Anda di halaman 1dari 25

`KUMPULAN LAPORAN PRAKTIK STASE KEPERAWATAN

KELUARGA (ASUHAN KEPERAWATAN, LAPORAN KUNJUNGAN


DAN SATUAN ACARA PENYULUHAN) DI BANJAR POKAS,
KECAMATAN BLAHBATUH GIANYAR
TANGGAL 03 -11 FEBRUARI 2019

OLEH :

NI LUH PUTU EKAWATI

NIM 18.901.2050

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRAMEDIKA BALI
2019
YAYASAN SAMODRA ILMU CENDEKIA
STIKES WIRA MEDIKA BALI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kecak no. 9A Gatot Subroto Timur Denpasar-Bali 80239

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “L” DENGAN


HIPERTENSI DI BANJAR POKAS,KECAMATAN BLAHBATUH,GIANYAR
TANGGAL 03 -11 FEBRUARI 2019

A. PENGKAJIAN
I. DATA UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bp.L Pendidikan : SD
Umur : 69 tahun Pekerjaan : Tidak bekerja
Agama : Hindu Alamat : Br. Pokas
Suku : Bali

2. Komposisi Keluarga
No. Nama L/P Umur Hub. Dgn KK Pendidikan Pekerjaan
(th)
1 Ibu R P 67 Istri SD Jarit
canang
2 Bp B L 36 Anak SMP Wiraswasta

3 Ibu S P 38 Menantu SD Pedagang


4 An. R P 17 Cucu SMA Pelajar

5 AN. C L 15 Cucu SMP -Pelajar


3. Genogram

69 thn, 67 thn
hipertensi Sehat

40 thn 38 36 thn Sehat


sehat tahun
38 tahun sehat
Sehat

15 thn Sehat
17 thn sehat

Keterangan :

: laki- laki

: perempuan

------- : tinggal serumah

: pasien
4. Tipe Keluarga
1) Jenis tipe keluarga : Tipe keluarga Bp. “L” adalah keluarga besar (extended
family ) yang terdiri istri, 2 orang anak istri, dan 2 orang cucu
2) Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : Tidak ada masalah yang terjadi
dalam keluarga Bp.L yang keluarganya termasuk dalam jenis tipe keluarga
besar. Keluarga Bp. L tetap bertanggung jawab dalam perawatan seluruh
anggota keluarganya.

5. Suku Bangsa
1) Asal suku bangsa : seluruh anggota keluarga berasal dari suku Bali dan
bangsa Indonesia
2) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : keluarga mengatakan tidak
memiliki budaya yang mengkhusus dan berhubungan dengan kesehatan
6. Agama dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Kesehatan
Keluarga Bp. L beragama Hindu, keluarganya percaya bahwa dengan rajin
berdoa dan melakukan beberapa ritual keagamaan lainnya maka akan
mempengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarganya.
7. Status Sosial Ekonomi Keluarga
1) Anggota keluarga yang mencari nafkah dalam keluarga adalah Bp. B,
Ibu S
2) Penghasilan : kurang lebih penghasilan yang didapat sekitar 1 Juta-1,5
juta/perbulan bulan, menurut keluarga cukup untuk memenuhi
kebutuhan keluarga
3) Upaya lain : Keluarga rutin mengeluarkan uang untuk pembelanjaan
kebutuhan keluarga selama satu bulan, keperluan anak, pembayaran
listrik dll.
4) Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) : perabotan yang
dimiliki keluarga antara lain TV, kipas angin, perabotan dapur, sepeda
motor
5) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : kebutuhan bulanan keluarga,
kebutuhan cucu ,dan pembayaran listrik dan air
6) Tabungan khusus kesehatan : keluarga mengatakan sudah memiliki
jaminan kesehatan KIS
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga tidak pernah melakukkan rekreasi bersama-sama. Rekreasi yang
biasanya dilakukan tiap hari adalah menonton TV bersama pada malam hari
sebelum tidur.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini :
Tahap perkembangan keluarga Bp “L” saat ini termasuk keluarga pada
Tahap VIII keluarga dalam masa lansia. Tugas perkembangan keluarga pada
tahap VIII yaitu mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan,
menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun, mempertahankan
hubungan perkawinan, menyesuiakan diri terhadap kehilangan pasangan,
mempertahankan ikatan keluarga antar generasi, meneruskan untuk
memahami eksistensi mereka, saling memberi perhatian yang menyenangkan
antar pasangan, merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti
berolahraga, berkebun, mengasuhcucu.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya :
Tahap keluarga yang belum terlampaui tidak ada
3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti :
1) Riwayat terbentuknya keluarga inti :
Bp. “L” dan Ibu “R” menikah atas dasar cinta, tanpa paksaan dari pihak
lain. Mereka menikah dengan usia yang tidak jauh berbeda, dan direstui
oleh keluarga dari kedua belah pihak Bp.”L” dan Ibu “R” mengatakan
bahwa ia merasa bahagia dengan perkawinannya selama ini.
2) Riwayat kesehatan keluarga inti :
Seluruh anggota keluarga Bp.”L” sebelumnya tidak pernah mengalami
sakit yang serius. Biasanya mereka hanya menderita batuk, pilek ataupun
demam
3) Riwayat Kesehatan Masing-masing Keluarga :
No. Nama Umu BB/TB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan
r kesehatan kesehatan yg telah
dilakukan
1 Bp. L 69 th 55kg/162 Sakit lengkap Hipertensi Tindakan
cm yang telah
dilakukan
yaitu
minum obat
bintang 7,
memakai
minyak
angin,
makan
buah naga,
timun
2 Ibu R 67 th 65kg/160cm Sehat lengkap Tidak ada

--
3 Bp B 36 th 60kg/159 Sehat lengkap Tidak ada
cm -
4 Ibu S 38 th 63 Sehat Lengkap Tidak ada -
kg/163cm -

5 An. R 17 th 50 kg/ Sehat Lengkap Tidak ada -


154cm -

6 An. C 15 th 46 Sehat Lengkap Tidak ada -


kg/150cm -

4) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan


Keluarga Bp “L” mengatakan bila sakit atau merasa nyeri kepala jarang
memeriksakannya ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Biasanya bapak
‘L” membeli obat-obatan di warung seperti obat bintang 7 , memakai minyak
angin dan mengkonsumsi buah naga dan timun
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya :
Keluarga Bp. “L” tidak pernah memiliki riwayat penyakit keturunan seperti
hipertensi, DM dll.

III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


1. Karateristik Rumah :
1) Luas rumah : Luas rumah yang dihuni Bp. “L” seluas 2,5 are
2) Tipe rumah : tipe rumah Bp”L” adalah rumah permanen bergaya
tradisional Bali.
3) Kepemilikan : rumah yang ditempati keluarga Bp. “L” kepemilikannya
permanen dan Bp. “L” sebagai pemilik rumah tersebut
4) Jumlah dan rasio kamar/ ruangan : dalam rumah terdapat 3 kamar tidur, 1
kamar mandi, 1 dapur, 1 kamar tamu, dan 1 bale dangin, dan 1 warung
5) Ventilasi/ jendela : sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan dan jendela
depan dan samping rumah
6) Pemanfaatan ruangan : keluarga sudah memanfaatkan ruangan sesuai.
Kamar tidur untuk tidur, dapur untuk memasak dan makan, halaman
untuk menanam tanaman bunga.
7) Septic tank : letak septic tank dengan sumur berjarak ≥dari 10 meter
8) Sumber air minum : sumber air minum untuk keperluan sehari-hari dalam
rumah tangga, keluarga menggunakan air klebutan yang dimasak sebelum
di konsumsi.
9) Kamar mandi/ WC : kondisi kamar mandi bersih, keluarga memiliki 1
buah kamar mandi yang didalamnya juga berisi closet.
10) Sampah : tempat sampah dirumah menggunakan keranjang diisi plastik
yang terbuka dan kemudian di angkut oleh petugas sampah.Kebersihan
lingkungan : kondisi lingkungan keluarga cukup bersih, rumah juga
cukup bersih.
11) Denah Rumah :

2 5

2
1
2

7
6

Keterangan :
1 : pintu masuk rumah
2 : kamar tidur
3 : tempat suci /sanggah
4 : bale dangin
5 : warung
6 : kamar mandi dan toilet
7 : dapur
2. Karateristik Tetangga dan Komunitas RW (kepedulian tetangga dengan
keluarga):
Keluarga Bp “L” tinggal dilingkungan yang cukup padat, mayoritas penduduk
bersuku bali, rata-rata bekerja sebagai buruh, wiraswasta, swasta, petani, dan
PNS. Lingkungan tetangga cukup akrab dan saling menolong apabila ada yang
mengalami kesulitan. Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan tidak ada.
3. Mobilitas Geografis Keluarga (lama tinggal, jalur transportasi) :
Keluarga Bp.”L” sudah lama tinggal dirumah ini, rumah Bp. “L” dipinggir
jalan utama banjar Pokas. Jenis kendaraan yang dipakai biasanya sepeda
motor
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat (keaktifan
keluarga dalam masyarakat : arisan PKK, dll)
Bp. “L”, Ibu”R” , Bp B, Ibu S, An. R, An. C selalu berpartisipasi apabila ada
kegiatan di balai banjar maupun di pura.
5. Sistem Pendukung Keluarga (terutama masalah keuangan)
Bila keluarga Bp.”L” ada masalah, biasanya keluarga selalu
mendiskusikannya secara musyawarah bersama.

IV. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola/cara Komunikasi Keluarga : interaksi dalam keluarga paling sering
dilakukan pada sore hingga malam hari, pola komunikasi keluarga
terbuka antara keluarga apabila terdapat masalah keluarga biasanya
mendiskusikannya bersama-sama
2. Struktur Kekuatan Keluarga : keluarga saling mendukung satu sama lain,
respon keluarga bila ada anggota keluarganya yang bermasalah selalu
mencari jalan keluarnya bersama-sama
3. Struktur Peran (peran masing-masing anggota keluarga)
1) Bp. “L” sebagai kepala keluarga
2) Ibu “R” sebagai istri Bp. “L” , dirumah sebagai seorang nenek,
berperan untuk membantu menjaga cucu dan membantu urusan
membuat sesajen,
3) Bp. “B” sebagai anak dari Bp. “L” ikut serta sebagai pencari nafkah
4) Ibu “S” sebagai menantu dari Bp. “L” dan Ibu “R”, ikut serta sebagai
pencari nafkah
5) An. R, anak dari Bp. “B” dan Ibu “S “cucu dari Bp. “L” dan Ibu “R”,
6) An. C , anak dari Bp. “B” dan Ibu “S “cucu dari Bp. “L” dan Ibu “R”,
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga
seperti sembahyang setiap akan bepergian dan sembahya rutin 1x sehari tiap
pagi atau malam hari. Bila akan keluar rumah dan terlambat datang harus
memberi tahu dulu kepada anggota keluarga.
V. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
1) Cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih sayang : dengan saling
memperhatikan satu sama lain.
2) Perasaan saling memiliki : respon keluarga sangat bangga bila ada
anggota keluarga yang berhasil dan keluarga sangat sedih bila anggota
keluarga ada yang sakit/ meninggal
3) Dukungan terhadap anggota keluarga : keluarga selalu saling mendukung
apapun kegiatan positif yang dilakukan anggota keluarga
4) Kehangatan : keluarga cukup perhatian dalam membina rumah tangga dan
menjaga kondisi kesehatannya
5) Saling menghargai : keluarga saling mengerti, menghargai satu sama
lainnya

2. Fungsi Sosialisasi
1) Kerukunan hidup dalam keluarga : keluarga hidup rukun bersama anggota
lainnya
2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga selalu mengajarkan dan
menanamkan perilaku sosial yang baik yaitu perlunya berhubungan baik
berinteraksi dalam keluarga maupun masyarakat. Anggota keluarga yang
dominan dalam pengambilan keputusan biasanya dilakukan oleh Bp.”L”
dengan didukung oleh semua anggota keluarganya
3) Kegiatan keluarga di waktu senggang : keluarga biasanya mengobrol dan
menonton TV
4) Partisipasi dalam kegiatan sosial : keluarga cukup aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat
sekitar.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
1) Kondisi perawatan kesehatan seluruh anggota keluarga
Bp.”L”mengatakan”tidak bisa bekerja karena usianya sudah tua.
Bp.”L”mengatakan menderita penyakit Hipertensi sudah sejak 2 Minggu
yang lalu. Bp.”L”diketahui menderita tensi tinggi saat ada petugas kesehatan
yang melakukan pemeriksaan kesehatan ke tiap-tiap rumah warga. Bp.”L”
jarang memeriksakan kesehatnnya tiap bulan ke tempat pelayanan kesehatan,
Apabila penyakitnya tak kunjung sembuh barulah memeriksakan
kesehatannya ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Bapak “L” jarang
mengkonsumsi obat antihipertensi. Bp.”L” hanya mengkonsumsi buah naga,dan
timun . Bp.”L”mengatakan bahwa ia sudah cukup mengetahui tanda-tanda
terjadinya peningkatan atau penurunan tekanan darah . Bp.”L” mengatakan
jika sakit kepala tindakan yang dilakukan yaitu membeli obat diwarung
seperti obat bintang 7 dan memakai minyak angin dan langsung tidur. Pada
saat pengkajian Bp.”L”mengatakan tidak mengalami keluhan.
2. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah kesehatan
keluarga :
Menurut keluarga, sakit yang dialami Bp.”L” ini tidak terlalu dirasakan,
Anggota keluarga mengatakan bahwa cukup mengetahui cukup mengetahui
tanda-tanda apabila terjadi peningkatan pada tekanan darah. Keluarga Bp.”L”
mengatakan jarang memeriksakan kesehatan, dan mengontrol kesehatannya
tiap bulan. Bp.”L” ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Jika Bp.”L” sakit
biasanya membeli obat di warung seprti obat bintang 7, dan mengkonsumsi
buah naga dan timun.
3. Kemampuan keluarga mengambil keputusan :
Keluarga Bp.”L” mengatakan bila ada anggota keluarganya menderita
penyakit seperti batuk, pilek, ataupun demam keluarga biasanya membeli
obat-obatan diwarung,apabila tak kunjung sembuh barulah memeriksakannya
ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
4. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit :
Keluarga mengatakan cukup paham cara merawat anggota keluarganya
yang menderita hipertensi mengenai makanan apa saja yang boleh dan tidak
boleh dikonsumsi serta seberapa takarannya.
5. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat :
Keluarga Bp.”L” mengatakan biasa menyapu rumahnya setiap hari dan
mengepel lantai. Keluarga jarang memanfaatkan tanaman obat yang ada di
rumah.
6. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat :
Selama ini keluarga jarang memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk
penyakit hipertensi yang diderita Bp.”L”

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek : stresor jangka pendek bersumber dari
kebutuhan perekonomian keluarga yang semakin meningkat
2. Stresor jangka panjang : Bp.”L” cemas akan komplikasi yang dapat
terjadi karena hipertensi
3. Respon keluarga terhadap stresor : upaya Bp.”L” mengatasi stress
biasanya mengajak cucunya bermain-main
4. Strategi koping : dalam menghadapi masalah biasanya keluarga
berdiskusi dengan saudara-saudaranya. Biasanya keluarga merasa
nyaman setelah berkomunikasi dengan anggota keluarganya yang lain
5. Strategi adaptasi fungsional : dari hasil pengkajian, tidak didapatkan
cara-cara maladaptive dalam mengatasi masalah
VII. PEMERIKSAAN FISIK
Hari/tanggal : 03 Februari 2019: jam 14.00 wita
Peme-riksa- Nama Anggota Keluarga
an
Bp.L Ibu R Bp B Ibu S Anak R Anak C

1 2 3 5 6 7 8
Tensi 160/100 130/90 120/80 120/80mm 110/70mm 110/70m
mmHg, mmHg mmHg Hg Hg mHg
Nadi 88x/mnt 82x/mnt 88x/mnt 80x/mnt 86x/mnt 80x/mnt
Suhu C 36,5 36,5 36,5 36,5 36,5 36,5
Respirasi 20x/mnt 20x/mnt 20 x/mnt 20 x/mnt 20 x/mnt 22x/mnt
BB/TB 55kg/162 65 kg/ 60kg/159 63 50 kg/ 46
cm 160cm cm kg/163cm 154cm kg/150cm
Kepala Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
normal, normal, normal, normal, normal, normal,
rambut rambut rambut rambut rambut rambut
lurus, lurus, lurus, lurus, lurus, lurus,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
luka, luka, luka, nyeri luka, nyeri luka, nyeri luka,
nyeri nyeri tekan (-) tekan (-) tekan (-) nyeri
tekan (-) tekan (-) tekan (-)
Mata, Normal, Normal, Normal, Normal, Normal, Normal,
telinga, reflek reflek reflek reflek reflek reflek
hidung, pupil pupil pupil +/+, pupil +/+, pupil +/+, pupil
tenggoroka +/+, +/+, kebersihan kebersihan kebersihan +/+,
n, mulut kebersi- kebersi- mulut mulut mulut kebersi-
han han cukup, cukup, cukup, han
mulut mulut tenggoro- tenggorok tenggoro- mulut
cukup, cukup, kan an normal kan cukup,
tenggoro tenggoro normal normal caries
-kan -kan gigi pada
normal normal geraham,
tenggoro
kan
normal
Leher Kaku Kaku Kaku Kaku Kaku Kaku
kuduk kuduk kuduk (-) kuduk kuduk (-), kuduk
(-), pemb (-),pemb pemb vena (-), pemb pemb vena (-),
vena vena jugularis vena jugularis pemb
jugularis jugularis (-), pem jugularis (-), pem vena
(-), pem (-), pem kel tiroid (-), pem kel tiroid jugularis
kel tiroid kel tiroid (-) kel tiroid (-) (-), pem
(-) (-) (-) kel tiroid
(-)
Thorax Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
bunyi bunyi bunyi bunyi bunyi bunyi
jantung jantung jantung jantung jantung jantung
normal normal normal normal normal normal
S1/S2 S1/S2 S1/S2 S1/S2 S1/S2 S1/S2
tunggal, tunggal, tunggal, tunggal, tunggal, tunggal,
suara suara suara suara suara suara
nafas nafas nafas nafas nafas nafas
vesikuler vesikuler vesikuler, vesikuler, vesikuler, vesikuler,
, , wheezing/ wheezing/ wheezing/ wheezing
wheezin wheezin ronchi ronchi ronchi /ronchi
g/ronchi g/ronchi tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
tidak ada tidak ada
Abdomen Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
pemb pemb pemb pemb pemb pemb
hepar, hepar, hepar, hepar, hepar, hepar,
ginjal, ginjal, ginjal, ginjal, ginjal, ginjal,
limpa (-), limpa (- limpa (-), limpa (-), limpa (-), limpa (-),
benjolan ), benjolan (- benjolan (- benjolan (- benjolan
(-), nyeri benjolan ), nyeri ), nyeri ), nyeri (-), nyeri
tekan (-), (-), nyeri tekan (-), tekan (-), tekan (-), tekan (-),
bising tekan (-), bising bising bising bising
usus (+) bising usus (+) usus (+) usus (+) usus (+)
usus (+)
Ekstremitas Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak
atas-bawah ada ada kelainan kelainan kelainan ada
dan kelainan kelainan pergera- pergera- pergera- kelainan
persendian pergera- pergera- kan ROM kan ROM kan ROM pergera-
kan kan aktif aktif aktif kan
ROM ROM Kekuatan Kekuatan Kekuatan ROM
aktif aktif otot 5 otot 5 otot 5 aktif
Kekua- Kekua- Kekuatan
tan otot 5 tan otot otot 5
5
Sistem Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Geneta-lia terkaji terkaji terkaji terkaji terkaji terkaji
Lainnya
Sasaran terutama pada yang mempunyai masalah kesehatan (sakit) dengan metode
Head to toe
Pemeriksaan Khusus (Pengkajian Fungsional)
Mengingat Ibu R dan Bp L sudah dikategorikan lanjut usia, ada beberapa
pemeriksaan khusus yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan
pada Ibu R dan Bp L:

1. INDEKS KATZ ( Tingkat Kemandirian Ibu KU dan Bp SD)


A. Mandiri dalam makan, kontinensia (BAB/BAK), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah dan mandi
B. Mandiri semuanya kecuali salah satu dari fungsi diatas
C. Mandiri kecuali mandi dan salah satu fungsi lain
D. Mandiri kecuali mandi, berpakaian dan salah satu fungsi diatas
E. Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet dan salah satu fungsi yang
lain
F. Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan satu fungsi
yang lain
G. Ketergantungan untuk semua fungsi diatas

2. PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK


1) Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Portable Mental Status
Questioner (SPSMQ)
NO PERTANYAAN Bp SD Ibu KU

Benar Salah Benar Salah

1 Tanggal berapa hari ini √ √

2 Hari apa sekarang √ √

3 Apa nama tempat ini √ √

4 Alamat anda? √ √

5 Berapa umur anda? √ √

6 Kapan anda lahir(minimal √ √


tahun lahir)
7 Siapa presiden Indonesia √ √
sekarang ?
8 Siapa presiden Indonesia √ √
sebelumnya?
9 Siapa nama ibu anda? √ √

10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap √ √


pengurangan 3 dari setiap
angka baru ,semua secara
menurun
JUMLAH 6 4 6 4

Interpretasi hasil:

a. Salah 0 – 3 : fungsi intelektual utuh


b. Salah 4 – 5 : kerusakan intelektual ringan
c. Salah 6 – 8 : kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9 – 10 : kerusakan intelektual berat.
2) Identifikasi aspek kognitif dan fungsi mental dengan menggunakan MMSE
(Mini Mental Status Exam)
No Aspek Nilai Kriteria Nilai Klien
Kognitif Maks BpL Ibu R
1. Orientasi 5 Menyebutkan dengan 4 4
benar:
a. Tahun
b. Musim
c. Tanggal
d. Hari
e. Bulan
2. Orientasi 5 Diamana kita sekarang 5 5
?
a. Negara
b. Provinsi….
c. Kota…..
d. Kecamatan
e. Banjar

3. Registrasi 3 Sebutkan 3 objek 3 3


(oleh pemeriksa ) 1
detik untuk
mengatakan masing –
masing
objek,kemudian
tanyakan kepada klien
ketiga objek tadi
(untuk disebutkan )
a. Janur
b. sapu
c. Tas
4. Perhatian 5 Minta klien untuk 4 3
Dan memulai dari angka
Kalkulasi 100 kemudian
dikurangi 7 sampai 5
kali
a. 93
b. 86
c. 79
d. 72
e. 65
5. Mengingat 3 Minta klien untuk 2 2
mengurangi ke 3
objek pada nomer 2
(registrasi) tadi, bila
benar 1 poin untuk
masing – masing
objek.
6. Bahasa 9 Tunjukkan pada klien 2 2
suatu benda dan
tanyakan namanya
pada klien (misal jam
tangan atau pensil)

Minta kepada klien 0 0


untuk mengulang kata
berikut “ tak ada jika
,dan , atau,tetapi”
bila benar, nilai 1
poin.
Pernyataan benar 2
buah : tidak ada tetapi.

Minta klien untuk 3 3


mengikuti perintah
berikut ini yang terdiri
dari 3 langkah: “
ambil kertas di tangan
anda ,lipat 2 dan taruh
di lantai “.
a. Ambil kertas
b. Lipat dua
c. Taruh di lantai
Perintahkan pada klien
untuk hal berikut (bila
aktivitas sesuai
perintah nilai 1 poin)
a. Tutup mata 1 1
anda.

Perintah pada klien


untuk menulis satu
kalimat dan menyalin
gambar
a. Tulis satu
kalimat
b. Menyalin 0 0
gambar.
Total Nilai 24 24

Interpretasi hasil
>23 : Aspek kognitif dari fungsi mental baik
18-22 : Kerusakan aspek fungsi mental ringan
<17 : Terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan fungsional, dapat disimpulkan bahwa


Ibu R dan Bp L mandiri dalam aktifitas sehari-hari, dan memiliki aspek
kognitif dan fungsi mental yang baik.

VIII. HARAPAN KELUARGA


1. Terhadap masalah kesehatan : keluarga berharap penyakit hipertensi
bapak “L” bisa dikontrol agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada : keluarga berharap petugas
pelayanan kesehatan dapat menanggulangi masalah kesehatan yang
terjadi pada bapak “L” dan membimbing keluarga dalam meningkatkan
kesehatan.
Gianyar, 03 Februari 2019

Ni Luh Putu Ekawati


NIM. 18.901.2050
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
1. Analisa Data
Data (sign - symptom) Diagnosa
Keperawatan

Data Subyektif Ketidakefektifan


1. Bp.“L” mengatakan jarang memeriksakan manajement kesehatan
kesehatnnya dan jarang mengontrol
kesehatnnya tiap bulan ke pusat pelayanan
kesehatan terdekat
2. Bp.“L” mengatakan apabila penyakitnya tak
kunjung sembuh barulah memeriksakan
kesehatannya ke tempat pelayanan kesehatan
terdekat
3. Bp.“L” sudah mengetahui tanda-tanda adanya
peningkatan tekanan darah.
4. Bp. “L” mengatakan jarang mengkonsumsi
obat antihipertensi
5. Keluarga mengatakan Bp.“L” saat jika sakit
kepala biasanya membeli obat -obatan dwarung
seperti obat bintang 7 dan memakai minyak
angin dan langsung tidur
6. Bp.“L” rajin mengkonsumsi buah naga dan
timun
7. Saat pengkajian Bp.“L”sedang tidak
mengalami gangguan kesehatan
Data Obyektif
1. Saat pengkajian keluarga bapak L kooperatif
dalam menjawab menjawab pertanyaan
 Bp L : 160/100 mmHg
 Ibu R : 130/90 mmHg
 Bp B : 120/80 mmHg
 Ibu S : 120/80 mmHg
 An. R : 110/870 mmHg
 An. C : 110/870 mmHg

2. Diagnosa keperawatan
1) Ketidakefektifan manajement kesehatan
SKORING/ PRIORITASDIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan :
Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada keluarga Bp”L” dengan hipertensi

Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran

Sifat masalah: Menurut keluarga Bapak L,


 Aktual 3 cukup mengetahui tentang
3 3
 Resiko 2 𝑥1=1 penyakit Hipertensi dan
3
 Potensial 1 mengenai penyebabnya serta
cara pencegahannya.

Kemungkinan
masalah untuk
diubah
 Mudah 2 2 1 Keluarga mau mengikuti saran
𝑥2=1
 Sebagian 1 2 dari mahasiswa.
 Tidak 0
dapat
Potensial Hipertensi dapat disebabkan
masalah untuk oleh faktor-faktor berikut dan
dicegah dapat dicegah dengan merubah
 Tinggi 3 3 3 gaya hidup dari sekarang.
𝑥1=1
 Cukup 3 Faktor tersebut yaitu, faktor
2
 Rendah keturunan,kegemukan/obesitas,
1 biasanya terjadi pada usia 40
tahun, terlalu banyak makan
garam atau terlalu sedikit
mengkonsumsi makanan yang
mengandung kalium, kurang
olah ragadan aktivitas, gaya
hidup modern yang cenderung
mengkonsumsi makanan
instant, merokok serta stress.
Menonjolnya
masalah
2 Keluarga menganggap masalah
 Segera 2 𝑥1=1
2 ketidaktahuan tentang
diatasi 2
Hipertensi merupakan masalah
 Tidak 1
yang harus segera diatasi,
segera
karena menurut keluarga
diatasi
Bp.“L”dapat mempengaruhi
 Tidak 0
kesehatan keluarga nantinya
dirasakan
adanya
masalah
4
TOTAL

3. PRIORITAS DIAGNOSAKEPERAWATAN
Ketidakefektifan manajement kesehatan pada keluarga Bapak “L”
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
Lembar Pengesahan

Asuhan Keperawatan Keluarga Bapak “L” Dengan Hipertensi Di Banjar


Pokas, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh- Gianyar

TANGGAL 03 -11 FEBRUARI 2019

Gianyar, Februari 2019


CI/Pembimbing Klinik Mahasiswa

Ns.Ni Nyoman Ariani.S.Kep.,M.Kes Ni Luh Putu Ekawati


NIP . 196805271988032006 NIM. 18.901.2050

CT / Pembimbing Akademik

Ns. Ni Gede Puspita Yanti, S.Kep.,M.Biomed


NIK 2.0410.278