Anda di halaman 1dari 2

Ayo Kenali Car Seat!!

Keselamatan Anak, Prioritas Utama


Thariq Ibnu Tarmizi1, Kartika Artha Rini1, Firmansyah Adi Pradana1
1
Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Jember

DESKRIPSI
Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh
negara di dunia, khususnya di negara berkembang. Cedera akibat kecelakaan lalu
lintas merupakan penyebab utama disabilitas dan mortalitas (Riyadina, 2007). Pada
tahun 2018, WHO mempublikasikan “The Global Report on Road Safety” yang
menyatakan pada tahun 2016 kematian akibat kecelakaan lalu lintas dapat mencapai
angka 1,35 juta jiwa (WHO, 2018). Sedangkan cedera kecelakaan lalu lintas yang
sering terjadi yaitu cedera kepala serta fraktur anggota tubuh (WHO, 2010). Indonesia
menduduki peringkat ketiga se-Asia untuk jumlah kematian terbanyak akibat
kecelakaan lalu lintas dengan total 38.279 kematian.
Angka kejadian kecelakaan di Indonesia tergolong cukup tinggi sehingga
diperlukan tindakan untuk mengurangi tingkat keparahan cedera guna
menyelamatkan generasi muda. Car seat/child restrain merupakan suatu cara untuk
mengurangi tingkat keparahan cedera pada anak yang harus diketahui oleh orang tua.
Di Indonesia masih belum diterapkan aturan penggunaan car seat, namun hal ini
sudah diterapkan di negara-negara maju dan berkembang lainnya. Terdapat 4 tipe
penggunaan car seat berdasarkan usia dan berat badan, yaitu rearward-facing infant
seat, forward-facing child seat, booster seat, dan booster cushion (WHO, 2018;
WHO, 2010) .
Pada bayi struktur tubuhnya masih sangat fleksibel, jika terjadi benturan dapat
berakibat fatal terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga bayi
membutuhkan tempat khusus untuk melindungi apabila terjadi kecelakaan. Maka dari
itu dapat digunakan car seat tipe rearward-facing infant seat yang digunakan pada
usia di bawah 1 tahun dengan berat badan kurang dari 13 kg. Car seat tipe ini
diletakkan di kursi belakang dan dihadapkan secara terbalik. Tipe penggunaan car
seat kedua yaitu forward-facing child seat yang digunakan pada anak usia 1-4 tahun
dan mampu menahan berat anak hingga 18 kg. Pada usia kurang dari 6 tahun
pembentukan tulang belum sempurna, maka diperlukan penahan yang dapat menahan
gangguan dari depan atau samping. Sabuk pengaman dan pengaitnya harus tetap
dipasangkan dengan benar sesuai dengan fungsinya (WHO, 2009; WHO, 2010).
Selain itu terdapat tipe booster seat yang digunakan pada anak usia 4-6 tahun
dengan berat badan 15-25 kg. Pada tipe ini, anak tidak lagi menggunakan infant seat
sehingga tidak dapat melindungi dari samping, namun tetap dipakai hingga sabuk
pengaman standar pada mobil dapat digunakan pada anak. Tipe terakhir yaitu booster
cushion dengan bantalan tambahan tanpa sisi belakang didesain untuk umur 6-11
tahun dengan berat badan 22-36 kg. Penelitian menyarankan untuk memposisikan
anak di tengah karena lebih aman (WHO, 2009; WHO, 2010). Car seat efektif
mengurangi angka kematian resiko cedera kecelakaan lalu lintas hingga 71% pada
bayi dan 54% pada balita sehingga dapat menyelamatkan kehidupan generasi muda
kedepannya (NHTSA, 2013).

DAFTAR PUSTAKA
NHTSA’s National Center for Statistic and Analysis. Overview: 2013 data. 1200 New
Jersey Avenue SE., Washington, DC 20590
Riyadina W dan Subik IP. 2007. Profil Keparahan Cedera pada Korban Kecelakaan
Sepeda Motor di Instalasi Gawat Darurat RSUP Fatmawati. Universa
Medicina Vol.26 No.2
WHO. 2009. The Need For Seat-Belts And Child Restraints. United Nations Road
Safety Collaboration.
WHO. 2010. What You Can Do to Keep Kids Safe from Injury. Geneva: Department
of Violence and Injury Prevention and Disability.
WHO. 2018. Global Status Report on Road Safety 2018. Geneva: Management of
Noncommunicable Diseases, Disability, Violence, and Injury Prevention
(NVI).