Anda di halaman 1dari 6

PROFIL ARSITEKTUR POHON

Indah Permatasari
201610070311076 / IV B
Laboratorium Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang
Sabtu, 23 Maret 2019

Abstrak Profil vegetasi tumbuhan merupakan gambaran profil vertikal dan horizontal yang
di dalamnya mencakup struktur dan kompisisi jenis dari sutu vegetasi yang meliputi dominasi
penutupan tajuk, model arsitektur pohon, keanekaragaman jenis, dominasi jenis, frekuensi
jenis, kerapan jenis, nilai penting jenis pohon dan tumbuhan bawah yang ada di dalam suatu
vegetasi. Jenis pohon yang diamati saat praktikum seperti pohon palem, pohon bintaro, pohon
mangga, dan pohon A yang ada disekita area parkiran utama UMM. Berdasarkan tingkat
perkembangan dan pertumbuhan pohon dalam suatu komunitas tropika terbagi menjadi 3
yaitu, pohon masa mendatang, masa kini, dan masa lampau. Praktikum ini bertujuan untuk
mengetahui kenampakan aristektur pohon dari suatu pohon dan dapat mengidentifikasi
kategori pohon berdasarkan ukuran pohon. Metode yang digunakan dalam praktikum yaitu
analisis langsung terhadap pohon yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil
penggolahan data dari 5 pohon yang dipilih semuanya termasuk dalam kategori tumbuhan
masa lampau dilihat dari ukuran tinggi, diameter, dan keliling pohon tersebut.
Kata Kunci : Jenis pohon, kenampakan arsitektur, kondisi lingkungan, model arsitektur pohon.

PENDAHULUAN keanekaragaman jenis, dominasi jenis,


Visual pada pelapisan tajuk frekuensi jenis, kerapan jenis, nilai penting
tanaman struktur perkarangan merupakan jenis pohon dan tumbuhan bawah yang ada
cerminan dari proyeksi tinggi tanaman dari di dalam suatu vegetasi (Prasetyo, 2006).
batas permukaan tanah (tanah) sampai Profil arsitektur pohon dapat
pada ujung kanopi. Oleh karenanya pola- mempengaruhi faktor-faktor yang ada di
pola pelapisan ini sangat tergantung pada sekitarnya seperti suhu, intensitas cahaya,
jenis tanaman yang tumbuh, apakah jenis dan kelembaban udara sehingga dapat
tanaman setahun ataupun semusim. mempengaruhi keberadaan makhluk hidup
Menurut setiadi (1998), profil vegetasi atau vegetasi yang ada disekitar
tumbuhan merupakan gambaran profil lingkungan tersebut (Aththorick, 2005).
vertikal dan horizontal yang di dalamnya Menurut Halle et al (1978) dalam
mencakup struktur dan kompisisi jenis dari Prasetyo (2006), berdasarkan tingkat
sutu vegetasi yang meliputi dominasi perkembangan dan pertumbuhan pohon di
penutupan tajuk, model arsitektur pohon, dalam suatu komunitas hutan alam tropika

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 1


maka digolongkan atas 3 golongan pohon mendapatkan database keanekaragaman
yaitu: pohon yang hidup di suatu tempat dan
1. Pohon masa mendatang (trees of sebagai bentuk kontribusi utnuk
future), yaitu pohon yang mempunyai mengkonservasi pohon atau tumbuhan
kemampuan untuk berkembang lebih yang ada di suatu wilayah tertentu
lanjut atau pada masa mendatang. (Ekowati, Indriyani, & Azrianingsih, 2017)
Pohon tersebut pada saat ini biasanya Praktikum dilakukan di area sekitar
merupakan pohon yang kodominan, Kampus III UMM yaitu parkiran utama.
dan diharapkan pada masa Praktikum bertujuan untuk mengetahui
mendatang akan menggantikan kenampakan aristektur pohon dari suatu
pohon-pohon yang ada pada saat kin pohon dan dapat mengidentifikasi kategori
dominan. pohon berdasarkan ukuran pohon.
2. Pohon masa kini (trees of past), yaitu
pohon yang sedang berkembang METODE PRAKTIKUM
penuh dan merupakan pohon yang A. Alat
dominan dan pohon yang menentukan a) Hagameter berfungsi untuk
di dalam profil arsitektur komunitas mengukur tinggi tanaman atau
tumbuhan saat ini. pohon yang diamati.
3. Pohon masa lampau (trees of past), b) Meteran berfungsi untuk mengukur
yaitu pohon-pohon yang sudah tua dan keliling batang pohon.
mulai mengalami kerusakan dan c) Tali rafia berfungsi untuk mengukur
selanjutnya akan mati. Biasanya jarak pngukuran dengan alat
pohon-pohon ini merupakan pohon hagameter sepanjang 15 meter.
yang tidak produktif lagi. d) Kertas milimeter blok berfungsi
Arsitektur pohon adalah abstraksi untuk menggambar hasil
dari genetik oleh suatu tumbuhan sejak pengamatan tinggi pohon yang
mengawali pertumbuhannya, arsitektur diperoleh.
pohon berbeda pengertian dengan pola e) Penggaris berfungsi untuk
pertumbuhan, habitus dan bentuk-bentuk menggambar pada milimeter blok.
tajuk. Arsitektur adalah bentuk dari produk f) Alat tulis berfungsi untuk pengisian
akhir dari suatu pola perilaku pertumbuhan lembar Kerja.
meristem apical, ukuran atau habitus bukan g) Kamera berfungsi untuk
merupakan faktor pembeda karena pohon dokumentasi langkah kerja yang
dengan herba dapat saja memiliki hasil dilakukan.
akhir pola perilaku pertumbuhan yang B. Bahan
sama. Penelitian tentang model arsitektur
pohon ini memiliki manfaat yaitu untuk

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 2


a) 5 Pohon berfungsi untuk media e) Mengukut tinggi total pohon dengan
praktikum profil arsitektur yang skala 15% dengan menggunakan
bertempat di parkiran utama UMM. hagameter
C. Langkah Kerja
a) Menentukan 5 pohon yang memiliki
cabang dan tidak memiliki cabang
yang akan diukur sebagai objek
pengamatan.
HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan
No Pemetaan Keliling Dbh Tt Tbc ket
tumbuhan (cm) (m) (m) (m)
1 Pohon 1 31 0,099 1,4 - Lampau
2 Pohon 2 139 0,043 5 - Lampau
3 Pohon 3 128 0,408 3 - Lampau
b) Mengukur tingg bebas cabang dari 4 Pohon 4 53 0,169 2 - Lampau
5 Pohon 5 26 0,083 1 - Lampau
pohon menggunakan meteran.

Perhitungan:
Pohon 1 : pohon mangga
Dbh (m) = 31/3,14 = 9,9 cm = 0,099 m
Tt < 100.0,099
1,4 < 9,9 (lampau)
Pohon 2 : pohon palem
c) Mengukur Dbh dengan mencari
Dbh (m) =139/3,14 = 44,3 cm = 0,443 m
keliling pohon terlebih dahulu.
Tt < 100 . 0,443
5,1 < 44, 3 (lampau)
Pohon 3 :
Dbh (m) = 128/3,14 = 40,8 cm = 0,408 m
Tt < 100 . 0,408
3 < 40,8 (lampau)
d) Mengukur jarak pembidik dengan
Pohon 4 : pohon bintaro
pohon yaitu 15 meter
Dbh (m) = 53/3,14 = 16,9 cm = 0,169 m
menggunakan tali rafia.
Tt < 100 . 0,169
2 < 16,9 (lampau)
Pohon 5 : pohon bintaro
Dbh (m) = 26/3,14 = 8,28 cm = 0,0828 m
Tt < 100 . 0,082
1 < 8,28 (lampau)

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 3


meter. Perbungaan berumah satu, rata-
2. LK terlampir rata umur pohon palem yaitu 100 tahun
(Hidayat & Napitupulu, 2015). Berdasarkan
PEMBAHASAN hasil pengamatan pohon palem pada
Berdasarkan hasil pengamatan parkiran UMM termasuk pohon masa
arsitektur pohon pada area parkiran utama lampau dilihat dari diameter pohon palem
Universitas Muhammadiyah Malang semua yang memiliki angka relatif besar sehingga
tergolong dalam pohon masa lampau dari 5 dapat dipastikan bahwa umur palem sudah
pohon yang dijadikan sebagai objek lama sehingga termasuk pohon masa
pengamatan. Pohon 1 yaitu pohon mangga lampau.
yang memiliki ciri morfologi memiliki daun Pohon ke 4 dan 5 yaitu pohon
berbentuk lanjip berwarna hijau, pohon bintaro yang memiliki ciri tinggi pohon
mangga termasuk tumbuhan yang memiliki mencapau 25 mete dan diameter batang 70
buah, pohon mangga termasuk tumbuahn cm. Daun bulat telur sampai elips,
tahunan. Hal ini sesuai Pracaya (2011), berukuran 5-31 cm x 1-7 cm. Pada pohon
tanaman mangga tumbuh dalm bentuk ini memiliki kadar racun yang berbahaya
pohon berbatang tegak, bercabang sehingga uahnya tidak dapat dikomsumsi.
banyak, serta bertajuk rindang dan hijau Umur pohon bintaro dapat mencapai
sepanjang tahun. Tinggi tanaman bertahun-tahun dan biasanya pohon ini
dewasanya bisa mencapai 10-40 m dengan mati jika sudah tidak dapat bebunga lagi
umur bisa mencapai lebih dari 100 tahun. (Hidayat & Napitupulu, 2015). Berdasarkan
Morfologi tanaman mangga terdiri atas hasil perhitungan kedua pohon bintaro
akar, batang, daun, dan bunga. Bunga termasuk dalam pohon masal lampau.
mengasilkan buah dan biji (pelok) yang Banyaknya pohon masa lampau
secara generatif dapat tumbuh menjadi pada tempat pengamatan dapat dilihat dari
tanaman baru. Dalam perhitungan ketinggian pohon dan ukuran diameter
tanaman mangga yang hidup pada parkiran pohon, tetapi pada tempat pengamatan
umm termasuk dalam pohon masa lampau ada pohon yang termasuk pohon yang
dikarenakan faktor umur dari tanaman dan sudah tidak produktif kemuian di potong
faktor penting adalah tinggi tanaman. batangnya agar tumbuh lagi hal ini
Pohon 2 yaitu pohon palem yang mempengaruhi tinggi total perhitungan.
memiliki ciri pohon tidak bercabang, Karena ciri pohon masa lampau dapat
tingginya bisa mencapai 20 meter. Batang dlihat dari diameter/ ukuran batang pohon
ditutupu oleh bekas pangkal tangkai daun dan tinggi pohon itu sendiri.
dan srat-serat panjang berwarna hitam Tidak adanya pohon masa kini dan
keabu-abuan. Daun menyirip dengan pohon masa mendatang akan
panjang 6-10 meter, tangkai daun 1-1,5 menyebabkan dampak yang kurang baik

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 4


untuk makhluk hidup dan apabila pohon praktikum berjalan dengan lancar dan tidak
masa lampau mati maka tidak ada lagi ada kendala yang berarti.
vegetasi tanaman yang hidup. Manfaatnya Saran : untuk praktikum yang akan datang
adalah kita dapat mengetahui pohon semoga lebih baik lagi dan untuk
tersebut dalam kategori masa kini, masa pendamping 1 kelompok kalau bisa satu
mendatang dan masa lampau dilihat dari agar saat ada kebingungan tidak mencari
ukuran diameter batang dan tinggi pendamping.
tanaman. Setiap model arsitektur pohon
memiliki hubungan linear terhadap DAFTAR PUSTAKA
besarnya curahan tajuk. Model arsitektur Aththorick, T. A. (2005). Kemiripan
pohon mempengaruhi vegetasi lingkungan Komunitas Tumbuhan Bawah Pada
yang ada disekitarnya dan faktor-faktor Beberapa Tipe Ekosistem
tertentu juga berpengaruh terhadap suhu, Perkebunan Di Kabupaten Labuhan
intensitas cahaya, dan kelembaban Batu. Jurnal Komunikasi Penelitian,
(Naharuddin, Bratawinata, Hardwinarto, & 17(5), 42–48.
Pitopang, 2016). Ekowati, G., Indriyani, S., & Azrianingsih,
R. (2017). Model Arsitektur
KESIMPULAN Percabangan Beberapa Pohon di
1. Kenampakan arsitektir pohon pada Taman Nasional Alas Purwo.
tempar parkiran UMM tergolong dalam Biotropika, 5(1), 27–35.
pohon masa lampau dari 5 pohon yang https://doi.org/10.21776/ub.biotropika.
dipilih semua termasuk dalam pohon 2017.005.01.5
masa lampau. Hidayat, S., & Napitupulu, R. (2015). Kitab
2. Berdasarkan ukuran pohon semua < Tumbuhan Obat. (F. Nurrohmah, Ed.).
100 Dbh. Hal ini dilihat dari diameter Jakarta: Penebar Swadaya Grup.
pohon, keliling batang, tinggi tanaman Naharuddin, N., Bratawinata, A.,
yang menjadikan pohon ini dalam Hardwinarto, S., & Pitopang, R.
kategori pohon masa lampau dan dapat (2016). Curahan Tajuk Pada Tegakan
juga dilihat dari umur tanaman itu Model Arsitektur Pohon Aubreville,
sendiri. Leeuwenberg dan Stone Tipe
Penggunaan Lahan Kebun Hutan Sub
KRITIK DAN SARAN Daerah Aliran Sungai Gumbasa.
Kritik : penyampaian materi sudah jelas Warta Rimba, 4(1), 28–33.
tetapi saat dilapang ada kebingungan Pracaya, P. (2011). Bertanam Mangga.
penentuan pohon, asisten pendamping Jakarta: Swadaya.
kinerjanya sudah sangat bagus dan Prasetyo, B. (2006). Struktur Komunitas
Dan Profil Vegetasi Dalam Sistem

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 5


Pekarangan Di Desa Jabon Mekar,
Kecama Tan Parung. Thesis. Institut
Pertanian Bogor.

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 23 Maret 2019 6

Anda mungkin juga menyukai