Anda di halaman 1dari 22

Ujian Tengah Semester

SEJARAH DAN TEORI


ARSITEKTUR 2:

Zaha Hadid

NAMA : NAJLA ZAFIRAH


NIM : 160406008
DOSEN : PROF. IR. NAWAWIY LOEBIS. M. PHILL. PH.D

1
Daftar Isi

Zaha Hadid…………………………………………………………………………………………………….………………………..….. 1

Kehidupan Awal dan Karir Akademis…………………………………………………………………………..….…………… 2

Kazmir Malevich………………………………………………………………………………………………………..………………… 2

Konsep dan Gaya Arsitektur……………………………………………………………………………………..………………… 3

Dekonstruksi……………………………………………………………………………………………………………..……………….. 4

 Konsep Dekonstruksi …………………………………………………………………………………..……………….. 5


 Dekonstruksi dan Konstruktivisme…………………………………………………………………………………. 5
 Dekonstruksi dalam arsitektur………………………………………………………………………………………. 5

Teknik Zaha Hadid dalam Desain………………………………………………………………………………………………… 7

Abstraksi dan Fragmentasi………………………………………………………………………………………… 8

Ide Bumi dan Gravitasi………………………………………………………………………………………………..… 9

Proyek Lansekap dan Konteks Sekitar…………………………………………………………………………… 10

Layering………………………………………………………………………………………………..………………………… 12

Bermain Cahaya………………………………………………………………………………………………..…………… 13

Mulus dan Lancar Mengalir……………………………………………………………………………………………. 14

Persepsi Kontradiksi dalam Teknik Hadid……………………………………………………………………………………. 15

Kesimpulan: Arsitektur untuk Masa depan…………………………………………………………………………………. 15

Bangunan Karya Zaha Hadid……………………………………………………………………………………….…………….. 16

Daftar pustaka …………………………………………………………………………………………………………….……………. 19

2
Zaha Hadid

Nama Lengkap : Zaha Mohammad Hadid

Tempat/ Tanggal Lahir : Baghdad, Irak/ 31 Oktober 1950

Meninggal : 31 Maret 2016 (usia 65) di Miami, Florida, Amerika Serikat

Kebangsaan :Irak, Inggris

Almamater : American University of Beirut; Sekolah Arsitektur Arsitektur, London

Pekerjaan : Arsitek

Orang tua : Mohammed Hadid: Wajeeha Sabonji

Firma Arsitek/Praktek : Zaha Hadid Architects

Bangunan : Vitra Fire Station, MAXXI Buildings, Bridge Pavilion, Maggie Center,
Contemporary Arts Centre

Situs web : www.zaha-hadid.com

Hadid adalah wanita pertama dan Muslim pertama yang meraih Penghargaan Arsitektur
Pritzker, memenangkannya pada 2004. Ia meraih Penghargaan Stirling pada 2010 dan 2011. Pada
2012, ia diberi Dame Commander of the Order of the British Empire dan pada 2015 ia menjadi
wanita pertama yang diberi penghargaan RIBA Gold Medal dalam haknya sendiri

3
Pada 31 Maret 2016, Hadid meninggal karena serangan jantung di rumah sakit Miami, dimana ia dirawat
akibat penyakit bronkitis

Kehidupan Awal dan Karir Akademis


Zaha Hadid lahir dibesarkan di salah satu bangunan pertama Baghdad Bauhaus-terinspirasi
selama era “modernisme dikonotasikan glamor dan progresif berpikir” di Timur Tengah. Dia
menerima gelar di bidang matematika dari Universitas Amerika di Beirut sebelum pindah untuk
belajar di Sekolah Asosiasi Arsitektur Arsitektur di London, di mana ia bertemu Rem Koolhaas, Elia
Zenghelis, dan Bernard Tschumi. Mantan profesornya, Koolhaas, menggambarkannya saat kelulusan
sebagai "sebuah planet di orbitnya sendiri." Dia ingat bahwa Hadid kurang tertarik pada detail,
seperti tangga. "Cara dia menggambar tangga, anda akan menghancurkan kepala anda ke langit-
langit, dan ruang itu berkurang dan berkurang, dan anda akan berakhir di sudut atas langit-langit.
Dia tidak peduli tentang detail-detail kecil. Pikirannya sedang dalam gambaran yang lebih luas -
ketika berbicara tentang sambungan, dia tahu kita bisa memperbaikinya nanti dan dia benar. Proyek
siswa tahun keempatnya adalah lukisan hotel dalam bentuk jembatan, terinspirasi oleh karya-karya
artis suprematist Rusia, Kazmir Malevich.

Kazmir Malevich
Kazmir Malevich, seniman asal Rusia, penemu suprematisme, yang merupakan salah satu
perkembangan paling awal dan paling radikal dari aliran abstrak. Namanya berasal dari keyakinan
Malevich bahwa seni suprematis akan menjadi lebih unggul kerimbang aliran-aliran yang berasal dari
masa lalu dan akan menuju sebuah “supremasi akan perasaan murni atau persepsi dalam seni
gambar”. Dipengaruhi oleh para penyair avant-garde dan pergerakan kritisme sastra pada saat itu,
sumber ketertarikan Malevich adalah cemooh kepada peraturan berbahasa, dengan maksud untuk

Eight Red Rectangles, Kazimir Malevich, 1915,


dianggap sebagai karya seni penting dalam
Suprematisme

4
menentangnya. Karya seni lukis dalam gaya ini tersusun dari bidang-bidang warna yang bersifat
geometrik sederhana, biasanya dalam susunan diagonal untuk mengungkapkan dinamisme.

Meski penguasa Komunis kemudian menyerang pergerakan ini, namun pengaruhnya telah
berkembang cukup pesat di Rusia di era 1920-an. Suprematisme dipandang penting dalam
membentuk Konstruktivisme, sebagaimana juga tetap menginspirasi aliran abstrak hingga saat ini.

Lukisan bergaya suprematisme meninggalkan realisme, yang dianggap Malevich sebagai


pengalihan dari pengalaman transendental yang seharusnya ditimbulkan oleh sebuah karya seni.
Suprematisme dapat dilihat sebagai kesimpulan logis akan ketertarikan aliran futurisme akan
pergerakan dan kubisme dalam mengurangi bentuk dan multi-perspektif.

Pengaruh Melevich dapat terlihat dari desain – desain awal Zaha Hadid yang banyak
menggunakan bentukan geometris. (Kiri) Design for The Peak Leisure Club, Hong Kong,
1982-83. (Kanan) Vitra Fire Station, Weilamrhein, Germany (1993)

Konsep dan Gaya Arsitektur


Gaya desain dari seorang Zaha Hadid bisa disebut desain yang berani, kontempror,
organik, inovatif. menggunakan teknologi dengan material yang jauh dari kata ‘biasa’. Zaha
termasuk arsitek aliran deconstrucsivism–neo constructivist.

Menurutnya bangunan harus dirancang dari pemikiran-pemikiran berikut :

1. Bangunan adalah projek percobaan yang tidak pernah selesai, sehingga selalu
menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan dimungkinkan
bentuk masa datang (future). Karenanya dia juga disebut arsitek .
2. Berarsitektur adalah bereksperimen tentang seni arsitektur yang bebas dengan ide-
ide yang baru sama sekali. Karenanya ia juga disebut menganut aliran Russian
Suprematism, suatu aliran yang mengawali dekonstruksi pada umumnya: ”Melawan
masa lampau”, seperti seniman yang melawan sesuatu yang natural.
3. Bangunan harus dapat menampilkan ide yang masih berupa fantasi bentuk abstrak
dari pengarangnya ke dalam suatu bentuk nyata bangunan itu sendiri. Dari contoh
ini tampak bentuk abstrak dari aliran yang masif. Dilihat dari sisi ini Zaha juga
termasuk seorang Constructivist.

5
4. Bangunan harus dapat memancing emosi dan imajinasi dari tiap-tiap orang yang
melihatnya. Untuk memancing emosi dan imajinasi, pada bangunan ini, Zaha
menggunakan eleen-elemen garis horisontal dominan yang dinamis dan ringan yang
dikenal flying beam. Karenanya ia juga dijuluki sebagai arsitek dekonstruksi
aliran anti-gravitational space. Banyaknya balok yang melayang menciptakan
bangunan seolah-olah tidak ada yang menopang semakin menambah cirri khas
dekonstruksi bangunannya.
5. Bangunan adalah pemersatu ruang dalam dan ruang luar . Antara bangunan dan
lingkungan sekitar, merupakan kesatuan yang utuh dan saling melengkapi.
6. Bangunan adalah tempat untuk melaksanakan aktifitas yang berbeda-beda. Karena
itu, maka bangunan juga terdiri dari elemen-elemen atau bentuk yang berbeda dan
disatukan oleh sistem sirkulasi dengan penonjolan sistem konstruksi.
7. Pembedaan aktifitas dilakukan dengan pembedaan elemen-elemen bangunannya
yang untuk menghindari kesan monoton.

Flying Beam adalah unit bekisting dan falsework pra-rakitan yang besar, sering membentuk
lempengan lantai ditangguhkan yang lengkap. Ini menawarkan mobilitas dan instalasi cepat untuk
proyek-proyek konstruksi dengan tata letak rencana struktur berulang yang panjang, sehingga
sangat cocok untuk pelat datar, dan balok.

6
Dekonstruksi
Kata Dekonstruksi mengacu pada zaman perkembangan setelah postmodern yang muncul
pada tahun 1980 an yang memberi kesan bahwa bangunannya terfragmentasi.. Paham dekonstruksi
menurut seorang filsuf Perancis ( Jacques Derrida ). Istilah dekonstruksi pertama kali digunakan
dalam ilmu kesastraan dan ilmu filsafat Prancis dengan konotasi arti sebagai metoda.

Dekonstruksi berasal dari kata de + construktio (latin). Pada umumnya de berarti ke bawah,
pengurangan, atau terlepas dari. Sedangkan kata Construktio berarti bentuk, susunan, hal
menyusun, hal mengatur.

Arsitek-arsitek yang dianggap sebagai arsitek bergaya dekonstruktivisme (walaupun kadang


arsiteknya menolak label ini) adalah Peter Eisenman, Frank Gehry, Zaha Hadid, Rem Koolhaas, Daniel
Libeskind, Bernard Tschumi, dan Coop Himmelb(l)au.

 Konsep Dekonstruksi

Konsep dekonstruksi yang identik dengan pemikiran Derrida, yakni differance, jejak-
jejak, dan iterabilitas. Derrida menunjukkan kelemahan dari ucapan untuk
mengungungkapkan makna dengan menggunakan kata différance.Differance berasal dari
kata differenceyang mencakup tiga pengertian, yaitu:

1. to differ-- untuk membedakan, atau tidak sama sifat dasarnya;

2. differe (Latin)-- untuk menyebarkan, mengedarkan;

3. to defer-- untuk menunda.

 Dekonstruksi dan Konstruktivisme

Menurut Johnson dan Wigley seni turunan dari konstruktivisme Rusia , yang biasa
disebut “Dekonstruksi” Di mana di dalamnya mencoba untuk mengoyak mimpi indah
tersebut melalui penampilan bidang-bidang yang simpang siur dan garis-garis yang
merentang sehingga keseluruhan struktur seolah-olah akan segera ‘ runtuh ‘. Banyak kritik
dilontarkan terhadap usaha Johnson dan Wigley dalam membeberkan paralelisme antara
arsitektur dan dekonstruktivisme dengan kontruktivisme Rusia. Alasannya karena mereka
hanya mendasarkan pada kemiripan bentuk dan prinsip estetik, tapi sama sekali
mengabaikan konteks social, politik, dan ideologis di mana kedua gejala tersebut tumbuh.

 Dekonstruksi dalam arsitektur

Aliran dekonstruksi mulanya berkembang di kalangan arsitek Perancis dan Inggris.


Munculnya asitektur dekonstruksi sekitar tahun 1988 dalam sebuah diskusi Academy Forum
di Tate Gallery, London. Kemudian disusul oleh pameran di Museum of Art, New York
dengan tema “Deconstructivist Archiecture” yang diorganisir oleh Philip Johnson dan Mark
Wigley tanggal 23 Juni – 30 Agustus 1988 mencetuskan ‘dekonstruktivisme’ yang lebih
berkonotasi pragmatis dan formal serta berkembang di Amerika.

Terdapat tujuh arsitek yang menampilkan karya-karyanya, yaitu; Peter Esienman,


Bernard Tschumi, Daneil Libeskind, Frank Gerhy, Zaha Hadid, Rem Koolhaas, dan Coop

7
Himmelblau. Gejala “Dekon” dalam arsitektur telah menjadi tema perdebatan yang hangat
dengan karya-karyanya yang mendobrak aturan-aturan yang berlaku.

1988 Deconstructivist Exhibition at New York's Museum of Modern Art (MoMA)

Arsitektur dekonstruksi juga telah menggariskan beberapa prinsip penting mengenai


arsitektur:

 Tidak ada yang absolut dalam arsitektur, sehingga tidak ada satu langgam yang
dianggap terbaik sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk
berkembang.

 Tidak ada pen’dewa’an tokoh dalam arsitektur sehingga tidak timbul kecenderungan
pengulangan ciri antara arsitek satu dan yang lain hanya karena arsitek yang satu
dianggap dewa yang segala macam karyanya harus ditiru.

 Dominasi pandangan dan nilai absolut dalam arsitektur harus diakhiri, sehingga
perkembangan arsitektur selanjutnya harus mengarah kepada keragaman
pandangan dan tata nilai.

 Pengutamaan indera pengelihatan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu karya


dalam arsitektur harus diakhiri. Potensi indera lain harus dapat dimanfaatkan pula
secara seimbang.

Pada arsitektur dekonstruksi yang ditonjolkan adalah geometri 3-D bukan dari hasil
proyeksi 2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut yang menunjuk kepada kejujuran
yang sejujur-jujurnya.

8
Dampak Dekonstruksi

Positif Membuka pintu ke arah kebebasan memaknai - kekayaan tafsir


Negatif Pemahaman manusia terhadap adanya konsep kebenaran
menyeluruh - menyatu - konstruktif - hakiki bisa malah menjadi kabur sebab pertama,
tiap orang dibiarkan bermain dengan tafsiran - permainan maknanya sendiri-sendiri;
Kedua, konsep absolut ini bersifat tunggal tidak bergantung pada
pemaknaanpemaknaan yang dibuat manusia.

Didalam karyanya Zaha Hadid menjulangkan struktur berlapis yang


terkesan lentur pada karya-karyanya. Penyusunan denah dilakukan dengan
dimensi yang berbeda sehingga menciptakan suatu komposisi void dan solid
yang sangat kaya dan sekaligus tidak efektif. Filosofi “anti” tercermin dalam
berbagai konsep “dis-“ dan “de-“ pada semua karyanya yang anti pusat, anti as,
anti simetri, anti seimbang, anti selaras, dan anti fungsi. Berbagai hal tersebut
menempatkan dirinya sulit dikelompokan dalam arsitektur pasca-fungsionalis
karena bukan termasuk pasca-modern maupun neo-klasik. Karyanya sejalan
dengan dekonstruksi dan cenderung kepada pasca-strukturalis.

Teknik Zaha Hadid dalam Desain


Hadid terkenal dengan mendorong batas-batas dan menentang aturan menyusun
ruang, , dan konvensi arsitektur. Dia menciptakan aturan desain radikal yang merupakan
hasil dari campuran pengalaman perjalanan panjang dalam desain dan rasionalisme. Hadid
adalah pengamat yang baik dari seni, alam, arsitektur dan aspek sekitarnya yang efektif.
Keinginannya untuk mencari sumber estetika dan faktor kunci menarik orang kepada
mereka membuatnya memenuhi syarat untuk mengembangkan dirinya sendiri teknik.
Dengan menggunakan teknik seperti itu, ia merancang set karya yang belum pernah terjadi
sebelumnya yang ditandai oleh keunikan dan kreativitas. Teknik-teknik tersebut berasal
secara harfiah dari Hadid dengan menggunakan analisis konten untuk teks-teksnya dan
wawancara yang dilakukan oleh orang lain sementara cara-cara menerapkan setiap teknik
diperhitungkan dengan menggunakan kata-katanya dalam menggambarkan proyek '
membentuk gagasan dan karakteristik mereka yang berlaku. Dalam studi ini, Teknik yang
dikembangkan sendiri dalam desain Hadid diekspos, di selain sumber yang diilhami atau
dipelajari darinya; setiap Teknik memiliki berbagai cara yang diterapkan dalam berbagai
proyek. Saya diakhiri dengan penjelasan untuk kontradiksi yang dirasakan Hadid
menggunakan teknik-tekniknya dalam mendesain arsitektur bentuk.

9
Abstraksi dan Fragmentasi

Abstraksi dan fragmentasi adalah teknik yang paling menarik yang digunakan oleh
Hadid untuk menghasilkan proyek-proyek dekonstruktivis dan ruang kreatif. Melalui
investigasinya yang sulit dalam mendesain luar angkasa, ia menemukan abstraksi sebagai
prinsip penelitian itu sangat membantu untuk menciptakan dan menemukan ruang inovatif,
sebagai tambahan untuk menjadi teknik penemuaan tanpa batas.

Selain menjadi teknik untuk penemuan tanpa batas, abstraksi adalah memecah
ilustrasi normal tentang memahami sesuatu dan cara mengatasinya. Cara abstrak adalah
dengan menggambarkannya dalam volume dan geometris membentuk dan mencoba
memanipulasi organisasi mereka dengan tumpang tindih atau agregasi. Demikian pula,
fragmentasi adalah untuk mematahkan aturan arsitektur ilustratif yang dikenal yang
mengarah ke menghasilkan arsitektur yang sama seperti produksi massal industri seperti
yang dijelaskan Hadid [20]. Hadid mendefinisikan fragmentasi sebagai aplikasi yang
mengikuti proses ini "pecahkan blok, membuatnya keropos 'kemudian menciptakan' pola
organisasi yang menyiratkan geometri baru '. Menerapkan prinsip abstraksi suprematisme
mengilhami arsitektur dengan fitur-fitur dekonstruktif yang menghasilkan cetakan Hadid
yang unik dalam arsitektur. Dia belajar abstraksi dari kanvas kanvas suprematis Kazimir
Malevich yang menggunakan bentuk abstrak dan geometris untuk menyajikan lukisannya.
Dia mengklaim bahwa abstraksi menawarkannya visi untuk lintasan garis dan itu karyanya
dihasilkan dengan memiliki keinginan untuk mengikuti garis dan bayangkan ketika itu
'berubah dan mendistorsi' dalam suatu proyek saat bergerak melalui area 'cahaya dan
bayangan' [25]. Contoh untuk itu adalah Maxxi Museum di Roma, Italia (2009).

Hadid menerapkan abstraksi dan fragmentasi dalam berbagai bidang cara untuk
menghasilkan bentuk dan ruang; yang paling menarik adalah mewujudkan kejadian dan
menggambarkan tindakan mereka proses sebagai bentuk gagasan untuk proyek. Contohnya
adalah Vitra Fire station di Jerman (1994) yang konfigurasinya dihasilkan oleh tabrakan dari
dua geometri utama yang membentuk daerah; orientasi kompleks pabrik di sekitar dan jalan
(Gbr. 2 dan 3) [16]. Dua contoh lainnya adalah Beko-Masterplan di Beograd, Serbia tempat di
diwujudkan tindakan peleburan sebagai konsep bentuk serta ia menggambarkan tindakan
ledakan sebagai ide untuk desain interior Galeri Gmurzynska, Zurich. Tabel 1 menunjukkan
beberapa cara terapan lainnya dari teknik abstraksi dan fragmentasi.

10
Ide Bumi dan Gravitasi

Hadid adalah arsitek paling terkenal menggunakan teknik ini; teknik membebaskan
diri dari bumi yang dianggap sebagai masalah kritis bagi sebagian besar proyeknya. Dia
mengocok Gagasan beku lantai dasar dengan membiarkan bagian-bagiannya tetap naik
tanpa dukungan. Dia terkadang membuat tanah menjadi keropos untuk membiarkan
beberapa elemen bekerja secara individual; oleh karena itu, ini elemen-elemen dengan
penuh semangat dapat mengambil tempat mereka dalam arus desain perkotaan [15]. Hadid
biasanya menggunakan kolom miring, fluida dan permukaan miring bukannya berurusan
dengan sudut kanan. Dia membenarkan bahwa dengan mengatakan "Ada 360 derajat, jadi
mengapa tetap ke satu? ”[22]. Dia menyatakan bahwa ide statis tanah adalah alasan
menjebak arsitek modern membuat mereka memproduksi arsitektur yang sama untuk
periode waktu yang lama [19]. Hadid belajar teknik ini dari suprematis Kazimir yang menulis,
“Kita hanya bisa merasakan ruang ketika kita membebaskan diri dari bumi, ketika titik
dukungan menghilang ”[3]. Kata-kata ini telah mempengaruhi konsepsi Hadid tentang
Arsitektur. Selain itu, dia belajar cara membebaskan dan menggunakan tanah secara aktif
dari Mies van der Rohe proyek, Paviliun Barcelona, di mana ia meninggikan langit-langit
dalam irisan terbatas dinding yang terpisah [15]. Sejak Hadid mencurahkan upayanya untuk
mencapai tugas melanjutkan proyek modernisme yang tidak lengkap [4], ia telah dengan
rajin menghasilkan banyak cara untuk mewakili teknik ini. Beberapa di antaranya cara yang
berlaku untuk membebaskan diri dari tanah adalah merancang kantilever berlebihan di
Museum Guggenheim, Taiwan, juga memperluas dan menggantung tanah proyek di lokasi
topografi di Villa untuk Resor Golf dan Spa di Kopenhagen. Dalam proyek Regium
Waterfront, Italia, Hadid mengukir tanah hingga ke langit seolah bangunan itu ingin bebas
dari tanah dan terbang. Sebagai cara memberi energi pada fasad bangunan, Hadid masuk
Proyek PierresVives, Montpellier membuat beberapa blok keluar dari gedung untuk
menunjukkan pemberontakan mereka gravitasi. Cara lain adalah Manipulasi tanah di Edifici
Bentuk kampus di Barcelona, Spanyol di mana alasan lantai yang berbeda dimanipulasi
menciptakan lebih dari dua kisi-kisi yang mengelola rencana (Gbr. 4). Tabel 2 menyebutkan
yang lain cara menerapkan teknik ini dalam proyek-proyeknya.

11
Proyek Lansekap dan Konteks Sekitar

Orang biasanya bertanya-tanya pada kompatibilitas bangunan Hadid dengan


sekitarnya meskipun mereka benar-benar berbeda karakter dalam bentuk dan bahan.
Rahasianya terletak pada penelitian intensif yang dilakukan Hadid di lokasi dan lingkungan.
Lansekap bangunan berarti tidak berurusan dengan proyek ketika mendesain sebagai hal
yang terisolasi tetapi mencoba menjadikannya sebagai bagian pelengkap dari citra zona
perkotaan. Dia mencoba sebisa mungkin untuk menanamkan dan melelehkan proyek dalam
konteks dengan mempertimbangkan semua hubungan yang mungkin diartikulasikan seperti
topografi dan lansekap [6]. Melalui desain proses, Hadid mencoba untuk mendapatkan
beberapa fitur dari konteksnya memproyeksikan dan sebaliknya untuk menjamin kombinasi
harmonis satu sama lain. Dia belajar teknik ini dari bahasa Cina lansekap, arsitektur, dan
seni. Dalam menggambarkan pengalaman seperti itu, Hadid menyatakan bahwa dia
mengagumi manipulasi hebat dan kombinasi antara taman dan alam Tiongkok; Selain "cara
arsitektur tradisional tertanam dalam teater besar lanskap alam ”[28]. Menggunakan

12
metode ini mempengaruhi bentuk umum dan orientasi bangunan. Jika seseorang kembali ke
proyek awalnya sampai sebagian besar Pertengahan tahun 2000-an, dapat disadari bahwa ia
mengerahkan semua upayanya menghasilkan formulir; Namun akhir-akhir ini, ia
memberikan sebagian pertimbangannya untuk lansekap proyek. Dia menyatakan bahwa
dalam 6 Jurnal Terbuka Desain Arsitektur (2013) 1-9 Karya awalnya, tujuannya adalah
membuat bangunan pahatan itu bersinar seperti permata yang terisolasi, namun; dia baru
saja bekerja untuk membuat mereka larut dan membentuk jenis lanskap baru menjadi
bagian yang saling melengkapi dari kota modern [12]. Hadid digunakan berbagai metode
untuk lansekap proyek; menghilang adalah salah satu yang biasa digunakan olehnya. Itu
dianggap sebagai yang baru jenis lansekap bangunan dengan cara yang membuatnya
menarik perhatian dan penglihatan secara bertahap dari situs ke bangunan menciptakan
hubungan yang kuat di antara mereka. Secara metaforis, menghilang memberi proyek fitur
menjadi tanah yang lahir; bangunan itu tumbuh dari tempat itu menjadi bagian darinya.
Sebuah contoh terlihat di Abu Dhabi Performing Arts Center, UEA (Gbr.5) dan Departemen
Riset Energi E. ON. Aachen, Jerman. Hadid belajar teknik fading dari Lukisan Cina. Dia belajar
bagaimana melukis lapisan ruang menjadi tak terbatas, memberi kita rasa kedalaman yang
belum dijelajahi dan kebebasan tanpa batas [18].

Cara lain proyek lansekap adalah merancang konfigurasi bangunan sesuai dengan
bentuk tanah seperti bangunan multifungsi Regium Waterfront di Reggio, atau menurut
jaringan perkotaan seperti Museum Nasional XXI di Jakarta Roma, atau terkadang
berdasarkan topografi situs seperti Dubai Gedung Opera di UEA. Karena arsitektur lansekap
adalah tentang mengurangi campur tangan manusia di tanah untuk menjaga gambar alam
menimpa, Hadid biasanya hanya menggunakan satu warna untuk bentuk luar proyeknya dan
dia menggunakan trotoar yang dimilikinya warna permukaan yang sama menghasilkan
semacam 'ketidakpastian' tentang keberadaan garis pertemuan di antaranya bangunan dan
situs. Ekstensi dinding juga merupakan cara lain lansekap proyek di mana Hadid memperluas
dan melipat dinding bangunan membentuk trotoar dari situs yang dirancang dengan cara
yang memberikan rasa afiliasi dengan asal, bumi, sebuah contoh diamati di Menara Batu di
Kairo, Mesir dan pusat Kebudayaan Heydar-Aliyev, Azerbaijan (Gbr.6). Baru-baru ini, Hadid
menggunakan garis formatif bangunan yang sama untuk mendesain lanskap situs. Jika
menggunakan desain bangunan garis spiral, desain lansekap juga mengambil cara yang sama
seperti trotoar, zona hijau, danau dan tangga. Ini menciptakan hubungan yang kuat antara
bangunan dan situs seolah-olah mereka bergabung untuk membentuk satu gambar seperti
Cairo Expo City di Mesir. Tabel 3 menunjukkan berbagai cara menerapkan teknik ini.

13
Layering

Teknik ini memungkinkan Hadid untuk membuat rongga luar biasa dan ruang yang
memenuhi aspirasi ruang arsitekturnya. Ruang yang kompleks dan cair adalah salah satu
tugas yang dilakukan Hadid dirinya untuk dilakukan [4]. Serambi fluida besar diasumsikan
Jejak utama Zaha Hadid di sebagian besar proyek besarnya bahwa ia dianggap sebagai faktor
utama proyek sosialisasi [17]. Layering dalam lukisan adalah menerapkan lebih dari satu
lapisan warna untuk memberikan kedalaman lukisan yang masuk akal. Sementara layering
dalam hal ini belajar berarti berurusan dengan lantai bangunan sebagai lapisan atau level
yang terpisah; untuk dengan ringan mengabaikan grid yang lebih rendah lantai dan
memanipulasi perbatasan alasan. Hadid menyatakan itu seluk-beluk dan energi siklus hidup
modern „tidak dapat dilemparkan ke dalam grid ortogonal dan blok sederhana dari
arsitektur Abad ke-20 era Henry Ford '[18]. Oleh karena itu, layering memanipulasi posisi
lantai dalam hal superposisi untuk membuat bentuk energik seperti proyek Peak. Dia belajar
cara memahami ruang dalam layering dari lukisan seni Cina dan morfologi erosi di alam.
Hadid mengagumi cara mereka melukis ruang berlapis-lapis tak terbatas, memberi kita rasa
kedalaman yang tak dijelajahi dan tak terbatas kebebasan ”[18]. Contoh yang baik dari
teknik ini termasuk Pusat Budaya Seni Abdullah yang menunjukkan manipulasi berani untuk
lantai menghasilkan menghasilkan serambi fluida interior yang luar biasa dan koneksi yang
hebat antara di dalam dan di luar__ lihat Gambar.7 (a) & 7 (b).

14
Bermain Cahaya

Bermain massa di bawah faktor siang hari adalah salah satunya teknik yang
digunakan secara intensif oleh Hadid dimana unsur bayangan menambah gerakan dan
kehidupan ke ketinggian. Mainkan massa dapat dicapai dengan menggunakan tekuk,
ekstrusi, fragmentasi, abstraksi, dan membuat bangunan menjadi keropos; sebagian besar
aplikasi dari cara ini dijelaskan dalam teknik sebelumnya.

Hadid menyatakan bahwa warna bangunan bisa dengan beragam dan dilihat melalui
beton dengan mempertimbangkan perubahan di atasnya sebelumnya sedang dibangun
dalam permainan siang hari [12]. Dia menginspirasi ini teknik dari meditasinya dari alam dan
Cina seni lukis tradisional. Dia tahu itu alasan mengapa orang tertarik ke gunung adalah
karena berkelok-kelok sederhana di pegunungan dan faktor cahaya yang bekerja bersama
untuk menggambarkan pemandangan yang indah [19]. Selain itu, dia belajar dari Seni China
yang faktor cahaya dan bayangan adalah elemen penting untuk setiap karya artistik dan ia
mengasumsikan teknik itu dapat dicapai dalam arsitektur juga [28]. Dia menerapkan ini
teknik melalui memanipulasi organisasi massa yang disajikan dalam bundel seperti
fragmentasi (Gbr. 8), tumpang tindih, akumulasi, dan penjajaran seperti yang dijelaskan
dalam (Tabel 4).

15
Mulus dan Lancar Mengalir

Teknik terakhir adalah menerapkan fitur seamlessness pergi melalui setiap bagian
dari proyek. Mulus dan fluiditas adalah karakteristik yang lazim di hampir Hadid
memproyeksikan terutama yang terbaru. Dia mendapat inspirasi untuk ini teknik dari
kompleksitas bentuk di alam, bahasa Arab kaligrafi, dan aliran alami lanskap yang mulus di
Desa Sumeria, Irak yang terjadi antara alang-alang, air, dan pasir menciptakan pemandangan
menakjubkan [12]. Zat yang paling banyak digunakan untuk mencapai kurva mulus yang
diinginkan adalah beton. Dia biasanya mencoba untuk menghindari menggunakan bentuk L
atau sudut 90 derajat oleh melengkung permukaan agar memberi rasa kontinu ruang cairan
dan terkadang dengan memiringkan permukaan ke arah di dalam atau di luar seperti Eli dan
Edythe Art Museum di Michigan, AS.

Menggunakan teknik tersebut menawarkan permukaan yang lebih terbuka dan


terbuka yang memungkinkan cahaya alami masuk jauh melalui gedung. Sebenarnya, fitur
cairan ruang dalam proyek-proyek Hadid membuat pengunjung secara tidak sadar
menginginkannya untuk berjalan, bergerak, dan melihat apa yang berikutnya, mandiri, jadi
ada tidak perlu lagi untuk panduan pengantar dan bahkan untuk signage. Contoh yang
terlihat di Museum Maxxi di Roma tempat pengunjung dapat mengalami fluiditas; 16 tahun
bocah laki-laki menggambarkan bergerak melalui ruang yang berbeda dalam hal ini museum
seolah-olah dia berada di atas kapal yang digerakkan oleh fluiditas sungai yang "secara alami
mengikis tanggul tepi sungai" [17].

16
Persepsi Kontradiksi dalam Teknik Hadid
Melalui analisis teknik Hadid menghasilkan bentuk, itu mengasumsikan bahwa kontradiksi
adalah alasan yang mendasarinya keunikan bekerja. Paradoks dalam teknik yang digunakan memiliki
menciptakan integrasi dalam memahami dan mencapai yang inovatif dan arsitektur rasional. Teknik
yang dikembangkan sendiri oleh Hadid membuatnya memenuhi syarat untuk menghasilkan karya
luar biasa karena menjadi campuran antara pembebasan dan logika; rasional dan irasional;
keanehan dan harmoni. Teknik pembebasan untuk bentuk adalah fragmentasi dan abstraksi,
menentang gravitasi, layering, dan bermain cahaya, sedangkan teknik lainnya yang mengembalikan
bentuk untuk logika dan memenuhi syarat untuk menjadi nyata, ramah, dan harmonis proyek
lansekap, mulus dan fluiditas. Akar dari teknik ini telah dipelajari dari domain yang berbeda, budaya,
dan negara dan ini menafsirkan keakrabannya arsitektur di tingkat global. Misalnya, abstraksi adalah
teknik ditingkatkan oleh Hadid melalui belajar matematika dan suprematisme, sementara
menentang gravitasi adalah yang dikembangkan olehnya melalui mempelajari arsitektur Cina, seni
Rusia; suprematisme, dan proyek-proyek Mies van der Rohe. Selain itu, fluiditas dan kelancaran
diperoleh teknik dengan mengamati fluiditas kaligrafi Arab dan hal-hal organik di alam, sedangkan
proyek lansekap, permainan cahaya dan layering adalah keterampilan yang dipelajari dari seni
Tiongkok, arsitektur, dan lansekap. Oleh karena itu, arsitekturnya adalah a hasil dari banyak
pengalaman, studi, upaya menghasilkan apa adalah novel. Keenam teknik telah ditingkatkan melalui
bepergian ke banyak negara di seluruh dunia seperti Cina dan Istanbul yang membangun ciri
keduniawian dalam dirinya bekerja.

Kesimpulan: Arsitektur untuk Masa depan


Melalui mengamati ekspresi untuk sejumlah orang yang melihatnya bekerja di foto untuk
pertama kalinya, orang dapat melihat kesan mereka yang penuh dengan keheranan dan kejutan
disertai dengan pertanyaan ini "Apakah ini proyek nyata atau hanyalah soal wow, seperti yang ada di
film animasi fiksi? ' Hadid sebenarnya telah melampaui waktu kita saat ini dengan merancang
arsitektur yang dibayangkan berada di masa depan; Arsitektur yang ditandai dengan menentang
gravitasi, mulus, dan ketidakstabilan. Sensasinya yang tinggi untuk seni dan keindahan dalam desain
memiliki menarik perhatian generasi arsitek baru dan desainer lain di berbagai sektor menjadi peran
inspiratif model untuk desain mereka. Manipulasinya dalam menggunakan teknik-teknik yang saling
bertentangan menghasilkan munculnya yang baru jenis arsitektur global yang ramah dan
menyenangkan orang-orang. Tanpa melebih-lebihkan, Hadid telah membawa perubahan ke cara
memahami arsitektur di dunia, ia telah membuatnya banyak arsitek melihat kembali karya mereka
dan mengevaluasi mereka apakah mereka mencerminkan era ini dengan semua propertiny dan
fasilitas.

17
Bangunan Karya Zaha Hadid

Vitra Fire Station, Weil am


Rhein, Germany (1993) / image
© vitra

Bergisel Ski Jump, Innsbruck,


Austria, (2002) / image courtesy
of bergisel betriebsgesmbH

BMW Central Building, Leipzig, Germany


(2005) / image by hélène binet

18
Phaeno Science
Centre, Wolfsburg,
gGermany, (2005) /
image by Werner
Huthmacher

MAXXI Museum of XXI Century Art,


Rome (2009) / image by Richard bryant

Guangzhou Opera
House, Guangzhou
(2010) / image
by Virgile Simon
Bertrand

19
London Aquatics Centre, London (2011) / image by hufton+crow

Heydar Aliyev Center, Baku (2013) / image by hufton+crow

Danjiang Bridge, Taiwan / image © visual arch

20
Daftar Pustaka
[1] Aiello T. (2005). “Head-First Through the Hole in the Zero: Malevich‟s Suprematism, Khlebnikov‟s
Futurism, and the Development of a Deconstructive Aesthetic, 1908–1919”. Emaj Art Journal 1: 3.1-
3.16. Accessed April 22nd, 2012. URL:
http://emajartjournal.files.wordpress.com/2012/08/thomasaiello.pdf.

[2] Aref M. (2011). “Zaha Hadid, genius of the place”. Contemporary Arab Affairs Vol.4, No. 3: 267-
287. Accessed March 11, 2012. doi: 10.1080/17550912.2011.591545.

[3] Bedell G. (2003). “Space is her place”. Art. The Guardian magazine. . Accessed May14th, 2012.
http://www.guardian.co.uk/artanddesign/2003/feb/02/architecture.arts features.

[4] Belogolovsky V. (2008). “Zaha Hadid”. Russian Architectural News Agency. Accessed Sep 25th,
2012. http://archi.ru/agency/eng/news_current.html?nid=8497.

[5] Bowlt J. E. (1988).Russian Art of the Avant-Garde: Theory and Criticism 1902-1934.London:
Thames and Hudson, 133.

[6] Colegio de arquitectosdelperu(2012). “Arq. ZAHA HADID – Entrevista”. YouTube. Accessed Dec
20th, 2012. http://www.youtube.com/watch?v=hT1Opt3qVCQ.

[7] D‟Apuzzo A. M. (2011). “Interview with Zaha Hadid. Naslovna” . Association of Novi Sad
Architects. Accessed March3rd,2012.
http://www.dans.org.rs/index.php?option=com_content&task=view&i d=282%20&It%20emid=52
[8] DesignMuseum(2007). “Zaha Hadid”. Accessed Aug23rd, 2012.
http://designmuseum.org/design/zaha-hadid.

[9] Didero M. C. (2012). “Zaha Hadid and Suprematism”. Domus magazine. Accessed Dec 9th, 2012.
https://www.domusweb.it/content/domusweb/en/reviews/2012/07/27/ zaha-hadid-and-
suprematism.html [10] Durmus S. &Gur S. O. (2011). “Methodology of deconstruction in
architectural education”. Procedia - Social and Behavioral Sciences 15: 1586-1594. Accessed May
4th, 2012. Doi: 10.1016/j.sbspro.2011.03.335. [11] Etherington R. (2010). “Zaha Hadid and
Suprematism at GalerieGmurznska Zurich”. DezeenMagazine.Accessed Feb 23, 2012.
http://www.dezeen.com/2010/07/12/zaha-hadid-and-suprematism-atgalerie-gmurzynska-zurich/.

[12] Glancey J. (2006). “I Don't Do Nice”. Art and Design. The Guardian magazine. Accessed July
24th,2012. http://www.guardian.co.uk/artanddesign/2006/oct/09/architecture.com munities.

[13] Groat L. & Wang D. (2002). Architectural Research Methods. Canada: John Wiley and Sons

[14] Hadid Z. (2005). “Zaha Hadid”. The MIT Press 37: 130-135. Accessed March 22nd, 2012. URL:
http://www.jstor.org/stable/40482248.

[15] Hadid Z. (2006). “Interview Alvin Boyarsky with Zaha Hadid ”, in Zaha Hadid. New York:
Guggenheim Museum, 44-51.

[16] Hadid Z. (2009).The Complete Zaha Hadid. London: Thames & Hudson Ltd, 18.

[17] Hadid Z. (2010). “An Email Dialogue July, 2010 Zaha Hadid”. In: FUTAGAWA Y. (Ed.). Zaha Hadid
Recent Projects, GA. Tokyo: A.D.A. Edita Tokyo, 6-8. [18] Hadid Z. (2011). “Like a breath of fresh air”.
China Daily USA Newspaper.Accessed January 1st, 2013.
http://europe.chinadaily.com.cn/epaper/2011-12/30/content_1435659 5.htm. [19] Hattenstone S.

21
(2003). “Master builder”. Art and Design, themonday interview. The Guardian. Accessed March 3,
2012. http://www.guardian.co.uk/artanddesign/2003/feb/03/architecture.arts features.

[20] Hattenstone S. (2010). “Zaha Hadid: 'I'm happy to be on the outside”.Art and Design, saturday
interview. The Guardian. Accessed

https://en.wikipedia.org/wiki/Zaha_Hadid

https://www.britannica.com/biography/Zaha-Hadid

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Sejarah%20Seni%20Rupa%20Barat%20II.pdf

https://www.moma.org/documents/moma_catalogue_1813_300062863.pdf

https://himaartra.wordpress.com/2011/11/01/zaha-hadid-profile/

https://prezi.com/6sfvmwzq2cam/kecenderungan-arsitektur-dunia-dan-arsitektur-avant-garde/

http://www.padilifeproperty.com/2012/03/dekonstruksi-zaha-hadid.html

https://rizalzitni.wordpress.com/2014/03/02/zaha-hadid/

https://www.independent.co.uk/arts-entertainment/architecture/zaha-hadid-who-was-she-
architect-video-female-iraq-buildings-google-doodle-design-own-words-a7763841.html

https://archiofcassie.wordpress.com/2011/06/22/arsitektur-dekonstruksi/

https://www.academia.edu/12332322/Zaha_Hadid_and_The_Russian_Revolutionary_Painter_Kazi
mir_Malevich

https://www.strandbooks.com/monographs/zaha-hadid-space-for-art-contemporary-arts-center-
cincinnatilois-richard-rosenthal-center-for-contemporary-art

https://www.designboom.com/architecture/zaha-hadid-timeline-career-projects-03-31-2016/

22