Anda di halaman 1dari 20

RESUME FISIKA ZAT PADAT

IKATAN KRISTAL

OLEH :

NAMA : VIVIANDRI

NIM : 16033037

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA A

Dosen Pembimbing :

Drs. Hufri, M.Si

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
IKATAN KRISTAL

A. Gaya Interaksi dan Jenis-Jenis Ikatan

Dalam suatu Kristal, letak atom relatif jauh satu sama lain sehingga gaya inti tidak berperan.
Dengan demikian formasi kristal terjadi karena gaya antar atom. Dalam kristal, gaya antar atom
bersifat listrik. Energi kristal lebih rendah daripada energi atom bebasnya. Hal ini menyebabkan
kristal lebih stabil daripada atom-atom bebas penyusunnya. Misalnya, kristal NaCl lebih stabil
daripada kumpulan atom-atom Na dan Cl bebas. Perbedaan energi ini, disebut energi ikat
(energi kohesi), besarnya sama dengan energi yang diperlukan untuk memecah kristal tersebut
menjadi atom bebas bagiannya. Energi kohesi berkisar antara 0,02 eV peratom untuk ikatan
terlemah (ikatan Van der Walls) dan 10 eV peratom untuk ikatan terkuat (ikatan kovalen).
Ikatan logam terletak di antara dua harga ekstrim tersebut.

1. Ikatan Ionik

Ikatan ini terjadi antara ion positif dan negatif sehingga sering disebut ikatan
heteropolar. Setelah terjadi perpindahan elektron, konfigurasi elektron ion menyerupai gas
mulia. Oleh karena itu sebaran muatan elektronnya mempunyai simetri bola. Contohnya
adalah ikatan yang terjadi pada alkalihalida. Contoh ikatan ini adalah LiCl, NaCl, KBr,
MgO, dll.
Biasanya, ikatan ionik tidak menghasilkan pembentukan molekul yang berpasangan,
tetapi merupakan kumpulan ion positif dan negatif yang tersusun dalam struktur tertentu.
Misalnya, struktur FCC NaCl, dalam setiap bentuk dan ukuran apapun selalu berisikan
jumlah ion Na+ dan ion Cl- yang sama banyak.

Gambar 1. Atom Na memberikan elektron pada atom Cl sehingga atom Na


menjadi ion positif dan Cl menjadi negatif. Ikatan keduanya
terjadi oleh suatu gaya tarik antara ion positif dan negatif hingga
mencapai konfigurasi gas mulia. Gaya tarik ion yang berbeda
lebih mendominasi dari pada gaya tolak ion yang sama.
Akibatnya terjadi ikatan ionik antara ion Na dan ion Cl

Ikatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion dalam
suatu senyawa ionik.

Ikatan ionik terjadi karena gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif.

Semakin besar beda keelektronegatifannya, maka ikatan ionik yang dihasilkan akan
semakin kuat.

Pada kristal ionik, tiap ion dikelilingi oleh ion-ion yang lain.

Contoh : kristal NaCl , ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl-.

Pembentukan ikatan ionik dilakukan dengan cara transfer elektron. Dalam hal ini,
kation terionisasi dan melepaskan sejumlah elektron hingga mencapai jumlah oktet yang
disyaratkan dalam aturan Lewis. Selanjutnya elektron yang dilepaskan ini akan diterima
oleh anion hingga mencapai jumlah oktet. Proses transfer elektron ini akan menghasilkan
suatu ikatan ionik yang mempersatukan ion anion dan kation.

Sifat kristal ionik :


a. Keras dan stabil
b. Merupakan konduktor yang buruk karena tidak ada electron bebas
c. Suhu penguapan tinggi sekitar 1000 sampai 2000 K
d. Tidak tembus cahaya
e. Mudah larut dalam air
f. Menyerap radiasi inframerah

Sifat-Sifat ikatan ionik adalah:


a. Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar
b. Memiliki titik leleh yang tinggi
c. Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit
2. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron
bersama oleh atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya terbentuk
dari unsur-unsur non logam.

Ikatan kovalen terjadi ketika masing-masing atom dalam ikatan tidak mampu
memenuhi aturan oktet, dengan pemakaian elektron bersama dalam ikatan kovalen,
masing-masing atom memenuhi jumlah oktetnya.

Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi senyawa kovalen polar dan non polar.

Pada senyawa kovalen polar, atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang
tidak sama terhadap elektron pasangan persekutuannya.

Pada senyawa kovalen non-polar titik muatan negatif elekton persekutuan berhimpit
karena beda keelektronegatifan yang kecil atau tidak ada.

Ikatan Kovalen adalah patungan elektron valensi dari kedua atom


Contoh :
Contoh lain ikatan kovalen : INTAN

Karbon mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p2 membutuhkan 4 elektron


agar kulitnya penuh (2p6). Empat elektron ini diperoleh dari pemakaian 4 atom C yang
dikenal sebagai intan, 1 atom C akan berikatan kovalen dengan 4 atom C lainnya

SIFAT-SIFAT KRISTAL KOVALEN


1. Tidak larut dalam zat cair biasa

2. Penghantar yang buruk

3. Tembus cahaya (contoh : intan)

4. Beberapa kristal kovalen sangat keras (intan, silikon karbid utk ampelas), karena
energi kohesif kristal ini besar

5. Sebagian kristal, titik lelehnya sangat tinggi (intan = 4000 K)

Ikatan ini terjadi karena antara dua atom atau lebih saling memberikan elektron yang
membentuk elektron urunan (sharing electron). Keberadaan elektron urunan diantara atom-
atom inilah yang menghasilkan gaya tarikan antara elektron dengan atom induknya.
Keadaan fisis ikatan kovalen dalam Kristal sama dengan dalam molekul. Gaya tarikan
terjadi antara elektron dan proton di sepanjang garis yang menghubungkan inti berturutan.
Sedangkan gaya tolaknya terjadi karena interaksi prinsip eksklusi Pauli saat inti saling
merapat. Gaya tarikan elektron-proton lebih dari cukup untuk mengimbangi penolakan
langsung elektron-elektron ataupun proton-proton. Contoh ikatan kovalen adalah ZnS, Intan,
SiC, CuCl, dll.

Gambar 2. Ikatan Kovalen atom Hidrogen

Keberadaan sepasang elektron di antara atom hidrogen di atas menyebabkan terjadinya


ikatan yang kuat dalam molekul hidrogen. Ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama
sepasang elektron oleh atom untuk mencapai konfigurasi gas mulia dalam suatu molekul
disebut ikatan kovalen. Kedua elektron itu akan mengorbit kedua inti hidrogen, sehingga
setiap inti seolah-olah memiliki dua buah elektron. Hal ini merupakan bukti bahwa semua
atom adalah identik sehingga transfer elektron dari satu atom ke yang lain tidak
menimbulkan akibat apapun.
Ikatan kovalen juga kuat, seperti ditunjukkan oleh intan yang tingkat kekerasannya
tinggi dan titik leleh di atas 30000C. Ikatan dua atom karbon dalam struktur intan memiliki
energi kohesi 7,3 eV peratom.

Karakteristik Ikatan Kovalen :

a. Memiliki energi ikat yang besar sehingga sangat keras dan

tembus cahaya

b. Titik leleh tinggi

c. Tidak larut dalam zat cair biasa dan dalam hampir semua

pelarut.

d. Energi kohesif 16 sampai 12 eV

Contoh ikatan kovalen ada Fluorin :


Perbandingan ikatan ion dengan ikatan kovalen :

3. Ikatan Logam

Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan logam ini elektron
tidak hanya menjadi miliki satu atau dua atom saja, melainkan menjadi milik dari semua atom
yang ada dalam ikatan logam tersebut.

Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerak bebas dalam awan


elektron yang mengelilingi atom-atom logam.

Ikatan logam ini hanya ditemui pada ikatan yang seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur
logam semata. Setiap logam mempunyai elektron valensi (elektron terluar) yang sangat mudah
bergerak.

Elektron-elektron valensi dilukiskan sebagai lautan awan/Gas elektron yang


membungkus ion-ion positif.

Ikatan antara gas elektron ini disebut ikatan logam.

Gas elektron bertindak sbg “perekat” yang mengikat ion-ion positif utk membentuk suatu
kristal logam.
Bentuk umum kristal logam adalah base center cubic (bcc) atau face center cubic (fcc).
Sebagian berbentuk hexagonal close packed (hcp).

Model ikatan logam menggambarkan adanya suatu susunan ion teratur dan suatu lautan
elektron valensi ion tersebut yang dapat bergerak bebas di antara susunan ion. Dengan
demikian elektron valensi atom berubah menjadi elektron konduksi logam. Ikatan logam
terjadi bila tarikan antara ion positif dan gas elektron melebihi penolakan antar elektron
dalam gas tersebut. Gaya tolak Coulomb antar ion positif menjadi tidak efektif karena gas
elektron melingkupi ion secara kuat sehingga menjadi ion non interaksi yang netral. Atom
logam bersatu sehingga terbentuk kristal logam yang stabil karena energi sistem kristal lebih
rendah daripada energi atom bebasnya. Dalam atom bebas terisolasi, elektron dimodelkan
sebagai sebuah partikel dalam kotak potensial. Dengan demikian gerakan elektron dibatasi
dalam volume yang kecil sehingga, menurut prinsip ketidaktentuan Heisenberg, energi
kinetiknya besar.

Gambar 3. Ikatan logam atom Al

Dengan menggunakan persamaan Scrodinger, dimana potensial interaksi nol, dan syarat
batas periodik diperoleh energi kinetik elektron E ∼V-2/3 (1.42)
Dimana V adalah volume kotak tempat elektron bergerak. Sedangkan dalam kristal,
elektron secara bebas bergerak dalam keseluruhan volume kristal yang sangat besar.
Akibatnya, energi kinetik elektron turun secara tajam dan mengkontribusi pengurangan
energi total sistem. Penurunan energi inilah yang menjadi sumber ikatan logam. Ikatan
logam lebih lemah daripada ikatan kovalen dan ionik. Contohnya, logam Na memiliki titik
leleh pada 97,80C. Energi kinetik yang kecil menyebabkan ikatannya lemah. Susunan kristal
logam cenderung untuk memiliki susunan dimana setiap atom atau ion memiliki banyak
tetangga (struktur tersusun padat), misalnya HCP (seng), FCC (tembaga), BCC (lithium dan
natrium) dan lain-lain.
Sifat-sifat Kristal logam :
a. Tidak tembus cahaya
b. Permukaannya tampak mengkilap
c. Memiliki konduktivitas yang baik
d. Dapat dilarutkan dan dicampurkan dengan logam lain sehingga membentuk
senyawa baru
Contoh ikatan logam adalah Fe, Li, Na, Cu, Ag, Zn, dll.

4. Ikatan Van Der Waals

Ikatan ini merupakan jenis ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering
dijumpai diantara semua zat kimia terutama gas.

Semua atom dan molekul (bahkan atom gas mulia) menunjukkan saling tarik-
menarik berjangkauan pendek yang ditimbulkan oleh gaya Van der Waals (gaya
tarik antar dipol sesaat).

Gaya van der Waals merupakan penyebab dari kondensasi gas menjadi zat cair
dan pembekuan zat cair menjadi zat padat walau tdk terdapat mekanisme ikatan
ionik, kovalen atau ikatan logam.

Tarikan Van der Waals berbanding lurus dengan r-7 , shg hanya penting utk
molekul yang sangat berdekatan. Gaya ini sangat lemah dibandingkan dengan
gaya pada ikatan kovalen maupun ikatan ionik.

Karena lemahnya ikatan ini, maka gas-gas menguap pada suhu yang rendah. Titik
leleh helium, neon dan argon padat adalah : - 272,2; - 248,7 dan – 189, 2 C

Ikatan ionik, kovalen dan logam terjadi karena pengaturan elektron valensi. Hal
demikian tidak bisa terjadi pada gas mulia yang sangat stabil karena sel terluarnya penuh.
Distribusi elektronnya mempunyai simetri bola sehingga potensial listrik berharga nol di
luar jari-jari atom. Demikian juga momen multipol listriknya. Jika hal ini benar, maka atom
gas mulia tidak memiliki energi kohesi dan tidak dapat terkondensasi menjadi cairan. Tetapi,
terjadinya kondensasi dan pembekuan pada suhu yang sangat rendah membuktikan bahwa
terdapat energi ikat yang lemah pada gas ini. Gaya yang lemah antaratom dalam padatan gas
mulia ditandai oleh titik lelehnya yang rendah, yaitu -272,20C, - 248,70C dan -189,20C,
masing-masing untuk He, Ne dan Ar.
Meskipun secara rata-rata semua momen multipol listriknya sama dengan nol, tetapi di
setiap suatu waktu momen dipol listrik tidak sama dengan nol sebagai akibat adanya
kelebihan elektron di bagian tertentu. Ketidaksimetrisan ini tidak permanen, tetapi selalu
berfluktuasi. Momen dipol listrik sesaat ini dapat menginduksi atom atau molekul
tetangganya sehingga terjadi interaksi antara keduanya. Interaksi antara momen dipol listrik
sesaat inilah yang memberikan ikatan antara atom gas mulia. Interaksi tarik-menarik dipol
induksi antara dua dipol berjarak R telah dirumuskan oleh Van der Walls melalui energi

Interaksi tolak-menolaknya bersumber dari interaksi prinsip eksklusi Pauli. Secara


empirik didapatkan potensial tolak-menolak

Dimana ε dan σ adalah parameter baru, dengan 4εσ6 = A dan 4εσ12 = B. Potensial di
atas dikenal dengan nama potensial Lennard-Jones.

Gaya antara dua atom ditentukan melalui –dU/dR. gaya ini sangat cepat berubah dengan
jarak R sehingga atom dalam kristal cenderung untuk serapat mungkin. Biasanya, struktur
yang dimiliki oleh gas mulia adalah FCC (“cubic close-packed”).

Energi kinetik atom gas mulia dapat diabaikan. Oleh karena itu energi kohesi kristalgas
mulia didapatkan dengan menjumlahkan potensial Lennard-Jones (1.45) di atas terhadap
semua pasangan atom dalam kristal. Jika terdapat Nbuah atom dalam kristal, maka energi
tersebut
dimana pijR adalah jarak antara atom ke-i dan j. Faktor ½ muncul karena hitungan
dilakukan dua kali pada setiap pasangan atom.

Untuk struktur FCC, dimana terdapat 12 tetangga terdekat, perhitunganMenghasilkan

Pada posisi setimbang Ro, energi total sistem berharga minimum sehingga

dan menghasilkan harga

Ro/σ = 1,09

Persamaan yang ada di substitusikan, sehingga

dan pada posisi setimbang Ro Utot(Ro) = - (2,15) (4Nε)

Perhitungan energi kohesi ini berlaku jika atom-atom dalam keadaan diam. Jika
dilakukan koreksi mekanika kuantum, maka energi tersebut harus direduksi sebesar 28; 10;
6 dan 4 %, masing-masing untuk Ne, Ar, Kr dan Xe.

5. Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain
yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang
sama.

Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat dibandingkan dengan ikatan
antar molekul lain, namun ikatan ini masih lebih lemah dibandingkan dengan
ikatan kovalen maupun ikatan ion.
Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N, O, dan F
yang memiliki pasangan elektron bebas

Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari senyawa
tersebut. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya maka akan semakin
besar titik didih dari senyawa tersebut.

Pengecualian untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiap molekulnya.
Akibatnya, titik didihnya paling besar dibanding senyawa dengan ikatan hidrogen
lain, bahkan lebih tinggi dari HF yang memiliki beda keelektronegatifan terbesar.

SIFAT-SIFAT IKATAN HIDROGEN

1. Wujud cair, ikatan hidrogen antara satu molekul H2O dengan molekul H2O yang
lain mudah putus, akibat gerak termal atom-atom H dan O. Namun dapat
tersambung dengan molekul H2O yang letaknya relatif lebih jauh.

2. Wujud padat, ikatan hidrogennya lebih stabil karena energi termalnya lebih
rendah dari energi ikat hidrogen : kristal es (suhunya lebih rendah).

Molekul air (H2O) terisolasi berikatan kovalen sehingga atom penyusunnya terikat
secara kuat. Tetapi, dalam kristal es yang tersusun atas molekul air, ikatannya jauh lebih
lemah. Hal ini ditandai oleh adanya titik leleh air pada 00C.
Sifat listrik sebuah molekul air terisolasi adalah netral. Tetapi, dalam kristal es distribusi
muatan internal sedemikian rupa sehingga menghasilkan interaksi antar molekul. Elektron
lebih ditarik ke arah atom oksigen sehingga bermuatan negatif dan dalam waktu bersamaan
atom hidrogen menjadi bermuatan positif. Keadaan ini menghasilkan dipol listrik dalam
molekul air.
Gaya tarik-menarik antar dipol listrik inilah yang menghasilkan ikatan hidrogen
sehingga terbentuk kristal.
Gambar 4. (a) Molekul air (b) Susunan molekul air

Sifat-sifat Kristal logam :


a. Wujud cair, ikatan hydrogen antara satu molekul H2O dengan molekul H2O yang
lain mudah putus akibat gerak termal atom-atom H dan O.Namun dapat tersambung
dengan molekul H2O yang letaknya relative lebih jauh.
b. Wujud padat, ikatannya hidrogennya lebih stabil karena energi termalnya lebih
rendah dari energi ikat hydrogen. Contohnya Kristal es (suhunya lebih rendah).

Berdasarkan uraian di atas, ikatan pada Kristal dapat diperhatikan pada tabel berikut :
B. Energi Kohesif Ikatan Ionik

Energi Kohesif yaitu energi yang harus diberikan pada kristal untuk memisahkan
komponen-komponennya menjadi atom-atom bebas yang netral pada keadaan diam dan pada
jarak tak hingga. Energi kohesif pada keadaan diam dirumuskan dengan :

pada R = R0,

Contoh energi yang dimiliki oleh beberapa molekul :

Contoh ikatan ionic yaitu kristal NaCl yang terbentuk dari interaksi elektrostatis antara
ion Na+ dengan Cl-

11 Na 1s2 2s2 2p6 3s1

Na + 5,1 eV (Energi ionisasi) Na+ + e

17 Cl 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5


e + Cl Cl- + 3,6 eV (afinitas elektron)
Na+ + Cl- NaCl + 7,9 eV (energi elektrostatis)

Energi Kohesif = Energi elektrostatis – Energi ionisasi + afinitas elektron


= 7,9 eV – 5,1 eV + 3,6 eV
= 6,4 eV
Na + Cl NaCl + 6,4 eV (energi kohesif)

C. Konstanta Madelung

Interaksi jarak jauh antara ion dengan muatan +q adalah interaksi elektrostatik q2/r, saling
menarik antara ion yang muatannya berlawanan dan saling menolak antara ion yang muatannya
sejenis. Ion menyusun dirinya pada semua struktur Kristal memberikan interaksi tarik-menarik
yang lebih kuat dibandingkan dengan interaksi tolak-menolak pada jarakyang dekat antara dua
inti. Interaksi tolak-menolak antara ion dengan konfigurasi gas dalam keadaan diam sama
dengan keadaan atom gas yang diam. Bagian Van Der Walls dari interaksi tarik-menarik pada
Kristal ionik membuat kontribusi kecil dengan relative untuk energi kohesif di dalam kristal
ionik sekitar 1 sampai 2 persen. Kontribusi yang utama untuk energi ikatan dari kristal ionik
adalah elektrostatik dan disebut energi Madelung.
Apabila Uij adalah energi interaksi antara ion ke-i dan ke-j, maka energi total ion ke-i
adalah

dimana penjumlahan dilakukan untuk semua ion kecuali j= i. Energi Uij berasal dari potensial
tolak-menolak medan sentral empirik λ eksp (-rij/ρ), dimana λ(tetapan) dan ρ (panjang
karakteristik) merupakan parameter empirik; dan tarik menarik Coulomb ±q2/4πεorij. Dengan
demikian

Dimana tanda + untuk muatan positif dan tanda – untuk muatan negative. Potensial tolak-
menolak terjadi karena penerapan prinsip eksklusi Pauli saat jarak antar ion berkurang (lebih
kecil dari jarak kesetimbangan). Berkurangnya jarak antar ion menyebabkan orbit elektron
tumpang-tindih. Hal ini melanggar prinsip eksklusi Pauli karena sel terluar ion sudah komplit.
Akibatnya elektron harus menempati tingkat energi yang lebih tinggi sehingga energi potensial
naik secara tajam. Sedangkan potensial Coulomb terjadi antara ion sejenis (tanda +) atau tidak
sejenis (tanda -).
Energi kisi kristal total yang terdiri dari N buah molekul atau 2N buah ion Utot = N.Ui
Ungkapan ini menunjukkan bahwa setiap pasangan atau setiap ikatan hanya dihitung sekali.
Andaikanlah r kita tulis sebagai rij = pijR, dengan R adalah jarak terdekat antara dua atom
terdekat dan interaksi tolak-menolak hanya terjadi antartetangga terdekat saja, maka

sehingga energi total

dengan z = jumlah tetangga terdekat suatu ion maka

Dalam menghitung konstanta Madelung, jika ion referensi bermuatan negatif, maka tanda (+)
digunakan untuk ion positif dan tanda (-) untuk ion negatif. Jika diambil syarat bahwa
, sehingga diperoleh

Harga ρ berorde 0,1 Ro sehingga interaksi tolak-menolak mempunyai rentang yang amat pendek
dan sedikit sekali pengaruhnya terhadap energi kisi. Sebagai contoh disajikan data tentang energi
permolekul dalam kristalKCl, yaitu energi Madelung (energi Coulomb) sebesar (25,2)/R eV dan
energitolak menolak (2,4.104)exp(-R/0,30) eV dimana R berorde 10-8 cm. Harga konstanta
Madelung α bergantung pada struktur kristal ionik, misalnya untuk NaCl, CsCl dan ZnS, masing-
masing berharga 1,747565 , 1,762675 dan 1,6381.
Definisi konstanta Madelung diberikan oleh :

∝ ±1
= ∑𝑗
𝑅 𝑟𝑗

∝ 1 1 1 1
= 2 [𝑅 − 2𝑅 + 3𝑅 − 4𝑅 + ⋯ ]
𝑅

1 1 1 𝑥2 𝑥2 𝑥2
∝= 2 [1 − 2 + 3 − 4 + ⋯ ]  ln(1 + 𝑥) = 𝑥 − + − +⋯
2 3 4

Sehingga konstanta Madelung untuksatu dimensi adalah ∝= 2 ln 2 .

Energi potensial Coulomb total antar ion dalam senyawa ionik yang terdiri atas ion A
dan B adalah penjumlahan energi potensial Coulomb interaksi ion individual, Vab. Karena
lokasi ion-ion dalam kisi kristal ditentukan oleh tipe struktur, potensial Coulomb total antar
ion dihitung dengan menentukan jarak antar ion d. A adalah tetapan Madelung yang khas
untuk tiap struktur kristal (Tabel 2-3).
NA adalah tetapan Avogadro dan zA dan zB adalah muatan listrik kation dan anion.
Interaksi elektrostatik antara ion-ion yang bersentuhan merupakan yang terkuat, dan tetapan
Madelung biasanya menjadi lebih besar bila bilangan koordinasinya meningkat. Sebab
muatan listrik mempunyai tanda yang berlawanan, potensialnya menjadi negatif,
menunjukkan penstabilan yang menyertai pembentukan kisi kristal dari ion-ion fasa gas
yang terdispersi baik. Walaupun potensial listrik terendah biasanya menghasilkan struktur
paling stabil, namun ini tidak selalu benar sebab ada interaksi lain yang harus
dipertimbangkan.

Faktor terbesar selanjutnya yang berkontribusi pada entalpi kisi adalah gaya van der
Waals, dan gaya dispersi atau interaksi London. Interaksi ini bersifat tarikan antara dipol
listrik, yang berbanding terbalik dengan pangkat 6 jarak antar ion. Gaya van der Waals
nilainya sangat kecil

Nilai konstanta C khas untuk setiap senyawa. Karena gaya van der Waals paling besar
harganya 1% dari harga total gaya Coulomb, pengabaian gaya ini dalam perhitungan entalpi
kisi dapat diterima.

Contoh Soal :

1. Dalam suatu Kristal NaCl, jarak keseimbangan antara ion-ion ro = 0.281 nm. Berapa energi
kohesifnya?
Jawab :
Karena ∝𝑁𝑎𝐶𝑙 = 1.748 maka energi kohesifnya
∝𝑒 2 1
𝐸 = − 4 (1 − 𝑛)
0 𝑟0

1 ∝𝑒 2 1
𝐸 = − 4 (1 − 𝑛)
0 𝑟0
2
9 𝑁𝑚 2⁄ 1.748(1.6×10−19 𝐶) 1
𝐸 = − (9 × 10 𝐶 2) (1 − 𝑛)
2.81×10−10 𝑚

𝐸 = −1.27 × 10−18 𝐽 = −7.96 𝑒𝑉

2. Kristal 3Li berstruktur BCC. Ikatan apakah yang berlaku pada atom-atomnya?
Jawab : Ikatan logam, karena susunan ion Li teratur dan suatu lautan elektron valensi ion
tersebut dapat bergerak bebas di antara susunan ion. Sehingga ion positif yang dimiliki Li
berikatan dengan elektron bebas.
3. Apa makna simbol-simbol yang dipakai pada persamaan berikut ini? Dan bagaimana cara
mengukurnya?
Jawab :
∝𝑒 2 1
𝐸 = −𝑘 (1 − 𝑛)
𝑟0

E : energi diukur dengan 19alorimeter


k : tetapan
e : muatan elektron ditentukan dengan percobaan milikan
 : tetapan Madeling zat dengan metode Evyen
Ro : jarak tetangga terdekat ditentukan dengan percobaan difraksi sinar X
n : bilangan bulat
DAFTAR PUSTAKA

Nyoman, S. 1989. Pengantar Fisika Zat Padat. Jakarta : P2LPTK Dikti

Kittle, C. 1976. Introduction to Solid State Physics. New York : Addison Wesley

Anda mungkin juga menyukai