Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

“KONSEP JIHAD DALAM ISLAM”

DOSEN PEMBIMBING

M.HIZBULLAH,MA

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 9

1.RADEN HASIBUAN 173114434


2.JULIADI 173114403
3. RAIHANNISA DAULAY 183114227

Universitas Muslim Nusantara Al-Waslhliyah


UMN
Fakultas Ekonomi
Ekonomi Management
2018/2019

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan
ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... i

PENDAHULUAN ............................................................................................................................. ii

BAB I ................................................................................................................................................. 1

1. PENGERTIAN JIHAT DALAM ISLAM ............................................................................ 1


2. TUJUAN JIHAD .................................................................................................................. 2
3. ETIKA-ETIKA DALAM BERJIHAD ................................................................................. 2

BAB II................................................................................................................................................ 4

MAKNA JIHAD ................................................................................................................................ 4

BAB III .............................................................................................................................................. 6

KESIMPULAN .................................................................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................ 7


BAB I

1.Pengertian Jihad dalam islam

Kata jihad berasaldari kata “jahada” atau ”jahdun” (‫ ) َج ْهد‬yang berarti “usaha” atau
“juhdun” ( ‫ ) ُج ْهد‬yang berarti kekuatan. Menurut Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi
Saw,secara bahasa jihad berarti “mencurahkan segenap kekuatan dengan tanpa rasa takut untuk
membela Allah terhadap cercaan orang yang mencerca dan permusuhan orang yang
memusuhi”. Pengertian jihad dewasa ini tampak makin "menyempit", yaitu hanya dipahami
sebagai “perangsuci” (holy war) atau “perang bersenjata” (jihad fisik-militer). Bahkan, dewasa
ini kalangan masyarakat Barat kerap mengasosiasikan jihad dengan ekstremisme, radikalisme,
bahkan terorisme.

Aksi kekerasan sebagai bentuk perlawanan dan perjuangan sebuah gerakan Islam oleh
Barat disebutaksi “terorisme”. Sebaliknya, pihak gerakan Islam meyakini itu sebagai salah satu
manifestasi jihad fisabilillah. Banyak kalangan sangat fobia atau ngeri dengan kata jihad.
Sebabnya, ruhul jihad merupakan sumber kekuatan umat Islam. Pengamalan jihad membawa
seorang Muslim pada kerelaan berkorban apa saja, nyawa sekalipun, demi membela agama dan
umat Islam. Bagi mujahid – sebutan bagi orang yang berjihad mati syahid adalah cita-cita karena
para syuhada dijamin masuk surga.

Pengertian jihad secara istilah sangat luas, mulai dari mencari


nafkah hingga berperang melawan kaum kuffar yang memerangi Islam dan
kaum Muslim. Dalam istilah syariat, jihad berarti mengerahkan seluruh daya
kekuatan memerangi orang kafir dan para pemberontak.

Menurut Ibnu Taimiyah, jihad itu hakikatnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk
menghasilkan sesuatu yang diridhoi Allah berupa amal shalih, keimanan dan menolak sesuatu
yang dimurkai Allah berupa kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.

1
2.Tujuan Jihad

1.Menyebarluaskan keyakinan/kepercayaan kepada Allah sesuai dengan perintahNya.


a.”Perangilah di jalan Allah mereka yang memerangikamu” (Al Baqarah 1:190).
b.”Jihad lah pada (jalan )Allah dengan jihad yang sebenarnya” (Al Hajj 22:78).

2.Membantu yang lemahdantertindas.“Apa yang menyebabkan kamu berhenti dari perang


dijalan Allah dan orang orang yang tidak ada penolong, perempuan dan anak-anak”..(AnNisa
4:75).

3. Mengentikan fitnah. “Perangi mereka hingga tidak ada fitnah” (Al Anfal 8: 39).
Agresor adalah buruk siapapun pelaku agresi tersebut. Perang di jalan Allah haruslah
dilaksanakan dengan seksama dimana dengan taklif dan ketaatan dia tidak dibenarkan keluar dari
batasan keadilan. Muslim dilarang menceroboh nilai dasar hak asasi manusia. “Perangilah
dijalan Allah mereka yang memerangi kamu, tapi jangan kamu melakukan penindasan, Allah
tidak menyukai penindasan”“(Serangmereka) di bulan Haram (jika mereka menyerang kamu ) di
bulansuci. Kesucian sesuatu yang merupakan qishash. Kalau (seseorang) menyerangkamu, maka
serang mereka seperti mereka menyerang. Bertaqwa lah kepada Allah dan ketahuilah bahwa
Allah bersama-sama dengan orang yang bertaqwa”. (Al Baqarah 2:194).
3.Etika-Etika dalam berjihad

Jihad mempunyai sejumlah etika yang harus diperhatikan, karena etika-etika tersebut
adalah pengantar kepada kemenangan, etika-etika jihad adalah sebagaiberikut :

1. Tidak menyebarkan rahasia pasukan dan rencana-rencana perang karena jika Rasulullah
hendak melakukan penyerangan, beliau merahasiakannya.

2. Menggunakan kode, simbol, dan isyarat sesame anggota pasukan, agar dengan itu sebagian
dari mereka mengenali sebagian lainnya, jika mereka bercampur baur dengan musuh atau dekat
dengan musuh , sabda Rasulullah saw : “Jika kalian disergap musuh pada waktu malam, maka
katakan, Hammiiim, mereka tidak ditolong,” kode ekspedisi perang yang berangkat bersama Abu
Bakar adalah “amit”[matilah], amit [matilah]”[HR.At-Tirmidzi]

3. Diam ketika memasuki kancah perang, karena gaduh dan teriakan menyebabkan kegagalan,
menyedot kekuatan, dan mengacaukan pikiran. Abu daud meriwayatkan, sahabat-sahabat
Rasulullah saw tidak menyukai suara ketika memasuki kancah peperangan.

2
4. Memilih lokasi perang yang strategis, menertibkan pasukan, dan memilih timing yang tepat
untuk melakukan penyerangan terhadap musuh.

5. Mengajak orang-orang kafir kepada Islam, atau menyerahkan diri dengan membayar jizyah
sebelum mengumumkan perang terhadap mereka, atau sebelum menyerang mereka. Jika mereka
menolak masuk Islam dan tidak menyerah dengan membayar jizyah, mereka diperangi, karena
jika Rasulullah melakukan pengiriman salah satu ekspedisi perang, atau pasukan, beliau
menasehati komandan dan anak buahnya agar bertaqwa :“Jika engkau bertemu dengan musuhmu
dari orang-orang musyrik, ajaklah mereka kepada salah satu tiga hal dan jika mereka memenuhi
ajakannmu, terimalah dia dan tahanlah dirimu dari mereka. Ajaklah mereka kepada Islam, jika
mereka memenuhi seruanmu tersebut, terimalah mereka dan tahanlah dirimu dari mereka.Jika
mereka menolak ajakanmu, ajaklah mereka membayar jizyah, jika memenuhi ajakanmu,
terimalah mereka dan tahanlah dirimu dari mereka. Jika mereka menolakajakanmu, mintalah
tolong kepada Allah dan perang imereka”[HR.Muslim].

6. Tidak mencuri harta rampasan perang, tidak membunuh wanita-wanita, anak-anak, orangtua
dan para pendeta jika mereka tidak ikut perang. Jika mereka ikut perang, mereka boleh dibunuh
:“Berangkatlah kalian dengan nama allah, dengan nama Allah, dan diatas agama Rasulullah.
Janganlah kalian membunuh orngtua, bayi, anak-anak kecil dan wanita. Janganlah kalian
mencuri harta rampasan, satuakan harta rampasan kalian, perbaikilah diri kalian dan berbuat
baiklah, karena sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang berbuat baik”[HR.AbuDaud]

7. Tidak berkhianat terhadap orang yang kehidupannya dilindungi seorang muslim.

8. Tidak membakar musuh dengan api “Jika kalian menemukan sifulan, bunuhlah dia dan jangan
bakar dia dengan api, karena siapa pun tidak boleh menyiksa dengan api keculai pemilik api
[Allah]” [Hr.Bukharie]

9. Tidak mencincang-cincang musuh yang telah tewas.

10. Berdo’a meminta kemenangan atas musuh “Ya Allah, Dzat yang menurunkan kitab,
menjalankan awan, dan mengalahkan musuh-musuh, hancurkan mereka dan beri kemenangan
kami atas mereka” [mutaffaqalaih] ‘Duadoá yang tidak ditolak atau jarang sekali ditolak, do’a
setelah adzan. Dan do’a ketika perang pada sa’at sebagian manusia bertemu dengan sebagian
yang lain” [HR.AbuDaud].

3
BAB II

MAKNA JIHAD

Secara umum, sebagian ulama mendefinisikan jihad sebagai “segala bentuk usaha
maksimal untuk penerapan agama Islam dan pemberantasan kedzaliman serta kejahatan, baik
terhadap diri sendir imaupun dalam masyarakat.”

Ada juga yang mengartikan jihad sebagai “berjuang dengan segala pengorbanan harta dan
jiwa demi menegakkan kalimat Allah (Islam) atau membela kepentingan agama dan umat Islam.
”Kata-kata jihad dalam al-Quran kebanyakan mengandung pengertianumum. Artinya,
pengertiannya tidak hanya terbatas pada peperangan, pertempuran, dan ekspedisi militer, tetapi
mencakup segala bentuk kegiatan dan usaha yang maksimal dalam rangka dakwah Islam,
amar’makruf’nahyimunkar (memerintah kebajikan dan mencegah kemunkaran). Dalam
pengertian umum ini, berjihad harus terus berlangsung baik dalam keadaan perang mau pun
damai, karena tegaknya Islam bergantung pada jihad.

Jihad dalam arti khusus bermakna “perang melawan kaum kafir atau musuh-musuh
Islam”.Pengertian seperti itu antara lain dikemukakan oleh Imam Syafi’ibahwa jihad adalah
“memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam”.

Juga sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Atsir, jihad berarti “memerangi orang Kafir
dengan bersungguh-sungguh, menghabiskan daya dan tenaga dalam menghadapi mereka, baik
dengan perkataan maupun perbuatan.”

Pengertian jihad secara khusus inilah yang berkaitandengan peperangan, pertempuran,


atau aksi-aksi militer untuk menghadapi musuh-musuh Islam.

Kewajiban jihad dalam arti khusus ini (berperang, red) tiba bagi umat Islam, apabila atau
dengan syarat:
1. Agama Islam dan kaum Muslim mendapat ancaman atau diperangi lebih dulu (QS 22:39,
2:190)(Al-hajj)(Al-Baaqoroh)

2. Islam dan kaum Muslim mendapat gangguan yang akan mengancam eksistensinya (QS
8:39)(Al-anfal)

4
3. Untuk menegakkan kebebasan beragama (QS 8:39)

4. Membela orang-orang yang tertindas (QS 4:75) (an-Nisa).

Banyak sekali ayat al-Quran yang berbicara tentang jihad dalam arti khusus ini (perang),
antara lain:
1. Tentang keharusan siaga perang (QS 3:200, 4:71); (Ali Imran) (An-Nisa)
2. Ketentuan atau etika perang (QS 2:190,193, 4:75, 9:12, 66:9); (At-Taubah) (At-Tahrim)
3. Sikap menghadapi orang kafir dalam perang (QS 47:4), (Muhammad)
4. Uzur yang dibenarkan tidak ikut perang (QS 9:91-92).

Ayat yang secara khususmenegaskan hokum perang dalam Islam bisa disimak pada QS 2:216-
218 yang mewajibkan umat Islam berperang demi membela Islam. Dan, perang dalam Islam
sifatnya “untuk membela atau mempertahankan diri” (defensif), sebagaimana firman Allah SWT.

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu tapi janganlah kamu
melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas.” (QS Al-Baqoroh:190).

5
BAB III

KESIMPULAN

Peranglah dijalan Allah, dengan tujuan-tujuan Jihad yang dianjurkan, serta dengan etika
jihad yang baik. Janganlah kamu berjihad jika terdapat niat buruk didalamnya, niatkanlah karena
Allah bukan karena niat yang lain. Dan tetaplah berjihad didalam batasannya, karena Allah tidak
suka yang melampaui batas atau berlebih-lebihan.

6
DAFTAR PUSTAKA

http://artesiana.wordpress.com/2010/01/03/bom-bunuh-diri-jihad-kah/
http://era-ambonia.blogspot.com/2009/03/jihad-dan-hukum-perang-dalam-islam.html
http://muslimstory.wordpress.com/2009/03/23/konsep-jihad-dalam-islam/
Diposkan oleh Arjuna Supriyadi di 10.07.00
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Label: agama, jihad, makalah jihad, pendidikan, penyebaran, tugas
Lokasi: Jalan Salemba Raya, Jakarta Capital Region, 10320