Anda di halaman 1dari 2

Kepuasan kerja

1. Pengertian

Banyak pakar mendefinisikan tentang kepuasan kerjatersebut seperti Locke, Wexley, Blum, Porter,
Robbins dan lain-lain. Agar lebih mudah memahami, maka sengaja diambil definisinya Porter (1961)
yang pendapatnya hingga kini tetap dirujuk oleh berbagai pakar yang tertarik untuk membahastentang
kepuasan kerja, yang mana pendapatnya Porter tentang kepuasan kerja yang dimaksud adalah “Selisih
dari sesuatu yang seharusnya ada dengan sesuatu yang sesungguhnya ada (factual)”. Semakin kecil
selisih kondisi yang seharusnya ada dengan kondisi yang sesungguhnya ada (factual) seseorang
cenderung merasa semakin puas.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja

Menurut Herzberg ada lima aspek, sebagai berikut :

a. Kompensasi
b. Promosi (peningkatan jabatan)
c. Lingkungan fisik (ventilasi, warna, penerangan, bunyi dan lain-lain)
d. Lingkungan non fisik (hubungan kerja dengan atasan-bawahan, ataupun rekan sekerja,
kesempatan dalam pengambilan keputusan)
e. Karakteristik pekerjaan (variasi pekerjaan, prospek pekerjaan)
Menurut Luthans ada enam aspek, sebagai berikut :
a. Pembayaran
b. Work it-self
c. Promosi
d. Supervisi
e. Kelompok kerja
f. Kondisi kerja
Menurut Glimer ada sepuluh aspek, sebagai berikut :
a. Keamanan
b. Kesempatan untuk maju
c. Perusahaan dan Manajemen
d. Upah/gaji
e. Aspek intrinsic dari pekerjaan
f. Supervisi
g. Aspek social dari pekerjaan
h. Komunikasi
i. Kondisi kerja
j. Benefits
3. Efek kepuasan kerja pada kinerja karyawan
Kepuasaan kerja hingga kini diyakini berkaitan dengan kinerja individu (karyawan), kelompok, yang
pada gilirannya akan berkaitan pula dengan efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Para pemimpin organisasi perlu menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap aspek
kepuasan kerja ini, karena memiliki mata rantai dengan sumber daya manusia organisasi, produktivitas
organisasi,

KESIMPULAN
pengertian dari kepuasan kerja adalah Selisih dari sesuatu yang seharusnya ada dengan sesuatu yang
sesungguhnya ada (factual), semakin kecil selisih kondisi yang seharusnya dengan sesungguhnya
seseorang cenderung merasa semakin puas. Menurut beberapa pakar, Herzberg, Luthans dan Glimer
ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.

Proses Timbulnya Motivasi Seseorang


1) Kebutuhan yang belum terpenuhi
2) Mencari dan memilih cara-cara yang memuaskan kebutuhan (disini yang terlibat kemampuan,
ketrampilan, pengalaman)
3) Perilaku yang diarahkan pada tujuan
4) Evaluasi prestasi
5) Imbalan atau hukuman
6) Kepuasan
7) Menilai kembali kebutuhan yang belum terpenuhi

Kesimpulan
Proses Timbulnya Motivasi Seseorang adalah kebutuhan dan cara memuaskan kebutuhan, perilaku,
imbalan, evaluasi dan juga penilaian.