Anda di halaman 1dari 25

Skills-Lab

Blok 11
Special Sense
1. Anamnese.

Sebelum melakukan anamnese, pemeriksa


mengucapkan salam, dan menyambut pasien
sambil berdiri. Memperkenalkan diri
dan mempersilahkan duduk.
Kemudian mencatat :

• Nama
• Umur
• Pekerjaan
• Alamat
• Jenis kelamin
• Status pernikahan
1. Anamnese.

1.1. Anamnese penyakit :

Apa keluhannya :

• Mata kanan atau mata kiri atau keduanya.


• Kabur.
• Rasa sakit (ringan, sedang, hebat).
• Merah.
• Bengkak.
• Gatal.
• Berair.
• Banyak kotoran mata.
1. Anamnese.
1.2 Sudah berapa lama.

1.3 Apakah sudah pernah berobat.

1.4 Bila ya, apakah ada kemajuan sesudah


pengobatan.

1.5 Apakah penyakit tsb. kadang-kadang terasa


lebih ringan/berat.

1.6 Apakah ada anggota keluarga lain yang


menderita penyakit ini.

1.7 Apakah sudah pernah mengalami sakit


seperti ini dan sering kambuh.

1.8 Apakah ada alergi terhadap makanan, obat-


obatan atau perubahan cuaca.
3. Pemeriksaan mata eksternal.

Pasien duduk berhadapan dengan pemeriksa,


ketika dilakukan pemeriksaan.
Pemeriksa dapat tetap duduk atau berdiri di
depan pasien pada jarak ½ meter.
Dilakukan pemeriksaan dengan senter.
3. Pemeriksaan mata eksternal.
4. Pemeriksaan kedudukan bola mata.

Exophthalmos OS akibat Enophthalmos akibat


thyreotoxicosis Horner syndrome

Exotropia OS Esotropia OS
5. Pergerakan bola mata :

• Ke kanan
• Ke kiri
• Ke atas
• Ke bawah
• Konvergensi :

Pasien harus melihat ke suatu objek


dari mulai jarak ½ meter yang di
dekatkan ke mata di garis median.
Jarak dimana pasien melihat benda tsb.
kabur, itulah NPC (=normal point of
convergence). NPC normal pada usia
20-25 tahun adalah 10-12cm.
6. Pemeriksaan adanya Ptosis.
7. Pemeriksaan adanya Lagophthalmos.

Lagophthalmos OD
8. Pemeriksaan pinggir palpebra.
8. Pemeriksaan pinggir palpebra.

Entropion palpebra
inferior (entropion
senilis).

Entropion palpebra
superior

Ectropion OD
9. Pemeriksaan radang palpebra.

Hordeolum externum

Hordeolum internum

Chalazion
10. Pemeriksaan bulu mata.
11. Pemeriksaan sistem lacrimalis.

Punctum lacrimalis
11. Pemeriksaan sistem lacrimalis.

Radang glandula lacrimalis Radang saccus lacrimalis


(dacryoadenitis) (dacryocystitis)
12. Pemeriksaan conjunctiva bulbi.

Injeksi conjunctival Injeksi silier

Pterygium Perdarahan subconjunctival


13. Pemeriksaan conjunctiva tarsalis.

Hyperemia conjunctiva tarsalis inferior + edema

Folikel pada Conjunctivitis Follicularis


13. Pemeriksaan conjunctiva tarsalis.

Giant papillae

Cicatrix di conj. tarsalis


superior akibat trachoma
14. Pemeriksaan cornea.

Arcus senilis

Erosi (abrasi) cornea


14. Pemeriksaan cornea.
Infiltrat pada keratitis
(ulcus corneae)

Cicatrix leukoma

Staphyloma corneae
15. Pemeriksaan pupil.

Anisocoria Occlusio pupillae

Seclusio pupillae Leukocoria


15. Pemeriksaan pupil.

Midriasis Miosis

Pupil irregular
(synechia posterior)
16. Pemeriksaan iris.

Edema iris + miosis Synechia anterior

Uveitis + pupil irreguler Iridodialysis traumatic


(synechia posterior)
17. Pemeriksaan cataract.