Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN TETRALOGY OF FALLOT PADA IBU

HAMIL DI DESA ANTURAN

Nama Kelompok 3:

1. Ni Kadek Anggreniasih (17089014005)


2. Ni Nyoman Intan Saraswati (17089014038)
3. Ni Kadek Julyawati (17089014043)
4. Gusti Ayu Putu Mertasari (17089014055)
5. I Gusti Ayu Krismayani (17089014047)
6. Komang Dwijayanti (17089014029)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG

S1 KEPERAWATAN

2018

YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATAN (YKWK)


SINGARAJA – BALI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG


Program Studi : S1 Keperawatan, D3 KebidanandanProfesiNers, TERAKREDITASI

Office :Jln. Raya Air Sanih Km. 11 BungkulanSingaraja – Bali Telp. (0362) 3435034, Fax (0362) 3435033

Web : stikesbuleleng.ac.id email : stikesbuleleng@gmail.com

SATUAN ACARA PENYULUHAN


TETRALOGY OF FALLOT
Masalah : Tetralogy of Fallot (TOF)
Pokok Bahasan : Tetralogi of Fallot (TOF)
Sub Pokok Bahasan :
1. Menjelaskan pengertian tetralogy of fallot ?
2. Menjelaskan penyebab atau etiologi dari tetralogy of
fallot ?
3. Menjelaskan bagaimana patofisiologi tetralogy of fallot
?
4. Menjelaskan tanda dan gejala tetralogy of fallot ?
5. Menjelaskan penatalaksanaan tetralogy of fallot ?
6. Menjelaskan prognosis tetralogy of fallot ?
Sasaran : Ibu-ibu hamil Desa Anturan
Materi : Terlampir
Waktu : 45 menit (1x45 menit)
Hari/ Tanggal: 22 Desember 2018
Tempat : Balai Desa Anturan
Pembicara : Mahasiswa STIKES Buleleng

1. Latar Belakang
Tetralogy of fallot (TOF) adalah kelainan jantung dengan gangguan
sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek
septum ventrikel, stenosis pulmonal, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel
kanan.
Tetralogy of fallot (TOF) merupakan penyakit jantung sianotik yang
paling banyak ditemukan dimana tetralogi fallot menempati urutan keempat
penyakit jantung bawaan pada anak setelah defek septum ventrikel,defek
septum atrium dan duktus arteriosus persisten,atau lebih kurang 10-15 % dari
seluruh penyakit jantung bawaan, diantara penyakit jantung bawaan sianotik
Tetralogi fallot merupakan 2/3 nya. Tetralogi fallot merupakan penyakit
jantung bawaan yang paling sering ditemukan yang ditandai dengan sianosis
sentral akibat adanya pirau kanan ke kiri.
Tetralogy of fallot (TOF) adalah kelainan jantung dengan gangguan
sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek
septum ventrikel (lubang diventrikel kiri dan kanan), stenosis pulmonal
(penyempitan katup pulmonal), overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel
kanan (penebalan ventrikel kanan). Komponen yang paling penting dalam
menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat
ringan sampai berat.Stenosis pulmonal bersifat progres makin lama makin
berat.
2. Tujuan
A. Tujuan Umum
Dengan diadakannya penyuluhan selama 45 menit mengenai
penyakit Hiperbilirubiemia diharapkan semua kalangan masyarakat dan
ibu-ibu yang memiliki bayi dapat mengerti apa itu tetralogy of fallot,
penatalaksanaan tetralogy of fallot.

B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan sasaran
dapat:
1. Sasaran mampu menjelaskan pengertian tetralogy of fallot.
2. Sasaran mengetahui apa penyebab tetralogy of fallot.
3. Sasaran mengerti bagaimana patofisiologi tetralogy of
fallot.
4. Sasaran mengetahui tanda dan gejala tetralogy of fallot.
5. Sasaran mengerti bagaimana penatalaksanaan tetralogy of
fallot.
6. Sasaran mengetahui bagaimana prognosis tetralogy of
fallot.
3. Metode
Penyuluhan (ceramah dan siskusi)
4. Media
Leaflet
5. Struktur Penyuluhan
a. Penanggung Jawab
b. Leader
c. Koleader
d. Fasilitator
e. Observer

6. Setting Tempat
7. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan Respon
1. 10 Pembukaan
1. Menjawab salam
menit 1. Salam
2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan diri
3. Menyampaikan tujuan dan memperhatikan
3. Mendengarkan
penyuluhan
dan memperhatikan
2. 25 Penyampaian materi
1. Mendengarkan dan
menit 1. Menjelaskan definisi tetralogy
memperhatikan
of fallot.
2. Mendengarkan
2. Menyebutkan etiologi tetralogy
dan memperhatikan
of fallot.
3. Mendengarkan
3. Menyebutkan tanda gejala
memperhatikan
tetralogy of fallot.
4. Mendengarkan
4. Menjelaskan penatalaksanaan
dan memperhatikan
tetralogy of fallot.

3. 10 Penutup
1. Mendengarkan
menit 1. Menyimpulkan secara singkat
tentang materi yang telah
2. Menjawab
disampaikan secara bersama-
3. Menjawab salam
sama.
2. Mengevaluasi tentang materi
yanag telah disampaikan
dengan tanya jawab.
3. Menutup pertemuan dan
mengucapkan salam

8. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur:

Ibu-ibu sasaran penyuluhan ikut dalam kegiatan penyuluhan.


Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Posyandu

b. Evaluasi proses:

Masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan.


Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).

c. Evaluasi hasil:

Masyarakat mengerti tentang Tetralogy of fallot dan mampu menjelaskan


ulang tentang:

1. Pengertian Tetralogy of fallot dengan benar

2. Tanda dan gejala Tetralogy of fallot dengan benar


3. Cara penatalaksanaan Tetralogy of fallot dengan benar
Singaraja, 10 November 2018

Sekertaris Ketua Kelompok

Gusti Ayu Putu Mertasari Ni Kadek Anggreniasih

17089014055 17089014005

Mengetahui,
Kepala Desa Anturan Clinical Teacher (CT)

STIKes Buleleng

Ir.I Made Budi Arsana Ns.Mochamad Heri,S.Kep.,M.Kep

0827068801

MATERI PENYULUHAN
TETRALOGY OF FALLOT
1. Definisi
Tetralogy of fallot (TOF) adalah kelainan jantung dengan gangguan
sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek
septum ventrikel, stenosis pulmonal, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel
kanan.
Tetralogy of fallot (TOF) merupakan penyakit jantung sianotik yang
paling banyak ditemukan dimana tetralogi fallot menempati urutan keempat
penyakit jantung bawaan pada anak setelah defek septum ventrikel,defek
septum atrium dan duktus arteriosus persisten,atau lebih kurang 10-15 % dari
seluruh penyakit jantung bawaan, diantara penyakit jantung bawaan sianotik
Tetralogi fallot merupakan 2/3 nya. Tetralogi fallot merupakan penyakit
jantung bawaan yang paling sering ditemukan yang ditandai dengan sianosis
sentral akibat adanya pirau kanan ke kiri.
Tetralogy of fallot (TOF) adalah kelainan jantung dengan gangguan
sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek
septum ventrikel (lubang diventrikel kiri dan kanan), stenosis pulmonal
(penyempitan katup pulmonal), overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel
kanan (penebalan ventrikel kanan). Komponen yang paling penting dalam
menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat
ringan sampai berat.Stenosis pulmonal bersifat progres makin lama makin
berat.
2. Etiologi
Kebanyakan penyebab dari kelainan jantung bawaan tidak diketahui.
Biasanya melibatkan berbagai faktor. Faktor prenatal yang berhubungan
dengan resiko terjadinya tetralogi Fallot adalah:
- Selama hamil, ibu menderita rubella (campak Jerman) atau infeksi
virus lainnya
- Gizi yang buruk selama hamil
- Ibu yang alkoholik
- Usia ibu diatas 40 tahun
- Ibu menderita diabetes.

Pada sebagian besar kasus, penyebab penyakit jantung bawaan tidak


diketahui secara pasti. diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen.
Faktor –faktor tersebut antara lain :
 Faktor endogen:
- Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom
- Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan
- Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus,
hipertensi, penyakit jantung atau kelainan bawaan
 Faktor eksogen:
- Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau
suntik,minum obat-obatan tanpa resep dokter,
(thalidmide,dextroamphetamine.aminopterin,amethopterin, jamu)
- Ibu menderita penyakit infeksi : rubella
- Pajanan terhadap sinar -X
Tetralogy of Fallot lebih sering ditemukan pada anak-anak yang
menderita sindroma Down. Tetralogi Fallot dimasukkan ke dalam kelainan
jantung sianotik karena terjadi pemompaan darah yang sedikit mengandung
oksigen ke seluruh tubuh, sehingga terjadi sianosis (kulit berwarna ungu
kebiruan) dan sesak nafas. Mungkin gejala sianotik baru timbul di kemudian
hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik karena menyusu atau
menangis.
Tetralogi of Fallot terjadi pada sekitar 50 dari 100.000 bayi dan
merupakan kelainan jantung bawaan nomor 2 yang paling sering terjadi.
3. Patofisiologi
Pengembalian vena sistemik ke atrium kanan dan ventrikel kanan
berlangsung normal. Ketika ventrikel kanan menguncup, dan menghadapi
stenosis pulmonalis, maka darah akan dipintaskan melewati cacat septum
ventrikel tersebut ke dalam aorta. Akibatnya terjadi ketidak jenuhan darah
arteri dan sianosis menetap. Aliran darah paru paru, jika dibatasi hebat oleh
obstruksi aliran keluar ventrikel kanan, dapat memperoleh pertambahan dari
sirkulasi kolateral bronkus dan kadang dari duktus arteriosus menetap.

4. Manifestasi klinis
Gejalanya bisa berupa:
· Bayi mengalami kesulitan untuk menyusu
· Berat badan bayi tidak bertambah
· Pertumbuhan anak berlangsung lambat
· Perkembangan anak yang buruk
· Sianosis
· Jari tangan clubbing (seperti tabuh genderang karena kulit atau tulang
di sekitar kuku jari tangan membesar)
· Sesak nafas jika melakukan aktivitas
· Setelah melakukan aktivitas, anak selalu jongkok.
· Dispnea de’effort
· Tidak nafsu makan
· Gagal tumbuh
· Polisitemia
Serangan sianosis biasanya terjadi ketika anak melakukan aktivitas
(misalnya menangis atau mengedan), dimana tiba-tiba sianosis memburuk
sehingga anak menjadi sangat biru, mengalami sesak nafas dan bisa pingsan.

5. Penatalaksanaan
Pada penderita yang mengalami serangan sianosis maka terapi
ditujukan untuk memutus patofisiologi serangan tersebut, antara lain dengan
cara:
- Posisi lutut ke dada agar aliran darah ke paru bertambah.
- Morphine sulfat 0,1-0,2 mg/kg SC, IM atau Iv untuk menekan pusat
pernafasan dan mengatasi takipneu.
- Bikarbonas natrikus 1 Meq/kg BB IV untuk mengatasi asidosis.
- Oksigen dapat diberikan, walaupun pemberian disini tidak begitu tepat
karena permasalahan bukan karena kekuranganoksigen, tetapi karena
aliran darah ke paru menurun.

Dengan usaha diatas diharapkan anak tidak lagi takipnea, sianosis


berkurang dan anak menjadi tenang. Bila hal ini tidak terjadi dapat dilanjutkan
dengan pemberian :
- Propanolo l 0,01-0,25 mg/kg IV perlahan-lahan untuk menurunkan
denyut jantung sehingga seranga dapat diatasi. Dosis total dilarutkan
dengan 10 ml cairan dalam spuit, dosis awal/bolus diberikan separohnya,
bila serangan belum teratasi sisanya diberikan perlahan dalam 5-10 menit
berikutnya.
- Ketamin 1-3 mg/kg (rata-rata 2,2 mg/kg) IV perlahan. Obat ini bekerja
meningkatkan resistensi vaskuler sistemik dan juga sedatif.
- Penambahan volume cairan tubuh dengan infus cairan dapat efektif dalam
penganan serangan sianotik. Penambahan volume darah juga dapat
meningkatkan curah jantung, sehingga aliran darah ke paru bertambah
dan aliran darah sistemik membawa oksigen ke seluruh tubuh juga
meningkat.
- Paliatif operasi
Melibatkan pembentukan anastomosis antara arteri subklavia dan arteri
pulmonalis .
- Bedah perbaikan total

Operasi jantung terbuka di rancang untuk :


- Meningkatkan arus keluar ventrikel kanan stenosis saluran dengan hati-
hati reseksi otot.
- Untuk memperbaiki VSD dengan Gore-tex patch atau sesuatu homograft.

Lakukan selanjutnya:
- Propanolol oral 2-4 mg/kg/hari dapat digunakan untuk serangan sianotik.
- Bila ada defisiensi zat besi segera diatasi.
- Hindari dehidrasi.
6. Prognosis
Tanpa operasi prognosis tidak baik. Rata-rata mencapai umur 15 tahun, tapi
semua ini bergantung kepada besar kelainan. Ancaman pada anak dengan TF adalah
abses otak pada umur 2-3 tahun. Gejala neurologis disertai demam dan leukositosis
memberikan kecurigaan akan adanya abses otak. Anak dengan TF cenderung untuk
menderita perdarahan banyak karena mengurangnya trombosit dan fibrinogen
kemungkinan timbulnya endokarditis bakterialis selalu ada.

DAFTAR PUSTAKA
Doyle, Kavanaugh-McHugh A. Pathophysiology, clinical features, and diagnosis of
tetralogy of fallot. Diakses dari (http://www.uptodate.com/contents/pathophysiology-
clinical-features-and-diagnosis-of-tetralogy-of-fallot) pada tanggal 27 November
2017