Anda di halaman 1dari 7

INTERVENSI KEPERAWATAN UNTUK PENCEGAHAN CAUTI PADA PASIEN

DEWASA YANG TEPASANG KATETER INDWELLING : LITERATUR REVIEW

*Muhammad Saleh Nuwa *Sandi Alfa Wiga Arsa *Khairun Nisa *Yani Erniawati
*Moh. Afif Hilmi

*Magister Of Nursing Airlangga University


Email : musa.nuwa@gmail.com

Abstrak :
Catheter associated urinary tract infections (CAUTI) merupakan infeksi terkait
pemasangan kateter dan menjadi masalah perawatan kesehatan yang sering terjadi di dunia.
Kateter indwelling adalah kateter menetap yang digunakan dalam jangka waktu lama. Penggunaan
kateter merupakan sumber penyebab tersering infeksi nosokomial traktus urinarius. Risiko
terjadinya bakteriuria berhubungan dengan lamanya kateterisasi. Tujuan dari penulisan literature
review ini adalah untuk mengetahui dan mencari bukti intervensi keperawatan yang paling efektif
dan efisiensi untuk mencegah terjadinya CAUTI pada pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit
dengan pemasangan indwelling urinary catheter. Pencarian artikel dilakukan dengan
menggunakan database elektronik Ebsco CINAHL, dan proquest untuk menjawab tujuan
penulisan. Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel dalah care of patien with
an indewelling catheter,new nursing interventions, catheter care, prevent infection dan catheter
associated urinary tract infections. Terdapaat 7 artikel penelitian yang diperoleh yang membahas
pencegahan CAUTI. Penelitian menunjukan intervensi-intervensi yang efektif dan efisiensi dalam
pencegahan CAUTI diantaranya penggunaan sistem pengingat, penggunaan protokol untuk
mengevaluasi pelepasan kateter, implementasi tindakan yang komprehensif mulai dari standar
pemasangan, perawatan dan pelepsan kateter serta penggunaan kateter silicon murni. Ulasan ini
diharapkan dapat memberikan masukan bagi perawat dalam memberikan tindakan keperawatan
yang lebih baik bagi pasien dengan pemasangan kateter urin di lahan praktik

Keyword : CAUTI, cateter indwelling,


PENDAHULUAN Komplikasi lainnya adalah striktur uretra,
Penggunaan kateter merupakan hematuria dan perforasi kandung kemih.
sumber penyebab tersering infeksi Catheter associated urinary tract
nosokomial traktus urinarius. Risiko infections (CAUTI) merupakan infeksi yang
terjadinya bakteriuria berhubungan dengan sering terjadi terkait pemasangan kateter.
lamanya kateterisasi. Risiko bakteriuria (Janet M.Galiczewski , 2016). CAUTI juga
meningkat 5-10% per hari setelah dipasang merupakan infeksi terkait perawatan
kateter. Bakteriuria dapat terjadi 90-100% kesehatan yang sering terjadi di dunia.
pada penggunaan kateter jangka panjang. Menurut Lindsay Underwood (2015)
Bakteriuria yang terjadi biasanya tanpa diperkirakan Infeksi Saluran Kemih (ISK)
gejala. terjadi sekitar 40% dari semua infeksi yang
Kateterisasi uretra merupakan metode didapat di rumah sakit, dengan sekitar 80%
primer dekompresi kandung kemih dan juga disebabkan oleh penggunaan kateter urin.
berfungsi sebagai alat diagnostik retensi urin Risiko CAUTI meningkat 5% setiap hari
akut. Terdapat dua metode yang sering untuk setiap pemasangan kateter urin.
digunakan yaitu kateter indwelling dan Peningkatan kejadian CAUTI ini akan
kateter intermittent. Kateter indwelling meningkatkan lama dan biaya perawatan.
adalah kateter menetap yang digunakan Literatur review ini membahas
dalam jangka waktu lama sedangkan kateter tentang Catheter associated urinary tract
intermittent adalah kateter yang digunakan infections (CAUTI). Adapun tujuan dari
sewaktu-waktu. Selain untuk dekompresi penulisan makalah ini adalah untuk mencari
kandung kemih, kateter juga digunakan intervensi-intervensi keperawatan yang
untuk mengevaluasi jumlah urin yang keluar efisiensi dan efektif dalam mencegah
dan pada pasien inkontinensia urin. terjadinya CAUTI pada pasien dewasa yang
Mengingat fungsi tersebut, 15% - 25% pasien dirawat dirumah sakit dengan
di rumah sakit memakai kateter. Kateter yang pemasanganindwelling urinary catheteter.
digunakan terlalu sering dan lama atau tidak Artikel-artikel ilmiah terkait CAUTI di cari
sesuai indikasi akan meningkatkan risiko guna menjawab pertanyaan tujuan penulisan
berbagai komplikasi; yang paling sering artikel ilmiah ini.
adalah infeksi saluran kemih (ISK).
BAHAN DAN METODE interventions, catheter care, prevent
Langkah pertama dalam pencarian infection dan catheter associated urinary
artikel imiah ini adalah merumuskan PICO tract infections.
Framework. Populasinya adalah pasien Pemilihan kriteria inklusi dan
dewasa dengan pemasangan indwelling eksklusi ditentukan sebelum dimulainya
urinary catheter yang dirawat di rumah sakit, pencarian literatur. Kriteria inklusi adalah:
intervensinya adalah semua intervensi (a) artikel penelitian utama yang menangani
keperawatan terkait pencegahan CAUTI, pencegahan dan pengendalian CAUTI (b)
pembandingnya tidak dirumuskan dan sampel populasi pasien ≥18 tahun dengan
outcomenya adalah penurunan kejadian kateter menetap yang dirawat di rumah sakit.
CAUTI. Sehingga didapatkan rumusan (c) artikel yang ada abstrak dan full teks,
pertanyaan , Apa saja intervensi keperawatan bukan dalam bentuk sistematik review atau
yang paling efektif dan efisiensi untuk literature review. Kriteria ekslusi adalah (a)
mencegah terjadinya CAUTI pada pasien artikel yang bukan dalam bahasa inggris, (b)
dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan artikel yang membahas kateter tidak
pemasangan indwelling urinary catheter ? menetap, (c) studi mengatasi profilaksis
Selanjutnya dilakukan pencarian penggunaan antibiotik untuk pencegahan
artikel ilmiah. Pencarian artikel dilakukan CAUTI dan (d) artikel yang tidak
dengan menggunakan database elektronik mengandung abstrak. Artikel yang dipilih
Ebsco CINAHL, dan Proquest. Pencarian oleh peneliti yaitu pertama dengan meninjau
artikel ini dibatasi pada artikel yang kata kunci yang sesuai dengan pencarian
berbahasa inggris yang dipublikasikan dari pada data base elektronik, selanjutnya
tahun 2006 sampai dengan 2016. Pencarian menentukan apakah kriteria inklusi tercapai,
dilakukan pada bulan September diikuti dengan review dari teks versi
2017.Literature review ini menganalisis lengkap. Sebanyak 1290 artikel ditemukan,
intervensi-intervensi pada artikel ilmiah yang 112 artikel yang membahas tentang CAUTI
digunakan untuk mengontrol atau mencegah tetapi yang masuk kriteria inklusi dan
CAUTI di ruagan perawatan di rumah sakit. direview hanya 7 artikel.
Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam HASIL
pencarian artikel, care of patien with an Sesuai dengan pertanyaan penelitian
indewelling catheter, new nursing yang telah dirumuskan maka ada beberapa
artikel ilmiah yang ditemukan yang mampu dan 50 untuk kelompok dengan kateter
menjawab pertanyaan penelitian tersebut. silicon yang dilapisi lateks ini memberikan
Saint Sanjay et al ( 2016) dalam artikelnya gambaran bahwa setelah 5 hari dievaluasi,
membahas tentang program untuk kateter silikon murni memiliki tingkat
pencegahan infeksi terkait CAUTI di ruang kolonisasi bakteri yang lebih rendah dari
perawatan akut. Ada rekomendasi intervensi kateter silikon yang dilapisi lateks. Hal ini
utama dan intervensi tambahan. Intervensi menunjukan resiko terjadinya CAUTI lebih
utama berupa melakukan pengkajian dan jarang terjadi pada penggunaan kateter
evaluasi terhadap penggunaan kateter setiap silikon murni.
hari, menghindari penggunaan indwelling Voss A. B. (2009)
kateter berdasarkan alternative urine merekomendasikan penerapan protokol
collection methods (misalnya : penggunaan geriatric untuk mencegah terjadinya CAUTI.
kateter kondom, scan kandung kemih, dan Ada empat prinsip utama dalam penerapan
penggunaan kateter interminten,) serta protokl ini diantaranya adalah pertama
melakukan teknik aseptic pada saat mencegah infeksi saluran kencing adalah
pemasangan dan perawatan kateter. langkah penting untuk meningkatkan kualitas
Intervensi tambahannya adalah memberikan perawatan pada pasien lansia dan
laporan kepada unit yang melakukan mengurangi lama perawatan, kedua yaitu
perawatan kateter tentang jumlah infeksi strategi terbaik untuk mencegah infeksi
saluran kencing terkait pemasangan kateter saluran kemih pada pasien lansia adalah
dan identifakasi kesenjangan pengetahuan membatasi penggunaan kateter menetap dan
tentang manajemen terkait kateter urin. menghentikan penggunaanya sesegera
Intervensi yang ada ternyata mampu mungkin, yang ketiga adalah perawat berada
menurunkan kejadian CAUTI dan dalam posisi yang khas dalam mengevaluasi
menurunkan jumlah penggunaan kateter urin kebutuhan pasien untuk menggunakan
Penelitian lain yang dilakukan oleh kateter serta yang terakhir adalah protocol
Verma Amit et al.,(2015) merekomendasikan perawatan digunakan untuk mengevaluasi
penggunaan kateter silikon murni untuk penggunaan kateter yang dapat secara
mencegah terjadinya CAUTI. Study signifikan mengurangi kejadian dan durasi
prospektif dengan sampel sebanyak 50 orang pemakaian kateter urin. Intervensi utama dari
untuk kelompok dengan kateter silicon murni protocol ini adalah menggunakan kateter jika
memang benar-benar diperlukan dan 2008. Data Post intervensi dikumpulkan dari
melepaskan kateter sesegera mungkin jika Januari 2009 sampai desember 2010.
terindikasi untuk dilepaskan. Hasilnya sangat signifikan dimana sebelum
Penelitian yang lain tentang diterapkan portokol dari 1040 pasien ada 36
penggunaan protokol urin dilakukan Mori pasien (2,6%) didiagnosis dengan CAUTI.
Candace (2014). Intervensi sederhana yang setelah diterapkan portokol dari 2469 pasien
dilakukan perawat adalah pengkajian yang ada 38 pasien (1,5%) yang didiagnosis
komprehensif dan pengambilan keputusan dengan CAUTI. Artinya Terdapat penurunan
terkait pelepasan atau indikasi untuk 1,1% tingkat CAUTI setelah dimplementasi
melanjutkan pemasangan kateter urin pada protocol kateter urin.
pasien yang menggunakan kateter Chen Yin-Yin et al., (2013)
indwelling. Hasilnya menunjukan Sebelum menggunakan sistem pengingat dalam
penerapan Nurse-Driven Protocol menurunkn pnggunaan kateter urin dan
penggunaan kateter adalah 37,6%, rata-rata kejadian CAUTI pada pasien yang dirawat
lamanya kateter dipaasang 3,35 hari, dan diruangan perawatan akut penyakit paru.
kejadian CAUTI sebesar 0,77%. Setelah Terdiri dari 2 kelopok, satu kelompok
pelaksanaan protokol, penggunaan kateter dilakukan sistem pengingat sedangkan
adalah 27,7%,dan rata-rata lamanya kateter kelompok kontrol tidak dilakukan. Sistem
dipasang adalah 3,46 hari, dan kejadian pengingat mengurangi kejadian CAUTI
CAUTI turun menjadi 0,35% sebesar 48% pada kelompok intervensi
Penelitian yang sama dilakukan dibandingkan dengan kelompok kontrol.
oleh Umer Affan et al., (2016) tentang Underwood Lindsay (2015)
penggunaan portokol kateter urin dalam menggunakan pendekatan yang sangat bagus
mengurangi kejadian infeksi saluran kencing untuk mengurangi kejadian CAUTI dan pem
pada pasien post operasi yang menggunakan kateter urin yaitu berupa implementasi suatu
urinary indwelling kateter. Intervensi yang unit yang komprehensif berdasarkan program
dilakukan adalah pengkajian secara teliti yang aman dalam menggunakan kateter urin.
pada pasien terhadap penggunaan kateter Implementasi program yang komprehensif
urin, kriteria pemasangan dan pelepasan tersebut terdiri dari 3 aspek penting yaitu
kateter, Data pre intervensi dikumpulkan standarisasi pemasangan kateter, perawatan
antara September 2007 sampai desember dan indikasi pelepasan kateter. Study
retrospektif ini dilakukan di ruangan sebagai pemberi asuhan keperawatan
Neurosurgical and Neurological Intensive hendaknya menggunakan evidace base
Care Unit (NNICU). Data Pre implementasi practice sebagai dasar intervensi dalam
diambil January 2012 sampai Juni 2012 menyelesaikan masalah yang dialami di
dengan responden sebanyak 936. Sedangkan lahan praktik. Sebagai pemberi asuhan
data pos implementasi diambil bulan January keperawatan ada berbagai intervesi yang
2013 sampai Juni 2013 dengan jumlah dapat dilakukan oleh perawat dalam
responden sebanyak 902. Implementasi mencegah terjadinya CAUTI berdasarkan
tindakan ini mengakibatkan penurunan bukti yang ada dalam literatur yang telah
pemanfaatan kateter dari 89% menjadi 75% direview yaitu penerapan portokol standar
(p = 0,001). Dan tingkat kejadian CAUTI pemasangan kateter yang menerapkan tehnik
berkurang hingga 19 % dari 7,9 menjadi 7,2. aseptik, menerapkan sistem pengingat dalam
Tinjauan literature yang terakhir ini penggunaan kateter setiap hari untuk
memberikan gambaran bahwa untuk mengevaluasi kondisi kateter indwelling
mencegah terjadinya CAUTI perlu yang digunakan pasien sudah dapat dilepas,
penanganan yang komprehensif mulai dari ataupun diganti dengan metode alternatif
pemasangan, perawatan dan indikasi yang lain seperti penggunaan kondom
pelepasan kateter kesemuanya itu merupakan kateter, intervensi yang lain adalah
suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. penggunaan kateter silicon murni sebagai
Penerapan standar yang komprehensif pengganti kateter urin dari lateks.
terbukti akan menurunkan kejadian CAUTI. SARAN
PEMBAHASAN Dalam upaya pencegahan infeksi
Catheter associated urinary tract nosokomial akibat penggunaan kateter
infections (CAUTI) merupakan salah satu indwelling perlu sebuah standart prosedur
penyumbang infeksi nosokimial di rumah yang komperhensif dalam sebuah unit rawat
sakit. Kajian literature yang telah direview inap di rumah sakit, 1) kateter indwelling
memberikan berbagai strategi intervensi digunakan pada pasien yang yang masuk
yang efektif dan efisiensi dalam pencegahan kriteria indikasi dalam penggunaan kateter
CAUTI. Semua intervensi yang ada dapat indwelling 2) dalam pemasangan
diterpakan dalam praktik klinik baik itu oleh menggunakan prosedur dan tehnik aseptik 3)
dokter maupun perawat. Peran perawat melakukan perawatan dan evaluasi setiap
hari untuk menilai perlu dilakukan pelepasan between the Two most Commonly used
Indwelling Urinary Catheters’ Journal of
ataupun mempertimbangkan alternatif lain
Clinical and Diagnostic Research, Vol. 10
seperti penggunaan intermiten kateter atau No.6
Voss A. B 2009. ‘Incidence and Duration of
kondom kateter melalui kartu pengingat.
Urinary Catheters in Hospitalized Older
Dengan diterapkannya prosedur yang Adults Before and After Implementing a
Geriatric Protocol’. Journal of
standart untuk kateterisasi diharapkan dapat
Gerontological Nursing. Vol. 35, No. 6
meningkatkan kualitas perawatan pada
pasien dan mengurangi lama perawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Chen, Y, Chi, M, Yu-Chih C, Yu-Jiun C, ,
Chou, S, and Wang, F 2013, ‘Using a
Criteria-Based Reminder to Reduce Use
of Indwelling Urinary Catheters and
Decrease Urinary Tract Infection’ AJCC
American Journal of Critical Care, March,
Volume 22, No. 2
Mori. C, 2014 A-Voiding Catastrophe:
Implementing a Nurse-Driven Protocol.
Medsurg Nursing CNE.Vol. 23, No. 1
Saint, S, Greene, T, Sarah, L, Rogers, M,
Ratz, D, Fowler, E, Edson, E, Watson, R
Meyer, B, Masuga, M, Faulkner, K, Gould
V, Battles, J, and Mohamad G 2016., ‘A
Program to Prevent Catheter-Associated
Urinary Tract Infection in Acute Care’.
The New England Journal of Medicine,
vol. 374 no. 22
Umer A, Shapiro, D, Huges, C, Richardson
C, and Elliner S 2016. ‘The Use of an
Indwelling Catheter Protocol to Reduce
Rates of Post operative Urinary Tract
Infections’ Connecticut Medcine Vol, 80
No. 4
Underwood, L. 2015. ‘The Effect of
Implementing a Comprehensive Unit-
based Safety Program on Urinary
Catheter Use. Urologic Nursing, Vol 35,
No. 6.
Verma, A, Bhani, D, Tomar, V, Bachhiwal,
R, Yadav, S 2016. ‘Differences in
Bacterial Colonization and Biofilm
Formation Property of Uropathogens