Anda di halaman 1dari 4

Nama : Fiki Ajeng Eka Syafitri

Nim : 20160730031

Kelas :A

1. Jelaskan hubungan antara sector pertanian, pengangguran, dan GDP di Indonesia,


bagaimana pendapat anda (berikan data-data terkait)!

Sumber : https://tumoutounews.com/2017/10/28/data-jumlah-pengangguran-di-indonesia-tahun-
2017/
Dari data diatas hubungan antara sector pertanian, pengangguran, dan GDP adalah,
pendapatan nasional banyak didapatkan dari sector pertanian, disini sector pertanian memberikan
peluang besar bagi pendapatan nasional. Jika dihubungkan dengan pengangguran sebenarnyan
peluang kerja sangat banyak di bidang pertanian, dilihat dimana sector pertanian sendiri
memberikan persentase sebanyak 77.04%.

Menurut saya jika sector pertanian ini dikembangkan dan lapangan pekerjaannya diperluas
maka akan berimbas kepada pendapatan negara. Pendapatan negara sendiri akan meningkat
apabila sector pertanian dimanfaatkan sedemikian rupa dan dari sector pertanian dapat membuka
lapangan pekerjaan, maka pendapatan nasional dapat meningkat.

2. Berikan tanggapan anda terkait dengan kondisi kemiskinan di Indonesia! Dari berbagai
1600000

1400000

1200000

1000000

800000

600000

400000

200000

0
Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Garis Kemiskinan
Miskin Miskin
2014 2015 2016 2017

program peerintah yang telah dijalankan, menurut anda mana yang paling efetif? Berikan
argument anda ( berikan data- data terkait!
Menurut grafik diatas garis kemiskinan semakin tahun semakin meningkat, yang dimana
kondisi kemiskinan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kondisi kemiskinan semakin
meningkat dikarenakan pemerintah masih sangat kurang memperhatikan kondisi kemiskinan yang
ada di Indonesia. Pemerintah telah banyak memberikan program untuk mengatasi kemiskinan ini
sendiri,seperti yang kita ketahui, ada 3 klaster untuk program penanggulangan kemiskinan sendiri.

Program yang paling efektif menurut saya untuk mengatasi kemiskinan adalah stabilitas
harga, stabilitas harga disini sangat penting untuk mengatasi kemiskinan, karena jika harga harga
tidak stabil maka kemiskinan sendiri akan semakin meningkat, terutama pada warga desa karena
pengahasilan warga desa sendiri tidak menetap.

Pada artikel republika.co.id yang di terbitkan pada 29 Maret 2019, menurut Rif
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada
September 2018 sebanyak 25,67 juta jiwa. Jumlah tersebut turun atau lebih sedikit
dibanding empat tahun sebelumnya yang sebesar 27,73 jiwa. penurunan tingkat dan
jumlah orang miskin tersebut merupakan bukti dari komitmen pemerintah untuk
menyejahterakan rakyatnya.

Sumber : https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/19/01/16/pldyk8416-program-
pengentasan-kemiskinan-dinilai-berhasil

3. Berikan pendapat anda terkait data pengangguran berikut! Jika anda pembuat kebijakan,
kebijakan apa yang akan anda buat ?

Dari data yang diberikan, masyarakat Indonesia paling banyak hanya sekolah sampai
tingkatan SD, yang dimana artinya untuk Pendidikan sendiri Indonesia masih sangat kurang.
Padahal dalam dunia kerja yang dibutuhkan adalah seseorang yang ahli/berkompeten dibidangnya.
Yang dimana untuk mendapatkan seseorang yang berkompeten, butuh Pendidikan minimal
sarjana.

Kebijakan yang akan saya lakukan adalah :

1. Wajib belajar
Kebijakan ini telah diberikan pemerintah, tapi saat ini hanya ada wajib belajar 9
tahun atau hanya sampai SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan itupun pemerintah masih
menyulitkan masyarakat untuk bisa ikut dalam program tersebut.
Maka saya akan membuat kebijakan wajib belajar sampai tingkat SMA (Sekolah
Menengah Atas) dan akan memberikan langsung beasiswa kepada murid yang berprestasi
pada bidangnya. Muris murid juga bisa memilih sekolah kejuruan atau sesuai dengan
bidang mereka. Agar disaat mereka lulus mereka siap dan matang untuk langsung terjun
pada pekerjaan.
2. Memberikan penyuluhan dan praktek keahlian
Setiap orang mempunyai keahlian masing-masing, hanya saja terkadang mereka
terkendala dengan tempat, waktu, dll. Oleh karena itu penyuluhan ini sangat berguna bagi
beberapa orang terutama warga desa, setelah diberikan penyuluhan maka langsung di
berikan contoh real, atau langsung praktek, jadi mereka tidak hanya dapat materi, tetapi
mereka juga dapat mempraktekkannya.
3. Membuka lapangan pekerjaan
Lapangan pekerjaan sangat dibutuhkan, melihat angka pengannguran di Indonesia
masih sangat tinggi. Disini pemerintah tidak perlu mengambil tenaga kerja dari luar, tetapi
pemerintah dapat mempekerjaan masyarakat Indonesia sendiri sesuai dengan keahlian
mereka masing-masing.