Anda di halaman 1dari 4

RS ISLAM IBNU SINA PEKANBARU

SOAL UJIAN KOMUNIKASI EFEKTIF


1. Yang dimaksud dengan “komunikasi efektif dokter-pasien” adalah....

a. Hubungan yang berlangsung antara dokter/dokter gigi dengan pasiennya selama


proses pemeriksaan /pengobatan/perawatan yang terjadi di ruang praktk
perorangan/poliklinik, rumah sakit, dan puskesmas dalam rangka membantu
menyelesaikan masalah kesehatan pasien.

b. Pengembangan hubungan dokter pasien secara efektif yang berlangsung secara


efisien, dengan tujuan utama penyampaian informasi dalam rangka membangun
kerja sama antara dokter dengan pasien.

c. Pengetahuan dan keterampilan mengenai komunikasi yang mengikuti langkah


langkah komunikasi, muali dari memberi perhatian sampai menyimpulkan
hasilnya.

d. Konsultasi masalah kesehatan antara dokter dan pasien yang dapat menghasilkan
satu kesimpulan

2. Berikut ini yang bukan merupakan contoh hasil komunikasi yang efektif, yaitu:

a. Pasien merasa dokter menjelaskan keadaan sesuai tujuannya berobat.

b. Pasien merasa dokter mendengarkan keluhannya dan mau memahami keterbatasan


kemampuannya dan bersama mencari alternatif sesuai kondisi dan situasinya,
dengan segala konsekuensianya.

c. Pasien memutuskan untuk pergi ke pengobatan alternatif atau komplementer atau


menyembuhkan sendiri.

d. Pasien mau bekerja sama dengan dokter dalam menjalankan upaya pengobatan

3. Untuk sampai pada tahap tercapainya pengertian dan kesepakatan yang dibangun
dokter bersama pasien pada setiap langkah penyelesaian masalah pasien, maka
diperlukan berbagai pemahaman seperti ...
a. Menjadi pendengar yang baik
b. Adanya penstimulus proses komunikasi
c. Mengenal mengekspresikan perasaan dan emosi
d. Pemilihan alat penyampai pikiran
4. Efektif atau tidaknya komunikasi yang berlangsung akan menentukan sikap pasien
dalam hal berikut, kecuali..

a. Menerima diagnosis yang ditetapkan dokter


b. Melakukan perawatan diri dan memerhatikan atau mematuhi anjuran/nasihat
dokter.
c. Menunggu tindakan medis dari dokter
d. Mempengaruhi kelangsungan terapi, apakah akan berlanjut atau terjadi pemutusan
hubungan secara sepihak.
5. Yang tidak termasuk tujuan dari komunikasi efektif antara dokter dan pasien adalah

a. untuk mengarahkan proses penggalian riwayat penyakit lebih akurat untuk dokter
b. lebih efektif dan efisien bagi dokter dan pasien
c. untuk menyampaikan empati kepada pasien
d. lebih memberikan dukungan pada pasien
6. Sasaran yang ke dua dari sasaran keselamatanpasien
a. Mengurangi risiko cidera akibat jatuh
b. Meningkatkan komunikasi yang efektif
c. Mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan
d. Mengidentifikasi pasien dengan benar
7. Komunikasi yang paling mudah mengalami kesalahan adalah saat:
a. Perintah diberikan secara lisan
b. Perintah melalui telpon
c. Pelaporan hasil pemeriksaan kritis
d. Semua tersebut diatas
8. Komunikasi efektif yang tidak benar adalah:
a. Tepat waktu
b. Akurat
c. Lengkap
d. Duplikasi
9. Langkah komunikasi antar petugas dengan menggunakan metode SBAR saat
melaporkan pasien/ hasil kritis sebagai berikut, kecuali:
a. Melaporkan Situasi atau kondisi pasien saat ini
b. Menceritakan Background perawat yang melapor
c. Assesmen atau diagnosa pasien
d. Minta Rekomendasi terapi atau penanganan untuk pasien tersebut

10. Serah terima informasi pasien di RS yang tidak tepat dilakukan saat:
a. Antar perawa tantar shif anta ruangan

b. Pengalihan tanggungjawab dari dokter kpd dokter/ kepada perawat.

c. Pengalihan tanggungjawab sementara misalnya saa tistirahat makan.

d. Semua benar
SOAL KOMUNIKASI EFEKTIF

1. Apa yang anda diketahui tentang komunikasi efektif di RS


2. Bagaimana cara menerima telepon diruangan / unit.
3. Bagaimana sikap anda saat menerima telepon
4. Bagaimana cara berkomunikasi saat menerima pasien baru diruang rawat/rawat jalan.
5. Bagaiman cara sikap menghadapi komplian pasien terhadap keterlambatan dokter
berkunjung kepasien.