Anda di halaman 1dari 2

EKOTON Vol. 2, No.

1: 1-2, April 2002 ISSN 1412-3487

EDITORIAL

LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBERDAYA ALAM YANG SEMAKIN


RUSAK DAN MENGANCAM KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN MANUSIA
INDONESIA

Veronica A. Kumurur

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (PPLH-SDA)


Lembaga Penelitian, Universitas Sam Ratulangi

Semakin banyak kajian tentang lingkungan hidup dan sumberdaya alam (SDA) di
sekitar kita, akan semakin banyak pula informasi dan pengetahuan dalam rangka
mengelola dan melestarikan lingkungan hidup kita.

Sumberdaya alam (SDA) adalah aset alami Eksploitasi emas sebagai sumberdaya
penopang keberlanjutan lingkungan hidup alam yang tidak dapat dibaharui di wilayah
kita di bumi ini. Pengelolaannya sangat Tatelu Minahasa dan Ratatotok Sulawesi
diperlukan untuk menjaga kelestarian Utara (Sulut) oleh masyarakat lokal maupun
siklus-siklus alamiah agar tidak terputus dan investor telah memberikan dampak
musnah. Berbagai upaya mesti dilakukan tercemarnya lingkungan dimana hal tersebut
untuk mewujudkan suatu pengelolaan yang telah dideteksi pada buah kelapa (komoditi
baik dan sesuai dengan kondisi alam tempat andalan Sulut) di wilayah Tatelu dan
kita tinggal (tipologi lingkungan). tercemarnya daerah aliran Sungai Buyat oleh
Kondisi SDA yang kita miliki saat ini merkuri (Hg).
semakin terdegradasi dari waktu ke waktu Perubahan tataguna lahan yang terjadi
seiring dengan pesatnya kegiatan di Pantai Sepanjang Pantai Ujong Blang
pembangunan ekonomi, yang secara Lhokseumawe telah mengakibatkan berku-
langsung mempengaruhi keberlanjutan rangnya zona (area) kawasan lindung berupa
pembangunan yang sedang terjadi saat ini. sempadan pantai. Akibatnya, kondisi pantai
Terbangunnya lingkungan-lingkungan Ujong Blang akan banyak menerima
buatan seperti kota, desa dan berbagai wadah tekanan-tekanan akibat kegiatan manusia
untuk menampung segala macam aktifitas secara langsung. Perubahan fungsi
manusia, semakin hari semakin menganggu penggunaan lahan sempadan pantai tersebut
kenyamanan manusia itu sendiri. Misalnya, merupakan faktor yang sangat kuat untuk
penelitian tentang pengaruh iklim terhadap mempercepat proses erosi (abrasi) pantai.
perubahan termal rumah masyarakat di Degradasi lingkungan lainnya, seperti
Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat, terjadinya pendangkalan Danau Tondano di
yang diakibatkan oleh berubahnya model Minahasa, yang merupakan aset alam yang
hunian dan berkembangnya kebutuhan akan sangat penting di daerah ini. Penggundulan
tempat tinggal. Dengan keberadaan rumah- hutan untuk dijadikan lahan perkebunan
rumah yang telah mengalami perubahan telah menjadi salah satu penyebab tingginya
bentuk ini, secara langsung mempengaruhi erosi di sekitar danau tersebut. Berbagai
iklim mikro kampung tersebut. upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan
danau ini, seperti penerapan pupuk organik
____________________________________________________________
© Pusat Penelitian Lingkungan Hidup & Sumberdaya Alam (PPLH-SDA),
Lembaga Penelitian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia,
April 2002
2 EDITORIAL

EM-plus bagi petani di kawasan DAS Pada kesempatan ini, redaksi


Tondano khususnya bagi petani wanita. Hal mengucapkan banyak terimakasih kepada
ini telah memperlihatkan potensi menekan UCE-CEPI yang telah bekerjasama dan
tingkat penggunaan pupuk kimia oleh petani, membantu dalam mewujudkan 2 edisi
namun dari penelitian yang dilakukan, sebelumnya. Terimakasih pula disampaikan
keberhasilan program ini masih harus kepada para penulis, yang telah
ditindaklanjuti dengan kampanye mempercayakan artikelnya untuk diterbitkan
menyeluruh terhadap para petani yang masih di media ini.
sangat bergantung pada pupuk kimia. Diberikan kesempatan bagi penulis-
Partisipasi masyarakat khususnya penulis yang berasal dari universitas-
yang tinggal di wilayah pesisir pantai universitas Negeri dan Swasta di Manado,
Sulawesi Utara telah nyata dilakukan oleh Minahasa, Bolaang Mongondow, Gorontalo,
berbagai pihak yang didampingi oleh juga bagi penulis-penulis yang berasal dari
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di luar Sulawesi Utara yang memiliki Pusat
dalam upaya melindungi sumberdaya alam Studi Lingkungan Hidup, juga dari
laut seperti karang, dan biota-biota laut Universitas Patimura Maluku dan
lainnya. Universitas Cendrawasih Papua, untuk
Berbagai kegiatan pengrusakan SDA mengirimkan artikel-artikel yang berkaitan
dan Lingkungan Hidup telah berlangsung di dengan masalah lingkungan hidup
beberapa daerah di Indonesia seperti sekitarnya.
Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Sumatera Akhirnya, rasa bangga disampaikan
Utara yang secara umum telah mewakili bagi para pembaca, jika “Jurnal Ekoton” ini
kondisi SDA dan Lingkungan Hidup di menjadi salah satu media informasi ilmiah
Indonesia, kini semakin mengancam yang penting untuk dimiliki, karena
keberadaan manusia penghuni bumi “informasi adalah kekuatan”. Mari kelola
Indonesia ini. Pengelolaan sumberdaya alam dan lestarikan sumberdaya alam dan
sangat dibutuhkan dan sangat mendesak lingkungan hidup bagi generasi mendatang!
dalam upaya melestarikan sumberdaya alam
yang kita miliki bersama.
Dalam edisi ketiga (Volume 2, Nomor
1, Tahun 2002) ini, ditampilkan 8 artikel
hasil penelitian dan 4 artikel tinjauan
lingkungan. Ada keinginan untuk dapat
menampilkan penelitian-penelitian dan
kajian-kajian lingkungan yang ditinjau dari
berbagai disipilin ilmu (mulitidisipliner),
namun pada edisi ini belum dapat terealisasi
sempurna, sebab artikel (Hasil Penelitian
dan Kajian Lingkungan) di bidang ekonomi,
kesehatan dan hukum belum diterima. Kami
berharap di lain waktu artikel-artikel tersebut
dapat melengkapi edisi mendatang (Oktober
2002) dan lebih menambah keanekaragaman
informasi yang bernuansa lingkungan hidup
dan sumberdaya alam.