Anda di halaman 1dari 55

KURIKULUM MINIMAL DAN

CONTOH BAHAN PELATIHAN

LATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN MAHASISWA


TINGKAT DASAR

Pengarah :
Hendarman

Narasumber :
R. Matindas

Penyusun :
Budi Utomo KW
Indrajaya Gerianto
Harry Suherman
Benny Herawanto S
Heru Lumaksono
Bambang Sulistyanto

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
DIREKTORAT KELEMBAGAAN

2010
PEDOMAN PENYELENGGARA
LATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN
MAHASISWA TINGKAT DASAR

1. Pengantar
Kurikulum minimal Pelatihan Pengembangan Wawasan dan Sikap Ilmiah,
merupakan penyesuaian yang diambil dari kurikulum Latihan Keterampilan
Manajemen Mahasiswa ( LKMM ) yang dikeluarkan Direktorat Kemahasiswaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 1996. Kurikulum ini ditetapkan mengingat kondisi dan kemampuan
Perguruan Tinggi masih sangat beragam dan disesuaikan dengan perkembangan Pola
Pengembangan Kemahasiswaan ( Polbangmawa ) tahun 2006.

Kurikulum LKMM Tingkat Dasar ini bersifat minimal yang tentu saja masih dapat
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perguruan tinggi (wilayah)
masing-masing. Pengembangan materi diharapkan tetap pada fokus peningkatan
kemampuan mahasiswa dalam “Manajemen Kegiatan” sesuai dengan tujuan LKMM
tingkat dasar ini.

2. Tujuan

LKMM tingkat dasar bertujuan membekali mahasiswa agar mampu


menyelenggarakan kegiatan dengan lebih sistematis dan terencana.

Setelah mengikuti pelatihan LKMM ini diharapkan mahasiswa mampu :


1. Merumuskan sasaran yang ingin dicapai dan menjabarkannya kedalam sebuah
program kerja.
2. Mengantisipasikan berbagai hambatan yang mungkin ditemui dalam
mewujudkan rencana kerjanya.
3. Mengidentifikasikan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk
menunjang pencapaian rencana kerjanya.
4. Memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungannya.
5. Memikat rekan mahasiswa agar mau bergabung dan aktif berpartisipasi dalam
kelompok yang dibentuknya.
6. Mengendalikan partisipasi anggota unit kerjanya agar mampu menguasai hal-hal
tersebut di atas.

3. Peserta

a. Persyaratan Peserta
1) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif.
2) Telah menyelesaikan minimal 30 SKS dan telah duduk di semester ketiga serta
memiliki IPK minimal 2.0.

1
b. Jumlah Peserta
1) Jumlah peserta untuk tiap angkatan maksimal 40 orang.
2) Peserta dimungkinkan ditambah dari jurusan atau fakultas lain.

4. Pemateri
Pemateri LKMM terdiri dari Pemandu dan Penceramah.

1. Pemandu
Istilah “Pemandu” dipergunakan untuk memberikan kesan bahwa “Pengajar”
lebih diharapkan menjadi pembimbing dan manajer di dalam pelaksanaan latihan
daripada menggurui atau memberikan ceramah.

Pemandu adalah seseorang yang telah mengikuti Pelatihan Pemandu/Pelatih


Latihan LKMM (PP LKMM). Ia adalah anggota tim yang bertugas mengatur
jalannya latihan sesuai dengan metode yang telah ditetapkan, sehingga proses
pelatihan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam suatu pelatihan,apabila pemandu lebih dari satu orang perlu ditunjuk salah
seorang diantaranya sebagai Koordinator Pemandu.

2. Koordinator Pemandu yaitu seorang dosen atau staf pengajar yang telah
mengikuti Pelatihan Pelatih/Pemandu LKMM. Ia bertanggung jawab penuh atas
jalannya acara pelatihan. Ia harus mengikuti seluruh jalannya LKMM dan
bertanggungjawab mengambil prakarsa untuk memecahkan persoalan-persoalan
yang timbul dan bertugas mengkoordinasikan para pemandu dan menjelaskan
hubungan antara pembahasan dalam satu pertemuan/modul dengan pembahasan
dalam pertemuan/modul lain, sehingga mahasiswa memiliki pengertian yang
sama tentang program LKMM. Pada akhir program ia harus merangkum seluruh
materi yang telah dibahas ke dalam suatu kerangka yang terpadu. Ia bukan
petugas yang mengurusi segi administrasi pelatihan, tetapi segi substansinya.

3. Penceramah
Penceramah adalah seseorang yang diminta memberikan uraian/penjelasan suatu
topik yang merupakan bidang kompetensinya. Seorang penceramah hanya
bertanggung jawab menyampaikan ceramahnya pada sesi yang bersangkutan.

5. Rincian Kurikulum Minimal

Modul 1
Perumusan Gagasan Awal

Tujuan
• Mahasiswa memahami kebutuhan lingkungannya dan mampu menemukan
program kerja yang sesuai dengan kondisi lingkungan (baik kampus maupun
masyarakat)
2
• Mahasiswa mampu mengantisipasi hambatan-hambatan yang dijumpai
• Mahasiswa mampu mengidentifikasi peluang-peluang yang dapat
dimanfaatkan.

Kegiatan
Kegiatan 1: Latihan Analisis Kondisi Lingkungan
Kegiatan 2: Penugasan Perumusan Gagasan Awal

Modul 2
Penjabaran Rencana Kerja dan Kepanitiaan

Tujuan
• Mahasiswa mampu menetapkan tolok ukur keberhasilan rencana kerjanya.
• Mahasiswa mampu menyusun jadwal dan bentuk kegiatan yang harus
dijalankan secara sistematis demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
• Mahasiswa mampu merancang kepanitiaan dengan mempertimbangkan
faktor-faktor pendukung pelaksanaan suatu rencana kerja.
• Mahasiswa mampu mengenali berbagai pola komunikasi antar unit kerja serta
hal-hal yang mendukung dan menghambat upaya menjaga efektivitas
komunikasi antar unit kerja.
• Mahasiswa mampu merumuskan rencana dalam langkah-langkah konkrit
untuk mewujudkan gagasannya.

Kegiatan
Kegiatan 1 : Ceramah dan Latihan Tolok Ukur
Kegiatan 2 : Latihan Perencanaan Jadwal Kerja
Kegiatan 3 : Eksperimen Pengorganisasian Kegiatan/Kepanitiaan
Kegiatan 4 : Eksperimen Komunikasi Antar Unit Kerja
Kegiatan 5 : Penugasan Penjabaran Gagasan Awal

Modul 3
Administrasi Kesekretariatan dan Keuangan

Tujuan
• Mahasiswa memahami dasar-dasar administrasi, khususnya tentang
administrasi kesekretariatan dan keuangan serta segi-segi “Hukum” yang
berkaitan dengan tertib administrasi.
• Mahasiswa mempunyai sikap positif terhadap administrasi kesekretariatan
dan keuangan.
• Mahasiswa mampu menyusun sistem administrasi dan keuangan yang akan
diterapkan dalam unit kerja yang dipimpinnya

Kegiatan
• Kegiatan 1 : Ceramah Administrasi Kesekretariatan
• Kegiatan 2 : Ceramah Administrasi Keuangan

3
Modul 4
Teknik Pengendalian Motivasi

Tujuan
• Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkah laku manusia.
• Mahasiswa menguasai beberapa cara mengendalikan motivasi seperti: cara
menegur kesalahan, menolak permintaan, mengambil keputusan dan
membujuk.
• Mahasiswa mampu meningkatkan gairah/partisipasi anggota unit kerjanya
dalam rangka pencapaian rencana kerjanya.

Kegiatan
• Kegiatan 1 : Ceramah dan tanya jawab Hakikat Motivasi
• Kegiatan 2 : Latihan Pengambilan Keputusan
• Kegiatan 3 : Eksperimen Pengendalian Konflik

Modul 5
Penyempurnaan Program Kerja

Tujuan
• Mahasiswa memperoleh umpan balik mengenai kelemahan rancangan
proyek-proyek pribadinya.
• Mahasiswa berhasil merampungkan rencana proyek pribadinya.

Kegiatan
• Kegiatan 1 : Ceramah Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan
• Kegiatan 2 : Penugasan Penyempurnaan Usulan Kegiatan

Rincian Kegiatan

Modul 1, Kegiatan 1
Latihan Analisis Kondisi Lingkungan

Tujuan
• Mahasiswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, pendukung
dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi suatu kegiatan.
• Mahasiswa mampu mengidentifikasi kondisi lingkungan kampus dan
masyarakat tertentu untuk dapat menyusun skala prioritas program sesuai
dengan kebutuhan.
• Mahasiswa mampu menyebutkan potensi-potensi positif untuk menunjang
program kegiatan.

Waktu : 120 menit

4
Peralatan
1. Kasus Analisis Kondisi Lingkungan (Contoh Dokumen Lihat Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (15 menit)
• Pemandu menjelaskan tujuan latihan adalah membantu mahasiswa menguasai
teknik menemukan program kerja/kegiatan yang sesuai dengan kondisi
lingkungannya.
• Pemandu membentuk kelompok, yang masing-masing terdiri dari 4-6
mahasiswa, dan menjelaskan tugas kelompok adalah menemukan faktor-faktor
penghambat dan pendukung program kerja sesuai kebutuhan/kondisi
lingkungan dan perguruan tinggi bersangkutan.
2. Kerja Mandiri (15 menit)
• Mahasiswa diminta mengerjakan tugas Kasus Analisis Kondisi Lingkungan
secara mandiri.
3. Kerja Kelompok (45 menit)
• Mahasiswa mendiskusikan dan menyimpulkan program-program yang layak
dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi bersangkutan.
4. Sidang Pleno (45 menit)
• Pemandu menyilahkan juru bicara kelompok menyampaikan hasil kerja
mereka.
• Pemandu memimpin diskusi pleno untuk membahas kesimpulan masing-
masing kelompok.

Modul 1, Kegiatan 2
Perumusan Gagasan Awal

Tujuan
• Mahasiswa mampu merumuskan gagasan awal tentang program kerja yang akan
diusulkan.

Waktu : 60 menit

Peralatan
1. Lembar kerja Perumusan Gagasan Awal (Contoh Dokumen Lihat Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (10 menit)
• Pemandu menjelaskan tujuan dan membagikan Lembar Kerja Perumusan
Gagasan Awal.
• Pemandu menjelaskan instruksi yang tercantum dalam Lembar Kerja
Perumusan Gagasan Awal.
2. Kerja Mandiri (50 menit)
• Mahasiswa duduk berkelompok dan didampingi pemandu, untuk memberikan
penjelasan bila diperlukan.
• Mahasiswa menyelesaikan tugasnya secara mandiri.

5
Modul 2 Kegiatan 1
Tolok Ukur Keberhasilan

Tujuan
• Mahasiswa memahami tujuan dan fungsi tolok ukur keberhasilan suatu program
kerja.
• Mahasiswa mampu merumuskan tolok ukur keberhasilan suatu program kerja.

Waktu : 60 menit

Peralatan
• Garis Besar Ceramah Tolok Ukur Keberhasilan
• Soal Latihan membuat Tolok Ukur Keberhasilan (Contoh Dokumen Lihat
Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (30 menit)
• Pemandu memberi ceramah singkat.
• Pemandu memberi kesempatan bertanya.
2. Kerja Mandiri (30 menit)
• Pemandu menjelaskan tugas membuat tolok ukur gagasan awal yang telah
dibuat secara mandiri dalam Modul 1 Kegiatan 2.
• Pemandu membagikan soal latihan “Merumuskan Tolok Ukur
Keberhasilan”.
• Pemandu mendampingi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas.

Modul 2, Kegiatan 2
Perencanaan Jadwal Kegiatan

Tujuan
• Mahasiswa mengerti arti dan manfaat perencanaan jadwal kegiatan.
• Mahasiswa mengetahui teknik membuat perencanaan jadwal kegiatan.
• Mahasiswa mampu membuat jadwal kegiatan dari program yang diajukan sesuai
dengan kondisi lingkungan.

Waktu : 120 menit

Peralatan
• Garis Besar Ceramah Perencanaan Jadwal Kerja
• Lembar Latihan pembuatan Jadwal Kerja (Contoh Dokumen Lihat Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (30 menit)
• Pemandu memberi ceramah singkat.
• Pemandu memberi kesempatan bertanya.

6
• Pemandu membagikan lembar latihan kepada mahasiswa dan menjelaskan
tugas yang harus dikerjakan mahasiswa.
• Pemandu membentuk kelompok beranggotakan 4-6 orang.
2. Kerja Kelompok (45 menit)
• Kelompok berdiskusi dan menentukan jawaban berdasarkan kesepakatan
kelompoknya.
3. Sidang Pleno (30 menit)
• Pemandu menyilakan masing-masing juru bicara kelompok menyajikan hasil
kerja kelompoknya.
• Pemandu memimpin diskusi untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan (kalau
ada) dalam membuat perencanaan jadwal kerja.
• Pemandu merangkum hasil diskusi.
4. Kerja Mandiri (15 menit)
• Pemandu mengingatkan mahasiswa pada tugas mahasiswa dalam modul 1
kegiatan 2.
• Mahasiswa diminta membuat jadwal kegiatan bagi gagasan awal yang dibuat
secara mandiri dalam modul 1 kegiatan 2, seperti yang telah dilakukannya
dalam kelompok.
• Pemandu mendampingi mahasiswa, untuk membantu bila diperlukan.

Modul 2 Kegiatan 3
Pengorganisasian Kegiatan / Kepanitiaan

Tujuan
• Mahasiswa memahami hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam
mengorganisasikan suatu kegiatan dan atau menyusun suatu kepanitiaan.
• Mahasiswa memahami cara-cara menyusun kepanitiaan untuk mendukung
pelaksanaan sebuah rencana kerja.

Waktu : 120 menit

Peralatan
1. Lembar pengantar diskusi Pengorganisasian Kegiatan / Kepanitiaan (Contoh
Dokumen Lihat Lampiran)
2. Pedoman diskusi untuk pemandu
3. Pedoman penyusunan regu kerja untuk pemandu
4. Perlengkapan sidang

Proses
1. Sidang Pleno (15 menit)
• Pemandu membagi bahan pengantar diskusi tentang Pengorganisasian
Kegiatan/Kepanitiaan dan menjelaskan instruksi yang tercantum di dalamnya.
• Pemandu memerintahkan masing-masing mahasiswa mengerjakan secara
individual kurang lebih 15 menit, kemudian mendiskusikan dalam kelompok
untuk mencapai kesepakatan.

7
2. Kerja Mandiri (15 menit)
• Mahasiswa menyelesaikan tugas secara mandiri.
3. Kerja Kelompok (45 menit)
• Masing-masing kelompok berusaha mencapai kesepakatan.
4. Sidang Pleno (45 menit)
• Pemandu menyilakan tiap kelompok menyajikan hasil kerjanya dan kemudian
memimpin diskusi untuk menyimpulkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
menyusun “Regu Kerja” (kepanitiaan).
• Pemandu menjelaskan pedoman penyusunan regu kerja/kepanitiaan.

Modul 2 , Kegiatan 4
Komunikasi Antar Unit Kerja

Tujuan
• Mahasiswa mengenal berbagai pola komunikasi antar unit kerja serta hal-hal yang
mendukung maupun menghambat efektivitas masing-masing pola komunikasi.
• Mahasiswa mengetahui hal-hal yang perlu dusahakan untuk menjaga efektivitas
komunikasi antar unit kerja.

Waktu : 120 menit

Peralatan
1. Perlengkapan sidang
2. Lembar penjelasan eksperimen komunikasi antar unit kerja (Contoh Dokumen
Lihat Lampiran)
3. Bahan eksperimen untuk tiap kelompok mahasiswa (dibuat oleh Pemandu)

Proses
1. Sidang Pleno (15 menit)
• Pemandu menjelaskan bahwa mahasiswa akan diajak melakukan sebuah
kegiatan untuk menyimpulkan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
mengadakan komunikasi antar unit kerja.
• Pemandu membentuk beberapa kelompok, yang terdiri dari 6 orang. Setiap
mahasiswa diberi nomor anggota dan nomor kelompok.
• Jika jumlah mahasiswa tidak habis dibagi 6, maka mahasiswa yang tidak
kebagian kelompok ditetapkan sebagai pengamat.
• Pemandu memberi petunjuk kepada para pengamat apa yang harus
diobservasi.
• Pemandu menjelaskan kegiatan eksperimen.
2. Kerja Kelompok (45 menit)
• Setiap kelompok mengerjakan tugasnya sesuai dengan instruksi yang
diberikan.
• Selama kelompok bekerja, para pengamat mencatat hal-hal yang terjadi dalam
kelompok sesuai arahan pemandu.

8
3. Sidang Pleno (45 menit)
• Pemandu menyilakan para pengamat menyampaikan hasil observasi mereka.
• Pemandu menyilakan mahasiswa menanggapi hasil pengamatan yang
dilaporkan.
4. Rangkuman (15 menit)
Pemandu memimpin jalannya diskusi agar mahasiswa dapat menyimpulkan apa
yang dapat meningkatkan dan menghambat efektivitas komunikasi antar unit
kerja.

Modul 2 , Kegiatan 5
Penjabaran Gagasan Awal

Tujuan
• Mahasiswa mampu menjabarkan gagasan awal yang dibuat dalam modul 1
kegiatan 2 secara rinci dan sistematis dalam bentuk jadwal kegiatan dengan tolok
ukur dan organisasi kepanitiaannya.

Waktu : 30 menit

Peralatan
• Hasil kerja mahasiswa dalam modul 1 kegiatan 2 dan modul 2 kegiatan 2
• ATK

Proses
1. Sidang Pleno (5 menit)
• Pemandu mengingatkan mahasiswa pada gagasan awal mahasiswa dalam
modul 1 kegiatan 2 dan modul 2 kegiatan 2
2. Kerja Mandiri (25 menit)
• Mahasiswa mengerjakan tugasnya secara mandiri dan diserahkan kepada
Pemandu sesuai dengan jadwal pelaksanaan LKMM.

Modul 3 , Kegiatan 1
Administrasi Kesekretariatan dalam Organisasi

Tujuan
• Mahasiswa mampu menjelaskan arti, fungsi dan prinsip-prinsip Administrasi
Kesekretariatan dalam organisasi.
• Mahasiswa mengenal berbagai bentuk surat, sistem kendali surat dan sistem
pengarsipan surat.

Waktu : 60 menit

Peralatan
1. Peralatan sidang
2. Garis besar ceramah Administrasi Kesekretariatan dalam organisasi.

9
3. Contoh-contoh surat, misal: surat permohonan, surat undangan dan surat
keputusan.
4. Contoh-contoh sistem kendali surat.
5. Contoh-contoh sistem pengarsipan surat.

Proses
1. Pemandu memimpin jalannya ceramah (30 menit)
2. Pemandu merangkum isi ceramah (10 menit)
3. Pemandu memimpin forum tanya jawab (20 menit)

Modul 3 , Kegiatan 2
Administrasi Keuangan

Tujuan
• Mahasiswa mampu menjelaskan arti, fungsi dan prinsip-prinsip Administrasi
Keuangan.
• Mahasiswa mampu menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan dengan
benar.

Waktu : 60 menit

Peralatan
1. Garis besar ceramah Administrasi Keuangan.
2. Prinsip-prinsip pembukaan dan pembuatan laporan pertanggung-jawaban
keuangan.
3. Contoh-contoh kwitansi, buku harian, buku kas, laporan keuangan.

Proses
• Pemandu memimpin jalannya ceramah (30 menit)
• Pemandu merangkum isi ceramah (10 menit)
• Pemandu memimpin forum tanya jawab (20 menit)

Modul 4 , Kegiatan 1
Hakekat Motivasi

Tujuan
• Mahasiswa memahami konsep motivasi, pentingnya motivasi, faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi, jenis-jenis motivasi, dan upaya menumbuhkan motivasi.
• Mahasiswa mampu menumbuhkembangkan motivasi diri dan anggota organisasi.

Waktu : 60 menit

10
Peralatan
1. Kelengkapan sidang
2. Makalah ceramah tentang Hakikat Motivasi

Proses
• Pemandu memimpin jalannya ceramah (30 menit)
• Pemandu merangkum materi ceramah (10 menit)
• Pemandu memimpin jalannya tanya jawab (20 menit)

Modul 4 , Kegiatan 2
Pengambilan Keputusan

Tujuan
• Mahasiswa mampu menentukan kriteria penilaian pengambilan keputusan.
• Mahasiswa mampu menjalankan langkah-langkah pengambilan keputusan, baik
sendiri maupun dalam kelompok.
• Mahasiswa mampu memilih alternatif terbaik dalam pengambilan keputusan.

Waktu : 90 menit

Peralatan
1. Perlengkapan sidang
2. Pengantar diskusi Pengambilan Keputusan (Contoh Dokumen Lihat
Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (45 menit)
• Pemandu mengingatkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan.
• Pemandu membagi kelompok yang beranggotakan 5-7 orang.
• Pemandu membagi lembar soal dan menjelaskan instruksi yang tercantum di
dalamnya.
2. Kerja Kelompok (45 menit)
• Mahasiswa mengerjakan tugas dalam kelompok
• Selama bekerja kelompok didampingi pemandu yang bertugas mengoreksi /
memberi umpan balik kepada kelompok jika ada kesalahan dalam menerapkan
cara pengambilan keputusan.

Modul 4 , Kegiatan 3
Pengendalian Konflik

Tujuan
• Mahasiswa mampu memahami faktor-faktor yang menjadi potensi konflik.
• Mahasiswa memahami arti dan macam-macam konflik.
• Mahasiswa mengenal macam-macam cara menyelesaikan konflik.

11
• Mahasiswa memahami keuntungan dan kerugian setiap cara menyelesaikan
konflik.

Waktu : 120 menit

Peralatan
1. Perlengkapan sidang
2. Pengantar diskusi tentang konflik (Contoh Dokumen Lihat Lampiran)
3. Bahan bacaan tentang pengendalian konflik (Dokumen Lihat Lampiran)
4. Pedoman diskusi Pengendalian Konflik (Dokumen Lihat Lampiran)

Proses
1. Sidang Pleno (30 menit)
• Pemandu membentuk kelompok, yang beranggotakan 6 orang.
• Mahasiswa yang tidak masuk dalam kelompok diberi peran sebagai observer.
• Pemandu membagikan lembar pengantar diskusi konflik kepada setiap
mahasiswa dan menjelaskan instruksi yang tercantum di dalamnya.
2. Kerja Kelompok (45 menit)
• Pemandu membagi lembar pengantar diskusi pengendalian konflik.
• Kelompok menyelesaikan tugas dalam lembar pengantar diskusi pengendalian
konflik.
• Pengamat melakukan observasi.
3. Sidang Pleno (45 menit)
• Pemandu mencatat hasil masing-masing kelompok dengan menggunakan
matriks.
• Pemandu memerintahkan pengamat membacakan hasil pengamatannya serta
memberi kesempatan kepada mahasiswa memberikan tanggapan.
• Pemandu membahas hasil dan proses kegiatan dengan mengacu pada
pertanyaan pengantar diskusi, dan membuat kesimpulan yang relevan dengan
tujuan kegiatan pengendalian konflik.
• Pemandu merangkum hasil diskusi.

Modul 5 , Kegiatan 1
Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan

Tujuan
• Mahasiswa memahami cara menyusun usulan kegiatan yang berlaku di
lingkungannya.
• Mahasiswa dapat menerapkan prinsip-prinsip penyusunan usulan kegiatan.

Waktu : 60 menit

Peralatan
1. Garis besar isi ceramah usulan kegiatan.
2. Perlengkapan Sidang.

12
Proses
• Pemandu memoderasi ceramah (30 menit)
• Pemandu merangkum ceramah (10 menit)
• Pemandu memimpin diskusi (20 menit)

Modul 5 Kegiatan 2
Penyempurnaan Usulan Kegiatan

Tujuan
• Mahasiswa dapat membuat usulan kegiatan pribadi dengan baik.

Waktu : 60 menit

Peralatan
• Usulan kegiatan pribadi masing-masing mahasiswa yang telah dikerjakan setelah
menerima modul 2 kegiatan 5

Proses
1. Sidang Pleno (10 menit)
• Pemandu merangkum semua pokok bahasan yang telah disampaikan mulai
modul I
• Pemandu menugasi mahasiswa menerapkan semua pengetahuan yang telah
diperoleh untuk menyempurnakan usulan kegiatan.
2. Kerja Kelompok (50 menit)
• Mahasiswa duduk berkelompok untuk menyempurnakan usulan kegiatannya
didampingi pemandu.

13
Lampiran 1
Modul 2, Kegiatan 1
Garis Besar Ceramah

TOLOK UKUR KEBERHASILAN

1. Pengertian tolok ukur keberhasilan yaitu :


• Suatu patokan terukur yang dapat digunakan untuk menilai suatu kegiatan.
• Suatu sasaran minimal yang ditentukan dalam perencanaan suatu kegiatan.

2. Arti penting tolok ukur keberhasilan: dapat digunakan sebagai masukan untuk
penyempurnaan kegiatan di kemudian hari.

3. Persyaratan :
• Menggunakan bahasa yang jelas, mengandung suatu kepastian
• Tidak mengandung kata-kata yang mempunyai pengertian relatif

4. Fungsi tolok ukur


• mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan
• membantu memberikan obyektivitas evaluasi

5. Cara merumuskan tolok ukur keberhasilan :


a. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan tolok ukur antara lain :
• Waktu
Contoh: - Mahasiswa dapat menyelesaikan tugas 10 menit sebelum
batas akhir
- Upacara dimulai tepat pada waktnya
• Dana
Contoh: - Dana dapat dihemat 10% dari yang tersedia
• Partisipasi
Contoh: - Minimum ada 75% mahasiswa yang hadir
- Minimum ada pejabat universitas yang hadir pada pembukaan
kegiaan
• Organisasi
Contoh: - Seksi akomodasi tidak melakukan kegiatan
- Dokumentasi dilakukan sendiri oleh ketua panitia

b. Teknik merumuskan tolok ukur keberhasilan :


• Mencantumkan batas waktu
• Ukuran-ukuran dilakukan secara kuantitatif
• Mencantumkan mutu minimal

14
Lampiran 2

Modul 2 , Kegiatan 2
Garis Besar Ceramah
PERENCANAAN JADWAL KERJA

Pengertian Jadwal Kegiatan :


“Jadwal kegiatan adalah uraian jenis kegiatan dan waktu yang dibutuhkan secara
bertahap yang disusun secara sistematis dalam rangka menyelesaikan rencana
kegiatan dengan tepat dan berhasil.”

Manfaat Perencanaan Jadwal Kegiatan adalah :


• Menjadi pedoman bagi anggota panitia tenang beban tugas (volume kegiatan)
dan batas waktu yang ditentukan
• Membantu mengidentifikasi kegiatan yang dapat dikerjakan bersama-sama dan
yang prasyarat
• Membantu panitia agar dapat melaksanakan tugasnya secara lebih efisien dan
efektif
• Membantu dalam evaluasi proses. Contoh: berapa % kegiatan dapat diselesaikan
pada hari kelima sebelum pelaksanaan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun Jadwal Kerja antara lain :
• Kegiatan apa saja/rincian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai
tujuan
• Kegiatan apa yang menjadi prasyarat atau syarat kegiatan lain sehingga harus
dilaksanakan lebih dahulu
• Kegiatan apa yang dapat dilaksanakan secara bersamaan waktunya
• Waktu yang diperlukan untuk setiap kegiatan
• Jumlah anggota panitia yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas
• Dana yang diperlukan

Teknik menyusun jadwal kerja :


• Tabulasi dengan matriks
• Jaringan kerja

Tabulasi Kegiatan dengan Matriks


WAKTU
No Kegiatan
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

1. Persiapan

2. Pelaksanaan

3. Evaluasi

15
Lampiran 3

Modul 2 , Kegiatan 3
Pedoman Diskusi PENGORGANISASIAN KEGIATAN

Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada para mahasiswa setelah mereka


selesai menyusun regu kerja

1. Kegiatan apa saja yang harus dilakukan regu kerja itu agar tujuannya dapat
tercapai ?
2. Apa yang mendasari pengaturan kegiatan tersebut ?
3. Keahlian apa yang dituntut dari orang yang harus mengerjakan kegiatan tersebut?
4. Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk mengerjakan semua kegiatan yang
disebut dalam nomor (3) di atas ?
5. Bagaimanakah pembagian kerja dan koordinasi kerja antara masing-masing
anggota regu ?

16
Lampiran 4

Modul 2 , Kegiatan 4
Pedoman MENYUSUN REGU KERJA / KEPANITIAAN

1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai


2. Rincian aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
3. Periksa apakah ada aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan pada waktu yang
bersamaan (serentak). Jika tidak satupun aktivitas harus dilakukan secara
serentak, barangkali semua tugas bisa dikerjakan oleh satu orang asalkan waktu
yang disediakan cukup panjang
4. Tentukan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan masing-masing aktivitas.
Jika tiap aktivitas tidak menuntut keahlian khusus dan tidak perlu dilakukan
serentak (bersamaan waktunya), maka mungkin sekali semua tugas bisa
dilakukan oleh hanya satu orang dan dengan demikian tidak dibutuhkan regu
kerja.
5. Periksa apakah ada kegiatan yang harus diselesaikan sebelum sebuah kegiatan
lain dapat dimulai. Makin besar ketergantungan sebuah kegiatan pada kegiatan
lainnya, makin sedikit jumlah orang yang dibutuhkan untuk regu kerja.
6. Hitung berapa waktu minimal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh
kegiatan. Lalu periksa apakah penambahan jumlah orang akan dapat
mempersingkat waktu penyelesaian tugas.
7. Kelompokkan kegiatan-kegiatan yang saling tergantung satu dengan lainnya.
Kegiatan-kegiatan ini harus berada di bawah satu koordinasi.

17
Lampiran 5

Modul 3 , Kegiatan 1
Garis Besar Ceramah ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN

1. Arti administrasi kesekretariatan


2. Fungsi dan prinsip administrasi kesekretariatan
3. Klasifikasi dan bentuk surat
4. Cara membuat surat dinas
5. Sistem pengendalian (kendali) surat
6. Sistem pengagendaan dan pengarsipan
7. Contoh-contoh surat, misalnya surat permohonan, surat dinas, surat undangan
dan surat keputusan
8. Contoh sistem pengagendaan, kendali dan pengarsipan

18
Lampiran 6
Modul 3 , Kegiatan 2
Pedoman ADMINISTRASI KEUANGAN

1. Pengertian Administrasi Keuangan


2. Fungsi dan prinsip Administrasi Keuangan
3. Klasifikasi dan bentuk laporan keuanan
4. Cara membuat laporan keuangan
5. Sistem pengarsipan bukti dan laporan keuangan
6. Contoh-contih kwitansi, buku harian, buku kas dan laporan keuangan

19
Lampiran 7

Modul 4 , Kegiatan 1
Bahan Ceramah MOTIVASI BERPRESTASI

MOTIVASI DALAM BERPRESTASI

Sebuah motif dapat didefinisikan sebagal kesiapan spesifik pada diri individu untuk
melakukan atau meneruskan serangkaian perilaku yang terarah untuk pencapaian
tujuan tertentu

Kesiapan ini tercermin pada kebutuhan, keinginan dan hasrat, Kebutuhan dan kei-
inginan mengindikasikan tidak ada atau berkurangnya sesuatu dalam diri individu
dan akan terpuaskan apabila terpenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Hasrat
merupakan suatu emosi positif terhadap sesuatu, kadang disebut dengan semangat,
nafsu atau kehendak.

Setiap individu mempunyai suatu kombinasi unik motif yang tersusun dalam suatu
pola hirarki. Kekuatan motif dan pengaruhnya terbadap perilaku berbeda pada setiap
individu. Beberapa motif mungkin cenderung kuat sementara yang lain mungkin
lebih sulit untuk dipuaskan, sedang yang lain dapat disembunyikan atau
dipertukarkan.

Sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil, motivasi merupakan regulasi


perilaku yang memenuhi kebutuhan atau pencapaian tujuan maka :

1. Motivasi berpengaruh langsung terhadap arah, kekuatan dan kekukuhan suatu


perilaku dan mengandung maksud dan terarah pada tujuan-tujuan tertentu.

2. Motivasi berpengaruh langsung terhadap arah, kekuatan dan kekukuhan suatu


perilaku.

3. Motivasi merupakan awal dari perilaku yang diberi energi, dipelihara


kelangsungannya, diarahkan, dihentikan dan merupakan reaksi subyektif.

4. Motivasi juga suatu proses yang menentukan pilihan yang telah dibuatnya
sendiri di antara sejumlah alternatif bentuk aktivitas sadar.

Dipandang dari kacamata motivasi, perilaku secara esensial dipandang sebagai


mengandung maksud tertentu, terarah ke suatu tujuan dan didasari oleh kebutuhan,
keinginan dan hasrat yang tercakup dalam motivasi. Motivasi bersi-fat kompleks,
karena :

1. Dapat diperhitungkan, namun tak dapat dilihat, karena :

a. Suatu perilaku dapat mengekspresikan berbagai motif

20
b. Motif dapat muncul tersamar
c. Sejumlah motif dapat terekspresikan melalui perilaku-perilaku yang
identik
d. Variasi personaI dan kultural dapat mempengaruhi ekspresi motif-motif
tertentu.

2. Tiap individu lazim mempunyai banyak motif, hasrat dan pengharapan yang
tidak hanya berubah-ubah, namun juga bertentangan satu dengan yang lain.

PENDEKATAN DALAM TEORI MOTIVASI

1. Pendekatan Psikoanalis.
Psikoanalisis memandang perilaku manusia didorong oleh kebutuhan-
kebutuhan dan konflik-konflik tak sadar yang sangat dipengaruhi oleh
pengalaman-pengalaman pada masa kanak-kanak. Faktor utama yang
mempengaruhi motivasi manusia tidak disadari oleh individu itu sendiri.

2. Pendekatan Teori SociaI Learning.


Pendekatan Teori Social Learning menekankan bahwa variable-variabel
lingkungan sebagai penentu utama perilaku. Perilaku lebih dipandang sebagai
reaksi terhadap kondisi spesifik di dalam lingkungan daripada sebagai
manifestasi simbolik dorongan-dorongan internal yang tak disadari. Perilaku
individu tergantung pada karakteristik spesifik suatu situasi, penilaian
individu terhadap situasi tersebut dan penguatan pada perilaku-perilaku
dalam situasi serupa atau observasi terhadap orang lain dalam situasi serupa.

3. Pendekatan Fenomenologis.
Pendekatan fenomenologis menolak pandangan individu sebagai jalur
pelepasan energi, baik internal maupun eksternal tanpa kuasa mengendalikan-
nya. Aliran ini menekankan pentingnya fungsi persepsi dan interpretasi ter-
hadap pengalaman individu sebagai penentu perilaku.

4. Teori Hirarki Kebutuhan (Maslow)


Teori Hirarki Kebutuhan mendasarkan pada konsep hirarki kebutuhan pada
dua prinsip yaitu :
a. Kebutuhan-kebutuhan manusia dapat disusun dalam suatu hirarki dan
kebutuhan terendah sampai kebutuhan yang tertinggi
b. Suatu kebutuhan yang telah terpuaskan akan berhenti menjadi motivator
utama perilaku.

Menurut teori ini, manusia akan didorong untuk memenuhi kebutuhan yang
paling kuat sesuai waktu, keadaan dan pengalaman yang bersangkutan me-
ngikuti suatu hirarki. Antara kebutuhan yang satu dengan yang lain saling
bergantung dan saling menopang. Kebutuhan yang telah terpuaskan akan
berhenti menjadi motivator utama perilaku, digantikan oleh kebutuhan
selanjutnya yang mendominasi. Meskipun suatu kebutuhan telah terpuaskan,

21
kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku dan tidak hilang hanya inten-
sitasnya lebih kecil.

5. Teori Motivasi Pemeliharaan (Herzberg).


Terdapat dua kelompok faktor yang mempengaruhi perilaku individu, yaitu
faktor-faktor penyebab kepuasan, yang disebut faktor pendprong dan faktor-
faktor penyebab ketidakpuasan, yang disebut faktor penghambat. Menurut
teori ini motivasi mempunyai pengaruh yang kuat untuk meningkatkan ke-
puasan dan merupakan faktor pemeliharaan untuk mencegah merosotnya
semangat individu.

MOTIF - MOTIF SOSIAL

Motif-motif sosial bersumber pada pengalaman dan tidak bersifat bawaan, tumbuh
berkembang berdasarkan interaksi dengan individu lain dan berlangsung seumur
hidup. Motif-motif sosial merupakan penentu penting perilaku manusia, yaitu
meliputi kebutuhan untuk berafiliasi (The Need for Affiliation, N-Aff), kebutuhan
untuk berkuasa (The Need for Power, N-Pow) dan kebutuhan untuk berprestasi (The
Need for Achievement, N-Ach).

Kebutuh untuk berafiliasi (The Need for Affiliation, N-Aff), adalah keinginan untuk
membangun, memelihara dan memperbaiki hubungan afektif dengan orang lain.

Kebutuhan untuk berkuasa (The Need for Power, N Pow) adalah keinginan untuk
mengendalikan, mempengaruhi atau mempunyai dampak terhadap orang lain.

Kebutuhan untuk berprestasi (The Need for Achievement, N-Ach) adalah keinginan
untuk bekerja dengan baik menghasilkan karya terbaik

MOTIF BERPRESTASI

Untuk mengetahui tanda-tanda motif berprestasi pada suatu perilaku maka


pertama-tama yang harus dlihat adalah di dalam perilaku tersebut terdapat hasrat
untuk memperoleh "Tujuan-ujuan prestatif” Artinya, perilaku tersebut mempunyai
tujuan yang bersifat kesuksesan dan memerlukan tindakan yang sempurna. Terdapat
empat tanda yang mengandung tanda-tanda tujuan prestatif :

1. Bertindak melebihi seseorang, artinya pada saat perilaku tersebut muncul


terdapat usaha untuk bertindak lebih baik dan lebih sempurna dari orang lain.
Misal : Kehendak untuk menang dalam suatu pertandingan, atau ingin
menunjukkan pada pimpinan bahwa dapat berbuat lebih baik dari-pada orang
lain.
2. Menyamai atau melampaui suatu standard kesempurnaan yang dibuat sendiri.
Biasanya suatu standard kesempurnaan tidak melibatkan persaingan dengan
orang lain, tetapi merupakan standard yang dibuat sendiri mengenai

22
perbuatan dengan kualitas yang tinggi. Misal : Ingin berbuat yang sempurna
dalam pekerjaannya. Ingin mendapatkan metode yang lebih baik.
Merencanakan secara teliti.
3. Penyelesaian yang unik. Salah satu tanda motif berprestasi muncul dalam
sebuah perilaku adalah dalam penyelesaian suatu tugas yang lain daripada
yang lain atau menggunakan cara-cara yang unik, melakukan penemuan-
penemuan baru, kreasi-kreasi seni dan keberhasilan yang istimewa lainnya.
4. Pelibatan diri untuk memajukan karir. Setiap usaha untuk mencapai tujuan
prestasi dalam jangka panjang ataupun suatu karir juga merupakan suatu
tanda pemunculan motif berprestasi.

Selain adanya tanda-tanda tentang kemunculan motif berprestasi, juga perlu


diperhatikan akan kekuatan motif berprestasi. Kekuatan motif berprestasi
ditunjukkan dengan:

a. Adanya kebutuhan, yaitu adanya keinginan yang kuat untuk mencapai suatu
goal prestasi.
b. Adanya aktivitas untuk mencapai suatu tujuan prestasi. Aktivitas tersebut
dapat secara terbuka atau bersifat mental dan hasil akhirnya dapat sukses,
meragukan atau gagal.
c. Mengharap Sukses atau gagal. Pengharapan sukses apabila berpikir me-
ngenai sukses yang akan diperolehnya, mengharap bahwa cara-caranya akan
berhasil. Pengharapan gagal apabila khawatir akan gagal, menaruh perhatian
bahwa cara-caranya tidak akan berhasil; mengharapkan yang paling buruk,
atau mengira-ngira ia akan berhasil atau tidak.
d. Rintangan pribadi dan rintangan lingkungan. Rintangan muncul apabila jaIan
ke arah kegiatan pencapaian suatu goal dirintangi atau dihalangi dengan
sesuatu cara. Segala sesuatu tidak berjalan lancar, ada halangan yang harus
dilampaui sebelum tujuan dicapai.
Rintangan tersebut dapat berupa kegagalan di masa lampau atau
kelemahan-keIemahan pribadi yang harus diatasi sebelum kemajuan lebih
Ianjut ke arah goal, mungkin dilanjutkan atau mungkin rintangan tadi berasal
dari lingkungan yang ada atau dari faktor pribadi.
Apabila rintangan tersebut berasal dari dalam individu (kurang percaya pada
diri sendiri pertentangan diri yang harus diatasi, kurang mampu membuat
keputusan, atau kegagalan yang Iampau), disebut sebagai Rintangan Pribadi.
Apabila rintangan yang harus diatasi berasal dari bagian lingkungan yaitu bila
terletak di sekitar kita disebut Rintangan Lingkungan.
e. Pertolongan, yang berarti bantuan yang akan atau mungkin diperoleh dari
orang lain untuk mencapai tujuan prestasi. Pertolongan dapat berupa ban-
tuan, simpati, atau semangat dari orang Iain untuk mencapai prestasi.
f. Perasaan yang diasosiasikan dengan pencapaian sebuah goal baik penguasaan
secara aktif atau frustasi dari kegiatan yang dijuruskan ke arah prestasi harus
merupakan hal yang harus diperhitungkan. Apabila seseorang merasa senang
akan penguasaan yang aktif atau keberhasilan yang nyata, maka hal itu
merupakan perasaan positif atau mendukung, Apabila seseorang merasa
kecewa dengan kegagalan mencapai goal prestasi maka hal ini merupakan
perasaan negatif yang menghambat.

23
SIKLUS MOTIVASI

Mencari
Kepuasan
2

Kesedaran akan
kebutuhan Siklus Motivasi Pemenuhan
Kebutuhan
1 3

Evaluasi dan
Pencarian
Kebutuhan Baru

24
Lampiran 8
Modul 4 , Kegiatan 3
1. Bahan Bacaan KONFLIK

I. Pendahuluan
Bagi orang Indonesia mendengar kata “konflik” ialah seperti halnya mendengar
sesuatu yang jorok sehingga harus dihindari. Di mata orang Barat, orang
Indonesia adalah orang yang selalu menghindari adanya konflik.
Hidup yang rukun adalah hidup yang tanpa konflik. Tetapi benarkah orang
Indonesia selalu menghindari konflik dengan cara bermusyawarah?
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak ada yang benar. Dalam keadaan
empiriknya orang Indonesia juga sering berkonflik dan jarang bermusyawarah
untuk menyelesaikan konflik itu. Contoh dalam hal ini adalah konflik antara
etnik Dayak dan Melayu melawan etnik Madura di Kalimantan Barat, demikian
pula konflik etnis antara suku Ambon dengan suku Bugis, Buton, dan Makasar
yang banyak membawa korban jiwa dan harta.
Di dunia ini tidak ada manusia yang selalu hidup rukun dan damai. Bahkan
dalam unit terkecil dari suatu bangsa, yakni keluarga. Konflik antara suami istri
serta antara anak dan orang tua juga sering terjadi.
Indonesia adalah sebuah negara yang multi etnis, multi budaya, dan bahkan
belakangan ini Indonesia juga merupakan negara yang multi partai dalam sistem
politiknya. Dalam kondisi yang serba “multi” itu orang tidak dapat menghindar
dari konflik. Contoh dalam hal ini adalah konflik antar pendukung partai
menjelang pemilu di negara kita.
Konflik bukan selalu mengandung makna yang disfungsional. Konflik justru
dapat menjadi sesuatu yang fungsional dalam artian konflik dapat menjadi
wahana untuk mendorong terjadinya suatu perubahan yang menuju pada suatu
kondisi yang lebih baik. Kita memang tidak boleh menciptakan konflik, namun
kita tidak boleh menghindari konflik apabila ia muncul dimuka kita.

II. Dua jenis konflik


Para sosiolog membedakan dua jenis konflik yang masing-masing memiliki
sebab yang berbeda dalam pemunculannya. Jenis konflik pertama adalah jenis
konflik yang bersifat destruktif. Contohnya adalah konflik antara suku Dayak
dan Melayu melawan suku Madura. Konflik ini menjadi destruktif karena dipicu
oleh rasa kebencian yang tumbuh di dalam tubuh mereka masing-masing yang
terlibat dalam konflik. Munculnya rasa kebencian itu disebabkan karena berbagai
hal.
Salah satu sebab adalah adanya kecemburuan sosial antara dua kelompok atau
suku yang kemudian terlibat dalam konflik.
Konflik yang destruktif dalam kehidupan berpolitik dapat ditumbuhkan karena
fanatisme yang berlebihan dari para pendukung suatu partai terhadap partainya
sehingga sering menimbulkan tingkah laku yang berlebih-lebihan yang
25
kemudian dapat memancing timbulnya rasa benci dari pihak lain. Konflik akan
muncul dan tanpa adanya mekanisme dalam meredam konflik itu maka ia
dengan mudah akan berkembang menjadi konflik yang destruktif. Partai yang
memiliki pendukung yang fanatik juga dapat menimbulkan konflik yang
destruktif karena partai akan cenderung memanfaatkan fanatisme anggotanya
untuk memaksakan kehendak tanpa mau melihat kepentingan partai lain. Dalam
kondisi seperti ini reaksi balik dari partai yang dirugikan dapat menjadi konflik
yang destruktif.
Penggunaan kekuasaan yang berlebihan oleh negara dan aparatnya juga sering
menjadi sumber konflik yang destruktif. Sejarah Indonesia moderen, khususnya
sejarah Indonesia masa Orde Baru penuh contoh tentang hal ini. Penguasaan
tanah rakyat oleh pemodal besar dengan dukungan kekuasaan negara
menimbulkan kemarahan yang terpendam di kalangan para pemilik tanah, dan
ketika kesempatan ada, yakni ketika pemerintah dan aparatnya melemah maka
reaksi yang keras dan destruktif muncul dikalangan mantan pemilik tanah untuk
memperoleh tanah mereka kembali. Demikian pula konflik yang destruktif antara
sebagian besar rakyat Aceh dan TNI berakar pula rasa benci rakyat Aceh sebagai
akibat dari diberlakukannya DOM (Daerah Operasi Militer) di wilayah mereka.
Bentuk konflik yang lain adalah konflik yang fungsional yakni konflik yang
menghasilkan perubahan atau konsensus baru yang bermuara pada perbaikan.
Contoh perbedaan pendapat atau konflik pendapat dikalangan para cendekiawan
terdapat dalam hal mencari kebenaran. Perdebatan antara para cendekiawan itu
sangat keras, tetapi tidak berkembang menjadi konflik yang destruktif,
umpamanya membakar gedung pertemuan atau mereka kemudian tidak saling
bertegur sapa.
Ada dua hal yang membedakan antar konflik yang destruktif dan yang
fungsional. Pertama, konflik yang destruktif muncul karena rasa benci satu
kelompok lain yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya perbedaan
kekayaan yang mencolok, dan sebagainya. Sementara itu konflik yang
fungsional berasal dari perbedaan pendapat antar dua kelompok tentang suatu
masalah yang mereka sama-sama hadapi. Kedua, akibat dari konflik yang
destruktif berupa benturan-benturan fisik yang membawa kerugian jiwa atau
harta. Sedangkan hasil dari konflik fungsional adalah suatu konsensus terhadap
hal-hal yang menjadi sumber dari munculnya perbedaan pendapat. Disamping itu
hasil atau akibat dari konflik fungsional dapat pula berupa suatu perubahan
menuju perbaikan.
III. Bagaimana memecahkan konflik
Penulis ingin mengingatkan sekali lagi bahwa dalam hidup bermasyarakat kita
pasti sekali waktu akan menghadapi konflik. Konflik itu dapat terjadi antara anda
dengan teman mahasiswa, antara anda dengan ibu kost, dan seterusnya. Kita
tidak perlu mencari-cari konflik atau menghindari apabila terjadi konflik, tetapi
bila terjadi konflik kita harus berani menghadapinya untuk mencari
pemecahannya. Menghindar dari konflik akan membuka kesempatan terjadinya
frustasi dikalangan masyarakat yang kemudian pecah menjadi suatu konflik yang
destruktif. Konflik yang bersifat destruktif inilah yang harus kita hindari.

26
Bagaimana kita mencegah terjadinya konflik, khususnya yang bersifat destruktif.
Menurut penulis ada empat cara untuk mencegah terjadinya konflik.
Pertama, kita dapat mencegah konflik apabila dalam berinteraksi dengan
lingkungan kita dapat menggunakan azas “tepo seliro”. Artinya apabila anda
tidak mau disakiti oleh orang lain, jangan pula menyakiti orang lain. Kedua, kita
dapat menghindari konflik dengan cara bersikap demokratis, dalam artian kita
harus mampu menghargai pluralisme pendapat, faham, dan suku yang beragam
dalam masyarakat. Ketiga, kita dapat mengembangkan sikap toleransi terhadap
agama yang berbeda tanpa kita harus keluar dari akidah agama kita masing-
masing. Keempat, orang Indonesia harus memiliki budaya baru, yakni mau
mengakui kalah dalam berargumentasi atau dalam hal bersaing guna
memenangkan pemilu. Apabila memang argumentasi lawan lebih baik atau kalau
partai politik lain memang lebih memperoleh kepercayaan oleh masyarakat,
maka partai politik yang kalah harus mengakui bahwa memang mereka kalah.
Dalam kalimat lain, dalam kita berupaya mencegah terjadinya konflik yang
destruktif, bangsa ini harus benar-benar menjunjung tinggi demokrasi,
transparansi, dan toleransi yang merupakan tiga tonggak dari sebuah masyarakat
yang aman dan adil.

2. Pedoman Diskusi PENGENDALIAN KONFLIK

Pengantar

Pedoman diskusi ini adalah kelengkapan dari kegiatan pengantar diskusi tentang
pengendalian konflik. Pertanyaan-pertanyaan dalam pedoman diskusi ini hanya dapat
dijawab dengan baik setelah mahasiswa melakukan kegiatan.

Daftar Pertanyaan
1. Apakah yang menjadi kepentingan masing-masing anggota kelompok ?
2. Apakah kepentingan satu anggota kelompok mempermudah atau mempersulit
tercapainya kepentingan anggota kelompok lainnya ?
3. Apakah modal yang dimiliki masing-masing anggota kelompok untuk
memperjuangkan kepentingannya ?
4. Sadarkah masing-masing kelompok akan keunggulannya (modal yang
dimilikinya) ?
5. Adakah konflik di antara para anggota kelompok ?
6. Apakah yang saudara artikan sebagai konflik ?
a. Perbedaan pendapat
b. Pertentangan kepentingan
c. Perumusan
d. Persaingan
e. Lainnya

27
7. Selama berlangsungnya kegiatan, adakah anggota kelompok yang melakukan
hal-hal berikut ini :
a. Berusaha memaksakan kemauannya
b. Mengalah pada kepentingan pihak lain
c. Melakukan tawar menawar dengan pihak lain
d. Membujuk anggota kelompok lainnya
e. Megancam anggota kelompok lainnya
f. Memanfaatkan anggota kelompok untuk bersama-sama menekan anggota
kelompok lainnya
8. Dari pengalaman melakukan kegiatan yang baru berlangsung, apa saja yang
dapat saudara simpulkan tentang :
a. Hakikat dari pengertian konflik
b. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya konflik
c. Cara-cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik
d. Keuntungan dari masing-masing cara yang saudara kemukakan

Pedoman Observasi (untuk observer)

1. Apakah pada kelompok ini dilakukan pemilihan ketua kelompok lebih dahulu ?
2. Adakah anggota kelompok yang bersikap
a. Memaksakan kemauannya ?
b. Mengalah pada kepentingan pihak lain ?
c. Melakukan tawar menawar dengan pihak lain ?
d. Membujuk anggota kelompok lainnya ?
e. Mengancam anggota kelompok lainnya ?
f. Memanfaatkan anggota kelompok untuk bersama-sama menekan anggota
kelompok lainnya
3. Siapakah yang lebih berperan dalam pengambilan keputusan kelompok ?
4. Dengan cara apakah pengambilan keputusan kelompok diambil ?
a. Menyepakati bersama
b. Vooting
c. Memilih suara terbanyak
d. Terserah kepada pemimpin kelompok
e. Lain-lain ……………

28
Lampiran 9

Modul 5 , Kegiatan 1
Garis Besar Ceramah TEKNIK PENYUSUNAN USULAN KEGIATAN

• Arti dan fungsi usulan kegiatan


• Teknik penyusunan usulan kegiatan antara lain membahas tentang :
1. Skenario pelaksanaan kegiatan
2. Penahanan
3. Penetapan kriteria keberhasilan setiap tahapan
4. Faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan

29
CONTOH BAHAN PELATIHAN
LATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN MAHASISWA
TINGKAT DASAR

Pengarah :
Hendarman

Narasumber :
R. Matindas

Penyusun :
Budi Utomo KW
Indrajaya Gerianto
Harry Suherman
Benny Herawanto S
Heru Lumaksono
Bambang Sulistyanto

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
DIREKTORAT KELEMBAGAAN
TAHUN 2 0 1 0

30
CONTOH BAHAN PELATIHAN
LKMM Tingkat Dasar

PENGANTAR

Contoh bahan pelatihan LKMM Tingkat Dasar ini merupakan kumpulan sejumlah
kasus, bahan-bahan penugasan dan lain-lain yang diambil dari Alternatif Kurikulum
LKMM Tingkat Dasar yang dikeluarkan oleh Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti,
Kemdiknas tahun 2010 dengan pengayaan pada beberapa bagian.

Tujuan pembuatan contoh ini untuk membantu para pemandu dan penyelenggara
dalam mempersiapkan dan melaksanakan pelatihan. Pemandu maupun
penyelenggara dapat menggunakan bahan pelatihan lain, atau melakukan modifikasi
dengan tidak menyimpang dari tujuan modul.

Untuk beberapa modul, tersedia lebih dari satu alternatif contoh. Pemandu dapat
memilih salah satu dari alternatif yang ada untuk diaplikasikan sesuai modul
peruntukannya. Beberapa bahan dapat langsung diaplikasikan, namun beberapa
bahan perlu dipersiapkan dengan menggunakan berbagai alat bantu seperti kertas,
karton, dll.

31
Contoh Kasus Analisis Kondisi Lingkungan
Modul 1 Kegiatan 1

Laporan BEM-FT Universitas Milenium

Pengantar :

Di bawah ini terdapat uraian singkat 4 kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Teknik Univ. Milenium. Kegiatan pertama dan kedua dianggap gagal mencapai
target yang ditetapkan, sementara kegiatan ketiga dan keempat dinilai sesuai target.

Sebagai bahan pertimbangan, perlu saudara ketahui bahwa UM adalah perguruan


tinggi yang terdapat di sebuah ibukota propinsi. Lokasi kampus tersebut berdekatan
dengan balai kota dan balai pemuda.

UM memiliki 4 fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas


Hukum dan Fakultas Teknik. Jumlah mahasiswa seluruhnya sebanyak 3.000 orang.

Fakultas Teknik yang merupakan fakultas termuda, baru memasuki tahun ketiga,
memiliki 2 jurusan yaitu jurusan Arsitektur dan jurusan Sipil dengan komposisi
mahasiswa pria 180 orang dan mahasiswa wanita 60 orang.

Tugas Saudara :

Pelajarilah secara mandiri uraian singkat masing-masing kegiatan BEM-FT UM di


bawah ini, lalu kemukakanlah hal-hal yang menurut Saudara sebagai penyebab
kegagalan dan keberhasilan masing-masing kegiatan.

Setelah itu diskusikan dengan rekan-rekan kelompok Saudara hal-hal yang perlu
dilakukan atau dipertimbangkan untuk memperbesar peluang keberhasilan sebuah
program kerja.

Berdasarkan hasil diskusi di atas, berikan saran-saran kegiatan-kegiatan apa saja


yang layak dilaksanakan oleh suatu organisasi kemahasiswaan. Hasil diskusi dan
saran-saran tersebut akan Saudara presentasikan dalam kegiatan pleno.

Berikut ini adalah uraian ringkas masing-masing kegiatan.

1. Penyuluhan Program Keluarga Berencana

Tujuan : Menunjang program nasional sebagai prioritas utama dalam segi


kependudukan.
Sasaran : Ibu-Ibu Dharma Wanita Unit Dinas Kesehatan Kota.
Biaya : Rp. 2.500.000,00 untuk penggandaan petunjuk praktis serta biaya
lainnya.

32
Hasil : Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 Maret diikuti oleh
15 orang peserta. Acara penyuluhan hanya berlangsung beberapa jam
(tidak sesuai dengan rencana semula selama 6 jam)

2. Teknik Camp

Tujuan : Sebagai wadah rekreasi mahasiswa dan mendekatkan mahasiswa pada


kehidupan alam.
Biaya : Rp. 3.500.000,00 untuk transportasi, publikasi dan dokumentasi.
Hasil : Pelaksanaan berlangsung dari tanggal 30 Desember s/d 1 Januari ,
diikuti oleh 20 orang peserta semuanya mahasiswa dan 1 (satu) orang
dosen.

3. Diskusi Tentang Peranan Generasi Muda dalam Pembangunan

Tujuan : Meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang hak dan kewajibannya


dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dapat berperan
aktif dalam pelaksanaan kontrol sosial.
Biaya : Rp. 6.500.000,00 untuk konsumsi ringan, honor pembicara,
penggandaan bahan, dokumentasi dan publikasi.
Hasil : Diskusi dilaksanakan tanggal 25 Oktober dan dihadiri 200 peserta
yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Hasil diskusi merupakan
bahan masukan bagi Pemda setempat.

4. Diskusi Ilmiah tentang Gempa, Sifat dan Cara Penanggulangannya

Tujuan : Untuk menambah wawasan mahasiswa tentang masalah gempa,


kaitannya dengan penggunaan bahan bangunan dan konstruksi
bangunan.
Biaya : Rp. 2.000.000,00
Hasil : Diskusi diselenggarakan tanggal 2 Mei, dihadiri 20 orang mahasiswa
semester V. Buah pikiran yang dicetuskan menarik perhatian dosen.

33
Contoh Lembar Kerja Perumusan Gagasan Awal
Modul 1 kegiatan 2

Lembar Kerja Perumusan Gagasan Awal

Pengantar :

Setelah menyelesaikan pelatihan ini Saudara dituntut mampu melaksanakan


kegiatan-kegiatan. Agar kegiatan itu dapat berlangsung dengan baik, Saudara perlu
membuat persiapan-persiapan selengkap mungkin.

Yang harus Saudara lakukan berikut ini adalah latihan membuat rencana kegiatan
dari salah satu gagasan awal (pemikiran/rencana kegiatan) Saudara dan tuliskanlah
dalam lembar kerja dengan mencantumkan :
1. Nama kegiatan
2. Waktu pelaksanaan kegiatan
3. Tempat pelaksanaan kegiatan
4. Besarnya biaya yang dibutuhkan
5. Jumlah orang yang akan bekerjasama melaksanakan kegiatan itu
6. Persiapan-persiapan yang dibutuhkan

34
Contoh Soal Latihan Merumuskan Tolok Ukur Keberhasilan
Modul 2 kegiatan 1

Lembar Kerja Tolok Ukur Keberhasilan

Pengantar :

Pasar Murah di halaman kampus Universitas Majapahit diselenggarakan oleh BEM-


Universitas dalam rangka memeriahkan Lustrum V. Kegiatan ini akan
diselenggarakan pada tanggal 4 s/d 18 September, dengan rencana biaya sebesar Rp.
15.000.000,00.

Perusahaan serta instansi yang akan berpartisipasi diperkirakan sebanyak 50.

Panitia telah disusun dengan seksi-seksinya. Kegiatan ini direncanakan dibuka oleh
Walikota. Kegiatan ini dapat terlaksana kalau telah mendapat ijin dari Instansi terkait
dan Kepolisian.

Instruksi :

Buatlah rincian kegiatan yang dibutuhkan dalam merealisasi kegiatan pasar murah
tersebut diatas dan uraikan tolok ukur keberhasilan untuk masing-masing kegiatan
yang bersangkutan. Gunakan matriks di bawah ini sebagai tempat menuliskan hasil
kerja saudara.

Matriks Tolok Ukur Keberhasilan

No. Rincian Aktivitas Tolok Ukur

35
Contoh Soal Latihan Menyusun Jadwal Kerja
Modul 2 Kegiatan 2

LATIHAN MENYUSUN JADWAL KERJA

Instruksi :

Gunakan lembar kerja Perumusan Gagasan Awal dan Tolok Ukur Keberhasilan yang
telah Saudara selesaikan dalam Modul 1 kegiatan 2 dan Modul 2 kegiatan 1.
Susunlah jadwal program kerja panitia untuk kegiatan pasar murah yang akan
diadakan dalam rangka Lustrum V Universitas Milenium di halaman kampus secara
rinci dan sistematis, lengkap dengan tolok ukurnya.

No KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN TOLOK UKUR

36
Contoh Kasus Pengantar Diskusi Pengorganisasian Kegiatan / Kepanitiaan
Modul 2 Kegiatan 3

“PERAN DAN FUNGSI”

Petunjuk

Bayangkan bahwa Saudara adalah komandan satuan khusus SSI 99. Saat ini anda
mendapat tugas berpatroli di kaki pegunungan Jayawijaya, sebuah daerah yang
terpencil. Bersama Saudara ikut serta 8 orang anak buah Saudara yang tergolong
sebagai prajurit-prajurit dengan kualifikasi Komando.

Pagi ini Saudara mendapat berita radio bahwa seorang pejabat penting telah
disandera oleh tiga orang teroris dan besar dugaan bahwa ia disekap di salah satu gua
di puncak Pegunungan Jayawijaya, yang terkenal sulit didaki. Mereka bersembunyi
di gua itu untuk menunggu bantuan teman-temannya yang diperkirakan akan muncul
dalam jangka waktu tiga sampai empat hari lagi. Bila rekan-rekan mereka sempat
bergabung dengan ketiga teroris ini, maka kemungkinan menyelamatkan sandera
akan menjadi kecil sekali. Karena itu Saudara memutuskan harus segera melakukan
operasi penyelamatan.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Saudara ragu-ragu untuk menentukan berapa


orang yang akan Saudara tugaskan, mengingat Saudara tetap membutuhkan beberapa
anak buah yang melaksanakan tugas pokok Saudara. Kalau mengingat jumlah teroris
hanya tiga orang, sebenarnya Saudara hanya perlu mengirim salah satu anak buah
Saudara; karena setiap anak buah Saudara adalah prajurit pilihan. Tetapi mengingat
mereka sedang menyandera seorang pejabat penting, Saudara juga harus
memperhitungkan keselamatan pejabat itu. Di samping itu Saudara belum tahu
banyak tentang kondisi para teroris saat itu. Apa saja persenjataan mereka,
bagaimana sifat-sifat mereka, di gua mana tepatnya mereka bersembunyi dan
sebagainya. Saudara mungkin perlu mengintai mereka satu atau dua malam untuk
mengumpulkan informasi atau mungkin Saudara bisa juga melakukan serangan
mendadak untuk melumpuhkan mereka. Saudara bingung memikirkan bagaimana
cara mencegah teman-teman teroris bergabung dengan mereka yang sudah ada di
gua. Saudara belum tahu bagaimana para teroris itu berkomunikasi dengan teman-
teman mereka. Apakah menggunakan bahasa sandi lewat komunikasi radio, atau
mereka memang sudah membuat perjanjian untuk bertemu di salah satu gua.
Semuanya masih serba tidak pasti, tetapi Saudara harus membuat keputusan
sekarang.

37
Data-data anak buah Saudara adalah sebagai berikut :
1. Letnan ARJUNA. Umur 34 Tahun, lulusan akademi militer, Karateka dan III dari
Black Panther. Tegas, taktis, berwibawa, dan menonjol dalam hal kepemimpinan,
disegani seluruh teman lain, kecuali Kopral Krepta.
2. Letnan BASUKARNA. Drop out dari Akademi Militer di tahun pertama karena
kurang disiplin, tetapi semua mengakui bahwa dia yang paling cerdas. Usia 38
tahun, punya keahlian khusus dalam soal bahan peledak.
3. Sersan CITRAYUDA. Umur 45 tahun, pendiam, ahli melempar pisau, dan
terhitung salah seorang penembak jitu, merupakan orang kepercayaan Letnan
Basukarna. Dia juga memiliki dua keahlian yang sukar ditandingi yaitu merayu
wanita dan memecahkan sandi berita-berita radio.
4. Sersan DURSASANA. Tinggi besar, kuat, jagoan dalam urusan berkelahi satu
lawan satu. Sanggup membunuh hanya dengan sekali pukul. Daya tahan fisik luar
biasa, walaupun dari segi intelegensi kurang menonjol. Ahli mendaki gunung.
5. Kopral EKALAYA. Tenang, penuh perhitungan. Belakangan ini sering sakit.
Tidak banyak bicara dan lebih senang disuruh kerja sendiri. Ahli menyamar dan
mampu menirukan suara-suara binatang di hutan. Mengenal dengan baik daerah
yang sekarang dijadikan persembunyian agen musuh. Usia 35 tahun.
6. Kopral JAYADRATA. 27 tahun, gesit, cerdas walaupun agak emosional. Bicara
apa adanya. Tidak takut mati dan selalu menawarkan diri menjadi ujung tombak
sebuah serangan dadakan. Keistimewaannya adalah ingatannya yang luar biasa,
dan punya pendengaran yang sangat tajam.
7. Kopral KREPTA. 30 tahun, pemarah dan pemabuk. Tidak sabaran dan suka
menentang atasan. Seorang penembak mahir yang belum ada tandingannya. Di
samping itu ia adalah seorang ahli obat-obatan tradisional. Punya permusuhan
pribadi dengan sersan Citrayuda karena persoalan wanita. Dia dijuluki si
‘kucing’, karena sanggup diam berjam-jam pada saat mengawasi musuh. Sangat
berguna untuk melakukan penyerangan sembunyi-sembunyi.
8. Kopral MURDOCK. 37 tahun. Penembak cepat yang tidak ada duanya. Patuh
pada perintah, khususnya perintah membunuh musuh. Sanggup tidak tidur 3 hari
penuh tanpa kehilangan kecepatan reaksi. Senjata andalannya pistol revolver
dengan 6 butir peluru. Sukar diatur, kecuali oleh Letnan Arjuna.

Pertanyaan :
1. Bila Saudara bisa mengirim satu diantara ke delapan anak buah Saudara,
siapakah yang saudara pilih.
2. Siapakah pilihan Saudara yang ke-dua, ke-tiga dan seterusnya? Buatlah daftar
peringkat.
3. Bila Saudara harus membentuk regu yang terdiri dari 5 orang, siapa saja yang
akan Saudara pilih.

38
Contoh Kasus Pengantar Diskusi Pengorganisasian Kegiatan/Kepanitiaan
Modul 2 Kegiatan 3

“PESTA SATE”

Petunjuk

Kelompok Saudara akan menyelenggarakan “pesta sate”. Berbagai kegiatan harus


disiapkan agar pesta sate dapat diselenggarakan dengan meriah. Di dalam paket
“pesta sate” yang telah disiapkan, terdapat sejumlah akivitas yang harus dikerjakan.
Kelompok Saudara ditugaskan menyusun aktivitas-aktivitas tersebut dan menentukan
siapa yang harus melaksanakan aktivitas tersebut. Tuliskan susunan aktivitas dan
siapa pelaksananya dalam lembar yang dibagikan. Waktu yang disediakan adalah 30
menit.

Persiapan Pemandu

1. Alat bantu Eksperimen “Pesta Sate”

Aktivitas-aktivitas tersebut di bawah ini perlu dipersiapkan menjadi potongan-


potongan kertas agar dapat disusun peserta, seperti contoh di bawah ini. Setiap
potongan kertas berisi satu aktivitas. Setiap kelompok mendapatkan 1 set (12
aktivitas) yang dimasukkan dalam satu amplop.

1. Beli daging
Beli daging
2. Siapkan pembakaran
3. Rencanakan bahan
4. Beli bumbu Siapkan Pembakaran
5. Bersihkan tusukan sate
6. Beli tusukan sate
7. Aduk sate dengan bumbu Rencanakan Bahan
8. Iris / potong daging
9. Tusuk daging sate Bersihkan tusukan sate
10. Hidangkan
11. Bakar sate
12. Ulek bumbu Ulek Bumbu
dst
2. Kunci untuk Pemandu
• Pertama, kelompok harus menentukan sate apa yang akan dibuat
• Kemudian melakukan rencana kerjanya. Jenis sate (mis. Sate Madura, sate
Padang, sate Manado) akan membedakan sistematika (tahapan) kerja kelompok.

39
Secara sistematis kegiatan pembuatan “sate Madura” adalah sebagai berikut :

Beli bumbu Ulek bumbu Aduk sate


dg bumbu
Bakar Aduk sate Hidangkan
sate dg bumbu
Rencanakan Beli daging Iris/potong
Bahan daging Tusuk
daging
sate
Beli tusuk
sate Siapkan
pembakaran

Secara sistematis kegiatan pembuatan “sate Padang” adalah sebagai berikut :

Beli bumbu Ulek bumbu Aduk sate Hidangkan


dg bumbu

Rencanakan Beli daging Iris/potong


Bahan daging

Tusuk Siapkan Bakar


Beli tusuk daging pembakaran sate
sate sate

Secara sistematis kegiatan pembuatan “sate Manado” adalah sebagai berikut :

Beli bumbu Ulek bumbu Aduk sate


dg bumbu Tusuk Bakar Hidangkan
daging sate
sate
Rencanakan Beli daging Iris/potong
Bahan daging

Siapkan
Beli tusuk pembakaran
sate

40
Contoh Lembar Penjelasan Eksperimen Komunikasi Antar Unit Kerja
Modul 2 Kegiatan 4
Komunikasi Antar Unit Kerja

Peserta dibagi dalam 5 kelompok, dan setiap anggota kelompok akan mendapat kartu
yang berisi 6 gambar. Gambar yang diterima seorang anggota tidak persis sama
dengan yang diterima anggota lainnya, tetapi pada tiap kelompok ada satu gambar
yang sama, yang dimiliki oleh semua anggota.
Tugas Saudara adalah mencari satu gambar yang sama dan dimiliki oleh setiap
anggota kelompok Saudara.
Selama bekerja Saudara harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
• Saudara tidak boleh berbicara kepada siapapun kecuali kepada pemandu
• Saudara tidak boleh menggambar apapun dalam kertas yang akan digunakan
untuk berkomunikasi
• Saudara hanya boleh menulis kalimat atau kata-kata pada kertas kosong yang
diberi pemandu.
• Kertas Saudara hanya boleh Saudara kirimkan kepada orang tertentu
bergantung pada nomor anggota Saudara dalam kelompok, sesuai arah panah
komunikasi seperti dalam gambar di bawah ini. Tanda panah (Æ)
menunjukkan nomor anggota yang boleh dikirimi kertas oleh masing-
masing anggota.

Kelompok I: Kelompok II: Kelompok III: Kelompok IV:

Kelompok V:

41
Contoh Eksperimen Komunikasi Antar Unit Kerja
Modul 2 Kegiatan 4

Pengantar :

Peserta dibagi dalam kelompok, dan setiap anggota kelompok membisikkan ‘pesan’
seperti yang disampaikan pemandu. Usahakan agar ‘pesan’ yang disampaikan
Pemandu dapat diterima dengan baik dan benar oleh anggota kelompok terakhir.
Selama bekerja Saudara harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
• Saudara tidak boleh mengganti, mengubah ataupun menambah kata – kata
yang harus Saudara sampaikan.
• Saudara hanya boleh menyampaikan pesan tersebut secara berbisik, tidak
berbicara keras, sehingga anggota kelompok lain tidak mendengar.

Saudara tidak boleh berbicara kepada siapapun kecuali kepada anggota kelompok
sebagaimana terlihat dalam gambar kelompok Tanda panah (Æ ) menunjukkan
nomor anggota yang boleh dibisiki oleh masing-masing anggota.

Kelompok I: Kelompok II: Kelompok III: Kelompok IV:

Kelompok V:

42
Pesan yang harus disampaikan :
Buatkan suatu pesan singkat yang membutuhkan perhatian dan ingatan yang sangat
kuat.

Contoh :
Bapak Badu memiliki 4 ekor sapi dan 4 orang anak. Sapi pertama diberikan kepada
Budi, sapi kedua diberikan kepada Badi, sapi ketiga diberikan kepada Bari dan sapi
keempat diberikan kepada Banu. Budi menitipkan sapinya kepada Bari, sedangkan
Badi menitipkan sapinya kepada Banu.

43
Contoh Lembar Latihan Pengambilan Keputusan
Modul 4 Kegiatan 2

BEASISWA

Sebuah perusahaan swasta besar ingin memberi beasiswa kepada seorang mahasiswa
pada suatu fakultas. Besar beasiswa tersebut Rp. 300.000,00 per bulan untuk jangka
waktu satu tahun. Pemilihan calon penerima beasiswa tersebut diserahkan
sepenuhnya kepada Pimpinan Fakultas. Perusahaan tersebut mengharapkan sedapat
mungkin yang menerima beasiswa adalah mahasiswa yang pandai dan kurang
mampu, walaupun demikian keputusan terakhir diserahkan kepada Pimpinan
Fakultas.

Jumlah pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan fakultas ada 5 orang.

Saudara sebagai salah satu Pimpinan Fakultas harus memilih salah satu dari kelima
calon tersebut.

Pada akhir pertemuan, para Pimpinan Fakultas dengan suara bulat harus memutuskan
satu orang mahasiswa, yang menerima beasiswa dengan kriteria tertentu.

Apabila mahasiswa tersebut dapat mempertahankan prestasinya, maka yang


bersangkutan mendapatkan prioritas menerima beasiswa tahun berikutnya.

Latar belakang kelima mahasiswa tersebut adalah sebagai berikut :

1. AZIZAH
Mahasiswa ini adalah mahasiswa berjilbab, anak yatim piatu yang tinggal bersama
pamannya, seorang pegawai negeri golongan I. Dia kurang aktif dalam kegiatan-
kegiatan kemahasiswaan. IPK (IPK = Indeks Prestasi Kumulatif) nya 2,6.

2. BUNTORO WIDJAJA
Mahasiswa ini ber-IPK 3,6. Dia berasal dari keluarga WNI keturunan asing, anak
seorang penjaga toko. Penampilannya sehari-hari sederhana dan banyak teman.
Buntoro tidak banyak mengikuti kegiatan kemahasiswaan ekstrakurikuler karena
harus bekerja membantu orangtuanya.

3. SOPHI
Mahasiswa berwajah cantik, dari keluarga sederhana. Keluarga dekat salah seorang
karyawan yang mempunyai peran penting di Fakultas tersebut. Dalam organisasi
kemahasiswaan, dia merupakan anggota biasa. IPK nya 2,8.

4. DAMIRI
Mahasiswa ini datang ke kuliah selalu naik mobil. Dalam pergaulan mahasiswa ini
tidak membedakan status sosial sehingga disenangi teman-temannya. Di samping itu
meskipun banyak membantu kegiatan ekstrakulikuler Badan Eksekutif Mahasiswa
tetapi memiliki IPK 3,5.

44
5. EDUARD
Pada saat ini menjabat sebagai salah seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa,
oleh karena itu sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Dia anak Kepala
Sekolah Dasar. Karena kesibukannya sebagai pengurus BEM, ia hanya memiliki
IPK 2,8.

45
Contoh Lembar Latihan Pengambilan Keputusan
Modul 4 Kegiatan 2

MENENTUKAN KEGIATAN

Hasil rapat kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas


Mayangkara, terkumpul sejumlah rencana kegiatan yang diusulkan oleh seluruh
seksi. Sebagai pimpinan organisasi, Saudara mendapat tugas memilih kegiatan yang
diusulkan sebagai program kerja organisasi. Oleh karena dana yang dimiliki terbatas,
maka perlu ada prioritas program. Dana yang dimiliki BEM-FE untuk tahun ini
adalah Rp 15.000.000,00

Kegiatan-kegiatan yang diajukan antara lain :


1. Kegiatan donor darah diusulkan dilaksankaan pada bulan puasa diikuti oleh
mereka yang tidak berpuasa. Biaya yang dibutuhkan Rp. 500.000,00 untuk
penyediaan konsumsi setelah pengambilan darah. Diperkirakan peserta lebih
kurang 500 orang.
2. Kegiatan Lomba Inovasi Teknologi. Mengundang sejumlah perguruan tinggi lain
yang memiliki Fakultas Teknik (+ 7 perguruan tinggi). Diusulkan dilaksanakan
pada bulan Juli atau Agustus. Biaya yang dibutuhkan Rp. 4.000.000,- Hadiah dan
penghargaan akan didapat dari sponsor. Juri dari Fakultas Teknik (sebagai satu-
satunya fakultas teknik di Universitas Mayangkara), sedangkan panitia
penyelenggara adalah BEM-FE.
3. Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam bahasa Inggris. Diharapkan semua
English Club yang tersebar di setiap Fakultas dapat berpartisipasi, seperti tahun-
tahun lalu. Karya ilmiah akan dikelompokkan sesuai bidang-bidang, seperti
bidang Sosial, Ekonomi, Teknologi, Kedokteran dan Seni. Peserta dapat
berkelompok tetapi juga dapat perorangan. Biaya yang diajukan sebesar Rp.
4.000.000,00
4. Rembug Mahasiswa Nasional bidang ekonomi. Tujuannya menggugah
mahasiswa turut memikirkan jalan terbaik untuk keluar dari kemelut dan resesi
perekonomian Nasional saat ini. Biaya yang diajukan Rp. 30.000.000,00 untuk
akomodasi tamu-tamu dari luar kota, undangan dan sertifikat.
5. Ceramah dan diskusi tentang “Memasuki Perekonomian di Era Millenium”
Tujuannya memberi tambahan wawasan mahasiswa. Pembicaranya diambilkan
dari sejumlah perusahaan-perusahaan asing di Jakarta. Biaya Rp. 6.000.000,00
untuk membayar pembicara Rp. 5.000.000,00 dan sisanya untuk lain-lain.
6. Program Jasa Konsultasi Industri Kecil. Tujuan program ini memberi
pengalaman mahasiswa untuk terlibat dalam jasa konsultasi pengembangan
industri kecil. Kegiatan ini dipelopori oleh mahasiswa-mahasiswa yang
melaksanakan penelitian untuk skripsi dan didorong oleh para dosen untuk
membantu pengusaha industri kecil. Biaya yang dibutuhkan adalah Rp.
5.750.000,00 untuk penggantian transportasi dari dan ke 8 Industri Kecil dan
honorarium 2 dosen pembimbing.

7. Diskusi bulanan dengan topik-topik yang sudah ditentukan, dengan nara sumber
dari perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan topik. Sudah di dapat kesediaan

46
3 perusahaan menjadi nara sumber, untuk konsumsi nara sumber dan kegiatan
sekretariat dibutuhkan biaya sebesar Rp. 2.000.000,00.

Berdasarkan anggaran yang ada, Saudara harus memilih kegiatan-kegiatan apa saja
yang akan dimasukkan dalam program kerja SMFE. Buat urutan kepentingan
(prioritas)nya.

47
Contoh Lembar Pengantar Diskusi tentang Pengendalian Konflik
Modul 4 Kegiatan 3

PENGANTAR DISKUSI PENGENDALIAN KONFLIK

Agen-agen perjalanan dari enam negara (masing-masing Arbosia, Bistua, Ciumia,


Doania, Edanski dan Fitamina) telah sepakat menyelenggarakan sebuah paket wisata
yang dikelola bersama.
TELAH DISEPAKATI BAHWA PAKET WISATA ITU AKAN BERLANGSUNG
SELAMA 14 HARI DENGAN RUTE DARI ARBOSIA KE BISTUA, CIUMIA,
FITAMINA, DOANIA DAN BERAKHIR DI EDANSKI.

Yang masih belum disepakati adalah rincian acara paket wisata itu. Oleh sebab itu,
wakil dari masing-masing agen perjalanan bertemu untuk menyusun rincian acara
yang dimaksud.
RINCIAN PAKET WISATA ITU MELIPUTI JUMLAH HARI DAN OBJEK
WISATA YANG AKAN DIKUNJUNGI DI MASING-MASING NEGARA.

Tempatkan diri Saudara sebagai wakil agen perjalanan negara ………….. dan
berusahalah agar rincian acara yang diputuskan bersama dapat menguntungkan
negara Saudara.

Ketentuan mengenai paket wisata ini adalah sebagai berikut :


• Rencana penyelenggaraan paket wisata ini telah disetujui dalam pembicaraan
pendahuluan. Negara yang menarik diri dari keikutsertaan dalam paket wisata ini
akan didenda sebesar 5.000.000,00 DF (DF adalah mata uang yang dipakai di
enam negara ini).
• Jika tiga negara memutuskan menarik diri dari paket wisata ini maka keharusan
membayar denda akan dihapuskan.
• Paket wisata ini akan dipasarkan ke negara-negara Asia Timur dan Tenggara.
• Biaya peserta paket wsiata ini adalah 340.000 DF ditambah biaya perjalanan dari
dan kembali ke negara asal. Di dalam 340.000 DF ini sudah termasuk biaya
perjalanan selama berada di keenam negara, akomodasi, konsumsi dan biaya tiket
masuk wisata selama berada di keenam negara itu.
• Biaya makan dan penginapan untuk tiap wisatawan adalah 4.000 DF setiap
harinya. Biaya ini harus ditanggung oleh negara yang sedang dikunjungi oleh
wisatawan. Bila wisatawan tinggal ½ hari biaya yang harus dikeluarkan adalah
2.000 DF.
• Masing-masing negara akan mendapatkan bagian 10.000 DF untuk tiap hari
apabila wistawan berdiam di negara itu. Jadi jika peserta paket wisata tinggal
selama 3 hari di Arbosia, maka Arbosia akan mendapat 30.000 DF untuk tiap
wisatawan yang mengikuti paket itu.
• Lama tinggal minimum di suatu negara adalah 1½ hari dan lama tinggal
maksimum adalah 5 hari. Dalam menghitung jumlah hari tinggal, bila lama
tinggal di bawah 12 jam akan dibulatkan menjadi ½ hari dan jumlah jam tinggal
di atas 12 jam akan dibulatkan menjadi 1 hari.
• Tidak ada perbedaan waktu antara keenam negara yang bersangkutan, dan
keberangkatan dari satu negara ke negara lain selalu dilakukan pada pukul 08.00
48
atau pukul 17.00 dengan jarak tempuh seperti yang telah dilampirkan pada
jadwal acara.

Tugas kelompok adalah menyepakati rincian paket wisata ( lama tinggal dan tempat
kunjungan di masing-masing negara ).

Catatlah rincian paket wisata yang saudara susun ke dalam lembar “Rincian Paket
Wisata” yang disediakan.

Dalam menentukan rincian paket wisata ini hendaknya saudara perhatikan bahwa:
a. Untuk menarik sebanyak mungkin peminat, paket wisata ini harus berisi
kunjungan ke objek-objek wisata yang bervariasi. Telah disepakati bahwa dalam
paket wisata ini ada acara kunjungan ke pegunungan, menonton tarian,
kunjungan ke pusat perbelanjaan/pasar, dan kunjungan ke situs pemuja setan.
b. Beberapa objek wisata di negara tertentu memiliki kemiripan dengan objek
wisata di negara lain (lihat Daftar Objek Wisata).
c. Setiap hari maksimal hanya boleh ada 2 acara, dan selama 14 hari wisata
maksimal hanya bisa disediakan 10 acara.
d. Negara yang menyelenggarakan acara tertentu akan mendapatkan komisi sebesar
50% dari seluruh biaya penyelenggaraaan. Komisi ini diperoleh dari pengelola
objek wisata yang dikunjungi. Daftar biaya untuk masing-masing acara
dicantumkan dalam Daftar Objek Wisata.
e. Setelah dikurangi biaya operasional, sisa dari total 340.000 yang dibayarkan
peserta, dibagi rata untuk keenam negara peserta wisata.

49
PETA LOKASI KEENAM NEGARA
Jarak tempuh dalam jam
3.5 1.5
Arbosia Edanski
1 1 1
1 2.5
2 Ciumia Doania
1 3
3 2.5
Bistua
3 1 Fitamia

DAFTAR OBYEK WISATA

NO OBYEK WISATA NEGARA BIAYA WAKTU


1. Situs-situs Pemuja Setan Aborsia 3000 5 jam
2. Pacuan Kuda Aborsia 1000 5 jam
3. Nonton Tarian Rakyat Aborsia 2000 6 jam
4. Pantai Pasir Putih Aborsia 3000 6 jam
5. Museum Patung Tokoh Dunia Bistua 2500 4 jam
6. Gereja Gereja Kuno Bistua 500 3 jam
7. Gua-gua di Pegunungan Bistua 1750 8 jam
8. Situs-situs Pemuja Setan Ciumia 2000 4 jam
9. Reruntuhan Penjara Kuno Ciumia 1500 5 jam
10. Bersampan di Danau Ciumia 2000 6 jam
11. Nonton Tari Topeng Ciumia 1000 3 jam
12. Museum Lukisan Doania 750 3 jam
13. Taman 1000 bunga Doania 4000 4 jam
14. Pantai Pasir Doania 3000 6 jam
15. Museum Kesenian Edanski 2000 3 jam
16. Taman di Pegunungan Edanski 2500 7 jam
17. Pusat Belanja Kerajinan Edanski 1000 4 jam
18. Teater Bangsawan (Malam) Edanski 1500 4 jam
19. Kebun Raya Edanski 2000 4 jam
20. Museum Mobil Fitamia 1500 4 jam
21. Pantai & Pelelangan Ikan Fitamia 1500 6 jam
22. Pemancingan Ikan Fitamia 2000 5 jam
23. Fitamia Disney Land Fitamia 3500 7 jam
24. Pasar Kerajinan Kulit Fitamia 500 4 jam
50
Catatan :
• Waktu yang dicantumkan meliputi waktu selama di lokasi wisata ditambah waktu
perjalanan pergi dan kembali ke penginapan.
• Biaya yang dicantumkan adalah biaya yang harus dikeluarkan agen perjalanan
untuk menuju objek wisata.

CONTOH RINCIAN PAKET WISATA

Hari Jam ACARA


1 09.00 Tiba di Edanski
11.00 Ke Museum Seni
2. 08.00 Ke Kebun Raya
18.30 Ke Tr. Bangsawan
3 08.00 Menuju Doania
09.00 Tiba di Doania
10.00 Ke Pantai pasir
4 08.00 Menuju Fitamia
10.30 Tiba di Fitamia
11.00 Ke Kerajinan Kulit
5 08.00 Ke Disney Land
6 08.00 Menuju Bistua
12.00 Tiba di Bistua

14 17.00 Kembali ke negara asal

Ringkasan Acara Paket Wisata

Nama Negara Arbosia Bistua Ciumia Doania Edanski Fitamia


Jumlah Hari 1 2
Penerimaan (1) 10.000 20.000
Jumlah Acara 1 3
Biaya Acara 3.000 5.500
Komisi 1.500 2.750
Penerimaan (2) 11.500 22.750
Pengeluaran 4.000 8.000
Keuntungan (1) 7.500 14.750
Bonus
Keuntungan (2)

Total Penerimaan Konsorsium dari tiap wisatawan = 340.000


Total Biaya Acara =
Total Penerimaan (1) 6 negara = 140.000 +
Total Pengeluaran Konsorsium =
Keuntungan Konsorsium = ………… -
Bonus untuk masing-masing negara = (…………..) : 6
51
Catatan :
1. Penerimaan (1) masing-masing negara dihitung berdasarkan jumlah hari
wisatawan tinggal di negara yang bersangkutan.
2. Komisi dihitung sebesar 50% dari biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan
acara.
3. Penerimaan (2) adalah jumlah penerimaan (1) ditambah komisi.
4. Pengeluaran adalah 4.000 x hari tinggal wisatawan ( biaya untuk wisata tidak
ditanggung oleh negara penyelenggara melainkan diambil dari biaya pendaftaran
peserta ).
5. Keuntungan (1) adalah selisih penerimaan dan pengeluaran.
6. Bonus untuk masing-masing negara adalah 1/6 dari selisih penerimaan dan
pengeluaran konsorsium. Penerimaan konsorsium adalah 340.000 tiap
wisatawan. Pengeluaran konsorsium adalah 140.000 (14 hari x 10.000) ditambah
total biaya acara.
7. Keuntungan (2) adalah jumlah bonus + keuntungan (1)

Lembar Pencatatan Hasil


RINCIAN PAKET WISATA
hasil kelompok

Hari Jam Acara Hari Jam Acara

Ringkasan Acara Paket Wisata

Nama Negara Arbosia Bistua Ciumia Doania Edanski Fitamia


Jumlah Hari
Penerimaan (1)
Jumlah Acara
Biaya Acara
Komisi
Penerimaan (2)
Pengeluaran
Keuntungan (1)
Bonus
Keuntungan (2)
52
Contoh Lembar Pengantar Diskusi tentang Pengendalian Konflik
Modul 4 Kegiatan 3

RENCANA PAKET LIBURAN BERSAMA

Organisasi Saudara diminta oleh pimpinan Fakultas Teknologi Industri merancang


kegiatan liburan bersama para Dosen Pendamping Kemahasiswaan Fakultas.
Pimpinan Fakultas mengharapkan dengan kegiatan Liburan Bersama ini dapat
digalang rasa persatuan dan kesatuan diantara sivitas Fakultas Saudara. Salah satu
kegiatan yang diminta oleh Pimpinan Fakultas adalah Out Bound. Dana yang
tersedia untuk liburan bersama adalah Rp. 35.000.000,00.

Sesuai informasi dari bagian administrasi Fakultas, jumlah dosen pendamping di


Fakultas Saudara adalah 16 orang, Pengurus BEM berjumlah 45 orang sedangkan
pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan masing-masing sebagai berikut : T.Elektro
ada 30 orang, T.Mesin ada 25 orang, T.Fisika 15 orang, T.Informatika 20 orang dan
T.Kimia 17 orang.

Waktu UAS berakhir tanggal 27 Juni, sedangkan ujian Tugas Akhir dilaksanakan
pada tanggal 7 Juli hingga 27 Juli. Perkuliahan semester berikutnya dimulai tanggal
27 Agustus.

Tugas Saudara sebagai pengurus organisasi adalah merancang kegiatan liburan


tersebut bersama rekan-rekan Saudara, untuk menentukan siapakah yang dapat
mengikuti liburan bersama ini, waktu yang paling tepat, tempat yang akan
digunakan, berapa hari waktu liburan tersebut.

Ketua BEM Fakultas :


Saudara mempunyai tugas merancang kegiatan yang dapat menjadi wahana
peningkatan keakraban antar sivitas akademika. Namun demikian dana yang dimiliki
tentunya tidak mencukupi untuk membiayai seluruh sivitas akademika. Oleh karena
itu, tentunya Saudara harus menjadi fasilitator dari berbagai keinginan dan usulan
rekan-rekan Saudara.
Sementara itu Saudara mendapat bisikan dari rekan-rekan BEM, agar
memperjuangkan semua pengurus BEM-F dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan T.Informatika :


Saudara mendapat kepercayaan dari rekan-rekan angkatan Saudara agar
memperjuangkan seluruh angkatan Saudara dapat mengikuti kegiatan ini dengan
gratis, dan mengusulkan agar kegiatan dilaksanakan setelah UAS, sehingga mereka
masih dapat melaksanakan rencana mereka sendiri sebelum masa perkuliahan
dimulai.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan T.Elektro :


Rekan-rekan Saudara berjanji akan mencalonkan Saudara sebagai Ketua BEM
Fakultas untuk periode yang akan datang, kalau Saudara berhasil memperjuangkan
agar seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan, apalagi kalau gratis.

53
Sementara itu rekan-rekan Saudara lebih setuju agar kegiatan dilaksanakan setelah
Ujian Tugas Akhir, supaya bisa memberi waktu teman-teman Saudara yang akan
mengikuti ujian Tugas Akhir.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan T.Mesin :


Sebagian rekan-rekan Saudara mengancam Saudara bahwa akan ada mosi tidak
percaya apabila Saudara tidak berhasil memperjuangkan seluruh pengurus dapat
mengikuti kegiatan ini. Mereka keberatan kalau harus membayar apabila mengikuti
kegiatan ini.
Sementara itu Saudara mendengar desas-desus bahwa pada saat acara berlangsung,
rekan-rekan Saudara akan menyelenggarakan kegiatan yang berbeda, yaitu mendaki
gunung. Kata mereka kalau mereka harus mengurus ijin sendiri tentunya perlu dana
perijinan, dan lain-lain yang artinya menambah beban bagi mereka.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan T.Fisika :


Saudara malas memperjuangkan rekan-rekan Saudara karena mereka hampir tidak
pernah memberikan dukungan moral kepada Saudara, malah mereka berkali-kali
menunjukkan sikap masa bodoh terhadap berbagai hal yang Saudara sampaikan
sebagai hasil rapat Badan Eksekutif Mahasiswa.
Tetapi Saudara berharap dapat terlibat dalam kegiatan tersebut karena ada seorang
gadis yang sangat menarik perhatian Saudara, sehingga dapat lebih mengenalnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan T. Kimia :


Saudara diharapkan para pengurus Himpunan memperjuangkan seluruh pengurus
dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Karena tidak ada ‘pesan’ dari rekan-rekan
Saudara untuk memperjuangkan agar tidak membayar, Saudara berpikir tentunya
mereka tidak keberatan kalau setiap orang harus membayar kekurangan dana subsidi.
Rekan-rekan Saudara tidak setuju kalau kegiatan ini sifatnya sederhana. Mereka
keberatan kalau harus tidur di tenda atau tempat penginapan yang sederhana. Mereka
berkata ‘kalau memang mau rekreasi ya harus berani bayar, dong.

54