Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Penulisan peristiwa masa lampau dalam bentuk peristiwa atau kisah sejarah yang dapat di
pertanggungjawabkan secara ilmiah, harus melalui prosedur kerja sejarah. Pengiasahan masa lampau
tidak dapat dikerjakantanpa ada sumber yang menyangkut masa lampau tersebut, sumber yang
dimaksud adalah serupa data yang melalui proses analisis menjadi sebuah fakta atau keterangan yang
otentik yang berhubungan dengan tema permasalahan, dalam ilmu sejarah dikenal sumber-sumber itu
baik tertulis maupun tidak tertulis yang meliputi legenda, folklore, prasasti, monument, alat-alat
sejarah, perkakas rumah tangga, dokumen, surat kabar dan surat-surat. Disinilah penulisan peristiwa
sejarah memasuki lapangan teknis yaitu : metode sejarah : “

B. Penegasan Istilah
 Manageable
 Otobiografi
 Yuridis
 Komparatif

C. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Metode Penelitian Sejarah?
2. Apa sajakah jenis- jenis dari Penelitian Sejarah?
3. Bagaimana langkah- langkah dalam Penelitian Sejarah?
4. Apa sajakah sumber- sumber data dalam Penelitian Sejarah?
5. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan Penelitian Sejarah?

D. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui maksud dari metode penelitian sejarah.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis penelitian sejarah.
3. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam penelitian sejarah.
4. Untuk mengetahui sumber- sumber data dalam penelitian sejarah.
5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan penelitian sejarah.
E. Manfaat
1. Dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan
pembahasan tentang penelitian, khususnya yang terkait metode penelitian sejarah
2. Digunakan untuk acuan pada praktik pembuatan karya ilmiah, tugas akhir, skripsi, dan penelitian
lainnya.
3. Dikhususkan untuk para pembaca yang ingin melaksanakn penelitian, maka akan memudahkan dalam
langkah-langkah penelitian tersebut.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN METODE SEJARAH


Penelitian sejarah berbeda dengan penelitian lain. Menurut Yatim Riyanto menjelaskan bahwa
penelitian ini merupakan Expost Facto Research yang dinaungi oleh penelitian kualitatif. Dalam
penelitian sejarah tidak terdapat manipulasi atau kontrol terhadap variabel, sebagaimana dalam
penelitian eksperimen.
Sementara Donald Ary juga menyatakan bahwa penelitian historis adalah usaha untuk menetapkan
fakta mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan
objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengevaluasi, dan menafsirkan bukti-bukti untuk
mempelajari masalah baru tersebut.
Penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian
ini mencoba merekonstruksikan apa yang telah terjadi di masa lalu selengkap dan seakurat mungkin,
dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis
agar mampu mnggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi
beberapa waktu yang lalu.
Berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian
penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok, yaitu:
1. Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu)
2. Usaha dilakukan secara sistematis dan obyektif
3. Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integratif antara manusia, peristiwa, ruang dan waktu
4. Dilakukan secara interaktif dengan gagasan, gerakan, dan intuisi yang hidup pada zamannya (tidak
dapat dilakukan secara parsial)
Sedangkan Jack R. Fraenkel dan Norman E, Wallen (1990) dalam Yatim Riyanto (1996) menyatakan
bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk:
1. Membuat orang menyadari apa yang terjadi di masa lalu sehingga mereka mungkin memelajari dari
kegagalan dan keberhasilan masa lampau
2. Mempelajari bagaimana sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika ereka dapat
mengaplikasikan masalahnya pada masa sekarang
3. Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pad masa mendatang
4. Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecenderungan, Misalnya pada
awal tahun 1900 mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki
tidak.
5. Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap.
Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan
masa mendatang

B. Jenis- jenis Penelitian Sejarah (Histories)


Penelitian histories sangat banyak sekali macamnya. Akan tetapi secara mum penelitian histories
dibagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut:
a) Penelitian sejarah komparatif
Penelitian sejarah komparatif adalah metode penelitian sejarah yang dikerjakan untuk membandingkan
faktor-faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau. Misalnya, ingin
diperbandingkan sistem pengajaran dicina dan dijawa pada masa kerajaan majapahit.
b) Penelitian yuridis atau legal
Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal yang menyangkut dengan hukum,
baik hukum formal maupun nonformal pada masa yang lalu, maka penelitian yang demikian tergolong
penelitian yuridis. Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui atau menganalisa tentang keputusan
pengadilan akibat-akibat hukum adat sserta pengaruhnya di masa lampau, serta ingin membuat
generalisasi tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat.
c) Penelitian Biografis
Penelitian Biografis adalah metode sejarah yang digunaan untuk meneliti kehidupan seseorang dan
hubungannya dengan masyarakat. Biasanya penelitian ini diteliti akan sifat-sifat, watak, pengaruh,
lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari subyek penelitian dalam masa hidupnya, serta
pembentukan watak yang diterima semasa hayatnya. Sumber-sumber ata sejarah dalam penelitian
biografis antara lain: surat-surat pribadi.
d) Penelitian Bibliografis
Penelitian dengan menggunakan metode sejarah untuk mencari, menganalisa membuat interpretasi
serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu
organisasi dikelompokkan dalam penelitian bibliografis. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan
ide yan telah ditulis oleh para ahli. Kerja penelitan ini termasu menghimpun karya-karya tertentu dari
serang penulis atau filosuf dan menerbitkan kembali seraya memberikan interpretasi serta generalisasi
yang tepat terhadap karya-karya tersebut.
BAB III
PEMBAHASAN

1. Langkah- langkah dalam Penelitian Sejarah


Menurut Yatim Riyanto (1996) ada empat lagkah yang essensial dalam penelitian sejarah, yaitu sebagai
berikut:
a. Merumuskan Masalah
Dalam merumuskan masalah historis terdapat beberapa persyaratan sebagaimana dalam penelitian
yang lain, yaitu:
1. Seharusnya dinyatakan secara jelas dan ringkas
2. Managable, dan
3. Memiliki rasional yang kuat
b. Menentukan sumber informasi sejarah yang relevan
Secara umum informasi yang relevan dalam penelitian sejarah dapat dikelompokkan menjadi empat
bagian, yaitu:
1. Dokumen
Yaitu materi yang tertulis atau tercetak dalam bentuk buku, majalah, koran, buku catatan, dan
sebagainya. Dokumen merujuk pada beberapa jenis informasi yang eksis kedalam bentuk tertulis atau
cetak.
2. Rekaman yang bersifat numerik
Yaitu rekaman yang didalamnya terdapat bentuk-bentuk data numerik, misalnya skors tes, laporan
sensus, dan sebagainya. Akhir-akhir ini, peneliti sejarah meningkatkan pengguna komputer untuk
menganalisis sejumlah data numerik.
3. Pernyataan lisan
Yaitu melakukua interview dengan orang yang merupakan saksi saat peristiwa lalu terjadi. Ini
merupakan bentuk khusus dari penelitian sejarah yang disebut oral history.

4. Relief
Yaitu objek fisik atau karakteristik visual yang memberikan beberapa informasi tentang peristiwa masa
lalu. Contohnya berupa bangunan monumen, peralatan, pakaian, dan sebagainya.
c. Meringkas informasi yang diperoleh dari sumber historis
Langkah ini merupakan proses me-review dan meringkas dari sumber informasi sejarah. Dalam hal ini
peneliti berusaha untuk menentukan relevensi materi utama dengan pertanyaan atau masalah yang
diteliti, yang dapat dilakukan dengan merekam data bibliografi yang lengkap dari sumber,
mengorganisasi data berdasarkan kategori yang dihubungkan dengan masalah yang diteliti, dan
meringkas informasi yang berhubungan dengan (fakta, jumlah dan pertanyaan yang penting).
d. Mengevaluasi sumber sejarah
Dalam langkah ini peneliti sejarah harus mengadopsi sikap kritis kearah beberapa atau seluruh sumber
informasi. Dalam mengevaluasi sumber sejarah yang merupakan dokumen atau informasi, pertanyaan
kunci untuk penelitian sejarah ialah sebagai berikut:
1. Apakah dokumen ini benar-benar ditulis oleh pengarang (apakah dokumen itu asli atau murni)?
2. Apakah informasi yang terisi didalam dokumen benar (apakah akurat)?
Pertanyaan pertama mengacu ke kritik eksternal, sedangkan pertanyaan kedua mengacu ke titik
internal.

• Kritik Eksternal
Pada dasarnya , kritik eksternal mempertanyakan apakah bukti yang di selidiki itu asli dan tergantung
pada sifat penyelidikan itu.
Beberapa pertanyaan yang terkait dengan kemurnian sumber-sumber sejarah menurut Jack R. Fraenkel
dan Norman E Wallen dalam Yatim Riyanto adalah
1. Siapa yang menulis dokumen?
2. Kapan dokumen ditulis?
3. Dimana dokumen ditulis?
4. Untuk apa tujuan dari dokumen tertulis?
5. Dalam kondisi bagaimana dokumen ditulis?
6. Bagaimana perbedaan bentuk atau versi keberadaan dokumen?

• Kritik Internal
Setelah keaslian suatu dokumen diuji melalui kritik eksternal , berikutnya dilakukan kritik internal.
Walaupun dokumen itu asli, tetapi apakah mengungkapkan gambaran yang benar? Bagaimana
mengenai penulis dan penciptanya. Apakah ia jujur , adil, dan benar-benar memahami faktanya?.
Sejarawan harus benar-benar yakin bahwa datanya autentik dan akurat , karena sejarawan bisa
memandang data tersebut sebagai bukti sejarah yang berharga untuk ditelaah secara serius.
Pertanyaan- pertanyaan tersebut dibagi dalam dua kategori, yaitu:
a. Berkenaan dengan penulis dokumen
1. Apakah penulis tertarik mengenai hasil peristiwa?
2. Apakah penulis berkompeten dalam menggambarkan peristiwa?
b. Berkenaan dengan isi dokumen
1. Apakah peristiwa tergambar dengan akurat pada waktu itu?
2. Apakah isi membuat sense?

e. Hipotesis dan Genralisasi dalam penelitian sejarah


Dalam penelitian sejarah dapat juga diajukan hipotesis, meskipun hipotesis tersebut tidak selalu
dinyatakan secara eksplisit. Dengan menyimpulkan bukti-bukti dan secara cermat menilai
kepercayaannya. Begitu juga dengan generalisasi, masih ada perbedaan pendapat namun ada yang
berpendapat bahwa bisa saja dihasilkan, tetapi mereka tidak sependapat mengenai validitas penerapan
generalisasi itu untuk masa dan tempat yang berbeda. Penerapannya harus pada waktu dan tempat yan
homogen.
f. Penulisan Laporan dan Penelitian Sejarah
Proses dalam penulisan laporan penelitian sejarah membutuhkan kreatifitas, imajinasi yang kuat, dan
multirasio. Laporan tersebut hendaknya ditulis dengan gaya penulisan yang baik dan objektif. Akan
tetapi, tidak menutup kemungkinan laporan tersebut dibuat dengan biasa-biasa saja, dan supaya tidak
monoton diberi warna pada pernyataannya, yang penting jangan sampai hilang keasliannya. Mengenai
format penulisan laporan tidak ada format yang baku, hal ini dapat disesuaikan dengan kepentingan
atau persyaratan institusi tertentu.
2. Sumber Data Penelitian Sejarah
Sumber data penelitian sejarah dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Sumber Data Primer, yaitu cerita atau penuturan , atau catatan dari para saksi mata tentang terjadinya
suatu peristiwa. Dokumen yang termasuk sumber primer adalah undang-undang dasar, piagam,
otobiografi dan sebagainya.
b. Sumber Data Sekunder, yaitu cerita mengenai suatu peristiwa yang tidak disaksikan langsung oleh
pelapor, melainkan semata-mata melaporkan apa yang dituturkan atau ditulis oleh orang yang
menyaksikan peristiwa itu. Sumber data ini cenderung agak lemah karena adanya kesalahan yang
timbul sewaktu informasi ditularkan dari tangan ke tangan. Contohnya seperti buku teks sejarah dan
ensiklopedia, karena ditulis selang beberapa lama setelah terjadinya peristiwa yang sebenarnya.

3. Kelebihan dan Kelemahan dalam Penelitian Sejarah


Kelebihan penelitian historis adalah sebagai berikut:
1. Tidak terlalu melibatkan peneliti secara fisik
2. Tidak ada kekhawatiran terjadinya interaksi antara peneliti dengan subyek
3. Mudah dalam mencari sumber data
4. Dapat mencari data secara lebih tuntas dalam menggali informasi yang diperlukan dalam proses
penelitian
5. Sumber data sudah dinyatakan secara difinitif baik nama pengarang, tempat dan waktu.

Kelemahan penelitian historis adalah sebagai berikut:


1. Metode sejarah banyak menggantungkan diri pada data yang diamati oleh orang lain dimasa lampau
2. Data yang digunakan banyak tergantung pada data primer
3. Metode ini mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang lebih tua yang tidak
diterbitkan ataupun tidak dikutip dalam bahasa acuan yang standart.
4.Contoh penelitian historis
Penelitian mengenai “Asal mula Aliran Ahmadiyah”, merupakan suatu penelitian historis karena
penelitian ini diarahkan untuk meneliti, mengungkapakan dan menjelaskan peristiwa masa lampau
sehingga jelas diarahkan kepada metode sejarah yang bersifat kualitatif. Tujuan dari penilitian historis
ini yaitu menemukandan mendeskripsikan secara analisis serta menafsirkan tentang Aliran
Ahmadiyah. Selain itu penelitian dilakukan terkait dengan Aliran Ahmadiyah termasuk dalam
penelitian sejarh yang bersifat Religius, social, politik..

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Metodologi sejarah itu merupakan suatu prosedur atau metode yang digunakan untuk tahu
bagaimana mengetahui. Metodologi sejarah atau science of methods juga berarti sebagai suatu ilmu
yang membicarakan tentang cara, yaitu cara untuk mengetahui bagaimana mengetahui peristiwa yang
terjadi dimasa lampau (sejarah).
Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian, pada prinsipnya bertujuan untuk menjawab
enam pertanyaan (5 W dan 1 H) yang merupakan elemen dasar penulisan sejarah, yaitu what (apa),
when (kapan), where (dimana), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana). Pertanyaan
pertanyaan itu konkretnya adalah: Apa (peristiwa apa) yang terjadi? Kapan terjadinya? Di mana
terjadinya? Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu? Mengapa peristiwa itu terjadi? Bagaimana proses
terjadinya peristiwa itu?
B. Saran

Demikianlah makalah yang kami berisikan tentang metode penelitian sejarah. Makalah ini pun
tak luput dari kesalahan dan kekurangan maupun target yang ingin dicapai. Adapun kiranya terdapat
kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah ini. Sebelum dan sesudahnya
kami ucapkan terima kasih.
A. PENELITIAN HISTORIS/SEJARAH
Penelitian historis merupakan penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara sistematis berkaitan
dengan dengan kejadian masa lampau untuk menguji kebenaran hipotesis yang berkaitan dengan sebab akibat atau
kecendrungan kejadian-kejadian yang dapat membantu menggambarkan atau menerangkan kejadian masa kini dan
mengantisipasi kejadian dimasa yang akan datang. Peneitin ini menggambarkan kejadian masa lalu yang kemudian
digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat sekarang.
Penelitian sejarah juga dapat digunakan untuk membantu berpikir kembali pada keadaan masa lalu, dengan alasan :
1. Ilmu pengetahuan yang sekarang dapat lebih baik dimengerti melalui belajar dari pengalaman masyarakat yang lalu.
2. Pola pikir, strategi, dan tindakan masyarakat sekarang masih banyak yang menggunakan peristiwa masa Lampau baik secara
total ditiru, dan atau sebagian dimodifikasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat sekarang..
3. Masalah pada masa lalu masih mempunyai kaitan dengan masalah sekarang.

Cakupan dan sasaran penelitian sejarah sebenarnya dapat luas, termasuk kehidupan seseorang, gagasan bersama
kelompok masyarakat, pergerakan sosial, perkembangan institusi dan kehidupan masyarakat masa lampau.

1. Langkah-langkah penelitian historis adalah :


1. Menetukan permasalahan penelitian.
2. Menyatakan tujuan penelitian.
3. Mengumpulkan data.
4. Evaluasi data.
5. Melaporkan hasil penelitian.

2. Sumber-sumber data dalam penelitian historis adalah :


1. Sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari cerita para pelaku peristiwa itu sendiri, dan atau saksi mata yang
mengalami peristiwa tersebut. Sumber tersebut dapat berupa dokumena asli, relief, dan benda-benda peninggalan
masyarakat masa lampau.
2. Sumber data skunder yaitu data atau informasi diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan
peristiwa tersebut, sumber tersebut dapat berupa buku-buku, catatan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dari adanya sumber data primer dan sekunder ini, sebaiknya peneliti lebih memberikan bobot pada sumber data
primer terlebih dahulu, baru kemudian pengetahuan, data sekunder, data tersier, dan seterusnya.

3. Pengumpulan data penelitian historis


Pada penelitian ini tinjauan literatur dan prosedur penelitian merupakan suatu hal yang penting. Pada penelitian
ini literature mencakup semua jenis komunikasi tertulis. Komunikasi tertulis dapat berupa dokumen resmi, rekaman, surat-
surat, dan dokumen-dokumen lain. Jika memungkinkan pada penelitian ini dapat melibatkan wawancara dengan
orang yang ambil bagian dalam suatu kejadian atau proses yang sedang diselidiki.
4. Analisis data penelitian historis
Semuasumber data harus dianalisis dengan teliti secara ilmiah untuk menentukan keotentikan dan keakuratan
penelitian tersebut. Hal tersebut untuk menghindari diterimanya statemen orang-orang terkenal.
Dalam menetapkan keakuratan dokumen, setidaknya ada 4 faktor yang harus dipertimbangakan
yaitu :
- Pengetahuan dan kompetensi pengarang.
- Selang waktu antara kejadian dan penulisan kejadian.
- Motif yang biasa dari pengarang.
- Kosistensi dari data.
Pengertian Penelitian Historis, Ciri-ciri, Sumber Data, & Contohnya

Admin Perpusku 11:58 AM Sosiologi

PROMOTED CONTENTMgid

Rahasia untuk hilangkan nafas bau, hanya butuh 2 menit sehari

Mereka tadinya miskin sampai mencoba skema ini

Dokter asal Beijing ungkap cara menyembuhkan persendian

Penelitian historis di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa
alasan. Penelitian historis bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif,
dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk
mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat

Pengertian Metode Historis, Ciri-ciri, Sumber Data, & Contohnya

Pengertian Penelitian Historis

Apakah yang dimaksud dengan penelitian historis? Penelitian historis adalah penelaahan serta sumber-
sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Atau
dapat dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang terjadi
pada waktu penelitian dilakukan.

Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Sejarah adalah deskripsi yang
terpadu dari keadaan-keadaan atau fakta-fakta masa lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta
studi yang kritis untuk mencari kebenaran.

Penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini
mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan
biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar
mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa
waktu lalu.

Penelitian historis juga merupakan cara menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal
yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari,
mengvaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.
Berdasarkan pendangan yang disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian
penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok, yaitu:

1. Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu);

2. Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif;

3. Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang dan
waktu;

4. Dilakukan secara interktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak
dapat dilakukan secara parsial).

Tujuan Penelitian Historis

Adapun yang menjadi tujuan penelitian sejarah atau historis adalah untuk memahami masa lalu, dan
mencoba memahami masa kini atas dasar persitiwa atau perkembangan di masa lampau.

Penelitian historis juga untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaimana dan mengapa
suatu kejadian masa lalu dapat terjadi serta proses bagaimana masa lalu itu menjadi masa kini, pada
akhirnya, diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini serta memperolehnya
dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan di masa kini.

Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wellen (1990) menyatakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah
melakukukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk :

1. Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari
dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau;

2. Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat
mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang;

3. Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang;

4. Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. Misalnya pada
awal tahun 1990, mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki
tidak;

5. Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap.

Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak ldapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan
masa mendatang.

Ciri-ciri Penelitian Historis


Beberapa ciri-ciri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut :

a. Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di masa-masa
lampau.

GAMBARMgid

Dokter asal Beijing ungkap cara menyembuhkan persendian

Obat rumahan yang untuk mengalahkan radang sendi tanpa operasi

health-blog.asia

Dia suka menjadi kaya, tapi caranya mendapatkan uang mengejutkan

olymptrade.com

b. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data
sekunder. Bobot data harus dikritik, baik secara internal maupun eksternal.

c. Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta mengganti informasi yang lebih tua yang tidak
tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.

d. Sumber data harus dinyatakan secara defenitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber
tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua
saksi yang tidak pernah berhubungan[4].

Langkah-Langkah Dalam Penelitian Historis

Menurut M. Subana dkk. (2005: 88), kerangka penelitian adalah sebagai berikut:

1. Pendefinisian Masalah

2. Perumusan masalah

3. Pengumpulan data

4. Analisis data

5. Kesimpulan

Contoh :

- Judul :

Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.


- Perumusan masalah :

Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan
asli ?

- Pengumpulan data :

Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber sekunder

- Analisis data :

Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis statistika, kalau pun perlu statistika hanya
sebatas statistic deskriptif.

- Kesimpulan :

Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada
bangsa kita.

Sumber Data Penelitian Historis

Sumber dari sejarah yang merupakan data yang digunakan dalam penelitian dengan metode sejarah
dapat diklasifikasikan secara bermacam-macam. Antara lain: remain, dokumen, sumber primer, sumber
sekunder, materi fisik, materi tertulis dan sebagainya.

1. Remain dan Dokumen

Jika sumber sejarah ditinjau dari segi sengaja atau tidak sengajanya bahan atau sumber data tersebut
ditinggalkan, maka sumber sejarah dapat dibagi dua, yaitu : remain dan dokumen.

a. Remain atau Relics, yaitu bahan-bahan fisis atau tulisan yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang
terdapat tanpa suatu kesadaran menghasilkannya untuk suatu keperluan pembuktian sejarah.
Peninggalan materi termasuk: alat perkakas, perhiasan-perhiasan kuno, bangunan seperti piramida,
candi, senjata-senjata, sendok benda budaya dan sebagainya.

b. Dokumen, yaitu laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran-pemikiran
manusia dimasa yang lalu. Dokumen tersebut, secara sadar ditulis untuk tujuan komunikasi dan
transmisi keterangan. Contoh dari dokumen antara lain buku harian, batu tertulis, daun-daun lontar dan
sebagainya.

2. Sumber Primer dan Sekunder

a. Sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpan yang orisinil dari data sejarah. Data primer
merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian yang lalu.
Contoh dari data atau sumber primer adalah catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara,
keputusan-keputusan rapat, foto-foto dan sebagainya.
b. Sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu peristiwa, atau catatan-catatan yang
“jaraknya” telah jauh dari sumber orisinil. Misalnya keputusan rapat suatu perkumpulan bukan
didasarkan dari keputusan (minutes) dari rapat itu sendiri, tetapi dari sumber berita di surat kabar.

Keuntungan dan Kerugian Metode Penelitian Historis

Keuntungan metode penelitian historis

a. Penelitian ini mengijinkan penyelidikan tentang topik-topik dan pernyataan- pernyataan yang tidak
dapat di kaji oleh penelitian lain.

b. Penelitian historis merupakan satu-satunya penelitian yang dapat mengkaji bukti-bukti dari masa
lampau dalam hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan pada saat ini.

c. Sebagai tambahan,penelitian historis menggunakan bermacam bukti yang berbeda dibandingkan


metode penelitian lainnya ( dengan pengecualian penelitian studi kasus dan etnografi ).

d. Penelitian historis menyediakan suatu alternatife dan mungkin sumber informasi yanglebih kaya
tentang topik-topik nyata yang juga dapat di kaji melalui metodologi lainnya

Kerugian metode penelitian historis

a. Tidak adanya kontrol yang mengendalikangangguan terhadap validitas internal.

b. Pembahasan di lakukan oleh sampel dokumen dan proses instrumentasi ( analisis dokumen ) barang
kali begitu ketat.

c. Peneliti peneliti tidak dapat menjamin keterwakilan sampel (representativeness of the


sample),ataupun apakah mereka dapat memeriksa realibittas dan validitas terhadap penafsiran yang
dibuat dari data yang tersedia.