Anda di halaman 1dari 14

PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

BODY OF KNOWLEDGE PENDIDIKAN DASAR


1)
Oong Komar
1
Dosen Dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia.
Email: oongkomar@upi.edu

Abstract

Animo three-UPI SPs Studies Program in the last two years tops the list, which amounts to 210 to 230
applicants for a course of English language education, physical education and basic education. The
number of open interest pendas, whether perceptions about pendas value-oriented labor market scientifics
and practical benefits? Does science have the formula pendas slices (formal object) by itself and does not
duplicate the study program in the same direction? Is basic education is still conceived within the
paradigm of primary education/elementary school, compulsory education, general education, and
education for all? To answer these questions, the data collected with the Delphi technique of respondent
students, alumni, users, structural and experts. If not, then there will be a basic education in the surface.
Implications on the basic education curriculum prepared based on principles and human needs Indonesia.
Such as: to understand him well; Another man with good understanding; understand the relationship with
the creator; and understand nature well. Basic education or education for all or compulsory education, the
same meaning is to be good a citizenship, becoming good citizen s.

Keywords: basic education, primary education/elementary school, compulsory education, general


education, education for all.

I. Pendahuluan program studi searah. Program studi


tersebut, tanpa memilih salah satu
Pengamatan (sementara) mengenai paradigma atau paling tidak tanpa
beberapa nama program studi di memiliki kecondongan pada salah satu
lingkungan Sekolah Pascasarjana UPI paradigma, khawatir terjadi penetapan
diduga isi kandungan visi dan misi searah body of knowledge, content knowledge,
atau dalam perbedaan yang transparan.
learning outcomes, kompetensi, profil
Secara kasat mata nama program studi,
lulusan, jabatan kerja dan profesinya
seperti Pendidikan dasar, Pendidikan tumpang tindih/duplikasi satu sama lain,
Umum, Pedagogi, Paud, dan PLS tampak bahkan ambigu atau tidak jelas.
berbeda, tetapi dalam focus kajian (obyek
formal) perbedaannya transparan. Proses pemilihan atau kecenderungan pada
Sehingga diduga terjadi tumpang paradigmatic tertentu memerlukan
tindih/duplikasi mengenai body of pertimbangan mendasar dan
knowledge, content knowledge, learning comprehensive, seperti memahami lebih
outcomes, kompetensi, profil lulusan, jauh atau mengkaji lebih mendalam arah
jabatan kerja dan profesinya antar program kecenderungan melalui berbagi referensi
studi searah tersebut. dan kajian empiris. Sehingga penelitian
mengenai body of knowledge kiranya
Oleh karena itu, dipandang perlu sebagai upaya melengkapi rujukan yang
menetapkan pola kecenderungan irisan bersifat hasil kajian empiris.
mengenai body of knowledge pada lingkup
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 86
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

Khususnya, pendidikan dasar (basic sosialitasnya. Sehingga, penelitian body of


education) sebagai salah satu program knowledge pendidikan dasar menetapkan
studi di Sekolah Pascasarjana UPI, pembatasan masalah pada cakupan tiga
acapkali dipersepsi mahasiswanya dengan dimensi ilmiah, yaitu: ontologi,
konseptualisasi ilmu yang multi epistemologi dan aksiologi (Pramono,M,
paradigmatic, seperti: dikonsepsikan dalam 2003).
paradigma primary education/elementary Oleh karena itu, perumusan masalah
school, compulsory education, general penelitian body of knowledge pendidikan
education, dan education for all. Hal dasar dengan bentuk pertanyaan: Apakah
tersebut terbukti dalam proses perkuliahan ontologi, epistemologi dan aksiologi
(Filsafat Ilmu), sebagian besar pendidikan dasar?
mahasiswanya menanyakan seputar
kompetensi, profil lulusan, jabatan kerja Pertanyaan umum penelitian: Apakah
dan profesi dari program studi pendidikan ontologi, epistemologi dan aksiologi
dasar. pendidikan dasar?

Pemikiran di atas, mengarah pada kajian Pertanyaan spesifik atau elaborasi dari
body of knowledge pendidikan dasar dalam pertanyaan umum penelitian: (1) apa
tiga dimensi ilmiah, yaitu: ontologi, obyek formal dan material ilmu
epistemologi dan aksiologi. Ontologi pendidikan dasar serta peta dasar
membahas secara umum obyek telaahan perkembangan, mulai dari ilmu pokok
ilmu, ciri-ciri esensial obyek ilmu, asumsi sampai kecabangannya? (2) apa metode
dasar ilmu dan konsekuensinya pada penelitian/pengembangan ilmu pendidikan
penerapan ilmu, khususnya proses dasar yang khas serta apa sajakah cakupan
konsistensi ekstensif dan intensif dalam substasi/materinya? (3) apakah ilmu
pengembangan ilmu. pendidikan dasar dimanfaatkan bagi
Epistemologi membahas proses usaha pemecahan masalah secara inhern dan
memperoleh ilmu, terutama berkaitan interrelasinya pada aspek-aspek kehidupan
dengan metode keilmuan dan sistematika manusia dan sosialitasnya?
isi ilmu. Metode keilmuan mencakup Tujuan penelitian: (1) Mengkaji lebih
pikiran, pola kerja, cara teknis, dan dalam mengenai obyek formal dan
prosedur memperoleh ilmu (baru atau yang material ilmu pendidikan dasar serta peta
ada). Sistimatisasi isi ilmu mencakup dasar perkembangan, mulai dari ilmu
batang tubuh ilmu, peta dasar pokok sampai kecabangannya, baik
perkembangannya, mulai ilmu pokok metode penelitian dan cakupan
samapai kecabangannya. substansinya, maupun kemanfaatannya
Aksiologi membahas manfaat bagi bagi pemecahan masalah kehidupan; (2)
manusia dari ilmu yang didapatnya. Bagi Mencari petunjuk/arah/kecenderungan
pengembangan ilmu baru, dimensi mengenai body of knowledge, content
aksiologi diperluas, baik secara inheren knowledge, learning outcomes,
mencakup dimensi nilai kehidupan kompetensi, profil lulusan, jabatan kerja
manusia seperti etika, estetika, religious, dan profesi program studi pendidikan
maupun secara interrelasi ilmu dengan dasar.
aspek-aspek kehidupan manusia dalam
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 87
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

Kajian Teori pendidikan di lembaga pendidikan tersebut


sampai usia tertentu.
1. State of The Art
Paradigma general education, merupakan
Arah baru Pendidikan Dasar (basic pendidikan dasar yang memberikan modal
education) di antaranya cenderung dasar bagi pembentukan manusia yang
dikonsepsikan dalam paradigma primary dicita-citakan. Modal dasar dalam dimensi
education/elementary school, compulsory konsumtif dan investatif. Segi konsumtif
education, general education, dan untuk memungkinkan manusia Indonesia
education for all. yang dapat menikmati hidup dan
kehidupan. Sementara segi investatif untuk
Paradigma primary education/elementary memungkinkan dimilikinya kemampuan
school, merupakan istilah pendidikan dasar pengembangan kemandirian secara
di Amerika dan Inggris (Amerika: primary berlanjut (Satori, D. 1992).
school; Inggris: elementary school).
Pendidikan dasar sebagai grade school Paradigma education for all merupakan
persiapan ke sekolah senior/tinggi yang di upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan
antaranya memfokuskan pada sebagai hak asasi manusia minimal tingkat
pembelajaran akademik dasar, pendidikan dasar sebagai indicator
keterampilan sosialisasi, penyesuaian keadilan, pemerataan hasil pembangunan
pengetahuan, keterampilan dan perilaku dan investasi sdm untuk mendukung
yang dibutuhkan dalam kehidupan. pembangunan bangsa (Renstra depdiknas
2010-2014).
Paradigma compulsory education,
merupakan pendidikan yang dilaksanakan Berdasarkan paradigma di atas, konsep
dengan prinsip memberikan akses penuh pendidikan dasar (basic education) tidak
kepada semua anak untuk mengenyam sama dengan kelembagaan pendidikan
pendidikan selama jenjang sekolah tertentu dasar, seperti: sekolah dasar
(di Indonesia selama 9 tahun dengan (primaryschool/elementary school), juga
jenjang SD dan SMP) dengan gratis dan tidak sama dengan gerakan pendidikan
mewajibkan orang tua untuk dasar, seperti: compulsory education,
menyekolahkan anaknya. Wajib general education, dan education for all.
Pendidikan umumnya digambarkan
sebagai proses perubahan dalam perilaku Pendidikan dasar tampak mempadukan
individu. Setiap anak muda dan dewasa antara kelembagaan dan gerakan, yaitu
mengacu pada berbagai macam kegiatan
harus memiliki kesempatan mendapatkan
pendidikan yang terjadi di berbagai jalur
keuntungan dari kesempatan pendidikan
yang dirancang untuk memenuhinya (formal, non formal dan informal), dan
kebutuhan pendidikan. Wajib pendidikan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
dianggap sebagai bagian yang paling dasar pembelajaran. Menurut Klasifikasi
penting dari pendidikan formal. Individu Standar Pendidikan Internasional
(ISCED), pendidikan dasar terdiri dari
akan menerima pendidikan untuk jangka
pendidikan dasar (tahap pertama dari
waktu tertentu selama interval tertentu.
Wajib pendidikan adalah ekspresi hukum pendidikan dasar) dan pendidikan
di mana individu akan menerima menengah pertama (tahap kedua). Di
negara-negara (negara-negara berkembang
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 88
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

khususnya, Pendidikan Dasar sering kebersihan dan kesehatan lingkungan dan


mencakup juga pendidikan anak usia dini mematuhi tatanan kehidupan. Untuk
dan/atau program keaksaraan orang pengembangan kemandirian secara
dewasa. berlanjut, pendidikan dasar harus
Pendidikan dasar diberi arti sebagai mengarahkan siswa agar belajar
pendidikan minimum yang wajib diikuti bagaimana belajar. Sehingga di sekolah hal
oleh setiap warga Negara suatu ini tidak didapatkan sekedar dari isi
pemerintahan yang berkaiatan dengan kurikulum yang diterapkan, tetapi dari pola
upaya memenuhi kebutuhan untuk hidup belajar yang digunakan. Jadi belajar
layak sebagai warga Negara dan kemandirian secara berlanjut perlu
pertimbangan harga diri suatau bangsa. dilakukan melalui proses belajar mengajar
Sehingga pendidikan dasar merupakan yang dijiwai pembangunan sikap dan ethos
pendidikan masa (mass education atau kerja (Satori, D. 1992).
education for all) yang wajib diikuti oleh
setiap warga Negara dalam kelompok usia 2. Hasil Studi yang Relevan
tertentu (compulsory education) yang Saat ini teori proses belajar yang
merupakan cerminan kemauan politik dibicarakan secara luas terfokus pada teori
suatu bangsa (political will). Pendidikan Piaget. Yaitu yang menegaskan bahwa
dasar dapatlah mengandung pemikiran semua manusia maju melalui tahapan-
sebagai modal dasar bagi pembentukan tahapan perkembangan kognitif yang
manusia Indonesia yang dicita-citakan. sama, dan dalam urutan yang sama pula.
Modal dasar yang seyogyanya memiliki Seperti, penguasaan kemampuan
dua dimensi, yaitu dimensi konsumtif dan konservasi (concrete-operations)
investatif. Segi konsumtif untuk merupakan prasyarat untuk mencapai
memungkinkan manusia Indonesia yang tingkat operasi formal atau abstrak. Tanpa
dapat menikmati hidup dan kehidupan. mencapai yang satu, tidak mencapai yang
Sementara segi investatif untuk lain. Sehingga teori Piaget menyatakan
memungkinkan dimilikinya kemampuan bahwa berpikir manusia tersusun dari
pengembangan kemandirian secara pengalaman yang harus bergerak maju
berlanjut. Perspektif tersebut hendaknya (sensorimotor, preoperation, concrete-
memperhatikan factor-faktor iternal dan operations/conservation, abstract-
external yang mempengaruhi kehidupan operation) (Mangan,J 1980).
masyarakat Indonesia (Satori, D. 1992).
Bertolak dari teori Piaget, banyak
Untuk menikmati hidup dan kehidupan, penelitian mengenai kegiatan berpikir
pendidikan dasar hendaknya mampu manusia dalam psikologi kognitif. Di
membangun kesadaran dan perwujudan antara temuan penelitian yang dilakukan
sikap dan perilaku individu dalam konteks adalah mereka yang telah menerima
jaringan social kepentingan umum, pendidikan sekolah, sebagai berikut.
misalnya pelayanan dan kepastian hokum, Pertama, Pendidikan … tidak terbatas pada
penghargaan terhadap nilai waktu, peka kegiatan pembelajaran, tetapi juga
terhadap hal yang menyangkut hak orang membentuk kepribadian, menanamkan
lain dalam situasi masa, terbentuknya moral, akhlak dan budipekerti (Geist,
perilaku spontan untuk menghargai 2002).
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 89
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

Kedua, pendidikan merupakan factor Metode Penelitian


penting untk pengembangan SDM.
1. Pendekatan
Pendidikan tidak hanya menambah
pengetahuan, tetapi juga meningkatkan Pendekatan penelitian dibedakan dalam
keterampilan bekerja, yang akhirnya akan dua sudut pandang. Pendekatan penelitian
meningkatkan produktivitas kerja (Becker, yang memakai dasar kecenderungan
1994). tingkat generalisasi temuan
mengkategorisasikan pada pendekatan
Ketiga, konsep pendidikan dasar untuk
penelitian sensus, survey dan studi kasus.
semua (universal basic education) adalah
Sementara Pendekatan penelitian yang
penyediaan akses yang sama untuk semua memakai dasar kecenderungan teknik
anak (Daliyo, 1998). analisis laporan mengkategorisasikan pada
Keempat, Surakhmad,W, (1986) pendekatan penelitian eksploratif,
mempertanyakan apakah pengembangan deskriptif dan eksplanasi (korelasi,
ilmu pendidikan baru merupakan salah eksperimen) (Anggoro, MT, 2007).
satu usaha yang strategis? Dikatakan Berdasarkan kategorisasi di atas,
selanjutnya: “Tesis kondisi pendekatan penelitian mengenai body of
keterbelakangan pendidikan suatu bangsa knowledge pendidikan dasar menggunakan
disebabkan bukan keterbelakangan pendekatan eksploratif. Yaitu focus kajian
infrastruktur yang mendukungnya, yang diteliti untuk memahami/ mengkaji
melainkan oleh perangkat konsep yang lebih dalam dan merupakan fenomena
mendasarinya.” relative baru (Anggoro, MT, 2007). Fakta
pendukung kecenderungan pendekatan
3. Pelaksanaan Studi Pendahuluan eksploratis adalah: (1) penelitian mengenai
body of knowledge memiliki informasi
Studi pendahuluan dilakukan untuk
yang relative terbatas; (2) penelitian
menemukan cabang ilmu pendidikan
dilakukan bersifat relative baru untuk
secara jelas dan tegas. Yaitu secara ilmiah
memahami lebih jauh dan mengkaji lebih
agar terpetakan wilayah keilmuan
mendalam serta mencari arah
pendidikan yang memiliki karakteristik
kecxenderungan mengenai body of
tersendiri dalam seluruh kancah
knowledge pendidikan dasar.
pendidikan yang luas tersebut. Ternyata
Oleh karena itu, penelitian mengenai body
substansi ilmu pendidikan berkembang
of knowledge pendidikan dasar
mengikuti image masyarakat. Pertama,
menggunakan teknik Delphi. Yaitu suatu
yang disebut ilmu pendidikan
proses memperoleh consensus dari
dimaksudkan adalah pedagogic atau
sekumpulan tenaga ahli (expert) tanpa
filsafat pendidikan. Kedua, yang disebut
mereka mengetahui satu sama lain. Delphi
ilmu pendidikan dimaksudkan adalah
is based on the principle that forecasts (or
sekolah, mengajar dan pedidikan guru.
decisions) from a structured group of
Oleh karena itu, saat ini konsep ilmu
individuals are more accurate than those
pendidikan yang berkembang
from unstructured groups… Later the
dimasyarakat pada umumnya cenderung
Delphi was applied in other areas,
kearah konsep education (Komar, 2003).
especially those related to public policy

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 90


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

issues, such as economic trends, health Banjarsari Bandung dan Kepala MI Al-
and education (Hanke,JE,2005). Tujuan Maarif Bandung), mahasiswa program
teknik Delphi untuk mengembangkan studi pendidikan dasar 2 orang pada
suatu perkiraan konsensus masa depan angkatan 2012, 2011, 2010, dosen
dengan meminta pendapat para ahli, dan program studi pendidikan dasar 2 orang,
pada saat yang sama menghilangkan dan expert pendidikan dasar 4 orang.
komunikasi tatap muka.
Teknik Delphi digunakan pada 4. Rancangan/desain Penelitian
penelitian body of knowledge pendidikan
dasar untuk gambaran pendidikan masa A basic education is an evolving program
datang yang akurat dan professional. of instruction that is intended to provide
Penelitian ini melibatkan subyek students with the opportunity to become
responden pihak user, mahasiswa, dosen responsible and respectful global citizens,
dan expert pendidikan dasar yang dipilih to contribute to their economic well-being
secara tertentu. Subyek responden dikirim and that of their families and communities,
kuesioner agar diisi dan dikembalkian, to explore and understand different
kemudian dirangkum hasilnya untuk perspectives, and to enjoy productive and
dianalisis para tenaga ahli serta para ahli satisfying lives (Chapter, 28A.150, 2010).
menulis naskah artikel.
Pendidikan merupakan factor penting untk
2. Metode Penelitian pengembangan SDM. Pendidikan tidak
hanya menambah pengetahuan, tetapi juga
Metode penelitian ini menggunakan
meningkatkan keterampilan bekerja, yang
Delphi techniq dengan data opini yang
akhirnya akan meningkatkan produktivitas
diungkapkan para undangan experts guru
kerja (Becker, 1994).
besar doctor yang memiliki road map
diseputar pendidikan dasar. Data opini 5. Instrumen Penelitian
dikumpulkan dan diidentifikasi dengan a. Asfek-Asfek Penelitian
kategori konsensus dan bertentangan, (1) Obyek formal dan material
kemudian dianalisis melalui proses tesis ilmu pendidikan dasar serta
dan antitesis, untuk secara bertahap peta dasar perkembangan,
menuju sintesis, dan membangun mulai dari ilmu pokok sampai
konsensus. kecabangannya.
(2) Metode
3. Subyek penelitian
penelitian/pengembangan
Penelitian ini menetapkan target
ilmu pendidikan dasar yang
population adalah pihak-pihak terkait para
khas serta apa sajakah
stakeholder pendidikan dasar, dan
cakupan substasi/materinya.
accesable population adalah pihak-pihak
(3) Pemanfaatan ilmu pendidikan
terkait program studi pendidikan dasar
dasar bagi pemecahan
SPs-UPI.
masalah secara inhern dan
Subyek responden (yang dipilih secara
interrelasinya pada aspek-
tertentu) penelitian terdiri atas: pihak user
aspek kehidupan manusia dan
4 orang (Kadisdik Kota Bandung dan
sosialitasnya.
Kadisdik Kab. Bandung serta Kepala SDN
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 91
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

(4) Arah/kecenderungan epistemology dan aksiologi pendidikan


mengenai body of knowledge, dasar? Sementara bunyi pertanyaan
content knowledge, learning spesifik atau elaborasi dari pertanyaan
outcomes, kompetensi, profil umum penelitian adalah: (1) apakah obyek
lulusan, jabatan kerja dan formal dan material ilmu pendidikan dasar
profesi program studi serta peta dasar perkembangan, mulai dari
pendidikan dasar. ilmu pokok sampai kecabangannya? (2)
b. Variabel Penelitian apakah metode penelitian/pengembangan
(1) Variabel bebas: body of ilmu pendidikan dasar yang khas serta apa
knowledge pendidikan dasar. sajakah cakupan substasi/materinya? (3)
(2) Variabel terikat: Visi, misi apakah ilmu pendidikan dasar
dan kurikulum program studi dimanfaatkan bagi pemecahan masalah
pendidikan dasar, khususnya secara inhern dan interrelasinya pada
mengenai content knowledge, aspek-aspek kehidupan manusia dan
learning outcomes, sosialitasnya?
kompetensi, profil lulusan,
jabatan kerja dan profesi Pertanyaan tersebut mengandung 2 (dua)
program studi pendidikan asumsi, pertama berasumsi bahwa saat ini
dasar. tampak terdapat 2 (dua) golongan yang
c. Alat pengumpul Data Penelitian cenderung mendominasi persepsi
masyarakat mengenai pendidikan dasar,
Kuesioner, format analisis yaitu: (1) mempersepsi
kuesioner, dan naskah artikel penyelenggaraannya dan (2) mempersepsi
yang ditulis para ahli. sebagai kebutuhan dasar.

6. Pengolahn Data Kedua, berasumsi bahwa pendidikan dasar


berparadigma ilmu otonom (berdiri
Data opini dikumpulkan dan diidentifikasi sendiri) yang lepas dari filsafat dan
dengan kategori konsensus dan bertentangan,
memiliki body of knowledge. Pendidikan
kemudian dianalisis melalui proses tesis dan
dasar ditinjau dari filsafat ilmu memiliki
antitesis, untuk secara bertahap menuju
kaidah/landasan ontologi, epistemologi
sintesis, dan membangun konsensus. Data
penelitian menggunakan Delphi techniq dan aksiologi. Demikian pula ditinjau
dengan populasi opini yang diungkapkan secara body of knowledge memiliki obyek
para undangan experts guru besar doctor (formal, material), sistematika dan metode
yang memiliki road map diseputar keilmuan.
pendidikan dasar. Oleh karena itu, hasil penelitian mengacu
Analisis Hasil dan Bahasan pada persepsi masyarakat mengenai
pendidikan dasar, sebagai berikut.
A. Hasil Penelitian
a) Persepsi Pertama
Hasil penelitian mengacu pada rumusan Persepsi adalah proses penggunaan
masalah pada Bab I, terutama mengenai pengetahuan sebelumnya untuk
pertanyaan penelitian. Bunyi pertanyaan mengumpulkan rangsangan dan pemberian
umum penelitian adalah: Apakah ontologi, makna/arti terhadap fakta rangsangan
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 92
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

tersebut. Di antara pengetahuan bahwa pendidikan dasar merupakan


sebelumnya yang dominan mempengruhi jenjang pendidikan yang melandasi jenjang
persepsi adalah pengenalan dan perhatian. pendidikan menengah. Bahwa berbentuk
Mempersepsi pendidikan dasar dari sudut pendidikan dasar adalah sekolah dasar dan
penyelenggarannya berdasarkan pada madrasah ibtidaiyah atau bentuk lain yang
dictum Pasal 14 UU No 20/2003 tentang sederajat serta sekolah menengah pertama
Sisdiknas, bahwa jenjang pendidikan dan madrasah tsanawiyah atau bentuk lain
terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan yang sederajat. Bahwa pendidikan dasar
menengah dan pendidikan tinggi. berlangsung Sembilan tahun dari kelas I
Pendidikan dasar diartikan sebagai sampai kelas VI sekolah dasar/SDKh atau
pendidikan yang diselenggarakan pada madrasah ibtida iyah dan dilanjutkan mulai
jenjang sekolah Dasar dan jenjang Sekolah kelas VII sampai IX di sekolah mennengah
Menengah Tingkat Pertama atau satuan pertama atau SMPKh atau madrasah
pendidikan yang sederajat. Pada jenjang Tsanawiyah dijalur form,al serta dengan
ini memberikan sejumlah dasar-dasar ilmu Paket A dan Paket B dijalur nonformal.
untuk menjadi pengetahuan yang Penyelelnggaraan pendidikan dasar di
mendasarijenjang pendidikan selanjutnya. Indonesia mirip dengan yang
Oleh karena itu, terdapat kewajiban dari diselelnggarakan di Amerika Serikat.
pihak orang tua, masyarakat dan Anak-anak di Amerika Serikat masuk
pemerintah dalam mewujudkannya sebagai primary school pada usia 6 tahun dengan
berikut. lama belajar 5 atau 6 tahun. Kemudian
(a) Orangtua dari anak usia wajib melanjutkan ke seconday school yang
belajar berkewajiban memberikan terdiri dari middle school atau junior high
pendidikan dasar kepada anaknya school selama 3 tahun dan di senior high
(Pasal7). school (high school) 3 atau 4 tahun.
(b) Masyarakat berkewajiban Selama menempuh 12 tahun disebut
memberikan dukungan sumber kelas/tingkat grade. Selanjutnya studi ke
daya dalam penyelenggaraan tingkat college, university, vocational/job
pendidikan (Pasal 9). training school atau professional school
(c) Pemerintah dan Pemerintah Daerah lainnya.
(Pasal 11): b) Persepsi Kedua
(1) Wajib memberikan layanan dan Berbicara mengenai pendidikan
kemudahan serta menjamin dasar berarti diawali dengan pemahaman
terselenggaranya pendidikan mengenai filsafat ilmu. Filsafat ilmu
yang bermutu bagi setiap warga muncul pada level kebudayaan, dan
Negara tanpa diskriminasi. kebudayaan mengawali peradaban. Filsafat
(2) Wajib menjamin tersedianya hadir untk memperadabkan manusia,
dana guna terselenggaranya transedental dan tidak terindikasi empirik
pendidikan bagi setiap warga dengan menggunakan logical reasoning
Negara yang berusia 7 – 15 yang bersifat moral universal pada
tahun. manusia. Pikiran rasional yang berupa
Pasal 17 UU No 20 tahun 2003 tentang logical teamwork divalidasi empirik
Sisdiknas, mengemukakan pengertian, sehingga muncul kontekstual learning.

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 93


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

Kontekstual learning inilah yang menjadi supernatural. Sehingga berdasar Unesco,


awal pengetahuan. Awal pengetahuan ini perkembangan pendidikan kita masih
sebagai dasar terbentuknya pendidikan dianggap kurang.
dasar. filosofi transendental menyangkut Respon negara maju adalah wajib
keberlakuan umat manusia dimanapun, belajar yang dilindungi undang-undang.
sedangkan kajian ilmu yang kontekstual filosofi di negara maju adalah “sebodoh-
bersifat empirik seperti kajian keilmuan bodohnya rakyat negara adalah memiliki
lainnya. level kemanusiaan yang berhubungan
Istilah pendidikan dasar berkaitan dengan 5 hal, yaitu berinteraksi dengan
dengan kemanusiaan internasional dan supernatural,manusia lain, alam, waktu
kemanusiaan indonesia yang harus jelas dan dirinya .”
batasannya. secara internasional berkaitan Karena dipahami sebagai
dengan manusia sebagai warga dunia yang kebutuhan dasar sehingga dibiayai negara
memiliki filosofi education for human untuk menjamin warga negara mengikuti
kind. Dalam dokumen Unesco filosofi pendidikan untuk menjadi warga negara
pendidikan dasar adalah bagaimana yang sesuai tuntutan negara. sehingga
manusia dapat menikmati hidup dengan negara maju saling berlomba-lomba untuk
kemampuan, cara dan pola pikir yang bisa memperkuat pendidikan dasar sebagai
memahami esensi kemanusiaan. Esensi kebutuhan manusia (level of human
kemanusiaan inilah yang dibangun atas understanding).
hubungan manusia dengan dirinya sendiri, pada negara maju basic education
dengan orang lain, dengan alam, waktu dikenal sebagai education for all yang
dan supernatural, karena itulah pendidikan diwujudkan sebagai compulsory
dasar digolongkan dalam kebutuhan dasar. education. Konsepan education for all
Manusia hidup dengan memaknai adalah negara ini memiliki warga negara
hubungan yang ada, dan pendidikan dasar yang apabila hidup menjadi warga negara
hadir untuk membuat harmoni. Pendidikan dapat hidup sesuai tatanan negara.
dasar memunculkan harmoni melalui Pendidikan dasar dikelompokan
education for all dimana setiap manusia dalam dua kebutuhan dasar untuk
harus memiliki awareness sebagai menikmati hidup, pertama Konsumtif
pemenuhan kebutuhan dasar dimanapun dalam artian hanya bisa memakai sumber
dan kapanpun. kebutuhan dasar ini juga yang ada. Kedua adalah investatif dalam
berkaitan dengan kebutuhan untuk belajar. artian memiliki keahlian dalam mengolah
Belajar dalam ranah sekolah berkaitan dan mengelola sebuah sumber daya. ketika
dengan schooling atau kurikulum yang seseorang beranjak menuju kondisi
menjadi isu di negara berkembang. profesional maka paling tidak mereka
Indonesia dianggap sebagai salah harus memiliki pemahaman mendasar
satu negara yang belum mampu memenuhi sebagai warga negara yang baik.
kelayakan manusia akan education for all Learning teory pendidikan dasar
sehingga manusia indonesia dianggap pula diarah pada developmental appropriate
belum bisa bernegara dan bergaul dengan practice (DAP), yakni praktik-praktik
alam lain dengan baik, termasuk belum pendidikan sesui dengan perkembangan
bisa menghargai waktu dan mengenali anak. Nah, itu termasuk kajian tersendiri.

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 94


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

Jadi, menurut saya learning teori Seharusnya anak-anak yang


pendidikan dasar adalah dengan kajian berkeliaran di jalan-jalan harus diurus
psikologi perkembangan manusia itu oleh negara. Negara harus menyiapkan
penting di dalam satu kajian pendidikan pendidikan yang memenuhi kepatutan
dasar. Jika tidak, maka pendidikan dasar sebagai warganegara yang baik.
aka nada dalam permukaan saja. Negara memenuhi menu yang sama
Implikasinya pada kurikulum untuk semua pendidikan, tidak
pendidikan dasar. Kurikulum disusun perbedaan antara setiap satuan
beradasarkan prinsip kepatutatn dan pendidikan, baik di kota maupun di
kebutuhan hidup manusia Indonesia. pelosok.
Seperti: memahami dirinya dengan baik; 2. Apakah pendidikan dasar disiplin
memahami manusia lain dengan baik; ilmu?
memahami hubungan dengan pencipta; Sebetulnya telah mengarahkan untuk
dan memahami alam dengan baik. mencapai ontology keilmuan
Pendidikan dasar atau education pendidikan dasar. Tapi, pada
for all atau compulsory education, pembahasan yang tadi belum mengarah
maknanya sama yaitu to be good a ke situ. Tetapi secara tersirat, bahwa
citizenship, yaitu menjadi warga negara pendidikan berbeda dengan filsafat.
yang baik. Sehingga pendidkan dasar Berakaitan dengan profesi, maka kita
adalah sebagai sitem pendidikan yang terus-menerus mesti mengarakan
diselenggarakan oleh negara sebagai pendidikan kita ke-arah profsei
pemenuhan persayaratan minimal pelayanan sosial dan menjadi dosen
seseorang menjadi warga negara yang baik pendidikan guru.
sebagai kebutuhan hidup. 3. Di negara kita susah sekali membawa
Output pendidikan dasar adalah anak menguasai karakter, bagaimana
beberapa profesi. Jika bekerja maka tanggapannya?
lulusan pendidikan dasar akan bekerja di Output guru diperbaiki. Sehingga hal
layanan-layanan sosial dan pendidikan ini mengarahkan pada perbaikan
guru. supplier/pabrik guru agar
Kesimpulannya adalah pendidikan mengahasilkan guru yang baik.
dasar dijadikan sebagai kebutuhan Berkaitan dengan pendidikan dasar,
mendasar dengan harapan bisa maka pendidikan dasar yang
memanusiakan manusia dalam dasar mempunyai dua fungsi yaitu
kepatutan dan memenuhi level kualitas konsumtif dan investatif mesti
sebagai permintaan minimal yang direvitalisasi.
dipertanggung jawabkan oleh negara. 4. Pendidikan dasar memberikan
1. Indonesia belum membentuk education kemampuan dasar mengembangkan
for all, bagaimana kita melakukan itu? kehidupan masyarakat, warga negara,
Negara Indonesia masih menjadi sekolah lebih lanjut. pendidikan dasar
perhatian UNESCO, karena education itu modal dasar di bidang pendidikan
for all belum tercapai. Sebetulnya di sehingga memandang sebagai
negara kita program sudah ada, tapi konsumsi dan investasi di masa depan,
tindakan yang belum dilakukan. jadi masa depan kita dapat melihat

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 95


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

kesejahteraan dan pengelolaan tidak menunjukkan adanya prosedur ilmiah


kemandirian. Warga masyarakat kita yang bersifat menjelaskan sebagaimana
bisa mandiri serta sejahtera, kita yang dilakukan ilmu lain seperti penga-
mempunyai kecakapaan hidup, matan atau eksperimen yang sistematis (go
terdapat irisan/lahan kerja yang khas, about their task in the way that a
contohnya PLS jelas lahannya di scientist... contain very little reference to
pendidikan luar sekolah, Kurikulum observations or experiments of a
lahannya pengembangan kurikulum. systematic). Namun, yang ditemukan
adalah ia mulai dengan asumsi tertentu
B. Pembahasan mengenai apa yang dapat dilakukan atau
Pendidikan memiliki anggapan seharusnya dilakukan dalam pendidikan.
dasar yang bersifat dimensional, seperti Kemudian atas dasar asumsi itu dibuat
filsafat, dogmatis-religius, deskriptif- beberapa rekomendasi mengenai apa yang
historis, politis, dan phenomenologis. harus dilakukan pendidik.
Anggapan dasar folosofis berangkat dari Asumsi dan
hasil sistem pemikiran yang menyeluruh, rekomendasi/kesimpulan yang dibuat itu
radikal dan hakiki. Bagi dogmatis-religius tidak melalui checking ataupun klarifikasi
anggapan dasarnya adalah aksioma atau pada dunia fakta. Namun, bukan berarti
these agama. Deskriptif-historis bertitik ilmu pendidikan tidak dapat digunakan
tolak dari pengalaman sejarah manusia untuk menjelaskan apa yang sedang
yang telah mengkristal. Anggapan dasar terjadi, tetapi memiliki fungsi yang bersifat
politik adalah suatu ideologi negara. petunjuk praktis. Ilmu pendidikan
Sedangkan fenomenologis berdasarkan janganlah ditolak dengan tidak ilmiah
hakekat penghayatan. hanya karena tidak sesuai dengan prosedur
Kedua, karakteristik ilmu pendidik- ilmiah ilmu lain, sebab ilmu pendidikan
an secara garis besarnya ada yang bersifat merupakan jenis ilmu yang khas sebagai
explanation (menjelaskan) apa fenomena ilmu praktis di mana yang penting bukan
alam dan ada juga yang bersifat instruksi explanation melainkan practical
practical (praktek). Ilmu pendidikan tergo- (preskripsi).
long ilmu yang bersifat practical, sebab Preskripsi terdiri atas: (a) umum
hakekat ilmu pendidikan guna menyele- seperti kondisi pengajaran efektif yang
saikan tugas untuk mengubah sikap dan menghasilkan orang baik, (b) khusus yang
perilaku orang/anak (the task of the meliputi cara mengajar paling efektif.
educationalist, the teacher, is to get some-
thing done in the world). Jadi, perbedaan- Simpulan dan Saran
nya adalah tugas ilmu lain mengetahui dan
A. Kesimpulan
menjelaskan apa dunia ini, sedangkan ilmu
pendidikan membimbing kepada kita agar Filsafat ilmu dianggap memiliki tanggung
menyelesaikan apa yang harus dilakukan jawab penting dalam mempersatukan
dalam praktek pendidikan. (P.H. Hirst) berbagai kajian ilmu untuk dirumuskan
Ilmu pendidikan yang kita dapat- secara padu dan mengakar menuju ilmu
kan dalam tulisan para pendidik besar dalam tiga dimensi ilmiahnya (ontologi,
masa lalu yaitu Plato, Rouseau, dan Frobel

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 96


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

epistemology dan aksiologi) yang kokoh Kedudukan ilmu pendidikan memiliki


dan sejajar dengan ilmu lain. perbedaan dengan ilmu lainnya, seperti
ilmu sosial, ilmu alam, ilmu pasti, ilmu
Ontologi ilmu membahas tentang apa yang
perilaku, dan filsafat. Ilmu sosial disusun
ingin diketahui atau dengan kata lain dari pengalaman faktual dan bersifat
merupakan pengkajian mengenai teori deskriptif. Ilmu Alam disusun berdasarkan
tentang ada. Dasar ontology dari ilmu pembuktian hipotesis melalui eksperimen.
berhubungan dengan materi yang menjadi Ilmu pasti disusun berdasarkan penalaran
obyek penelaahan ilmu, ciri-ciri esensial
logis dan kenyataan duniawi. Ilmu perilaku
obyek itu yang berlaku umum. Ontologi
disusun berdasarkan gejala empiris yang
berperan dalam perbincangan mengenai menyertai tindakan manusia sepanjang
pengembangan ilmu, asumsi dasar ilmu masa. Filsafat disusun berdasarkan
dan konsekuensinya pada penerapan ilmu. renungan yang menghiraukan fakta dan
Ontologi merupakan sarana ilmiah untuk yang mengutamakan norma. Sedangkan
menemukan jalan penanganan masalah
ilmu pendidikan disusun dengan cara
secara ilmiah. Dalam hal ini ontology
mengintegrasikan entitas normatif dan
berperan dalam proses konsistensi empiris. Entitas normatif berupa tujuan
ekstensif dan intensif dalam yang merupakan harapan masa depan
pengembangan ilmu. manusia dengan wujud kristalisasi cita-cita
Epistemologi ilmu membahas secara yang seakan-akan nyata (as-if). Tujuan itu
mendalam segenap proses yang terlibat bersifat khayalan atau fiksionalistis.
dalam usaha untuk memperoleh Sehingga filsafat mendapat tempat utama
pengetahuan. Ini terutama berkaitan dalam ilmu pendidikan untuk menemukan
dengan metode keilmuan dan sistematika hakekat tujuan serta agama mendapat
isi ilmu. Metode keilmuan merupakan tempat utama dalam rangka menanamkan
suatu prosedur yang mencakup berbagai kepercayaan tentang kehidupan ini secara
tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, final atau absolut. Entitas empiris berupa
dan tata langkah untuk memperoleh anak didik dan lingkungannya serta yang
pengetahuan baru atau mengembangkan berkaitan dengan kenyataan alamiah yang
yang telah ada. Sedangkan sistimatisasi isi bersifat kausalitas dan biasanya menjadi
ilmu dalam hal ini berkaitan dengan batang obyek disiplin ilmu lain. Sehingga banyak
tubuh ilmu, di mana peta dasar dan ilmu lain yang menjadi ilmu bantu yang
pengembangan ilmu pokok dan ilmu secara langsung diperlukan oleh ilmu
cabang dibahas di sini. pendidikan.
Dengan demikian, ciri khas ilmu
Aksiologi ilmu membahas tentang manfaat pendidikan adalah merupakan hasil
yang diperoleh manusia dari pengetahuan integrasi antara yang alami dengan yang
yang didapatnya. Bila persoalan value free rohani, antara alam kenyataan dengan alam
dan value bound ilmu mendominasi focus cita-cita, antara ilmu pengetahuan yang
perhatian aksiologi pada umumnya, maka bersifat naturalistis dengan filsafat yang
dalam hal pengembangan ilmu baru ini, bersifat fiksionalistis, dan antara
dimensi aksiologi diperluas lagi sehingga kebutuhan hidup didunia ini (diesseitig)
secara inheren mencakup dimensi nilai
kehidupan manusia.
Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 97
PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

dengan rencana hidup di dunia sana 1. Learning teory pendidikan dasar


(jenesseitig). diarahkan pada developmental
Oleh karena itu, pendidikan dipandang appropriate practice (DAP), yakni
telah memenuhi syarat sebagai disiplin praktik-praktik pendidikan sesui
ilmu. Namun, tampak berbeda dibanding dengan perkembangan anak.
disiplin ilmu lain, seperti IPS, IPA, Learning teori pendidikan dasar
Matematika dan Filsafat. Kedudukan adalah dengan kajian psikologi
pendidikan terletak ditengah kontinum perkembangan manusia. Jika
dalam deretan disiplin ilmu mulai dari tidak, maka pendidikan dasar
ilmu berobyek renungan yang kurang akan ada dalam permukaan saja.
menghiraukan fakta sampai ilmu 2. Implikasinya pada kurikulum
berobyek dengan fokus fakta. Sehingga pendidikan dasar. Kurikulum
tampak diujung kiri garis kontinum filsafat disusun beradasarkan prinsip
diikuti matematika lantas pendidikan, kepatutatn dan kebutuhan hidup
kemudian IPS diikuti IPA diujung paling manusia Indonesia. Seperti:
kanan garis kontinum. Posisi pendidikan memahami dirinya dengan baik;
terletak ditengah kontinum mengandung memahami manusia lain dengan
makna memiliki dua sikap, yaitu integratif baik; memahami hubungan
sekaligus versus. Sikap integratif, yaitu dengan pencipta; dan memahami
antara fakta dan norma, sementara sikap alam dengan baik. Pendidikan
versus, yaitu antara dunia dan akhirat. dasar atau education for all atau
compulsory education, maknanya
Sehubungan dengan itu, ilmu pendidikan sama yaitu to be good a
ialah pandangan yang percaya bahwa citizenship, yaitu menjadi warga
pendidikan merupakan suatu disiplin yang negara yang baik. Sehingga
berdiri sendiri, lepas dari induk segala pendidikan dasar adalah sebagai
ilmu dan filsafat, dan berdasarkan sintesa
sitem pendidikan yang
antara berpikir empiris dengan perenungan
diselenggarakan oleh negara
filsafi serta sesuai dengan prosedur sebagai pemenuhan persayaratan
metodologis disiplin ilmu lain. Sebagai minimal seseorang menjadi warga
suatu ilmu yang otonom, maka ciri-ciri negara yang baik sebagai
yang harus dimilikinya ialah: (a) kebutuhan hidup.
merupakan suatu sistem pemikiran yang
3. Output pendidikan dasar
bagian-bagiannya bertalian dalam rangka
adalah beberapa profesi. Jika
membentuk suatu keseluruhan yang bekerja maka lulusan pendidikan
bulat/berarti, (b) menyatakan suatu metode dasar akan bekerja di layanan-
penelitian yang bersifat empiris, layanan sosial dan pendidikan
eksperimen, dan penalaran, (c) mempunyai guru. Pendidikan dasar yang
obyek yaitu manusia, khususnya perbuatan
mempunyai dua fungsi yaitu
mendidik (dasar, tujuan, cara, organisasi,
konsumtif dan investatif mesti
dan evaluasi). direvitalisasi. Pendidikan dasar
memberikan kemampuan dasar
B. Saran mengembangkan kehidupan

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 98


PEDAGOGIA : Jurnal Ilmu Pendidikan

masyarakat, warga negara, Geist,JR. (2002) Predictor of Faculty Trust


sekolah lebih lanjut. pendidikan in Elementary School. Disertation of
dasar itu modal dasar di bidang The Ohio State university.
pendidikan sehingga memandang Hanke JE. Wichem, DW. (2005) Business
sebagai konsumsi dan investasi di Forecasting. Pearson Prentice Hall.
masa depan.
Komar, O (2003) Menemukan dan
Mengembangkan Peta Ilmu
Pustaka Acuan Pendidikan. Laporan Penelitian.
Bandung: UPI.
Anggoro, MT (2007) Metode Penelitian.
Jakarta: UT Press. Mangan,J (1980) Pengaruh Sekolah pada
Masyarakat Tradisional Indonesia.
Becker, GS, (1994) Human Capital. Prisma No. 2. Tahun XV.
Chicago: The universitas of Chicago
Press. Pramono, M (2003) Dasar-Dasar Filosofis
Ilmu Olah raga. Surabaya. Unesa.
Chapter 28A.150 (2010) Basic Education.
Renstra Depdiknas 2010-2014.
Washington State Legislature.
Satori, D. (1992) Pengelolaan Pendidikan
Daliyo. (1998) Pekerja Anak dan
Dasar. Prosiding Saresehan ISPI.
Perencanaan Pendidikan di Nusa
Bandung: ISPI.
Tenggara barat dan Timur. Jakarta:
USAID. Surakhmad, W (1986) Ilmu Pendidikan
untuk Pembangunan. Prisma No. 2.
Tahun XV.

Body Of Knowledge Pendidikan Dasar 99