Anda di halaman 1dari 18

Pengertian Plankton

Plankton adalah makhluk ( tumbuhan atau hewan ) yang hidupnya, mengambang, atau
melayang di dalam air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga mudah terbawa arus.
Plankton berbeda dengan nekton yang berupa hewan yang memiliki kemampuan aktif berenang
bebas, tidak tergantung pada arus air, contohnya : ikan, cumi-cumi, paus dll. Bentos adalah biota
yang hidupnya melekat pada, menancap, merayap, atau membuat liang di dasar laut, contohnya :
kerang, teripang, bintang laut, karang dll (WORDPRESS, 2009).
Menurut BORNFORTHESEA (2009), plankton adalah organisme yang hidupnya
melayang atau mengambang di daerah pelagik. Namun demikian, ada juga plankton yang memiliki
kemampuan renang cukup kuat sehingga dapat melakukan migrasi harian. Plankton adalah
organisme atau makhluk hidup yang halus dan disebut pula sebagai jasad-jasad renik yang
melayang di dalam air. Istilah plankton dari bahasa Yunani, yang artinya drifting, yaitu berarti
plankton hanya dapat melayang di dalam kolam air, tidak bisa bergerak, dan hanya bergantung
pada kecepatan arus (ADNAN, 2003).

2.2. Klasifikasi Plankton

Menurut fungsinya plankton dapat diklasifikasikan menjadi empat golongan utama, yaitu

 fitoplankton,
 zooplankton,
 bakterioplankton, dan
 virioplankton.

Penjelasan klasifikasi jenis plankton menurut fungsinya dapat dilihat dibawah ini :

a. Fitoplankton

Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnya mengapung
atau melayang dilaut. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
Umumnya fitoplankton berukuran 2 – 200µm (1 µm = 0,001mm). fitoplankton umumnya berupa
individu bersel tunggal, tetapi juga ada yang berbentuk rantai. Meskipun ukurannya sangat kecil,
namun fitoplankton dapat tumbuh dengan sangat lebat dan padat sehingga dapat menyebabkan
perubahan warna pada air laut.

Fitoplankton mempunyai fungsi penting di laut, karena bersifat autotrofik, yakni dapat
menghasilkan sendiri bahan organic makanannya. Selain itu, fitoplankton juga mampu melakukan
proses fotosintesis untuk menghasilkan bahan organic karena mengandung klorofil. Karena
kemampuannya ini fitoplankton disebut sebagai primer producer. Bahan organic yang diproduksi
fitoplankton menjadi sumber energi untuk menjalan segala fungsi faalnya. Tetapi, disamping itu
energi yang terkandund didalam fitoplankton dialirkan melalui rantai makanan. Seluruh hewan
laut seperti udang, ikan, cumi – cumi sampai ikan paus yang berukuran raksasa bergantung pada
fitoplankton baik secara langsung atau tidak langsung melalui rantai makanan.

b. Zooplankton

Zooplankton, disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau
melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat terbatas hingga keberadaannya sangat
ditentukan ke mana arus membawanya. Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak
dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan inorganik. Oleh karena itu, untuk
kelangsungan hidupnya is sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi
makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consumer) bahan organik.

Ukurannya yang paling umum berkisar 0,2 – 2 mm, tetapi ada juga yang berukuran besar
misalnya ubur-ubur yang bisa berukuran sampai lebih satu meter. Kelompok yang paling umum
ditemui antara lain kopepod (copepod), eufausid (euphausid), misid (mysid), amfipod (amphipod,
kaetognat (chaetognath). Zooplankton dapat dijumpai mulai dari perairan pantai, perairan estuaria
di depan muara sampai ke perairan di tengah samudra, dari perairan tropis hingga ke perairan
kutub. Zooplankton ada yang hidup di permukaan dan ada pula yang hidup di perairan dalam. Ada
pula yang dapat melakukan migrasi vertikal harian dari lapisan dalam ke permukaan. Hampir
semua hewan yang mampu berenang bebas (nekton) atau yang hidup di dasar Taut (bentos)
menjalani awal kehidupannya sebagai zooplankton yakni ketika masih berupa terlur dan larva.
Baru dikemudian hari, menjelang dewasa, sifat hidupnya yang semula sebagai plankton berubah
menjadi nekton atau bentos.

c. Bakterioplankton
Bakterioplankton, adalah bakteri yang hidup sebagai plankton. Kini orang makin
memahami bahwa bakteri pun banyak yang hidup sebagai plankton dan berperan penting dalam
lour hara (nutrient cycle) dalam ekosistem Taut. la mempunyai ciri yang khas, ukurannya sangat
halus (umumnya < 1 µm), tidak mempunyai inti sel, dan umumnya tidak mempunyai klorofil yang
dapat berfotosintesis. Fungsi utamanya dalam ekosistem laut adalah sebagai pengurai
(decomposes). Semua biota laut yang mati, akan diuraikan oleh bakteri sehingga akan
menghasilkan hara seperti fosfat, nitrat, silikat, dan sebagainya. Hara ini kemudian akan didaur-
ulangkan dan dimanfaatkan lagi oleh fitoplankton dalam proses fotosintesis.

d. Virioplankton

Virioplankton adalah virus yang hidup sebagai plankton. Virus ini ukurannya sangat kecil
(kurang dari 0,2 um) dan menjadikan biota lainnya, terutama bakterioplankton dan fitoplankton,
sebagai inang (host). Tanpa inangnya virus ini tak menunjukkan kegiatan hayati. Tetapi virus ini
dapat pula memecahkan dan mematikan sel-sel inangnya. Baru sekitar dua dekade lalu para
ilmuwan banyak mengkaji virioplankton ini dan menunjukkan bahwa virioplankton pun
mempunyai fungsi yang sangat penting dalam daur karbon (carbon cycle) di dalam ekosistem laut.

2.3 Pengelompokan Plankton

a. Berdasarkan Ukuran
Menurut MURWANI (2009), pengelompokkan plankton berdasarkan ukuran, yaitu:
1. Megaplankton : plankton dengan ukuran20-200 cm
2. Makroplankton : plankton dengan ukuran 2-20 cm
3. Mesoplankton : plankton dengan ukuran 0,2-20 mm
4. Mikroplankton : plankton dengan ukuran 20-200 µm
5. Nanoplankton : plankton dengan ukuran 2-20 µm
6. Pikoplankton : plankton dengan ukuran kurang dari 2 µm
b. Berdasarkan Asal
Menurut HERAWATI (1984), berdasarkan asalnya plankton dapat dibedakan menjadi :
 Autogenik : plankton yang berasal dari perairan itu sendiri
 Allogenik : plankton yang berasal dari perairan lain
Menurut SOFA (2006), berdasarkan asal-usulnya, plankton dibedakan menjadi 2, yaitu:
 Autoplankton : plankton yang berasal dari habitat tersebut
 Alloplankton : plankton yang berasal dari luar habitat tersebut
c. Berdasarkan Siklus Hidup
Menurut HERAWATI (1984), plankton juga bisa diklasifikasikan berdasarkan siklus hidup dari
organism tersebut, yaitu :
 Holoplankton :
Holoplankton adalah plankton yang seluruh hidup tidak pernah keluar dari sifatnya sebagai
plankton.
 Meroplankton:
Meroplankton yaitu plankton yang mempunyai karakteristik hanya sementara saja dari siklus
hidupnya bersifat sebagai plankton.
 Tikoplankton :
Tikoplankton sebenarnya bukanlah plankton yang sejati karena biota ini dalam keadaan normalnya
hidup di dasar sebagai bentos. Namun karena gerak air menyebabkan ia terlepas dari dasar dan
terbawa arus mengembara sementara sebagai plankton.
d) Berdasarkan Sebaran Horizontal
 Plankton neritik
 Plankton oseanik
e) Berdasarkan Sebaran Vertical
 Epiplankton
Epiplankton adalah plankton yamh hidup di lapisan permukaan sampai kedalaman sekitar 100m.
 Mesoplankton
Mesoplankton yakni plankton yang hidup di lapisan tengah, pada kedalaman sekitar 100-400 m.
 Hipoplankton
Hipoplankton adalah plankton yang hidupnya pada kedalaman lebih dari 400m. Termasuk dalam
kelompok ini adalah bathyplankton yang hidup pada kedalaman lebih dari 600m dan
abyssoplankton yang hidup di lapisan yang paling dalam sampai 3000-4000m.
f. Berdasarkan Jenis Makanan
Menurut HERAWATI (1989), jenis plankton berdasarkan makanannya di bagi 2, yaitu:
1. Plankton tanaman atau nabati disebut phytoplankton. Phytoplankton memiliki klorofil
sehingga memungkinkan untuk melakukan fotosintesis.
2. Zooplankton terdiri dari plankton yang makanannya bersifat holozoik, termasuk semua jenis
plankton hewan.
Berdasarkan kemampuan memmbuat makanan, plankton digolongkan menjadi 2 golongan
utama, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton disebut juga plankton nabati adalah
tumbuhan yang hidupnya mengapung/melayang dilaut. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak
dapat dilihat oleh mata telanjang. Zooplankton ada yang hidup dipermukaan dan ada pula yang
hidup diperairan dalam. Ada pula yang dapat melakukan migrasi vertikal harian dari lapisan dalam
kepermukaan. Hampir semua hewan yang mampu berenang bebas (netton) atau yang hidup
(bentos) (ARIANTI, 1997 dalam ASCONIWARA, 2009).

2.4 Peran dan Manfaat Plankton diperairan

Peranan Positif Plankton


Seiring berjalannya berkembang pesatnya ilmu pengetahuan, penelitian
mengenai plankton pun banyak dilakukan. Melalui penelitian yang telah dilakukan terungkap
manfaat- manfaat di perairan yang terdapat pada plankton. Plankton adalah pakan alami bagi biota
air karena mengandung banyak karbohidrat dan protein untuk pertumbuhannya. Ukuran plankton
yang sesuai dengan ukuran mulut ikan kebanyakan. Kandungan protein dan karbohidrat yang
terkandung dalam plankton juga tinggi. Juga perkembangan plankton yang tergolong cepat.
Plankton bisa menjadi peneduh yang melindungi biota air karena dapat merasa aman dari
sifat kanibalisme. Semua biota air memakan fitoplankton sebagai produsen primer. Jika
fitoplankton berjumlah sedikit atau sama sekali tidak ada, maka konsumen di perairan akan
menjadi kanibalisme. Kehidupan plankton yang mengambang bisa meneduhkan perairan karena
sinar matahari sebagian terserap oleh fitoplankton yang akan digunakannya untuk berfotosintesis.
Fitoplankton dapat menambah kadar oksigen terlarut dalam air (DO) yang diberikan
melalui proses fotosintesis, sehingga kadar oksigen terlarut bertambah. Namun hal itu hanya
terjadi pada siang hari. Pada saat malam hari proses fotosintesis tidak terjadi karena tidak adanya
cahaya matahari sehingga suplai oksigen berkurang. Dalam kondisi ini bakteri pengurai bekerja
secara anaerob. Zat yang dihasilkan bersifat toksik yang berakibatkan buruk bagi organisme
perairan. Namun pada siang hari pun terdapat kemungkinan proses fotosintesis tidak berjalan
dengan baik karena nilai TDS (ukuran zat terlarut baik bahan organic maupun anorganik yang
terdapat pada sebuah larutan) yang tinggi. Jika nilai TDS tinggi maka penetrasi cahaya akan
berkurang akibatnya proses fotosintesis juga akan berkurang. Beberapa plankton dapat
menurunkan zat beracun. Dengan cara mengikat zat - zat beracun juga timbal logam yang
terkandung di perairan tersebut lalu mengendapkannya di bawah.
Plankton dapat menjaga kestabilan suhu air. Plankton hidup mengambang dan
juga plankton tersebut menutupi permukaan di perairan sehingga biota laut yang ada di dalamnya
terlindungi karena fitoplankton membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis, sehingga sinar
matahari tidak langsung masuk ke dalam air, jadi suhunya dapat distabilkan. Plankton sebagai
katalisator penyerap karbon. Phytoplankton berada dalam berbagai bentuk dan simbion, sehingga
perannya sangat vital dalam kehidupan dan rantai energi di laut. Misalnya,phytoplankton jenis
zooxanthellae melakukan simbiosis dengan binatang karang dan mampu menyerap CO2 menjadi
karbonat yang selanjutnya tersimpan dalam bentuk kerangka kapur. Sebagian besar phytoplankton
akan segera mati dan tergantikan oleh proses reproduksi. Jika bisa dikendalikan, sejumlah besar
phytoplankton yang sudah menyerap CO2, bisa dikirim ke dasar laut sebagai karbon. Saat ini
banyak penelitian para ahli untuk mengembangkan cara menampung CO2 melalui phytoplankton
dan menyimpan di dasar laut.
Secara tidak langsung plankton membantu proses terciptanya awan. Para ilmuwan dari
Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat
menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas
laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang
cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak
saling tercampur. Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton
terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.Akibat
kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih
rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya. Karena rentan terhadap sinar ultraviolet,
plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP)
yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka. Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat
dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.
Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur.
Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu.
Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan
membentuk awan. Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang
terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga
plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.
Peranan Negatif Plankton
Selain memiliki dampak positif, plankton pun memiliki dampak negatif yang merugikan
bagi bidang perairan, yaitu :
1. Banyaknya bangkai zooplankton yang mengendap didasar tanah dapat menjadi racun. bangkai
zooplankton yang mati bisa disebabkan karena bangkai plankton yang mati akan terurai, jika
bangkai zooplankton teurai secara anaerob akan menghasilkan beberapa gas seperti H2S, NH3
2. Heterosigma akashiwa, plankton ini dapat membuat pernafasan ikan menjadi tersendat karena
plankton ini menempel di insang.
3. Heterosigma akashiwa, mengandung hydrogen peroksida yang mempengaruhi insang ikan dan
menutup pada respirasi mereka sehingga menghalangi oksigen yang masuk kedalam insang ikan.
3.
4. Fitoplankton menyebabkan blooming. Blooming merupakan fenomena yang terjadi akibat
ledakan perkembangan yang begitu cepat dari sejenis fitoplankton. Biasanya dari kelompok
dinoflagellata (phyrropyta). Blooming mengakibatkan penurunan produktivitas perairan dan
kematian pada ikan.
5. SELENIUM dan ZINC, Menghambat proses penuaan, membantu masalah menopause,
meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker, meningkatkan produksi sperma yang sehat dan
aktif, menguatkan tissu jantung, memelihara fungsi ginjal, memelihara prostat, memperbaiki daya
seksual.

2.5 Keanekaragaman Jenis


 Chlorophyta (alga hijau)

Chlorella.sp
Merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni
dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang mengandung karoten. Banyak
terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang hidup di laut. Beberapa contoh alga hijau
yang sering Anda jumpai di kolam sekitarmu antara lain:
1) Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak
a) Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis,
bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel. Peranannya bagi kehidupan manusia antara
lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai
bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri
obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun
Chlorella”. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)
b) Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu
kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
2) Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
a) Chlamidomonas
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus
dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan
pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan
konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).
3) Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contohnya ialah Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya
berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.
Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara
melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan
konjugasi.
4) Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Volvox merupakan contoh alga ini yang dapat ditemukan di air tawar. Koloni berbentuk
bola jumlah antara 500 - 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi
aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
5) Chlorophyta berbentuk benang
Contoh dari ganggang ini adalah Spyrogyra. Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu
di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan
sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan
konjugasi.
Selain itu contoh lain adalah Oedogonium. Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di
air tawar dan melekat di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel
menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu
benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan
(spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium

 Chrysophyta (ganggang keemasan)


Ephitemia zebra sebagai contoh dari diatome

Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang
hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke
dalam 3 kelas, yaitu:
1) Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu
warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang
berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut
Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan
spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk
zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
2) Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu,
contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
3) Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah
yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.
Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara
aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

 Alga Api (Pyrrhophyta)


Peridinium sp.
Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata, tubuh tersusun atas satu sel
memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. Ciri yang utama bahwa di sebelah luar terdapat
celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel. Alga api berkembangbiak dengan
membelah diri, kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar.
Contohnya adalah Perodinium sp. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi
yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya
d. Euglenophyta

Euglena viridis
Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel
dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas. Mirip tumbuhan karena
memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab,
contohnya: Euglena.
Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada
mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik
mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan terang. Di dalam sitoplasmanya
terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena berwarna hijau. Contohnya
Euglena viridis.
Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis dan juga dapat memakan
zat-zat organik. Karena Euglena mampu melakukan fotosintesis maka dikatakan hidup secara
fotoautotrof. Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan organik
yang tersedia. Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner.
e. Cyanophyta (alga hijau-biru
Oschillatoria sp. Crhooccocus sp.

Ganggang hijau biru adalah organisme prokariotik dan karenanya tidak terikat membran
organel. Lebih erat kaitannya dengan bakteri daripada algae lain, mereka sering disebut sebagai
cyanobacteria. Mereka terjadi di laut, air tawar dan habitat darat. Cyanophyta merupakan
komponen penting dalam siklus nitrogen dan produsen.
Cyanophyta [dalam bahasa Yunani, siano = biru-hijau, dan myx = lendir]: ini terjadi di
uniseluler, berserabut, dan bentuk-bentuk kolonial, dan sebagian besar tertutup dalam sarung
mucilaginous baik secara perorangan maupun di koloni. Sebagian besar dari biru-hijau planktonic
terdiri dari anggota Chroococcaceae keluarga coccoid (misalnya, Anacystis = Microcystis,
Gomphosphaeria = Coelosphaerium, dan Coccochloris) dan keluarga berserabut Oscillatoriaceae,
Nostocaceae, dan Rivulariaceae (misalnya, Oscillatoria, Lyngbya, Aphanizomenon [3 -- 6 μm],
Anabaena)
Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan, dari samudera
ke air tawar ke batu sampai tanah. Mereka bisa bersel tunggal atau koloni. Koloni dapat
membentuk filamen ataupun lembaran. Cyanobacteria termasuk uniselular, koloni, dan bentuk
filamen. Beberapa koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel
yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada kondisi lingkungan yang
baik, dan tipe heterokista yang berdinding tebal yang mengandung enzim nitrogenase. Setiap
individu sel umumnya memiliki dinding sel yang tebal, lentur, dan Gram negatif. Cyanobacteria
tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan. Kebanyakan
cyanobacteria ditemukan di air tawar, sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah
lembab, atau bahkan kadang-kadang melembabkan batuan di gurun. Beberapa bersimbiosis
dengan lumut kerak, tumbuhan, berbagai jenis protista, atau spons dan menyediakan energi bagi
inang.

1. Actinastrum hantzschii

Actinastrum hantzschii ( Perbesaran: 100X )


Klasifikasi
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Scenedesmaceae
Genus : Actinastrum
Speseies : Actinastrum hantzschii
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri:

 sel dan koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok


 sel memanjang membentuk koloni 4,8, atau 16 memancar dari pusat
 tubuh sel berbentuk silinder atau dalam bentuk gelondong panjang
 tersusun secara radial dengan menempel satu sisi ke sisi lain

(Charles C. Davies, 1955)


2. Navicula laterostrata

Navicula laterostrata ( Perbesaran: 100X )


Klasifikasi
Division: Chrysophyta
Class : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Famili : Naviculaceae
Genus : Navicula
Species : Navicula laterostrata
(Toshihiko Wizuno, 1970)
Ciri-ciri:

 bentuk memenjang simetri bilateral


 kedua ujung mengecil dan menbulat
 ukuran sedang dengan bagian tengan membuncit

3. Pediastrum biwae

Pediastrum biwae (perbesaran 100x)


Klasifikasi
Division: Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Hidrodictyaceae
Genus : Pediastrum
Species : Pediastrum biwae
(Toshihiko Wizuno, 1970)
Ciri-ciri

 sel dan koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok


 sel membentuk seperti piring datar melingkar
 sel tubuh dalam bentuk poligonal, dengan tanduk menyerupai tonjolan

(Charles C. Davies, 1955)


4. Scenedesmus ellipsoideus

Scenedesmus ellipsoideus (perbesaran 100X)

Klasifikasi
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Order : Chlorococcales
Family : Scenedesmaceae
Genus : Scenedesmus
Spesies : Scenedesmus ellipsoideus
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri

 berwarna hijau terang


 kosmopolitan (air tawar, payau, asin)
 dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa atau hemiselulosa
 memiliki flagela dapat bergerak sedikit
 bentuk flagel isokontae
 jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal, lateral)

5. Crhoococcus dispersus

Crhoococcus dispersus (perbesaran 100x)


Klasifikasi
Division: Cyanophyta
Class : Cyanophytaceae
Ordo : Chroococcales
Famili : Chroococcaceae
Genus : Crhoococcus
Species : Crhoococcus dispersus
(Toshihiko Wizuno, 1970)

Ciri-ciri

 terdiri dari satu sel atau koloni yang relatif kecil


 sel sebagian besar semi bulat
 memiliki selubung yang biasanya terlihat jelas

6. Synedra flugens
Synedra flugens (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Fragilariophyceae
Order : Fragilariales
Family : Fragilariaceae
Genus : Synedra
Species : Synedra flugens

Ciri-ciri

 berbentuk memanjang seperti jarum


 Bisa hidup secara individu ataupun koloni
 jika berkoloni, akan berkumpul pada satu titik digumpalan lendir yang dikeluarkan dari
pori-porinya
 spesies tertentu memiliki 2 tanduk pendek atau duri yang menonjol tepat diatas katup pori-
pori
 hidup di air tawar seperti danau atau waduk

7. Pinnularia braunii

Pinnularia braunii (perbesaran 100X)


Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Naviculales
Family : Pinnulariaceae
Genus : Pinnularia
Species : Pinnularia braunii

Ciri-ciri

 Pinnularia termasuk organisme uniseluler.


 Dinding sel tersusun atas zat pectic pada kerangka silika yang kaku.
 Dinding mereka terdiri dari dua bagian yang disebut katup (hipoteka dan epiteka)
 terdapat dua kloroplas hadir di sepanjang sisi sel, dan mengandung klorofil a, c, beta-
karoten dan fucoxanthin pigmen.

8. Gomphonema olivaceum

Gomphonema olivaceum (perbesaran 100x)


(Sumber : dokumen pribadi)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class ; Bacillariophyceae
Order : Cymbellales
Family : Gomphonemataceae
Genus : Gomphonema
Species : Gomphonema olivaceum
Ciri-ciri
 Sel berbentuk baji dalam tampilan korset dengan pseudosepta terlihat

9. Eucoconeis sp
Eucoconeis sp (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Achnanthales
Family : Achnanthidiaceae
Genus : Eucoconeis
Species : Eucoconeis sp

Ciri-ciri

 Hidup soliter
 terdapat satu kloroplas ditengah
 Sel berbentuk elips, terdapat garis dengan tiang bulat atau bercotok dan mantel yang relatif
dalam.

10. Nitzschia scalaris


Nitzschia scalaris (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Bacillariales
Family : Bacillariaceae
Genus : Nitzschia
Species : Nitzschia scalaris
Ciri-ciri

 Berbentuk seperti baling-baling


 Dapat menghasilkan jesenis racun saraf yang dikenal dengan domoic
 Memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas

11. Nitzschia capitalia


Nitzschia capitalia (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Bacillariales
Family : Bacillariaceae
Genus : Nitzschia
Species : Nitzschia capitalia
ciri-ciri

 Sel soliter
 Katup bilateral simetris

12. Ephitemia zebra


Ephitemia zebra (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Rhopalodiales
Family : Rhopalodiaceae
Genus : Ephitemia
Species : Ephitemia zebra
13. Mastogonia smithii

Mastogonia smithii (perbesaran 100X)


Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order :Pennales
Family : Mastoginiceae
Genus : Mastogonia
Species : Mastogonia smithii

Ciri-ciri

 Organisme uniseluler
 bersifat kosmopolitan
 Dinding sel tersusun atas silikat dan karbon

14. Asterionella sp
Asterionella sp (perbesaran 100x)

Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order :Pennales
Family : Asterionellaceae
Genus : Asterionella
Species : Asterionella sp
ciri- ciri

 dapat berfotosintesis
 berbentuk lingkaran menyerupai bintang

15. Achantes brevipes


Achantes brevipes (perbesaran 100x)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Achnanthales
Family : Achnanthidiaceae
Genus : Achantes
Species : Achantes brevipes

Ciri-ciri

 Sel yang heterovalvar dan tertekuk


 Hidup soliter (kadang-kadang membentuk rantai pendek)

16. Melosira italica


Melosira italica (perbesaran 100X)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Coscinodiscophycidae
Family : Melosirales
Genus : Melosira
Species : Melosira italica

ciri-ciri

 - Sel berbentuk silinder


 - Katup datar dan ditutupi dengan duri kecil atau butiran.
 - Diameter katup 4-24 µm dan ketinggian mantel adalah 9-20 µm.

17. Meridion circulare

Meridion circulare
(Sumber : www.sharkan.net)
Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Fragilariales
Family : Fragilariaceae
Genus : Meridion
Species : Meridion circulare
ciri-ciri

 Sel berbentuk seperti pemukul bola (katup linear-clavate),


 Jika bergabung akan membentuk koloni yang berbentuk kipas.
(westerndiatoms.colorado.edu)
18. Neidium affine

Neidium affine (perbesaran 100x)


Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Naviculales
Family : Neidiaceae
Genus : Neidium
Species : Neidium affine

Ciri-ciri :

 Katup linear elips, dengan panjang 82-110 µm.


(Sumber :craticula.ncl.ac.uk)