Anda di halaman 1dari 5

3.

3 Penentuan Panjang Awal Matang Gonad

Hasil yang didapatkan kelompok 4 pada praktikum Pengkajian Stok

tentang penentuan panjang awal matang gonad didapatkan hasil perhitungan

dengan cara manual sebesar 26,79 cm. Sedangkan untuk hasil perhitungan

dengan menggunakan Ms. Excel didapatkan nilai sebesar ....cm. Hasil tersebut

menunjukan bahwa pada ukuran ...cm ikan memasuki masa matang gonad.

Penentuan matang gonad ikan dapat diketahui dengan ukuran panjang ikan

karena keduanya saling berhubungan. Hasil perhitungan manual dan Ms. Excel

dapat dilihat pada lampiran 3.

Menurut Habibi, et al (2013), faktor yang mempengaruhi proses

kematangan gonad yaitu faktor dalam seperti jenis ikan dan hormon, sedangkan

faktor luar seperti suhu, makanan, dan intensitas cahaya. Menurut Kusmini et al.

(2016), perbedaan awal matang gonad disebabkan oleh adanya perbedaan

wilayah dan banyaknya makanan yang terdapat dilingkungan sekitar ikan. Setiap

spesies ikan bahkan pada spesies yang sama tidak menjamin adanya

kesamaaan awal matang gonadnya. Kemampuan reproduksi juga mampu

memnpengaruhi penentuan dari matang gonad ikan. Penentuan tingkat

kematangan gonad dapat dilakukan dengan mengukur panjang total ikan, dan

mengukur berat ikan. Pengamatan kemudian dilakukan dengan melihat gonad

yang telah dikeluarkan dari dalam tubuh ikan menggunakan beberapa ciri

tertentu. Ciri atau tanda itu diantaranya dilihat dari bentuk gonadnya, besar

kecilnya gonad, warna gonad, dan lunak pejalnya gonad. Tingkat kematangan

gonad juga dapat ditentukan dengan morfologi gonad ( Hukom et al., 2006 ).

Hubungan panjangan berat dan indeks kematangan gonad dapat memberikan

informasi mengenai rasio kelamin, indeks kematangan gonad dan hubungan

panjang berat dengan indeks kematangan gonad dari ikan (Monalisa et al.,
2016). Tingkat kematangan gonad ikan dapat dideteksi dengan memperhatikan

tanda-tanda morfologi dan fisiologi sel telur atau sel sperma (Gusrina, 2014).
Lampiran 3. Penentuan Panjang Awal Ikan Matang Gonad)

 K = 1 + 3,3 log (n)

= 1 = 3,3 log (140)

= 8,09

=8

𝑋 max − 𝑋 𝑚𝑖𝑛
 L =
𝐾

30−11,6
= 8

= 2,3

No Panjang Ikan (SL) L (cm) Pi Log L Log L+1 – Log Lt

1 11,6 – 13,9 12,75 0,22 1,106

2 13,9 – 16,2 15,05 0 1,178 0,072

3 16,2 – 18,5 17,35 0,18 1,239 0,061

4 18,5 – 20,8 19,65 0,11 1,293 0,054

5 20,8 – 23,1 21,95 0 1,341 0,048

6 23,1 – 25,4 24,25 0,125 1,385 0,044

7 25,4 – 27,7 26,55 0,25 1,424 0,039

8 27,7 - 30 28.85 0,25 1,460 0, 035

Jumlah 1,135 0,354

 Xk = 1,460

Ʃ 𝐿𝑜𝑔 𝐿𝑡+1−𝐿𝑜𝑔 𝐿𝑡
 X =
7

0,354
= 7

= 0,05
𝑋
 m = 𝑋𝑘 + 2
− 𝑋 . ∑𝑘𝑖=1 𝑃𝑖

0,05
= 1,460 + 2
– ( 0,05 x 1,135)

= 1,460 + 0,025 – 0,057

= 1,485 – 0,057

= 1,428

 Lm = 10m

= 101,428

= 26,79 cm.
Referensi :

Gusrina. 2014. Genetika dan Reproduksi Ikan. Deepublish : Yogyakarta.

Habibi., Sukendi dan N. Aryani. 2013. Kematangan gonad ikan Sepat Mutiara

(Trichogaster leeri blkr) dengan pemberian pakan yang berbeda. Jurnal

Akuakultur Rawa Indonesia. 1 (2) :127-134.

Hukom, F. D., D. R. Purnama., dan M. F. Rahardjo. 2006. Tingkat Kematangan

Gonad, Faktor Kondisi, Dan Hubungan Panjang-Berat Ikan T Ajuk

(Aphareus Rutilans Cuvier, 1830) Di Perairan Laut Dalam

Palabuhanratu, Jawa Barat. Jurnal Iktiologi Indonesia. 6 (1): 1-9.

Kusmini, I.I., F. P. Putri, dan V. A. Prakoso. 2016. Bioreproduksi Dan Hubungan

Panjang-Bobot Terhadap Fekunditas Pada Ikan Lalawak (Barbonymus

Balleroides). Jurnal Riset Akuakultur. 11 (4): 339-345.

Monalisa, C., H. Sitorus dan A. Suryanti. 2016. Hubungan Panjang Bobot dan

Indeks Kematangan Goand Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) di

Perairan Pantai Labu Kab.Deli Serdang Sumatera Utara. Jurnal

Aquacoastmarine. 11(1): 1-13.