Anda di halaman 1dari 4

4.

5 Pengaruh Jenis Bahan Baku terhadap fermentasi Asam Asetat

Gambar 4.8 Hubungan antara bahan baku terhadap asetat yang dihasilkan

Dari grafik dapat dliat bahwa kadar asam asetat pada tomat busuk mulai hari ke-2 selalu lebih
besar seiring dengan waktu fermentasi daripada tomat segar. Hal ini dikarenakan bahwa
tomat busuk kondisinya sudah menjadi lebih asam daripada tomat segar, sehingga alcohol
yang ada pada tomat busuk menjadi lebih besar. Sehingga pada saat kondisinya sudah asam
maka bakteri Acetobacter aceti akan lebih aktif untuk mengubah alcohol menjadi asam
asetat. Sehingga kadar yang dihasilkan juga menjadi lebih besar daripada tomat segar.
Sedangkan pada hari ke-1 kadar asam asetat tomat segar lebih besar daripada tomat busuk.
Hal ini karena konsentrasi gula pada tomat segar masih tinggi, sehingga kinerja mikroba
merombak gula menjadi alcohol pun semakin besar. Maka alkohol yang dihasilkannya tinggi
dan semakin banyak alkohol yang dihasilkan maka asam asetat yang dihasilkan akan semakin
banyak (januaresti, et al)
Gambar 4.9 Hubungan antara bahan baku terhadap asetat yang dihasilkan

Dari grafik dapat dliat bahwa kadar asam asetat pada tomat busuk mulai hari ke-3 selalu lebih
besar seiring dengan waktu fermentasi daripada tomat segar. Hal ini dikarenakan bahwa
tomat busuk kondisinya sudah menjadi lebih asam daripada tomat segar, sehingga alcohol
yang ada pada tomat busuk menjadi lebih besar. Sehingga pada saat kondisinya sudah asam
maka bakteri Acetobacter aceti akan lebih aktif untuk mengubah alcohol menjadi asam
asetat. Sehingga kadar yang dihasilkan juga menjadi lebih besar daripada tomat segar
(syarief, 2009) dalam (leasa, 2015). Sedangkan pada hari ke-1 hingga ke-2 kadar asam asetat
tomat segar lebih besar daripada tomat busuk. Hal ini karena konsentrasi gula pada tomat
segar masih tinggi, sehingga kinerja mikroba merombak gula menjadi alcohol pun semakin
besar. Maka alkohol yang dihasilkannya tinggi dan semakin banyak alkohol yang dihasilkan
maka asam asetat yang dihasilkan akan semakin banyak (januaresti, et al).
Gambar 4.10 Hubungan antara bahan baku terhadap asetat yang dihasilkan

Dari grafik dapat dliat bahwa kadar asam asetat pada tomat busuk mulai hari ke-3 selalu lebih
besar seiring dengan waktu fermentasi daripada tomat segar. Hal ini dikarenakan bahwa
tomat busuk kondisinya sudah menjadi lebih asam daripada tomat segar, sehingga alcohol
yang ada pada tomat busuk menjadi lebih besar. Sehingga pada saat kondisinya sudah asam
maka bakteri Acetobacter aceti akan lebih aktif untuk mengubah alcohol menjadi asam
asetat. Sehingga kadar yang dihasilkan juga menjadi lebih besar daripada tomat segar
(syarief, 2009) dalam (leasa, 2015). Sedangkan pada hari ke-1 hingga ke-2 kadar asam asetat
tomat segar lebih besar daripada tomat busuk. Hal ini karena konsentrasi gula pada tomat
segar masih tinggi, sehingga kinerja mikroba merombak gula menjadi alcohol pun semakin
besar. Maka alkohol yang dihasilkannya tinggi dan semakin banyak alkohol yang dihasilkan
maka asam asetat yang dihasilkan akan semakin banyak (januaresti, et al).
Gambar 4.10 Hubungan antara bahan baku terhadap asetat yang dihasilkan

Dari grafik dapat dliat bahwa kadar asam asetat pada tomat busuk mulai hari ke-2 selalu lebih
besar seiring dengan waktu fermentasi daripada tomat segar. Hal ini dikarenakan bahwa
tomat busuk kondisinya sudah menjadi lebih asam daripada tomat segar, sehingga alcohol
yang ada pada tomat busuk menjadi lebih besar. Sehingga pada saat kondisinya sudah asam
maka bakteri Acetobacter aceti akan lebih aktif untuk mengubah alcohol menjadi asam
asetat. Sehingga kadar yang dihasilkan juga menjadi lebih besar daripada tomat segar
(syarief, 2009) dalam (leasa, 2015). Sedangkan pada hari ke-1 kadar asam asetat tomat segar
lebih besar daripada tomat busuk. Hal ini karena konsentrasi gula pada tomat segar masih
tinggi, sehingga kinerja mikroba merombak gula menjadi alcohol pun semakin besar. Maka
alkohol yang dihasilkannya tinggi dan semakin banyak alkohol yang dihasilkan maka asam
asetat yang dihasilkan akan semakin banyak (januaresti, et al).