Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ida Ayu Sinta

Mahadewi
NIM : 1707531151
RPS 4

PERATURAN KEANGGOTAAN

I. PERIZINAN KEANGGOTAAN BURSA


Proses perizinan menjadi Anggota Bursa Efek Indonesia (AB), Anggota Kliring
KPEI (AK) dan Partisipan KSEI dapat dilakukan secara parallel. Dalam Undang Undang
No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Anggota
Bursa Efek adalah Perantara Pedagang Efek dan atau Pihak lain yang telah memperoleh
izin usaha dari OJK dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana
Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek.

II. IT OFFICER REMOTE TRADING (RT) AB


Bursa Efek Indonesia menetapkan agar setiap AB memiliki IT Officer RT yang
didaftarkan di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang
Keanggotaan Bursa. Hal ini antara lain untuk memudahkan koordinasi AB dengan Bursa
apabila terdapat hal-hal yang memerlukan tindak lanjut atas sistem Remote Trading,

Prosedur untuk pendaftaran IT Officer RT dimulai dengan penyampaian


permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan)
selanjutnya Bursa akan melakukan penelaahan dokumen dan dalam waktu paling lambat
3 Hari Bursa sejak diterimanya dokumen secara lengkap dan calon IT Officer yang
didaftarkan memenuhi persyaratan maka Bursa akan menerbitkan surat persetujuan
pendaftaran IT Officer RT.

III. PERIZINAN FASILITAS ONLINE ANGGOTA BURSA


AB yang akan mengembangkan dan memberikan fasilitas penyampaian pesanan
secara langsung (online) untuk nasabahnya, wajib memperoleh persetujuan terlebih
dahulu dari Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor III-A tentang
Keanggotaan Bursa.
Prosedur untuk menjadi AB yang menyediakan fasilitas online bagi nasabah
dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa disertai dengan dokumen
pendukung (persyaratan) selanjutnya Bursa akan melakukan penelaahan dokumen
selama paling lama 5 Hari Bursa dan dalam waktu paling lambat 5 Hari Bursa sejak
diterimanya dokumen secara lengkap maka apabila AB memenuhi persyaratan Bursa
akan menyampaikan jadwal pengujian teknis (sistem) online AB..
IV. PERIJINAN ANGGOTA BURSA KONTRAK BERJANGKA DAN OPSI
Produk yang diperdagangkan di Bursa Efek, selain Efek berifat ekuitas juga
turunan (derivative) dari Efek berupa produk Kontrak Berjangka dan Opsi. Saat ini
hanya produk Kontrak Berjangka yang telah diperdagangkan di Bursa, sedangkan Opsi
masih dalam proses pengembangan produk oleh Bursa.
Untuk dapat memperdagangkan Kontrak Berjangka dan atau Opsi, AB
diwajibkan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Bursa sebagaimana diatur
dalam Peraturan Bursa Nomor III-B tentang Anggota Bursa Yang Dapat
Memperdagangkan Kontrak Berjangka dan Opsi.

V. KEWAJIBAN PELAPORAN ANGGOTA BURSA


Untuk menjaga keteraturan dan keamanan perdagangan Efek, Bursa mewajibkan
AB untuk menyampaikan laporan berkala maupun sewaktu-waktu kepada Bursa sesuai
dengan Peraturan Bursa nomor III-D tentang Kewajiban Pelaporan Anggota Bursa Efek
dan Dealer Partisipan.
Laporan oleh AB wajib disampaikan kepada Bursa dalam bentuk dokumen
tercetak dan atau dokumen elektronik (softcopy). Apabila batas waktu penyampaian
laporan jatuh pada hari libur maka AB wajib menyampaikan laporan dimaksud selambat-
lambatnya pada Hari Bursa terakhir sebelum hari libur tersebut.
VI. PEMERIKSAAN ANGGOTA BURSA
Dalam menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien,
Bursa berwenang melakukan pengawasan terhadap AB yang dapat dilakukan dengan
cara Pemeriksaan terhadap AB sesuai dengan Peraturan Bursa nomor III-E tentang
Pemeriksaan Anggota Bursa Efek. Jenis Pemeriksaan terhadap AB berupa pemeriksaan
berkala maupun sewaktu-waktu.
Bursa melaporkan hasil pemeriksaan atas masalah-masalah material yang ditemui
dalam proses pemeriksaan untuk disampaikan kepada OJK, Dewan Komisaris dan
Direksi Bursa serta dapat memberikan hasil pemeriksaan berkala kepada AB yang
diperiksa.
VII. SANKSI
Bursa berwenang melakukan tindakan yang diperlukan terhadap AB dalam
rangka mewujudkan perdagangan yang teratur, wajar dan efisien. AB yang melakukan
pelanggaran terhadap Peraturan Bursa dan atau melakukan perbuatan yang dapat
merusak citra Bursa Efek pada khususnya dan Pasar Modal pada umumnya, dan atau

2
yang dapat menghambat perdagangan di Bursa, dapat dikenakan sanksi oleh Bursa sesuai
dengan Peraturan Bursa Nomor III-F tentang Sanksi.
Dalam hal AB dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka pembayaran denda
tersebut harus telah efektif di rekening Bursa selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari
kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa. Apabila AB tidak
membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka AB yang bersangkutan
dapat dikenakan sanksi suspensi.
Setiap pengenaan sanksi diumumkan di Bursa. AB dapat mengajukan keberatan
kepada Bursa atas sanksi yang dikenakan oleh Bursa dalam jangka waktu paling lambat
10 (sepuluh) Hari Bursa setelah Bursa mengenakan sanksi. Pengajuan keberatan oleh AB
tidak mengakibatkan penundaan pengenaan sanksi oleh Bursa kepada AB yang
bersangkutan dan AB tetap memenuhi kewajibannya kepada Bursa termasuk kewajiban
pembayaran denda.
Dalam hal AB dikenakan sanksi pembekuan kegiatan usaha sebagai Perantara
Pedagang Efek oleh OJK maka Bursa sesegera mungkin melakukan suspensi terhadap
AB tersebut dan AB yang bersangkutan tidak dapat melakukan pesanan titipan jual dan
atau beli.
VIII. SUSPENSI ANGGOTA BURSA
Dalam rangka menjaga terselenggaranya perdagangan Efek yang teratur, wajar
dan efisien, Bursa dapat Bursa dapat melakukan Suspensi terhadap AB berdasarkan:
a. permintaan Anggota Bursa Efek yang bersangkutan
b. sanksi yang dikenakan oleh Bursa
c. adanya perintah dari OJK untuk melakukan Suspensi atau OJK mengenakan sanksi
pembekuan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap AB atau
mengenakan pembatasan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek terhadap
AB; atau menghentikan sementara kegiatan usaha Perantara Pedagang Efek terhadap
AB.

Selain hal diatas Bursa dapat mengenakan suspensi kepada AB apabila AB


dinyatakan gagal bayar oleh KPEI atau AB diajukan pailit oleh OJK.

Sanksi Suspensi dilakukan oleh Bursa selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa


setelah Bursa mengetahui terjadinya kondisi yang menyebabkan suspensi dan berlaku
sesuai waktu yang ditetapkan oleh Bursa.

IX. PENCABUTAN PERSETUJUAN KEANGGOTAAN BURSA


Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa dapat dilakukan karena permintaan
AB yang bersangkutan atau sanksi yang dikenakan oleh Bursa. Bursa melarang

3
Perusahaan Efek yang tidak menjadi Anggota Bursa Efek untuk mencantumkan kata-kata
“Anggota Bursa Efek Indonesia” atau “Member of Indonesia Stock Exchange” pada
petunjuk identitas perusahaan dan kegiatan usaha termasuk namun tidak terbatas pada
kop surat, papan nama dan kartu nama Perusahaan Efek.
X. KEANGGOTAAN MARJIN DAN SHORT SELLING
Yang dapat melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling adalah
AB yang telah memperoleh persetujuan melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi
Short Selling dari Bursa. AB dapat memperoleh persetujuan dari
Bursauntuk melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling apabila
memenuhi persyaratan.
Prosedur untuk menjadi AB yang dapat melakukan transaksi marjin dan atau
transaksi short selling dimulai dengan penyampaian permohonan AB kepada Bursa
disertai dengan dokumen pendukung (persyaratan) Bursa melakukan review dan
pemeriksaan ke lokasi untuk memastikan bahwa Anggota Bursa Efek yang bersangkutan
telah memiliki kesiapan sistem operasional terutama terkait dengan sistem manajemen
risiko atas pembiayaan penyelesaian transaksi Efek bagi nasabah. Apabila berdasarkan
hasil pemeriksaan Bursa tidak terdapat hal-hal yang dapat menghalangi Anggota Bursa
Efek tersebut melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short Selling, maka Bursa
mengeluarkan Surat Persetujuan melakukan Transaksi Marjin dan atau Transaksi Short
Selling.
Bursa melakukan pemeriksaan terhadap AB yang telah memperoleh persetujuan
Marjin dan atau Short Selling secara berkala sekurang-kurangnya dilakukan sekali dalam
setahun.
Dalam hal AB tidak lagi memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan Transaksi
Marjin dan atau Transaksi Short Selling sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II di
atas, maka Bursa melakukan pencabutan persetujuan untuk melakukan Transaksi Marjin
dan atau Transaksi Short Selling bagi AB yang bersangkutan.
XI. PELELANGAN DAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAM BURSA
Saham Bursa yang dijual secara lelang oleh Bursa terdiri dari 3 (tiga) kategori
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.A.11 tentang
Pelelangan Saham Bursa Efek, yaitu Kategori A, Kategori B, dan Kategori C.

Saham Bursa Kategori A dan Kategori C hanya dapat dialihkan melalui


mekanisme lelang yang diselenggarakan.

Untuk dapat mengikuti pelelangan Saham Bursa, Pemilik Saham Kategori B


menyampaikan permohonan penjualan sahamnya kepada Bursa selambat-lambatnya 25

4
(dua puluh lima) hari sebelum pelaksanaan pelelangan dengan menyebutkan batasan
harga terendah yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai Harga Pembukaan Lelang
saham Kategori B.

Dalam rangka pelaksanaan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa, maka


KPEI dapat meminta Bursa untuk menjual Saham Bursa milik pemegang Saham Bursa
yang telah diagunkan kepada KPEI sesuai dengan akta pengikatan agunan Saham Bursa
dan peraturan yang berlaku, melalui pelelangan Saham Bursa yang dilakukan oleh
Bursa. Dalam hal yang demikian segala akibat yang timbul dari keputusan KPEI untuk
melelang.

Bursa melakukan buy back Saham Bursa pada harga nominal atas Saham Bursa
Kategori B yang tidak berhasil dijual dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak Bursa
menerima permohonan penjualan dari pemilik Saham Kategori B tersebut atau Saham
Bursa Kategori B yang langsung dimintakan oleh pemiliknya untuk dilakukan buy back
oleh Bursa serta Saham Bursa Kategori C yang tidak berhasil dijual melalui pelelangan
yang dilaksanakan oleh Bursa dalam 6 (enam) kali pelelangan berturut-turut.

Pelaksanaan buy back Saham Bursa dilakukan pada penutupan pelelangan ke-6
(enam) untuk saham Kategori C atau selambat-lambatnya pada Hari Bursa berikutnya
setelah dilampauinya jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak Bursa menerima
permintaan penjualan dari Pemilik Saham Kategori B. Pemilik Saham Kategori B dan
Kategori C dapat mengajukan permohonan untuk buy back sahamnya kepada Bursa
dengan harga nominal sebelum berakhirnya batas waktu yang ditetapkan.