Anda di halaman 1dari 3

NAMA : FERDY WAHYU RAMDHANI

NIM : 2513181011
KELAS : TI.A

FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah pendekatan sistematik yang menerapkan
suatu metode pentabelan untuk membantu proses pemikiran yang digunakan oleh engineers
untuk mengidentifikasi mode kegagalan potensial dan efeknya. FMEA merupakan teknik
evaluasi tingkat keandalan dari sebuah sistem untuk menentukan efek dari kegagalan dari
sistem tersebut. Kegagalan digolongkan berdasarkan dampak yang diberikan terhadap
kesuksesan suatu misi dari sebuah sistem.
FMEA merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa keandalan suatu sistem dan
penyebab kegagalannya untuk mencapai persyaratan keandalan dan keamanan sistem, desain
dan proses dengan memberikan informasi dasar mengenai prediksi keandalan sistem, desain,
dan proses. Terdapat lima tipe FMEA yang bisa diterapkan dalam sebuah industri
manufaktur, yaitu :

 System, berfokus pada fungsi sistem secara global


 Design, berfokus pada desain produk
 Process, berfokus pada proses produksi, dan perakitan
 Service, berfokus pada fungsi jasa
 Software, berfokus pada fungsi software

Secara umum, FMEA (Failure Modes and Effect Analysis) didefinisikan


sebagai sebuah teknik yang mengidentifikasi tiga hal, yaitu :

 Penyebab kegagalan yang potensial dari sistem, desain produk, dan proses
selama siklus hidupnya.
 Efek dari kegagalan tersebut.
 Tingkat kekritisan efek kegagalan terhadap fungsi sistem, desain produk, dan
proses.(https://qualityengineering.wordpress.com/2008/06/29/failure-mode-
and-effect-analysis-fmea/)

Para ahli juga memiliki beberapa definisi mengenai failure modes and effects
yaitu:
 Menurut Roger D. Leitch, definisi dari failure modes and effect analysis
adalah analisa teknik yang apabila dilakukan dengan tepat dan waktu yang
tepat akan memberikan nilai yang besar dalam membantu proses pembuatan
keputusan dari engineer selama perancangandan pengembangan. Analisa
tersebut biasa disebut analisa “ bottom up ”, seperti dilakukan pemeriksaan
pada proses produksi tingkat awal dan mempertimbangkan kegagalan sistem
yang merupakan hasil dari keseluruhan bentuk kegagalan yang berbeda.
 Menurut John Moubray, definisi dari failure modes and effect analysis adalah
metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bentuk kegagalan yang
mungkin menyebabkan setiap kegagalan fungsi dan untuk memastikan
pengaruh kegagalan berhubungan dengan setiap bentuk kegagalan.

(https://www.coursehero.com/file/p22osh1/Para-ahli-memiliki-beberapa-
definisi-mengenai-failure-modes-and-effect-analysis/)

CONTOH KASUS FMEA PERMASALAHAN:

 PT INKA Madiun menerapkan sistem Make to Order dalam menjalankan


bisnis perusahaannya dengan duration yang sudah ditentukan. Perusahaan ini
bergerak di bidang manufacturing kereta api, jasa perawatan besar (overhall)
kereta api, perdagangan lokal, impor & ekspor barang dan jasa yang
berhubungan dengan perkeretaapian, produk pengembangan selain kereta api
(diversifikasi). PT INKA Madiun pada periode 21 September 2006 sampai
dengan 28 Februari 2007 sedang melaksanakan proyek manufacturing carbody
kereta penumpang ekonomi (K3) sebanyak 6 gerbong pesanan dari PT KAI.
Kondisi yang muncul di fabrikasi ternyata ada keterlambatan delivery carbody
kereta penumpang ekonomi (K3) yang berpengaruh di bagian proses finishing
yang dikerjakan oleh divisi kereta api. Pengerjaan kereta penumpang ekonomi
(K3) dibedakan menjadi dua tempat yaitu di divisi manufaktur serta di divisi
kereta api. Tiap tempat tersebut memberikan kontribusi sebesar 50% dalam
pengerjaan manufacturing kereta penumpang ekonomi (K3).

CONTOH KASUS FMEA ANALISA PERMASALAHAN:

 Yang menjadi fokus amatan penelitian ini adalah di divisi manufaktur yang
memproduksi carbody kereta penumpang ekonomi (K3). Dalam penelitian ini
akan dilakukan identifikasi, analisis, evaluasi serta penanganan risiko terhadap
keterlambatan delivery carbody kereta penumpang ekonomi (K3) pada divisi
manufaktur. Identifikasi risiko dilakukan oleh focus group dengan
memperhatikan key performance indicator divisi manufaktur serta aliran fisik
dan informasi proses manufacturing carboy kereta penumpang ekonomi(k3).
Kemudian dilakukan analisis risiko dengan dengan FMEA (Failure Mode and
Effect Analysis). Hasil pengukuran ini belum dapat dijadikan acuan dalam
menentukan level risiko, oleh karena itu dilakukan evaluasi risiko dengan
menggunakan peta level risiko yang didesain secara khusus untuk hasil
pengukuran dengan FMEA. Melalui pemetaan ini, didapat level untuk tiap
risiko sehingga dapat ditentukan penanganan terhadap risiko tersebut.dan
dilakukan penanganan risiko dengan pendekatan value management.
Kesimpulan:Dari hasil penelitian didapatkan dua belas risiko yang berpotensi
mempengaruhi keterlambatan delivery carbody kereta penumpang ekonomi
(K3). Tiga belas agen risiko pada level BA. Sepuluh agen risiko pada level
ALARP sehingga memerlukan analisis lanjut untuk penanganan.

(https://docplayer.info/40232986-Fmea-konsep-contoh-kasus.html)