Anda di halaman 1dari 6

Berdasarkan hasil penelitian ternyata bahwa mahasiswa pria hanya 40% dari total jumlah mahasiswa di

Jakarta. Berdasarkan pada tingkat kelulusan ternyata mahasiswa wanita 90% lulus tepat waktu, dan 80%
mencapai IPK di atas 3,0. Sedang mahasiswa pria yang lulus tepat waktu hanya 40% dan IPK di atas 3,0
hanya 50%. Hitunglah:
• Berapa persen, mahasiswa pria lulus tidak tepat waktu dan IPK di bawah 3,0?
• Berapa peluang mahasiswi lulus tepat waktu dan IPK di atas 3,0?

IPK>3,0

Lulus Tepat P(G) =0,8

P(C) =0,9
IPK<3,0
Mahasiswi
P(H) =0,2
P(A) =0,6 Lulus Tidak Tepat
IPK>3,0
P(D) =0,1 P(I) =0,8

1 IPK<3,0

P(J) =0,2
Lulus Tepat
IPK>3,0
Mahasiswa P(E) =0,4
P(K) =0,5

P(B) =0,4
IPK<3,0
Lulus Tidak Tepat
P(L) =0,5
P(F) =0,6
IPK>3,0

P(M) =0,5

IPK<3,0

P(N) =0,5

• Peluang mahasiswa lulus tepat waktu di bawah 3,0


P(N|F|B) = 0,4 x 0,6 x 0,5 = 0,12
• Peluang mahasiswi lulus tepat waktu dengan IPK di
atas 3,0:
P(G|C|A) = 0,6 x 0,9 x 0,8 = 0,432

Berdasarkan hasil penelitian ternyata bahwa mahasiswa pria hanya 35% dari total jumlah mahasiswa di
Jakarta. Berdasarkan pada tingkat kelulusan ternyata mahasiswa wanita 90% lulus tepat waktu, dan 80%
mencapai IPK di atas 3,0. Sedang mahasiswa pria yang lulus tepat waktu hanya 40% dan IPK di atas 3,0
hanya 45%. Hitunglah:
• Buatlah diagram pohonnya!
• Berapa persen, mahasiswa pria lulus tepat waktu dan IPK di bawah 3,0?
• Berapa peluang mahasiswi lulus tidak tepat waktu dan IPK di atas 3,0?

IPK>3,0

Lulus Tepat P(G) =0,8

P(C) =0,9
IPK<3,0
Mahasiswi
P(H) =0,2
P(A) =0,6
Lulus Tidak Tepat
IPK>3,0
P(D) =0,1 P(I) =0,8

1 IPK<3,0

P(J) =0,2
Lulus Tepat
IPK>3,0
P(E) =0,4
Mahasiswa
P(K) =0,5

P(B) =0,4
IPK<3,0
Lulus Tidak Tepat
P(L) =0,5
P(F) =0,6
IPK>3,0

P(M) =0,5

IPK<3,0

P(N) =0,5

• Peluang mahasiswa lulus tepat waktu di bawah 3,0


P(N|F|B) = 0,35 x 0,4 x 0,55 = 0,077
• Peluang mahasiswi lulus tidak tepat waktu dengan IPK di
atas 3,0:
P(G|C|A) = 0,65 x 0,1 x 0,8 = 0,052
PT Sampoerna akan memasang iklan pada media di televisi, oleh karena itu diadakan survei kepada
sekelompok eksekutif, yaitu stasiun televisi apa yang sering dilihat. Berikut adalah hasil penelitian
tersebut:
• Berapa probabilitas terpilihnya eksekutif senior?
• Berapa probabilitas terpilihnya eksekutif muda yang menonton RCTI?
• Berapa probabilitas terpilihnya eksekutif muda dan yang menonton RCTI?

Jawab:
a. Probabilitas terpilihnya eksekutif senior
P(ET) = 200/500 = 0,4
b. P(RCTI|EM)
P(RCTI|EM) = P(EMRCTI)/P(EM)
= (100/500)/(300/500)
= 0,2/0,6
= 0,33
c. P(EM dan RCTI)
P(EM dan RCTI) = P(EM) x P(RCTI|EM)
= 0,6 x 0,33
= 0,2

Contoh:
Kemungkinan bahwa Paula lulus ujian matematika adalah 2/3, dan kemungkinan ia lulus Bahasa
Inggris adalah 4/9. Bila probabilitas lulus keduanya adalah ¼, berapakah probabilitas Paula dapat paling
tidak lulus salah satu dari kedua pelajaran tersebut?
Penyelesaian:
Bila M adalah kejadian “lulus matematika,” dan E adalah kejadian “lulus Bahasa Inggris,” maka
dengan aturan penjumlahan kita dapatkan

PM  E   PM   PE   PM  E  


2 4 1 31
  
3 9 4 36
Contoh:
• Diketahui bahwa 30% mesin cuci buatan pabrik X memerlukan perbaikan (service) selagi masih
dalam masa garansi, sementara hanya 10% mesin pengering buatan pabrik yang sama yang
membutuhkan perbaikan. Jika sesorang membeli satu set yang terdiri dari mesin cuci dan mesin
pengering probabilitas kedua mesin tersebut memerlukan perbaikan selama masih dalam masa
garansi dapat ditentukan dengan hukum perkalian. Jika C adalah peristiwa mesin cuci
memerlukan perbaikan dan K adalah peristiwa mesin pengering memerlukan perbaikan. Maka
P(C) = 0,3 dan P(K) = 0,1. Dengan asumsi bahwa mesin cuci dan mesin pengering berfungsi
secara terpisah (saling bebas) satu sama lainnya, maka probabilitas keduanya memerlukan
perbaikan selama masa garansi adalah:

P (C dan K )  P (C  K )  P (C )  P (K )  (0,3)(0,1)  0,03

Contoh
Vendor I, II, III, dan IV menyediakan seluruh keperluan bantalan bush yang dibeli oleh
perusahaan Sumber Teknik sebanyak masing-masing 25 %, 35 %, 10 % dan 30 %. Dari pengalaman
selama ini diketahui bahwa vendor I, II, III, dan IV masing-masing mengirimkan 20 %, 5 %, 30 % dan 10 %
bantalan bush yang cacat. Maka probabilitas bahwa sebuah bantalan yang dipilih secara acak
merupakan bantalan yang cacat dapat dihitung sebagai berikut. Misalkan A adalah peristiwa pemilihan
sebuah bantalan yang cacat, dan B1, B2, B3, dan B4, adalah peristiwa pemilihan bantalan dari vendor I,
II, III, dan IV.

4 4
P ( A)   P ( A  Bi )   P ( A | Bi )  P (Bi )
i 1 i 1
 P ( A | B1 )  P (B1 )  P ( A | B2 )  P (B2 )  P ( A | B3 )  P (B3 )  P ( A | B4 )  P (B4 )
 (0,2)(0,25)  (0,05)(0,35)  (0,3)(0,1)  (0,1)(0,3)
 0,1275
• Kemudian jika terpilih sebuah bantalan cacat, maka probabilitas bantalan cacat itu berasal dari
vendor III adalah:

P (B3  A) 0,03
P (B3 | A)    0,2353
P ( A) 0,1275

Contoh:
Sebuah tas berisi 4 bola putih dan 3 bola hitam, dan tas yang kedua berisi 3 bola putih dan 5
bola hitam. Satu bola diambil dari tas pertama dan diletakkan tanpa terlihat di dalam tas yang kedua.
Berapa probabilitas bahwa sebuah bola yang sekarang ditarik dari tas kedua adalah hitam?
Penyelesaian:
Ambil B1, B2 dan W1 mewakili secara berurut penarikan sebuah bola hitam dari tas 1, sebuah
bola hitam dari tas 2, dan sebuah bola putih dari tas 1. Kita tertarik kepada gabungan dari kejadian
saling terpisah dan

P  B1  B2  atau W1  B2    P  B1  B2   P W1  B2 

 P  B1  P  B2 B1   P W1  P  B2 W1 

 3   6   4   5   38 
          
 7   9   7   9   63 

Anda mungkin juga menyukai