Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN RUMAH SAKIT

PEMASARAN RUMAH SAKIT

DI SUSUN OLEH :
SAMSUR RIZAL ( 03.14.3516 )
D/RS/IV

KONSENTRASI MANAJEMEN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT


PROGRAM STUDI MANAJEMEN ADMINISTRASI
AKADEMI MANAJEMEN ADMINISTRASI
YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam
profesi keguruan.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik dan bermanfaat bagi halayak banyak.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Tujuan
3. Metode Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

1. DEFINISI PEMASARAN RUMAH SAKIT


2. RUMAH SAKIT SEBAGAI INTUISI JASA
3. TINGKATAN INTERAKSI DALAM PENYAMPAIAN JASA
4. KEBIJAKAN DEPKES RI DALAM PEMASARAN RS
5. PENTINGNYA PEMASARAN RS
6. SISTEM INFORMASI PEMASARAN RS
7. PROGRAM-PROGRAM PEMASARAN RS
8. PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMASARAN RS
9. SI PEMASARAN RS BERBASIS REKAM MEDIK
10. CONTOH PEMASARAN AKTIFITAS DI RS

BAB III KESIMPULAN

1. KESIMPULAN
2. SARAN
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang mempunyai peran
penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang diberikan
oleh rumah sakit bersifat holistik atau menyeluruh mulai dari pencegahan, penyembuhan hingga
pemulihan penyakit. Saat ini rumah sakit telah mengalami pergeseran tujuan. Awalnya rumah
sakit didirikan dengan tujuan sosial dan berhubungan dengan keagamaan tetapi seiring dengan
berjalannya waktu, tujuan rumah sakit tidak hanya pelayanan sosial tetapi juga mengarah pada
tujuan ekonomi bahkan komersial. Salah satu yang berpengaruh adalah globalisasi.
Globalisasi merupakan era terjadinya pengalihan kapital dan teknologi dari negara dengan
biaya tenaga kerja mahal ke negara dengan biaya tenaga kerja murah. Tujuannya untuk
meningkatkan daya saing. Globalisasi diperkuat dengan adanya perjanjian GATS (General
Agreement on Trade in Services). Melalui perjanjian ini ada empat cara liberalisasi perdagangan
jasa yaitu pasokan jasa ke negara lain tanpa harus menjadi penduduk tetap, penduduk membeli
jasa di luar negeri, kehadiran dari cabang, agen atau anak perusahaan asing dan kehadiran tenaga
kerja atau ahli untuk jangka waktu tertentu di suatu negara untuk mensuplai jasa. Dampak
globalisasi menuntut rumah sakit agar melakukan perubahan dalam manajemen dan organisasi
agar mampu bersaing dengan pesaing lokal, nasional, dan internasional. Dampak tersebut dapat
menjadi ancaman dan juga menjadi peluang. Jika rumah sakit belum siap bersaing dengan rumah
sakit asing maka kehadiran globalisasi akan menjadi ancaman bagi kelangsungan kegiatan rumah
sakit. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan menerapkan building fences yaitu bersikap
defensif dan meminta proteksi dan penghambat dari pemerintah terhadap kehadiran pihak asing
seperti pengaturan tenaga kerja asing.
Namun bagi rumah sakit yang siap bersaing baik itu dari segi pelayanan, sumber daya yang
dimiliki dan pemasaran yang kuat akan menerima kehadiran globalisasi. Tindakan lainnya yang
dapat diambil adalah dengan menerapkan building winmills yaitu melakukan tindakan
akomodatif dan memberdayakan angin perubahan seperti meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan yang dimiliki oleh rumah sakit dan melakukan aliansi strategis dengan pihak luar
negeri. (Taurany, 2008) Saat ini beberapa rumah sakit dalam negeri telah bekerja sama dengan
rumah sakit asing. Mereka menetapkan standar internasional pada pelayanan yang diberikan. Hal
tersebut merupakan salah satu tindakan yang ambil untuk menghadapi globalisasi.
Menurut Taurany (2008), solusi terbaik untuk menghadapi globalisasi adalah dengan
menyiapkan daya saing yang tinggi melalui kepemimpinan yang memicu pada perubahan dan
manajemen yang profesional, manajemen perubahan, peningkatan manajemen mutu,
pengembangan sumber daya manusia, sarana dan teknologi, peningkatan kepuasan konsumen,
peningkatan budaya organisasi, pemasaran yang efektif dan peningkatan mekanisme dan
kegiatan mengantisipasi, memantau dan menganalisis perubahan-perubahan lingkungan yang
dampaknya dapat berupa ancaman dan berupa peluang.
Menurut Kotler (1996), pemasaran merupakan kunci untuk meraih tujuan organisasi yang
lebih efektif dari pada pesaing karena memadukan kegiatan pemasaran untuk menetapkan dan
memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Manajemen pemasaran merupakan upaya
yang dapat dilakukan agar utilisasi pelayanan rumah sakit menjadi lebih tinggi sehingga
berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Pemasaran rumah sakit merupakan
suatu unsur yang penting. Tujuan pemasaran rumah sakit adalah memperkenalkan rumah sakit
pada masyarakat luas, menginformasikan sejelas-jelasnya mengenai fasilitas dan kemampuan
pelayanan yang dimiliki oleh rumah sakit pada masyarakat dan segenap warga rumah sakit,
membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat
terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan
disamping itu rumah sakit juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan. Namun
manajemen pemasaran tidak dapat diaplikasikan secara bebas dalam bidang rumah sakit
terutama dalam mengaplikasi promosi. Ada batasan atau etika yang harus dipatuhi seperti etika
promosi rumah sakit.

1.2. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini untuk memberikan informasi mengenai Pemasaran Rumah Sakit
dalam memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Manajemen Pelayanan kesehatan

1.3. METODE PENULISAN


Penulis menggunakan metode observasi dan literatur.

Sarana yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. studi Perpustakaan

b. Dalam metode ini penulis buku yang berkaitan dengan tempat penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. DEFINISI PEMASARAN RUMAH SAKIT

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam
menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor
penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran
menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Menurut Kotler (1997), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang
didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.
Sedangkan rumah sakit sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan merupakan institusi
yang penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

2.2. RUMAH SAKIT SEBAGAI INTUISI JASA

Rumah sakit sebagai institusi jasa mempunyai ciri-ciri yaitu, tidak berwujud, merupakan
aktivitas pelayanan antara tenaga medis dan non medisdengan pelanggan, tidak ada kepemilikan,
konsumsi bersamaan dengan produksidan proses produksi bisa berkaitan atau tidak dengan
produk fisiknya.Hal ini sesuai dengan pendapat dari Zeithaml dan Bitner bahwa jasa memiliki
ciri-ciri yaitu:

 tidak berwujud,
 merupakan suatu aktivitas, kegiatan atau kinerja,
 tidak menyebabkan kepemilikan,
 produksi dan konsumsi terjadisecara bersamaan, dan
 proses produksinya berkaitan atau tidak berkaitan dengan produk fisik

2.3. TINGKATAN INTERAKSI DALAM PENYAMPAIAN JASA

Dalam intensitas interaksi dalam penyampaian jasa dapat berlangsung dalam3 tingkatan yaitu:

 High-contact services : suatu jasa yang membutuhkan interaksi yang signifikan antara
pelanggan, petugas serta peralatan dan fasilitas jasa,
 Medium-contact services :suatu jasa yang membutuhkan interaksi yangterbatas antara
pelanggan, petugas serta peralatan dan fasilitas jasa, dan
 low-services : suatu jasa yang membutuhkan interaksi yang minimal antarapelanggan,
petugas serta peralatan dan fasilitas jasa (Lovelock dan Wright,2002:53). Rumah sakit
sebagai jasa kesehatan merupakan sistem pemasaran jasadengan kontak yang tinggi
(High-Contact Service) dan semua elemen pada sistempemasaran jasa saling terkait.

2.4. KEBIJAKAN DEPKES RI DALAM PEMASARAN RS

Departemen Kesehatan RI memberikan kebijakan dalam pemasaran rumahsakit yaitu (Darmanto


Djojodibroto, 1997:135-137):

 Pemasaran rumah sakit dapat dilaksanakan agar utilisasi rumah sakitmenjadi lebih tinggi
sehinggga akhirnya dapat meningkatkan rujukanmedik dan meluaskan cakupan yang
selanjutnya memberi kontribusiterhadap peningkatan derajat kesehatan penduduk.
 Pemasaran rumah sakit hendaknya tidak dilepaskan dari tujuanpembangunan kesehatan
yakni antara lain: meningkatkan cakupan danmutu pelayanan agar derajat kesehatan
penduduk menjadi lebih baik Pemasaran tidak boleh lepas juga dari dasar-dasar etik
kedokteran dan etika rumah sakit serta ketentuan hukum yang berlaku.
 Promosi yang merupakan bagian dari pemasaran sudah pasti berbedadengan promosi
perusahaan umum yang mempunyai tujuan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Promosi rumah sakit harus selalu penuhkejujuran. Konsumen dalam pelayanan rumah
sakit selalu mempunyaipilihan yang sempit dan sangat tergantung kepada rumah sakit
dandokter. Sifat hakiki ini harus dihayati

2.5. PENTINGNYA PEMASARAN RS

Pentingnya Pemasaran Rumah Sakit :


1. Meningkatnya biaya.
2. Meningkatnya kesadaran pasien.
3. kapada pasien.
4. Meningkatnya rumah sakit milik pemodal.
5. Pemanfatan yang rendah sebagai pemborosan.
6. Duplikasi pelayanan
7. Peningkatan profesionalisme dari staf rumah sakit.
8. Perubahan hubungan dokter dengan pasien.
9. Perhatian pada pencegahan
10. Meningkatnya harapan akan kenyamanan.
11. Pelayanan kesehatan dapat merupakan komoditi bisnis.
2.6. SISTEM INFORMASI PEMASARAN RS

 RENCANA STRATEGIK: rencana pemasaran jangka panjang, rencana pemasaran


produk/pasar baru, model strategi yankes.
 RENCANA OPERASIONAL: rencana pemasaran, rencana keuangan, rencana produk,
rencana harga, peramalan penjualan, riset pasar yankes, rencana promosi, rencana jalur
distribusi.
 LAPORAN PENGENDALIAN: anggaran pengeluaran, pangsa pasar, distribusi yankes,
keuntungan, realisasi penjualan, realisasi harga, litbang
 PROSES TRANSAKSI: data permintaan yankes, faktur/bukti pemberian yankes, laporan
penjualan yankes Suatu sistem berlanjut dan saling terkait dari orang, peralatan dan
prosedur yg ditujukan untuk mengumpulkan , menyaring, menganalisis dan membagikan
informasi yg spesifik, tepat waktu dan cermat untuk digunakan para pengambil keputusan
di bidang pemasaran dgn tujuan penyempurnaan perencanaan, pelaksanaan dan
pengendalian pemasaran.

2.7. PROGRAM-PROGRAM PEMASARAN RS

 Rawat di rumah: hemodialisa, fisioterapi


 Kedokteran pencegahan: pemeriksaan rutin pap smears
 Kedokteran holistik: program intrevensi P3 NAPZA, check up kesehatan
 Pelayanan bukan untuk pasien: kantin, sewa ruang praktek, sewa ruang pertemuan
 Kerjasama pelayanan: Outsorcing pelayanan laundrY
 Kerjasama lainnya: Pelayanan komputer, pelayanan asuransi

2.8. PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMASARAN RS

 Pelaksanaan: pengolahan transaksi, pemberian informasi/laporan


 Manajemen lini: perencanaan operasional, pengambilan keputusan, pengendalian
 Manajemen madya: perencanaan strategik, penentuan kebijakan,pengambilan keputusan

2.9. SI PEMASARAN RS BERBASIS REKAM MEDIK

 Komponen rekam medik


 Komponen akuntansi manajemen
 Komponen riset pemasaran dan pemasaran analitik.
 Komponen perbandingan pemasaran

2.10. CONTOH PEMASARAN AKTIFITAS DI RS

1. Contoh aktivitas pemasaran di RS:


 Konsultasi medis di media cetak/elektronik

 Baksos bidang kesehatan


 Seminar untuk masyarakat
 Iklan di media TV mengenai pelayanan di RS
 Media leaflet, brosur, website ttg pelayanan di RS

2. Peran sistem informasi untuk menunjang aktivitas pemasaran:

 Pengadaan fasilitas untuk penyelenggaraan aktivitas pemasaran


 Adanya informasi ttg output pelayanan di RS
 Mempermudah manajemen mengambil keputusan pemasaran
 Pengaturan supaya informasi pelayanan up to date secara real time
 Bahan seminar berdasarkan informasi yang benar dari SI
BAB III
KESIMPULAN

3.1.KESIMPULAN

Semakin banyak dan meratanya rumah sakit di wilayah Indonesia yang merupakan
harapan pemerintah merupakan ancaman bagi pihak rumah sakit, karena dengan semakin
banyaknya bermunculan rumah sakit yang menawarkan bermacam keunggulan, baik dari segi
teknologi, harga maupun pelayanan, maka rumah sakit akan menghadapi persaingan yang
semakin kompetitif.
Jumlah rumah sakit yang semakin meningkat membuat setiap rumah sakit saling bersaing
untuk mendapatkan pelanggan. Oleh karena itu, pemasaran rumah sakit yang baik akan dapat
membantu rumah sakit untuk terus bertahan dalam persaingan dan berkembang menjadi lebih
baik. Keluarnya Permenkes No. 80/Menkes/Per/II/90 yang menyatakan bahwa badan hukum
termasuk perorangan diperkenankan memiliki dan mengelola rumah sakit dengan sifat profit
oriented, membuat rumah sakit sadar untuk menerapkan manajemen pemasaran untuk bisa
mempertahankan eksistensinya. Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa
untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler,
1997).

3.2. SARAN
Rumah Sakit harus mampu membuat keseimbangan antara operasional, strategi dan taktik yang
jitu dalam melaksanakan pemasaran produknya. Pemasaran bukan lagi tugas fungsional dan
tanggung jawab sebuah unit tetapi lebih bersifat strategis karena harus diformulasikan oleh
seluruh level manajemen dan berorientasi jangka panjang.