit atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Bandung: /^umnl. Him. 78.
" "Tagihan" berasal dari kata "taglh", yang mempunyai art11. Memlnta (memperlngatkan, mendesak)
supaya membayar (piutang, pajak, iuran dan sebagalnya); 2. Menuntut (menggugat) supaya melaksanakan
(apa-apa yang sudah diperjanjikan, dikatakan dan sebagalnya), W.J.S. Poerwodarmlnto.op. cit. Him. 990.
55
sesuatu atau tidakmelakukan sesuatu, bahkan Pertimbangan Hukum Hakim Peradilan
kalau ada kewajiban untuk memberikan Niaga terhadap Perkara Penjaminan
sesuatu pun objeknya tidak harus berupa
"sejumlah uang terlentu".'^"Utang" adalah Apabila pihak debitor maupun penjamin
"perikatan" dalam art! hubungan tertentu atau
tidak dengan sukarela memenuhi utang
debitor, kreditor dapat menempuh jaiur hukum.
kewajiban prestasi tertentuJ®
Pasal 1233 KUHPerdata menggariskan
Berdasarkan hukum perdata ada tiga
kemungkinan yang dapat ditempuh kreditor.^'
kewajiban atau utang dapat timbul dari
Pertama, mengeksekusi jaminan-jaminan
perjanjian atau undang-undang. Beberapa
yang diberikan. Kedua, mengajukan
contoh kewajiban yang timbul dari perjanjian
adalahi^o Pertama, Kewajiban debitor permohonan pemyataan paiiit terhadap debitor
dan atau kepada penjamin. Ketiga,
membayar bunga dan utang pokok kepada
mengajukan gugatan wanprestasi atau cidera
kreditor. Kedua, Kewajiban penjual
janji terhadap debitor dan para penjamin."
menyerahkan mobii kepada pembeli mobii.
Pasal 55 Undang-Undang Nomor4 Tahun
Ketiga, Kewajiban pelaksana konstruksi
1998 tentang Kepaiiitan menentukan
membangun rumah dan menyerahkannya
"Waiaupun sudah ada Perdamaian, para
kepada penguna jasa konstruksi. Keempat,
Kreditor tetap mempunyai Hak terhadap para
Kewajiban penjamin {guarantor) menjamin
Penjamin dan semua pengikut serta utang dari
pembayaran pinjaman debitor kepada kreditor.
Debitur Paiii tersebut." Penjamin tidak dapat
Tidak ada keraguan, bahwa kewajiban
menarik manfaat dari penundaan kewajiban
penjamin melakukan pembayaran pinjaman
pembayaran utang yang tidak diberikan
debitor kepada kreditor merupakan utang.
kepada debitor. Pasal 239 Undang-Undang

^®J. Satrio. 1993. Hukum Perikatan, Perikatan padaUmumnya. Bandung: Alumni. Him. 25.
Satrio. 1996. Hukum Perikatan tentang Hapusnya Perikatan. Bagian 2. Bandung: CItra Aditya
Bakti. Him. 69.
^Kartinl Muljadi. ioc. cit. Lihat pula Jery Hoff. Terjemahan Kartini Muljadi. 2000. Undang-Undang
Kepaiiitan di indonesia. Jakarta: Tatanusa.
^'Ibid.
^Erman Rajagukguk. 2Desember 1995. "Corporate Guarantee sebagai Salah Satu Bentuk Penjaminan".
One Day Seminar Resiko dan Pengamanan Bank Guarantee, Corporate Guarantee &PersonaiGuar
antee. Surabaya: Finance Association Surabaya.

56 JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL 9. FEBRUARI 2002:51 - 63


Siti Anisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee ...

Nomor 4 Tahun 1998 tentang Kepaiiitan Usaha Bersama Sekuritas. Oleh karena itu
mehyatakan "Penundaan Pembayaran tidak utang kepada Bank Pikko yang diakui sebagai
berlaku untuk keuntungan parapesertaDebitor utang PT Usaha Bersama Sekuritas
dan para Penjamin." merupakan utang dari penjamin, disamping
itu penjamin terbukti mempunyai 2 (dua)
kreditor. Berdasarkan dalil-dalil itu, maka
Putusan Nomor 12/Pailit/1998/PN.Niaga/ debitor dinyatakan pailit karena utang yang
Jkt. Pst.: PT Astria Raya Bank (dik)
berasal dari perjanjian penjaminan.
sebagai pemohon (kreditor) melawan
Judiono Tosin dan Drs. Yanes Nalbaho
sebagai termohon (debitor) Putusan Nomor 02/KN/1999 dalam
Permohonan Kasasi PT Kutai
Utang timbul dari jaminan pribadi debitor
Kartanegara Prima Coal & Ny. IswatI
terhadap perjanjian kredit. Utang tersebuttelah
Sugianto sebagai Pemohon Kasasi
jatuh waktu dan dapat ditagih terhadap
(Debitor) melawan Hasim Sutlono & PT
perjanjian kredit Nomor 057/PRK/ABA/II/94. 4
IntI Utama sebagai Termohon Kasasi
Juli 1994. Perjanjian itu berlaku selama 12
(Kreditor)
(duabelas bulan) bulan, dan debitor
mempunyai kreditor lain selain kreditor Utang berawal dari kesanggupan PT Kutai
pemohon pernyataan pailit. Debitor Kertanegara Prima Coal (PT KKPC) untuk
mendaiilkan antara perjanjian kredit 4 Juli mengembalikan pinjaman sebesar Rp
1994 dengan perjanjian penjaminan pribadi 1,000,000,000 + 2 % bunga per buian kepadb
7 April 1994 tidak ada hubungannya, namun Hasim Sutiono, terhitung sejak 11 Juli 1966
majelis hakim berpendapat bahwa suatu dan pembayaran harus dilakukan selambat-
perjanjian penjaminan adalah suatu iambatnya 25 September 1997. Ny. iswanti
pelengkap dari suatu perjanjian pokok, dalam Sugianto bertindak sebagai guarantor atas
hal in! yaitu perjanjian kredit. Perjanjian pengembalian uang tersebut.
penjaminan in! menyatakan penjamin telah Pada mulanya penyetoran uang Rp
meiepaskan segala hak-hak pendahuluan dan 1,000,000,000; sebagai uang kesungguhan
hak istimewa serta eksepsi yang diberikan yang akan disetor kepada Departemen
undang-undang terhadap penjamin. Pertambangan dalam rangka kerjasama
Debitor selaku penjamin dalam perkara pengoperasian PT KPPC, yang akan
ini menolak mempunyai kreditor lain, selain menempatkan Hasim Sutiono sebagai
kreditor pemohon pailit, dan kreditor lain yakni pemegang saham sebesar 61% dan akan
Bank Pikko yang dinyatakan oleh kreditor duduk sebagai, pengurus. Ternyata, hal
pemohon pailit sebagai kreditor lain adalah tersebut diingkari oleh PT KPPC melaiui Ny.
kreditor dari PT Usaha .Bersama Sekuritas. Iswati Sugianto, sehingga pembayaran Rp
Majelis hakim Pengadilan Niaga berpendapat 1,000,000,000; disepakati menjadi utang PT
bahwa para termohon bertindak dalam dua KPPC kepada Hasim Sutiono dan Ny. Iswati
kedudukan, yaitu sebagai penjamin dan juga Sugianto bertindak sebagai guarantor.
sebagai presiden komisaris dan direktur PT Sehingga, hubungan hukum yang terjadi

57
adalah hubungan utang piutang yang disebut KUHPerdata.
dalam Pasai 1763 KUHPerdata dan utangnya Penempatan debitor sebagai Termohon
pada saat diajukan permohonan sudah jatuh I, menjadikan: Pertama, tidak perlu
tempo. dipermasalahkan apakah dalam perjanjian
PT KPPC menerima uang dari PT Inti penjamlnan dicantumkan klausula supaya
Utama sebesar Rp 500,000,000; yang semula harta debitor terlebih dahulu disita dan dijual
merupakan jual beli saham antara PT KPPC (klausula voorrecht van uitwinning) dalam
dengan PT Inti Utama. Karenajual belitersebut Pasai 1831 KUHPerdata. Kedua, tidak periu
tidak terjadi, maka sesuai dengan yang dipermasalahkan apakah dalam pemeriksaan
disepakati, Ny. Isti Sugianto bertindak sebagai sidang pihak penjamin mengajukan tangkisan
guarantor, yaitu berkedudukan sebagai voorrecht dan uitwinning berdasarkan Pasai
penjamin pribadi {personal guarantor). 1831 KUHPerdata.
Berdasarkan ciri ataukarakter penjamlnan Penerapan Pasai 1831 jo. Pasai 1833
dalam Pasai 1820 KUHPerdata, maka pada KUHPerdata juga semakin tidak relevan
diri Ny. iswatl Sugianto meiekat secara identik dipermasalahkan dalam kasus ini. Hal ini
perjanjian pokok sebagaimana meiekat pada sesuai dengan dengan ketentuan Pasai 1832
debitor atau PT KKPG. Dengan sendirinya angka 4 KUHPerdata yang menegaskan
menurut hukum, utang piutang yang dipikulkan bahwa guarantor {borgtocht) tidak dapat
kepada PT KKPG sama hakikatnya terhadap menuntut supaya harta benda debitor yang
diri Ny. Iswati Sugianto dalam kedudukannya •lebih disita dan dijual {voorecht uitwinning),
sebagai guara/rfor. .Dengan demikian, jika apabiia debitor berada dalam keadaan paiiit.
debitor tidak meiaksanakan kewajibannya Bertitiktolak dari ketentuan pasai tersebut,
terhadap kreditor, maka penjamin dapat debitor diajukan dalam keadaan insolvensi
dituntut untuk meiaksanakan kewajiban debitor. sekallgus menempatkan guarantor sebagai
Mahkamah Agung berpendapat bahwa Termohon ii, maka apabiia permohonan
penerapan Pasai 1831 dan 1833 KUHPerdata dikabulkan dengan menyatakan debitor paiiit,
dalam kasus ini tepat, para kreditor tidak berarti pengabulan meliputi diri Ny. Iswati
menempatkan penjamin sebagai pihak yang Sugianto sebagai penjamin sesuai dengan ciri
ditarik langsung secara berdiri sendiri Pasai 1820 KUHPerdata; pernyataan paiiit
menduduki status debitor kepada para kreditor meliputi harta kekayaan guarantor; dan serta
melaiui proses paliit. Namun, para kreditor merta hilang hak voorrecht van uitwinning yang
dalam permohonan pernyataan pailit tetap diberikan Pasai 1831 jo.. Pasai 1833
menempatkan debitor sebagai Termohon I. KUHPerdata kepada penjamin berdasarkan
Dengan cara ini, penyitaan harta paiiit ke Pasai 1832 angka 4 KUHPerdata.
dalam boedel paiiit, tetap didahuiukan Dasar pertimbangan hukum hakim juga
terhadap harta kekayaan debitor, sedangkan menyatakan bahwa sesuai dengan ciri atau
penyitaan terhadap harta penjamin baru prinsip guarantoryang digariskan Pasai 1820
dilakukan apabiia ternyata harta kekayaan KUHPerdata dapat dituntut sekallgus debitor
debitor tidak ada atau tidak mencukupi, bersama-sama dengan semua guarantors.
sebagaimana diatur dalam Pasai 1833 Gara ini lebih menjamin terpenuhinya

58 JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL. 9. FEBRUARI2002: 51 - 63


S'rti Anisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee ...

kepentingan kreditor akantetapi kreditor dapat Kewajiban PT AJI menurut Akte Penjaminan
atau berhak memilih guarantor mana yang 6 Mei 1997 merupakan kewajiban yang sifatnya
hendakditarik atau dituntut tanggung jawabnya. langsung kepada kreditor visa-vis semua
Apabila ada beberapa guarantor, make pemegang surat sanggup lainnya, sehingga
kreditor berhak hanya menarik seorang saja PT AJI sebagai penjamin telah berutang
dari para guarantor, walaupUn hak itu dapat kepada semua pemegang suratsanggup. Hal
menimbulkan kerugian pada pihak kreditor. ini disanggupi penjamin sendiri, yang telah
menyatakan setuju ' sebelumnya untuk
melepaskan segala hak-hak istimewa yang
Putusan Nomor 33 K/N/1999 dalam
diberikan KUHPerdata terhadap kedudukannya
Kasasi Chinatrust Commercial Bank
sebagai penjamin, termasuk (namun tidak
sebagai Pemohon Kasasi (Kreditor)
terbatas) pada Pasal-pasal: 1430,1821,1830,
melawan PT Asuransi Jasa Indonesia
1831, 1833, 1837, 1838, 1843, 1847, 1848,
(Persero) sebagai Termohon Kasasi
1849, 1850 KUHPerdata.
(Debitor) Pelepasan hak-hak istimewa tersebut
PT Asuransi Jasa Indonesia (PT AJI) mengakibatkan status penjamin sebagai pihak
adalah penjamin utang {borg atau guarantoi) yang bertanggungjawab langsung guna
atas SuratSanggup Atas Bawa yang dinyatakan memenuhi segaia kewajiban debitor yang
dalam bentuk Global Note; yang dikeluarkan timbul berdasarkan surat sanggup. Ketika
oleh'PT Tripatria Citra Sarana (Tripatria) terjadi perpanjangan waktu pembayaran surat
sebagai debitor dengan jumlah keseluruhan sanggup, penjaminan pun berlanjut, yaitu
US$ 50,000,000; berdasarkan suatu Deed of dengan ditandatanganinya akta perjanjian dan
Guarantee (Akta Penjaminan) 6 Mei 1997 jaminan {deed of covenant and guarantee)
yang telah dibuat dan ditandatangani PT AJI. oleh penjamin Agustus 1998.
Surat sanggup atas bawa tersebut dikeluarkan Dengan demikian, kewajiban PT AJi untuk
dengan perjanjian Fiscal Agency Agreement membayar utang PT Tripatria timbul karena
(Perjanjian Keagenan.Fiskal) 6 Mei 1997 yang persetujuan dan pengikatan diri yang
dibuat.an ditandatangani oleh Tripatria, PT dilakukan PT AJI sebagai penjamin {borgtoch
AJI dan Union Bank of Zwitzerland, cabang atau guarantee). PT Tripatria dijamin
Singapura sebagai Fiskal Agen. sepenuhnya oleh PT AJI dengan
Chinatrust Commercial Bank sebagai mengenyampingkan hak-hak istimewa, yang
pemegang surat sanggup yang beritikad baik berarti dapat dituntut secara tanggung renteng,
membeli sebagian dari surat sanggup senilai termasuk dimohonkan pailit setelah tidak ada
US$ 5,000,000; yang pembayaranna dijamin pembayaran, baik dari debitor maupun
sepenuhnya tanpa dapat ditarik kembali dan penjamin walaupun utangnya telah jatuh
tanpa syarat oleh PT AJI, melalui Union Bank tempo dan dapa ditagih.^^
ofSwitzerland, cabang Singapura 14 Mei 1997.

"Putusan Mahkamah Agung Nomor 02 K/N/1999 dan Nomor 22K/N/1999 membenarkan penerapan
hukum atas penjaminan tersebut.

5^
Putusan Mahkamah Agung dalam kasus menaglh agar debitor membayar utangnya,
ini adalah menolak permohonan pemohon namun debitor tidak mengindahkan dengan
kasasi (Chinatrust Commercial Bank), alasan adanya surat pernyataan dan jamlnan
meskipun syarat permohonan pernyataan palit darl Heniy Liem dan Hendry Llem.
terpenuhi, yaitu debitor mempunyai dua atau Dasar pertimbangan hukum Majelis
lebih kreditordan salahsatu utang debitor telah Hakim Pengadilan Niaga dalam Putusan
jatuh tempo dan dapat ditagih. Mahkamah Nomor 58/PAILIT/1999/PN.Niaga/Jkt.Pst, 28
Agung memberikan tambahan pertimbangan September 1999, menyatakan bahwa
hukum: Pertama, bahwa pemohon pallit tidak pernyataan dan jaminan 30 Maret 1995 yang
memenuhi ketentuan Pasal 6 ayat (3) Undang- dibuat dan ditandatangani Henry Llem dan
Undang Nomor4 Tahun 1998 tentang.Kepaiiltan, Hendry Liem yang bertlndak selaku Presiden
karena pembuktian ternyata tidak sederhana. Komisaris dan Direkturdari dan oieh karenanya
Kasus ini berkaitan dengan hukum Inggris untuk dan atas nama PT Astria Bank, disebut
sesuai dengan perjanjian antara Chinatrust penjamin.
Commercial Bank dengan PT Asuransi Jiwa Terhadap sifat, Isl dan bentuk pemyataan
Indonesia (Persero). Hakim Mahkamah Agung dan jamlnan yang dibuat Henry Liem dan
berpendapat pokok sengketa harus masih Hendry Liem harus tunduk kepada ketentuan
dibuktikan di Pengadilan Negeri (Perdata). Pasal 1820, Pasal 1821 ayat (1), Pasal 1822
Kedua, PT Asuransi Jiwa Indonesia KUHPerdata tentang penanggungan utang
(Persero) bergerak daiam usaha asuransi, yang intlnya: Pertama, adanya perjanjian
yang mempunyai peraturan khusus dalam penjaminan tergantung pada perjanjian pokok.
kepailltan. Berdasarkan Pasal 1 angka 14, Kedua, jika perjanjian pokok itu batal, maka
Pasal 17, dan Pasal 20 ayat (4) Undang- perjanjian penjaminan Ikut batal. Ketiga, jlka
Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha perjanjian pokok hapus, maka perjanjian
Perasuransian, permohonan pernyataan pallit penjaminan ikut hapus. Keempat, tak ada
hanya dapatdiajukan melalul Menteri Keuangan. penjaminan tanpa adanya perutangan pokok
yang, sah. Kqlima, besarnya penjaminan tidak
akan melebihl besarnya perutangan pokok.
Putusan Nbmor 35 K/N/1999 dalam
Dari perjanjian perpanjangan kredit 10
Kasasi Tim Ltkuidasi PT Astria Raya
April 1997 ternyata PT Astria Raya Bank
Bank (dalam Likuidasi) sebagai
sebagai kreditor dan PT Asia Kapitalindo Fi
Pemohon Kasasi (Kreditor) melawan PT
nance sebagai debitor atas utang sebesar Rp
Asia Kapitalindo Finance sebagai
5,850,000,000; Quod nan PT Astria Raya
Termohon Kasasi (Debitor)
Bank sebagai penjamin terhadap debitor
Debitor (PT Asia Kapitalindo Finance) termohon kasasi, maka perjanjian pokoknya
berutang pada kreditor (PT Astria Raya Bank) adalah perjanjian kredit, sedangkan perjanjian
sebesar Rp 11,306,550,353 yang bersumber tambahan adalah pernyataan dan jaminan
dari pinjaman promes lembaga pembiayaan tersebut. Adanya perjanjian penjaminan
dan pinjaman tetap. Utang tersebut telahjatuh tergantung pada perjanjian pokok, sehingga
tempo 9 April 1998. Kreditor beberapa kali berakhirnya perjanjian pokok menyebabkan

60^ JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL 9. FEBRUARI2002: 51 - 63


S/f/ An'isah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee...

perjanjian penjaminan ikut berakhir. Putusan Nomor 39 K/N/1999: PT Deemte


Majelis hakim pengadilan niaga menolak Sakti Indo sebagai Pemohon Kasasi (Debitor)
permohonan pernyataan paiiit PT Astria Raya meiawan PT Bank Kesawan sebagai
Bank dalam dasar pertimbangan hukumnya, Termohon Kasasi (Kreditor)
yaitu untuk menilai dan membatalkan surat PT. Dharmala Reaiindo teiah berutang
bukti pernyataan dan jaminan yang nyata-nyata pada PT Bank Keawan sebesar Rp
ditandatangani oleh Preslden Komisaris dan 9,015,479,476 yang terdiri dari utang pokok,
Direktur PR Astria Raya Bank tidak tepat bunga tertunggak, bunga OD. Utang tersebut
dilakukan dalam proses perkara kepailitan bersumber dari Perjanjian Kredit Nomor 22/
karena sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat DL-V/BK-97,7 Mei 1997 dan Akta Pengakuan
(3) Undang-Undang Nomor 4Tahun 1998 tentang Utang Nomor 48. Pasai 6 huruf b perjanjian
Kepailitan, proses pembuktian adalah secara kredit tersebut menyatakan PT Deemte Sakti
sederhana, sehingga pembataian pernyataan Indo memberikan jaminan berupa corporate
dan jaminan selayaknya diajukan pada proses guarantee dengan meiepaskan ,hak-hak
perdata biasa oleh pengadiian negeri. istimewanya, sehingga dengan tidak dibayarnya
Untuk meiihat keabsahan pernyataan utang-utang PT Dharmaia Reaiindo, maka PT
jaminan yang dlbuat Henry Liem dan Hendry Deemte Sakti Indo sebagai guarantor menjadi
Liem dapat dilihat dari pernyataan dan jaminan berkedudukan sebagai debitor. Karena debitor
yang menyatakan: "serta tidak dapat dicabut tersebut teiah . meiepaskan hak-hak
atau dibataikan karena sebab apapun juga". istimewanya, maka kreditor dapat langsung
Hai itu tidak bertentangan dengan dengan mengajukan permohonan pernyataan.paiiit.
ketentuan Pasai 1338 ayat (2) KUHPerdata Disamping adanya utang yang teiah jatuh
yang menyatakan suatu perjanjian tidak dapat tempo dan dapat ditagih, debitor terbukti
ditarik kembaii selain dari sepakat kedua beiah mempunyai kreditor iain yaitu PT Bank Mandiri.
pihak, atau karena aiasan-aiasan yang oieh Terhadap fakta tersebut, hakim pengadiian
undang-undang dinyatakan untuk itu. niaga meiaiui Putusan Nomor 59/PAiLIT/1999/
Mahkamah Agung menguatkan putusan PN.Niaga/JktPst. 5Oktober 1999 menyatakan
pengadiian piaga dengan menolak permohonan PT Deemte Sakti Indo paiiit.
PT Astria Raya Bank, dengan dasar pertimbangan Mahkamah Agung menguatkan putusan
bahwa tuntutan utang tidak dapat didasarkan pengadiian niaga tersebut dengan dasar
pada hanya isi promes yang dibuat PT Asia pertimbangan antara lain berdasarkan Pasal
Kapitalindo Finance, karena PT Asia 1832 ayat (1) KUHPerdata, guarantor Wdak
Kapitalindo Finance bukan merupakan debitor dapat meriggunakan haknya sebagaimana
yang bertanggungjawab atas tagihan In casu dimaksud dalam Pasal 1831 apabiia telah
fasilitas kredit dari PT Astria Raya Bank telah meiepaskan hak-hak istimewanya, sehingga
digunakan oleh suatu perusahaan lain yang kreditor dapat secara langsung menuntut
secara nyata dijamin oleh Preslden Komisaris guarantor (debitor) untuk memenuhi
dan Direktur PT Astria Bank. kewajibannya."

2*Lihat pula Putusan Mahkamah Agung Nomor 25 K/N/1999


61
Simpulan Rajagukguk, Erman. 2 Desember 1995. "Cor
Permohonan pernyataan pailit guarantor porate Guarantee sebagai Salah Satu
dapat langsung diajukan ke pengadilan niaga, Bentuk Penjaminan". One Day Semi
ketika guarantor telah melepaskan hak-hak nar Resiko dan Pengamanan Bank
istimewanya. Pelepasan hak-hak istimewa Guarantee, Corporate Guarantee &
guarantor menjadikan tidak dibayarnya utang- Personal Guarantee. Surabaya: Fi
utang debitor (yang dijamin), guarantor nance Association Surabaya.
menjadi berkedudukan sebagal debitor. Satrio.J. 1993. Hukum Perikatan, Perikatan
Konsekuensinya, apabila syarat permohonan pada Umumnya. Bandung: Alumni.
pernyataan pailit terpenuhi, yaitu debitor Him. 25.
mempunyai lebih dad satu orang kreditor dan
salah satu utangnya telah jatuh tempo dan . 1996. Hukum Perikatan tentang
' Hapusnya Perikatan. Bagian 2.
dapat ditagih, maka kepailitan dapat
Bandung: Citra Aditya Bakti.
dijatuhkan kepada guarantor.
Muljadi, Kartini. "Pengertian dan Prinsip-
Daftar Pustaka prinsip Umum Hukum Kepailitan.
Dalam Rudhy A. Lohtoh, et. al. 2001.
Elijana, "Proses Mengajukan Permohonan Penyelesaian Utang-Piutang melalui
Pailit terhadap Guarantor dan Holding Pailit atau Penundaan Kewajiban
Company". Dalam Rudhy A. Lontoh, et. Pembayaran Utang. Bandung: Alumni
al. 2001. Penyelesaian Utang-Piutang
mslafui Pailit atau Penundaan Newsletter No. 34/IX/September/1998.
Kewajiban Pembayaran Utang. "Telaah".
Bandung: Alumni. Setiawan. 2 Desember 1995. "Beberapa
Himawan, Charles. Kompas. 19 Oktober Catatan tentang Personal Guarantee"
1998. One Day Seminar Resiko dan
Pengamanan Bank Guarantee, Cor
Hoff, Jery. Terjemahan Kartini Muljadi. 2000. porate Guarantee & Personal Guar
Undang-Undang Kepailitan di antee. Surabaya: Finance Association
Indonesia. Jakarta: Tatanusa. Surabaya
http://mediaindq.i-2.co.id/konsultasi/ Subekti. 1985. Kitab Undang-Undang
hukum.asp?view=216&rubrikjd-1. Hukum Perdata Burgerlijk Wetboek
Nusantara, Abdul Hakim Garuda & Benny K. dengan tambahan Undang-Undang
Harman. 2000. Analisis Kritis Pokok Agraria dan Undang-Undang
Putusan-putusan Pergdiian Niaga. Perkawinan.Jakarta: Pradnya Paramita
Jakarta: Cinles. Toemion. Theo F. Kompas. 11 November
Poerwodarminto, W.J.S. 1976. Kamus Umum 1999.
Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.

62 JURNAL HUKUM. NO. 19 VOL 9. FEBRUARI2002:51 - 63


Siti Anisah. Personal Guarantee dan Corporate Guarantee...

Tumbuan, Fred B.G. "Kepailitan dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 02 KN/
Penundaan Pembayaran Dikaitkan 1999.'
dengan Kedudukan Hukum Guarantor". Putusan Mahkamah Agung Nomor 22 K/N/
Dalam Rudhy A. Lontoh, et. al. 2001. 1999.
Penyelesaian Utang-Piutang melalui
Pailit atau Penundaan Kewajiban Putusan Mahkamah Agung Nomor 25 K/N/
Pembayaran Utang. Bandung: Alumni. 1999.

Putusan Peradilan Niaga. Putusan Mahkamah Agung Nomor 33 K/N/


1999.
Putusan Pengadiian Niaga Nomor 07/Pailit
1998/PN. Niaga/Jkt.Pst. Putusan Mahkamah Agung Nomor 35 K/N/
1999.
Putusan Pengadiian Niaga Nomor 12/Pailit/
"1998/PN. Niaga/Jkt. Pst. Putusan Mahkamah Agung Nomor 39 K/N/
1999.

63