Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

KELOMPOK C

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN ZAT KIMIA

Disusun Oleh :

DEVI INDRIANI (1819.7.017)

KELAS : 1B (REGULER SORE)

PROGAM STUDI : D3 FARMASI

AKADEMI FARMASI BUMI SILIWANGI BANDUNG

JL. Raya Rancabolang No. 48, Komplek Margahayu Raya.

2018
A. TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami dan


melakukan analisis pendahuluan untuk analisis kualitatif pada tingkat makro.

B. PRINSIP DASAR

Dalam bidang kimia analitik, suatu analisis harus melalui beberapa tahapan seperti
pemilihan dan penyiapan sampel (sampling), perlakuan awal (pretreatment), pemisahan,
pengukuran, dan analisis data. Kimia analitik dibagi menjadi dua yaitu analisis secara
kualitatif dan analisis secara kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan dua macam uji,
reaksi kering dan reaksi basah.

Reaksi kering dapat diterapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam
larutan. Dalam analisis secara kualitatif tahap awal yang dilakukan adalah uji organoleptik
sebagai hipotesis awal untuk mengetahui kandungan zat dalam suatu sampel. Sampel diamati
sifat-sifat fisik dan kimiawinya dengan beberapa metode analisis pendahuluan, dengan tujuan
mendapatkan informasi awal untuk menduga komponen yang tergantung di dalamnya.
Pemeriksaan pendahuluan meliputi pengamatan fisik secara organoleptik, pengamatan
bentuk dan warna pada pemanasan, uji kelarutan dan warna nyala. Analisis kualitatif
menggunakan dua macam uji, reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering diterapkan untuk
analisis zat-zat padat, sedangkan reaksi kering digunakan untuk analisis zat-zat dalam
larutan. Pengamatan secara organoleptic merupakan langkah awal dalam pemeriksaan
pendahuluan yang meliputi :

1. Warna

Tiap-tiap zat/ion mempunyai warna tertentu, mahasiswa hendaknya memahami


warna-warna dari bermacam-macam zat/ion, misalnya :

 Hitam : Pbs, Cus, HgS, FeS. MnO, Nis, Ag2S, dan C.


 Biru : Garam-garam Co anhidrat, garam Cu2+ terhidrat (biru prusi).
 Hijau : Cr2O3, Hg2l2, Cr(OH)3, garam-garam Fe2+ seperti FeSO4.7H2O, FeSO4,
(NH4)2SO4.6H2O, FeCl2.4H2O, garam-garam Ni2+.
 Merah : Pb3O3, AS2S2, HgO, Hgl2, Sb2S3, K3 [Fe(CN)6], Cu2O, Cr2O, Cr2O7
merah jingga, permanganat dan tawas krom (alumunium) berwarna ungu
kemerahan.
 Merah jambu/pink : Garam dar Mn & Co terhidrat.
 Kuning : CdS, AS2S3, SnS2, Pbl2, HgO (yang diendapkan), Agl, K4[Fe(CN)6],
garam CrO4+, garam Fe+ dan sebagainya.
 Putih : MgO, ZnO, CaO
 Cokelat : SnS, Fe2O3, Fe (OH)3 dan sebagainya.
2. Bentuk Kristal

Beberapa zat mempunyai bentuk Kristal yang khas, ,isal CaSO4.2H2O berupa
jarum-jarum panjang/berbentuk prisma mono kilinik.

- PbCl : Berupa jarum


- Ca Oxalat : Berupa prisma
- Sn Oxalat : Berupa prisma.

Untuk melihat bentuk-bentuk Kristal ini dapat digunakan mikroskop.

3. Sifat Higroskopis

Beberapa zat mempunyai sifat higroskopis, misal : CaCl2, MgCl2, dan FeCl3. Zat
tersebut mjudah menjadi basah/mencair bila terkena udara dan tidak dapat/sukar menjadi
kering bila larutannya diuapkan.

4. Bau

Beberapa zat mempunyai bau yang khas, sehingga sering memberikan petujung
yang penting dalam analisa. Misal : Garam (basa) NH4 berbau amoniak, garam (asam)
asetat berbau cuka, garam (asam) sulfit berbau belerang, garam (asam) sulfida berbau
telur busuk, garam (asam) nitrat/nitrit berbau gas oksida nitrogen.

5. Kelarutan zat dalam bermacam-macam pelarut

Setelah tahap pemeriksaan secara organoleptic, maka tahap selanjutnya adalah uji
kelarutan. Pemeriksaan kelarutan bertujuan untuk memeriksa apakah zat tersebut larut
dalam air atau tidak dimana jika diketahui larutannya maka bias dihilangkan
kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, Jika suatu zat sukar larut maka sudah pasti :

1. Zat tersebut bukan garam-garam dari unsur Na, K atau NH4.


2. Zat tersebut bukan garam-garam dari persenyawaan nitrat, kecuali Sb, Bi,
Stano, dan Merkuro dimana unsur tersebut sebagian terhidrolisis oleh air.
3. Zat tersebut merupakan logam atau oksida logam kecuali oksida dari Na, K,
Ba, Sr dan Ca.

Dalam analisis pendahuluan klasik meliputi pula uji mutu boraks, uji nyala dan uji
reaksi dengan asam sulfat encer dan pekat. Pengamatam pada uji mutu boraks dilakukan
dengan mengamati pembentukan warna tertentu suatu senyawa yang melekat pada manik
yang dipapanaskan. Beberapa logam membentuk warna yang khas pada manik yang
dipanaskan pada nyala,

Uji nyala dapat mengamati warna nyala senyawa yamg dipanaskan dengan
pembakaran Bunsen. Beberapa loham memberikan warna spectrum yang khas apabila
dikenakakan pada nyala Bunsen. Natrium memberikan nyala kuning keemasan, Narium
memberikan warna lembayung, Borat memeberikan nyala hijau dan sebagainya.

C. ALAT DAN BAHAN

NO NAMA ALAT/BAHAN Jumlah NO NAMA ALAT/BAHAN Jumlah

1 Tabung Reaksi 6 Buah 17 NaCl Secukupnya


2 Rak Tabung Reaksi 1 Buah 18 HgCl Secukupnya
3 Kaca Arloji 6 Buah 19 Silver Nitrat Secukupnya
4 Gelas Kimia 1 Buah 20 BaCl Secukupnya
5 Pipet Tetes 3 Buah 21 Co (cobalt) Secukupnya
6 Mikroskop 1 Buah 22 Ni2+ Secukupnya
7 Spatula 6 Buah 23 NH4NO3 Secukupnya
8 Kawat Nikrom 1 Buah 24 Natrii Secukupnya
9 Pembakaran spiritus 1 Buah
10 Kaki tiga dan Kassa 1 buah
11 Kertas Lakmus Merah 3 Lembar
12 Kertas Lakmus Biru 3 Lembar
13 Kertas Saring 1 Buah
14 CaCO3 Secukupnya
15 PbNO3 Secukupnya
16 CuSO4 Secukupnya

D. PROSEDUR PRAKTIKUM
a). Uji organoleptis
1. Diamati warna dari tiap garam yang tersedia. Bahan (sampel) tetap dalam tempat/
wadahnya. Dicata data pengamatan.
2. Diamati bentuk beberapa garam dengan mata telanjang dan mikroskop.
3. Diambil dalam jumlah secukupnya dengan spatula.
4. Ditempatkan pada gelas arloji.
5. Dilakukan pengamatan bentuk dengan mata telanjang.
6. Dibandingkan dengan menggunakan mikroskop untuk beberapa senyawa (garam
dari perak, tembaga, cadmium, besi (III), kromium, kobalt, dan nikel).
7. Catat hasil pengamatan

b). Uji Pemanasan

1. Dicelupkan ujung kawat nikrom ke dalam HCl pekat.


2. Ditempatkan secupuk garam tembaga (II) sulfat berhidrat dikawat nikrom.
3. Dilakukan pemanasan dengan api Bunsen yangterpanas, diamati warna sebelum
dan setelah pemanasan.
4. Dicatat data pengamatan.
5. Diulang prosedur tersebut untuk masing-masing garam kobalt klorida dan nikel
sulfat.

c). Uji Kelarutan

1. Diambil sedikit garam seujung sendok spatula.


2. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
3. Dilakukan uji kelarutan dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Urutan pelarut
pertama adalah air dingin. Ditambahkan secukupmnya (± 3ml)
4. Dikocok hingga homogeny atau diaduk dengan pengaduk gelas.
5. Jika tidak larut, dilanjutkan keurutan pelarut selanjutnya hingga diperoleh peralut
ang sesuai.
6. Dihentikan jika sampel sudah larut, jangan melompat urutan mengguankan
pelarut.

d). Uji Tahap Ion Amonium

1. Didihkan seujung spatula kecil zat dengan NaOH dalam tabung reaksi.
2. Dimiringkan tabungnya, jika ada gas yang dilepaskan di uji gas yang terbentuk
dalam laksmus.
3. Dibandingkan dengan salah satu garam yang tidak mengandung ion ammonium,
dengan melakukan prosedur yang sama.
4. Dicatat data hasil pengamatan.
E. DATA HASIL PENGAMATAN
a) Pengamatan Dengan Mata Langsung

SAMPEL (NAMA DAN


NO BENTUK/WUJUD WARNA
RUMUS KIMIA)
Hablur
1 NaCl (Natrium Chlorida) Serbuk Putih.
CaCO3 ( Calcium Hablur
2 Carbonate) Serbuk Halus Putih
3 CuSO4 (Copper sulfat) Kristal Biru Tua
4 Na2B4O7 (Natrii Tetrabonas) Serbuk Putih
5 BaCl2 ( Barium Chloride) Serbik Putih
6 Nikel Kristal Putih
(NH4)2SO4 (Amonium
7 Sulfat) Serbuk Putih
8 HgCl2 (Merkuri) Serbuk Putih
9 PbNO3 (Timbal) Serbuk Putih
Merah
10 COSO4 (Cobalt) Serbuk Muda
b) Pengamatan Menggunakan Mikroskop

SAMPEL (NAMA DAN


NO BENTUK/WUJUD WARNA
RUMUS KIMIA)

Hablur
1 NaCl (Natrium Chlorida) Putih

Hablur
2 CaCO3 ( Calcium Carbonate) Putih

3 CuSO4 (Copper sulfat) Biru Tua

4 Na2B4O7 (Natrii Tetrabonas) Putih

5 BaCl2 ( Barium Chloride) Putih


6 Nikel Putih

(NH4)2SO4 (Amonium
7 Sulfat) Putih

8 HgCl2 (Merkuri) Putih

9 PbNO3 (Timbal) Putih

Merah
10 COSO4 (Cobalt) Muda

c) Uji Nyala

PERUBAHAN
NO SAMPEL
SEBELUM SESUDAH
1 Natrium Chlorida (NaCl) Hablur Putih Merah Bata
2 Timbal (PbNO3) Putih Putih perak
Hijau ke kuning-
3 Copper Sulfat (CuSO4) Biru Tua kuningan
4 Natrii Tetrabonas (Na2B4O7) Putih merah
5 Barium chloride (BaCl2) Putih Kuning
6 Cobalt (COSO4) Merah Muda Biru

KESIMPULAN
PELARUT
HCL HNO3
HCL HNO3 NH4O
SAMPEL AIR ENCE ENCE AMONIA
NO PEKAT PEKAT H
R R
D p d p d p D p d p D p d P
Nacl larut
dalam air
dingin, hcl
encer dingin,
hcl pekat
1 NaCl     
dingin,
ammonia
dingin dan
Nh4OH
dingin
HgCl larut
dalam air
panas, hcl
pekat panas,
hcl encer
2 HgCl     
panas, amonia
dingin,
NH4OH
dingin

Silver nitrat
larut dalam
Silver
3 X X X X X X   amonia panas,
Nitrat
nh4oh panas
CaCo larut
dalam air
panas, hcl
encer panas,
4 CaCO3      hcl pelat
panas, amonia
panas,
NH4OH panas

BaCl larut
dalam air
panas , hcl
encer panas,
hcl pekat
5 BaCl     
dingin, amonia
dingin, dan
NH4OH
dingin

Cobalt larut
dalam air
dingin, hcl
encer dingin,

CO hcl pekat
6     
(cobalt) dingin, amonia
dingin,
NH4OH
dingin

Nikel larut

7 Ni2+      dalam air


dingin, hcl
encer dingin,
hcl pekat
panas, amonia
dingin,
NH4OH
dingin

NH4 larut
dalam air
dingin, hcl
encer dingin,
8 NH4NO3      hcl pekat
dingin, amonia
dingin,
NH40H dingin

PBNO3 larut
dalam air
panas, hcl
encer panas,
hcl pekat
9 PbNO3     
dingin ,
amonia panas,
dan NH40H
panas

10 CuSO4     
Natrii
tetraboras larut

11 Natrii X X X X    dalam hcl


pekat dingin,
amonia dingin,
dan NH40H
dingin

d) Uji Kelarutan
e) Uji Ion Amonium

UJI PENGAMATAN
SAMPEL
NO PEREAKSI LAKMUS
GARAM LAKMUS MERAH
BIRU

(NH4)2SO4
1 (Amonium NaOH Berubah Menjadi Biru
Sulfat

F. REAKSI KIMIA
Reaksi kimia yang terjadi pada uji ammonium (NH4)2SO4 + NaOH →(Na)2SO4 + NH3 +
H2O.

G. DISKUSI DAN PEMBAHASAN


Setelah melakukan pemeriksaan pendahuluan zat kimia. Kita tahu bahwa
pemeriksaan zat kimia meliputi pengamatan fisik secara organoleptic, pengamatan bentuk
dan warna pada pemanasan, uji kelarutan dan warna menyala. Pengamatan secara uji
nyala, kita dapat mengetahui bahwa masing-masing zat mempunyai warna menyala yang
berbeda, dan beberapa logam memberikan warna spectrum yang khas apabila dikenakan
pada nyala Bunsen. Natrium memberikan nyala kuning keemasan, kalium memberikan
nyala lembayung, borat memberikan nyala hijau dan sebagainya.Sedangkan pengamatan
uji kelarutan kita ketahui bahwa masing-masing zat cocok dengan pelarut nya masing-
masing. Adapun jika suatu zat sukar larut maka sudah pasti :
1. Zat tersebut bukan garam-garam dari usur Na, K atau NH4.
2. Zat tersebut bukan garam-garam dari persenyawaan Nitrat, kecuali Sb, Bi, Stano, dan
Merkuro.
3. Zat tersebut merupakan logam atau oksida logam kecuali oksida dari Na, K, Ba, Sr
dan Ca.
H. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan kita ketahui bahwa dalam pemeriksaan pendahuluan zat
kimia dibagi menjadi dua yaitu kualitatif dan kuantitatif 9menggunakan dua uji reaksi
yaitu reaksi kering dan reaksi basah) dimana reaksi kering dapat diterapkan untuk zat
padatsedangkan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Pengamatan secara uji nyala, kita
dapat mengetahui bahwa masing-masing zat mempunyai warna menyala yang berbeda,
dan beberapa logam memberikan warna spectrum yang khas apabila dikenakan pada
nyala Bunsen. Natrium memberikan nyala kuning keemasan, kalium memebrikan nyala
lembayung, borat memeberikan nyala hijau. Sedangkan pngamatan uji kelarutan kita tahu
bahwa masing-masing zat cocok dengan pelarutnya masing-masing.
I. PERTANYAAN
 Pertanyaan Pra Lab
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemeriksaan kerimg dan pemeriksaan
basah !
2. Gambarkan dengan jelas bagian-bagian nyala api pada Bunsen burner untuk
teknik uji nyala zat !
3. Tuliskan zat dan warna api yang akan dihasilkan pada uji nyala pada
praktikum diatas berdasarkan prinsip dasarnya !
4. Tuliskan rumus kimia dan nama zat kimia yang digunakan pada praktikum ini
sesuai IUPAC !
 Pertanyaan Post Lab
1. Jelaskan Hasil pengamatan dari uji organoleptik praktikum diatas, bandngkan
dengan prinsip dasar, apakah hasilnya sesuai?
2. Jelaskan hasil pengamatan dari uji nyala praktikum diatas, bandingkan
kesesuaian hasil dengan prinsip dasar !
3. Jelaskan mengapa uji nyala, kawat nikrom harus di celupkan dengan sedikit
HCl pekat terlebih dahulu?
4. Jelaskan hasil pengamatan dari uji kelarutan praktikum diatas, bandingkanlah
kesesuaian hasil dengan prinsip dasar !
5. Jelaskan hasil pengamatan dari uji ion ammonium praktikum diatas,
bandingkanlah kesesuaian hasil dengan prinsip dasar !

 Jawaban Pra Lab


1. - Pemeriksaan Kering untuk zat padat, uji yang berguna dapat dilakukan
dalam keadaan kering yakni tanpa melarutkan. Contoh : Pemanasa, uji pipa
tiup, uji mania boraks, uji manik fosfat, dan uji manik natrium karbonat).
- Pemeriksaan basah yaitu oemeriksaan untuk zat cair, uji ii dibuat dengan
zat-zat dalam larutan. Suatu reaksi diketahui berlangsung (a) dengan
terbentuknya endapan, (b) dengan pembebasan gas, (c) dengan perubahan
warna.
2. Keterangan :
a. Daerah pembakaran Primer berwarna biru luminesensi karena
spectrum dari C2, CH dan radikal lain, suhunya masih rendah terdiri
dari gas belum terbakar.
b. Daerah kerucut dalam adalah daerah dimana jumlah atom bebas paling
banyak, merupakan daerah terpenting dalam spektroskopi.
c. Daerah kerucut luar, pada daerah ini udara sudah mulai masuk
sehingga suhu turun da nada reaksi sekunder yaitu oksidasi dari unsur
pada daerah dalam, jadi sudah tercampur molekul oksida.
3. Zat dan warna api :
- HgNO3 (raksa) = Merah
- Pb (NO3)2 (Timbal) = Biru/putih
- Cd (NO3)2 (Kadmium) = Merah Bata
- BiCl3 (Bismut) = Biru Langit
- FeCl3 (besi) = emas/cokelat jingga
- Cr(NO3)2 (krom) = Putih perak
- COCl (kobalt) = Putih perak
- NiSO4 (nikel) = Putih
- Ba (NO3)2 (Barum) = Jikau pucat/hijau apel.
- Ca(NO3)2 (kalsium) = Merah Bata
4. Rumus kimia dan nama zat kimia :
- Pb NO3 = Timbal (II) Nitrat
- HgNO3 = Raksa (III) Nitrat
- HNO3 = Hifrogen Nitrat
- AgNO3 = Perak Nitrat
- CuSO4 = Tembaga (II) Sulfat
- CO (NO3)2 = Kadmium Nitrat
- BiCl3 = Bismut Klorida
- FeCl3 = Besi (III) Klorida
- Cr (NO3)2 = Kromium (II) Nitrat
- COCl3 = Kobalt Klorida
- NiSO4 = Nikel (II) Sulfat
- Ba (NO3)2 = Barium Nitrat
- Ca (NO3)2 = Kalsium Nitrat
- NH4NO4 = Amonium Nitrat.
 Jawaban Post Lab
1. Pada uji organoleptic dengan menggunakan mata telanjang dan dengan
menggunakan mikrokop itu pada dasarnya sama, tetapi jika menggunakan
mikroskop itu lebih jelas dalam aspek warna dan bentuk dibandingkan
pengamatan dengan mata telanjang. Sehingga, jika menggunaka mikroskop
hasil yang didapat itu lebih akurat dibandingkan dengan pengamatan
menggunakan mata telanjang.
2. Secara teoritis jika zat kimia dipanaskan akan terjadi peruraian yang
menyebabkan perubahan warna.
3. – Dalam percobaan ini digunakan HCl pekat untuk membersihkan kawat
nikrom karena HCl pekat dapat melarutkan pengotornya zat penggangu yang
mungkin menempelpada kawat nikrom sehingga pengotor tersebut akan
mudah menguap dari kawat sehingga kawat benar-bear bersih.
- Pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi
atau menganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.
- HCl diunakan untuk membuat sampel menjadi kental sehingga mudah
menempel dalam kawat nikrom.
4. Pada uji kelrutan air memiliki berbagai keuntungan antara lain mempunyai
tetapan yang tinggi yang dapat melarutkan berbagai jenis bahan kimia. Contoh
zat yang larut salam praktikum ini antara lain (NaCl, HgCl, CaCO3, BaCl,
Cobalt, Ni2+, NH4, PbNO3, CuSO4) dan zat yang sukar larut antara lain Silver
Nitran dan Natrii.
5. Pada percobaan garam (NH4)2SO4 adanya garam ion ammonium karena
lakmus merah berubah menjadi lakmus biru, sedangkan lakmus biru tidak.

J. DAFTAR PUSTAKA
 Rahmawati, Irma. 2018. Bandung. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar.
 Ganiswara. 1995. Jakarta.Farmakologi Dan Terapi.Penerbit EGC kedokteran.
 Fessenden, Ralph J. dan Joan S. Fessenden. 1986.Jakarta. Kimia organic edisi
II.Penerbit Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai