Anda di halaman 1dari 6

EVIDENCE BASED PRACTICE

IN NURSING

Oleh :
MAR’ATUSHALEHAH S.Kep
ALFIAN DARMAWANSYAH S.Kep
MUTMAINNAH S.Kep
MUHAMMAD HATTA S.Kep
RISKA WIKA S.Kep

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROGRAM NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
2017
I. Pertanyaan
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI PERSEPSI SESI
1-2TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI
PENDENGARAN PADAPASIENSKIZOFRENIA DI RUANGFLAMBOYAN
RUMAH SAKITJIWAMENURSURABAYA
P : PASIENSKIZOFRENIA
I : TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI PERSEPSI SESI 1-2
O : KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN

1. CRITICAL APPRAISAL JURNAL


a. Judul Jurnal
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI PERSEPSI
SESI 1-2TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL
HALUSINASIPENDENGARAN PADAPASIENSKIZOFRENIA DI
RUANGFLAMBOYANRUMAH SAKITJIWAMENURSURABAYA

b. Why was this study Done?


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TAK Stimulasi Persepsi
sesi 1 – 2 terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran

c. What is sample size?


Populasi dalampenelitian Iniadalah semua PasienSkizofrenia yang mengalami
Halusinasi pendengaran di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Jiwa Menur
Surabaya sejumlah 10Responden Kriteria populasi pada penelitian ini Yaitu
Pasien dengan halusinasi Pendengaran sampai tahap 4 dan memiliki
Kemampuan verbal baik dan mampu Berkomunikasi dengan baik serta masih
dapat ​Sharing(​ bertukar pendapat) serta bersedia Untukditeliti. Kriteria eksklusi
dalam penelitian Ini adalah Pasien halusinasi dengan panik Dan amuk.

d. Are the measurements of major variables valid & reliable?


Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi.
Lembar observasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pasien dalam
mengontrol halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah dilakukannya TAK.

e. How were the data analyzed?


Hasil analisa dari uji wilcoxcon diketahui bahwa nilai p = 0.025 yaitu p < α
(0.05)

f. Were there any untoward events during the conduct of the study?
Penelitian ini di ambil pada april 2014 dan juga tidak disebutkan keterbatasan
dalam penelitian

g. What does this research mean for clinical practice


Berdasarkan penelitian yang membahas tentang Terapi Aktivitas Kelompok
Stimulasi Persepsi sesi 1 – 2 terhadap kemampuan mengontrol halusinasi
pendengaran pada pasien skizofrenia sebagai berikut : ada pengaruh TAK
Stimulasi Persepsi sesi 1 – 2 terhadap kekmampuan mengontrol halusinasi
pendengaran pada pasien skizofrenia.

2. CRITICAL APPRAISAL JURNAL


a. Judul Jurnal
PENGARUH MENGHARDIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT
HALUSINASI DENGAR PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD DR.
AMINOGONDOHUTOMO SEMARANG

b. Why was this study Done?


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Menghardik terhadap
penurunan tingkat halusinasi pendengaran

c. What is sample size ?


Populasi dalampenelitian Iniadalah semua PasienSkizofrenia yang mengalami
Halusinasi pendengaran sejumlah 73 Responden. Klien – klien yang mengalami
halusinasi yang mengalami halusinasi pendengaran dan kekambuhan dalam 1th
terakhir, klien bersedia menjadi responden adalah segala segala umur dan
kriteria inklusinya adalah klien bersedia menjadi responden

d. Are the measurements of major variables valid & reliable?


Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan
kuesioner. Yang hasilnya tertuang dalam lembar evaluasi ​yang  hasilnya  tertuang 
dalam  lembar  evaluasi  Kemampuan  mengontrol  halusinasi  dengar  pada  Klien 
halusinasi  yang  tercantum  di  Lembar  lampiran.  Kuasioner  ini  terdiri  dari  Beberapa 
pertanyaan  untuk  mengevaluasi  Respondenterdiri  dari  5  pertanyaan, dan cara Penilaian 
dengan  memberi  tanda  centang  (​√​),  Bila  sering  sekali  nilainya  4,  selalu  nilainya 
3,kadang-kadang nilainya 2, tidak Pernah nilainya 1. Dengan rentang nilai 5-10(ringan), 
11-15 (sedang), 16-20 (berat). Sedangkan pada lembar observasi terdapat 5 pernyataan,  
Carapenilaian  dengan  Memberi  centang  (​√​)  pada  kegiatan  yang  Telah  dilakukan 
responden,  apabila  YA  nilainya  1  maka  TIDAK  nilainya  0.  Pada  penilaian  Ini  apabila 
1saja pernyataan dijawab TIDAK maka dianggap tidak melakukan. 
 
e. How were the data analyzed?
Hasil analisa dari uji wilcoxcon diketahui bahwa nilai p = 0.025 yaitu p < α
(0.05)

f. Were there any untoward events during the conduct of the study?
Penelitian ini diambil mulai bulan april – mei 2013 peneliti tidak
mencantumkan keternatasan penelitian.

g. What does this research mean for clinical practice


Berdasarkan penelitian yang membahas tentang pengaruh menghardik terhadap
penurunan tingkat halusinasi dengar pada pasien skizofrenia sebagai berikut :
ada pengaruh menghardik terhadap penurunan tingkat halusinasi dengar pada
pasien skizofrenia.
3. CRITICAL APRAISER JURNAL
a. Judul Jurnal
Tingkat Kemandirian Pasien Mengontrol Halusinasi setelah Terapi
Aktivitas Kelompok

b. Why was this study Done?


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian pasien
mengontrol halusinasi setelah TAK

c. What is sample size ?


Populasi dalampenelitian Iniadalah semua ​PasienSkizofrenia yang mengalami
Halusinasi pendengaran di RSJ Provensi Jawa Barat. Jumlah pasien yang dipilih
adalah sejumlah 42 Responden. Kriteria inklusi untuk sampel dalam penelitian
ini adalah pasien dengan diagnosis utama halusinasi yang dirawat kurang dari 3
bulan dengan rentang usia (25 – 60th) serta telah mengikuti kegiatan Terapi
Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi sesi 1 – 5

d. Are the measurements of major variables valid & reliable?


Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang
dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori Orem, dimana terdapat 14 item
pertanyaan. 
 
e. How were the data analyzed?
Hasil analisa data dengan presentase dan di diskripsikan dengan table.

f. Were there any untoward events during the conduct of the study?
Penelitian ini diambil mulai 30 November 2012 – 14 Desember 2014 di ruang
inap tenag RSJ Provensi Jawa Barat.

g. What does this research mean for clinical practice


Berdasarkan penelitian yang membahas tentang​Tingkat Kemandirian Pasien
Mengontrol Halusinasi setelah Terapi
Aktivitas Kelompok
sebagai berikut : sebagian besar pasien halusinasi memliki kemandirian secara
parsial dimana perawat dan pasien melakukan perawatan secara bersama - sama.