Anda di halaman 1dari 33

INFRASTRUKTUR TI, DAN

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen

Dosen : I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M.

Oleh :

Kelompok 5

I Made Surya Widhi Wibawa 1707531085

I Made Risky Prasetya 1707531087

Yorend Fiscienthar 1707531088

S1 REGULER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018/2019
1.1. Infrastruktur TI
Sebuah infrastruktur TI meliputi investasi dalam pelatihan yang dibagikan meluas ke
seluruh perusahaan atau meluas ke seluruh unit bisnis di dalam perusahaan. Infrastruktur
TI suatu perusahaan menyediakan fondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan para
pemasok, dan mengolah proses bisnis internal perusahaan.
1.1.1. Mendefinisikan Infrastruktur TI
Suatu infrastruktur TI terdiri atas serangkaian perangkat fisik dan aplikasi
perangkat lunak yang diperlukan untuk mengoperasionalkan keseluruhan perusahaan.
Namun, infrastruktur TI juga merupakan rangkaian dari layanan keseluruhan
perusahaan yang dianggarkan oleh manajemen serta terdiri atas kapabilitas manusia
dan teknis. Layanan-layanan ini meliputi hal sebagai berikut.
 Menghitung platform yang digunakan untuk menyediakan layanan komputasi yang
menghubungkan karyawan, pelanggan, dan pemasok ke dalam lingkungan digital
yang terkoordinasi meliputi mainframes besar, komputer kelas menengah, desktop
dan komputer laptop, serta mobile genggam dan layanan komputasi cloud jarak
jauh
 Jasa telekomunikasi menyediakan konektivitas data, suara, dan video kepada
karyawan, pelanggan, dan pemasok
 Layanan manajemen data menyimpan dan mengelola data korporat serta
memberikan kapabilitas untuk menganalisis data
 Layanan penerapan perangkat lunak, meliputi layanan perangkat lunak secara
online yang memberikan kapabilitas keseluruhan perusahaan, seperti perencanaan
sumber daya perusahaan, manajemen hubungan pelanggan, manajemen rantai
pasokan, dan system manajemen pengetahuan yang dibagikan oleh seluruh unit
bisnis
 Layanan manajemen fasilitas fisik yang mengembangkan dan mengelola instalasi
fisik yang diperlukan untuk komputasi, telekomunikasi dan layanan manajemen
data
 Layanan manajemen TI yang merencanakan dan mengembangkan infrastruktur,
berkoordinasi dengan unit bisnis untuk layanan TI, mengelola pembukuan bagi
pengeluaran TI, dan menyediakan layanan manajemen proyek
 Layanan standar TI yang menyediakan perusahaan dan unit bisnisnya dengan
kebijakan menentukan manakah teknologi informasi yang akan digunakan, kapan
dan bagaimana
 Layanan pendidikan TI yang menyediakan pelatihan dalam penggunaan system
kepada para karyawan dan menawarkan pelatihan kepada manajer mengenai
bagaimana merencanakan dan mengelola investasi TI
 Layanan penelitian dan pengembangan TI menyediakan kepada perusahaan dengan
penelitian atas proyek TI dan investasi potensial pada masa mendatang yang dapat
membantu perusahaan dalam mendiferensiasikan dirinya sendiri dalam kondisi
pasar.

Prespektif mengenai “platform layanan” ini akan membuat lebih mudah dalam
memahami nilai bisnis yang disediakan oleh infrastruktur investasi. Sebagai contoh,
nilai yang sesungguhnya dari bisnis yang telah terisi penuh dengan komputer pribadi
yang beroperasional dengan kapasitas 3 gigahertz biayanya sekitar $ 1.000 dan koneksi
internet berkecepatan tinggi, sulit untuk memahami tanpa mengetahui siapa yang akan
menggunakannya dan bagaimana akan dipergunakan. Namun, ketika kita melihat pada
layanan yang disediakan oleh perangkat-perangkat tersebut, nilai mereka akan menjadi
lebih terlihat: PC yang baru memungkinkan untuk membebankan biaya yang tinggi
yang dilakukan oleh karyawan sebesar $ 100.000 per tahun untuk menghubungkan ke
seluruh system utama dari perusahaan dan internet public. Layanan internet yang
berkecepatan tinggi menyelamatkan karyawan tersebut sekitar satu jam per hari dalam
mengurangi waktu tunggu untuk memperoleh informasi dari internet. Tanpa PC dan
koneksi internet tersebut, maka nilai dari seorang karyawan ini bagi perusahaan akan
berkurang setengah.

1.1.2. Evolusi Infrastruktur TI

Infrastruktur TI dalam organisasi saat ini merupakan hasil dari proses evolusi
selama 50 tahun dalam platform komputasi. Terdapat lima tahap dalam evolusi ini,
masing-masing merepresentasikan suatu konfingurasi komputer yang berbeda
mengenai daya dan elemen infrastruktur. Lima era adalah mainframe umum dan
komputasi minicomputer, komputer pribadi, jaringan klien/server, komputasi
perusahaan, serta komputasi cloud dan mobile.

Teknologi-teknologi yang mencirikan satu era juga dapat digunakan dalam periode
waktu berbeda untuk tujuan-tujuan lainnya. Sebagai contoh, beberapa perusahaan
masih menjalankan system mainframe tradisional atau menggunakan mainframe
komputer dengan server yang sangat besar yang mendukung situs web besar dan
aplikasi perusahaan korporat.

a. Era Maniframe Umum dan Komputer Mini : (1959 hingga sekarang)


Pengenalan dari IBM 1401 dan 7090 yang dilengkapi dengan mesin transistor pada
1959 menandai permulaan dari penggunaan komersial yang meluas dari komputer
mainframe. Pada 1959, komputer mainframe ini benar-benar berdiri sendiri dengan
diperkenalkannya IBM 360. Seri 360 merupakan komputer komersial pertama dengan
system operasional dahsyat yang dapat menyediakan time sharing, multitasking, dan
memori virtual dalam mode yang lebih canggih.
Era mainframe merupakan suatu periode komputasi yang sangat terpusat di bawah
kendali dari pemprogram professional dan operator system (biasanya dalam pusat data
korporat), dengan bagian besar elemen dari infrastruktur disediakan oleh pemasok
tunggal, pabrikan dari perangkat keras, dan perangkat lunak.
Pola ini mulai berubah dengan diperkenalkannya komputer mini (minicomputers)
yang diproduksi oleh Digital Equipment Corporation (DEC) pada 1965. Komputer
mini milik DEC (PDP-II dan berikutnya mesin VAX) menawarkan mesin yang lebih
dahsyat dengan harga yang jauh lebih murah daripada mainframe milik IBM,
memungkinkan komputasi yang terdesentralisasi, disesuaikan untuk keperluan spesifik
dari dapartemen individual atau unit bisnis alih-alih berbagi pada sebuah mainframe
tunggal raksasa.
b. Era Komputer Pribadi (1981 hingga sekarang)
Meskipun komputer pribadi (personal computer- PC) yang sesungguhnya muncul
1970 (Xerox, Alto, MITS Altair 8800, dan Apple I dan II, hanya disebutkan beberapa
saja), mesin-mesin tersebut hanya didistribusikan secara terbatas diantara penggemar
komputer. Keberadaan dari PC IBM pada 1981 mulai dianggap sebagai permulaan dari
era PC, karena mesin ini adalah mesin pertama yang digunakan perusahaan-perusahaan
di AS. Pada awalnya, sistem-sistem ini menggunakan system operasi DOS, bahasa
perintah yang didasarkan pada teks, dan berikutnya system operasi Microsoft
Windows, dan komputer Wintel PC (perangkat lunak dengan system operasi windows
pada sebuah komputer dengan prosesor mini intel) menjadi standar untuk komputer
pribadi desktop.
Berkembangnya PC pada tahun 1980-an dan awal 1990-an meluncurkan
serangkaian perangkat produktivitas untuk PC desktop-pengelolah kata, spreadsheet,
program presentasi elektronik dan program manajemen data berukuran kecil-sangat
berharga bagi para pengguna di perusahaan dan dirumah. PC tersebut merupakan
system yang berdiri sendiri (standalone) hingga perangkat lunak system operasi pada
1990-an mampu membuatnya tersambung ke jaringan.
c. Era Klien/Server (1933 hingga sekarang)
Pada komputasi klien/server, desktop maupun laptop yang disebut klien terhubung
dengan sebuah komputer server prima yang menyediakan berbagai layanan dan
kemampuan bagi komputer klien. Proses pekerjaan komputer ini dibagi kedalam 2 jenis
mesin komputer ini. Komputer klien berperan sebagai titik masuk data dari pengguna,
dimana komputer server berperan dalam mengolah dan menyimpan data, menjalankan
laman web, dan mengelolah aktivitas jaringan. Istilah “server” mengacu pada aplikasi
perangkat lunak dan fisik komputer dimana aplikasi jaringan dijalankan. Server
tersebut dapat berupa mainframe, namun saat ini, server komputer biasanya berupa PC
dengan versi yang lebih unggul, sebagai akibat semakin murahnya harga cip (chips)
dan sering kali menggunakan beberapa prosesor dalam satu komputer server tersebut.
Jaringan klien/server yang paling sederhana terdiri atas sebuah komputer klien yang
terhubung dengan komputer server dengan tugas pemrosesan yang berbeda diantara
kedua jenis mesin tersebut. Kongfingurasi semacam ini disebut two-tiered client/server
architecture (arsitektur klien/server dua tingkat). Jaringan klien/server yang paling
sederhana ini dapat ditemukan pada organisasi bisnis kecil, kebanyakan perusahaan-
perusahaan besar memiliki konfingurasi jaringan yang lebih rumit, arsitektur
klien/server bertingkat yang lebih kompleks, yang cara kerja seluruh jaringannya
dibagi secara merata pada beberapa tingkatan berbeda dari server, bergantung pada
layanan apa yang diminta.
Sebagai contoh, pada tingkat pertama, server web akan menjalankan laman web
sebagai respon atas permintaan layanan tersebut. Perangkat lunak yang terdapat pada
server web, bertanggungjawab untuk menemukan dan mengelola laman web yang
tersimpan. Jika, komputer klien ingin mengakses system perusahaan (contohnya, daftar
produk atau informasi harga) permohonan akses tersebut diteruskan ke server aplikasi.
Perangkat lunak server aplikasi menangani seluruh kegiatan aplikasi antara pengguna
dengan system bisnis perusahaan. Server aplikasi juga berperan sebagai server web
sekaligus atau berperan sebagai server aplikasi khusus.
Komputasi klien/server memungkinkan organisasi bisnis untuk mendistribusikan
perkerjaannya melalui rangkaian mesin yang lebih kecil dan hemat biaya, ketimbang
menggunakan system mainframe yang terpusat. Hasilnya adalah melonjaknya daya
komputasi dan aplikasi di seluruh perusahaan.
d. Era Komputasi Perusahaan (1992 – Sekarang)
Pada awal 1990-an banyak perusahaan beralih ke perangkat standar aplikasi dan
jaringan yang memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan jaringan dan aplikasi
yang terpisah di dalam perusahaannya ke dalam infrastruktur yang terdapat dalam
perusahaannya.
Sebagai akibat dari infrastruktur TI menghubungkan setiap bagian komponen
komputer beserta jaringan-jaringan yang lebih kecil menjadi sebuah jaringan sebesar
lingkup organisasi, maka informasi dapat mengalir dengan bebas diseluruh organisasi
maupun antar- organisasi. Infrastruktur TI dapat menghubungkan berbagai perangkat
komputer, termasuk mainframe, server, PC, dan perangkat komunikasi genggam
termasuk infrastruktur public lainnya seperti system telepon, internet, dan layanan
jaringan umum.
e. Komputasi Cloud dan Mobile (2000 – Sekarang)
Pertumbuhan kapasitas bandwith internet telah mendorong model konfingurasi
klien-server lebih maju, menuju apa yang disebut “Model Cloud Computing”. Cloud
computing mengacu pada model komputasi yang menyediakan akses ke dalam sumber
daya komputasi yang terintegrasi dan boleh dibagikan (komputer, perangkat
penyimpanan, aplikasi, dan layanan) melalui sebuah jaringan yang biasanya adalah
internet. Sumber daya yang terdapat pada cloud computing dapat diakses sesuai
kebutuhan dari berbagai perangkat yang terhubung dimanapun.
Ribuan bahkan ratusan ribu komputer terdapat pada pusat data perusahaan penyedia
cloud computing, dimana mereka dapat diakses lewat PC, laptop, tablet, smartphone,
dan perangkat lainnya yang terhubung dengan internet, dengan semakin banyaknya
pengguna individu dan perusahaan yang beralih ke platform mobile/ alat komunikasi
genggam. IBM, Hp, Dell, dan Amazon mengoperasikan pusat cloud computing
berskala besar yang menyediakan kemampuan komputasi, penyimpanan data, serta
koneksi internet berkecepatan tinggi bagi perusahaan yang ingin mengoperasikan
infrastruktur yang dimilikinya dari jarak jauh.
1.1.3. Teknologi Pendorong dalam Evolusi Infrastruktur
Hukum Moore dan Kekuatan Microprocessor
Pada 1965, Gordon Moore, direktur Penelitian dan Pengembangan
Laboratorium Semikonduktor Fairchild, sebuah perusahaan pionir pabrikan sirkuit
elektronis terintegritas, menulis di majalah electronics sebagai berikut sejak
pertama kali chip microprocessor diperkenalkan tahun 1959, jumlah komponen-
komponen pada sebuah chip dengan biaya produksi paling murah meningkat 2 kali
lipat setiap tahunnya.
Hukum ini kemudian akan diinterpretasikan dengan berbagai cara, sedikitnya
ada 3 variasi Hukum Moore diantaranya :
1) Kemampuan microprocessor meningkat 2 kali lipat setiap18 bulan
2) Kemampuan komputasi meningkat 2 kali lipat setiap 18 bulan
3) Harga komputasi kurang setengahnya setiap 18 bulan

Dengan menggunakan nanoteknologi, perusahaan pabrikan chip dapat


memperkecil ukuran transistor menjadi seukuran beberapa atom. Nanoteknologi
menggunakan atom-atom dan molekul individual untuk menciptakan chip
komputer dan peralatan lainnya yang ribuan kali lebih kecil, ketimbang teknologi
yang ada pada saat ini.
Hukum Media Penyimpanan Digital Berkapasitas Besar

Teknologi kedua yang berperan dalam mendorong kemajuan infrastruktur TI


adalah Hukum Media Penyimpanan Digital Berkapasitas Besar. Jumlah informasi
digital terus meningkat sebanyak 2 kali lipat setiap tahunnya. Untungnya biaya
penyimpanan informasi digital terus menurun secara signifikan sekitar 100 persen
tiap tahunnya.

Hukum Metcalfe dan Ekonomi Jaringan

Hukum Moore dan Hukum Media Penyimpanan Digital Berkapasitas Besar


membantu kita dalam memahami mengapa sumber daya komputer saat ini begitu
mudah diperoleh.

Robert Metcalf penemu teknologi Ethernet local area network mengklaim


sejak tahun 1970 nilai dan kemampuan jaringan telah bertumbuh dengan pesat
seiring bertambahnya jumlah pengguna jaringan tersebut. Metcalf dan banyak
pihak lainnya mengacu pada skala imbal balik yang terus meningkat yang
menyatakan bahwa para anggota kelompok suatu jaringan terus menerima orang
untuk bergabung ke jaringan yang mereka miliki, sementara itu jumlah pengguna
jaringan terus bertambah secara tetap, nilai dari keseluruhan system bertumbuh
secara eksponensial dan terus bertumbuh selamanya seiring dengan peningkatan
jumlah pengguna.

Permintaan terhadap teknologi informasi yang didorong oleh nilai sosial dan
nilai bisnis jaringan digital telah meningkatkan jumlah dan potensi hubungan
diantara anggota jaringan tersebut.

Penurunan Biaya Komunikasi dan Internet

Teknologi keempat yang mendorong perubahan infrastruktur TI adalah


penurunan biaya komunikasi secara cepat dan pertumbuhan internet yang luar
biasa. Akibat semakin menurunnya biaya komunikasi yang hampir mendekati nilai
0 (nol/gratis), pengguna fasilitas komunikasi dan komputasi ikut membludak.
Untuk memperoleh manfaat dari nilai bisnis yang terasosiasi dengan internet,
perusahaan harus memperluas koneksi internetnya secara besar-besaran, termasuk
diantaranya pengadaan teknologi nirkabel, serta memperluas kemampuan jaringan
klien/server mereka, PC klien, serta perangkat ponsel mereka.

Pengaruh Standar dan Jaringan

Saat ini, infrastruktur dan jaringan internet untuk kegiatan komputasi tidak akan
dapat dioperasikan tanpa persetujuan antara pihak perusahaan dengan pelanggan
yang tersebar luas dalam hal standar teknologi yang dapat diterima. Standar
teknologi adalah spesifikasi yang digunakan untuk membangun kompabilitas
sebuah produk dan kemampuan komunikasi suatu jaringan.

Standar teknologi meluncurkan skala ekonomi yang dahsyat dan menghasilkan


penurunan harga karena para produsen berkonsentrasi pada produk yang dibuat
berdasarkan standar tunggal. Tanpa skala ekonomi tersebut, komputasi bagian
apapun akan menjadi jauh lebih mahal daripada yang ada saat ini.

Pada awal 1990-an, perusahaan berlomba-lomba dalam menerapkan standar


pada bidang komputer dan komunikasi. Wintel PC dengan system operasi
Windows dan aplikasi Microsoft Office untuk PC menjadi standar untuk platform
PC dan ponsel. Namun saat ini standar tersebut dibagi-bagi untuk iOS buata Apple,
system operasi Macintosh, serta system operasi Android. Di bidang telekomukasi,
standar internet memungkinkan berbagai PC dikomunikasikan secara bersama-
sama dalam sebuah jaringan local yang dinamakan local area network – LAN, dan
standar TCP/IP memungkinkan jaringan LAN tersebut dikomunikasikan keseluruh
jaringan yang dimiliki perusahaan dan yang terpenting, dikomunikasikan ke
internet.

1.2. Komponen Infrastruktur


Dewasa ini, infrastruktur TI terdiri atas 7 komponen utama. Komponen-komponen
tersebut mewakili investasi yang dilakukan perusahaan yang harus dikoordinasikan satu
sama lain untuk menciptakan infrastruktur yang saling menunjang bagi perusahaan
tersebut.
Pada masa lalu, perusahaan penyedia komponen teknologi tersebut menyediakan
komponen-komponen dengan jalan bersaing satu sama lain, menawarkan perusahaan yang
membeli komponennya sebuah produk yang eksklusif dan terpisah. Namun, seiring
meningkatnya jumlah pelanggan di pasaran, perusahaan-perusahaan penyedia komponen
tersebut dipaksa untuk menjalin kemitraan strategis satu sama lain. Sebagai contoh :
penyedia jasa dan perangkat keras seperti IBM bekerjasama dengan perusahaan besar
penyedia jasa layanan perangkat lunak guna menjalin hubungan kerjasama yang strategis
dengan system terintegrasi, serta menjanjikan produk yang dibuatnya dapat bekerja pada
berbagai jenis database perusahaan kliennya.
1.2.1. Platform Perangkat Keras Komputer
Pasar server umumnya sebagian besar menggunakan prosesor Intel ataupun AMD
dalam bentuk server blade di dalam rak, tetapi juga termasuk mikroprosesor Sun
SPARC dan chip Power PC IBM yang khusus dirancang untuk server. Server blade
adalah komputer yang sangat tipis yang terdiri atas sebuah papan sirkuit: dengan
prosesor, memori, dan koneksi jaringan yang disimpan dalam rak. Server blade
menempati ruangan yang lebih sempit dibandingkan server tradisional yang berbentuk
boks. Penyimpanan untuk keduanya dapat disediakan oleh sebuah hard drive di setiap
server blade atau dengan driver penyimpanan eksternal yang sangat besar.
Kalangan industry secara bersama-sama menyepakati Intel sebagai prosesor
standar untuk kegiatan komputasi organisasi bisnis, dengan pengecualian utama di
pasar server yang dipegang oleh Unix dan Linux, yang menggunakan prosesor buatan
Sun Microsystem ataupun prosesor buatan IBM.
Mainframe terus digunakan untuk menangani dan mengamankan volume transaksi
berskala besar, untuk menganilisis data berkapasitas besar, serta menangani beban
kerja yang besar di perusahaan pusat cloud computing. Penyedia mainframe telah
menyusut menjadi satu IBM. IBM merancang ulang system mainframe-nya agar dapat
berfungsi layaknya server raksasa bagi perusahaan berskala sangat besar dan penyedia
situs web. Satu buah mainframe buatan IBM setara dengan 17.000 server Windows dan
Linux, serta dapat menggantikan ribuan server blade yang lebih kecil.
1.2.2. Platform Sistem Operasi
Microsoft Windows Server mampu menyediakan system operasi dan layanan
jaringan bagi seluruh perusahaan serta mendukung perusahaan dalam mencari
infrastruktur TI berbasis Windows.
System tersebut juga dapat beroperasi pada berbagai jenis prosesor. Penyedia
utama system operasi Unix adalah IBM, HP, dan Sun Microsystem, yang masing-
masing memiliki sedikit perbedaan dan sebagian versi yang tidak kompetibel.
PC menggunakan system operasi Microsoft Windows untuk mengelola berbagai
sumber aktivitas pada komputer. Chrome OS (system operasi buatan Google)
menyiadakan system operasi yang ringkas bagi pengguna netbook dalam menjalankan
cloud computing. Program-program tidak disimpan di PC pengguna, tetapi digunakan
lewat internet dan diakses melalui browser Google Chrome. Android adalah system
operasi open source pada perangkat mobile seperti, smartphone, dan komputer tablet
yang dikembangkan oleh Open Handset Alliance yang dipimpin oleh Google. Android
menjadi platform smartphone yang paling popular diseluruh dunia, bersaing dengan
iOS, system operadi buatan Apple untuk iPhone, iPad, iPod Touch.
Perangkat lunak konvensional system operasi untuk klien memiliki rancangan yang
berkutat pada mouse dan keyboard, namun berkembang menjadi lebih natural dan
intuitif/cerdas dengan menggunakan teknologi sentuhan, iOS dilengkapi dengan
teknologi antarmuka multitouch, dimana pengguna dapat menggunakan lebih dari satu
jari untuk memanipulasi objek yang terdapat pada layar tanpa menggunakan mouse
ataupun keyboard. Microsoft Windows 8, yang dijalankan pada tablet serta PC, selain
memiliki teknologi layar sentuh, juga dapat dijalankan menggunakan keyboard dan
mouse.
1.2.3. Aplikasi Perangkat Lunak Perusahaan
Penyedia aplikasi perusahaan adalah SAP dan Oracle juga yang termasuk dalam
kategori ini adalah perangkat lunak kelas menengah yang disediakan oleh IBM dan
Oracle untuk menjadikan system aplikasi perusahaan yang sudah ada saling terhubung
satu sama lain di seluruh lingkungan perusahaan. Microsoft mencoba peruntungannya
di kelas yang lebih rendah dengan memfokuskan diri pada organisasi kecil dan
menengah yang belum pernah mengimplementasikan aplikasi perusahaan.
1.2.4. Pengelolaan dan Penyimpanan Data
Perangkat lunak perusahaan pengelola database bertanggungjawab untuk
mengorganisasikan dan mengelola data sehingga data tersebut dapat diakses dan
digunakan dengan efisien. Perusahaan-perusahaan pemimpin perangkat lunak
pengelolaan basis data adalah IBM (DB2), Oracle, Microsoft (SQL Server), dan Sybase
(Adaptive Server Enterprise) yang menyuplai lebih dari 90 persen pasar perangkat
lunak database. MySQL adalah produk basis data relasional open source yang
dikembangkan oleh Linux, dan saat ini diakuisisi oleh Oracle Corporation, sedangkan
Apache Hadoop perangkat lunak dengan kerangka kerja open source untuk mengelola
data berkapasitas besar.
Perangkat penyimpanan data dan fisik untuk system berskala besar didominasi oleh
EMC Corporation, sedangkan untuk hard disk PC dikuasai oleh Seagate dan Western
Digital. Jaringan area penyimpanan (storage area network-SAN) yang menghubungkan
berbagai perangkat penyimpanan yang terpisah-pisah melalui jaringan berkecepatan
tinggi untuk disimpan. SAN menciptakan sekumpulan data besar yang terpusat yang
dapat dengan cepat diakses dan dibagi-bagikan ke berbagai server.
1.2.5. Platform Jaringan/Telekomunikasi
Window Server pada umumnya digunakan sebagai system operasi pada LAN, yang
diikuti oleh Linux dan Unix. Kebanyakan LAN yang digunakan pada jaringan
perusahaan menggunakan protocol TCP/IP sebagai standar.
Perusahaan pemimpin pasar perangkat keras jaringan telekomunikasi seperti,
Cisco, Alcatel, Lucent, Nortel dan Juniper Network. Platform komunikasi umumnya
disediakan oleh perusahaan jasa telepon/komunikasi yang menawarkan konektivitas
data dan suara, jangkauan jaringan yang luas, layanan komunikasi nirkabel, serta akses
internet. Perusahaan pemimpin pasar telekomunikasi diantaranya adalah AT & T dan
Verizon. Pasar ini dibanjiri oleh pesaing baru dalam layanan komunikasi nirkabel,
internet berkecepatan tinggi, serta layanan telepon internet.
1.2.6. Platform Internet
Platform internet harus cocok terhubung dengan infrastruktur jaringan serta
platform perangkat keras dan perangkat lunak. Mereka termasuk perangkat keras,
perangkat lunak, dan layanan manajemen guna mendukung situs web perusahaan,
termasuk layanan hosting web, router, dan perangkat dengan atau tanpa kabel. Layanan
hosting web mengelola server web berskala besar atau beberapa server sekaligus, serta
menerima jasa pembayaran untuk penyediaan dan pengelolaan laman web suatu
perusahaan.
Revolusi internet menciptakan lonjakan yang luar biasa terhadap server komputer,
banyak perusahaan mengumpulkan ribuan server kecil untuk menjalankan kegiatan
operasional internet mereka. Perangkat dan kelengkapan aplikasi pengembangan
perangkat lunak web yang disediakan oleh Microsoft (Microsoft Expression Studio dan
kelompok Microsoft. Net berikut perangkat pengembangannya), Oracle-Sun Java (Java
buatan Sun Microsystem adalah perangkat pengembang aplikasi web interaktif yang
paling banyak digunakan baik oleh klien maupun server), serta beberapa pengembang
perangkat lunak Independen seperti Adobe (Creative Suite), serta Real Network
(perangkat lunak media).
1.2.7. Jasa Konsultasi dan Pengintegrasian Sistem
Saat ini, perusahaan besar belum memiliki staf, anggaran, ataupun pengalaman, dan
keahlian yang dibutuhkan untuk mengelola seluruh infrastruktur TI yang dimiliki.
Pengimplementasian infrastruktur baru memerlukan perubahan yang signifikan di
bidang prosedur dan proses bisnis, pelatihan dan pendidikan, serta pengintegrasian
perangkat lunak. Perusahaan konsultan yang menyediakan keahlian bidang ini
diantaranya Accenture, IBM Global Service, HP, Infosys, dan Wipro Technologies.
Pengintegrasian perangkat lunak menjamin infrastruktur yang baru dapat
bekerjasama dengan infrastruktur lama milik perusahaan, yang biasanya disebut system
warisan dan menjamin elemen baru yang terdapat pada infrastruktur dapat bekerjasama
satu sama lain. System warisan umunya berupa system pemrosesan transaksi yang
berusia lebih tua yang umumnya diciptakan untuk komputer-komputer mainframe dan
terus digunakan untuk menghindari biaya pergantian atau penataan ulang yang mahal.

1.3. Tren Platform Perangkat Keras Terkini


Melonjaknya kemampuan perangkat keras computer dan teknologi jaringan, telah
mengubah secara dramatis bagaimana organisasi bisnis mengatur kemampuan komputasi,
serta pengalokasiannya pada jaringan dan perangkat telepon genggam. Perhatikan 8 tren
perangkat keras: platform digitilal mobile, konsumersasi TI, jaringan komputasi,
virtualisasi, cloud computing, green computing, prosesor hemat energy dengan kinerja
prima, serta komputasi otonomis.
1.3.1. Platform Digital Mobile
Menunjukan bahwa platform komputasi digital mobile (computer genggam, contoh
smartphone) yang baru telah berkembang menjadi alternative bagi penggunaan PC dan
komputer lainnya yang berukuruan lebih besar. Smartphone seperti, Iphone, Andorid
dan Smartphone Blackberry telah mengadopsi banyak fungsi yang sebelumnnya hanya
terdapat pada PC, diantaranya transmisi data, menjelajah web, mengirim surel dan
pesan instan, menampilkan pesan digital, serta melakukan pertukaran data dengan
menggunakan sistem internal perusahaan. Platform mobile yang baru seperti netbook
ditujukan untuk komunikasi dan akses internet nirkabela secara optimal, komputer
tablet (tablet computer) seperti Ipad dan pembaca e-book digital seperti Amazon
Kindle dilengkapi kemampuan mengakses laman web.
Smartphone dan komputer tablet menjadi begitu penting dalam mengakses internet.
Perangkat-perangkat tersebut semakin banyak digunakan untuk tujuan komputasi
organisasi bisnis seperti aplikasi pelanggan. Sebagai contoh, senior eksekutif di
General Motors menggunakan aplikasi smartphone untuk menggali informasi
penjualan kendaraan, kinerja finasial, matriks produksi, serta status manajemen.
1.3.2. Konsumersasi dari TI dan BYOD
Popularitas, kemudahan dalam penggunaan, serta rangkaian aplikasi yang kaya
manfaat yang dimilki smartphone dan komputer tablet telah menciptakan ketertarikan
yang mendasar untuk mengixinkan karyawan menggunakan perangkat ponsel mereka
di tempat kerja, sebuah fenomena yang umumnya disebut BYOD. BYOD adalah salah
satu aspek dari konsumersasi TI (consumerization of IT), dimana teknologi informasi
baru yangn pertama kali berkembang di pasar konsumen mulai menyebar memasuki
organisasi bisnis. Konsumersasi TI tidak hanya termasuk perangkat mobile pribadi,
namun juga layanan perangkat lunak yang digunakan organisasi bisnis seperti, mesin
pencarian Google dan Yahoo, Gmail, Google App, Dropbox, bahkan Facebook, dan
Twitter yang aslinya ditujukan bagi pasaran konsumen.
Konsumersasi TI memaksa organisasi bisnis, terutama yang bersakala besar, untuk
memikirkan ulang cara mereka memperoleh dan mengelola peralatan serta layanan
teknologi informasi yang dimilikinya. Departemen tersebut melengkapi karyawan
dengan PC ataupun laptop untuk dapat mengakses sistem perusahaan dengan aman.
Departemen TI mengontrol keseluruhan perangkat keras dan perangkat lunak
perusahaan guna menjamin bisnisnya dilindungi, serta sistem informasi yang
diterapkan betul-betul digunakan untuk kepentingan perusahaan dan manajemen. Saat
ini, karyawan dan departemen-departemen dalam organisasi bisnis memainkan peran
yang lebih besar dalam meilih teknologi, yang dalam banyak kasus berupa meminta
karyawan untuk mampu menggunakan computer pribadi mereka, smartphone, dan
tablet untuk mengakses jaringan perusahaan. Hal tersebut mempersulit perusahaan
dalam mengelola dan mengendalikan pemakaian teknologi ini, serta menjamin apakah
teknologi tersebut betul-betul digunakan untuk tujuan bisnis.
1.3.3. Komputasi Jaringan
Komputasi jaringan (grid computing) melibatkan pengoneksian berbagai
computer yang berada pada lokasi geografis yang berjauhan kedalam suatu jaringan
tunggal untuk menciptakan supercomputer virtual dengan mengombinasikan seluruh
daya komputasi komputer-komputer tersebut pada sebuah jaringan. Komputasi
jaringan menuai manfaat berdasarkan fakta bahwa sebagian besar computer di AS
menggunakan unit pusat pengelolaannya hanya 25 persen dari waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaanya, menyebabkan tersedianya sumber daya komputasi
yang belum terpakai untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Komputasi jaringan
mustahil dijalankan tanpa koneksi internet berkecepatan tinggi yang memungkinkan
perusahaan untuk menghubungkan mesin-mesin yang berada di lokasi yang jauh secara
ekonomis serta memindahkan data berkapasitas besar.
Penyebab digunakannya komputasi jaringan biasanya melibatkan motif penghemat
biaya, kecepatan komputasi, serta kegesitan. Sebagai contoh, Royal Dutch/Shell Group
menggunakan platform komputasi jaringan berskala besar guna meningkatkan akurasi
dan kecepatan aplikasi pemodelan ilmiah untuk menemukan cadangan minyak baik.
Platform ini terhubung dengan 1.024 buah computer server IBM dengan sitem operasi
Linux, yang menjadikannya supercomputer Linux terbesar di dunia yang digunakan
organisasi komersial. Jaringan tersebut disesuaikan untuk mengakomodasi volume data
yang fluktuatif yang umum terjadi dalam bisnis musiman ini. Royal Dutch/Shell Group
mengklaim komputasi jaringan tersebut memampukan perusahaan dalam
mempersingkat waktu dalam memproses data yang berhubungan dengan potensi
gempa, sekaligus meingkatkan kualitas informasi yang dihasilkan dan membantu para
ilmuan dalam menemukan cadangan minyak baru.
1.3.4. Virtualisasi
Vistualisasi (vistualization) adalah proses penyajian serangkaian sumber daya
komputasi (seperti daya komputasi dan daya kapasitas penyimpanan data) sehingga
mereka dapat diakses tanpa terbatas oleh fisik dan geografis. Virtualisasi memampukan
sumber daya tunggal (seperti server ataupun perangkat penyimpan) untuk ditampila
kepada pengguna seolah-olah menjadi berjumlah tertentu. Sebagai contoh, sebuah
server ataupun mainframe dapat dikonfigurasi untuk menjalankan berbagai sistem
operasi sehingga seolah-olah terdapat banyak mesin computer. Virtualisasi juga
memungkinkan berbagai sumber dayan fisik (seperti perangkat penyimpanan dan
computer server) untuk ditampilkan menjadi summber daya tunggal, contohnya
storage area network (SAN) ataupun komputasi jaringan. Vitualisasi memungkinkan
perusahaan untuk menangani proses computer dan penyimpanan dengan menggunakan
sumber daya kopmutasi dari jarak yang jauh. VMware adalah perusahaan pemimipin
pasar untuk perangkat lunak virtualisasi bagi Windows dan server Linux.
Dengan menyediakan kemampuan untuk menjalankan beragam sistem operasi pada
sebuah mesin tunggal, virtualisasi membantu organisasi dalam memasksimlakan
penggunaan peralatan menghemat ruang penyimpanan pada pusat data, dan
penggunaan energi. Sebagian server hanya menjalankan 15-20 persen dari kapasitas
yang dimilikinya, dan virtualisasi dapat memaksimalkan pemanfaatan sever hingga 70
persen atau lebih. Tingkat pemanfaatan yang lebih optimal dapat diterjemahkan
sebagai jumlah yang sama besar, seperti yang tergambar pada upaya Beban Militer
dalam menggunakan virtualisasi yang terdapat pada kasus bab pembuka. Vitualisasi
juga memfasilitasi pemusatan dan pengonsolidasiankinerja perangkat keras. Saat ini
adalah mungkin bagi dan individu untuk melakukan pekerjaan komputasi mereka
dengan menggunakan infrastuktur TI yang tervitualisasi, yang sama halnya dengan
cloud computing.
1.3.5. Cloud Computing
Cloud computing adalah sebuah model komputasi dimana aktivitas pemrosesan,
penyimpanan perangkat lunak, dan layanan lainnya disediakan layakya sumber virtual
terpadu pada suatu jaringan yang umumnya adalah internet. Sumber daya komputasi
dari “cloud” computing tersebut dapat diakses berdasarkan kebutuhan dari perangkat
apapun dan lokasi mana pun yang terhubung.
 Infastuktur cloud computing sebagai layanan: Konsumen menggunakan
sumber daya komputasi untuk memproses, menyimpan, mengakses jaringan,
dan kegiatan lainnya dari penyedia layanan jasa cloud computing untuk
mrnjalankan sistem informasi mereka. Sebagai contoh, Amazon menggunakan
sebagian dari kapasitas infrastuktur TI yang dimilkiknya untuk
menyediakannya lingkungan cloud computing secara luas guna menjual
layanan infrastuktur TI. Termasuk diantaranya Perangkat Penyimpanan
Sederhana (Simple Storage Device – S3) untuk menyimpan data pelanggan,
serta Elastic Compute Cloud (EC2) untuk menjalankan aplikasinya. Pengguna
hanya dikenakan biaya untuk proses komputasi dan kapasitas penyimpanan
data yang mereka pakai.
 Platform cloud computing sebagai layanan: Pelanggan menggunakan
infrastruktur dan perangkat pemrograman yang kompatibel dengan layanan
cloud computing yang disediakan untuk mengembangkan aplikasi mereka.
Sebagai contoh, IBM menawarkan Smart Business Application Development
& Test untuk keperluan pengujian dan pengembangan perangkat lunak pada
lingkungan cloud computing yang dikelola IBM.
 Perangkat lunak cloud computing sebagai layanan: Pelanggan
menggunakan perangkat lunak yang disediakan oleh penyedai jasa cloud
computing dan dikirim melalui jaringan. Contoh yang paling mudah adalah
Google Apps, yang menyediakan berbagai aplikasi bisnis umum secara online
dan Salesforce.com yang menyewakan perangkat lunak CRM dan layanan
terkait melalui internet. Selain mengenakan biaya pelanggan, Google Apps juga
menyediakan aplikasi aplikasi gratis. Pengguna mengakses aplikasi-aplikasi ini
lewat browser web, sedangkan data dan perangkat lunaknya tersimpan di server
penyedia cloud computing dari jarak jauh.

Cloud computing dapat bersifat pribadi/terbatas atau public/umum. Public cloud


(cloud public/umum) dimiliki dan dikelola oleh perusahaan penyedia layanan cloud
computing, seperti layanan web dari Amazon, yang tersedia untuk kalangan umum dan
kalangan industry. Private cloud (cloud pribadi) dioperasikan secara menyeluruh untuk
sebuah perusahaan. Sama seperti public cloud, private cloud juga mampu
mengalokasikan kapasitas penyimpanan, daya komputasi, ataupun sumber daya
lainnya secara mulus guna menyediakan sumber daya komputasi yang sesuai dengan
kebutuhan. Perusahaan yang mendambakan sumber daya TI yang fleksibel dan model
layanan cloud computing yang mengontrol keseluruhan infrastuktur TI mereka akan
tertarik menggunakan private cloud ini.

Karena organisasi yang menggunakan public cloud tidak memiliki infrastrukturnya


sendiri dan mereka menggunakan komputasi utilitas (utility computing) atau
dikenakan biaya berlangganan bulanan ataupun tahunan. Istilah komputasi sesuai
permintaan (on-demand-computing) juga digunakan untuk menjelaskan layanan ini.

Cloud computing memiliki beberapa kekurangan. Sampai pengguna diizinkan


untuk menyimpan data mereka secara local (di PC/perangkat pribadi mereka),
tanggung jawab terhadap penyimpanan dan pengendalian data berada di tangan
penyedia jasa cloud computing. Beberapa perusahaan cemas terhadap resiko
keamanaan yang berkaitan dengan memercayakan data dan sistemnya yang penting
kepada pihak luar yang jelas-jelas merupakan perusahaan lain. Perusahaan pun apabila
infrastruktur penyedia layanan cloud computing mengalami kegagalan. Keterbatasan
cloud computing dan hal ini sebetulnya tidak diinginkan, seperti yang akan diskusikan
pada kasus penutupan bab. Namun demikian, tren menyebabkan perusahaan-
perusahaan untuk beralih dari pemrosesan dan penyimpanan menggunakan computer-
komputer mereka ke dalam bebrapa bentuk infrastruktur cloud computing.

Cloud computing begitu cepat menarik minat organisasi bisnis kecil dan menengah
yang kekurangan sumber daya untuk membeli perangkat keras dan perangkat lunak
sendiri. Bagaimanapun, perusahaan-perusahaan besar memiliki investasi yang besar
pada sistem yang komplek dan layak untuk mendukung proses bisnis yang unik, dan
beberapa diantaranya memberikan keuntungan strategis. Penghematan biaya pada saat
beralih ke cloud computing tidak selalu mudah ditentukan, terutama bagi perusahaan
besar yang telah memiliki infrastruktur TI-nya sendiri. Pusat pengolahan data suatu
perusahaan umumnya beroperasi dengan anggaran TI yang terdiri atas gabungan biaya
operasional dan biaya modal. Penentuan tarif layanan cloud computing biasanya
berdasarkan pemakaian per-jam ataupun jumlah pemakaian lainnya. Meskipun
perusahaan dapat memperkirakan biaya perangkat keras dan perangkat lunak yang
dibebankan untuk menjalankan tugas komputasi dalam perusahaannya, namun
perusahaan pengelolaan penyimpanan, sistem administrasi, listrik dan gedung yang
dialokasikan untuk mengerjakan pekerjaan tunggal tersebut.

Departemen sistem informasi tidak memiliki informasi yang tepat untuk


menganalisis factor-faktor tersebut berdasarkan basis layanan per layanan. Perusahaan
besar agaknya lebih tertarikuntuk mengadopsi model hybrid cloud computing dimana
mereka menggunakan infrastruktur mereka sendiri untuk kegiatan-kegiatan utama yang
penting dan menggunakan public cloud computing untuk pemrosesan kapasitas
tambahan selama masa puncaktransaksi bisnis. Cloud computing secara bertahap akan
mengalihkan perusahaan dari menggunakan kapasitas infrastruktur tetap miliknya
sendiri, menjadi infrastruktur yang lebih fleksibel, dimana sebagian infrastruktur
dimiliki oleh perusahaan penyedia perangkat keras komputer.

1.3.6. Green Computing


Dengan membatasi penyebaran perangkat keras dan penghematan daya, virtualisasi
telah menjadi salah satu teknologi utama untuk meyelenggarakan green computing.
Green computing atau green IT mengacu pada praktik dan teknologi dalam
merancang, memproduksi, menggunakan dan menempatkan computer, server, beserta
perangkat bawaannya seperti monitor, printer, hard disk, serta perangkat jaringan dan
telekomunikasi lainnya untuk meminimalisasi dampaknya bagi lingkungan.
Mengurangi konsumsi listrik pada computer adalah teknologi prioritas yang sangat
membantu green computing. Teknologi informasi bertanggung jawab terhadap 2
persen dari total kebutuhan listrik negara Amerika Serikat, dan diyakini menyumbang
2 persen dari gas rumah kaca. Penghematan listrik di pusat pengolahan data telah
menjadi tantangan yang serius bagi organisasi bisnis dan lingkungan.
1.3.7. Prosesor Hemat Energy dengan Kinerja Prima
Cara lain untuk mengurangi kebutuhan listrik dan kegagalan perangkat keras adalah
penggunaan prosesor yang hemat energi dan lebih efisien. Mikroprosesor terkini
memiliki beberapa inti prosesor dalam sebuah chip (yang akan membantu kinerja
pembacaan dan pelaksanaan perintah. Contoh : Quad-Core). Prosesor multicore
(multicore prosesor) adalah sirkuit terintegrasi dimana dua atau lebih inti prosesor
dilekatkan untuk menunjang performa, menghemat listrik, serta memproses bebrapa
pekerjaan sekaligus dengan lebih efisien. Teknologi ini memungkinkan dua atau lebih
mesin pemroses (prosesor) dengan kebutuhan daya listrik lebih sedikit dan temperature
suhu mesin lebih rendah menjalankan pekerjaan dengan lebih cepat. Saat ini, anda
dapat menemukan PC dengan dual-core, quad core, six core dan eight core.
Intel dan perusahaan pabrikan chip lainnya telah mengembangkan mikroprosesor
hemat energy, yang sangat penting untuk keawetan baterai pada perangkat digital
mobile berukurankecil. Mikroprosesor sangat hemat energi seperti, ARM, Apple’s A4
dan A5 serta Intel Atom yang terdapat pada netbook, pemuar media digital, dan
smartphone. Prosesor dual-core tipe A5 yang digunakan untuk iPhone 4S dan iPad2
hanya memerlukan listrik 1/30 sampai 1/50 dari yang dibutuhkan prosesor dual core
pada laptop.
1.3.8. Komputasi Otonom
Dengan sistem-sistem besar yang meliputi beribu-ribu perangkat jaringan, sistem
computer telah menjadi begitu rumit dewasa ini, beberapa ahli pervaya ke depannya
hal seperti ini akan mustahil untuk ditangani. Komputasi otonom (autonomic
computing) adalah upaya kalangan industri untuk menciptakan sistem yang dapat
menonfigurasi, mengoptimalkan, dan menyesuaikan dirinya sendiri, memperbaiki
dirinya sendiri ketika mengalami masalah, serta melindungi dirinya sendiri ketika ada
penyusup yang ingin masuk dan menghancurkan dirinya sendiri.
Sebagai contoh, antivirus dan perangkat lunak pelindungan firewall dapat
mendeteksi virus pada PC anda, secara otomatis mengalahkan virus tersebut dengan
menginformasikannya ke pengguna. Program tersebut dapat dimutakhirkan secara
otomatis sesuai kebutuhan dengan cara mengoneksikannya ke layanan antivirus seperti
McAfee. IBM dan vendor lainnya mulai mengembangkan fitur otonom menjadi sebuah
produk bagi sistem-sistem berskala besar.
1.4. Trend Platform Terkini untuk Perangkat Lunak
Ada empat tema utama dalam evolusi platform platform perangkat kontemporer:
 Linux dan perangkat lunak open-source
 Java, HTML, dan HTML 5
 Layanan web dan arsitekstur berorientasikan pelayanan
 Layanan alih daya perangkat lunak dan cloud services.
1.4.1. Linux dan Perangkat Lunak Open Source
Perangkat lunak open source (open source software) adalah perangkat lunak yang
dihasilkan oleh sekelompok pemrograman lepas di seluruh dunia. Menurut asosiasi
professional di bidang perangkat lunak open-source, OpenSource.org, perangkat lunak
open source adalah gratis dan dapat dimodifikasi oleh pengguna. Pekerjaan yang
diperoleh dari bahsa pemrograman aslinya juga harus gratis, dan dapat disebarluaskan
oleh pengguna tanpa memerlukan izin tambahan. Definisi perangkat lunak open source
tidak terbatas pada sistem operasi maupun perangkat teknologi tertentu meskipun
kebanyakan perangkat lunak open source saat ini menggunakan sistem operasi Linux
dan Unix.
Perangkat lunak open source terus berkembang selama lebih dari 30 tahun dan
terbukti dapat diterima dan diproduksi secara komersial, perangkat lunak berkualitas
tinggi. Perangkat lunak open source yang terkenal diantaranya Linux, server web
HTTP buatan Apache, Mozila Firefox, serta Apache OpenOffice untuk PC. Perangkat
lunak open source digunakan sebagai alternaitf mursh delain Microsoft Office.
Sebagian besar perusahaan penyedia perangkat keras dan perangkat lunak, diantaranya
IBM, HP, Dell, Oracle, dan SAP, sekarang menawarkan produk mereka yang
kompatibel dengan sistem oeprasi Linux.
 Linux
Mungkin perangkat lunak open source paling terkenal adalah Linux, sistem
operasi yang berhubungan dengan Unix. Linux diciptakan oleh pemrograman
asal Irlandia bernama Linus Torvald, dan pertama kal ditampilkan di internet
pada agustus 1991. Linux dapat diaplikasikanpada ponsel, smartphone,
netbook, dan perangkat elektronik pelanggan lainnya. Linux tersedia secara
gratis dan dapat diunduh dari internet atau dengan harga yang murah dengan
menyertakan tambahan alat-alat bantu dari vendor seperti Red Hat.
Meskipun Linux tidak terlalu banyak digunakan PC, namun mereka
mendominasi untuk LAN, server web, dan pekerjaan-pekerjaan komputasi
dengan kinerja tinggi.
Bangkitnya perangkat lunak open source terutama Linux dan aplikasi
pendukungnya, memberikan dampak mendalam bagi platform perangkat lunak
banyak perusahaan : penghematan biaya, keandalan dan ketahan, serta
integrase, karena Linux mampu beroprasi pada berbagai platform perangkat
keras dari mainframe, server bahkan klien.
1.4.2. Perangkat Lunak untuk Web : Java, HTML, dan HTML5
Java adalah sistem operasi dan prosesor yang berdiri sendiri, serta Bahasa
pemrograman berorientasi objek yang menjadi pemimpin dalam pengembangan web
yang interaktif. Java diciptakan oleh James Gosling dan Green Team di laboratoriuim
Sun Microsystem pada 1992. Pada 13 November 2006, Sun merilis Java sebagai
perangkat lunak open source di bawah peraturan GNU General Public License (GPL),
yang prosesnya selesai pada 8 mei 2007.
Platform Java telah menyebar ke ponsel, smartphone, mobil otomatis, pemutar
music, peralatan game, dan akhirnya sistem TV kabel yang menyajikan konten
interaktif dan layanan berbayar per tayangan. Pernagkat lunak java dirancang unutk
dapat peroprasi di seluruh jenis komputer dan perangkatnya, tanpa memandang jenis
mikroprosesor maupun sistem operasi yang digunakannya. Oracle Corporation
memperkirakan sekitar 3 miliar peralatan menggunakan Java, dan ia merupakan
perangkat lunak pengembangan paling populer untuk perangkat mobile yang
menjalankan sistem operasi Andorid (Taft, 2012). Untuk setiap lingkungan komputasi
yang menggunakan Java, Sun menciptakan Java Virtual Machin yang akan
menginterpretasikan Bahasa pemrograman Java kepada mesin tersebut. Hasilnya,
perintah program yang telah dituliskan satu kali, dapat digunakan pada seluruh
perangkat yang memiliki Java Virtual Machine.
Perangkat lunak pengembang Java dapat menciptakan program kecil (applet) yang
dapat ditempelkan pada laman web, diunduh untuk dijalankan pada browser web.
Sebuah penjelajah web (web browser) adalah perangkat lunak yang mudah digunakan
dengan dukungan tampilan grafis yang mudah dipahami oleh pengguna, serta untuk
mengakses web berikut sumber internet lainnya. Internet Exploler buatan Microsoft,
Mozilla firefox, Google Chorme adalah contohnya. Pada level peruusahaan, Java
digunakan untuk aplikasi e-bsuiness dan e-commerce yang lebih rumit yang
memerlukan komunikasi dengan administrator sistem pemrosesan transaksi.
 HTML dan HTML5
Hypertext Markup Language (HTML) adalah Bahasa pemograman yang
digunakan untuk mendefinisikan laman web guna menentukan bagaimana,
tulisan, gambar, video, dan suara ditempatkan pada laman web, serta untuk
menciptakan link-link dinamis ke objek ataupun laman web lainnya. Dengan
menggunakan link-link tersebut, pengguna hanya perlu mengarahkan pointer ke
kata atapun gambar, kemudian klik, dan sesegera mungkin akan diarahkan ke
dokumen lainnya.
HTML sejatinya dirancang untuk menciptakan dan menghubungkan
dkoumen-dokumen statis yang sebagian besar berupa tulisan. Bagaimanapun
saat ini, situs web lebih menjurus kea rah sosial interaktif dan banyak laman
web menyertakan elemen-elemen multimedia – gambar, suara, dan video.
Aplikasi plug-in dari pihak ketiga seperti Flash, Silverlight, dan Java telah
dibutuhkan guna mengintegrasikan media-media yang kaya ini dengan laman
web. Bagaimanapun, add-ons ini memerlukan pemrograman tambahan dan
menimbulkan sedikit hambatan pada pemfrosesan computer. Inilah mengapa
Apple menghapus dukungan Flash dari perangkatnya. Evolusi selanjutnya dari
HTML, yang disebut HTML5, memberikan solusi bagi masalah ini yang
memungkinkan kita untuk memperkenalkan gambar, audio, video, dan
elemenen lainnya langsung ke dalam sebuah dokumen tanpa perlu membebani
prosesor.
HTML5 juga mempermudah laman web untuk berfungsi pada perangkat
penampilan yang berbeda, diantaranya perangkat mobile demikian juga
desktop, dan HTML5 juga mendukung penyimpanan data secara offline untuk
aplikasi yang terdapat pada laman web. Laman web akan dijalankan lebih cepat,
layaknya aplikasi smartphone. Meskipun HTML5 masih dalam tahap uji coba,
elemen-elemennya telah digunakan pada sejumlah perangkat internet,
diantaranya browser Safari buatan Apple, Google Chrome, dan versi terbaru
dari browser Firefox. Gmail dan Google Reader juga telah mengadopsi bagian-
bagian dari standar HTML5. Situs web yang bertuliskan “ipad ready”
menggunakan teknlogi HTML5 secara meluas, diantaranya CNN The New
York Times, dan CBS.
1.4.3. Layanan Web dan Arsitekstur Berorientasikan Layanan
Layanan web (web sevices) mengacu pada rangkaian komponen perangkat lunak
yang melakukan pertukaran informasi satu sama lain dengan menggunakan Bahasa dan
standar komunikasi web yang bersifat universal. Merekadapat melakukan pertukaran
informasi diantara dua sistem yang berbeda tanpa memandang sistem operasi dan
Bahasa pemrograman yang menjadi dasar sistem tersebut. Mereka dapat digunakan
untuk membangun aplikasi standar terbuka berbasis web yang menghubungkan dua
sistem pada organisasi berbeda, dan mereka juga dapat digunakan untuk membuat
aplikasi yang menghubungkan sistem-sistem terpisah di dalam suatu perusahaan.
Layanan web tidak bergantung pada suatu sistem ataupun Bahasa pemrograman,
dan aplikasi yang berbeda-beda dapat menggunakannya untuk berkomunikasi satu
sama lain dengan cara yang standar tanpa perlu membuang waktu untuk menyesuaikan
koden pemrograman.
Dasar teknologi dari layanan web adalah XML yang merupakan singkatan dari
Extensible Markup Language. Bahasa pemrograman ini dikembangkan pada 1996
oleh World Wide Web Consortium (W3c, badan internasional yang mengawasi
pengembangan web) sebagai Bahasa pemrograman yang tangguh dan fleksibel,
melebihi HTML untuk lama web. HTML terbatas pada bagaimana data seharusnya
dipresentasikan dalam bentuk web, sedangkan XML dapat melakukan presentasi,
komunikasi dan penyimpanan data. Dalam XML, sebuah angka bukanlah sebuah angka
seperti yang kita kenal, pada XML menspesifikasikan apakah angka tersebut mewakili
harga, tanggal, atau kode pos.
Dengan menandai elemen-elemen pada konten sebuah dokumen, XML
memungkinkan computer untuk memanipulasi dan menginterpretasikan data mereka
secara otomatis dan menjalankan operasi pada data tersebut tanpa intervensi manusia.
Browser web dan program computer, seperti perangkat lunak ERP dan pemrosesan
pesanan, dapat mengikuti aturan-aturan terprogram untuk mengaplikasikan dan
menampilkan data. XML menyediakan format standar untuk melakkan pertukaran
data, memungkinkan layanan web untuk meneruskan data dari satu proses ke proses
lainnya.
Layanan web dikomunikasikanlewat pesan-pesan XML melalui protocol web
standar. Perusahaan-perusahaan menemukan dan menempatkan layanan web lewat
sebuah direktori sebanyak mereka menempatkan layanan pada buku alamat Yellow
Pages. Dengan menggunakan protocol web, sebuah aplikasi perangkat lunak dapat
terhubung bebas unutk berkomunikasi dengan aplikasi lainnya tenpa perlu
memodifikasi Bahasa pemrograman diantara aplikasi ya berbeda tersebut. Semua orang
dibagikan standar yang sama.
Kumpulan layanan web yang digunakan untuk membangun sistem perangkat lunak
suatu perusahaan mewakili apa yang disebut arsitektur berorientasikan layanan.
Arsitektur berorientasikan layanan (servie-oriented-arhitecture-SOA) adalah
rangkaian layanan serba lengkap yang mengkomunikasikan aplikasi kerja perangkat
lunak satu sama lain. Tugas-tugas bisnis diselesaikan lelwat pelaksanaan rangkaian
layanan ini. Para pengembang perangkat lunak menggunakan ulang layanan-layanan
ini dengan kombinasi yang berebeda untuk mengumpulkan aplikasi-aplikasi lain yang
dibutukan.
Nyatanya seluruh vendor-vendor utama perangkat lunak menyediakan perangkat
dan keseluruhan platform dalam membangun dan mengintegrasikan aplikasi dengan
menggunakan layanan web. IM menyertakan perangkat layanan web untuk platform
perangkat lunak e-business-nya yang bernama WebSphere, dan Microsoft
menggabungkan perangkat layanan web pada platform Microsoft.Net yang
dikembangkannya.
Sistem Dollar Rent A Car menggunakan layanan web untuk sistem booking online-
nya yang bekerja sama dengan situs web Southwest Airlines. Meskipun sistem kedua
perusahaan memiliki platform teknologi yang berbeda, orang memesan tiket
penerbangan pada Southwest.com dapat memesan sebuaha mobil sewaan dari Dollar
Rent A Car tanpa perlu meninggalkan situs web perusahaan penerbangan tersebut.
Ketimbang bergumul dengan sistem resevasi Dollar Rent A Car untuk bebagai data
dengan sistem informasi milik Southwest Dollar Rent A Car menggunakan teknologi
layanan web Microsoft.Net sebagai perantara. Pemesanan dari Southwest
diterjemahkan ke dalam protocol layanan web, yang kemudian diterjemahkan ke dalam
format yang dapat dimengerti oleh computer Dollar Rent A Car.
Perusahaan penyewaan mobil lainnya telah mengoneksikan sistem informasinya ke
perusahaan penerbangan sebelumnya. Namun, tanpa layanan web, koneksi-koneksi
tersebut harus dibangun ulang setiap kali dipakai. Layanan web menyediakan cara
standar bagi computer perusahaan Dollar Rent A Car untuk berhubungan dengan sistem
informasi perusahaan lain, tapa harus membangun link khusus diantara mereka. Saat
ini, Dollar Rent A Car memperluas layanan webnya dengan terhubung langsung
denngan sistem operator biro perjalanan kecil dan sistem pemesanana perjalanan yang
besar, seperti sebuah situs web nirkabel untuk ponsel dan smartphone. Hal tersebut
tidak memerlukan penulisan bahsa pemrograman baru untuk setiap sistem informasi
rekanan baru ataupun perangkat nirkael yang baru.
1.4.4. Layanan Alih Daya Perangkat Lunak dan Cloud Service
Saat ini, banyak perusahaan melanjutkan penggunaan sistem warisan yang masih
mampu menjawab kebutuhannya serta membutuhkan biaya yang sangat mahal apabila
harus diganti. Namun, mereka akan membeli atauenyewa sebagian besar aplikasi
perangkat lunaknya dari pihak luar.
Ada 3 sumber bagi perangkat lunak eksternal: rangkaian perangkat lunak terpadu
dari perusahaan penyedia perangkat lunak komersial, pengembangan aplikasi alih daya
untuk disesuaikan dengan sistem perusahaan melalui perusahaan penyediaperangkat
lunak eksternal layanan perangkat lunak beserta perangkat bantunya berbasis cloud
computing.
 Perangkat Lunak Terpadudan Perangkat Lunak Perusahaan
Kita telah membahas tentang berbagai macam perangkat lunak terpadu
untuk aplikasi perusahaan, sebagai salah satu bentuk utama dari komponen
infrastruktur TI terkini. Perangkat lunak terpadu (software package) adalah
rangkaian program perangkat lunak yang telah ditulis sebelumnya untuk tujuan
komersial, untuk memudahkan perusahaan tanpa harus menulis ulang program
dengan fungsi-fungsi tertentu, seperti proses penggajian ataupenanganan
pesanan.
Perusahaan penyedia aplikasi perangkat lunak perusahaan, seperti SAP dan
Oracle-PeopleSoft telah mengembangkan perangkat lunak terpadu yang andal
dapat mendukung proses-prooses utama sebuah bisnis berkelas dunia mulai
darai penggudangan, manajemen hubungan pelanggan, dan manajemen rantai
pasokan, kepada divisi keuangan maupun sumber daya manusia. Sistem
perangkat lunak perusahaan berskala besar ini, menyediakan sistem perangkat
lunak tunggal, ketimbang mereka harus mengembangkan sendiri.
 Alih Daya Perangkat Lunak
Alih daya (outsourcing) perangkat lunak memungkinkan perusahaan untuk
mengontrak perangkat lunak yang telah dikembangkan sesuai dengan
kebutuhan perusahaannya atau merawat sistem warisan yang telah ada melalui
pihak luar, yang sering kali beroperasi di luar negeri di wilayah-wilayah dengan
tingkat gaji rendah di seluruh dunia. Menurut kalangan analis industry, dana
yang dihabiskan untuk mengalih dayakan layanan TI di luar negeri mencapai
$251 miliar pada 2012 (Gartner, 2012). Pengeluaran terbesar untuk alih daya
berasal dari perusahaan domestic Amerika Serikat dalam menyediakan
middleware (perangkat lunak computer yang digunakan untuk
mengomunikasikan aplikasi utama dengan sistem operasi yang dimilikiknya,
semacam perangkat lunak sementara), layanan terintegrasi, dan perangkat lunak
pendukung lainnya yang sering kali dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem
perusahaan yang lebih besar.
Sebagai contoh, pada juli 2012, cmex, perusahaan semen terbesar di
Meksiko, menandatangani kontrak alih daya senilai $1 miliar dengan IBM
untuk masa 10 tahun.
Perusahaan luar negeri yang menawarkan jasa alih daya perangkat lunak,
umunya menawarkan perawatan, input data, dan layanan call center dengan
kualitas lebih rendah, meskipun ada juga perusahaan luar negeri yang bermutu
bagus dan berpengalaman, umumnya di India, yang telah direkrut untuk
pengembangan program baru. Bagaimanapun, seiring dengan meningkatnya
beban gaji di luar negeri dan memengaruhi secaralangsung biaya-biaya yanag
terkait dengan proyek tersebut, bebrapa pekerjaan yang seharusnya telah
dikirim ke luar negeri kembali lagi ke perusahaan asalnya.
 Perangkat dan Layanan Perangkat berbasis Cloud Computing
Pada masa lalu, perangkat lunak seperti Microsoft Word dan Adobe
Illustrator dibuat satu paket dan dioperasikan pada satu mesin tunggal, namun
saat ini, anda akan lebih leluasa untuk mengunduh perangkat lunak tersebut dari
situs web perusahaan penyedia perangkat lunak tersebut, atau menggunakan
perangkat lunak tersebut melalui layanan cloud computing pada intenet.
Perangkat lunak berbasis cloud computing dan data yang digunakannya
terimpan pada server andal pada sebuah pusat pengolahan data berskala besar,
serta dapat diakses melalui koneksi internet dan browser web standar. Sebagai
tambahan untuk perangkat-perangkat murah ataupun gratis bagi masyarakat
umum maupun organisasi kecil yang disediakan oleh Yahoo maupun Google,
perangkat lunak perusahaan berikut dengan fungsi bisnis kompleks
lainnyatersedia dalam bentuk layanan dari perusahaan penyedia perangkat
lunak komersial. Ketimbang membeli dan meng install program perangkat
lunak, perusahaan-perusahaan yang berlangganan menyewa fungsi-fungsi
tersebut dari layanan yang disediakan oleh perusahaan penyedia layanan
perangkat lunak, dengan metode pembayaran berlangganan maupun per
transaksi. Layanan untuk mengirimkan dan menyediakan akses kepada
perangkat lunak dari jarak jauh seperti layanan berbasis web, saat ini mengacu
pada software as a service (SaaS). Coontoh terbaiknya adalah Salesforce.com,
yang menyediakan layanan perangkat lunak CRM berdasarkan permintaan
pelanggan.
Bagaimanapun, dalam rangka menjaga hubungannya dengan
penyedialayanan alih daya ataupun penyedia layanan teknologi lainnya,
perusahaan memerlukan kontrak yang mnyertakan perjanjian pelayanan
(service level agreement – SLA). SLA adalah kontrak resmi antara pelanggan
dengan penyedia layanan yang mendefinisikan tanggung jawab spesifik dari
penyedia layanan serta tingkat layanan yang diharapkan oleh pelanggan. SLA
umumnya menspesifikasikan sifat dan tingkat pelayanan yang di berikan,
kriteria pengukuruan suatu kinerja, pilihan terhadap dukungan – dukungan yang
perlu diberikan, pengawasan terhadap keamanan, serta pemulihan
pascabencana, tata cara kepemilikan perangkat keras dan perangkat lunak
berikut pemutakhiran yang dapat dilakukan, dukungan kepada pelanggan,
tagihan, serta kondisi – kondisi yang dapat membuat perjanjian tersebut batal.
Topik ini akan dibahas pada Penelusuran Pembelajaran.
 Mashup dan Apps
Perangkat lunak yang anda gunakan baik untuk keperluan pribadi maupun
keperluan bisnis mungkin terdiri atas sejumlah besar program yang serba
lengkap, atau terdiri atas komponen – komponen yang dapat saling
menggantikan dan terintegrasi dengan aplikasi – aplikasi yang ada pada
internet. Pengguna pribadi maupun perusahaan menggabungkan da
menyesuaikan perangkat lunak tersebut untuk menciptakan aplikasi yang sesuai
dengan kebutuhan mereka, serta untuk mendistribusikan informasi kepada
pihak – pihak lain. Aplikasi perangkat lunak yang dihasilkan dengan cara
semacam itu disebut mashup. Dasar pemikirannya adalah mengumpulkan
sumber – sumber yang berada dan menghasilkan karya yang lebih hebat dari
pada keseluruhan aplikasi yang berdiri sendiri. Anda menggunakan mashups
ketika anda mempersonalisasikan profil Facebook atau blog anda dengan
kemampuan untuk menampilkan video ataupun tayangan presentasi.
Mashups web mengombinasikan dua atau lebih kemampuan aplikasi online
untuk menciptakan aplikasi campuran yang memberikan nilai lebih bagi
pelanggannya, ketimbang sumber aslinya. Sebagai contoh, ZipRealty.com
untuk menampilkan layanan yang lengkap di bidang real estat untuk setiap kode
pos yang dicari oleh pelanggan. Amazon menggunakan teknologi mashups
untuk mengumpulkan deskripsi produk beserta profil penggunaanya dari situs
rekanannya.
Apps adalah bagian kecil dari perangkat lunak yang dijalankan pada
internet, computer anda maupun tablet atau ponsel anda yang umunya
dikirimkan lewat internet. Google menganggap layanan online yang
diberikannyasebagai apps, termasuk perangkat kerja desktop yang berasal dari
lingkungan Google Apps. Namun, apabila kita bicara tenang apps dewasaini,
sebgaian besar perhatian ditujukan pada apps yang dikembangkan untuk
platform digital mobile. Inilah apps yang mengubah smartphone dan telepon
genggam lainnya menjadi perangkat komputasi serba guna.
Diperkirakan 1 miliar orang menggunakan apps di seluruh dunia pada 2012,
dengan 200 juta berasal dari Amerika Serikat (eMarket,2012). Pada 2012, tiga
puluh dua miliar apps telah diunduh. Sebagian besar bersifat gratis atau
dikenakan sedikit biaya, lebih murah ketimbang perangkat lunak pada umunya.
Ada sekitar 700.000 aplikasi yang tersedia untuk iPhone buatan Apple, dan
jumlah yang hamper sama yang beroperasi pada sitem operasi Android buatan
Google. Kesuksesan pada platform mobile ini, bergantung erat pada kualitas
dan kuantitas apps yang tersedia bagi mereka. Apps mengikat pelanggan pada
platform perangkat keras spesifik: Semakin penggunaan menambah jumalh
apps pada ponselnya, biaya untuk beralih ke platform pesaingannya terus
meningkat.
Beberapa apps dapat diunduh tanpa perlu mengunjungi laman web yang
bersangkutan, tetapi banyak juga mengunjungi laman webnya dengan akses
kepada konten yang lebih cepat ketimbang browser tradisional. Pada saat yang
bersamaan, apps yang paling banyak diunduh adalah permainan, berita dan
ramalan cuaca, peta/navigasi, jejaring sosial, music, dan video/film. Namun,
terdapat juga apps untuk pengguna dari kalangan bisnis untuk
memungkinkannya dalam menciptakan dan mengedit dokumen, terhubung
dengan sistem perusahaan, menentukan jadwal, dan berpartisipasi dalam
pertemuan, memantau pengiriman, serta mengirimkan pesan suara. Ada juga
sejumlah besar apps untuk e-commerce untuk menyimak dan membeli barang
dan jasa secara online.
1.5. Isu Manajemen
Menciptakan infrastruktur TI yang koheren (saling terhubung dan menunjang)
memiliki beberapa tantangan : Berkaitan dengan perubahan platform dan teknologi,
pengelolaan dan pengaturan, serta melakukan investasi yang bijaksana.
1.5.1. Berhubungan dengan Perubahan Platform dan Infrasruktur
Seiring bertumbuhnya suatu perusahaan, sering kali mereka melampaui
infrastruktur yang dimilikinya. Ketika perusahaan merosot, mereka mulai terbebani
dengan infrastruktur yang mereka beli pada masa jayanya. Bagaimana perusahaan tetap
fleksibel ketika sebagian besar investasi dalam infrastruktur TI berupa biaya tetap
pembelian ataupun biaya lisensi? Seberapa baik jangkauan infrastruktur tersebut?
Skalabilitas (scalability) mengacu pada kemampuan sebuah komputer, produk,
ataupun sistem dalam memberikan jangkauan pelayanan kepada banyak pengguna
tanpa mengalami hambatan. Aplikasi baru, penggabungan dan akuisisi, serta perubahan
dalam volume bisnis semuanya mempengaruhi beban kerja komputer dan harus
diperhitungkan ketika, merancang kapasitas perangkat keras.
1.5.2. Manajemen dan Tata Kelola (Governance)
Isu yang paling menarik di kalangan manajer dan CEO adalah siapa yang akan
mengontrol dan mengelola infrastruktur TI perusahaan. Pada pembahasan
pengorganisasian fungsi sistem informasi telah dijelaskan mengenai konsep pengaturan
TI dan menjelaskan isu-isu yang terkait dengannya.
1.5.3. Melakukan Investasi Infrastruktur Secara Bijak
Infrastruktur TI merupakan bidang penting dalam investasi suatu perusahaan. Jika
terlalu banyak investasi yang dikeluarkan untuk infrastruktur, maka akan banyak
infrastruktur yang menganggur, serta mengganggu kinerja keuangan perusahaan. Jika
perusahaan menghabiskan investasi terlalu sedikit, layanan bisnis yang penting tidak
dapat diberikan, dan pesaing perusahaan (yang melakukan invesatasi dengan jumlah
yang tepat) akan mengalahkan perusahaan yang investasinya terlalu rendah.
Biaya Total Kepemilikan Aset Teknologi
Biaya sebenarnya untuk memiliki sumber teknologi diantaranya biaya perolehan
dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk biaya administrasi untuk
memutahirkan perangkat keras dan perangkat lunak, pemeliharaan, dukungan teknis,
pelatihan, bahkan biaya gedung dan infrastruktur pendukung untuk menjalankan
teknologi tersebut. Model biaya total kepemilikan (total cost of ownership-TCO) dapat
digunakan untuk menganalisis biaya langsung dan biaya yang perlu dikeluarkan
perusahaan untuk mengimplementasikn teknologi tertentu. Terdapat komponen-
komponen penting dari TCO yang dapat dijadikan pertimbangan data analisis TCO.
DAFTAR PUSTAKA
Laudon, KC, Laudon, JP. 2015. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat