Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam waktu belakangan ini, teknolgi semakin berkembang pesat.
Pengembangan tersebut terus dilakukan demi tercapainya kendaraan yang
hemat, ramah lingkungan dan nyaman. Salah satunya adalah sistem rem
Khususnya pada sistem kelistrikannya. Pada zaman sekarang ini
banyak perintilan pada kendaraan dikendalikan oleh sistem eletronik.
Maka dari itu perlu diberlakukan hukum – hukum yang berlaku pada
kelistrikan otomotif. Seperti : hukum ohm. Hukum kirchoff, rangkaian
seri, rangkaian pararel dan tahanan (resistor).

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang seperti uraian di atas maka dapat diambil
rumusan masalah diantaranya sebagai berikut:
a. Bagaimana bunyi hukum ohm
b. Bagaimana bunyi hukum kirchoff
c. Bentuk rangkaian seri
d. Bentuk rangkaian pararel
e. Pengertian tentang tahanan listrik (resistor)

1.3 Batasan Masalah


a. Beberapa contoh hukum ohm.
b. Beberapa contoh hukum kirchoff.
c. Mengtahui kapasitas kapasitor

1.4 Tujuan

1
a. Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menghitung hambatan
dalam suatu rangkaian elektronik pada otomotif
b. Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menghitung besar arus yang
masuk maupun keluar dalam suatu rangkaian elektronik pada otomotif.
c. Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat membaca berapa kapasitas
setiap resistor, karena setiap warna maupun bentuk beda dalam kapasitas
hambatannya.

BAB II Dasar teori


2.1 Hukum Ohm

Pengertian Hukum Ohm

Hukum ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik mengalir melalui
sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan
kepadanya Dengan kata lain, bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada
suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung ujung konduktor.

Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi Hukum Ohm apabila nilai


resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang
dikenakan kepadanya Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis
penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.

Secara matematis, Hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan: arus listrik


yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah tegangan listrik
yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt dan R adalah nilai
hambatan istrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.

Hukum ohm ini dicetuskan oleh Georg dan Simon Ohm, seorang fisikawan dari
Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The
Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.

ada 2 bunyi Hukum Ohm, yaitu:

a. Besarnya arus istrik yang mengalir sebanding dengan besarny beda potensial
(tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau
sebenarnya kedua konsep berbeda. Secara matematika dituliskan I ∞ V atau V ∞
I, Untuk menghilangkan kesebandingan ini, perlu ditambahkan sebuah konstanta
yang kemudian dikenal dengan hambatan (R) sehingga persamaannya menjadi V

2
IR. Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah kuat arus (A) dan R adalah
hambatan (Ohm).
b. Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan
konstan yang disebut hambatan listrik. Secara matematika di tuliskan V/I = R
atau dituliskan V = I.R

Fungsi utama Hukum Ohm adalah digunakan untuk mengetahui hubungan tegangan
dan kuat arus serta dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan menggunakan
Ohmmeter. Kesimpulan akhir Hukum Ohm adalah semakin besar sumber tegangan maka
semakin besar arus yang dihasilkan. Kemudian konsep yang sering salah adalah
hambatan listrik dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik. Konsep ini salah, besar
kecilnya dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang
penampang, luas penampang dan jenis bahan.

Konsep Hambatan Listrik

Di dalam sebatang kawat, terdapat jutaan elektron yang bergerak secara acak dengan
kelajuan 105 m/s. Ketika kawat in tidak dihubungkan dengan sumber tegangan maka
elektron akan bergerak di sekitar tempatnya saja, dia tidak akan bisa jauh-jauh dari
tempatnya semula. Hal ini disebabkan karena di sekitarnya berdesak-desakan dengan
elektron lain dan juga ada pengaruh gaya ikat inti. Jika kawat tersebut dihubungkan
dengan sumber tegangan, maka elektron mulai mengalir dengan kelajuan 1 mm/s.
Menurut ahli, energi yang diperoleh dari sumber tegangan digunakan elektron untuk
berpindah, dan saat berpindah elektron juga mengeluarkan energi. Dalam perjalanannya,
elektron juga mendapat halangan electron-elektron yang lain Besarnya halangan yang
dialami elektron inilah yang disebut dengan hambatan listrik para suatu benda Hambatan
dipengaruhi 3 faktor yaitu panjang, luas dan jenis bahan Hambatan berbading lurus
dengan panjang benda, semakin panjang maka semakin besar hambatan suatu benda
Hambatan juga berbading terbalik dengan luas penampang benda, semakin luas
penampangnya maka semakin kecil hambatannya. Inilah alasan mengapa kabel tiang
listrik dibuat besar-besar Tujuannya adalah untuk memperkecil hambatan sehingga
tegangan bisa mengalir dengan mudah. Hambatan juga berbanding lurus dengan jenis
benda (hambatan jenis) semakin besar hambatan jenisnya maka semakin besar hambatan
benda itu. Secara matematika dapat dituliskan:

3
Dimana ᵨ adalah hambatan jenis (ohm/m), L adalah panjang benda (m2) biasanya luas
penampang bentuknya lingkaran.

2.2 Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff I

Hukum Kirchoff I berbunyi jumlah aljabar dari arus yang menuju/masuk dengan arus
yang meninggalkan/keluar pada satu titik sambungan/cabang sama dengan nol". Hal ini
dapat digambarkan melalui gambar berikut ini.

Hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

Si=0

i1 + i2 + i3 - i4 - i5 = 0

Di mana:

 Arus yang masuk (i1, i2, i3) diberi tanda positif.


 Arus yang keluar (i4 dan i5) diberi tanda negatif

Hukum Kirchoff II

4
Hukum Kirchoff Il ini berbunyi “di dalam satu rangkaian listrik ertutup jumlah
aljabar antara sumber tegangan dengan kerugian - kerugian tegangan selalu sama dengan
nol.”

Dirumuskan:

S V + S IR = 0

Yang dimaksud dengan kerugian tegangan yaitu besarnya tegangan dari hasil kali
antara besarnya arus dengan hambatan yang dillalui. Secara mudah untuk memahami
rumus di atas, apabila tegangan V diberi tanda positif, maka besarnya tegangan IR harus
dberi tanda negatif Sehingga: + V – IR = 0

Harus dipahami bahwa penggunaan hukum Kirchoff ini berlaku pada rangkaian
tertutup. Jika rangkaian listrik terdiri dari beberapa rangkaian tertutup, maka dalam
analisisnya dibuat persamaan menurut rangkaian tertutup satu per satu. Untuk
pemahaman diberikan ilustrasi dengan gambar berikut ini:

Analisis menurut hukum kirchoff I, rangkaian ini mempunyai dua titik pertemuan, yaitu
titik C dan F, maka pada titik ini berlaku:

Titik C:

5
I1 - I2 - I3 = 0

Titik F:

I2 + I3 - I1 = 0

dhfsrtsrthstt

Untuk mempermudah penggunaan Hukum Kirchoff perlu diketahui:

a. Dalam menentukan arah arus pada tiap cabang bebas, tetapi harus diingat bahwa
arah arus pada tiap-tiap percabangan harus ada yang masuk dan keluar.
b. Tentukan arah tiap kelompok secara bebas (pada contoh di atas ada tiga).
Sebaiknya semuanya searah (seperti contoh persamaan di atas). Arah arus dari
kelompok lingkaran digunakan sebaga dasar untuk menberikan tanda positif atau
negatif pada sumber tegangan (V) maupun rugi tegangan (IR) dalam persamaan
nantinya
c. Setelah ditentukan arah arus kelompok, maka dibuat persamaan terhadap tiap
kelompok, arah arus listrik tiap cabang yang searah dengan arah arus yang
menuju kutub sumber tegangarn, harga sumber tegangan tersebut positif (lihat
contoh untuk lingkaran I).
d. Bahwa arus listrik yang mengalir dalam satu cabang besarnya sama (pada contoh:
arus yang mengalir pada R3 dan R4 adalah sama yaitu I3).
e. Apabila nantinya setelah dihitung ternyata harga arus pada cabang tertentu
berharga negatif, ini menunjukkan bahwa aralh arus yang ditentukan semula
adalah salah, oleh karenanya perlu dibalik.
2.3 RANGKAIAN SERI

Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya
lewat satu rangkaian. Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaian listrik, di mana input
suatu komponen berasal dari output komponen lainnya. Hal inilah yang menyebabkan
rangkaian listrik seri dapat menghemat biaya (digunakan sedikit kabel penghubung).

6
Selain memeliki kelebihan, rangkaian listrik seri juga memiliki suatu kelemahan, yaitu
jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tidak akan
berfungsi sebagaimana mestinya. Misal tiga buah bola lampu dirangkai seri, maka input
dari lampu satu akan datang dari output lampu yang lain. Jika salah satu lampu dicabut
atau rusak, maka lampu yan lain akan ikut padam.

Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik
dari beberapa beban rangkaian dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih
20 lampu dalam rangkaian seri ).

Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik
utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Karena
semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Dalam
rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun
seri.

Sifat-sifat Rangkaian Seri:


 Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
 Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama.
Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah
sama dengan tegangan total sumber tegangan.
 Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian
menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang
mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
 Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus
terhenti.

Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik seri dalam kehidupan


sehari-hari (di rumah) :
1. Lampu hias pohon Natal model lama (yang baru pakai rangkaian elektronik & lampu
LED) merupakan rangkaian seri beberapa lampu (12V di-seri 20 pcs) sehingga dapat
menerima tegangan sesuai dengan jala-jala (220V).
2. Lampu TL (tube Lamp) atau orang bilang lampu neon, model lama yang masih memakai
ballast, di dalam box nya memakai rangkaian seri antara jala-jala dengan ballastnya.
3. Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur kontrol), demikian
juga kulkas.
4. Sakelar/switch merupakan penerapan rangkaian seri dengan beban.
2.4 RANGKAIAN PARALEL

Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar
untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik
dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa
mempengaruhi rangkaian yang lain.

7
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet
(paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel.
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen
berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal
inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya
yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan
tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun
kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang
lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Sifat-sifat Rangkaian Paralel:


 Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
 Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.Arus masing-
masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
 Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total
rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total
dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalamrangkaian.)
 Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada
rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu
oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik paralel dalam


kehidupan sehari-hari (di rumah) :
1. Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel.
2. Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala.

3.1 Resistor

Resistor

8
Tiga buah resistor komposisi karbon

Simbol
(IEE, IEC, EU)

(US, JP)

Tipe Komponen pasif

Kemasan Dua kaki

Fungsi Menahan arus listrik

 l
 b
 s

Resistor kaki aksial

9
Tiga resistor komposit karbon para radio tabung vakum.

Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk
mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan)
tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai
tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir,
berdasarkan persamaan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik,
dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat
dibuat dari bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi (kawat
yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise),
dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak,
bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit,
kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus
rangkaian agar tidak terbakar.

Satuan
Ohm (simbol: Ω) adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Ohm.
Satuan yang digunakan prefix :

1. Ohm = Ω
2. Kilo Ohm = KΩ
3. Mega Ohm = MΩ

 KΩ = 1 000Ω
 MΩ = 1 000 000Ω

10
Penandaan resistor
Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi.
Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat
ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat
ditandai. Kemasan biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, walaupun begitu
warna lain juga mungkin, seperti merah tua atau abu-abu.
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi
seluruh badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung,
dan sebuah titik (atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah
"badan, ujung, titik" memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal.
Toleransi dasarnya adalah ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat
menggunakan warna perak (±10%) atau emas (±5%) pada ujung lainnya.

Identifikasi empat pita

Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri
dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama
merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali
(jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan
toleransi harga resistansi. Kadang-kadang terdapat pita kelima yang menunjukkan
koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang
menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi
yang lebih mudah adalah pita pertama berwarna hijau yang mempunyai harga 5, dan pita
kedua berwarna biru yang mempunyai harga 6, sehingga keduanya dihitung sebagai 56.
Pita ketiga brwarna kuning yang mempunyai harga 104 yang menambahkan empat nol di
belakang 56, sedangkan pita keempat berwarna merah yang merupakan kode untuk
toleransi ± 2% memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.

Pita Pita Pita kelima


Pita Pita
Warna ketiga keempat (koefisien
pertama kedua
(pengali) (toleransi) suhu)

Hitam 0 0 × 100

Cokelat 1 1 ×101 ± 1% (F) 100 ppm

Merah 2 2 × 102 ± 2% (G) 50 ppm

11
Jingga
3 3 × 103 15 ppm
(oranye)

Kuning 4 4 × 104 25 ppm

Hijau 5 5 × 105 ± 0.5% (D)

Biru 6 6 × 106 ± 0.25% (C)

Ungu 7 7 × 107 ± 0.1% (B)

Abu-abu 8 8 × 108 ± 0.05% (A)

Putih 9 9 × 109

Emas × 10−1 ± 5% (J)

Perak × 10−2 ± 10% (K)

Kosong ± 20% (M)

Identifikasi lima pita


Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%),
untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga
resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima
pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya
pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang
kelima adalah koefisien suhu.

BAB III Penutup


3.2 Kesimpulan
 Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menambah pengetahuan
tentang rem tromol.

12
 Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat mengetahui aplikasi rem
tromol, komponen-komponen, fungsi masing-masing komponen, dan cara
kerja pada sistem rem tromol.

3.3 Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat


Faktor pendukung
 Adanya fasilitas internet yang membantu dalam pencarian bahan untuk
pembuatan paper.
 Adanya dorongan dari orang tua yang selalu menyemangati.
Faktor penghambat
 Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang sistem kelistrikan otomotif.
 Internet yang terkadang sangat lambat.
 Banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

3.4 Manfaat yang Dirasakan


 Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menghitung hambatan
dalam suatu rangkaian elektronik pada otomotif
 Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat menghitung besar arus
yang masuk maupun keluar dalam suatu rangkaian elektronik pada
otomotif.
 Dengan pembuatan paper ini mahasiswa dapat membaca berapa
kapasitas setiap resistor, karena setiap warna maupun bentuk beda
dalam kapasitas hambatannya.
3.5 Saran
Sebagai mahasiswa pendalaman prinsip dasar kelistrikan otomotif
sangat penting, terlebih lagi jika ditunjang dengan fasilitas praktek yang
memadai, itu akan sangat membantu mahasiswa dalam pencapaian ilmu
yang di tuntut.sehingga dalam praktek di lapangan tidak ada kemungkinan
terjadinya konsleting listrik pada kendaraan

13