Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka obesitas semakin meningkat di usia anak. Menurut laporan

WHO (World Health Organization) 2014 prevalensi obesitas pada anak di

duniadiperkirakan mencapai jumlah 41 juta, obesitas pada anak juga

meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah

khususnya di perkotaan. Pada artikel disitus WHO tahun 2014 juga

menjelaskan bahwa hampir dari setengah anak yang menderita obesitas

berada di Asia

Obesitas adalah suatu penyakit serius yang dapat menyebabkan

masalah emosional dan sosial. Seorang dikatakan overweight bila berat

badannya 10% sampai dengan 20% berat badan normal, sedangkan

seseorang disebut obesitas apabila kelebihan berat badan mencapai lebih

20% dari berat normal. Obesitas saat ini menjadi permasalahan dunia

bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan

sebagai epidemic global (WHO, 2016).

Departemen kesehatan gizi WHO tahun 2010 melaporkan prevalensi

obesitas pada anak yang terus meningkat dari tahun 1990 terdapat 13 juta

anak yang tergolong obesitas sampai pada tahun 2000 meningkat menjadi

14 juta dan terus meningkat hingga tahun 2010 menjadi 18 juta anak di

Asia yang mengalami obesitas. Data base UNICEF (United Nations

Children’s Fund) tahun 2012 memaparkan angka obesitas pada anak di

1
2

Indonesia menduduki peringkat ke 7dengan jumlah anak obesitas 14%,

setelah Albania, Libya, Egypt, Georgie, Republik Syrian Arab, dan

Armenia. Pada tahun 2011 bahkan Indonesia menduduki peringkat 1

dengan jumlah anak obesitas 2.968.000 anak. Data RISKESDAS tahun

2007 angka obesitas anak mencapai 9,5% menurun menjadi 7,0% pada

tahun 2010 dan pada tahun 2013 secara nasional menunjukkan angka

obesitas pada anak usia 5-12 tahun mencapai 8,8% dan Sebanyak 15

provinsi dengan prevalensi obesitas tertinggi yaitu Kalimantan Tengah,

Jawa Timur, Banten, Kalimantan Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera

Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Papua, Bengkulu, Bangka Belitung,

Lampung dan DKI Jakarta.

Sementara itu, Riskesdas (2013) menggambarkan kondisi anak di

Indonesia sebanyak 8 dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas.

Prevalensi Obesitas anak yang dihitung berdasarkan Indeks Massa Tubuh

di bandingkan usia (IMT/U) pada kelompok anak usia 5-12 tahun besarnya

8%. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih

mengalami masalah gizi obesitas.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Jambi

dapat dilihat pada tabel 1.1


3

Tabel 1.1
Data ObesitaspadaAnak di Kota JambiTahun 2017

No Puskesmas Jumlah Tahun


1 Aurduri 3
2 KenaliBesar 3
3 KebunHandil 1
4 KebonKopi -
5 Koni -
6 OlakKemang 2
7 PayoSelincah 2
8 Paal V 13
9 Paal X 10
10 P. I -
11 P.II -
12 P. Baru 2
13 P.Ayu 3
14 R.Sari -
15 SimpangKawat 1
16 Simpang IV Sipin -
17 Tahtulyaman 1
18 Tanjung Pinang 1
19 TalangBakung -
20 TalangBanjar 283
Jumlah 325

Berdasarkan table 1.1diketahuibahwa jumlah obesitas dengan

prevalensi tertinggi yakni di wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar

dengan jumlah 283 orang dari jumlah keseluruhan 325 orang. Setelah
4

dilakukan survey awal langsung ke Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi

ada 1 SD dengan populasi terbesar yaitu SDN 01 Kota Jambi.

Jumlah siswa di SDN 01 Talang Banjar pada siswa/siswi berjumlah

1.093 siswa/siswi.

Dari hasil survey awal, pada tanggal 12 september 2018 dengan 5

orang siswa/siswi di SDN 01 mengatakan 3 dari mereka tidak membawa

bekal ke sekolah dan 2 dari mereka mengatakan membawa bekal makanan

ke sekolah. Karena alasan tidak membawa bekal makanan itulah mereka

membeli jajanan di sekolah seperti sosis, bakso, telur gulung, ice cream

dan minuman dingin seperti segar sari, teh gelas, pop ice, dan lain-lain.

MenurutNirwana (2014), adabeberapa factor yang

mempengaruhiterjadinyaobesitasdiantaranyayaituMakanan Cepat Saji

(fastfood) makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula

yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Minuman ringan (Soft Drink)

terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan

cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini.Kurangnya aktivitas

fisikyang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga

menyebabkan kelebihan berat badan.

Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul“Faktor-faktor yang Berhubungan

dengan Kejadian Obesitas pada Anak Sekolah Dasar diSDN 01

Talang Banjar Kota Jambi Tahun 2018”.

B. Rumusan Masalah
5

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang

berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak Sekolah Dasar di SDN

01 TalangBanjar Kota Jambi Tahun 2018.

C. Tujuan Penelitian

a. Tujuan Umum

Untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang berhubungan dengan

kejadian obesitas pada anak Sekolah Dasar di SDN 01 Talang Banjar

Kota Jambi Tahun 2018.

b. Tujuan Khusus

a) Untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian obesitas pada

anak usia sekolah dasar di SDN 01 Talang Banjar Kota Jambi

Tahun 2018.

b) Untuk mengetahui distribusi frekuensi makanan cepat saji (fast

food) dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di

SDN 01 Talang Banjar Kota Jambi Tahun 2018.

c) Untuk mengetahui distribusi frekuensi minuman ringan (soft

drink) dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di

SDN 01 Talang Banjar Kota Jambi Tahun 2018.

d) Untuk mengetahui distribusi frekuensi kurangnya aktivitas fisik

dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di SDN 01

Talang Banjar Kota Jambi Tahun 2018.


6

e) Untuk mengetahui hubungan makanan cepat saji (fast food)

dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di SDN 01

Talang Banjar Kota Jambi Tahun 2018.

f) Untuk mengetahui hubungan minuman ringan (soft drink) dengan

kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di SDN 01 Talang

Banjar Kota Jambi Tahun 2018.

g) Untuk mengetahui hubungan kurangnya aktivitas fisik dengan

kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di SDN 01 Talang

Banjar Kota Jambi Tahun 2018.

D. Manfaat Penelitian

a. Bagi Peneliti

Diharapkan memberikan masukan sebagai data awal untuk

melakukan penelitian selanjutnya yang terkait dengan kejadian

obesitas pada anak sekolah dasar, sehingga dapat meningkatkan

kualitas penelitian.

b. Bagi Orang Tua

Meningkatkan perhatian orang tua mengenai frekuensi asupan

makanan dan aktivitas fisik pada anak, serta memperhatikan kesehatan

dan berat badan normal bagi anaksekolahdasar.

c. Bagi Institusi Pendidikan

Dapat memberikan informasi kepada pengelola pendidikan dalam

memberikan bimbingan kepada mahasiswa khususnya tentang faktor-


7

faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak sekolah

dasar.

d. Bagi Instansi Kesehatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada

instansi kesehatan baik pemerintah maupun swasta serta pihak yang

terkait guna penyusunan rencana program penanggulangan dan

pencegahan obesitas pada anak usia sekolah dasar.

E. Ruang lingkup Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan

cross sectional untuk mengetahui hubunganmakanancepatsaji,

minumanringandankurangnyaaktivitasfisikdengankejadianobesitas.Popula

si dalam penelitian ini adalah seluruh anak SD yang berada di SDN 01

KotaJambidengansampelsebanyak42responden.Penelitian ini akan

dilakukan pada bulan Januari tahun 2019 yang bertempatdi SDN 01

Talang Banjar Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel dalam penetian ini

adalah proportional random sampling. Analisis data dalam penelitian ini

menggunakan analisis univariat dan bivariat dalam bentuk tabel dan

frekuensi dengan menggunakan uji square.