Anda di halaman 1dari 12

JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI:

Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang


TERSEDIA SECARA ONLINE Pendidikan dan Ilmu Geografi
http://journal2.um.ac.id/index.php Tahun 22, No. 2, Juni 2017
/jpg/ Halaman: 135-147

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK


DENGAN MODEL PENGEMBANGAN 4-D PADA MATERI
MITIGASI BENCANA DAN ADAPTASI BENCANA KELAS X SMA

Fajar Irsyadul Afkar1, Rudi Hartono 2

Email: fajarirsyad@hotmail.com, rudi.hartono.fis@um.ac.id

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD pada materi miti-
gasi dan adaptasi bencana kelas X SMA dengan pendekatan Scientific Ap-
proach. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan
pengembangan (Research and Development/R&D) Hasil penelitian yang telah
dilakukan menunjukkan kelayakan LKPD materi materi mitigasi dan adaptasi
bencana memperoleh kategori sangat layak menurut ahli materi dan ahli media.
Hal ini didukung dengan hasil uji coba lapangan dari 30 subjek uji coba
sebanyak 66,6% respon berada pada tingkat sangat layak dan sebesar 33,3% pa-
da tingkat layak.

Kata Kunci: Model Pengembangan 4-D, Mitigasi dan Adaptasi bencana,


LKPD

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan Negara yang sangat tektonik, pertemuan dua sistem


rawan dengan bencana alam seperti gem- pegunungan dunia yang dikenal dengan
pa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, cincin api (ring of fire).
tanah longsor, kebakaran hutan, banjir Karakteristik wilayah indonesia
dan angin puting beliung. Bencana alam sebagai Negara kepulauan menyebabkan
bisa menimbulkan kerusakan pada ling- kondisi Kondisi geologis, geomorfologis,
kungan fisik dan sosial, bencana yang klimatologis, dan antropogenik di
paling parah di beberapa tahun ini adalah Indonesia memiliki keuntungan seperti
Tsunami yang terjadi di Indonesia pada sumberdaya alam yang kaya, serta jumlah
2004 dan merupakan bukti kesaksian penduduk yang besar, beragam etnik dan
yang dapat dilihat secara langsung dan budaya serta dalam kondisi starata sosial
konsekuensinya terhadap kehidupan di yang variatif. Di sisi lain kondisi itu
dalam arah bencana alam. Menurut mengakibatkan Indonesia berpotensi ser-
Arjana (2010) Indonesia memiliki ing mengalami bencana alam yang dapat
karakteristik geografis yang unik, yakni menimbulkan dampak merusak yang
Negara kepulauan terluas didunia, menimbulkan kerugian besar baik jiwa
letaknya diapit oleh dua benua dan dua maupun harta benda.
samudra, ditengah-tengah dilalui garis Undang-undang nomer 24 tahun
khatulistiwa, memiliki garis pantai yang 2007 tentang penanggulangan bencana,
panjang, pertemuan tiga lempeng yang dimaksud bencana adalah peristiwa

1
Universitas Negeri Malang
2
Universitas Negeri Malang 135
136
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

atau rangkaian peristiwa yang mengan- nanggulangan bencana, sedangkan in-


cam dan menganggu kehidupan dan stansi yang bertanggung jawab tingkat
penghidupan masyarakat yang disebab- daerah atau kota adalah Badan Penanggu-
kan oleh faktor alam atau faktor non alam langan Bencana Daerah (BPBD).
maupun faktor manusia, kerusakan ling- Upaya mitigasi bencana harus
kungan, kerugian harta benda, dan dam- diketahui dan disosialisasikan sejak dini
pak psikologis. Keputusan Menteri dalam kepada masyarakat, khususnya masyara-
Negeri RI No.131 Tahun 2003 me- kat yang berdomisili di daerah-daerah
nyebutkan bahwa mitigasi adalah upaya rawan bencana. Hal ini menciptakan
dan kegiatan yang dilakukan untuk men- masyarakat yang tanggap dan siap ter-
gurangi dan memperkecil akibat-akibat hadap bencana sangatlah penting sehing-
yang ditimbulkan oleh bencana, yang ga semua pihak bisa terkait untuk
meliputi kesiapsiagaan, kewaspadaan, meminimalkan bencana. Bencana di In-
dan berbagai kemampuan untuk menga- donesia bisa menimbulkan kerusakan pa-
tasinya. Sementara mitigasi bencana da lingkungan fisik dan sosial. Menurut
menurut Prasad, dkk (2010:23) mencakup Marhadi (2014) hampir setiap orang
tindakan-tindakan yang mengurangi he- mengetahui bencana alam seperti angin
batnya bencana di masa mendatang. Hal topan, banjir, gempa bumi,kebakaran,
ini meliputi tindakan mitigasi struktural tanah longsor, gunung api, dan
(seperti pengembangan dalam peraturan kekeringan. Tsunami yang terjadi di In-
kota dan kode etik bangunan) serta tinda- donesia pada tahun 2004 merupakan buk-
kan mitigasi nonstruktural (seperti im- ti kesaksian yang dapat dilihat secara
plementasi program keselamatan sekolah langsung dan konsekuensinya terhadap
dan program kepedulian masyarakat) . kehidupan di dalam arah bencana alam.
Pemerintah Indonesia mempunyai Dengan memahami kejadian kerusakan
kewajiban dan tanggung jawab dalam ini, maka bagi seseorang yang mempela-
mengantisipasi terjadinya bencana sebe- jari geografi tahu pentingnya sistem
lum atau setelah terjadinya bencana yakni tanda-tanda peringatan bahaya dan mana-
mitigasi bencana, tanggap darurat dan re- jemen penanggulangan yang efektif, baik
habilitasi rekontruksi. Dari ketiga proses di tingkat lokal, provinsi, nasional mau-
tahapan tersebut mitigasi diartikan upaya pun internasional.
untuk meminimalkan dampak yang Peraturan Pemerintah nomer 19 ta-
ditimbulkan oleh bencana. Penanggulan- hun 2005 pasal 20, diisyaratkan bahwa
gan bencana sangatlah penting untuk guru diharapkan mengembangkan materi
mengurangi resiko bencana di Indonesia. pembelajaran sendiri, yang kemudian di-
Instansi yang berwenang melaksanakan pertegas melalui Peraturan Menteri Pen-
pengendalian bencana secara nasional didikan Nasional (Permendiknas) nomor
adalah Badan Nasional Penangulangan 41 tahun 2007 tentang Standar Proses,
Bencana (BNPB). BNPB merumuskan yang antara lain mengatur tentang
konsep kebijakan penanggulangan perencanaan proses pembelajaran yang
bencana nasional, memantau, dan men- mensyaratkan bagi guru pada satuan pen-
gevaluasi dalam penyelengaraan pe- didikan untuk mengembangkan rencana
137
JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI, Th. 22, No.2, Jun 2017

pelaksanaan pembelajaran (RPP). Salah sudah ditetapkan oleh pemerintah dan


satu elemen dalam RPP adalah sumber dilaksanakan di setiap sekolah yang
belajar. Dengan demikian, guru diharap- sudah menerapkan kurikulum tersebut.
kan untuk mengembangkan bahan pem- Materi mitigasi dan adaptasi bencana
belajaran sebagai salah satu sumber bela- alam dimasukkan dalam mata pelajaran
jar). Hasil penelitian Purwanto me- geografi dikarenakan bencana tidak lepas
nyebutkan bahwa guru IPS sangat ber- dari kondisi geologis, geomorfologis,
gantung pada buku teks, mereka pada klimatologis, dan antropogenik Negara
umumnya tidak dapat mengajar tanpa Indonesia. Mitigasi bencana diberikan
menggunakan buku pelajaran (Purwanto, pada kelas X SMA Semester 2 pada
1996: 1), guru dituntut untuk membuat Kompetensi Dasar 3.7 menganalisis miti-
inovasi selain buku pelajaran sebagai ba- gasi dan adaptasi bencana alam dengan
han ajar dikelas. Salah satu bahan ajar kajian geografi. Materi mitigasi bencana
yang bisa dan mudah dikembangkan guru digunakan untuk upaya pengurangan
adalah LKPD yang menuntun peserta resiko bencana dengan menyelamatkan
didik untuk bisa lebih aktif dalam pem- diri dari ancaman bencana. Namun, mate-
belajaran terutama pada materi mitigasi ri mitigasi bencana dan adaptasi bencana
bencana. alam yang ada di sekolah belum dapat
Geografi merupakan salah satu mata disampaikan secara maksimal kepada pa-
pelajaran yang menekankan pada pem- ra peserta didik, dikarenakan LKPD yang
berian pengalaman langsung untuk digunakan di sekolah berisi materi yang
mengembangkan kompetensi agar peserta masih deskriptional dan narasi yang ku-
didik mampu menjelajahi dan memahami rang menarik, gambar yang kurang, dan
alam sekitar secara ilmiah. Kurikulum tidak ada langkah-langkah pembelajaran
2013 yang sedang berlaku saat ini analisis di LKPD yang digunakan di salah
menganjurkan adanya aktivitas aktif pe- satu sekolah.
serta didik dalam proses pembelajaran. Pengembangan Lembar Kegiatan
Namun dalam prateknya pembelajaran Peserta Didik pada materi mitigasi
selama ini, peserta didik hanya sebagai bencana dengan model pengembangan 4-
objek pembelajaran yang menerima in- D (difene, design, develop, disseminate)
formasi dari guru merupakan kendala dapat membantu guru dalam proses bela-
yang relatif sulit untuk diubah. Namun jar mengajar. Penggunaan LKPD ini da-
demikian, ada beberapa cara yang dapat lam pembelajaran geografi membantu
digunakan guru untuk dapat guru dalam proses belajar mengajar,
mengaktifkan peserta didik, salah satunya dengan adanya LKPD mitigasi bencana
melalui penggunaan LKPD sebagai bahan ini membuat peserta didik mempunyai ra-
ajar untuk menunjang keaktifan peserta sa peduli dan paham terhadap bencana
didik dan mengurangi kesulitan dalam yang terjadi disekitar mereka. Disamping
memahami pelajaran. itu LKPD juga dapat mengembangkan
Mitigasi bencana dan adaptasi keterampilan proses, meningkatkan aktifi-
bencana alam merupakan materi yang tas peserta didik dan dapat mengoptimal-
dimasukkan pada kurikulum 2013 yang kan hasil belajar. Pengembangan LKPD
138
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

yang dirancang secara inovatif dan semua perintah guru); berubah menjadi
menarik minat belajar peserta didik maka peserta didik mencari dan memperoleh
akan meningkatkan partisiapsi dan pema- informasi dari berbagai sumber, misalnya
haman peserta didik dalam materi yang dari perpustakaan, dari luar sekolah atau
disampaikan. dapat juga dari pengamatan sendiri dari
Penggunaan LKPD oleh peserta lingkungan sekitar.
didik yang masih cukup tinggi haruslah Lembar Kegiatan Peserta Didik ha-
diimbangi dengan kualitas LKPD yang ruslah menarik dan inovatif supaya
tinggi pula. Jika LKPD yang digunakan menarik minat belajar peserta didik.
adalah LKPD yang bermutu rendah, tentu Menurut Prastowo (2011: 211) adanya
sangat merugikan penggunanya yakni pe- LKPD yang inovatif dan kreatif menjadi
serta didik. Apalagi dalam kurilkulum harapan semua peserta didik, karena
2013 dituntut untuk aktif dan dapat beker- LKPD yang inovatif dan kreatif dapat
ja secara mandiri. Sarana yang tepat se- menciptakan proses pembelajaran men-
bagai pendukung bagi peserta didik untuk jadi lebih menyenangkan. Peserta didik
dapat aktif dan mandiri dalam pembelaja- lebih terbius dan terhipnotis untuk mem-
ran adalah Lembar Kegiatan Peserta buka lembar demi lembar halamannya,
Didik. LKPD yang dikembangkan selain itu mereka akan mengalami
dengan model pengembangan 4-D dari kecanduan belajar. Maka dari itu, sebuah
Thiagarajan (1974) pada materi mitigasi keharusan bahwa setiap pendidik ataupun
bencana dan adaptasi bencana alam bisa calon pendidik agar mampu menyiapkan
mengarahkan peserta didik dalam dan membuat bahan ajar sendiri yang
menghubungkan masalah di sekitar kita inovatif.
dan menghubungkan permasalahan di Berdasarkan uraian di atas, perlu
daerah lain, sehingga peserta didik ber- dikembangkan suatu LKPD yang lebih
tambah wawasannya dan mengetahui po- terarah dan efesien untuk pendalaman dan
tensi bencana di sekitar mereka. penerapan materi mitigasi bencana. Un-
Salah satu faktor untuk mengopti- tuk mempermudah peserta didik LKPD
malkan tercapainya hasil belajar menurut pada materi Mitigasi Bencana dibuat
Hendro (1992: 40) adalah keterlibatan dengan peristiwa dan keadaan sebenarn-
atau aktifitas peserta didik dalam proses ya, keadaan alami, dan tahapan-tahapan
pembelajaran. Salah satu sarana yang te- yang lebih mudah dimengerti peserta
pat digunakan oleh guru untuk mening- didik. LKPD ini mengunakan model
katkan keterlibatan peserta didik atau ak- pengembangan bahan ajar 4-D (Define,
tivitas peserta didik dalam proses Pem- Design, Develop, Disseminate) menurut
belajaran adalah LKPD. Peran LKPD da- Thiagarajan, dkk pada materi mitigasi
lam materi mitigasi bencana memu- bencana kelas X SMA.
dahkan guru dalam mengelola proses
belajar, membuat kondisi belajar dari sua- METODE
sana “guru sentris”, (dimana guru harus
menerangkan, mendekte, memerintahkan, Jenis penelitian yang digunakan
mendengarkan, mencatat dan mematuhi merupakan model penelitian Research
139
JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI, Th. 22, No.2, Jun 2017

and Development (R&D) bertujuan untuk yaitu Define, Design, Develop. Desain ini
mengembangkan LKPD (Lembar dimodifikasi menjadi tiga langkah
Kegiatan Peserta Didik) pada materi mit- dikarenakan keterbatasan peneliti untuk
igasi bencana kelas X SMA dengan melakukan tahap ke empat Disseminate
mengunakan model pengembangan yang tetapi tidak berkemungkinan pengem-
mengadopsi dari pengembangan bangan ini dilanjutkan sampai tahap ke 4
perangkat 4-D (Four-D Model) disarank- yaitu penyebaran dikesempatan lain wak-
an oleh Thiagarajan, dkk (1974). tu.
Penelitian pengembangan ini Berikut ini langkah- langkah
menggunakan desain pengembangan 4-D penelitian pengembangan LKPD dengan
yang terdiri dari empat tahap utama yaitu model 4-D pada materi mitigasi bencana
:Define, Design, Develop, dan Dissemi- kelas X SMA (adaptasi model Thiagara-
nate. Namun, pada penelitian ini 4-D jan,dkk,1974).
dimodifikasi menjadi tiga langkah (3-D)
140
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

Analisis Ujung Depan


(analisis kondisi pembelajaran dan meninjau ba-
han ajar yang digunakan )
P
E Analisis Peserta didik
N (analisis karakteristik peserta didik)
D
E Analisis Konsep
S (analisis indikator materi mitigasi bencana)
A
I
N Analisis Tugas
A (langkah-langkah tugas, Sumber belajar dan media
N yang menunjang pembelajaran

Perumusan Tujuan Pembelajaran

Pemilihan Format LKPD


P (format LKPD mengunakan dari DIKNAS)
E
R
Desain Awal
A LKPD berisi Materi Mitigasi Bencana dengan sub materi
N (Pengertian Bencana, Jenis dan Karakteristik Bencana, Mitigasi dan Adap-
C tasi Bencana, Sebaran Daerah Rawan Bencana, Usaha Pengurangan Resiko
Bencana dan Kelembagaan Penangulangan Bencana)
A
N
G
A
N Draf 1

P Validasi Ahli
E
Draf 2 Revisi 1
N
G
E Uji Coba Lapangan
M
B
A Analisis Hasil
N
G Lembar Kegiatan Peserta Didik Materi
Revisi
A Mitigasi bencana kelas X SMA
N
Gambar 1. Desain produk LKPD dengan materi mitigasi dan adaptasi bencana yang dimodi-
fikasi dari 4-D (Adaptasi model Thiagarajan,dkk,1974)
141
JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI, Th. 22, No.2, Jun 2017

Pengumpulan data pada penelitian pretasikan dengan kalimat yang bersifat


ini dengan cara sebagai berikut : (a) data kualitatif. Rumus yang digunakan untuk
tentang penilaian LKPD dari segi materi mengolah data adalah sebagai berikut. :
𝑛
dan media diambil instrumen validasi ahli PS= 𝑁 x 100%
materi dan media, (b) penilaian peserta Keterangan :
didik terhadap LKPD pada materi miti- PS : Persentase Skor
gasi bencana yang dikembangkan diambil n : Jumlah skor yang diperoleh
angket untuk mengetahui keterbacaan N : Jumlah skor maksimal
dari LKPD tersebut. Setelah mendapatkan data berupa
Data yang telah diperoleh pada skor, maka langkah selanjutnya adalah
penelitian ini dianalisis dengan teknik mengkonversi skor rata- rata yang berupa
deskriptif persentase. Teknik deskriptif data kuantitatif dari setiap aspek menjadi
persentase dilakukan dengan cara men- data kualitatif deskriptif.
gubah data kuantitatif menjadi bentuk
presentase dan kemudian diinter-
Tabel.1 Kriteria Penilaian Data
Persentase Kriteria Kategori
81,25-100 Sangat Layak Tidak revisi
62,50-81,24 Layak Revisi sebagian
43,75-62,49 Cukup layak Revisi (uji coba ulang)
25-43,74 Kurang layak Revisi total ( uji coba ulang)

Sumber: Akbar,2013

Berdasarkan kriteria tersebut,


HASIL
Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
pada materi mitigasi bencana untuk kelas Hasil penelitian diketahui bahwa dari
X SMA dianggap layak apabila dalam 30 subjek uji coba/peserta didik sebanyak
penilaian validator pada setiap kriteria 66,6% respon terhadap LKPD mitigasi
mencapai prosentase rata-rata >62,50%. dan adaptasi bencana ini berada pada
tingkat “Sangat Layak” dan sebesar
33,3% berapa pada tingkat “Layak”.
Secara umum skor tersebut menandakan
bahwa LKPD yang dikembangkan terma-
suk dalam kriteria “Sangat Layak”.
142
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Skor Data Hasil Uji Coba


Kriteria Skor Frekuensi Persentase
Sangat Layak 81,25-100 20 66,6
Layak 62,50-81,24 10 33,4
Cukup Layak 43,75-62,49 0
Kurang layak 25-43,74 0
Jumlah 30 100

Ringkasan mengenai hasil tanggapan peserta didik terhadap LKPD terangkum pada
tabel di bawah ini.

Tabel 3 Rekapitulasi Data Respon Peserta didik


Aspek Indikator Respon umum Keterangan
Materi Kemudahan Materi Sangat mudah LKPD dilengkapi dengan
Menekankan proses pemikiran Sangat menekan peta konsep yang membuat
Kegiatan menciptakan kerjasama proses pemikiran pemahaman peserta didik pa-
dengan kelompok da awal pembelajaran
Kemudahan penggunaan LKPD Terdapat kegiatan yang
Keurutan langkah-langkah sistematis yang mengarahkan
kegiatan pemikiran berproses
Mencari informasi yang berbeda Sangat urut Ada tambahan materi berupa
Materi sesuai kebutuhan peserta video tentang becana di Indo-
didik nesia sehingga menambah
Kejelasan Sumber kegiatan wawasan peserta didik ter-
LKPD memotivasi peserta didik hadap bencana di Indonesia
Sangat sesuai
Bahasa Bahasa yang digunakan jelas Jelas Bahasa dan kalimat yang
Kalimat yang digunakan tidak digunakan sudah mudah
membingunkan Tidak memb- dipahami
ingungkan
Sajian Ilustrasi menarik Menarik Ilusrtrasi dalam LKPD pada
Tampilan LKPD tidak mem- Tidak membosankan materi dan lampiran kegiatan
bosankan seperti komik menarik se-
hingga tidak membosankan
mempelajari LKPD

PEMBAHASAN

Temuan penelitian ini menunjukan paikan secara maksimal kepada para pe-
bahwa materi materi mitigasi dan adap- serta didik dikarenakan LKPD yang
tasi bencana diberikan pada kelas X SMA digunakan berisi materi yang masih
Semester 2 pada Kompetensi Dasar 3.7 deskriptional dan narasi yang kurang
menganalisis mitigasi dan adaptasi menarik, gambar yang kurang, dan tidak
bencana alam dengan kajian geo- ada langkah-langkah pembelajaran ana-
grafi.Namun, materi mitigasi bencana lisis LKPD yang digunakan di sekolah.
yang ada di sekolah belum dapat disam-
143
JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI, Th. 22, No.2, Jun 2017

Kegiatan pengembangan LKPD ma- temuan dalam observasi ada pendukung


teri mitigasi dan adaptasi bencana dalam LKPD tapi hanya terdiri dari materi saja
pembelajaran Geografi kelas X SMA, dan soal objektif tanpa adanya langkah-
menggunakan 3 tahap utama dalam langkah dalam pembelajaran untuk
pengembanganya yang terdiri dari pen- memudahkan pembelajaran peserta didik.
difinisian (define), perancangan (design), 2. Analisis peserta didik
pengembangan (develop). Hasil yang di- Tahap ini dilakukan untuk menge-
peroleh dari tahap tersebut diuraikan se- tahui tingkat pengetahuan (kognitif), ket-
bagai berikut. erampilan, dan sikap awal (karasteristik
peserta didik) yang sudah dimiliki peserta
Tahap Pendifinisian (Define)
didik untuk mencapai tujuan akhir yang
Kegiatan pengembangan ini diawali tercantum dalam kurikulum.
dengan tahap pendifinisian yang terdiri 3. Analisis konsep
dari analisis ujung depan, analisis peserta Tahap analisis kurikulum meliputi
didik, analisis konsep, dan analisis tujuan. pemetaan Kompetensi Inti dan Kompe-
Hasil dari langkah-langkah tersebut diu- tensi Dasar yang digunakan dalam
raikan di bawah ini. mengembangkan materi mitigasi bencana
1. Analisis ujung depan dan indikator dari materi, pada kurikulum
Pada tahap ini termasuk tahap pra tingkat satuan pendidikan di MAN Tam-
penelitian yang bertujuan untuk melihat bakberas Jombang. Oleh karena itu, maka
kondisi lingkungan sekolah, proses pem- harus dianalisis Kompetensi Inti dan
belajaran, dan potensi yang bisa dikem- Kompetensi Dasar yang akan digunakan.
bangkan. Data hasil Analisis ujung depan Berdasarkan hasil analisis maka Kompe-
diperoleh melalui wawancara dengan tensi Inti dan Kompetensi Dasar yang
guru kelas X dan peserta didik kelas X . digunakan untuk mendukung pengem-
Peneliti melakukan observasi pelaksanaan bangan produk dapat dipaparkan pada
pembelajaran yang dilakukan di kelas X tabel berikut.
MAN Tambakberas Jombang. Salah satu

Tabel 4 Muatan Materi Mitigasi Bencana pada Kelas X


Kompetensi Dasar Kelas & Semeter
3.7 Menganalisis mitigasi dan adaptasi bencana alam dengan Kelas X SMA semester 2
kajian geografi.
4.7 Menyajikan contoh penerapan mitigasi dan cara be-
radaptasi terhadap bencana alam di lingkungan sekitar.

Analisis konsep dilakukan untuk


mengidentifikasi konsep-konsep yang 4. Analisis tugas
akan disajikan dalam LKPD yang dis- Tahap ini dilakukan untuk men-
esuaikan dengan tingkat satuan pendidi- gidentifikasi tugas dan tagihan yang harus
kan. dipenuhi oleh peserta didik sesuai dengan
144
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

materi mitigasi bencana dalam pembela- Tahap Perancangan (Design)


jaran kelas X di MAN Tambakberas
Tahap perancangan dibagi ke dalam
Jombang. Analisis ini dilakukan dengan
dua bagian, yaitu: pemilihan format ber-
cara mengidentifikasi materi mitigasi be-
dasarkan pemilihan format LKPD dan
cana yang perlu diajarkan, sumber dan
desain awal produk. Berikut penjelasan
media yang menunjang dalam materi
kedua bagian tersebut.
yang disusun secara sistematis. Dalam
1. Pemilihan format LKPD
pengembangan LKPD ini menggunakan
Memilih format LKPD yang dibuat
sumber dan media pembelajaran berupa
dengan mengunakan format dari Diknas
komik bencana, berita tentang terkait
(Dinas Pendidikan Nasional) yang mem-
bencana, video kearifan lokal dalam
perhatikan aspek materi, bahasa, dan
pencegahan bencana, dan film dokument-
kegrafikan/ desain. Sehingga LKPD bisa
er gunung merapi dari BNPB.
diterima dengan mudah apabila nanti ma-
5. Merumuskan tujuan
suk tahap penyebaran ke semua sekolah.
Pada tahap ini melakukan penjabaran
2. Desain awal LKPD
dari Kompetensi Dasar (KD) ke dalam
Dalam penyusunan draf LKPD
indikator sub materi pokok mitigasi
dihasilkan draf LKPD I dengan struktur
bencana.
di dalamnya mencakup: (1) judul,
a. Kompetensi Dasar, 3.7 Menganalisis
mengambarkan materi yang akan
mitigasi dan adaptasi bencana alam
dituangkan di dalam LKPD, (2) peta
dengan kajian geografi. 4.7
konsep (3) petunjuk belajar, (4)
Menyajikan contoh penerapan miti-
kompetensi yang harus dicapai, standar
gasi dan cara beradaptasi terhadap
kompetensi dan kompetensi dasar yang
bencana alam di lingkungan sekitar.
akan dicapai setelah mempelajari LKPD.
b. Indikator Pencapaian terdiri dari (1)
(5) informasi pendukung, (6) Tugas-tugas
menjelaskan pengertian bencana,
dan langkah kerja, prosedur atau kegiatan
mitigasi, dan adaptasi bencana, (2)
yang harus diikuti peserta didik untuk
menjelaskan kelembagaan pe-
mempelajari LKPD, (7) Penilaian, (8)
nanggulangan bencana alam di Indo-
daftar pustaka
nesia, (3) menentukan jenis dan
karakteristik bencana alam, (4) Tahap Pengembangan (Develop)
menentukan usaha pengurangan
Tahap pengembangan ini bertujuan
resiko bencana yang tepat dan efek-
untuk menghasilkan LKPD yang telah di-
tif, (5) mengidentifikasi sebaran dae-
revisi berdasarkan masukan para ahli, dan
rah rawan bencana alam di Indone-
uji coba kepada peserta didik. Data yang
sia, (6) mencontohkan upaya penera-
diperoleh dari validasi ahli, dan uji coba
pan mitigasi bencana terhadap
lapangan berupa penilaian terhadap
bencana di lingkungan sekitar (7)
produk LKPD mitigasi dan adaptasi
mencontohkan cara beradaptasi ter-
bencana yang dikembangkan. Penilaian
hadap bencana alam di lingkungan
yang diperoleh dari hasil validasi ahli ma-
sekitar.
teri dan ahli media menjadi dasar apakah
145
JURNAL PENDIDIKAN GEOGRAFI, Th. 22, No.2, Jun 2017

produk layak untuk dikembangkan Saran aspek materi dan media dijadikan sebagai
yang diberikan oleh para ahli juga men- acuan perbaikan LKPD. Data validasi
jadi dasar untuk melakukan revisi sehing- dari ahli materi secara menyeluruh bisa
ga produk yang dikembangkan benar- dilihat pada lampiran 2, sedangkan data
benar layak diujicobakan. validasi dari ahli media bisa dilihat pada
Validasi produk dilakukan oleh dua lampiran 4. Rangkuman Hasil validasi
orang ahli yang terdiri dari ahli materi pada kedua aspek tersebut diuraikan
dan ahli media. Saran perbaikan pada dibawah ini.

Tabel 5 Data Hasil Validasi Ahli


Persentase Penilaian Kriteria Saran dan rekomendasi
Validasi
Kriteria (%)
Kajian geografi lebih ditampakkan lagi
Pahami & laksanakan perintah Kompe-
tensi Dasar
Peta konsep di perjelas lagi dan diberi
alur kegiatan
Konsep resiko bencana belum di ma-
Materi Sangat Layak 87,5
sukan pada sub bab pangertian becana
UU tentang bencana di perjelas
Materi adaptasi bencana masih kurang
lampiran kegiatan di kasih video untuk
memperkuat materi mitigasi dan adap-
tasi bencana tidak hanya komik
Pada Cover utama jangan terlalu ban-
yak kata-kata dan sedikit di seder-
85 hanakan lagi
Media Sangat Layak
Cover dalam harus berbeda dengan
cover utama

Berdasarkan uraian pada Tabel 5


dapat diketahui LKPD materi mitigasi KESIMPULAN
bencana pada validasi materi adalah
87.5%, dan validasi media 85%. Respon Berdasarkan pembahasan hasil
tersebut mencerminkan bahwa kualitas penelitian disimpulkan bahwa produk
LKPD dilihat dari kedua validasi tersebut hasil akhir dari pengembangan penelitian
adalah layak digunakan atau diujicobakan ini berupa Lembar Kegiatan Peserta
kepada peserta didik. Namun terdapat be- Didik dengan model pengembangan 4-D
berapa bahan pertimbangan perbaikan (Define, Design, Develop, Disseminate)
dan saran untuk memperbaiki produk pada materi mitigasi bencana pada kelas
LKPD supaya bisa lebih baik lagi. X SMA. Pada LKPD ini memuat materi
mitigasi dan adaptasi bencana yang valid
dan layak untuk digunakan secara lang-
146
Fajar Irsyadul Afkar, Rudi Hartono. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Dengan
Model Pengembangan 4-D Pada Materi Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Bencana Kelas X SMA

sung dilapangan. Produk akhir pengem- Menengah Atas.2008.Panduan


bangan ini adalah LKPD materi mitigasi Pengembangan Bahan Ajar.
dan adaptasi bencana yang di lengkapi Keputusan Menteri dalam Negeri Nomor
CD sebagai alat bantu untuk menyimpan 131 Tahun 2003 Tentang Pedoman
Penanggulangan Bencana Pe-
materi yang berupa video dan komik digi-
nanganan Pengungsi di Daerah.
tal. Penyajian materi pada LKPD telah
Marhadi. 2014. Pengantar Geografi Re-
disesuaikan dengan Kompetensi Dasar gional. Yogyakarta: Ombak.
Kurikulum 2013 menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
kurikulum yang ada disekolah. Nomor 19 Tahun 2015 Tentang
Standar Nasional Pendidikan.
DAFTAR RUJUKAN Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 41 Ta-
A. W. Coburn. 1994. Mitigasi Bencana hun 2007 Tentang Standar Proses.
Edisi Kedua. Cambridge Architec- Purwanto, Edy, dkk. 1996. Validasi Ba-
tural Research Limited. The Oast han Ajar IPS Sekolah Dasar Ber-
House, Malting Lane, Cambridge, dasarkan Kurikulum 1994 Di Jawa
United Kingdom.(online),( Timur. Malang: LEMLIT IKIP Ma-
https://rovicky.files.wordpress.com/ lang
2009/10/mitigasi-bencana.pdf, di- Prasad, Neeraj, dkk. 2010. Kota Ber-
akses tanggal 25 Maret 2016) ketahanan Iklim: Pedoman Dasar
Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Kerentanan Terhadap Bencana.
Perangkat Pembelajaran. Ban- Jakarta: Salemba Empat.
dung: PT Remaja Rosdakarya Prastowo, Andi.2011. Panduan Kreatif
Offet. Membuat Bahan Ajar Ino-
Arjana,I Gusti Bagus. 2010.Pendidikan vatif.Jogjakarta: DIVA Press.
Geografi Dalam Strategi Antisipasi Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Bencana Alam Di Indonesia. Ma- Pendidikan Pendekatan Kuanti-
kalah disampaikan pada Pertemuan tatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan
Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf In- ke –11. Bandung: Alfabeta.
donesia (PTI-IGI) ke
Trianto. 2009. Mendesain Model Pem-
XIII,Surabaya, 11-12 Desember.
belajaran Inovatif Progresif. Jakar-
Astuti D, Siti Irene dkk. (2010). Sosial- ta: Kencana
isasi Pendidikan Mitigasi Pada
Thiagarajan, Semmel S.S., & Semmel.
Lingkungan Rawan Bencana.
1974. Instructional Development
(online),(http://staff.uny.ac.id/sites/
for Training Teacher of Excep-
default/
tional Children a Sourcebook.
files/penelitian/Siti%20Irene%20As
Bloomington: Center for innovation
tuti%20D,%20Dra.%20M.Si./ARTI
on Teaching the Handicaped.
KEL%20%20SOSIOALISASI%20
MITIGASI%20-2010-B.pdf,di akses Undang-Undang Republik Indonesia
tanggal 29 maret 2016). Pasal 33 Nomor 24 Tahun 2007
tentang Penanggulangan Bencana.
Departemen Pendidikan Nasional
Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah
Direktorat Pembinaan Sekolah