Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

Etika dalam akuntansi keuangan dan manajemen merupakan suatu bidang keuangan yang merupakan
sebuah bidang yang luas dan dinamis. Bidang ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan setiap
orang dan organisasi. Ada banyak bidang yang dapat di pelajari, tetapi sejumlah besar peluang karir
tersedia di bidang keuangan. Manajemen keuangan dengan demikian merupakan suatu bidang
keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam sebuah organisasi untuk menciptakan
dan mempertahankan nilai melalui pengambilan putusan dan manajemen sumber daya yang tepat.

Definisi akuntansi manajemen menurut Chartered Institute of Management Accountant, yaitu


Penyatuan bagian manajemen yang mencakup, penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan
untuk perumusan strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan,
optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan pihak luar, pengungkapan
kepada pekerja, pengamanan asset. Bagian integral dari manajemen yang berkaitan dengan proses
identifikasi penyajian dan interpretasi/penafsiran atas informasi yang berguna untuk merumuskan
strategi, proses perencanaan dan pengendalian, pengambilan keputusan, optimalisasi keputusan,
pengungkapan pemegang saham dan pihak luar, pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan, dan
perlindungan atas aset organisasi.

Berdasarkan latar belakang diatas, kita perlu mengetahui kode etik dan peraturan – peraturan yang
mendukung keandalan seorang akuntan publik dengan standar – standar yang telah ditentukan dalam
siklus akuntansi dan proses auditing.

Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian etika dan akuntansi manajemen?


2. Bagaimanakah etika dalam akuntansi manajemen?

Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian etika dan akuntansi manajemen.


2. Untuk mengetahui etika dalam akuntansi manajemen.
BAB II

PEMBAHASAN

Etika Profesi

Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi
lain, yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya. Tanpa etika, profesi akuntan tidak
akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan
keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis.

Menurut Magnis-Suseno (1985) etika normatif terbagi atas dua yaitu, tolok ukur pertanggungjawaban
moral meliputi etika wahyu, etika peraturan, etika situasi dan etika relativisme. Sedangkan etika
normatif menuju kebahagiaan meliputi egoisme, pengembangan diri dan utilitarisme. Disamping itu,
Hardjoeno (2002) membagi jenis etika atas empat kelompok yaitu, etikanormatif, etika peratusran,
etika situasi dan etika relativisme.

Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik sebagai
seperangkat prinsip–prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional. Kode etik yaitu norma
atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di
masyarakat maupun di tempat kerja.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan
ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu
organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang
akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.

Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), akuntansi manajemen adalah


“proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi
informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian
dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya
tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok non-
manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak “(Istilah resmi
CIMA).

The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa akuntansi
manajemen sebagai praktik meluas ke tiga bidang berikut:

1. Manajemen Strategi – Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis dalam
organisasi.
2. Manajemen Kinerja – Mengembangkan praktik pengambilan keputusan bisnis dan mengelola
kinerja organisasi.
3. Manajemen Risiko – Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktik untuk
mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan risiko untuk mencapai tujuan
organisasi.

Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) menyatakan bahwa “Seorang akuntan


manajemen harus mampu menerapkan pengetahuan profesional dan keterampilannya dalam
penyusunan dan penyajian informasi keputusan keuangan dan lainnya yang berorientasi sedemikian
rupa untuk dapat membantu manajemen dalam merumusakan kebijakan, perencanaan dan
pengendalian pelaksanaan pengoperasian. “Akuntan manajemen oleh karena itu dilihat sebagai
“pencipta nilai” antara akuntan. Mereka jauh lebih tertarik melihat ke depan dan mengambil
keputusan yang akan memengaruhi masa depan organisasi, daripada rekaman sejarah dan kepatuhan
(menjaga nilai) aspek profesi. Pengetahuan dan pengalaman akuntansi manajemen dapat diperoleh
dari berbagai bidang dan fungsi dalam suatu organisasi seperti manajemen informasi,
perbendaharaan, audit efisiensi, pemasaran, penilaian, penetapan harga, logistik, dan lainnya.

Berbeda dengan Informasi Akuntansi keuangan, Informasi Akuntansi manajemen adalah:

1. Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam organisasi
sedangkan informasi Akuntansi keuangan dimaksudkan dan dirancang untuk pihak eksternal
seperti kreditur dan para pemegang saham
2. Biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan publik
3. Memandang ke depan, bukan sejarah
4. Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan sistem informasi
manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan

Hal ini disebabkan karena penekanan yang berbeda: informasi akuntansi manajemen digunakan
dalam sebuah organisasi, biasanya untuk pengambilan keputusan.

Tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang akuntan manajemen, yaitu:

1. Perencanaan, menyusun dan berpartisipasi dalam mengembangkan sistem peren!anaan,


menyusun sasaran-sasaran yang diharapkan, dan memilih cara-cara yang tepat untuk
memonitor arah kemajuan dalam pencapaian sasaran.
2. Pengevaluasian, mempertimbangkan implikasi-implikasi historical dan kejadian-kejadian yang
diharapkan, serta membantu memilih cara terbaik untuk bertindak.
3. Pengendalian, menjamin integritas informasi finansial yang berhubungan dengan aktivitas
organisasi dan sumber-sumbernya, memonitor dan mengukur prestasi, dan mengadakan
tindakan koreksi yang diperlukan untuk mengembalikan kegiatan pada cara-cara yang
diharapkan.
4. Menjamin pertanggungjawaban sumber, mengimplementasikan suatu sistem pelaporan yang
disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi sehingga sistem
pelaporan tersebut dapat memberikan kontribusi kepada efektifitas penggunaan sumber
daya dan pengukuran prestasi manajemen.
5. Pelaporan eksternal, ikut berpartisipasi dalam proses mengembangkan prinsip-prinsip
akuntansi yang mendasari pelaporan eksternal.

Etika dalam Akuntansi Manajemen

Adapun beberapa etika yang harus di terapkan oleh para pelaku dalam akuntansi manajemen dapat
di jabarkan sebagai berikut:

a. Competence (Kompetensi)
Kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu
pekerjaan atau tugas yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan kerja yang dituntut
oleh pekerjaan tersebut. Arti kata Competance disini adalah setiap praktisi Akuntansi
Manajemen dan Manajemen Keuangan memiliki tanggung jawab untuk :
1. Menjaga tingkat kompetensi profesional sesuai dengan pembangunan berkelanjutan,
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
2. Melakukan tugas sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku.
3. Mampu menyiapkan laporan yang lengkap, jelas, dengan informasi yang relevan serta
dapat diandalkan
b. Confidentiality (Kerahasiaan)
Confidentiality atau kerahasiaan adalah pencegahan bagi mereka yang tidak berkepen-tingan
dapat mencapai informasi, berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk
keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.Dalam hal
kerahasiaan ini Praktisi akuntansi manajemen dituntut untuk :
1. Mampu menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam
pekerjaan, kecuali ada izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
2. Menginformasikan kepada bawahan mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh,
agar dapat menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini dilakukan juga untuk
menjaga pemeliharaan kerahasiaan.
3. Menghindari diri dari mengungkapkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan
pribadi maupun kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.
c. Integrity (Integritas)
Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung
tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen
keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
1. Menghindari adanya konflik akrual dan menyarankan semua pihak agar terhindar dari
potensi konflik.
2. Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang akan mengurangi
kemampuan mereka dalam menjalankan tigas secara etis.
3. Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk sogokan lain yang dapat mempengaruhi
tindakan mereka.
4. Menahan diri dari aktivitas negati yang dapat menghalangi dalam pencapaian tujuan
organisasi
5. Mengkomunikasikan informasi yang tidak menguntungkan serta yang menguntungkan
dalam penilaian professional
6. Menahan diri agar tidak terlibat dalam aktivitas apapun yang akan mendiskreditkan
profesi
d. Objectivity (Objektivitas)
Objekivitas pada dasarnya tidak berpihak, dimana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh
semua pihak, karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari
asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu.
1. Mengkomunikasikan atau menyebarkan informasi yang cukup dan objektif
2. Mengungkapkan semua informasi relevan yang diharapkan dapat memberikan
pemahaman akan laporan atau rekomendasi yang disampaikan

Kriteria Standar Perilaku Akuntan Manajemen

1. Competence (Kompetensi)
Auditor harus menjaga kemampuan dan pengetahuan profesional mereka pada tingkatan
yang cukup tinggi dan tekun dalam mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya,
diantaranya menjaga tingkat kompetensi profesional, melaksanakan tugas profesional yang
sesuai dengan hukum dan menyediakan laporan yang lengkap dan transparan.
2. Confidentiality (Kerahasiaan)
Auditor harus dapat menghormati dan menghargai kerahasiaan informasi yang diperoleh dari
pekerjaan dan hubungan profesionalnya, diantaranya meliputi menahan diri supaya tidak
menyingkap informasi rahasia, menginformasikan pada bawahan (subordinat) dengan
memperhatikan kerahasiaan informasi, menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang
diperoleh.
3. Integrity (Integritas)
Auditor harus jujur dan bersikap adil serta dapat dipercaya dalam hubungan profesionalnya.
Meliputi menghindari konflik kepentingan yang tersirat maupun tersurat, menahan diri dari
aktivitas yang akan menghambat kemampuan, menolak hadiah, bantuan, atau keramahan
yang akan mempengaruhi segala macam tindakan dalam pekerjaan, mengetahui dan
mengkomunikasikan batas-batas profesionalitas, mengkomunikasikan informasi yang baik
maupun tidak baik, menghindarkan diri dalam keikutsertaan atau membantu kegiatan yang
akan mencemarkan nama baik profesi.
4. Whistle Blowing
Merupakan Tindakan yang dilakukan seorang atau beberapa karyawan untuk membocorkan
kecurangan perusahaan kepada pihak lain. Motivasi utamanya adalah moral. Whistle blowing
sering disamakan begitu saja dengan membuka rahasia perusahaan. Contohnya seorang
karyawan melaporkan kecurangan perusahaan yang membuang limbah pabrik ke sungai.
Whistle blowing dibagi menjadi dua yaitu:
1. Whistle Blowing internal, yaitu kecurangan dilaporkan kepada pimpinan perusahaan
tertinggi, pemimpin yang diberi tahu harus bersikap netral dan bijak, loyalitas moral bukan
tertuju pada orang, lembaga, otoritas, kedudukan, melainkan pada nilai moral: keadilan,
ketulusan, kejujuran, dan dengan demikian bukan karyawan yang harus selalu loyal dan
setia pada pemimpin melainkan sejauh mana pimpinan atau perusahaan bertindak sesuai
moral.
2. Whistle Blowing eksternal, yaitu membocorkan kecurangan perusahaan kepada pihak luar
seperti masyarakat karena kecurangan itu merugikan masyarakat, motivasi utamanya
adalah mencegah kerugian bagi banyak orang, yang perlu diperhatikan adalah langkah
yang tepat sebelum membocorkan kecurangan terebut ke masyarakat, untuk
membangun iklim bisnis yang baik dan etis memang dibutuhkan perangkat legal yang adil
dan baik.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Manajemen keuangan dengan demikian merupakan suatu bidang keuangan yang menerapkan
prinsip-prinsip keuangan dalam sebuah organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai
melalui pengambilan putusan dan manajemen sumber daya yang tepat, akuntansi manajemen atau
akuntansi manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan
informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan
dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan

Etika dalam perspektif umum adalah suatu hal tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang
dari segi baik buruk dan sejauh mana yang dapat ditentukan oleh akal sehat. Di dalam akuntansi
manajemen sangat berhubungan erat dengan orang lain seperti investor dan kreditor, dengan kata
lain etika pun menjadi hal utama yang harus di prioritaskan untuk pencapaiaan tujuan organisasi. Etika
menjadi suatu hal yang penting dalam setiap proses yang terjadi dalam akuntansi manajemen. Apabila
etika yang dilakukan sesuai dengan aturan yang buat, maka proses pencapaiaan tujuan organisasi
tidak akan mengalami hambatan.

Etika dalam akuntansi manajemen merupakan suatu bidang keuangan yang merupakan sebuah bidang
yang luas dan dinamis. Bidang ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan setiap orang dan
organisasi. Maka dari itu di perlukan beberapa etika yang harus dilakukan , seperti Competence,
Confidentiality, Integrity and Objectivity. melihat dari beberapa etika di atas maka akan sangat
membantu meminimalisir ancaman yang akan menghambat pencapaiaan tujuan organisasi .