Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN BAHAN AJAR


“Prinsip Pengembangan Kurikulum dan
Prinsip untuk Menentukan Urutan Materi Kurikulum”

Untuk Memenuhi Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar


Dosen Mata Kuliah : Dra. Sujinah, M.Pd

Kelas : C / 2013
Oleh :
1. Arif Dian Kristiono (20132110072)
2. Eka Nur Rokhmaniyah
3. Sella Arif Benfica (20132110074)
4. Zakiyah

S-2 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2014

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa bahwa kami
telah berhasil membuat makalah yang berjudul “Prinsip Pengembangan Kurikulum dan
Prinsip untuk Menentukan Urutan Materi Kurikulum” sebagai tugas kelompok dalam mata
kuliah Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar. Makalah ini mempunyai arti penting bagi
kami pada khususnya dan bagi para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pengembangan
Kurikulum dan Bahan Ajar.
Makalah yang kami susun ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip dalam pengembangan
kurikulum dan prinsip-prinsip memilih materi kurikulum untuk dijadikan acuan dalam
menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum dan bahan ajar. Kami
berharap dengan adanya makalah ini dapat membantu kami dan para mahasiswa dalam
mempelajari materi tentang pengembangan kurikulum dan bahan ajar, sehingga nantinya dapat
memperbaiki kurikulum atau bahan ajar yang ada di sekolah.
Tiada gading yang tak retak. Begitu pula dengan makalah yang kami buat ini, masih
banyak terdapat kekurangan. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan saran yang konstruktif
agar kami dapat memperbaiki makalah ini demi kesempurnaan tugas selanjutnya.

Surabaya, 9 September 2014

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman depan........................................................................................................................i
Kata Pengantar.......................................................................................................................ii
Daftar Isi...............................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang.....................................................................................................1
B. Rumusan masalah................................................................................................1
C. Tujuan Masalah...................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Prinsip Pengembangan Kurikulum.....................................................................3
B. Sumber-sumber Pengembangan Kurikulum.......................................................4
C. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum.........................................................4
D. Tahap-tahap Pengembangan Kurikulum.............................................................8
E. Komponen Isi atau Materi...................................................................................8

BAB II PENUTUP
A. Kesimpulan..........................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup
perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun
kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk
menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan
Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan
kurikulum ke dalam tindakan operasional.
Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum itu sendiri,
pelaksanaan di sekolah-sekolah, yang disertai dengan penilaian yang sangat intensif, dan
pemyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan terhadap komponen-komponen tertentu dari
kurikulum tersebut atas dasar hasil penelitian. Bila kurikulum itu sudah dianggap cukup mantap,
setelah mengalami penilaian, penyempurnaan, maka berakhirlah tugas pengembangan kurikulum
tersebut untuk kemudian dilanjutkan dengan tugas pembinaan. Hal ini berlaku pula untuk setiap
komponen kurikulum, misalnya menentukaan urutan materi kurikulum.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum,
yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran
tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh
peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi
yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta
tercapainya indikator .

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum ?
2. Apa Saja Sumber-sumber Pengembangan Kurikulum ?
3. Bagaimana Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum ?
4. Apa Saja Tahap-tahap Pengembangan Kurikulum ?
5. Apa Saja Komponen Isi atau Materi ?

1
C. Tujuan Masalah
1. Dapat mengetahui pengertian prinsip pengembangan kurikulum.
2. Dapat mengetahui sumber-sumber pengembangan kurikulum.
3. Dapat mengetahui prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
4. Dapat mengetahui tahap-tahap pengembangan kurikulum.
5. Dapat mengetahui komponen atau isi materi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum.


Secara gramatikal prinsip berarti asas, dasar, keyakinan, dan pendirian. Dari pengertian di
atas tersirat makna bahwa kata prinsip itu menunjukan pada suatu hal yang sangat penting,
mendasar, harus di perhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang
biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa. Dengan mengenali dan
memperhatikan prinsip, maka akan bisa menjadikan sesuatu itu lebih efektif dan efisien. Prinsip
juga mencerminkan tentang hakikat yang dikandung oleh sesuatu, mungkin produk atau proses,
dan bersifat memberikan rambu-rambu aturan main yang jelas, yang harus diikuti untuk
mencapai tujuan yang benar.
Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada
dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam
pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam
kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu,
dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan
prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya,
sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu
pengembangan kurikulum.
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjuk pada pengertian tentang berbagai hal
yang harus dijadikan sebagai patokan dalam menentukan berbahai hal yang terkait dengan
pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum yang pada dasarnya
prinsip-prinsip tersebut merupakan ciri dan hakikat kurikulum itu sendiri. Esensi dari
pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan
keputusan dan kreasi elemen-elemen kurikulum (Arifin, 2012:28). Dengan merujuk pada
prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, para pengembang kurikulum akan bisa bekerja secara
mantap, terarah, dan dengan hasil yang dapat dipertanggung jawabkan. Selain dari pada itu,
adanya berbagai prinsip dalam kurikulum dan pengembangannya menunjukkan bahwa
kurikulum merupakan suatu disiplin ilmu.

3
B. Sumber-sumber Pengembangan Kurikulum
Menurut Olivia (dalam Arifin, 2012:28) ada empat sumber prinsip pengembangan
kurikulum yaitu
1. Data Empiris yaitu menunjukkan adanya pengalaman terdokumentasi dan terbukti
efektif.
2. Data eksperimen yaitu berkaitan dengan temuan-temuan hasil penelitian. Data hasil
temuan merupakan data yang dipandang valid dan reliable, sehingga tingkat
kebenarannya meyakinkan untuk dijadikan prinsip dalam pengembangan kurikulum.
3. Cerita atau legenda yang hidup di masyarakat yaitu Selain dari data-data lainnya, Banyak
data hasil penelitian (hard data) sifatnya sangat terbatas, disamping itu banyak data-data
lain yang diperoleh bukan dari hasil peelitian yang digunakan juga terbukti untuk
memecahkan masalah-masalah kehidupan yang komplek diantaranya yaitu adat istiadat
yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum). Menurut Brunvand (dalam Arifin,
2012:29) folklore ada tiga yaitu folklore lisan (dialek, cerita rakyat, mitos, legenda,
dongeng), folklore setengah lisan (drama, wayang, dan ludruk), folklore bukan lisan
(pakaian, perhiasan, isyarat, dan gerak).
Dengan demikian, semua jenis data sangat berguna bagi kegiatan pengembangan
kurikulum, sebagai sumber prinsip yang akan dijadikan pegangan.

C. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum


Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibedakan menjadi dua macam yaitu prinsip
umum dan prinsip khusus.
Prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu :
1. Prinsip berorientasi pada tujuan dan kompetensi yaitu Tujuan yang dimaksud merupakan
sesuatu yang ingin dicapai dalam pendidikan. Tujuan pendidikan mempunyai tingkatan
tertentu, mulai dari tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus. Tujuan yang
dimaksud tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan
pembelajaran umum, dan tujuan pembelajaran khusus. Tujuan pendidikan harus
mencakup semua aspek perilaku peserta didik, baik dalam domain kognitif, afektif
maupun psikomotor.

4
Kompetensi adalah perpaduan pengetahuan, keterampilan, sikapdan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam pola berfikir dan pola bertindak. Prinsip berorientasi pada
kompetensi digunakan untuk menunjukkan sekurang-kurangnya tiga hal yaitu indicator
penguasaan kemampuan, titik awal desain dan implementasi kurikulum, kerangka untuk
memahami kurikulum.
2. Prinsip Relevansi yaitu kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan
kebutuhan dan kehidupan peserta didik (Poerwati, 2013:37). Menurut Arifin (2012:32)
relevansi terdiri dari relevansi eksternal yaitu menunjukkan relevansi antara kurikulum
dengan lingkungan hidup peserta didik dan masyarakat, perkembangan kehidupan masa
sekarang dan masa akan datang serta tuntutan dan kebutuhan dunia pekerjaan. Relevansi
internal yaitu kurikulum merupakan suatu sistem yang dibangun oleh subsistem atau
komponen, seperti tujuan, isi, proses, dan evaluasi. Sehingga implikasinya adalah
mengusahakan pengembanggan kurikulum agar tamatan pendidikan dengan kurikulum
itu dapat memenuhi jenis dan mutu tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat.
3. Prinsip efisiensi yaitu perbandigan antara tenaga, waktu, dana, dan sarana yang dipakai
dengan hasil yang diperoleh (Poerwati, 2013:37). Pengembang kurikulum harus
memahami situasi dan kondisi tempat di mana kurikulum akan digunakan. Pengetahuan
tentang tempat ini akan memandu pengembangan kurikulum untuk memenuhi prinsip
praktis, karena mengingat sumber daya pendidikan seperti tenaga, dana, fasilitas terutama
di daerah sangat terbatas. Kurikulum harus dikembangangkan secara efisien alias tidak
mahal, tidak boros, dan sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki, karena terdapat
keragaman tingkat kemampuan di berbagai daerah serta pencapaian hasil belajar peserta
didik (Arifin, 2012:33).
4. Prinsip efektifitas yaitu tingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum (Poerwati,
2013:37). Implikasinya adalah para pengembang kurikulum mengusahakan agar kegiatan
kurikuler bersifat membuahkan hasil yaitu menguasai kompetensi tanpa ada kegiatan
yang mubazir (Arifin, 2012:37).
5. Prinsip fleksibilitas yaitu Kurikulum harus dikembangkan secara lentur, baik dalam
dimensi proses (guru harus fleksibel mengembangkan program pembelajaran) maupun
dimensi hasil yang diharapkan. Peserta didik juga fleksibel memilih program pendidikan.
Implikasinya adalah pengembang kurikulum mengusahakan kegiatan kurikuler bersifat
luwes sehingga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan serta
ketersediaan waktu tanpa merombak SK dan KD yang telah ditetapkan.

5
6. Prinsip Integritas yaitu kurikulum memperhatikan hubungan antara berbagai program
pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian terpadu (Poerwati, 2013:37).
Implikasinya adalah pengembang kurikulum harus memperhatikan dan mengusahakan
agar pendidikan dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul dan peserta didik
memiliki potensi yang dapat tumbunh dan berkembang (Arifin, 2012:34).
7. Prinsip Kontinuitas yaitu Kurikulum harus dikembangkan secara berkesinambungan, baik
sinambung antarmata pelajaran, antarkelas maupun antarjenjang pendidikan. Hal ini
dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bisa maju secara sistematis, di
mana pendidikan pada kelas atau jenjang yang lebih rendah harus menjadi dasar untuk
melanjutkan pada kelas dan jenjang diatasnya (Arifin, 2012:34)
Prinsip khusus pengembangan kurikulum yaitu
1. Prinsip tujuan kurikulum. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada :
a. Ketentuan dan kebijakan pemerintah yang dapat ditemukan dalam dokumen-
dokumen lembaga Negara mengenai tujuan dan strategi pembangunan termasuk di
dalamnya pendidikan.
b. Surve mengenai persepsi orang tua dan masyarakat tentang kebutuhan mereka yand
dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka.
c. Surve tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidangtertentu, dihimpun melalui
angket, wawancara, observasi dan dari berbagai media masa.
d. Surve tentang manpower (sumber daya manusia atau tenaga kerja).
e. Pengalaman Negara-negara lain dalam masalah yang sama.
f. Penelitian.
2. Prinsip-Prinsip Isi Kurikulum
a. Penjabaran tujuan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran ke dalam perbuatan hasil
belajar yang khusus dan sederhana.
b. Isi bahan pelajaran harus meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
c. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis.

6
3. Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
Untuk menentukan kegiatan proses belajar mengajar apa yang akan digunakan harus
memperhatikan hal-hal berikut :
a. Metode atau teknik mengajar yang digunakan harus cocok untuk mengajarkan bahan
pelajaran.
b. Metode atau teknik tersebut harus dapat memberikan kegiatan yang bervariasi untuk
melayani perbedaan individual siswa.
c. Metode atau teknik tersebut harus dapat memberikan urutan kegiatan yang
bertingkat-tingkat
d. Metode atau teknik tersebut harus dapat menciptakan pencapaian kea rah kognitif,
afektif dan psikomotor.
e. Metode atau teknik harus lebih mengaktifkan siswa maupun gurunya.
f. Metode atau teknik tersebut harus mendorong berkembangnya kemampuan baru.
g. Metode atau teknik harus menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di
rumah.
4. Prinsip yang berkenaan dengan media dan sumber belajar yaitu harus sesuai dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pelajaran, karakteristik media
pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik, dan tingkat kemampuan guru
5. Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Kegiatan Peniliaian :
a. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkah-langkah sebagai
berikut : Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum, dalam ranah-ranah
kognitif, afektif, dan psikimotor. Uraikan ke dalam bentuk tingkah-tingkah laku
murid yang dapat diamati. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Tuliskan butir-butir
soal test.
b. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal, sebagai
berikut : Bagaimana kelas, usia, dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah tes tersebut
berbentuk uraian atau Objektif? Berapa banyak butir teks yang harus disusun?
c. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai
berikut : Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah
digunakan formula quessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak?
Skor standart apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test tersebut digunakan?

7
D. Tahap-Tahap Pengembangan Kurikulum
1. Pengembangan kurikulum pada tingkat makro (nasional) yaitu pendidikan formal,
informal, dan nonformal baik secara horizontal (pengembangan kurikulum dilakukan
sesuai dengan jenis pendidikan atau sekolah yang sederajat) dan vertical (pengembangan
kurikulum dilakukan sesuai dengan tingkatan pendidikan atau sekolah) dalam rangka
pencapaian pendidikan nasional
2. Pengembangan kurikulum pada tingkat institusi (sekolah) yaitu merumuskan tujuan
sekolah, SKL, penetapan isi, struktur program, penyusunan strategi pelaksanaan
kurikulum secara keseluruhan.
3. Pengembangan kurikulum pada tingkat mata pelajaran yaitu menyusun dan
mengembangkan silabus mata pelajaran untuk setiap semester.
4. Pengembangan kurikulum pada tingkat pembelajaran di kelas yaitu guru menyusun
program pembelajaran seperti modul, paket belajar, paket berprogram, dan RPP.

Dalam pelaksanaannya, pengembangan kurikulum harus menempuh tahap-tahap yaitu


1. Studi kelayakan dan analisis kebutuhan
2. Perencanaan kurikulum
3. Pengembangan rencana operasional kurikulum
4. Pelaksanaan uji coba terbatas kurikulumdi lapangan
5. Implementasi kurikulum
6. Monitoring dan evaluasi kurikulum
7. Perbaikan dan penyesuaian

E. Komponen Isi atau Materi


Materi kurikulum adalah semua kegiatan dan pengalaman yang dikembangkan dan
disusun dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Secara umum, materi kurikulum
dikelompokkan menjadi tiga yaitu
1. Logika yaitu pengetahuan tentang benar-salah, berdasarkan prosedur keilmuan.
2. Etika yaitu pengetahuan tentang baik-buruk, nilai, dan moral.
3. Estetika yaitu pengetahuan tentang indah-jelek, yang ada nilai seni.
Berdasarkan pengelompokan, prinsip-prinsip pengembangan materi kurikulum yaitu
mengandung bahan kajian atau topik yang dapat dipelajari peserta didik dalam proses
pembelajaran dan berorientasi pada SKL, SK dan KD yang telah ditetapkan.

8
Materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis yaitu
1. Teori yaitu seperangkat konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang
menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan antara
variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
2. Konsep yaitu suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan,
merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
3. Generalisasi yaitu kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari
analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
4. Prinsip yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan
hubungan antara beberapa konsep.
5. Prosedur yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus
dilakukan peserta didi.
6. Fakta yaitu sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari
terminology, orang dan tempat serta kejadian.
7. Istilah yaitu kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam
materi.
8. Contoh atau ilustrasi yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk
memperjelas suatu uraian atau pendapat.
9. Definisi yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam
garis besarnya.
10. Preposisi yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya
mencapai tujuan kurikulum.

Menurut Hilda Taba (dalam Arifin, 2012:89) kriteria pemilihan materi kurikulum yaitu
1. Materi itu harus sahih dan signifikan.
2. Materi itu harus relevan dengan kenyataan sosial dan kultural agar peserta didik lebih
mampu memahami fenomena dunia.
3. Materi harus mengandung keseimbangan antara keluasan dan kedalaman.
4. Materi harus mencakup berbagai ragam tujuan.
5. Materi harus sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik.
6. Materi harus sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.

9
Menurut Arifin, 2012:90 dalam pengembangan isi kurikulum ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan yaitu
1. Ruang lingkup yaitu apa yang dianggap paling penting untuk disampaikan kepada peserta
didik.
2. Penempatan bahan yaitu penempatan materi sesuai dengan tingkat perkembangannya (kelas)
tertentu.
3. Bentuk organisasi yaitu susunan atau bentu pengemasan materi, seperti mata peajaran,
bidang studi, berkolerasi atau terpadu.

10

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum.
Secara gramatikal prinsip berarti asas, dasar, keyakinan, dan pendirian. Dari
pengertian di atas tersirat makna bahwa kata prinsip itu menunjukan pada suatu hal yang
sangat penting, mendasar, harus di perhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan,
serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa.
Dengan mengenali dan memperhatikan prinsip, maka akan bisa menjadikan sesuatu itu lebih
efektif dan efisien. Prinsip juga mencerminkan tentang hakikat yang dikandung oleh sesuatu,
mungkin produk atau proses, dan bersifat memberikan rambu-rambu aturan main yang jelas,
yang harus diikuti untuk mencapai tujuan yang benar.
2. Sumber-sumber Pengembangan Kurikulum
Menurut Olivia (dalam Arifin, 2012:28) ada empat sumber prinsip pengembangan
kurikulum yaitu
a. Data Empiris
b. Data eksperimen
c. Cerita atau legenda yang hidup di masyarakat
3. Prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu :
a. Prinsip berorientasi pada tujuan dan kompetensi
b. Prinsip Relevansi
c. Prinsip efisiensi
d. Prinsip efektifitas
e. Prinsip fleksibilitas
f. Prinsip Integritas
g. Prinsip Kontinuitas
4. Tahap-Tahap Pengembangan Kurikulum
Dalam pelaksanaannya, pengembangan kurikulum harus menempuh tahap-tahap yaitu
a. Studi kelayakan dan analisis kebutuhan
b. Perencanaan kurikulum
c. Pengembangan rencana operasional kurikulum
d. Pelaksanaan uji coba terbatas kurikulumdi lapangan
e. Implementasi kurikulum
11
f. Monitoring dan evaluasi kurikulum
g. Perbaikan dan penyesuaian
5. Komponen Isi atau Materi
a. Logika yaitu pengetahuan tentang benar-salah, berdasarkan prosedur keilmuan.
b. Etika yaitu pengetahuan tentang baik-buruk, nilai, dan moral.
c. Estetika yaitu pengetahuan tentang indah-jelek, yang ada nilai seni.
12

DAFTAR PUSTAKA

Ann. 2010. “Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum”. Diakses dari :


http://bismillah36.wordpress.com/2010/06/01/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum/
Arifin, Zainal. 2012. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.

Ashali, Subhi. 2010. ”Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum”. Makalah PGSD Universitas


Pendidikan Indonesia, Tahun 2010. Diakses dari : http://el-
shalih.blogspot.com/2010/03/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html

Poerwati, Loeloek Endah, dkk. 2013. Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta : PT.
Prestasi Pustakarya.

13