Anda di halaman 1dari 2

METODOLOGI

Pengambilan data MT dilakukan pada daerah Sedati, Jawa Timur tepatnya di sekitar Candi Tawangalun.
Alat ukur MT yang digunakan yaitu ADU-07e sebagai unit perekaman data hasil pengukuran dan
pengolahan sinyal, serta beberapa komponen meliputi tiga coil sebagai penerima medan magnetik pada
sumbu-x (Hx), sumbu-y (Hz) dan sumbu-z (Hz). Kemudian dibutuhkan dua pasang porospot (4 buah)
untuk merekam respon medan listrik di sumbu Ex dan Ey, satu elektroda sebagai ground, tujuh buah
kabel untuk menghubungkan coil dan porospot dengan alat MT ADU-07e dan satu buah laptop untuk
monitoring alat. Adapun beberapa alat yang digunakan sebagai alat pendukung akusisi data yaitu satu
buah kompas sebagai penunjuk arah, satu buah GPS untuk plotting titik koordinat pengukuran, pacul
dan linggis yang digunakan untuk menggali tanah agar coil dan porospot stabil tertanam pada tanah,
serta waterpass untuk pengecekan posisi coil yang tertanam pada posisi horizontal dan vertical. Data
yang digunakan merupakan data hasil survei magnetotellurik pada 4 titik pengukuran dengan Penelitian
dilakukan pada tanggal 29 April 2018 pada pukul 06.30-22.30 WIB.

Gambar 1. Desain akuisisi pengukuran MT

1. 7°23'58.08"S 112°47'20.00"E
2. 7°24'0.03"S 112°47'21.70"E
3. 7°23'59.42"S 112°47'20.13"E
4. 7°24'1.25"S 112°47'24.67"E
5m 10 m

5m
10 m
10 m

5m
10 m

Porospot

Gambar 2. Desain alat pengukuran MT