Anda di halaman 1dari 2

MENUJU “OHH SEPERTI INI HASIL KARYA”

Sudah sewajarnya kita berada dalam perbedaan pemaknaan dan penggunaan bahasa ketika
sedang berkomunikasi dengan lawan bicara yang berbeda tingkat sosial masyarakat. Perbedaan
ini sering muncul di kehidupan sehari-hari misalnya, kita menggunakan bahasa ragam baku
ketika di ruang pendidikan dan ragam tak baku ketika berada di warung kopi. Ada kalanya
perbedaan pemaknaan ini berbuntut pada kesalahan memahami objek, seperti kata “karya”
sering kali mereka yang berpendidikan tinggi memaknai kata “karya” memiliki makna yang
sangat luas, bukan hanya diartikan hasil penciptaan benda atau tulisan yang secara umum
dimaknai oleh orang awam, bahkan bisa diartikan orang yang berdemonstrasi kemudian
menginjak dan merusak tanaman adalah hasil karya. Artinya antara hasil perbuatan dan hasil
penciptaan perbedaannya sangat tipis ketika kita sedang membahas kata “karya”

Secara singkat menurut KBBI karya adalah pekerjaan, lantas apakah membentuk karakter
kelompok organisasi, gaji bekerja diperusahaan, tanam padi yang rusak, semburan lumpur
lapindo atau robohnya patung adalah sebuah hasil karya? Sebelum menjawab itu ada baiknya
mengetahui perbedaan antara realitas objektif dan konsep. Realitas objektif adalah kenyataan
atau fakta kejadian yang senantiasa bergerak dalam perubahan sedangkan konsep adalah
rancangan ide yang diabstraksikan dari peristiwa konkret yang memiliki sifat tetap. Kedua
pengertian ini memiliki karakter masing-masing dalam memahami pengertian hasil karya.

Hasil karya mengawali eksistensinya dari sebuah abstraksi gagasan atau ide yang kemudian
membentuk sebuah objek tunggal murni yaitu konsep. Tayangan di televisi, interaksi dengan
manusia atau informasi dari buku memiliki ruang dalam membentuk gagasan atau ide yang
kemudian akan membentuk sebuah konsep. Hasil karya ini kemudian menghasilkan bentuk
objek nyata yang diawali dari konsep pemikiran yang original, ada kalanya hasil karya ini
bersumber dari naluri yang sudah tersusun sejak awal dari rangkaian virus – virus akal budi yang
sudah memprogram pikiran. Hanya saja hasil karya ini melewati tahapan memilih misalnya,
anda memiliki pembeda dari konsep - konsep yang sudah mengkristal di dalam ruang ide ketika
menciptakan karya lukis: pemilihan warna, struktur atau pola gradasi.

Manusia bisa memilih dari setiap pembeda, satu dari sekian pembeda terdapat ketidakcocokan
yang akan terjadi eliminasi diantaranya. Pembeda yang tereliminasi mengirimkan tanda berupa
bayangan secara tidak sadar mengirimkan konsep itu secara alamiah, ini hanya salah satu faktor
yang ada dalam diri manusia ketika menghadapi persoalan memilih atau bisa juga dikatakan
sebagai faktor kecerdasan intuitif.
Realitas objektif telah menemukan jalan sendiri ketika mencipta sebuah karya, tidak lagi ada
proses pemilihan atau virus – virus yang mengendalikan hasil karya melainkan terjadi secara
alamiah. Memahami realitas objektif tidak semudah memilih pembeda dari sekian banyak
pilihan, ragam bentuk yang disajikan tidak sebatas kebenaran mutlak melainkan aktualitas
objek yang senantiasa bergerak dalam perubahan, artinya hasil karyanya masih belum nyata,
tidak ada kepastian, tidak berbasis nilai dan bergerak secara dinamis. Kegagalan hasil karya
memungkinan akan memiliki nilai lebih dibandingkan keberhasilan karya.

Faktor mikro kosmik mendapatkan ruang sangat lebar dalam memahami realitas objektif, kata
karya seaakan memiliki makna yang kabur bukan lagi tentang pekerjaan melainkan realitas itu
sendiri yang tidak bergantung pada satu subjek (manusia) karena ke aku-an manusia
menyebabkan batas-batas nilai dari karya itu sendiri sedangkan konsep yang sudah tersusun
rapi seakan berlari membebaskan dirinya dari gerak intuisi dan naluri manusia.

Bahasa telah membentuk kelas pada masyarakat, bukan manusia yang membentuk bahasa
menjadi kelas dimasyarakat. Kalau memang tulisan ini masih membingungkan dalam
memahami hasil karya mungkin konsep dari tulisan ini di pikiran anda tidak ada nilainya, tidak
ada kenyataan dalam tulisan dan mungkin masih terus bergerak secara dinamis. Lebih
mudahnya dalam memahami apa itu hasil karya bacalah kalimat pertama kali yang ada di
tulisan ini (Judul).